Anda di halaman 1dari 31

Filum Cnidaria (Coelenterata)

1. Ciri Umum
a. Pengertian
Filum Cnidaria meliputi ubur-ubur, hydra, anemon laut, dan hewan karang.
Filum ini disebut Cnidaria karena memiliki knidosit atau sel-sel penyengat
yang terdapat pada epidermisnya. Cnidaria juga disebut Coelenterata karena
mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuh. Coelenterata berasal dari
kata coilos (berongga) dan enteron (usus). Jadi, semua hewan yang termasuk
lum ini mempunyai rongga usus (gastrovaskuler) yang berfungsi untuk
pencernaan.

b. Struktur Tubuh
Tubuh Cnidaria simetris radial atau biradial. Sudah termasuk organisasi
tingkat jaringan, dimana sel-sel sejenis telah bergabung membentuk jaringan
namun belum membentuk organ.
Tubuh Cnidaria memiliki dua lapisan sel (jaringan), yang luar disebut
epidermis dan yang dalam disebut gastrodermis (endodermis). Kedua
jaringan tersebut dipisahkan oleh lapisan mesoglea yang berisi gelatin dan
sel-sel syaraf.

Sebuah rongga gastrovascular (coelenteron) memiliki satu lubang yang


berfungsi sebagai mulut sekaligus anus. Terdapat tentakel pada mulut/anus.
Beberapa sel telah terorganisasi sebagai dua jaringan saraf; satu di bagian
epidermal dan lainnya sebagai gastrodermal, membantu koordinasi fungsi otot
dan penginderaan.
Cnidaria memiliki dua bentuk dasar yaitu medusa and polip. Medusae, seperti
ubur-ubur dewasa dapat bebas berenag atau mengambang. Polip, bersifat
menempel pada substrat. Cnidaria memiliki nematocysts, berupa benang
berbentuk tabung terpintal, seperti rambut-rambut dan beracun.

c. Perkembang biakan
Reproduksi polip secara asexual dengan bertunas, atau sexual dengan
membentuk gamet-gamet (medusae). Cnidaria secara individual ada yang
monoecious dan dioecious. Hasil perkembang biakan seksual adalah larva
planula yang bersilia dan berenag bebas.

2. Klasifikasi
Filum Cnidaria dibagi menjadi tiga kelas yaitu Anthozoa, Hydrozoa, dan
Schyphozoa.
a. Anthozoa: Anemon laut dan Koral
Anemon laut adalah polip soliter dengan tinggi 5-100 mm dan diameter 5-200
mm atau lebih besar. Biasanya berwarna cerah dan menyerupai bungabungaan pada dasar lautan.
Anemon laut member makan berbagai invertebrate dan ikan. Mereka melekat
pada berbagai substrata tau bersimbiosis mutualisme dengan kepiting atau
hidup melekat pada cangkang kerang.

Hewan Karang (koral) dapat hidup soliter namun kebanyakan berkoloni,


umumnya hidup di perairan dangkal yang hangat. Akumulasi dari kalsiumkarbonatnya akhirnya membentuk terumbu karang. Beberapa karang juga
hidup di perairan yan lebih dingin, sehingga kehadirannya tidak selalu
menunjukkan suatu perairan tropis.
b. Hydrozoa: Hydra dan Physalia
Pada kelas ini yang menjadi tahap dominan adalah polip. Physalia (ubur-ubur

api/tentara portugis) adalah contoh koloni polip, dengan polip asal menjadi
bentuk terapung (berisi gas). Polip lainnya dikhususkan untuk makan dan
bereproduksi. Tentakelnya banyak mengandung nematocyst.
Hydra, adalah polip hydrozoa air tawar. Tubuhnya kecil, memiliki empat
sampai enam tentakel mengelilingi mulutnya. Hydra dapat bergerak dengan
cara meluncur bahkan jungkirbalik. Hydra memiliki jaringan otot dan saraf.
Hydra berkembang biak secara seksual dan aseksual (bertunas).

c. Schyphozoa: Ubur-ubur (Aurelia)


Pada ubur-ubur dan anggota kelas lainnya, fase dominan adalah medusa.
Polip ditemukan saat kecil dan tidak mencolok. Ubur-ubur juga sebagai
penyedia makanan yang besar bagi hewan-hewan laut.

