Anda di halaman 1dari 3

ANALISA DATA

Dari percobaan di atas, dapat dianalisa bahwa peralatan PC 14 adalah


aksesori atau aplikasi pengendalian tekanan yang digunakan untuk melakukan
simulasi pengendalian aliran udara proses pada sebuah pipa. Alat simulasi ini
digunakan bersama dengan alat PC10. PC14 menjadi tempat proses dan
pengukuran, sedangkan PC10 sebagai controller, tempat dilakukannya
evaluasi, baru kemudian elemen kontrol akhir (katup control pneumatic).
Namun sebelum dilakukan percobaan, converter harus dikalibrasi terlebih
dahulu. Kalibrasi merupakan memasukkan angka yang sesuai dengan harga
alat tersebut, agar hasil pengukuran yang dilakukan menghasilkan angka yang
lebih tepat dan akurat. Kalibrasi pada converter ini nantinya akan berpengaruh
pada keluaran output dari process controller saat melakukan percobaan lain,
yaitu linieritas, karakteristik dan respon sistem.
Setelah converter dikalibrasi, kemudian dilakukan percobaan linieritas
dari converter tersebut, juga karakteristik katup kontrol secara manual. Hal ini
dilakukan untuk memeriksa apakah converter tersebut masih memiliki keluaran
yang linear terhadap inputyang dimasukkan dan melihat berapa jauh perbedaan
hasil keluaran ketika diberi input bertahap. Dan dari data hasil percobaan,
terlihat bahwa converter masih berada dalam kondisi yang baik. Hal ini juga
dapat dilihat dari dua bentuk grafik, baik yang 0-100 maupun 100-0 memiliki
garis yang cukup linier, dengan persamaan untuk suatu garis linier yaitu y = mx
+ c, dan dari data grafik yang dihasilkan, memiliki persamaan y = 0,102x +
4,004 dan y = 0,1035x + 4,2182.
Sedangkan pada grafik karakteristik katup kontrol secara manual, bisa dicari
nilai histerisis (batas atas dan batas bawah) alat. Seharusnya, pada karakteristik
katup kontrol secara manual ini, grafik yang terbentuk adalah seperti daun,
yaitu melengkung ke atas dan melengkung ke bawah. Namun, pada percobaan
ini, grafik yang dihasilkan tidak persis sama seperti daun, mungkin
dikarenakan kinerja alat yang sudah menurun. Penghitungan histerisis
didapatkan dari jarak terjauh antara dua grafik (jika berbentuk daun seharusnya
jarak terjauh ini berada di tengah-tengah), namun pada data grafik, rentang
terjauh jatuh pada saat nilai output controller berada pada 90, dengan

pembacaan display masing-masing sebesar 57,4% dan 51,6%, dengan selisih


5,8. Berarti,alat tersebut memiliki histerisis 5,8, di mana biasanya histerisis
maksimum suatu alat adalah 5, karena jika histerisis terlalu besar, maka error
akan besar pula. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi atau kinerja alat sudah
mulai menurun.
Dan yang terakhir dilakukan adalah respon sistem dengan dan tanpa
tangki udara.Pada saat tanpa tangki udara,katup yg menuju tangki yaitu V3 dan
V5 dalam kondisi tertutup sehingga udara yg lewat langsung menuju pipa
keluaran sedangkan pada saat dengan tangki, katup V3 dan V5 dibuka dan
katup V4 ditutup sehingga menyebabkan aliran udara mengalir masuk mengisi
tangki terlebih dahulu baru kemudian menuju pipa keluaran. Ketika dengan
tangki. Respon system menjadi lebih lambat dibandingkan dengan tanpa tangki
dikarenakan udara yg mengalir digunakan untuk mengisi tangki udara sehingga
tekanan yg dihasilkan pun akan mengecil.
Maka dapat dianalisa bahwa, aliran udara proses dikendalikan agar
sesuai dengan set point yang telah ditetapkan dengan mengukur tekanan pada
pipa proses tersebut menggunakan sebuah pressure transducer, hasil
pengukuran kemudian dimasukkan ke signal conditioning pada peralatan PC10
yang akan mengubah sinyal tekanan tersebut menjadi sinyal instrument yang
sesuai (arus listrik, mA atau tegangan,volt). Output dari signal conditioning
kemudian dapat menjadi input bagi voltmeter (pembacaan hasil pengukuran
dalam satuan tegangan listrik,volt) atau menjadi input bagi process controller
dialat PC 10. Input ke PC 10 akan dievaluasi oleh controller terhadap set point,
dan output atau keluaran dari process di PC 10 akan menjadi input bagi kotak
koneksi yang terletak pada bagian sebelah kiri dari I/P converter. Pada
converter ini, arus litrik hasil evaluasi controller dikonversikan menjadi
tekanan dalam satuan psi yang sebanding, kemudian oleh converter digunakan
untuk menggerakkan katup control pneumatic dalam rentang 0% - 100% agar
tekanan yang melalui pipa proses sesuai dengan besar set point yang telah
ditetapkan.

7. Kesimpulan
Dari percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Mahasiswa mampu mengkalibrasi dan memeriksa linieritas I/P converter
2. Mahasiswa mampu menentukan histerisis dari katup control pneumatik
3. Mahasiswa mampu memeriksa respon sistem dengan dan tanpa tangki udara
dengan menggunakan katup control pneuamtik secara manual.