Anda di halaman 1dari 44

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Fungsi ASN (Aparatur Sipil Negara) menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara terdiri dari tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik,
sebagai pelayan publik, dan sebagai perekat serta pemersatu bangsa. Fungsi ini penting
mengingat ASN adalah aktor pelaksana roda pemerintahan. Apa yang dilaksanakan oleh
ASN adalah representasi dari pemerintah yang mengfungsikannya.
Dalam menjalankan fungsi tersebut terdapat nilai dasar, kode etik, kode perilaku,
kompetensi dan profesionalitas yang harus dipenuhi oleh seorang ASN. Untuk memenuhi
prasyarat dimaksud, diperlukan suatu upaya yang mampu membentuk ASN agar sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah dalam Undang-Undang. Salah satu
upaya pemerintah itu mewujud dalam bentuk pendidikan dan pelatihan bagi ASN.
Pendidikan dan pelatihan diberikan sedini mungkin, bahkan ketika seseorang masih
berstatus sebagai calon ASN dan belum berkecimpung dalam dunia kerjanya.
Jika mengacu pada Undang-Undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai bagian dari ASN wajib untuk
diikutkan pendidikan dan pelatihan dalam rentang waktu satu tahun masa percobaan.
Tujuan utama dari pendidikan dan pelatihan tersebut adalah pembentukan karakter dan
internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS, sehingga PNS mampu bertindak profesional
dalam melaksanakan fungsinya. Lebih lanjut lagi, Peraturan Pemerintah No.101 Tahun
2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS, menetapkan bahwa salah satu
diklat yang strategis untuk membentuk PNS yang profesional adalah Diklat Prajabatan.
Dalam Diklat Prajabatan, salah satu bentuk pembelajaran yang diterapkan adalah
adanya kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS. Kegiatan tersebut merupakan
bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experential learning). Peserta diklat dituntut
untuk merancang dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam
melaksanakan tugasnya di unit kerja masing-masing. Nilai-nilai dasar profesi PNS ini
mengacu pada Undang-Undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Jika
diringkaskan nilai-nilai dasar tersebut meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi.
Penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut perlu diinternalisasikan dalam diri
setiap CPNS sehingga menjadi landasan dalam karakater, perilaku, dan kontribusinya
terhadap visi, misi, dan kode etik masing-masing instansi. Instansi yang dimaksud dalam
hal ini adalah Mahkamah Konstitusi, khususnya unit kerja Pusat Pendidikan Pancasila
dan Konstitusi. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peranan Mahkamah
Konstitusi, Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi berperan dalam menyebarluaskan

pemahaman akan nilai-nilai Pancasila serta meningkatkan pemahaman masyarakat


tentang hak-hak konstitusionalnya. Peran tersebut mengejewantah dalam bentuk
pendidikan dan pelatihan, sosialisasi, serta bimbingan teknis yang diberikan pada
berbagai target group. Target group tersebut mulai dari organisasi masyarakat (yaitu
organisasi kepemudaan, agama, etnisitas, perempuan, ideologis), penyelanggara
pendidikan (guru dan dosen), pelajar dan mahasiswa, aparatur sipil negara (lurah, kepala
desa, camat), pengacara, partai politik, dan seterusnya.
Tugas penyelenggaraan maupun pengembangan program pendidikan yang telah
dijabarkan, membuat PNS yang berada di unit kerja Pendidikan Pancasila dan Konstitusi
Mahkamah Konstitusi dituntut untuk memiliki kompetensi dan profesionalitas. Kegiatannya
yang langsung berhubungan dengan publik sangat mempengaruhi citra Mahkamah
Konstitusi. Jika performanya bagus, tentunya publik juga akan memberikan penilaian
positif pada Mahkamah Konsitusi, begitupun sebaliknya. Disinilah pentingnya Diklat
Prajabatan CPNS dalam menyiapkan kompetensi dan profesionalitas CPNS yang sesuai
dengan Undang-Undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, sehingga dalam
pelaksanaan tugas-tugasnya, CPNS mampu menyelesaikannya secara memuaskan dan
tepat sasaran.
Terakhir, Diklat Prajabatan CPNS juga berperan dalam mendukung terwujudnya
reformasi birokrasi yang terus-menerus diupayakan pemerintah. Melalui pendidikan dan
pelatihan, mindset CPNS sebagai pelaksana kebijakan dan pelayan publik ditempa
sehingga sejalan dengan arah perubahan yang ditargetkan dalam reformasi birokrasi.
Area perubahan tersebut misalnya budaya kerja aparatur, sumberdaya aparatur yang
mumpuni dan berintegritas, serta akuntabel dalam mendukung kinerja birokrasi.
1.2. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari kegiatan aktualisasi ini merupakan turunan dari tujuan Diklat
Prajabatan CPNS yang telah disinggung sebelumnya. Selain itu, tujuan aktualisasi juga
merupakan hasil formulasi antara tujuan Diklat Prajabatan dengan tujuan penulis sebagai
CPNS yang bertanggungjawab atas tugas-tugasnya di jabatan Penyusun Evaluasi dan
Pelaporan Diklat. Berikut adalah penjabaran tujuan tersebut:
a. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dan kode etik Mahkamah
Konstitusi di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.
b. Mengimplementasikan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis Mahkamah
Konstitusi, khususnya yang terkait dengan peranan Pusat Pendidikan
Pancasila dan Konstitusi.
c. Melaksanakan tugas yang sesuai dengan fungsi jabatan Penyusun Evaluasi
dan Pelaporan Diklat di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.

d. Menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS melalui aktualisasi di Pusat


Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.
e. Mengasah budaya kerja yang berorientasi pada efektivitas, efisiensi, dan
inovasi dalam rangka mendukung reformasi birokrasi di unit kerja.
1.3. Manfaat Aktualisasi
Manfaat dari kegiatan aktualisasi ini dapat dikelompokkan menjadi dua bagian,
yaitu manfaat bagi diri peserta Diklat Prajabatan dan manfaat bagi instansi khususnya unit
kerja peserta. Pertama, manfaat bagi peserta Diklat Prajabatan, yaitu:
a. Mendapatkan pembekalan tentang kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan
(business process), dan peranan sumberdaya aparatur dalam mendukung
organisasi/institusi.
b. Mendapatkan pembekalan tentang nilai-nilai dasar profesi PNS.
c. Mendapatkan kesempatan untuk berlatih menjadi CPNS yang memiliki
karakter akuntabel, nasionalis, beretika publik, memiliki komitmen mutu, dan
anti korupsi dalam melaksanakan tugas sesuai dengan jabatan Penyusun
Evaluasi dan Pelaporan Diklat di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.
d. Meningkatkan kompetensi dan profesionalitas sebagai CPNS sehingga
memiliki kesiapan dalam melaksanakan tugas di unit kerja.
e. Mendapatkan pemahaman tentang arah dan bentuk reformasi birokrasi
sehingga dapat berkontribusi dalam menyukseskan reformasi birokrasi di unit
kerja.
Kedua adalah manfaat bagi instansi peserta Diklat Prajabatan, yaitu Pusat Pendidikan
Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi:
a. Menyiapkan CPNS yang memahami aspek kelembagaan (organisasi),
ketatalaksanaan (business process), dan peranan sumberdaya aparatur dalam
mendukung organisasi/institusi.
b. Membentuk CPNS yang memiliki pemahaman dan pengamalan tentang nilainilai dasar profesi PNS dan kode etik Mahkamah Konstitusi.
c. Menyiapkan CPNS yang mampu mendukung pencapaian visi, misi, tujuan, dan
sasaran strategis Mahkamah Konstitusi, khususnya yang terkait dengan
peranan Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.
d. Membentuk CPNS yang mampu mendukung peningkatan produktivitas dan
perbaikan dalam pengelolaan kegiatan di Pusat Pendidikan Pancasila dan
Konstitusi.
e. Menyiapkan CPNS yang memahami dan mampu berkontribusi positif terhadap
reformasi birokrasi di Mahkamah Konstitusi
1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi

Aktualisasi ini difokuskan pada pelaksanaan fungsi jabatan Penyusun Evaluasi


dan Pelaporan Diklat di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Fungsi jabatan
tersebut mengacu pada sasaran kinerja pegawai (SKP) dan uraian jabatan yang telah
ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi. Pada level jabatan tersebut, ruang lingkup
tanggung jawab penulis sebagai Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat terbatas pada
koordinasi baik internal (dengan teman kerja dan atasan), koordinasi eksternal (dalam
rangka surat-menyurat dalam kegiatan kerjasama dengan instansi lain), penyelenggaraan
kegiatan dan evaluasi, serta pelaporan.
Berdasarkan hal tersebut, maka ruang lingkup aktualisasi juga dibatasi agar tidak
keluar dari fungsi jabatan yang telah ditetapkan. Berikut adalah penjabarannya:
a. Kegiatan aktualisasi yang terkait dengan tugas pokok yang tercantum dalam
sasaran kinerja pegawai dan uraian jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan
Diklat.
b. Kegiatan aktualisasi yang merupakan tugas-tugas tambahan rutin yang
diberikan oleh atasan langsung jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan
Diklat,

yaitu

Kasubag

Penyelenggaraan

di

Bidang

Program

dan

Penyelenggaraan Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.


c. Kegiatan aktualisasi yang merupakan inisiatif dari penulis. Kegiatan inisiatif ini
lebih diarahkan pada bagaimana penulis dalam melaksanakan tugas-tugasnya
berupaya melakukan perubahan dan inovasi. Perubahan dan inovasi tersebut
dalam bentuk upaya mencari metode atau cara kerja yang berorientasi pada
efektivitas , efisiensi kinerja, dan komitmen mutu. Untuk memudahkan penulis,
kegiatan inisiatif dilaksanakan di level individual. Namun perubahan dan
inovasi juga dapat berada dalam level kerjasama antara sesama staf dalam
jabatan yang sama maupun antara sesama staf dengan jabatan yang berbeda
jika dibutuhkan, dengan catatan setelah mendapatkan izin dari atasan.