3. Peranan
Peranan Coelenterata dalam kehidupan :
a. merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang
b. sebagai barier/penghalang pantai terhadap ombak
c. sebagai bahan makanan, bahan obat-obatan dan bahan kosmetik

Diposting oleh HERMAN RETNANDAR di Selasa, Maret 23, 2010

COELENTERATA
Ini postingan segar Coelenterata coba diperhatikan lebih detail karena saya
sertakan gambar gambar yang cukup indah OK

Coelenterata sering juga disebut dengan Cnidaria


Hewan bersel banyak (multiseluler)
Tubuh radial simetris (2 lapis sel), ektoderm dan endoderm.
Diantara lapisan ektoderm dan endoderm. ada rongga (mesoglea)
Bentuk seperti tabung (polip) dan seperti mangkok (medusa)
Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan
bergerak. Tentakel punya sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis)
Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan
Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), kecuali
Anthozoa dan Sifonoglia
Sistem saraf difus
Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), vegetatif pada fase polip dan
generatif pada fase medusa
medusa

TIPE TUBUH COELENTERATA

POLIP
Umumnya hidup soliter (sendiri), tapi ada pula yang memben-tuk koloni.
Melekat pada dasar perairan, tidak dapat bergerak bebas, sehingga menyerupai
tumbuhan yang tertambat
Tubuh atas membesar
Di dalam tubuh polip ini terdapat rongga gastrovaskuler yang fungsinya sebagai
usus.
Di bagian atas terdapat mulut dan tentakel untuk berperan untuk menangkap
mangsa.
Polip merupakan fase vegetatif pada coelenterata, karena bisa melakukan
fragmentasi pemutusun bagian dari tubuhnya itu untuk membentuk individu
baru

MEDUSA
Fase medusa merupakan fase generatif (seksual), dimana pada fase ini menghasilkan sel telur dan sel sperma.
Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas di perairan.
Bentuknya seperti payung dan punya tentakel yang melambai-lambai.
Kita biasa menamakannya dengan ubur-ubur

CARA MENDAPATKAN MAKANAN


Coelenterata hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-pertikel
organik, plankton atau hewan-hewan kecil.
Jika terdapat hewan kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan
mengenai sel knidoblast, maka sel tersebut mengeluarkan racun.
Jentik akan lemas lalu tentakel membawanya ke mulut.

Di bawah mulut terdapat kerongkongan pendek lalu masuk ke rongga


gastrovaskuler untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel).

Sel-sel endoderma menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan akan


dimuntahkan melalui mulut
Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler.
Rongga gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan oleh
septum/penyekat dan belum mempunyai anus.
Reproduksi atau perkembangbiakan dapat dilakukan secara aseksual dan
seksual.

REPRODUKSI COELENTERATA
Ada 2 cara perkembangbiakan, yaitu : aseksual (vegetatif) dan seksual
(generatif)

1. ASEKSUAL (VEGETATIF)
Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip.
Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel.
Kuncup tumbuh disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup
baru. Semakin banyak lalu menjadi koloni.

2. SEKSUAL (GENERATIF)
Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi
pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovarium dekat kaki.
Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum.

Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot.


Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva. Larva bersilia disebut
Planula
Planula berenang meninggalkan induk dan membentuk polip di dasar perairan.

KLASIFIKASI COELENTERATA
Coelenterata dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu : Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa
dan Ctenophora

1. HYDROZOA
Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya seperti ular.
Umumnya hidup soliter atau berkoloni.
Soliter berbentuk polip dan yang berkoloni berbentuk polip dan medusa.
Hydrozoa hidupnya ada yang soliter (terpisah) dan ada yang berkoloni
(berkelompok).
Hydrozoa yang soliter mempunyai bentuk polip,
Sedangkan yang berkoloni dengan bentuk polip dominan dan beberapa jenis
membentuk medusa. Contoh Hydra dan Obellia.
1. Hydra
Bentuk tubuh Hydra seperti polip, hidup di air tawar. Ukuran tubuh Hydra antara
10 mm 30 mm. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea rendah.
Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki, gunanya untuk melekat
pada obyek dan untuk bergerak.

Pada ujung yang berlawanan terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan
di sekelilingnya terdapat 6 10 buah tentakel.
Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan.
Selanjutnya makanan dicernakan di dalam rongga gastrovaskuler.
Perkembangan Hydra terjadi secara aseksual dan seksual.
Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding,
kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra.
Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler.
Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh
induknya untuk menjadi individu baru.
Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari
ovarium) dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang
akan berkembang sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan
berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat
berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar
perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan
embrio tumbuh menjadi Hydra baru.

a. Hydra
Hidup di air tawar secara soliter. Makanannya jentik-jentik nyamuk. Bereproduksi
secara aseksual dan seksual

b. Obelia
Hidup di air laut secara koloni. Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni
polip. Bagian polip yang berfungsi dalam hal makan disebut hidrant, sedang fase
seksual (medusa) disebut gonangium

2. SCYPHOZOA
Berasal dari kata scyphos = mangkok
Memiliki bentuk dominan medusa. Polip bagian atas akan membentuk medusa
lalu lepas melayang di air. Medusa akan melakukan kawin dan membentuk
planula sebagai calon polip.
Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering
disebut ubur-ubur mangkuk. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita,
berupa medusa berukuran garis tengah 7 10 mm, dengan pinggiran berlekuklekuk 8 buah. Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai.
Seperti Obelia, Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan
aseksual.
Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina.
Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina.

Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia
disebut planula.
Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai.
Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda
disebut skifistoma.
Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurellia tampak
seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi.
Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda
disebut Efira.
Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.
Daur hidup Aurellia dapat diamati di bawah ini.

Contoh : Aurelia aurita (ubur-ubur)

3. ANTHOZOA
Berasal dari kata anthos = bunga. Hidup di laut bentuk polip, tidak punya fase
medusa.
Polip bereproduksi secara aseksual dengan tunas, pembelahan dan fragmentasi.
Reproduksi seksual dengan fertilisasi yang menghasilkan zigot lalu menjadi
planula.
Kelas Anthozoa meliputi
Mawar Laut (Anemon Laut)
Koral (Karang)

Mawar Laut (Anemon Laut / Metridium )


Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pada permukaan mulut
Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek.
Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat
sehingga Mawar Laut tetap bersih.

2.Koral (Karang)
Koral atau karang cara hidupnya berkoloni membentuk massa yang kaku dan
kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk oleh generasi polip.
Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi batu karang/terumbu. Ada
tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai, karang penghalang dan karang atol.

Contoh :
Anemon laut : Metridium marginatum, Utricina crasicaris.
Karang laut : Astrangia denae, Tubiphora musica

4. CTENOPHORA
Beberapa zoolog menganggap ctenophora merupakan filum tersendiri.
Tubuhnya mempunyai lapisan mesoderm, sehingga dekat dengan kelompok
hewan triploblastik
tidak mempunyai nematoksis dan tentakelnya mengandung zat-zat pelekat
untuk menangkap mangsa.
Contoh : Mertensia

PERAN COELENTERATA
Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk
dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik / kecantikan.
Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan
makanan.
Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari
aberasi air laut.
Di samping itu, karang merupakan tempat persembunyian dan tempat
perkembangbiakan ikan

Domain: Eukaryota Whittaker & Margulis,1978 eukaryotes


Kingdom: Animalia C. Linnaeus, 1758 animals
Subkingdom: Radiata (Linnaeus, 1758) Cavalier-Smith, 1983
Infrakingdom: Coelenterata Leuckart, 1847
Phylum: Cnidaria Hatschek, 1888 Cnidarians
Subphylum: Medusozoa Petersen, 1979
Subclass: Scyphomedusae Lankaster, 1877
Order: Rhizostomeae Cuvier, 1799
Family: Cassiopeidae L. Agassiz, 1862
Genus: Cassiopea Pron & Lesueur, 1810
Specific name: andromeda (Forskl, 1775)
Scientific name: Cassiopea andromeda (Forskl, 1775)

Phylum Coelenterata (Cnidaria)


JANUARY 12, 2013 BY MUSLIADIUNAYA

Karang yang ada di pantai tebentuk dari kerangka luar tubuh salah satu jenis
coelenterata. Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga)
adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh. Rongga tubuh tersebut
berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut
juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai
dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada
tentakel yang terdapat disekitar mulutnya.
Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Selsel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi
dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Ciri tubuh
Ciri tubuh Coelenterata meliputi ukurang, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Coelenterata beraneka ragam.Ada yang penjangnya beberapa
milimeter, misal Hydra dan ada yang mencapai diameter 2 m,
misalnya Cyanea.Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa
medusa atau polip.Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang
dikelilingi oleh lengan-lengan (tentakel).Polip berbentuk seperti tabung atau
seperti medusa yang memanjang.
Struktur dan fungsi tubuh
Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua
lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau
gastrodermis).Ektoderm berfungsi sebagai pelindung sedang endoderm
berfungsi untuk pencernaan.Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan
coelenteron atau gastrosol.Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk
kantong.Makanan yang masuk ke dalam gastrosol akan dicerna dengan
bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis.Pencernaan di

dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler.Hasil pencernaan


dalam gasrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian
dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan.Pencernaan di dalam sel
gastrodermis disebut pencernaan intraseluler.Sari makanan kemudian
diedarkan ke bagian tubuh lainnya secara difusi.Begitu pula untuk
pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida secara
difusi.Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar
benrbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon
rangsangan.
Sistem saraf terdapat pada mesoglea.Mesoglea adalah lapisan bukan sel
yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis.Gastrodermis
tersusun dari bahan gelatin.
Tubuh Coelenterata yang berbentuk polip, terdiri dari bagian kaki, tubuh,
dan mulut.Mulutdikelilingi oleh tentakel.Coelenterata yang berbetuk medusa
tidak memiliki bagiankaki.Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan
mengeluarkan sisa makanan
karena Coelenterata tidak memiliki anus.Tentakel berfungsi untuk menangkap
mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut.Pada permukaan tentakel
terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas.Setiap
knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut nematokis
(nematosista).
Cara hidup
Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan
hewan kecil di air.Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh
tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.Habitat Coelenterata seluruhnya
hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian besar hidup dilaut
secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda
lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip,
sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.
Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi
aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas.Pembentukan tunas selalu
terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip.Tunas tumbuh di dekat kaki
polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk
koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum
dengan sperma).Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk
medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip.Contoh Coelenterata
berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.
Klasifikasi
Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan
dalam siklus hidupnya, yaitu Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa.
Hydrozoa
Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hydro = air, zoa = hewan) sebagian besar

