Anda di halaman 1dari 20

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Dosen Pengampu : Dra. Ratnaningsih, M.Si

Oleh :
Novelin Gracia
Widayati
Ahmad Ivan Farhan

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA


UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
JAKARTA 2015

KATA PENGANTAR

PTK (Penelitian Tindakan Kelas) sesungguhnya merupakan implementasi


dari kreativitas dan kekritisan guru terhadap apa yang sehari hari diamati dan
dialaminya sehubungan dengan profesinya untuk menghasilkan kualitas
pembelajaran yang lebih baik sehingga mencapai hasil yang optimal.
Penelitian ini dilakukan bertitik tolak dari permasalahan yang ditemukan
guru di lapangan sehingga perlu adanya usaha untuk memperbaikinya. Sebagai
praktisi pendidikan, kami pikir ini adalah tindakan nyata yang harus dilakukan
setiap guru yang berada di barisan terdepan untuk memajukan negara ini dalam
bidang pendidikan.
Untuk itu, kami bertiga berusaha semaksimal mungkin menulis makalah
ini, kritik dan saran sangat kami harapkan guna perbaikan penulisannya menjadi
lebih baik.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................

DAFTAR ISI.....................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................

A; Latar Belakang................................................................................

D; Manfaat...........................................................................................

1
2
2
3

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................

B; Rumusan.........................................................................................
C; Tujuan.............................................................................................

A; Penelitian Tindakan Kelas..............................................................

F; Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Tindakan Kelas................

4
4
5
5
6
7
8
10
13
14
16

BAB III PENUTUP..........................................................................................

17

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

18

1; Pengertian Penelitian Tindakan Kelas......................................


2; Prinsip Penelitian Tindakan Kelas............................................
3; Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas..................................
4; Manfaat Penelitian Tindakan Kelas..........................................
5; Tujuan Penelitian......................................................................
B; Model Penelitian Tindakan Kelas...................................................
C; Langkah langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan kelas...........
D; Langkah Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas............
E; Penyusunan Laporan Penelitian PTK.............................................

BAB I
PENDAHULUAN

A; Latar Belakang

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia


yang dinamis dan sarat dengan perkembangan. Pendidikan yang diharapkan
tentunya mampu mendukung pembinaan peserta didik menjadi pribadi yang
tangguh dan sanggup mengembangkan potensi dirinya untuk turut serta
membangun bangsa dan negara ini.
Profesi guru adalah profesi yang bukan hanya mulia di mata manusia,
tetapi juga mulia di mata Tuhan Pemilik Bumi. Profesi ini sangat menjanjikan
untuk mereka yang berhati mulia. Kesibukan mengajar membuat guru merasa
kurang sekali waktu untuk membaca. Guru yang rajin membaca otaknya seperti
komputer atau ibarat google di internet, bila ada siswa yang bertanya, memori
otaknya langsung bekerja mencari dan menjawab pertanyaan siswanya dengan
cepat dan benar. Akan terlihat wawasan guru yang rajin membaca, dan cara
berbicara dan menyampaikan pembelajarannya. Dengan sering membaca maka
seorang guru akan terbiasa untuk menulis menggunakan gaya bahasanya sendiri.
Kesibukan kerja setiap hari menjadi rutinitas yang tiada henti membuat
guru kurang pandai memanfaatkan waktu dan hanya melakukan transfer ilmu
tanpa peka terhadap lingkungan dan kondisi siswa dalam menerima pembelajaran.
Beberapa guru merasa sudah berpengalaman membuat dirinya menjadi kurang
kreatif dan malas mencoba sesuatu yang baru dalam pembelajarannya. Dari tahun
ke tahun gaya mengajarnya sama, RPP yang digunakan sama dengan tahun tahun
sebelumnya.
Guru yang kreatif adalah guru yang selalu bertanya pada dirinya sendiri.
Apakah dia sudah menjadi guru yang baik? Apakah dia sudah mendidik dengan
benar? Apakah peserta didiknya dapat mengerti apa yang disampaikan?.Dia selalu
merasa kurang dalam pembelajarannya dan merasa tidak puas dengan apa yang
dia lakukan. Dia selalu belajar mencari inovasi baru yang dia ciptakan dalam
proses pembelajarannya dan merasa tertarik untuk membenahi cara mengajarnya.
Guru tersebut sering kali melakukan penelitian guna mencari penyebab
ketidakberhasilan dalam proses pembelajarannya di sekolah.
Dewasa ini banyak masalah yang timbul pada saat pembelajaran di
sekolah. Masalahnya sangat kompleks dan jawabannya ternyata ada pada guru.