BAB 2. NILAI DASAR


2.1. Internalisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Dalam menjaga kompetensi dan profesionalitas PNS, terdapat nilai-nilai dasar
profesi yang menjadi acuan dalam berpikir, bersikap dan berperilaku. Nilai-nilai tersebut
sekaligus menjadi standar penilaian kompetensi dan profesionalitas PNS dalam
melaksanakan fungsinya. Nilai-nilai tersebut hendaknya terinternalisasi kedalam diri
seorang PNS sehingga tercermin dalam kesehariannya, misalnya dalam melakukan
pelayanan, pengambilan keputusan, melakukan inovasi dalam rangka peningkatan
kinerjanya, dan lain sebagainya.
Internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS ini dilakukan pada semua PNS dari
berbagai tigkatan jabatan dan peran, tidak terkecuali bagi CPNS. Internalisasi tersebut
dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari sosialiasi, melalui pembuatan peraturan
yang sifatnya lebih teknis, melalui penurunan nilai-nilai dasar menjadi kode etik pegawai
di level instansi masing-masing, dan melalui berbagai pendidikan kilat yang sifatnya
pembekalan ataupun pembaruan. Jika mengacu pada Undang-Undang No.5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara, maka nilai-nilai dasar profesi PNS dapat diringkaskan
sebagai berikut:
2.1.1. Akuntabilitas
Akuntabilitas PNS dapat diartikan sebagai kegiatan dan kewajiban yang
hasil akhirnya harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Tanggung jawab ini bentuknya dapat secara horizontal
(dalam atau antar instansi) dan secara vertikal (kepada masyarakat luas ataupun
pada otoritas yang lebih tinggi). Berdasarkan hal tersebut, akan muncul
pertanyaan sederhana, yaitu bagaimana bentuk dari seorang PNS yang
akuntabel?. Menurut hemat penulis setelah belajar akuntabilitas, PNS yang
akuntabel adalah PNS yang:
1. Memiliki tujuan/outcome yang jelas dalam setiap pelaksanaan tugas.
2. Memahami dan melaksanakan tugas atau tanggung jawab.
3. Bersikap/berperilaku netral, adil dan konsisten dalam melaksanakan
kebijakan dan memberikan pelayanan.
4. Mampu mengambil keputusan yang tepat.
5. Menghasilkan

output

yang

berkualitas,

bentuknya

bisa

pada

terbangunnya relasi yang baik dalam rangka tugas, terlihatnya


perbaikan kinerja secara berkelanjutan, dan mampu membuat laporan
pertanggungjawaban terkait dengan tugasnya.

Untuk mengukur akuntabilitas tersebut, dibutuhkan suatu indikator yang


jelas. Secara singkat, indikator akuntabilitas yang dapat dilihat dari seorang PNS
adalah:
1. Transparansi akses informasi baik secara horizontal maupun vertikal.
2. Menggunakan data dan informasi yang dimiliki instansi dengan cara
dan tujuan yang tepat.
3. Menghindari perilaku yang curang dan korup.
4. Menggunakan sumberdaya negara baik dalam bentuk fisik ataupun
anggaran secara tepat.
5. Meminimalisir konflik kepentingan.
2.1.2. Nasionalisme
Secara sederhana, nasionalisme dapat diartikan sebagai rasa cinta
terhadap tanah air. Nasionalisme dapat muncul karena beragam hal, misalnya
kesamaan geografi, geopolitik, cita-cita, budaya, sejarah, ataupun kesamaan
nasib. Nasionalisme ini wajib dimiliki oleh semua komponen bangsa, terutama
oleh PNS sebagai aparatur negara.
Nasionalisme dalam diri PNS dapat dilihat dari aspek-aspek yang bisa
diukur, misalnya terkait simbol dan sikap. Simbol nasionalisme biasanya berupa
monumen, bendera nasional, bahasa nasional, tulisan, lagu, dan masih banyak
lagi. Sedangkan sikap dapat dilihat dari bagaimana PNS menampilkan atau
mencitrakan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Hal ini karena jati
diri terkait dengan kebanggaan dan nilai-nilai yang dianut oleh individu. Berikut
adalah indikator yang dapat digunakan untuk melihat nasionalisme PNS teresebut:
1. Menghormati bendera nasional, bangga menggunakan bahasa dan
lagu nasional, serta bangga dengan simbol-simbol yang menjadi jati diri
seorang PNS (misalnya baju KORPRI, baju dinas, dll.)
2. Memahami bahwa pelaksanaan tugas sebagai PNS terkait dengan citra
pemerintah dihadapan publik, sehingga menjaga kualitas kinerjanya.
3. Mengutamakan persatuan bangsa dan kepentingan nasional ketimbang
kepentingan individu, golongan ataupun kelompok.
4. Mengutamakan nilai ketuhanan, kemanusian dan musyawarah dalam
pelaksanaan fungsinya.
5. Berpegang pada prinsip adil dan netral dalam melaksanakan kebijakan
dan melayani publik.
2.1.3. Etika Publik
Etika publik PNS adalah suatu hasil refleksi kritis tentang standar norma
bagi PNS atas baik atau buruk, salah atau benar dalam melaksanakan tugasnya.

Jika diturunkan, etika publik ini dapat keluar dalam bentuk kode etik dan perilaku
bagi PNS. Dalam kode etik, standar norma tersebut sudah mewujud menjadi
peraturan yang memiliki ketentuan, sanksi, dan imbalan. Biasanya, setiap intansi
pemerintah memiliki kode etik yang merupakan ekstraksi dari budaya atau nilai
dasar instansi dan etika publik yang berasal dari Undang-Undang No.5 Tahun
2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Jika mengacu pada Undang-Undang No.5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Nilai dasar etika publik dapat
diringkaskan sebagai berikut:
1. Berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Republik Indonesia Tahun 1945.


Menjalankan tugas secara profesional.
Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
Menjunjung tinggi standar etika luhur.
Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
Memiliki kemampuan melaksanakan kebijakan dan program

pemerintah.
8. Memberikan pelayanan publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
9. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
10. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
11. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
12. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
13. Meningkatkan efektivitas.
Tujuan dari etika publik yang diturunkan sebagai kode etik adalah untuk
menjaga martabat dan kehormatan PNS, mengingat PNS adalah perpanjangan
tangan pemerintah yang mayoritasnya bekerja bersentuhan langsung dengan
pelayanan publik. Etika publik ini dapat tercermin dari:
1. Perilaku integritas pejabat publik ataupun PNS.
2. Kualitas pelayanan yang prima pada publik.
3. Kualitas interaksi yang baik dalam pelaksanaan fungsinya.
4. Tingginya kepercayaan masyarakat pada PNS.
2.1.4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu PNS terkait dengan upaya mewujudkan pemerintahan
yang baik dan bersih yang pada akhirnya mampu meningkatkan kepercayaan
stakeholders pada PNS. Komitmen mutu seringkali diidentikkan dengan
efektivitas, efisiensi, inovasi dan mutu dari seorang PNS. Seorang PNS dapat
dikatakan memiliki komitmen mutu jika:
1. Mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan (aspek efektifitas).
2. Mampu menentukan penggunaan sumberdaya yang tepat dalam
rangka mencapai tujuan (aspek efisiensi).