memiliki pergiliran bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.Hydrozoa


dapat hidup soliter.Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia.
Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut.Obelia
memiliki bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.
Scyphozoa
Scyphozoa (dalam bahasa yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan)
memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya.Medusa
Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur.Medusa umumnya berukuran 2 40
cm.Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual.Polip yang berukuran
kecil menghasilkan medusa secara aseksual.Contoh Scyphozoa adalah
Cyanea dan Chrysaora fruttescens.
Anthozoa
Anthozoa (dalam bahasa yunani, anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki
banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga.Anthozoa tidak memiliki
bentuk medusa,hanya bentukpolip.Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari
dua kelas Coelenterata lainnya.Hidupnya di laut dangkal secara
berkoloni.Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan
fragmentasi, serta reproduksi seksual menghasilkan gamet.
Contoh Anthozoa adalah Tubastrea (koral atau karang), Acropora, Urticina
(Anemon laut), dan turbinaria.Koral hidup di air jernih dan dangkal karena
koral bersimbiosis dengan ganggang.Ganggang memberikan makanan dan
membantu pembentukan rangka pada koral.Sedangkan koral memberikan
buangan yang merupakan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi
ganggang dari herbivora.Rangka koral tersusun dari zat kapur.Rangka koloni
dari polip koral inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau
atol (pulau karang).
Peranan Coelenterata dalam Kehidupan Manusia
Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang merupakan
komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu
karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang.
Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tingg terdapat di
Asia Tenggara, dari Filipina dan Indonesia hinggaq Great Barier Reef di
Australia. Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup
pada ekosistem ini. Selain itu, terumbu karang sangat indah sehingga dapat
di jadikan objek wisata. Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan
ombak untuk mencengah pengikisan pantai.
Coelenterata dan Ciri-cirinya- Nama Coelenterata berasal dari bahasa
Yunani, yaitu coelosyang berarti rongga dan enteron yang berarti usus
sehingga coelenterata berarti hewan yang memiliki rongga. Rongga tersebut
digunakan sebagai ususnya dan sebuah mulut sebagai alat untuk menelan
mangsanya, serta tentakel sebagai alat penangkap mangsanya. Jadi, bila
dibandingkan dengan Porifera, Coelenterata jauh lebih kompleks. Pernahkah
Anda melihat ubur-ubur? Hewan ini merupakan salah satu binatang karang

dan termasuk dalam anggota Coelenterata. Anda pasti sudah mengetahui


habitatnya. Kebanyakan hewan ini hidup di air laut, tetapi ada juga yang
hidup di air tawar. Hidupnya bisa secara berkoloni maupun soliter
(menyendiri). Tubuhnya umumnya melekat pada dasar perairan.
1) Ciri-Ciri Coelenterata. Apabila Anda berwisata ke daerah pantai, carilah
ubur-ubur atauHydra dan amatilah struktur tubuhnya! Bandingkan dengan
Gambar 8.10 berikut ini! Tubuh hewan tersebut tidak jauh berbeda seperti
kantung dengan beberapa tentakel di sekitar mulut. Pada permukaan
tentakel, terdapat sel beracun (knidoblast) yang mengandung sel penyengat
kecil (nematosis) yang dapat digunakan untuk melumpuhkan mangsa
sehingga dia dapat mempertahankan dirinya. Penyengat ini dapat
melumpuhkan organisme kecil, besar, bahkan manusia. Tentakel dengan
penyengat inilah yang merupakan ciri utama dari filum ini.
Bila kita memotong seekor Hydra dari kepala sampai pangkal, maka hewan
ini tidak mempunyai permukaan dorsal dan permukaan ventral, maupun sisi
kanan dan sisi kiri sehingga akan menampakkan tubuhnya yang simetris
radial. Tubuhnya tersusun dari dua lapisan kulit (diplobastik), yaitu ektoderm
dan endoderm. Ingatlah ektoderm sebagai lapisan luar (epidermis) untuk
melindungi endoderm sedangkan endoderm sebagai lapisan dalam
(gastrodermis) untuk pencernaan. Di antara kedua lapisan ini terdapat
rongga yang berisi bahan seperti jeli, yaitu zat gelatin yang
dinamakan mesoglea dan pada lapisan ini terdapat sel-sel saraf yang
letaknya tersebar dan karena tidak mempunyai kepala, maka tidak memiliki
pusat susunan saraf pusat.
Oleh beberapa ahli, mesoglea dianggap sebagai lapisan ketiga. Jika ada
makanan maka bagian tubuh yang dekat makanan akan masuk melalui
lubang (mulut) dan masuk ke rongga dalam yang disebut
rongga gastrovaskular dan di dalam rongga ini proses pencernaan makanan
terjadi. Coba Anda pikirkan!
a) Fase Polip
Daur hidup Coelenterata mengalami fase polip dan fase medusa. Pada fase
polip hidupnya menempel di batuan perairan. Bentuknya seperti silinder
dengan ujung yang satu terdapat mulut yang dikelilingi tentakel dan ujung
lain buntu untuk melekatkan diri. Polip ini umumnya hidup secara soliter atau
menyendiri, tetapi ada pula yang membentuk koloni, karena dia melekat jadi
tidak dapat bergerak bebas. Polip yang membentuk koloni mempunyai
beberapa macam bentuk menurut fungsinya, yaitu polip untuk makan yang
disebut gastozoid. Polip yang digunakan untuk pembiakan dengan
menghasilkan medusa disebut gonozoid dan polip untuk pertahanan. Koloni
dari beberapa bentuk polip disebutpolimorfisme.
b) Fase Medusa

