Anda di halaman 1dari 22

INTEGRAL FUNGSI VEKTOR

DAN INTEGRAL GARIS


Pengantar
Konsep integral tentu dan tak tentu untuk fungsi vektor dirancang dengan memanfaatkan
sebanyak mungkin informasi dari integral tentu dan tak tentu dari fungsi real. Sebelum
konsep penting ini dibahas, kita ingat kembali bahwa integral tentu untuk fungsi real
diperkenalkan sebagai limit jumlah Riemann. Sedangkan integral tak tentunya diperkenalkan
sebagai kebalikan dari diferensial.

Untuk membahas konsep integral tentu, misalkan fungsi


tertutup

x=f ( t )

terdefinisi pada selang

[ a , b ] dan =( a=t 0< t1 <t 2< <t i1<t i <<t n=b ) suatu partisi untuk [ a , b ]

dengan panjang

= 1maks
t t i1 ) . Misalkan pula c i [ t i1 , t i ] ,i=1,2, , n dan I suatu
i n( i

bilangan real. Fungsi

dikatakan terintegralkan Riemann pada

| (

>0 >0 <

i=1

f c 1 ) t 1I <

dan untuk sebarang pemilihan

untuk setiap partisi

c i [ t i1 , t i ] ,i=1,2, , n

[ a , b]

dengan

jika

<

. Syarat keterintegralan Riemann

lim
pada definisi di atas seringkali ditulis

f ( c 1 ) t1

ada.

i=1

2 | Page

Selanjutnya, integral tentu dari fungsi

[ a , b]

pada

(dikenal juga sebagai integral

lim

f ( t ) dt= 0 f ( c 1) t 1
i=1
b

pada [ a , b ] ) ditulis dengan lambang

Riemann dari fungsi f

I =
a

bila limit ini ada.


Integral tak tentu dari fungsi real didefinisikan sebagai invers dari diferensial atau anti
diferensial yang merupakan suatu bentuk yang paling umum dari anti turunan. Kita
mengatakan bahwa
Fungsi

f ( t ) dt=g ( t ) +C

pada suatu selang

merupakan suatu anti turunan dari fungsi

bentuk yang paling umum dari anti turunan ini, yaitu


sebarang dinamakan anti diferensial dari fungsi f

jika

g ' ( t ) =f ( t ) t D .

pada selang

D , sedangkan

y=g ( t )+ C ,

pada selang

konstanta

D .

Konsep integral tentu dan tak tentu dari fungsi vektor dirancang dengan cara serupa dengan
integral tentu dan tak tentu dari fungsi real, demikian juga berbagai sifat dan rumusnya.
Integral Fungsi Vektor
Konstruksi integral tentu untuk fungsi vektor diberikan dalam definisi berikut.
Definisi 1.5.1
Misalkan fungsi vektor

[ a , b]

dan

X =F ( t ) =f 1 ( t ) e 1+ + f n ( t ) en

suatu partisi untuk selang

= 1maks
t t i1 ) . Misalkan pula
i n( i

terdefinisi pada selang tertutup

[ a , b]

c i [ t i1 , t i ] ,i=1,2, , n

dengan panjang partisi


dan

suatu vektor di

3 | Page

>0 >0 <

F ( c 1 ) t1I
i=1

<

untuk setiap partisi

dengan

< dan untuk sebarang pemilihan c i [ t i1 , ti ] ,i=1,2, , n .

lim
Syarat keterintegralan Riemann pada definisi di atas seringkali ditulis

ada. Selanjutnya integral dari fungsi vektor

pada

F ( c 1 ) t1
i=1

[ a , b ] atau integtal Riemann dari

lim

F ( t ) dt= 0 F ( c1 ) t 1
fungsi vektor

pada

i=1
b

[ a , b ] ditulis dengan lambang

I =

bila

limit ini ada.


Seperti pada konsep limit fungsi vektor yang dapat dituliskan sebagai limit dari komponen
vektornya yang berbentuk fungsi real, kita juga mempunyai hasil yang serupa untuk integral
fungsi vektor. Dalam hal ini fungsi vektor

terintegralkan pada

[ a , b ] jika dan hanya

jika setiap komponennya terintegralkan pada selang itu. Hasil ini kita nyatakan dalam rumus
b

berikut.