3. Mampu beradaptasi dengan perubahan dan mampu menemukan cara


baru yang lebih baik dalam mencapai tujuan (aspek inovasi).
4. Konsisten menjaga kualitas dan kesesuaian kinerja dalam rangka
pencapaian tujuan (aspek mutu).
Tujuan/outcome dari komitmen mutu adalah pelayanan yang prima pada
publik. Pelayanan yang prima berarti publik mendapatkan pelayanan yang seusai
dengan kebutuhannya, memuaskan, bahkan jauh diatas ekspektasinya. Indikator
pengukuran yang dapat digunakan dalam melihat komitmen mutu PNS adalah:
1. Pekerjaan sesuai dengan prosedur atau standar yang telah ditetapkan
2. Pekerjaan diselesaikan dengan cepat dan tepat.
3. Ketercapaian target kinerja.
4. Terciptanya kepuasan dari pimpinan, publik, dan diri sendiri sebagai
yang memberikan pelayanan.
2.1.5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin yaitu corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan, atau tidak bermoral. Defenisi korupsi ini telah secara gamblang
dijelaskan dalam 13 buah pasal dalam Undang-Undang No.31 Tahun 1999 jo.
Undang-Undang No.20 Tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, korupsi
dirumuskan kedalam 30 bentuk/jenis tindak pidana korupsi. Ketigapuluh pasal
tersebut pada dasarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Kerugian keuangan negara.
2. Suap-menyuap.
3. Penggelapan dalam jabatan.
4. Pemerasan.
5. Perbuatan curang.
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan.
7. Gratifikasi.
Tindak pidana korupsi yang telah dijabarkan, disertai dengan ancaman hukuman
sesuai dengan tingkat dan dampak dari perilaku korup tersebut.
Anti korupsi menjadi bagian penting dalam nilai-nilai dasar profesi PNS
masa ini, mengingat perilaku korupsi adalah musuh terbesar pemerintah dalam
mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Ada sembilan nilai yang
dijadikan acuan dalam melawan korupsi, yaitu kejujuran, kepedulian, kemandirian,
kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian dan
keadilan. Nilai ini wajib diterapkan oleh PNS di tempat kerjanya karena korupsi
menghasilkan kerusakan yang sifatnya masif pada sendi-sendi kehidupan
berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Berdasarkan hal itu, berikut adalah
bentuk anti korupsi dalam perilaku PNS:
1. Menghindari Tindak Perilaku Korupsi;
2. Mengaktualisasi Nilai Dasar Korupsi; dan

3. Mengutamakan Integritas dalam Kinerja.

10

2.3. Visi Misi Mahkamah Konstitusi


Visi Mahkamah Konstitusi merupakan pandangan kedepan dan harapan tertinggi
yang hendak diwujudkan Mahkamah Konstitusi. Visi ini menjadi semangat, inspirasi, dan
motivasi semua aparatur sipil negara di lingkungan Mahkamah Konstitusi dalam
melaksanakan wewenang dan tugas-tugasnya. Visi tersebut adalah:
Mengawal tegaknya konstitusi melalui peradilan konstitusi yang independen,
imparsial, dan adil
Refleksi dari visi tersebut ditetapkan kedalam misi dan lebih tegas lagi kedalam
tujuan Mahkamah Konstitusi, yaitu:
No
1

Misi
Membangun sitem peradilan konstitusi

Tujuan
Peningkatan efektivitas pelaksanaan

yang mampu mendukung penegakan

kewenangan konstitusional Mahkamah

konstitusi.
Meningkatkan pemahaman masyarakat

Konstitusi.
Meningkatkan pengetahuan dan

mengenai hak konstitusional warga

pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai

negara.

Pancasila dan hak-hak konstitusional warga


negara

Dari penjabaran visi, misi, dan tujuan diatas, Peran sentral Pusat Pendidikan
Pancasila dan Konstitusi berada pada misi dan tujuan kedua dari Mahkamah Konstitusi.
Misi dan tujuan itu dapat dijabarkan lagi kedalam sasaran strategis dan indikator kinerja
strategis. Pada dasarnya sasaran strategis tersebut terdiri dari lima poin, namun disini
hanya akan ditampilkan sasaran strategis yang terkait dengan peranan Pusat Pendidikan
Pancasila dan Konstitusi, yaitu:
No
1

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Penguatan peranan Mahkamah Konstitusi

Strategis (IKS)
Efektifitas kerja sama dengan mitra

dalam mendorong terwujudnya negara

kerja (pemangku kepentingan), baik

hukum yang demokratis, baik dalam

lingkup nasional maupun regional dan

lingkup nasional, regional, dan global.


Peningkatan pengetahuan dan

global.
Peningkatan pengetahuan dan

pemahaman masyarakat mengenai nilai-

pemahaman masyarakat mengenai

nilai Pancasila dan norma-norma konstitusi

nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pola

dalam kehidupan bermasyarakat,

pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam

berbangsa dan bernegara.


mewujudkan hak-hak konstitusionalnya.
Sasaran strategis dan indikator diatas digunakan sebagai acuan dalam
menentukan prioritas seluruh program dan kegiatan di Mahkamah Konstitusi khususnya di
Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Melalaui sasaran tersebut, program kegiatan

11

yang ditetapkan harusnya dapat dilaksanakan secara baik dengan hasil pencapaian yang
dapat diukur secara obyektif. Hak tersebut dapat terwujud jika disertai dengan komitmen,
konsistensi, dan dedikasi semua komponen aparatur sipil negara di lingkungan
Mahkamah konstitusi, termasuk didalamnya CPNS. Dalam konteks kegiatan aktualisasi
Diklat Prajabatan CPNS ini, visi, misi, tujuan, sasaran, dan indikator strategis tersebut
juga menjadi acuan dalam penyusunan setiap kegiatan yang hendak dilaksanakan.
2.4. Peraturan Mahkamah Konsitusi dan Kode Etik di Mahkamah Konstitusi
Tugas dan kewenangan Mahkamah Konstitusi terdapat dalam Pasal 24 C
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Keberadaan Mahkamah
Konstitusi itu dikukuhkan dengan Undang-Undang No.24 Tahun 2003 tentang Mahkamah
Konstitusi jo. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UndangUndang No.24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Undang-Undang tersebut
menjadi acuan bagi ASN di Mahkamah Konstitusi dalam melaksanakan fungsinya. Dalam
pelaksanaan fungsinya, ASN di Mahkamah Konstitusi tidak dapat terlepas dari UndangUndang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Undang-Undang tersebut secara
lengkap mengatur tentang asas, prinsip, nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN;
jenis, status, dan kedudukan ASN; fungsi, tugas dan peranan ASN; serta hak dan
kewajiban ASN.
Sehubungan dengan ASN sebagai pelaksana kebijakan dan pelayanan publik,
sudah terdapat peraturan pemerintah yang secara lebih detail mengatur bagaimana
pelayanan publik yang seharusnya, yaitu Undang-Undang No.25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik dan Peraturan Pemerintah No.96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan
Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Undang-undang tersebut
sangat terkait dengan peranan Mahkamah Konstitusi khususnya Pusat Pendidikan
Pancasila dan Konstitusi yang program utamanya adalah penyelenggaraan pendidikan.
Penyelenggaraan pendidikan ini mempunyai aspek pelayanan pada peserta didik, dimana
pelayanan tersebut harus dijaga kualitasnya.
Dalam menjalankan fungsinya, pegawai di Mahkamah Konstitusi juga terikat pada
disiplin yang sesuai aturan, yaitu Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010 tentang
Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi
No.52 Tahun 2013 tentang Peningkatan Disiplin Pegawai di Lingkungan Kepaniteraan dan
Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi. Kedua aturan tersebut menjadi pedoman
dalam mengawasi dan mengukur kedisipilinan pegawai di Mahkamah Konstitusi.
Selain itu, terdapat Peraturan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi No.1
Tahun 2007 tentang Kode Etik dan Perilaku Pegawai Mahkamah Konstitusi, dan
Peraturan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi No.11 Tahun 2011 tentang Majelis
Kode Etik dan Perilaku Pegawai Mahkamah Konstitusi. Kode etik dan perilaku pegawai di

12

Mahkamah Konstitusi dimaksudkan untuk melengkapi ketentuan hukum dan perilaku


yang sudah ada dan mengikat pegawai Mahkamah Konstitusi sebagai ASN. Kode etik
dan perilaku tersebut menjadi pedoman yang berisi nilai dan norma untuk memandu dan
menilai perilaku pegawai secara dan terus-menerus. Berikut adalah penjabarannya:
1. Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa
a. Setiap tindakan selalu didasarai niat ibadah.
b. Saling menghormati dan menjaga kerukunan.
c. Patuh pada norma hukum dan norma sosial meskipun tanpa
pengawasan.
2. Integritas
a. Tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.
b. Tidak menerima hadiah sehubungan dengan tugas dan jabatan.
c. Mengutamakan keterbukaan (transparansi).
d. Tidak menerima bayaran melebihi yang seharusnya/kapasitasnya
3. Kerahasiaan
a. Dilarang memberi/memanfaatkan informasi rahasia.
b. Dilarang memberikan informasi tentang kegiatan para hakim
berkaitan dengan kasusyang masih dalam pemeriksaan
c. Dilarang memberikan komentar atas perkara yang akan, sedang,
atau telah diperiksa diputus.
d. Pegawai boleh turut serta dalam kegiatan ilmiah (mengajar,
menulis)

sepanjang

mengutamakan

integritas

dan

tidak

bertentangan dengan kode etik.