Pada fase medusa, Coelenterata hidup melayang-layang di perairan. Bentuk


tubuhnya tampak seperti payung/lonceng dengan tantakel pada bagian tepi
yang melingkar, tampak transparan, dan berenang bebas. Di bagian tengah
permukaan bawahnya terdapat mulut. Bentuk tubuh lainnya seperti bunga
mawar dan mendapat julukan mawar laut.
Fungsi dari medusa adalah untuk berkembang biak secara seksual, jadi
pada fase medusa ini akan menghasilkan sperma dan ovum. Tidak semua
Coelenterata mempunyai bentuk polip dan medusa, ada yang hanya
mempunyai bentuk polip saja.
2) Perkembangbiakan Coelenterata. Untuk memperbanyak diri,
Coelenterata berkembang biak secara aseksual dengan membentuk
kuncup/tunas yang menempel pada hewan induknya, yaitu pada kakinya dan
akan membesar sehingga terbentuk tentakel kemudian terlepas sehingga
dapat menjadi individu baru. Ada juga yang tetap melekat pada induknya dan
induknya tetap membentuk kuncup yang lain sehingga terbentuklah koloni.
Selain secara aseksual, Coelenterata dapat juga berkembangbiak secara
seksual, yaitu dengan penyatuan sperma dan sel telur yang akan terbentuk
zigot. Sperma yang telah masak dikeluarkan dalam air dan akan berenang
menuju ovum. Jika bertemu, terjadilah pembuahan dan zigot yang akan
dihasilkan tumbuh menjadi larva bersilia yang disebutplanula. Zigot ini dapat
berenang meninggalkan induknya dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan
makanan. Jika terdapat pada suatu perairan yang cocok, maka akan tumbuh
membentuk individu baru.
3) Jenis-Jenis Coelenterata. Para ahli taksonomi membagi Coelenterata
menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Bagaimana
ciri-ciri dari ketiga kelas tersebut?
a) Hydrozoa. Pernahkah Anda melihat Hydra, Obelia, atau Physalia. Ketiga
jenis hewan ini merupakan contoh dari Coelenterata. Perhatikan Gambar 8.12
agar lebih jelas!
(1) Hydra
Berdasarkan pengamatan dapat kita lihat bentuk Hydra seperti kantung,
berongga, dan tidak bersekat. Hidupnya secara soliter di air tawar.
Makanannya berupa hewan-hewan kecil misalnya jentik nyamuk, udang,
kerang. Hydra bereproduksi secara aseksual dan seksual.
(2) Obelia
Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara
berkoloni. Tubuhnya mempunyai rangka luar yang mengandung kitin.
Hidupnya sebagai koloni polip, yaitu polip hidrant yang berfungsi untuk
makan dan polip gonangium yang berfungsi membentuk medusa dan dapat
menghasilkan alat reproduksi.