F ( t ) dt
a

Teorema 1.5.1
Misalkan fungsi vektor

X =F ( t ) =f 1 ( t ) e 1+ + f n ( t ) en

terdefinisi pada selang tertutup

[ a , b ] . Maka fungsi F terintegralkan pada [ a , b ] fungsi f 1 terintegralkan pada

[ a , b ] , i=1, , n . Integral tentu dari fungsi

dalam bentuk komponennya adalah

4 | Page

F ( t ) dt=

f 1 ( t ) dt e1 ++
a

f n1 alam bentuk komponennyaadala h kut .terintegralkan pada selang itu.hasil tuk integral fungsi vektor . ( t ) dt e n

.
Sekarang kita akan berkenalan dengan konsep integral tak tentu dari fungsi vektor. Anti
turunan dari fungsi vektor

pada selang terbuka

didefinisikan sebagai fungsi vektor

G yang memenuhi G' (t )=F ( t ) t I .

Seperti halnya dengan fungsi real, kita mempunyai bentuk yang paling umum dari anti
X =G ( t ) +C ,

turunan ini yaitu

diferensial dari fungsi


selang terbuka

vektor konstan di

pada selang

Rn . Bentuk ini dinamakan anti

I . Integral tak tentu dari fungsi vektor

didefinisikan sebagai anti diferensial dari fungsi

ditulis dengan lambang


bahwa

G' (t )=F ( t )

. Dengan demikian lambang

pada selang

I =DF D C

pada

F ( t ) d t=G ( t )+C

pada

dan
berarti

. Seperti pada integral tentu, integral tak

tentu dapat dinyatakan pa;am bentuk komponen fungsi vektornya yang merupakan fungsi
real.
Rumus-rumus Integral Fungsi Vektor
Berdasarkan kenyataan bahwa integral fungsi vektor dapat ditulis sebagai integral dari
komponennya yang berbentuk integral dari fungsi real, kita mempunyai berbagai sifat penting
dari integral fungsi vektor. Hasilnya kita nyatakan dalam rumus berikut.
Teorema 1.5.2
1. Jika fungsi vektor

kontinu pada

[ a , b ] , maka fungsi vektor F

terintegralkan

pada [ a , b ] .

5 | Page

2. Jika fungsi vektor

dan G

terintegralkan pada
p F +q G

real, maka fungsi vektor


b

[ a , b ] , p dan q konstanta

juga terintegralkan pada

[ a , b]

dan

( p F ( t )+ q G ( t ) ) dt= p F ( t ) dt +q G ( t ) dt
a

Bukti :
Pilih partisi Pn yang membagi [ a , b ]

menjadi n subselang yang sama panjang.

pF (t ) qG(t ) dt
a

Jelas
n

lim [ pF ( s i ) +qG ( s i ) ] i t
n i=1

lim p F ( s i ) i t+ lim q G ( si ) i t
n i=1

i=1

lim p F ( si ) i t + lim q G ( si ) i t
n

i=1

i=1

p lim F ( s i ) i t+q lim G ( si ) i t


n

i=1

i=1

pF (t ) qG(t ) dt p F (t ) dt q G(t )
Jadi

6 | Page

3. Jika fungsi vektor


b

terintegralkan pada

[ a , b]

dan

c [ a , b ] , maka

F ( t ) dt= F ( t ) dt + F ( t ) dt
a

Bukti:
Kasus a< c< b :
Bangun partisi Pn sehingga c suatu ujung sub selang
Tulis m: banyak sub selang pada [a,c]
p: banyak sub selang pada [c,b]
Jelas
b

F ( t ) dt=lim
f ( si ) . it
n
i=1

lim f ( si ) . i t+ lim
n i=1

Tulis

U k =s m+k

f ( si ) . i x

p i=m +1

dan

k z=m +k t

Jadi
b

i=1

lim f ( t i ) . i t+ lim f ( Uk ) k z= f ( t ) dt+ f ( t ) dt


f ( t ) dt=m

p
a

4. Teorema dasar kalkulus pertama

7 | Page

Misalkan fungsi vektor

kontinu pada

[ a , b ] . Jika x [ a ,b ] dan fungsi vektor

didefinisikan oleh

G ( x )= F ( x ) dt ,
a

terdiferensialkan pada [ a , b ]

ax b

maka fungsi vektor

'
dengan G (x)=F ( x ) x [ a , b ]

Bukti Teorema Dasar Kalkulus 1


Dipunyai teorema dasar Kalkulus Satu
x

Jika g kontinu pada [a,b], maka

g ( t ) dt , x [ a , b ]
a

Mempunyai turunan pada selang [a,b] dengan


G ' ( x )=g ( x ) x [a , b]
Bukti :
Ambil sembarang
G' ( x )=lim
h 0

lim

h0

lim

h0

x [a , b] dan h>0 sehingga x=h<b.