Belum banyak guru yang mengenal apa itu PTK. Kalaupun tahu, PTK masih
dianggap hal yang menakutkan. Mereka menganggap PTK itu sama dengan ketika
mereka menulis skripsi.
Kenyataan yang ada sekarang ini adalah bahwa banyak guru yang kurang
memahami PTK (Penelitian Tindakan Kelas). PTK tidaklah sesulit yang
dibayangkan,

tetapi

guru

diharapkan

hanya

merenung

sedikit

tentang

pembelajarannya. Dari hasil renungannya itu muncul gagasan atau ide-ide dari
guru tersebut guna mengetahui kelemahan atau kekurangan proses pembelajaran
yang dilakukan dan selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk melaksanakan
perbaikan dalam bentuk PTK.

B; Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, banyak sekali permasalahan yang


dihadapi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, yakni minat siswa
dalam pembelajaran yang rendah dan penurunan motivasi belajar siswa dan
kualitas guru yang rendah. Dari permasalahan yang ada maka dapat dirumuskan
sebagai berikut :
1; Apa pengertian PTK ?
2; Model model PTK apa saja yang dapat diterapkan ?
3; Apa saja langkah-langkah dalam pembuatan PTK ?
4; Apa keunggulan dan kelemahan PTK ?
C; Tujuan Makalah

Tujuan yang diharapkan dalam makalah ini adalah:


1. Mengetahui pengertian PTK (prinsip, karakteristik, manfaat, dan
tujuan).
2. Mengetahui berbagai model PTK yang bisa diterapkan dalam kelas.
3. Mengetahui bagaimana langkah-langkah penyusunan PTK.
4. Mengetahui keunggulan dan kelemahan PTK.
D; Manfaat Makalah

Manfaat yang diharapkan dalam pembuatan makalah ini adalah :

1; Mengenal PTK dan bagaimana penyusunannya.


2; Mahasiswa

diharapkan terbuka pemikirannya untuk dapat


meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dengan membuat PTK.

BAB II
PEMBAHASAN
A; Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

1; Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas adalah proses pengkajian masalah


pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dan upaya untuk
memecahkannya dengan cara melakukan berbagai tindakan yang
terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari
tindakan tersebut. (Sanjaya, 2013:149)
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap
kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan
terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan
oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.
Lahirnya rancangan penelitian tindakan kelas dapat ditelusuri dari
awal penelitian dalam ilmu pendidikan yang diinspirasi melalui
pendekatan ilmiah yang diadvokasi oleh filsuf John Dewey (1910)
dalam bukunya How We Think and The Source of a Science of
Education. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980 di Amerika Serikat
muncul keinginan mewujudkan kolaborasi, dengan demikian mampu
mengembangkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
Upaya kolaboratif ini dikenal sebagai suatu penelitian tindakan (action
research) (Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2006: 101).
Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu proses merencanakan
tindakan untuk memecahkan masalah, mengimplementasikan, dan
merefleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan. PTK memfokuskan
pada masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran yang
dilakukan oleh siswa dan guru di dalam kelas. PTK bukan hanya
mengetahui sesuatu akan tetapi adanya aksi dari guru yang
bersangkutan untuk proses perbaikan.
2; Prinsip Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas mempunyai beberapa prinsip yang harus


diperhatikan oleh guru di sekolah. Prinsip tersebut diantaranya:
a; Profesional

b;

c;

d;

e;

Tidak mengganggu pekerjaan utama guru untuk mengajar.