(3) Physalia
Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung, hidupnya sebagai
koloni polip yaitu ada polip untuk makan (gastrozoid), polip untuk reproduksi
(gonazoid) dan polip untuk menangkap mangsa (daktilozid).
b) Schyphozoa
Anda tentu sudah mengetahui bentuk dari ubur-ubur (Aurelia aurita)! Uburubur mempunyai ukuran yang besar dan berbentuk medusa, hewan ini sering
terdampar di pantai. Daur hidupnya seperti yang terlihat pada Gambar 8.15.
Coba Anda jelaskan fase-fase daur hidup ubur-ubur dengan melihat gambar!
Perlu Anda ingat Schyphozoa memiliki bentuk dominan sebegai medusa.
Hati-hati lagi jika menyentuh ubur-ubur karena tentakelnya mengandung sel
penyengat dan mengeluarkan racun yang sangat gatal, jika tidak tahan kulit
akan melepuh.
c) Anthozoa
Pernahkah Anda melihat binatang berwarna-warni seperti bunga di dalam
akuarium? Hewan itu termasuk kelas Anthozoa. Berdasarkan asal katanya,
Anthozoa memiliki arti bunga, sering disebut sebagai mawar laut, bentuknya
sangat indah. Hewan ini sebenarnya mempunyai tentakel. Termasuk jenis
hewan ini adalah anemon laut dan hewan karang. Kebanyakan hidup secara
berkoloni yang membentuk rumah dari kapur yang sering dinamakan
karang.
4) Peranan Coelenterata bagi Kehidupan. Banyak sekali manfaat
coelenterata ini dalam kehidupan. Ubur-ubur sering dimanfaatkan oleh orang
Jepang untuk bahan makanan dan sebagai bahan kosmetik. Beberapa jenis
hewan Anthozoa dapat membentuk karang yang bentuknya bervariasi dan
sangat indah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai objek yang berkaitan
dengan pariwisata. Ada juga jenis Anthozoa yang membentuk rangka dari zat
tanduk yang sering dikenal sebagai akar bahar (Euplexaura antipathes) yang
kerangkanya dapat digunakan sebagai gelang. Kita seharusnya bersyukur
sebab di negara kita Indonesia, banyak sekali keindahan alam yang dapat
dijadikan objek wisata sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian
penduduk di sekitar tempat wisata itu. Selain itu, bangsa kita menjadi lebih
terkenal, misalnya dengan adanya Taman Laut Bunaken di Menado, Pasir
Putih di Jawa Timur, dan Taman Laut di Bali.
Filum Coelenterata berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelenteron yang
artinya rongga. Sehihngga dapat didefenisikan Coelenterata merupakan
hewan invertebrata yang memiliki rongga tubuh yang berfungsi digunakan
alat pencernaan (gastrovaskuler). Coelenterata memiliki dua macam struktur
tubuh yaitu Polyp dan Medusa. Struktur Polyp berbentuk selinder dengan
bagian mulut (oral) yang mengandung tentakel menghadap ke atas dan
ujung lainnya (aboral) melekat pada substrat. Sedangkan struktur medusa
berbentuk seperti lonceng atau payung dengan bagian

yang convex menghadap keatas. Dan mulut terletak ditengah-tengah bagian


concave yang menghadap ke bawah. Coelenterata seluruhnya hidup di air,
baik itu air laut ataupun air tawar. Sebagian besar hidup berkoloni atau
soliter. Coelenterata yang berbentuk polip hidup soliter atau berkoloni di
dasar air. Polip tidak dapat berpindah tempat. Sedangkan coelenterata yang
berbentuk medusa dapat melayang bebas di dalam air.
Secara taksonomi, Coelenterata mempunyai empat kelas yaitu Hydrozoa,
Scyphozoa, Cubozoa, dan Anthozoa. Kelas Hydrozoa hidup sebagai Polyp
soliter atau hidup berkoloni dengan ukuran kecil yang tidak menyolok.
Sedangkan Hydrozoa yang daur hidupnya polyp, medusa, atau keduanya
umumnya memiliki velum. Kelas Scyphozoa dalam daur hidupnya berbentuk
polyp kecil, dan medusa berdiameter 2-40 cm atau lebih.
Kelas Cubozoa hidup dengan Medusa yang berbentuk persegi dengan 4 sisi
datar dan memiliki velum. Sedangkan kelas Anthozoa selalu hidup dalam
bentuk polyp, soliter, atau koloni.
Reproduksi pada Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.
Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan membentuk tunas berupa
polyp yang hidup berkoloni di dasar air. Sedangkan reproduksi seksual pada
coelenterata dilakukan dengan pembentukan gamet. Kemudian gamet
dihasilkan oleh selurh Coelenterata berbentuk medusa dan beberapa
berbentuk polyp.
Coelentera hidup secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan
kecil lainnya yang berada di air. Coelenterata melumpuhkan mangsanya
dengan menggunakan tentakelnya yang memiliki sel knidosit. Setelah
mangsanya lumpuh, tentakel menggulung dan membawa mangsa ke mulut.
Coelenterata- Coelenterata itu hewan apa?, Bagaimana ciri-ciri
Coelenterata?, Bagaimana struktur tubuh Coelenterata dan fungsinya?,
bagaimana reproduksi dan klasifikasi dari Coelenterata? dan apa peranan
dari Coelenterata ini? mari kita jawab semua pertanyaan di atas.
Coelenterata
Coelenterata termasuk dalam phylum yang masih primitif. Hewan ini disebut
juga sebagai hewan berongga. Coelon artinya rongga dan entero artinya
usus. Jadi, hewan ini menggunakan rongga tubuh yang dimilikinya sebagai
tempat pencernaan makanan.
1. Ciri-ciri Coelenterata
a. Tubuh simetri radial.
b. Diploblastik (tubuh terdiri atas dua lapisan jaringan).
c. Memiliki rongga tubuh yang digunakan sebagai usus.