4. Kejujuran
a. Dilarang menggunakan kewenangan jabatan dan fasilitas kantor
untuk keluarga.
b. Dilarang melakukan transaksi dengan pihak yang berperkara.
c. Dilarang mempekerjakan/merekomendasikan keluarga dekat untuk
bekerja di Mahkamah Konstitusi.
d. Dilarang memberi atau menerima hadiah yang mempengaruhi
pelaksanaan tugasnya.
5. Kesetiaan pada tugas
a. Mengutamakan tugas pokok dan fungsinya.
b. Boleh melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja sepanjang
memenuhi ketentuan.
c. Menolak bekerja diluar

jam

kerja

jika

berpotensi

konflik

kepentingan.
d. Meningkatkan keahlian dan kemampuan pribadi.
e. Boleh melakukan kegiatan lain sepanjang tidak mengurangi
martabat peradilan dan tidak mengganggu tugas peradilan.
6. Pelayanan
a. Melakukan tugas secara patut, tekun, dan penuh perhatian.
b. Pehuh kesopanan.
c. Tidak boleh mengubah, merusak atau menghancurkan dokumen
yang berada dalam pengawasan.

13

d. Tidak boleh merekomendasikan pengacara pada pihak yang


berperkara.
e. Memelihara aset/inventaris.
f. Bersikap netral tanpa memandang suku, agama, dan ras.
7. Kesetaraan
a. Memahami kemajemukan masyarakat, baik suku, agama, ras,
status ekonomi, politik, sosial dll.
b. Tidak berburuk sangka dalam perbuatan dan perkataan terhadap
seseorang atau kelompk tertentu.
c. Tidak membeda-bedakan orang tanpa alasan yang relevan.
8. Kesederhanaan
a. Berperilaku ramah, sederhana, dan menghindarkan kesan yang
berlebihan.
b. Menahan diri menggunakan perhiasan, kosmetik, dan penampilan
yang berlebihan.
c. Bersahaja dan menjauhkan diri dari sifat bangga diri dan sombong.

14

2.5. Tugas Jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat


Salah satu unit kerja Mahkamah Konstitusi adalah Pusat Pendidikan Pancasila
dan Konstitusi. Unit tersebut mempunyai fungsi:
a. Penyelenggaraan pendidikan Pancasila dan Konstitusi.
b. Pengelolaan sarana, prasarana, dan ketatausahaan pusat.
Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi ini terdiri dari Bagian Umum dan Bidang
Program

dan

Penyelenggaraan.

Bagian

umum

mempunyai

tugas

mendukung

pelaksanaan kegiatan Bidang Program dan Penyelenggaraan serta melaksanakan


pengelolaan

sarana,

prasarana

dan

ketatausahaan.

Bidang

Program

dan

Penyelenggaraan sendiri mempunyai tugas sebagai berikut:


a. Perencanaan dan pengembangan program dan kurikulum pendidikan, serta
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan Pancasila dan Konstitusi
b. Penyelenggaraan pendidikan Pancasila dan Konstitusi
Bidang Program dan Penyelenggaraan terdiri dari dua Sub Bidang, yaitu Sub
Bidang Program dan Sub Bidang Penyelenggaraan. Kedua sub bidang tersebut
bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan dari awal sampai akhir, mulai dari
menyiapkan modul pendidikan, menentukan target group pendidikan, melaksanakan
sosialisasi pemahaman hak-hak konstitusional warganegara, bimbingan teknis hukum
acara Mahkamah Konstitusi, dan lain sebagainya.
Untuk Jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat, berada dibawah Sub
Bidang Penyelenggaraan. Ringkasan tugas jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan
Diklat adalah sebagai berikut:
1. Menyusun draft instrumen penilaian dalam bentuk formulir kuesioner.
2. Menyiapkan bahan-bahan ujian pra pelatihan (pre test) dan pasca pelatihan
(post tes).
3. Mengadministrasikan hasil evaluasi peserta, tenaga pengajar/narasumber,
serta program dan penyelenggaraan pelatihan.
4. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas secara periodik.

15

BAB 3. RANCANGAN AKTUALISASI


3.1. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan aktualisasi dibuat sesuai dengan sasaran kinerja dan uraian jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan
Diklat. Kegiatan tersebut dirancang untuk dilaksanakan selama 15 hari saat off campus dari Diklat Prajabatan CPNS. Meskipun
kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu singkat, diharapkan nilai-nilai dasar profesi PNS yang menjadi ruh dalam kegiatan
tersebut dapat terinternalisasi dalam diri penulis untuk terus digunakan dalam melaksanakan tugas-tugasnya kedepan. Berikut
adalah uraian kegiatan yang direncanakan:
Tabel 3.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
N
o

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Output Kegiatan

Nilai Dasar
Profesi PNS

Kontribusi Pada
Visi Misi
Organisasi

Penguatan Nilai
Organisasi

Komitmen mutu
Akuntabilitas

Mendukung misi
organisasi dalam
meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konstitusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan yang
bertumpu pada
efektivitas kinerja

Etika publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas

Melaksanakan misi
organisasi untuk
meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konsttusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Kegiatan sesuai SKP dan Uraian Tugas Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat
1

Mempersiapkan
instrumen pra
evaluasi kegiatan
pendidikan

Memperbaiki dan menggandakan


kuesioner evaluasi
Menggandakan soal dan lembar
jawaban pre test dan post test
Memperbaiki dan menggandakan
lembar observasi kegiatan
Memperbaiki checklist evaluasi
kegiatan

Menyelenggaraka
n evaluasi
kegiatan
pendidikan

Menjadi petugas kuesioner:


1. Menjelaskan tujuan pengisian dan
mekanisme pengisian kuesioner
pada peserta
2. Membagikan kuesioner evaluasi
pada peserta dan narasumber
3. Mengumpulkan kuesioner evaluasi di
akhir sesi kegiatan

Kuesioner siap pakai


Soal dan lembar
jawaban siap pakai
Lembar Observasi
siap pakai
Checklist evaluasi
kegiatan siap pakai

Foto

Foto kegiatan
pengisian kuesioner
oleh peserta
Kuesioner yang sudah
terisi

16

4. Membuat arsip fisik kumpulan


kuesioner
Menjadi petugas pre test dan post
test:
1. Menjelaskan tujuan pengisian pre
test ataupun post test
2. Membagikan soal dan lembar
jawaban pre test atau post test pada
peserta
3. Mengumpulkan soal dan lembar
jawaban pre test atau post test
4. Membuat arsip fisik kumpulan soal
dan lembar jawaban pre test atau
post test
Menjadi notulen:
1. Mencatat uraian materi narasumber,
serta pertanyaan peserta dan
jawaban narasumber menggunakan
laptop
2. Membuat arsip digital kumpulan
notulensi
Menjadi observer pelaksanaan sesi
materi:
1. Hadir dalam sesi materi dari awal
sampai akhir
2. Mengamati jalannya kegiatan
dengan mengisi lembar observasi
3. Mengarsipkan lembar observasi
Menjadi obeserver pelaksanaan
teknis kegiatan:
1. Mengikuti seluruh penyelenggaraan
kegiatan dari awal sampai akhir
2. Mengamati jalannya kegiatan

Foto folder arsip fisik


kuesioner

Foto

Etika publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas

Melaksanakan misi
organisasi untuk
meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konsttusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Etika publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas

Melaksanakan
sasaran strategis
organisasi untuk
meningkatkan kualitas
penyelenggaraan
program pendidikan

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Foto kegiatan
pengisian pre test
atau post test oleh
peserta
Kuesioner yang sudah
terisi
Foto folder arsip fisik
kuesioner

Notulensi per sesi


kegiatan

Arsip digital notulensi


kegiatan

Foto
Lembar observasi
yang sudah terisi
Foto folder arsip fisik
lembar observasi

Foto
Checklist evaluasi

17

Merekapitulasi
data evaluasi
kegiatan

dengan mengisi checklist


pelaksanaan kegiatan
3. Mengarsipkan checklist pelaksanaan
kegiatan

kegiatan yang sudah


terisi
Foto folder arsip fisik
checklist kegiatan

Menginput kuesioner di lembar kerja


Ms.Excel:
1. Evaluasi narasumber kegiatan oleh
peserta
2. Evaluasi penyelenggaraan kegiatan
oleh peserta

Data Rekapitulasi:

3. Evaluasi dinamika peserta oleh


narasumber

Menginvetarisasi kritik dan saran


tertulis peserta terhadap narasumber
dan penyelenggara kegiatan, untuk
disampaiakan pada atasan langsung
1. Membuat tabel rekapitulasi saran
dan kritik peserta
2. Membuat draft nota dinas
penyampaian kritik dan saran
peserta tentang sarana dan
prasarana pada Kasubag Sarpras
- Memperbaiki nota dinas yang
telah dikoreksi oleh Kasubag
Penyelenggaraan ataupun Kabid
Program dan Penyelenggaraan
- Melengkapi administrasi
pengiriman nota dinas (nomor
nota dinas, tanda tangan)
- Menyampaikan nota dinas pada
staf Kasubag Sarpras

Komitmen mutu
Akuntabilitas

Melaksanakan
sasaran strategis
organisasi untuk
meningkatkan kualitas
penyelenggaraan
program pendidikan