Berkelanjutan
PTK merupakan upaya peningkatan proses pembelajaran yang
berkelanjutan secara siklus
Ilmiah
Metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga
hipotesis yang dirumuskan cukup meyakinkan.
Motivasi dari dalam
Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas
yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk
mencari solusinya.
Bermanfaat
Masalah tidak hanya berfokus pada konteks kelas, melainkan
dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan (perlu kerja sama
antara guru dan dosen), sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh
guru dan sekolah.

3; Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

PTK memiliki karakteristik sebagai berikut (Sanjaya, 2013:153):


a; Peningkatan kualitas proses dan hasil belajar
Dalam peningkatan kualitas pembelajaran secara praktis yang
terfokus pada proses dan hasil belajar, terkadang pelaksanaannya
sangat situasional dan kondisional sehingga kurang memperhatikan
metode ilmiah.
b; Masalah yang dikaji adalah masalah yang bersifat praktis
PTK sering dinamakan penelitian praktis, artinya penelitian
yang berangkat dari hal hal yang dirasakan guru dalam
pengelolaan
proses
pembelajaran
dari
mulai
proses
perencanaan,pelaksanaan tindakan sampai pada proses penyimpulan
guru.
c; Fokus utama penelitian adalah proses pembelajaran
PTK dilaksanakan untuk memperbaiki proses pembelajaran
dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal.
d; Tanggung jawab pelaksanaan dan hasil PTK ada pada guru sebagai
praktisi.

PTK dirancang dan dilaksanakan oleh guru yang bersangkutan,


sekaligus

bertanggung

jawab

dalam

melaksanakan

dan

menyimpulkan hasil penelitian.


4; Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

Manfaat-manfaat yang didapatkan dari pelaksanaan PTK adalah


sebagai berikut:
a; Mengembangkan pembelajaran
Dengan
Penelitian
Tindakan
Kelas,
guru
dapat
mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran
dan dapat memecahkan masalah dengan penerapan langsung di
ruang kelas.
b; Menambah khasanah ilmu pendidikan
Dengan banyaknya tulisan dari para guru yang melakukan
Penelitian Tindakan Kelas, maka akan banyak kesempatan bagi para
guru untuk membaca dan mengembangkan wawasannya. Hal ini
dapat menambah khasanah baru dalam dunia pendidikan.
c; Berpikir analitis dan ilmiah
Karena terbiasa mencari akar masalah dan mencoba mencari
jalan keluar, maka seorang guru akan terbiasa untuk berpikir analitis
dan ilmiah. Oleh karena itu, PTK dapat mengarahkan guru untuk
selalu berpikir ilmiah dalam memecahkan masalah.
d; Menumbuhkan semangat guru lain
Penelitian Tindakan Kelas dapat mendorong guru lain untuk
mencoba melakukan Penelitian Tindakan Kelas di kelas yang
diajarnya dan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan
pembelajaran kelas.
e; Meningkatkan mutu sekolah secara keseluruhan
Penelitian Tindakan Kelas pada intinya memperbaiki
prosespembelajaran di kelas. Semakin sering dan banyak guru yang
menulis PTK maka semakin baiklah kualitas di sekolah tersebut.
5; Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

Tujuan-tujuan dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas,


yaitu(Sanjaya, 2014:150) :