d. Habitat di perairan, baik perairan tawar maupun laut.


e. Pencernaan makanan dengan sistem gastrovaskuler.
f. Memiliki lengan (tentakel) yang dilengkapi dengan sel beracun atau
cnidoblast.
g. Memiliki 2 tipe tubuh, yaitu:
1) Tipe polip, yaitu tipe tubuh yang hidupnya tak bebas atau menempel pada
substrat tertentu.
2) Tipe medusa (seperti payung ), yaitu tipe yang dapat hidup bebas karena
memiliki kemampuan untuk berenang.
2. Struktur Tubuh Coelenterata dan Fungsinya
Seperti halnya pada Porifera, tubuh Coelenterata juga terdiri atas lapisan
ektoderm atau lapisan luar dan endoderm atau lapisan dalam. Antara kedua
lapisan tersebut terdapat rongga yang disebut sebagai mesoglea. Untuk
mempertahankan diri terhadap musuhnya, pada lengan atau tentakel
memiliki kemampuan untuk menghasilkan racun. Selain itu, tentakel juga
berfungsi untuk menangkap makanan.
3. Reproduksi Coelenterata
Coelenterata bereproduksi secara generatif (seksual) maupun vegetatif
(aseksual). Reproduksi generatif atau seksual terjadi dengan
peleburan antara sel kelamin jantan (sperma) dan sel telur (ovum).
Reproduksi vegetatif (aseksual) melalui pembentukan tunas. Apabila tunas
pada tubuhnya lepas maka akan tumbuh menjadi individu baru.
4. Klasifikasi Coelenterata
Secara garis besar Coelenterata dibagi menjadi 3 kelas, yaitu Hydrozoa,
Scyphozoa, dan Anthozoa.
a. Hydrozoa
Hydra merupakan hewan yang memiliki habitat di perairan (laut dan tawar).
Hewan ini dilengkapi dengan tentakel atau lengan yang berguna untuk
bergerak dan juga sekaligus untuk menangkap mangsa. Pada tentakel
tersebut dilengkapi dengan nematosit, yaitu sel-sel yang dapat menghasilkan
racun untuk melumpuhkan mangsanya. Hydra berkembang biak secara
vegetatif dengan tunas dan generatif dengan peleburan sperma dan ovum.
Meskipun termasuk hewan monoesius (hermafrodit), hewan ini tidak bisa
melakukan pembuahan sendiri karena dewasanya sel telur dan sperma yang
dihasilkan tidak bersamaan, sehingga dalam fertilisasi tetap memerlukan
individu yang lain. Contohnya adalah Hydra.

b. Scyphozoa
Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering
disebut ubur-ubur mangkuk. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita,
berupa medusa berukuran garis tengah 7 10 mm, dengan pinggiran
berlekuk-lekuk 8 buah. Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai.
c. Anthozoa
Anthozoa merupakan Coelenterata yang memiliki bentuk tubuh menyerupai
bunga. Kelas ini merupakan pembentuk anemon laut atau terumbu karang
yang dapat menambah keindahan pemandangan di laut.
5. Peranan Coelenterata
Dalam kehidupan, peranan Coelenterata antara lain:
a. Dalam perairan berperan sebagai plankton.
b. Penyusun terumbu karang yang ada di lautan.
c. Sebagai hiasan.

Klasifikasi coelenterata (Cnidaria)


By kliksma | September 2, 2015
0 Comment

Cnidaria sebagai kelompok hewan yang dikenal banyak orang dengan nama mereka
seperti, Anemon Laut, Karang dan Ubur-ubur semua Cnidaria seperti Hydras,
Cambuk Laut, dan Kipas Laut. Mereka dihubungkan oleh kebiasaan makan
karnivora mereka dengan desain anatomi yang sederhana dan kepemilikan
nematosis, meskipun salah satu spesies Ctenophora memiliki nematosis juga.
Nama Cnidaria kini cukup banyak menggantikan istilah yang lebih tua dari
Coelenterata (diucapkan selenterata) yang hari ini sering diterapkan baik untuk
Cnidaria dan Ctenophora bersama-sama, dua filum ini juga dikenal sebagai Hewan
radiata karena mereka berdua memiliki simetri radial atau biradial . Kata Cnidaria
mengacu pada Cnidosit yaitu sel-sel khusus yang mengandung nematosit, organel
penyengat yang memungkinkan Cnidaria untuk menaklukkan mangsanya.
Cnidaria adalah filum yang tertua dari metazoan sejati. fosil Hidrozoan dari Australia
Selatan yang disebut Ediacara berusia 700 juta tahun, sementara banyak fosil
Cnidaria ada sejak jaman Cambrian 500 juta tahun yang lalu. Cnidaria, khususnya
karang sering membuat sebuah komponen penting dari fauna laut dangkal laut tropis
dan subtropis. Semua Cnidaria adalah makhluk air dan hampir semua tinggal di laut.
Karang karena lingkungan laut dangkal dan kebiasaan mereka mengumpulkan
kerangka mineral (coralite) cenderung membentuk fosil dengan baik dan kita tahu
sedikit tentang evolusi mereka.