G ( x+ h )G( x )
h

1
h

g ( t ) dt g (t ) dt

1
h

g ( t ) dt+ g ( t ) dt

1
lim
h0 h

x+h

x+h

x+h

g ( t ) dt
x

8 | Page

lim

h0

1
. g (c ). h
h

untuk suatu c dengan

x c x +h

lim g( c)
h0

lim g ( x+ h ) , 0 1
h0

g lim ( x+ h )
h 0

g (x ) .

5. Teorema dasar kalkulus kedua


Jika fungsi vektor G kontinu pada

[ a , b]
b

F ' ( t )=G ( t ) t [ a , b ] , maka

memenuhi

dan terdapat fungsi vektos

yang

G ( t ) dt= F ' ( t ) dt=F ( b )F ( a )


a

Bukti Teorema dasar kalkulus kedua


Bangun partisi Pn untuk [ a , b ] .

[ t i1 , ti ] .

Jelas F(t) kontinu pada

Pilih

i=
s

[ ti1, t i ]

Jelas

F (t )dt=lim
F ' ( si ) i t
n
'

i=1

lim F ( si ) i t
n

'

i=1

9 | Page

lim F ( t i ) F ( t i1)
n i=1

t1
F()( t 0 )
t
( n)F ( t n1 )
F
++
lim
n

lim [ F ( t n ) F ( t 0 ) ]
n

lim [ F ( b )F ( a ) ]
n

F ( b ) F(a) .
b

G ( t )= F ' (t ) dt=F ( b )F( a)


a

Jadi

6. Jika fungsi vektor

di

Rn , maka perkalian scalar


b

Rn

terintegralkan pada
C. F

[ a , b ] dan C suatu vektor di

juga terintegralkan pada

[ a , b ] dan memenuhi

C F ( t ) dt= C . F ( t ) dt
a

7. Jika fungsi vektor

dan fungsi real

terintegralkan pada

[ a , b ] , maka

F ( t ) dt F ( t )dt
a

10 | P a g e

Rumus 6
F ( t )=f 1 ( t ) e1 ++ f n (t) e n dan C=c 1 e1 ++ cn e n maka

Misalkan
b

(( )
b

C . F ( t ) dt=( c1 e 1+ +c n en ) .
a

f 1 ( t ) dt e1 ++

))

f n ( t ) dt en

f 1 ( t ) dt ++ cn f n ( t ) dt
a

c 1
a

( c 1 f 1 (t ) ++ c n f n (t) ) dt= C . F ( t ) dt
a

Terbukti.
Rumus 7
b

C= F ( t ) dt .

Misalkan

Jika

C=0

maka rumus 6 berlaku trivial. Jika

C0

maka

dengan menggunakan sifat perkalian skalar dua vektor, rumus 6 dan ketaksamaan CauchySchwarz diperoleh
b

C =C .C=C . F ( t ) dt= C . F ( t ) dt C . F (t)dt CF (t ) dt=C F (t)dt


a

Selanjutnya dari C 0 diperoleh C>0 ; ini mengakibatkan

C= F ( t ) dt F (t)dt
a

Terbukti.
Integral Garis
Integral garis merupakan bentuk generalisasi dari integral tentu dengan selang

[ a , b] .