10

a; Memperbaiki kinerja guru

Dengan melakukan PTK, guru berperan sebagai subjek


penelitian
yang
merancang
penelitian
serta
mengimplementasikannya. Masalah yang diteliti adalah masalah
yang dirasakan oleh guru ketika melakukan proses pembelajaran di
kelas dan bertujuan untuk mencari jalan keluar dari masalah yang
dirasakannya sebagai upaya meningkatkan kualitas praktik di
lapangan dan kinerja guru yang bersangkutan.
b; Menumbuhkan sikap profesional guru.
Seorang profesional berkeinginan untuk meningkatkan kualitas
kinerja agar lebih baik untuk mencapai hasil yang optimal dan tidak
akan cepat puas dengan hasil yang diperolehnya. Ia akan selalu
mencari dan menggali informasi dari berbagai sumber, kemudian
mencoba sesuatu yang baru hingga hasil yang diperoleh akan
semakin sempurna. Seorang profesional akan selalu tanggap pada
setiap perubahan baik perubahan sosial maupun perubahan
perkembangan ilmu yang digelutinya.
PTK adalah salah satu sarana yang dapat mengembangkan
sikap profesional guru. Melalui PTK guru akan selalu berupaya
meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaan proses
pembelajaran. Guru akan selalu dituntut untuk mencoba halhal
yang dianggap baru dengan mempertimbangkan pengaruh
perubahan dan perkembangan sosial.
c; Peningkatan situasi tempat praktik berlangsung.
Sekolah dapat merasakan peningkatan situasi dari diadakannya
penelitian tindakan kelas. Contohnya: siswa yang meningkat
nilainya, guru-guru yang lain menjadi termotivasi untuk membuat
PTK, adanya kerjasama antar guru satu bidang studi dan kepala
sekolah. Contoh-contoh di atas dapat meningkatkan situasi sekolah
kearah yang lebih baik lagi.
B; Model Penelitian Tindakan Kelas

Terdapat beberapa model-model penelitian tindakan kelas diantaranya


ada model yang dikembangkan oleh John Elliot, Dave Ebbut, Hopkins,
tetapi ada dua model yang mewakili dengan jelas dari model yang lainnya,

11

yaitu model Kurt Lewin dan Kemmis & McTaggart. Berikut adalah
penjelasannya:
1; Model Kurt Lewin
Kurt Lewin adalah ahli psikologi sosial Amerika dan yang pertama
menemukan desain PTK yang dinamakan Model Kurt Lewin pada tahun
1946. Model Kurt Lewin didesain dalam bentuk satu siklus yang terbagi
dari empat tahapan, yaitu (Tampubolon, 2014:24) :
a; Perencanaan tindakan (planning)
Perencanaan tindakan adalah suatu perencanaan dalam
bentuk penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan hasil
evaluasi dari pelaksanaan prapenelitian/refleksi awal.
b; Pelaksanaan tindakan (action)
Pada tahap ini peneliti melakukan tindakan-tindakan yang
telah dirumuskan dalam perencanaan tindakan.
c; Observasi/Pengamatan (observing)
Observasi/pengamatan dilakukan kepada siswa yang sedang
mengikuti kegiatan pembelajaran. Memantau kegiatan yang terjadi
di dalam kelas dan mengamati pemahaman siswa dalam
penguasaan materi pembelajaran yang telah dirancang dalam
pembelajaran.
d; Refleksi (reflecting)
Dalam tahapan ini peneliti melakukan pencatatan hasil
observasi, menganalisis hasil pembelajaran, mencatat kelemahankelemahan untuk dijadikan bahan penyusunan rancangan siklus
berikutnya sampai tujuan PTK tercapai.
Desain PTK model Kurt Lewin digambarkan seperti dibawah ini:

12

Gambar 1
Model Kemmis & McTaggart
Desain model Kemmis & McTaggart ini berbeda dari model Kurt
Lewin dalam tahapan action dan observing. Dalam model ini, kedua
tahapan tersebut disatukan dalam satu kotak (seperti terlihat pada Gambar
2). Disatukan dalam satu kotak artinya pelaksanaan tindakan dilaksanakan
secara simultan dengan observasi, sehingga bentuk siklusnya sering
dinamakan dengan bentuk spiral. Perbedaan lainnya juga terlihatpada
tambahan tahapan Revised Plan. Dalam model ini jika pelaksanaan PTK
belum sesuai dengan rencana, maka dapat dilakukan revisi rencana
pembelajaran, sehingga hasil PTK sesuai dengan harapan si peneliti.
Desain Kemmis & McTaggart ini akhirnya yang menjadi dasar PTK yang
2;

diadaptasi oleh Depdiknas. (Tampubolon, 2014:26)