Tubuh cnidarian pada dasarnya adalah bentuk U dengan dinding utuh yang mengelilingi
area pencernaan pusat dan mulut pada pembukaan, umumnya dikelilingi oleh tentakel, tidak
ada anus yang berbeda. Pada Anemon mulut menghadap ke atas, dan pada Ubur-ubur itu
menghadap ke bawah. Cnidaria menunjukkan pengaturan lebih rumit dari lapisan sel serta
rentang yang lebih besar dari jenis sel dari Porifera. Tubuh mereka menunjukkan dua lapisan
yang berbeda dari sel dan dengan demikian mereka disebut hewan Diploblastik. Dua
lapisan sel adalah Epidermis luar atau Ektoderm, dan Gastrodermis dalam atau Endoderm.
Kedua lapisan dipisahkan oleh mesoglea jelly berserat non-seluler seperti bahan yang tipis
dalam beberapa kelompok seperti Hydra tetapi dapat cukup tebal lainnya seperti ubur-ubur
di mana ia membantu memberikan daya apung negatif (membuat hewan lebih mungkin
untuk mengambang).

Ektodermis terdiri dari lima jenis sel dasar, sel Epitheliomuscular yang menyediakan
beberapa kemampuan otot hewan, sel-sel interstisial yang merupakan sel dasar
yang menimbulkan jenis sel lain, Cnidosit (lihat di bawah), kelenjar mukus dan sel
sensorik atau saraf . Endodermis terdiri dari tiga atau empat sel jenis sel
Gastromuscular dasar yang membantu mencerna makanan dan memberikan
beberapa kekuatan otot, sel-sel kelenjar yang mengeluarkan enzim untuk
pencernaan.
Coelenterata dibedakan di dalam tiga kelas berdasarkan bentuk dominan dalam
siklus hidupnya, yaitu Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa.

a. Hydrozoa
Hydrozoa (dalam bahasa Yunani Hydro = air, zoa = hewan). Jadi, Hydrozoa adalah
hewan yang sebagian besar hidupnya di air. Sebgaian besar memiliki pergeliran
bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya. Hydrozoa dapat hidup soliter.
Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia.

Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut. Obelia memiliki bentuk
polip dan medusa dalam siklus hidupnya. Berikut penjelasan tentang siklus hidup
obelia.
1) Pada polip obelia dewasa yang bersifat diploid (2n) terdapat dua jenis polip. Polip
yang pertama dengan tentakel yang berfungsi untuk memperoleh nutrisi (makanan)
dan polip yang kedua tanpa tentakel yang berfungsi sebagai alat reproduksi
aseksual.
2) Polip tanpa tentakel yang melakukan reproduksi secara aseksual itu
menghasilkan tunas medusa.
3) Tunas medusa kemudian lepas dari polip dan tumbuh menjadi medusa dewasa.
4) Medusa dewasa itu ada yang menghasilkan sel telur (ovum) dan sel sperma
(spermatozoid)

b. Scyphozoa
Scyphozoa (dalam bahasa Yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki
bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Medusa Scyphozoa dikenal
dengan ubur-ubur. Medusa umumnya berukuran 2 40 cm. Reproduksi dilakukan
secara aseksual dan seksual. Polip yang berukuran kecil menghasilkan medua
secara aseksual. Contoh Scyphozoa adalah Cyanea, Aurelia aurita, dan Chrysaora
fruttenscens.

c. Anthozoa
Anthozoa (dalam bahasa Yunani Anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki banyak
tentakel yang berwarna-warni seperti bunga. Anthozoa tidak memiliki bentuk
medusa, hanya bentuk polip. Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari dua kelas
Coelentrata lainnya. hidupnya di laut dangkal secaa berkoloni. Anthozoa
bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta reproduksi
seksual menghasilkan gamet. Contoh anthozoa adalah Tubastrea (koral atau
karang), Acropora, Urticina (anemon laut) dan Turbinaria.

Koral hdup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang.
Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka pada koral.
Sedangkan koral memberikan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi
ganggang dari herbivora. Rangka koloni tersusun dari zat kapur. Rangka koloni dari
poip inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau patol (pulau
karang).
Anthozoa merupakan komponen utama pembentukan ekosistem terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan
ganggang. Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tinggi terdapat
di Asia Tenggara, Filipina dan Indonesia hingga Great Barier Ree di Australia. Dua
puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup di ekosistem ini. Selain
itu, terumbu karang sangat indah sehingga dapat dijadikan objek wisata. Karang di
pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencegah pengikisan
pantai.