Bentuk paling sederhana dari integral garis adalah

f ( x ) dx
a

dimana daerah

11 | P a g e

pengintegralannya berupa garis lurus pada interval


kita ubah dengan mengganti himpunan

[ a , b]

[ a , b ] . Jika daerah pengintegralan ini

dengan kurva

pada bidang

xy ,

integral yang dihasilkan adalah

Andaikan

f ( x , y ) ds
C

yang kita sebut integral garis/integral kurva.

merupakan suatu kurva mulus yang dipartisis menjadi n busur-busur pendek

s 1 , s2 , , s n

. Misalkan titik
sk

panjang busur

Pk

berada pada busur

sk

sedangkan

sk

adalah

. Selanjutnya dibentuk Jumlah Riemann sebagai berikut

f (P k ) sk
k=1

=maks { s k }
Sehingga dalam kasus 0 ,

k=1

f ds=lim
f ( Pk ) s k
0
Disebut integral garis.
Kita dapat menyatakan integral garis tersebut dengan parameter

dengan menggunakan

ds= [ x ' ( t ) ] + [ y ' ( t ) ] dt


Sehingga

f ( x , y ) ds= f ( x ) f ( y ) [ x ' ( t ) ] +[ y ' ( t ) ] dt


2

Untuk ruang berdimensi tiga

f ( x , y , z ) ds= f ( x ) f ( y ) f ( z ) [ x ' ( t ) ] +[ y ' ( t ) ]+[ z ' ( t ) ] dt .


2

12 | P a g e

Soal Tugas Awal Kelompok 5


3

( e5 t i+t2 e t + 1 j ) dt

1. Tentukanlah
1

2. Hitunglah

1
t
t2
i+
j+
k dt .
1+t 2 1+t 2 1+t 2

3. Hitunglah

( sin t i+sin 2 t sec t jcos 8 t k ) dt

4. Hitunglah

sin t

x 2 y ds
C

0 t

dengan C

ditentukan oleh persamaan

x=cos t

dan

2 .

13 | P a g e

Penyelesaian:
1.

Komponen i
1
e5 t dt= 5 e5 t d (5 t )
1 5 t
e +C 1 .
5
j

Komponen

t 2 e t +1 dt= 3 et +1 d ( t 3 +1 )
3

et +1

+C 2 .
3
Jadi,

(e

5 t

i+t e

t +1

) (

t +1
) jdt= 1 e5 t +C 1 i+ e +C 2 j .
5
3

2. Strategi:
Misal:
t=tan y
dt=sec 2 y dy

1+t 2 =1+ tan 2 y


1

sec 2 y
Komponen i
1

2
1+1 t2 dt= secsecy2 ydy
0
0
1

y dy
0

[ y ]0
1.

14 | P a g e

Komponen
1

t
tan y . sec 2 y dy
=
1+ t2 sec2 y
0
0
1

tan y dy
0
1

sin y
dy
cos y
1

d ( cos y )
cos y
1

[ ln ( cos y ) ] 0
ln ( cos 1 ) .

Komponen k
1

1+t t2 = tan
0

y . sec y dy
2
sec y

tan 2 y dy
0

( sec 2 y1 ) dy
0
1

sec y dy dy
2

[ tan y ] 0[ y ] 0
tan ( 1 )1.

Jadi

15 | P a g e

1
t
t
i+
j+
k dt=iln ( cos 1 ) j+ ( tan ( 1 )1 ) k .
2
2
2
1+t
1+t
1+t

Cara lain

Komponen x = x(t) =

1
1 t2

dt tan 1 1 tan 1 0 0
2
4
4

0 1 t

x t dt
0

t
1 t 2

Komponen y = y(t) =
1

t
1 d 1 t2
1

dt

ln 1 t 2
2
2

2 0 1 t
2

0 1 t

y t dt
0

Komponen z = z(t) =
1

1
ln 2
2

t2
1 t2

t2
(1 t 2 ) 1
1 t2
dt
z

dt

dt

dt

0
0 1 t 2 0 1 t 2
0 1 t 2 dt 0 1 t 2
1

dt tan 1 t 0 t 0 tan 1 (t ) 0 1
1

Jadi,

1
t
t2
1

0 1 t 2 i 1 t 2 j 1 t 2 k dt 4 i 2 ln 2 j 1 4 k
1

sin t i cos t j tan t k dt


0

16 | P a g e

3.

( sin t i+sin 2 t . sec t jcos 8 t k ) dt


0

Komponen i

sin t dt=[ cos t ] 04


0

( 221)

2 2
.
2

Komponen k

1
cos 8 t k dt =
[ sin8 t ] 04 =0.
8
0

Komponen

sin 2 t . sec t dt= 2. sincost . tcos t dt

2sin t dt
0

[ 2 cos t ] 04
( 22 )

2 2 .
Jadi

( 222 ) i+(2 2) k .