Gambar 2
C; Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

Dalam melaksanakan PTK ada 8 langkah terperinci yang seharusnya


diikuti oleh peneliti:
1; Adanya ide awal
Seseorang yang berniat melakukan suatu penelitian pasi diawali
dengan gagasan atau ide awal yang memungkinkan untuk dikerjakan
atau dilaksanakan. Pada umumnya ide awal PTK adalah permasalahan
yang guru alami didalam kelas dan bagaimana upaya mengatasi
permasalahan tersebut.
2;

Prasurvei (temuan awal)

13

Prasurvei dimaksudkan untuk mengetahui secara detail kondisi


kelas yang akan diteliti. Biasanya yang melakukan penelitian adalah
guru dan dosen di kelasnya masing-masing, sehingga seharusnya guru
atau dosen tersebut dapat menentukan secara cermat permasalahan
yang sedang dihadapinya.
3;

Diagnosa
Diagnosa dilakukan untuk mencari tahu dugaan sementara
terjadinya permasalahan yang muncul didalam kelas. Dengan adanya
diagnosis ini maka peneliti dapat menentukan berbagai hal, misalnya:
strategi pengajaran, media pengajaran dalam kaitannya dengan
implementasi PTK.

4;

Perencanaan
Tahapan ini berupa menyusun rancangan tindakan yang
menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan
bagaimana tindakan tersebut akan dilakukan. Secara rinci, pada
tahapan perencanaan terdiri dari kegiatan sebagai berikut:
a; Menetapkan alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan,
yang akan melatarbelakangi PTK.
b; Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya
maupun kalimat pernyataan.
c; Merumuskan hipotesis tindakan.
d; Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menentukan
jawaban, berupa rumusan hipotesis tindakan. Umumnya
dimulai dengan menetapkan berbagai alternatif tindakan
pemecahan masalah, kemudian dipilih tindakan yang paling
menjanjikan hasil terbaik dan yang dapat dilakukan guru.
e; Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan
menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai
instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk
menganalisis indikator keberhasilan.
f; Membuat secara rinci rancangan tindakan.

14

Sedangkan menurut Arikunto, pelaksanaan dalam PTK


meliputi perencanaan-perencanaan sebagai berikut, yaitu:
(Arikunto, 2007:16)
a; Semua langkah tindakan secara rinci.
b; Segala keperluan pelaksanaan PTK (materi atau bahan ajar,
metode mengajar, serta teknik dan instrument observasi).
c; Perkiraan kendala yang mungkin timbul pada saat pelaksanaan.

5;

Implementasi tindakan
Tahap ini merupakan implementasi (pelaksanaan) dari semua hal
yang telah direncanakan. Tahap ini berlangsung di dalam kelas, yaiitu
sebagai realisasi segala teori, metode, atau teknik mengajar yang telah
disiapkan sebelumnya. Hasilnya, diharapkan berupa peningkatan
efektifitas belajar mengajar di kelas. (Elfanany,2013:56)

6;

Observasi
Observasi atau pengamatan dapat dilakukan sendiri oleh peneliti
atau kolabolator, yang memang diberi tugas untuk melakukan hal itu.
Pada saat pengamatan, pengamat haruslah mencatat atau
mendokumentasikan seluruh kejadian di dalam kelas penelitian
tersebut. Observasi dapat berupa: foto, video, catatan pengamatan
guru, dan lainnya.
Tahap ini sebenarnya berjalan bersamaan dengan saat pelaksanaan.
Pengamatan dilakukan pada saat tindakan sedang berjalan, jadi
keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Dalam pengamatan
harus mengacu pada instrumen yang sudah dibuat dan dimungkinkan
melibatkan pengamat dari luar. Penggunaan teknik pengumpulan data
dalam PTK ditentukan oleh sifat dasar data yang akan dikumplkannya.
Aspek yang diamati dalam PTK anatara lain:
a; Proses tindakan
b; Pengaruh tindakan (baik yang disengaja ataupun yang tidak)
c; Keadaan dan kendala tindakan, bagaimana keadaan atau kendala
tersebut menghambat atau mempermudah tindakan yang telah
direncanakan.