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Komitmen mutu
Akuntabilitas
Anti korupsi

Melaksanakan
sasaran strategis
organisasi untuk
meningkatkan kualitas
penyelenggaraan
program pendidikan

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Evaluasi narasumber
kegiatan oleh peserta
Evaluasi
penyelenggaraan
kegiatan oleh peserta
Evaluasi dinamika
peserta oleh
narasumber

Tabel rekapitulasi
kritik dan saran
Draft nota dinas

Nota dinas hasil


koreksi

Nota dinas siap kirim

18

Membuat arsip fisik atapun digital


setiap nota dinas
3. Membuat draft nota dinas
penyampaian kritik dan saran
peserta atas narasumber pada
pimpinan

Memperbaiki nota dinas yang


telah dikoreksi oleh Kasubag
Penyelenggaraan ataupun Kabid
Program dan Penyelenggaraan
Melengkapi administrasi
pengiriman nota dinas (nomor
nota dinas, tanda tangan)
Menyampaikan nota dinas pada
staf pimpinan terkait
Membuat arsip fisik atapun digital
setiap nota dinas

Mengumpulkan dan melengkapi


lampiran utuk laporan evaluasi
kegiatan

Membuat laporan
evaluasi kegiatan
dan
melaporkannya
pada pimpinan

Menulis laporan evaluasi kegiatan,


dengan
menginterpretasi/menganalisa hasil:
1. Rekapitulasi kuesioner evaluasi
2. Tabel saran dan kritik peserta
3. Notulensi setiap sesi
4. Lembar observasi
5. Checlist kegiatan

Hasil scan nota dinas


Draft nota dinas

Nota dinas hasil


koreksi

Nota dinas siap kirim

Hasil scan nota dinas

Daftar lampiran dan


lampiran semua
berkas
penyelenggaraan
kegiatan
Draft Laporan
Evaluasi Kegiatan

Komitmen mutu
Akuntabilitas
Anti Korupsi

Melaksanakan
sasaran strategis
organisasi untuk
meningkatkan kualitas
penyelenggaraan
program pendidikan

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

19

Memperbaiki laporan sesuai koreksi


atasan
Melengkapi administrasi laporan dan
mengirimkannya pada atasan
ataupun intansi terkait
Membuat draft nota dinas terkait
laporan evaluasi pasca pelaksanaan
kegiatan
- ND penggandaan laporan kegiatan
- ND penyampaian laporan kegiatan

Laporan Evaluasi
Kegiatan hasil koreksi
Laporan Evaluasi
Kegiatan siap kirim

Memperbaiki nota dinas sesuai


koreksi atasan
Melengkapi administrasi pengiriman
nota dinas (nomor nota dinas, tanda
tangan)
Mengirimkan nota dinas dan
melaporkannya pada atasan
Membuat arsip fisik atapun digital
setiap nota dinas

Nota dinas hasil


koreksi
Nota dinas siap kirim

Komitmen mutu
Akuntabilitas
Anti Korupsi

Melaksanakan
sasaran strategis
organisasi untuk
meningkatkan kualitas
penyelenggaraan
program pendidikan

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Etika publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas

Mendukung
pelaksanakan sasaran
strategis organisasi
untuk meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konstiusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Draft nota dinas

Hasil scan nota dinas


Arip fisik dan digital
nota dinas

Kegiatan Tambahan Rutin dari Atasan


1

Menyiapkan dan
Membuat surat undangan sesuai
mengirimkan surat dengan kebutuhan kegiatan dan
undangan
perintah atasan, terdiri dari:
kegiatan
- Surat undangan narasumber
- Surat undangan moderator
di Sub Bidang
Penyelenggaraan - Surat undangan peserta
- Surat undangan ke instansi kerjasama
terkait
- Surat undangan ke pembukaan dan
penutupan oleh Sekjen ataupun
Kapusdik
- Surat undangan penjelasan teknis oleh

Draft surat undangan

20

Kapusdik

Memperbaiki surat undangan yang


telah dikoreksi oleh Kasubag
Penyelenggaraan ataupun Kabid
Program dan Penyelenggaraan

Surat undangan hasil


koreksi

Melengkapi administrasi pengiriman


surat undangan (nomor surat, tanda
tangan)

Surat udangan siap


kirim

Mengirim surat melalui pos, scan


melalui email, ataupun fax

Tanda terima
pengiriman

Berkordinasi dengan pihak terkait


melalui telpon/email untuk
memastikan sampainya surat
undangan.

Laporan singkat hasil


koordinasi

Membuat arsip fisik ataupun digital


dari surat-menyurat di Sub Bidang
Penyelenggaraan

Hasil scan surat


undangan

Menyiapkan dan
Membuat draft nota dinas sesuai
mengirimkan nota dengan kebutuhan kegiatan dan
dinas terkait
perintah atasan, terdiri dari:
persiapan
- ND Permohonan bahan dan
pelaksaanaan
perlengkapan kegiatan dan lampiran
kegiatan
RAB kebutuhan bahannya
- ND penyediaan mesin fotocopy
di Sub Bidang
Penyelenggaraan - ND permohonan dukungan perawat dan
fasilitas medis
- ND permohonan tim peliputan dan
dokumentasi

Draft nota dinas

Etika publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas

Mendukung
pelaksanakan sasaran
strategis organisasi
untuk meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konstiusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

21

Menjadi panitia
penyelenggara
kegiatan

Memperbaiki nota dinas yang telah


dikoreksi oleh Kasubag
Penyelenggaraan
Melengkapi administrasi pengiriman
nota dinas (nomor nota dinas, tanda
tangan)
Mengirim nota dinas melalui pos,
scan melalui email, ataupun fax
Berkoordinasi dengan pihak terkait
melalui telepon/email untuk
memastikan sampainya nota dinas
dan tindak lanjutnya

Nota dinas hasil


koreksi

Membuat arsip fisik atapun digital


setiap nota dinas dan disposisinya di
Sub Bidang Penyelenggaraan

Hasil scan nota dinas

Menjadi panitia registrasi kegiatan


- Menyiapkan formulir biodata peserta
- Menyiapkan daftar hadir registasi
- Menyiapkan tanda terima seminar kit
- Menjadi panitia penerimaan registrasi

Nota dinas siap kirim

Tanda terima
pengiriman
Laporan singkat hasil
koordinasi

Semua formulir, daftar


registrasi, dan daftar
hadir pelaksanaan
kegiatan yang sudah
terisi

Etika publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas
Anti korupsi
Nasionalisme

Mendukung
pelaksanakan sasaran
strategis organisasi
untuk meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konstiusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan
Integritas

Form standar A1 A
seterusnya

Komitmen mutu
Akuntabilitas

Mendukung
pelaksanakan sasaran
strategis organisasi
untuk meningkatkan
kualitas
penyelenggaraan

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan yang
bertumpu pada
efektivitas kinerja

Kegiatan Inisiatif
1

Membuat
- Semua dokumen evaluasi dibuat form
dokumen standar
standar A1-A seterusnya dan
evaluasi bagi
disimpan di folder yang disepakati dan
penyusun evaluasi
semua panitia kegiatan bisa
dan pelaporan
mengaksesnya
diklat

22

Membuat standar - Membuat standar pelayanan yang


pelayanan yang
bersumber dari SOP
bersumber dari
penyelenggaraan kegiataan pelatihan
- Menyepakatinya dengan staf dengan
SOP
jabatan yang sama
penyelenggaraan
Mengkunsultasikannya
dengan coach,
kegiatan pelatihan
mentor dan atasan

Draft Standar
Pelayanan

Komitmen mutu
Akuntabilitas

Membuat e-paper - Mengolah dokumen notulensi menjadi


materi dari hasil
tulisan singkat
notulensi kegiatan - Mengkonsultasikannya dengan atasan
- Mengupload dan mempublikasikannya
jika mendapat peersetujuan
- Menyebarkan tulisan dalam jejaring
alumni kegiatan yang selama ini telah
dimiliki Pusdik Pancasila dan
Konstitusi

Draft E-paper

Etika Publik
Komitmen mutu
Akuntabilitas

program pendidikan
Mendukung
pelaksanakan sasaran
strategis organisasi
untuk meningkatkan
kualitas
penyelenggaraan
program pendidikan
Mendukung
pelaksanakan sasaran
strategis organisasi
untuk meningkatkan
pemahaman
masyarakat mengenai
pancasila dan hak
konstiusional warga
negara

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan yang
bertumpu pada
efektivitas kinerja