( sin t i+sin 2 t sec t jcos 8 t k ) dt=


0

17 | P a g e

18 | P a g e

4. Dari persamaan kurva diperoleh

dx
=sin t
dt

x 2 y ds= ( cos t )2 ( sin t ) ( sin t )2 +( cos t )2 dt

2
2

cos t sin t dt
0

1
.
3

Integral Fungsi Vektor dan Integral Garis


page | 19

dan

dy
=cos t
, maka
dt

Soal Tugas Akhir Kelompok 5

t1

j+
k
t t +1 i+
2
2
(
t
+1
)
(
t
+1
)
+
4

1. Hitunglah

dt

(( tan3 t sec4 t ) i + ( sin 4 t cos 3 t ) j cos 4 t k ) dt

2. Tentukan

3. Jika fungsi vektor F memenuhi F(t) = tA + B ; A,B tetap dan A

0, tentukan

F(t) jika F(0) = 0 dan F(0) = C.


4. Tentukan fungsi vektor F yang kontinu pada

( 0,+ )

dan

memenuhi

F ( x )=x e x A+

1
F ( t ) dt , x >0 ; A vektor tetap, A 0 .
x 1

5. Hitunglah

kurva

( xy y ) dx
C

F ( t )=t i+t 2 j

dan

dengan

( xy y ) dy
C

0 t 1 .

Integral Fungsi Vektor dan Integral Garis


page | 20

dimana

adalah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)


Mata Kuliah
Semester
Alokasi Waktu

: Kalkulus Lanjut 1
: 3(tiga)
: 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Memahami konsep integral fungsi vektor dan integral garis serta
penggunaannya dalam menyelesaikan soal.
B. Kompetensi Dasar
Menggunakan konsep integral fungsi vektor dan integral garis dalam
menyelesaikan soal.
C. Indikator
Mahasiswa dapat menggunakan konsep integral fungsi vektor dan integral
garis dalam menyelesaikan soal.
D. Kemampuan Prasyarat
1. Mahasiswa memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu pada
fungsi real.
2. Mahasiswa memahami konsep fungsi vektor.
E. Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu menyelesaikan soal dengan menggunakan konsep integral
fungsi vektor dan integral garis.
F. Materi Ajar
1. Pengantar integral tak tentu dan integral tentu pada fungsi real.
2. Integral fungsi vektor.
3. Rumus-rumus integral fungsi vektor.
4. Integral garis.
G. Metode Pembelajaran
1. Ceramah.
2. Diskusi soal.
3. Latihan soal.
H. Kegiatan Pembelajaran
No
1.

Kegiatan
Waktu
Kegiatan awal/Pendahuluan
10
Perkenalan anggota kelompok
presentasi.
Penyampaian materi pembelajaran
oleh ketua kelompok.
Apersepsi integral tak tentu dan
integral tentu pada fungi real

Integral Fungsi Vektor dan Integral Garis


page | 21

Metode
Presentasi

dengan materi pada halaman 2


2.

makalah.
Kegiatan Inti

40

Kelompok presentasi menjelaskan

Presentasi,
diskusi,

tanya

jawab.

konsep integral tak tentu dan


integral tentu pada fungsi vektor.
Kelompok presentasi menjelaskan
rumus-rumus pada integral fungsi
vektor.
Kelompok presentasi menjelaskan

3.

konsep integral garis.


Pemberian contoh soal.
Penutup

10

Pembahasan tugas awal.


Pemberian latihan soal kepada

Diskusi,

tanya

jawab.

mahasiswa.
Pembagian tugas akhir.
I. Penilaian
Penilaian tugas awal dan akhir.
J. Sumber belajar
Buku Kalkulus Lanjut 1
Daftar Pustaka

Dale Verberg, Edwin J. Purcell, Steven E. Rigdon. 2004. Kalkulus. Jilid 2. Edisi
kedelapan. Jakarta:Penerbit Erlangga
K. Martono. 1992. Kalkulis Lanjut 1. Bandung:Institut Teknologi Bandung
Purcell, Edwin J. dan Varberg Dale. 1987. Kalkulus dan Geometri Analitis. Jilid 2.
Edisi kelima. Bandung:Penerbit Erlangga
Sugiman. 2003. Kalkulus Lanjut. Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakarta
www.google.com

Integral Fungsi Vektor dan Integral Garis


page | 22

Integral Fungsi Vektor dan Integral Garis


page | 23

Beri Nilai