15

d; Dan persoalan lain yang timbul selama kegiatan tindakan.

7;

Refleksi
Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh
tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang telah terkumpul,
kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan
berikutnya.
Refleksi dalam PTK mencakup analisis, sintesis, dan penilaian
terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat
masalah dari proses refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang
melalui siklus berikutnya yang meliputi, perencanaan ulang, tindakan
ulang dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi
(Suhardjono, 2007:80).

8;

Penyusunan laporan PTK


Laporan hasil PTK seperti halnya penelitian lain, disusun sesudah
penelitian dilapangan berakhir. Penyusunan laporan harus sistematis
dan sesuai dengan acuan.

D; Langkah-Langkah Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Aktivitas penelitian dimulai dengan membuat rencana. Rencana


penelitian umumnya disebut usulan penelitian atau proposal penelitain.
Proposal penelitian adalah sesuatu yang sangat penting dalam suatu
penelitian karena proposal penelitian merupakan pedoman bagi peneliti
dalam melaksanakan tahapan-tahapan penelitian.
Proposal PTK terdiri :
1; Judul PTK
Kriteria judul PTK yang baik, minimal mengandung unsur:
a; Masalah konkret dan didukung oleh teori yang relevan.
b; Alternatif solusi masalah yang tepat dan efektif serta didukung
teori.
c; Adanya objek dan subjek penelitian.
Contoh judul PTK:

16

Meningkatkan Minat dan Kreativitas Menulis Siswa di Kelas


Akselerasi SMP Labschool Jakarta Melalui Pengelolaan Blog
di Internet.
2; Implementasi Metode Tutor Sebaya Dalam Upaya
Meningkatkan Partisipasi Siswa Pada Pembelajaran
Matematika di Kelas VIII-2 SMP Negeri 101 Jakarta.
Bab Satu, yaitu terdiri dari pendahuluan yang berisi tentang latar
belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, cara
memecahkan masalah, hipotesis tindakan, tujuan penelitian, dan
manfaat penelitian.
Bab Dua, yaitu kajian teori/pustaka yang menjelaskan variabelvariabel penelitian dan mendasari rancangan penelitian.
1;

2;

3;

Bab Tiga, yaitu metodologi penelitian yang berisi setting penelitian,


persiapan PTK, subjek penelitian, sumber data, teknik dan alat
pengumpul data, indikator kinerja, teknik analisis data, prosedur
penelitian, jadwal kerja, personalia peneliti, rencana pembiayaan (jika
diperlukan).
5; Tambahan yang berisi daftar pustaka lampiran, dan biodata peneliti.
Sistematika proposal penelitian tindakan kelas memang banyak
modelnya, tetapi secara prinsip relatif sama. (Kunandar, 2008: 111)
4;

E; Susunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Berikut ini pembahasan laporan PTK secara lengkap:


1;
Bagian Awal
a; Judul Penelitian (Halaman Sampul)
Judul penelitian ini sama dengan judul yang terdapat pada
proposal PTK. Dalam laporan hasi penelitian judul PTK ditulis
pada halaman sampul. Pada halaman judul tersebut pada
umumnya tertuang logo Depdiknas, Depag, Lembaga, nama
peneliti, tahun penelitian, dan hal-hal lain yang sesuai dengan
apa yang diminta atau ditentukan.
b; Abstraksi
Abstaksi merupakan pemadatan dari hasil penelitian, abstraksi
membuat komponen-komponen pokok dalam penelitian,

17

2;

berupa: (a) permasalahan, khususnya rumusan masalah, (b)


tujuan (c) prosedur pelaksanaan PTK, dan (d) Hasil Penelitian.
c; Kata Pengantar
Komponen utama dalam kata pengantar adalah ungkapanungkapan puji syukur terhadap tuhan dan ucapan terima kasih
penulis kepada pihak-pihak yang bersangkutan yang telah
membantu penelitian.
d; Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Lampiran
Bagian Inti
a; Pendahuluan (Bab 1)
Pada Bab 1 terdiri dari poin-poin berikut:
1; Latar Belakang Masalah
2; Identifikasi Masalah
3; Perumusan Masalah
4; Cara Memecahkan Masalah
5; Hipotesis Tindakan
6; Tujuan Penelitian
7; Manfaat Peneltian
b; Kajian Teori (Bab 2)
c; Metodologi Penelitian
d; Hasil Dan Pembahasan Penelitian
e; Kesimpulan dan Saran