Kesetiaan pada tugas


Pelayanan yang
bertumpu pada
efektivitas kinerja

23

3.2. Deskripsi Tabel Rencana Kegiatan Aktualisasi


Berikut ini adalah penjelasan dari tabel rancangan kegiatan aktualisasi, secara lebih
rinci akan dijabarkan bagaimana nilai-nilai dasar profesi PNS, yaitu akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi mendasari pelaksanaan kegiatan
aktualisasi. Selain itu, bagian ini juga akan menjelaskan bagaimana kegiatan aktualisasi
dapat berkontribusi pada visi-misi Mahkamah Konstitusi dan pada penguatan pada nilai-nilai
dasar organisasi di Mahkamah Konstitusi. Berikut adalah penjabarannya:
A. Kegiatan Sesuai Standar Kinerja Pegawai (SKP) dan Uraian Jabatan Penyusun
Evaluasi dan Pelaporan Diklat
Bagian ini akan menjelaskan rancangan kegiatan yang menjadi tugas pokok jabatan
Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat. Kegiatan tersebut merupakan ekstraksi dari
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan uraian jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat.
Kegiatan pokok ini diklasifikasikan menjadi empat bahagian besar yaitu tahap persiapan,
penyelenggaraan, pengadministrasian atau pengolahan data, dan pembuatan laporan
evaluasi kegiatan.
1. Mempersiapkan instrumen pra evaluasi kegiatan
Persiapan instrumen evaluasi kegiatan adalah tugas yang selalu dilakukan
penulis dalam rangka memenuhi tugas utamanya yaitu melakukan evaluasi dan
pelaporan. Evaluasi dilakukan pada kegiatan yang beragam. Dalam hal ini, Pusat
Pendidikan Pancasila dan Konstitusi menyelenggarakan mulai dari pendidikan dan
pelatihan, bimbingan teknis, pesantren konstitusi, dan pengajian konstitusi. Inti dari
kegiatan tersebut adalah menyosialisasikan nilai-nilai pancasila dan hak-hak
konstitusional warga negara.
Sebagai institusi yang berusaha menjaga komitmen mutu dalam setiap
penyelenggaraan kegiatan, persiapan evaluasi menjadi perwujudan upaya positif
Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Rangkaian persiapan evaluasi tersebut
meliputi kegiatan koordinasi untuk pembagian tugas baik antara sesama staf dengan
jabatan yang sama dan dengan atasan langsung. Berikut adalah uraian tentang
peranan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan:
a. Komitmen Mutu
Memperbaiki kuesioner evaluasi, checklist kegiatan dan lembar
observasi agar sesuai dengan konteks kegiatan. Selain itu

24

dokumen tersebut dibuat dalam format yang mudah dibaca dan


dipahami peserta dan narasumber yang mengisi.
Menggandakan kuesioner evaluasi, checklist kegiatan, lembar
observasi, lembar jawaban dan soal pre test dan post test sesuai
kebutuhan kegiatan. Hal ini sebagai bentuk komitmen terhadap
mutu penyelenggaraan pendidikan, yakni melaksanakan evaluasi
dengan persiapan yang jelas dan matang.
Menyiapkan 3 jenis kuesioner evaluasi, yaitu kuesioner evaluasi
setiap

narasumber

oleh

peserta,

kuesioner

evaluasi

penyelenggaraan kegiatan oleh peserta, dan kuesioner evaluasi


penyelenggaraan kegiatan oleh narasumber, sebagai bentuk
kepatuhan pada standar atau prosedur penyelenggaraan kegiatan
yang telah ditetapkan.
Menyiapkan instrumen

evaluasi

sebagai

upaya

menjaring

kekurangan dan kelebihan penyelenggaraan, sehingga nantinya


dapat menjadi bahan evaluasi yang berbasiskan pada data yang
akurat. Hal ini dilakukan masih dalam rangka peningkatan kualitas
penyelenggaraan kegiatan pendidikan.
b. Akuntabilitas
Memastikan instrumen evaluasi kegiatan dapat menjadi alat ukur
yang valid sesuai dengan keseluruhan aspek penting dalam
pelaksanaan kegiatan.
Menyiapkan
instrumen

evaluasi

kegiatan

sebagai

upaya

mendukung transparansi penyelenggaraan kegiatan sedari awal


sampai akhir.
Menyiapkan instrumen

evaluasi

kegiatan

untuk

mendukung

pencapaian outcome jabatan, yaitu Laporan Evaluasi Kegiatan.


Memperhitungkan dengan tepat jumlah instrumen evaluasi
kegiatan

yang

harus

digandakan

sehingga

tidak

terjadi

pemborosan. Hal ini sebagai bentuk penggunaan kertas dan tinta


(sumberdaya negara) secara tepat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakaan rangkaian upaya mendukung
misi organisasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pancasila
dan hak konstitusional warga negara. Dalam pelaksanaanya, kegiatan persiapan
evaluasi seperti menyiapkan dan menggandakan kuesioner, checklist evaluasi

25

kegiatan, lembar observasi kegiatan, soal dan lembar jawaban pre test dan post test,
dilakukan berdasarkan nilai-nilai organisasi. Nilai tersebut tercermin dalam kode etik
dan perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas dan pelayanan yang bertumpu pada
efektivitas kinerja.
2. Menyelenggarakan evaluasi kegiatan
Dalam penyelenggaraan evaluasi kegiatan, penulis dengan bekerjasama
dengan sesama staf maupun atasan, telah melakukan persiapan yang matang. Hal ini
bertujuan agar pelaksanaan kegiatan evaluasi dapat berjalan lancar da tepat waktu.
Berikut adalah uraian tentang peranan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan:
a. Etika Publik
Mematikan alat komunikasi sehingga tidak mengganggu jalannya
kegiatan, hal ini karena pengevaluasi hadir dalam setiap sesi
kegiatan.
Menggunakan bahasa yang sopan dan kalimat yang jelas dalam
menjelaskan tujuan pengisian kuesioner pada peserta maupun
narasumber.
Berinteraksi sewajarnya dengan peserta dan panitia sehingga tidak
mengganggu jalannya kegiatan.
Menjalankan tugas evaluasi secara profesional, fokus dan teliti
Menggunakan pakaian yang rapi dan sopan demi menjaga
martabat dan kehormatan institusi.
Ramah, sopan, dan menghargai peserta pendidikan, narasumber,
dan panitia dalam kegiatan pendidikan
b. Komimen Mutu
Menyiapkan alat tulis dan laptop yang dibutuhkan sebelum
melaksanakan evaluasi (sebagai notulen ataupun observer),
sehingga saat mengikuti kegiatan pendidikan, kelengkapa yang
dibutuhkan telah tersedia.
Melaksanakan evaluasi sebagai bentuk quality control terhadap
penyelenggaraan kegiatan.
Menyelesaikan semua semua dokumen evaluasi yang harus diisi
oleh pengevaluasi dengan cepat, tepat dan berkualitas
Melaksanakan urutan pekerjaan sesuai prosedur dan instruksi
khusus dari atasan jika ada
c. Akuntabilitas
Memahami bahwa ada tujuan/outcome yang jelas dalam setiap
pelaksanaan kegiatan evaluasi yangdilakukan

26

Memastikan semua dokumen evaluasi terisi sehingga dapat


menghasilkan output laporan evaluasi yang berkualitas
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakaan rangkaian upaya mendukung
misi organisasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pancasila
dan hak konstitusional warga negara. Kontribusi ini sifatnya langsung karena core
bussiness di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi merupakan misi kedua dari
Mahkamah Konstitusi. Dalam pelaksanaanya, kegiatan evaluasi seperti membagikan
kuesioner pada peserta dan narasumber, mengisi checklist evaluasi kegiatan, mengisi
lembar observasi kegiatan, membagikan soal dan lembar jawaban pre test dan post
test, dilakukan berdasarkan nilai-nilai organisasi. Nilai tersebut tercermin dalam kode
etik dan perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas, pelayanan yang bertumpu pada
efektivitas kinerja, dan integritas.
3. Mengadministrasi data evaluasi kegiatan
Mengadministrasi data evaluasi kegiatan adalah tugas yang sifatnya
sederhana, namun membutuhkan waktu yang lama, fokus sekaligus ketelitian. Dalam
melaksanakannya, penulis berpegang pada nilai-nilai dasar profesi PNS sebagai
berikut:
a. Komitmen Mutu
Menginput kuesioner berdasarkan jenisnya, dan menghasilkan
rekapitulasi data yang rapi, tidak mengandung kesalahan, dan
mudah dibaca.
Menginventariasai kritik dan saran peserta terhadap narasumber
dan

penyelenggaraan

kegiatan

tanpa

mengurangi

ataupun

menambahi, sehingga data yang akan digunakan untuk evaluasi


berdasarkan kondisi ril. Hal ini tentunya bermanfaat bagi upaya
peningkatan kualitaspenyelenggaraan kegiatan.
b. Akuntabilitas
Memastikan semua dokumen selama kegiatan evaluasi tersimpan
dengan

baik,

sehingga

dapat

dipertanggungjawabkan

pelaksanaannya.
Fokus dan teliti dalam menginput data kuesioner agar data yang
dihasilkan seusia dengan keadaan yang sebenarnya.

