Anda di halaman 1dari 2

RS PKU MUHAMMADIYAH

YOGYAKARTA UNIT II

PERLINDUNGAN HARTA BENDA


No Dokumen :

No Revisi :

Halaman :

04 -Kep/IV/2015

1/2

Tanggal Terbit

STANDAR

Ditetapkan Direktur

4 April 2015

PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. H. Ahmad Faesol, Sp. Rad., M. Kes


NBM: 797.292

Pengertian

: Prosedur penjagaan perlindungan harta benda seseorang dari tindakan


pencurian/mengambil alih yang bukan haknya.

Tujuan

: 1. Memberlakukan pelayanan yang prima kepada pelanggan


2. Menjaga seluruh wilayah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
unit II bebas fitnah.

Kebijakan

: Proses perlindungan harta benda pasien dilaksanakan jika pasien tidak


mampu melindungi harta bendanya sendiri
(Keputusan Direktur Nomor : 0402/PS.1.2/IV/2015)

Prosedur

A. Persiapan
Penampilan petugas :
a. Periksa kerapian pakaian seragam
b. Periksa kelengkapan atribut
Alat-alat :
a. Buku laporan
b. Alat tulis
c. Alat komunikasi (HT)
B. Pelaksanaan
1. Dalam kondisi siap bertugas dan waspada
2. Catat data identitas orang yang akan diberikan perlindungan
pada harta bendanya berdasarkan kartu identitas yang berlaku
misalnya SIM/KTP/Paspor
3. Berikan formulir khusus untuk proses persetujuan perlindungan
harta benda
4. Isi formulir perlindungan tersebut
5. Lakukan koordinasi pada unit terkait dimana tempat orang
tersebut berada atau berasal

RS PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA UNIT II

PERLINDUNGAN HARTA BENDA


No Dokumen :

No Revisi :

Halaman :

04 -Kep/IV/2015

2/2

6. Simpan harta benda tersebut pada tempat penyimpanan seperti


yang diatur dalam buku panduan
C. Hal yang harus diperhatikan
1. Kartu identitas yang dipergunakan adalah kartu yang masih
berlaku (KTP/SIM/Paspor)
2. Pastikan adanya surat pernyataan perlindungan harta benda dari
orang tersebut untuk meminta perlindungan dari harta benda
3. Jika pada orang yang memiliki harta benda tersebut dalam
kondisi keterbatasan fisik akibat terkena kecelakaan atau hilang
kesadaran/ingatan maka diisi oleh petugas dengan berdasarkan
saksi
4. Formulir harus berisi nama lengkap, alamat saat ini, no. telp
yang bisa dihubungi, tanda tangan atau cap jempol
5. Pencatatan semua kegiatan/kejadian pada buku laporan harus
ditulis secara jelas, berdasarkan tanggal, jam serta tempat
kegiatan/kejadian
6. Apabila akan meninggalkan pos penjagaan (rembang) harus
memberitahukan pada pimpinan tetinggi keamanan yang
bertugas dan koordinasi pada setiap rembang yang ada
7. Bila perlu hubungi pihak berwajib untuk pengamanan lebih
lanjut
Instalasi Terkait

: Semua unit kerja