3;

F;

Bagian Akhir
a; Daftar Pustaka dan Lampiran
b; Biodata Peneliti

Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Tindakan Kelas


Setelah pembahasan tentang PTK di atas, maka dapat dijabarkan
keunggulan dan kelemahan PTK.
1; Keunggulan PTK
a; Terasa manfaatnya secara langsung, karena hasil PTK dapat
dirasakan secara langsung. Begitu sebuah metode atau model
pembelajaran PTK digunakan, saat itu pulsa hasilnya dapat
diketahui.

18

b; Waktu yang fleksibel, PTK dilakukan bersamaan dengan proses

2;

belajar mengajar, artinya guru dapat memanfaatkan waktu


pelajaran sambil meneliti.
c; Murah, PTK memang berbiaya murah karena dapat dilakukan
berdasarkan kemampuan guru.
d; Dapat digunakan untuk inovasi pembelajaran.
e; Dapat digunakan untuk pengembangan kurikulum di sekolah.
Kelemahan PTK
Beberapa kelemahan PTK, antara lain:
a; Pelaksanaan PTK terlalu lama. PTK dilaksanakan dalam beberapa
siklus sehingga waktu penelitian cenderung berlangsung lama.
b; Guru kurang memaknai manfaat hasil PTK, dan sering dilakukan
untuk keperluan penyelesaian studi, promosi pangkat/golongan,
dan sertifikasi guru: yang seharusnya berkesinambungan
c; Hasil penelitian tidak bisa diterapkan secara langsung di sekolah
lain dengan cara yang sama sebelum dilakukan penelitian yang
sama pula dan melihatnya hasilnya terlebih dahulu

BAB III
PENUTUP
PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran dan keprofesionalan guru, Dalam pelaksanaannya para guru perlu
melakukan langkah penelitian secara bersama sama (kolaboratif). Ciri khas
penelitian adalah masalah pembelajaran dan tindakan perbaikan untuk
memecahkan masalah.
Penelitian sebaiknya dilakukan oleh guru sendiri, guru dan teman sejawat
dapat saling berkolaborasi. Tahapan penelitian dimulai dari merencanakan PTK,

19

melakukan tindakan perbaikan, mengamati proses pembelajaran dan melakukan


evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan
pemaknaan atau pencerminan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka
memecahkan masalah. Disarankan guru dan teman sejawat dapat secara
kolaboratif melakukan PTK ini untuk meningkatkan keprofesionalannya.
Proposal usulan PTK perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam
melaksanakan penelitian. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya peneliti
harus berusaha memenuhi ketentuan kriteria atau standar yang ditetapkan oleh
sponsor atau lembaga pemberi dana. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan
penelitian, artikel dan sumber sumber mengenai PTK.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharisimi., Suhardjono., Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta:Bumi Aksara.
Elfanany, Burhan. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Araska.
Kunandar. 2008.

Langkah Mudah

Penelitian

Tindakan

Kelas

sebagai

Pengembangan Profesi Guru. Jakarta:PT RajaGrafindo Prasada.


Kusumah, Wijaya., Dwitagama, Dedi. 2012. Mengenal Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta: Indeks.

20

Sanjaya, Wina. 2013. Penelitian Tindakan: Jenis, Metode, dan Prosedur.Jakarta:


Kencana.
Tampubolon, Saur M. 2014. Penelitian Tindakan Kelas : Untuk Pengembangan
Profesi Pendidik dan Keilmuan. Jakarta: Erlangga.
Wiriatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung:
Remaja Rosda Karya.

Anda mungkin juga menyukai