27

Konsisten dalam menjaga performa kerja saat pengadministrasian


data kuesioner sehingga pekerjaan selesai tepat waktu .
Menindaklanjuti rekapitulasi kritik dan saran peserta dengan
melaporkannya

pada

pimpinan,

sehingga

kualitas

penyelenggaraan pendidikan baik dari segi pelayanan, sarana dan


prasarana, maupun kesesuaian narasumber dapat ditingkatkan
dalam waktu singkat. Hal ini penting dilakukan agar penyelenggara
tidak mengulang kesalahan yang sama pada kegiatan berikutnya
yang jarak waktu pelaksanaannya bisa saja berdekatan.
c. Anti Korupsi
Mengutamakan

integritas

dalam

menginput

data-data

yang

didapatkan selama evaluasi


Tidak korupsi waktu/disiplin dalam setiap sesi evaluasi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian upaya mendukung
misi organisasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pancasila
dan hak konstitusional warga negara. Kontribusi ini sifatnya langsung karena core
bussiness di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi merupakan misi kedua dari
Mahkamah Konstitusi. Dalam pelaksanaanya, pengadministrasian data hasil evaluasi
kegiatan juga berpedoman pada nilai dasar organisasi. Nilai tersebut tercermin dalam
kode etik dan perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas, pelayanan yang bertumpu
pada efektivitas kinerja, efisiensi kinerja dan integritas.

28

4. Membuat laporan evaluasi penyelenggaraan kegiatan dan melaporkannya pada


pimpinan
Membuat laporan evaluasi adalah output utama jabatan Penyususn evaluasi
dan pelaporan Diklat. Laporan adalah hasil akhir dari seluruh rangkaian kegiatan
evaluasi. Dalam membuat laporan tersebut, penulis mendasarinya dengan nilai-nilai
daar profesi PNS sebagai berikut:
a. Komitmen Mutu
Menggunakan kompetensi yang dimiliki dalam menganalisa data
yang telah didapatkan, sehingga mewujud dalam suatu laporan
yang mudah dibaca dan dipahami baik oleh atasan maupun
instansi terkait
Mampu membedakan data utama dan data pendukung dalam
menulis laporan evaluasi
Menjaga kerapian, struktur, dan teknis penyusunan laporan
Memahamai bahwa kejelasan penulisan laporan berpengaruh pada
tindak lanjut hasl evaluasi oleh staf maupun bagian yang terkait
dengan penyelengaraan
b. Akuntabilitas
Menghasilkan laporan yang berkualitas dan berorientasi untuk
perbaikan penyelenggaraan pendidikan.
Mengkomunikasikan dengan baik hasil

evaluasi

dengan

stakeholder.
Menggunakan data-data yang dimiliki sesuai konteks dan tujuan
yang tepat.
c. Anti Korupsi
Melaporkan secara jujur kesalahan maupun kekeliruan yang
ditemukan selama melaksanakan evaluasi.
Tidak korupsi waktu/disiplin dalam setiap sesi evaluasi.
Pembuatan laporan evaluasi tersebut juga merupakan rangkaian upaya
mendukung misi organisasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai
pancasila dan hak konstitusional warga negara. Urgensinya dalah pada peningkatan
kulaitas

penyelenggaraan

pendidikan

melaui

evaluasi

yang

konsisten

dan

berkelanjutan. Kontribusi ini sifatnya langsung karena core bussiness di Pusat


Pendidikan Pancasila dan Konstitusi merupakan misi kedua dari Mahkamah
Konstitusi. Dalam pelaksanaanya, pembuatan laporan evaluasi kegiatan juga

29

berpedoman pada nilai dasar organisasi. Nilai tersebut tercermin dalam kode etik dan
perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas, pelayanan yang bertumpu pada
efektivitas kinerja, efisiensi kinerja dan integritas.
B. Kegiatan Tambahan Rutin dari Atasan
Kegiatan tambahan rutin dari atasan pada dasarnya masih dalam ruang lingkup
kegiatan di Sub Bidang Penyelenggaraan. Kegiatan tambahan ini adalah kegiatan yang
seharusnya menjadi tugas jabatan Pengelola Penyelenggaraan dan Pendidikan. Namun
karena kurangnya sumberdaya organisasi (hanya ada satu orang staf senior dalam jabatan
tersebut), maka membantu sebagian kecil tugasnya menjadi tugas tambahan bagi staf lain
dalan sub bidang yang sama. Selain itu, tugas penyelenggaraan pendidikan membutuhkan
sumberdaya manusia yang banyak, karena itu secara bergantian sesuai dengan jadwal yang
diberikan oleh atasan, setiap staf mendapat giliran sebagai panitia penyelenggaraan kegiatan
pendidikan dengan tugas yang beragam dari waktu ke waktu. Berikut adalah tugas tambahan
tersebut:
1. Menyiapkan dan mengirimkan surat undangan kegiatan di Sub Bidang
Penyelenggaraan
Mengingat banyaknya jumlah surat yang harus dibuat dan dikirim, membantu
dalam membuat surat undangan menjadi tugas tambahan penulis di kantor. Dalam
menyiapkan surat tersebut, dilandasi dengan nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu:
a. Etika Publik
Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sopan, dan
disesuaikan dengan kepada siapa undangan ditujukan.
Menanyakan pada atasan jika ada permintaan khusus terkait
informasi yang hendak diberikan dalam surat undangan, agar tidak
terjadi kesalahan komunikasi antara kedua belah pihak yeng
mengundang ataupun diundang.
Memperhatikan norma-norma tidak tertulis dalam mengirimkan
undangan baik ke internal Mahkamah Kostitusi maupun ke
eksternal.
Menuliskan gelar dari pihak yang diundang sebagai bentuk
penghargaan.
Mengirimkan surat dalam format yang baku, dengan amplop yang
rapi dan diupayakan sampai tepat waktu.
Mengkonfirmasi hasil atau tindak lanjut dari surat yang dikirimkan
dengan cara yang sopan.

30

b. Komitmen Mutu
Mengecek kembali surat untuk memastikan tidak ada kesalahan
tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan gaya bahasa.
Menggunakan kertas yang berkualitas dalam mencetak surat
undangan.
c. Akuntabilitas
Mendokumentasikan setiap surat undangan yang dibuat sebagai
bentuk pertanggungjawaban.
Memastikan alamat tujuan surat benar sehingga surat sampai
sesuai dengan harapan.
Kegiatan tambahan dalam bentuk menyiapkan dan mengirimkan surat
tersebut juga merupakan rangkaian upaya mendukung pelaksanakan sasaran
strategis organisasi untuk menyelenggarakan kegiatan yang mampu meningkatkan
pemahaman masyarakat mengenai pancasila dan hak konstiusional warga negara.
Kontribusi ini sifatnya langsung karena core bussiness di Pusat Pendidikan Pancasila
dan

Konstitusi

merupakan

misi

kedua

dari

Mahkamah

Konstitusi.

Dalam

pelaksanaanya, penulis juga melandasinya dengan nilai-nilai dasar organisasi. Nilai


tersebut tercermin dalam kode etik dan perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas,
bertumpu pada efektivitas kinerja, efisiensi kinerja dan integritas.
2. Menyiapkan dan mengirimkan nota dinas terkait persiapan pelaksanaan
kegiatan di Sub Bidang Penyelenggaraan
Menyiapkan dan mengirimkan nota dinas juga menjadi tugas tambahan
penulis di kantor. Kegiatan ini membutuhkan koordinasi baik antara sesama staf
maupun natara staf dengan atasan. Dalam menyiapkan nota dinas tersebut, dilandasi
dengan nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu:
a. Etika Publik
Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sopan, dan
disesuaikan dengan kepada siapa nota dinas ditujukan.
Menanyakan pada atasan jika ada permintaan khusus terkait
informasi yang hendak diberikan dalam nota dinas, agar tidak
terjadi kesalahan komunikasi antara kedua belah pihak dikirimi
ataupun mengirimkan nota dinas.
Memperhatikan norma-norma tidak tertulis dalam mengirimkan
nota dinas.

31

Mencermati penulisan nama dan gelar dari pihak yang dikirimi nita
dinas sebagai bentuk penghargaan.
Mengirimkan nota dinas dalam format yang baku.
Mengkonfirmasi hasil atau tindak lanjut dari nota dinas yang
dikirimkan dengan cara yang sopan.
b. Komitmen Mutu
Mengecek kembali nota dinas untuk memastikan tidak ada
kesalahan tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan gaya bahasa.
Menggunakan kertas yang berkualitas dalam mencetak nota dinas.
c. Akuntabilitas
Mendokumentasikan setiap nota dinas yang dibuat dan disposisi
yang menjadi hasilnya sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Memastikan tujuan nota dinas benar sehingga sampai sesuai
dengan harapan.
Kegiatan tambahan dalam bentuk menyiapkan dan mengirimkan nota dinas
tersebut juga merupakan rangkaian upaya mendukung pelaksanakan sasaran
strategis organisasi untuk menyelenggarakan kegiatan yang mampu meningkatkan
pemahaman masyarakat mengenai pancasila dan hak konstiusional warga negara.
Kontribusi ini sifatnya langsung karena core bussiness di Pusat Pendidikan Pancasila
dan

Konstitusi

merupakan

misi

kedua

dari

Mahkamah

Konstitusi.

Dalam

pelaksanaanya, penulis juga melandasinya dengan nilai-nilai dasar organisasi. Nilai


tersebut tercermin dalam kode etik dan perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas
dengan melaksanakannya sampai selesai, bertumpu pada efektivitas kinerja, efisiensi
kinerja dan integritas.
3. Menjadi panitia penyelenggara kegiatan
Menjadi panitia penyenlenggara kegiatan adalah tugas tambahan yang
pelaksanaanya bisa sekaligus dilakukan dengan pelaksanaan evaluasi kegiata. Hal ini
karena penyelenggaraan kegiatan dan evaluasi adala satuan yang tak terpisahkan
baik dari segi waktu ataupun tempat pelaksanaan. Dalam melaksanakan tugas
tersebut,

penulis

melandasinya

dengan

nilai-nilai

dasar

profesi

PNS.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan salah satunya berupa Sosialisasi Pemahaman


Hak Konstitusional Warga Negara mengandung keseluruhan nilai-nilai dasar profesi
PNS yang diringkaskan sebagai ANEKA. Berikut adalah penjabarannya:
a. Etika Publik
Menggunakan pakaian yang sopan dan mencerminkan martabat
dan kehormatan Mahkamah Konstitusi.

32

Melayani peserta dengan ramah, senyum, salam, sapa.


Mengakomodir kebutuhan peserta pendidikan dengan baik
Membuka meja registrasi tepat waktu.
Cepat dan tanggap dalam melayani kebutuhan ataupun keluhan

peserta.
Menjalin komunikasi yang baik dengan peserta, panitia, dan
atasan.
Mengutamakan kepuasan peserta pendidikan dalam memberikan
pelayanan
b. Komitmen Mutu
Memastikan kondisi sarana dan prasaranan baik, bersih, dan
sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan.
Memulai dan mengakiri setiap sesi kegiatan dengan tepat waktu
Melayani narasumber dan peserta secara profesional dan sebaik
mungkin.
Solutif dalam menanggapi setiap pemasalahan yang muncul dalam
proses terlaksananya kegiatan.
c. Akuntabilitas
Memahami hak dan kewajiban sebagai panitia penyelenggara
kegiatan.
Memahami bahwa tujuan akhir kegiatan adalah tercapainya misi
Mahkamah Konstitusi
Kompeten dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai panitia
penyelenggaraan.
Mengetahui jobdesk masing-masing dan tidak saling lempar
tanggung jawab jika dalam proses pelaksanana kegiatan terjadi
kesalahan.
d. Anti Korupsi
Menerima hanya honorarium yang resmi sebagai panitia kegiatan.
Menolak pemebrian berupa uang, hadiah, makanan, yang
diberikan oleh peserta dalam bentuk apapun.
Berhati-hati dalam memenuhi permintaan

peserta

yang

mengingnkan tanda tangan atasan sebagai bukti SPPD


c. Nasionalisme
Menyadari bahwa tugas yang dilakukan tidak sekedar untuk
menggugurkan kewajiban, tapi sebagai kontribusi pada tercapainya
misi Mahkamah Konstitusi, yaitu meningkatkan pemahaman

33

masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila dan hak-hak konstitusional


warga negara
Menjalankan fungsi sebagai pelayan publik sebak mungkin.
Kegiatan tambahan sebagai panitia penyelenggara kegiatan pendidikan
merupakan rangkaian upaya mendukung pelaksanakan misi maupun sasaran
strategis

organisasi.

Inti

dari

misi

dan

sasaran

strategis

tersebut

adalah

menyelenggarakan kegiatan yang mampu meningkatkan pemahaman masyarakat


mengenai pancasila dan hak konstiusional warga negara. Dengan begitu, diharapkan
nilai-nilai pancasila dan pemahaman erhadap hak-hak konstitusionalnya dapat
menjadi dasar pola pikir, pola sikap, dan pola tindak masyarakat. Kontribusi ini
sifatnya langsung karena core bussiness di Pusat Pendidikan Pancasila dan
Konstitusi merupakan misi kedua dari Mahkamah Konstitusi. Dalam pelaksanaanya,
penulis juga melandasinya dengan nilai-nilai dasar organisasi. Nilai tersebut tercermin
dalam kode etik dan perilaku pegawai yaitu kesetiaan pada tugas dengan
melaksanakannya sampai selesai, bertumpu pada efektivitas kinerja, efisiensi kinerja
dan integritas.
C. Kegiatan Inisiatif
Kegiatan inisiatif berikut adalah ide yang hendak dilaksanakan penulis saat aktualisasi
di tempat kerja. Kegiatan inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja penulis melalui
perubahan atau inovasi. Perubahan atau inovasi tersebut berbentuk metode, cara kerja, atau
bahkan ide baru. Semangat dari kegiatan inisiatif tersebut adalah efektifitas kinerja, efisiensi
kinerja, dan upaya untuk terus meningkatkan mutu dari program-program di Pusat
Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Berikut adalah penjabarannya:
1. Membuat dokumen standar evaluasi bagi Penyusun Evaluasi dan Pelaporan
Diklat
Dokumen standar evaluasi bagi Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat ini
bertujuan untuk mempermudah dalam mengevaluasi penyelenggaraan diklat dan
untuk

meningkatkan

efektifitas

koordinasi

kegiatan

antara

sesama

panitia

penyelenggara diklat. Ide ini berangkat dari pengalaman penulis setelah beberapa
bulan bekerja sebagai pengevaluasi dan pelapor kegiatan pendidikan. Selama ini
pelaksanaan evaluasi sudah cukup baik dan mendapatkan apresiasi positif dari
pimpinan. Namun terlepas dari itu, penulis memilik ide untuk lebih memudahkan
koordinasi dan pelaksanaan evaluasi kegiatan. Ide tersebut adalah mengidentifikasi
dokumen evaluasi yang telah digunakan selama ini dan membuatnya kedalam bentuk

34

form standar A1, A2, sampai dengan seterusnya. Kemudian dokumen standar
tersebut disimpan di intranet kantor (di folder yang disepakati), dimana semua panitia
kegiatan bisa mengaksesnya. Hal ini tentunya akan memudahkan siapapun yang
menjadi pengevaluasi sekaligus akan menyeragamkan format dokumen evaluasi.
Kemudahan lainnya adalah untuk menghilangkan ketergantungan pada salah satu
staf ataupun pimpinan yang mengetahui secara detail dokumen apa saja yang
dibutuhkan dalam evaluasi.
Ide ini akan lebih baik jika mendapatkan persetujuan dari atasan, namun pada
prinsipnya, dengan atau tanpa persetujuan atasan, ide ini tetap dapat diterapkan di
level individu dan antara sesama staf saja. Hal ini karena ide tersebut tidak akan
merubah substansi evaluasi namun lebih pada memudahkan koordinasi tentang
dokumen evaluasi terutama antara sesama staf dalam jabatan Penyusun Evaluasi
dan Pelaporan Diklat.

35

2. Membuat breakdown standar operasional teknis penyelenggaraan kegiatan


pelatihan
Panduan teknis dalam penyelenggaraan kegiatan sudah tertuang dalam
checklist kegiatan. Namun penulis memandang perlu untuk membuat suatu
breakdown standar operasional teknis yang sifatnya lebih menyeluruh, dari awal
persiapan penyelenggaraan sampai pada akhir pelaporan. Breakdown standar
operasional teknis ini tidak hanya akan bermanfaat bagi Penyusun Evaluasi dan
Pelaporan Diklat namun juga panitia penyelenggaraan kegiatan. Bagi Penyusun
Evaluasi dan Pelaporan Diklat, breakdown standar operasional teknis bermanfaat
sebagai panduan mengecek penyelenggaraan kegiatan mulai dari tahap persiapan
sampai pelaporan. Bagi panitia penyelenggaraan kegiatan, breakdown tersebut
bermanfaat sebagai panduan sekaligus pengingat apa saja yang akan dan harus
dilakukan dalam rangka menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang baik.
Ide ini akan lebih baik jika mendapatkan persetujuan dari atasan, namun pada
prinsipnya, dengan atau tanpa persetujuan atasan, ide ini tetap dapat diterapkan di
level individu. Sekurang-kurangnya ide ini akan memudahkan penulis dalam
melakukan evaluasi terhadap kegiatan pendidikan.
3. Membuat e-paper materi dari hasil notulensi kegiatan
Dalam membuat laporan evaluasi kegiatan, penyusun Evaluasi dan Pelaporan
Diklat mengumpulkan berbagai dokumen/data yang dimanfaatkan untuk menyusun
laporan evaluasi. Evaluasi tersebut mencakup evaluasi penyelenggaraan secara
teknis sampai pada substantif. Evaluasi teknis mengacu misalnya pada kelengkapan
dokume, proses penyelenggaraan kegiatan dari awal sampai akhir, sarana dan
prasarana, dan sebagainya. Sedangkan evaluasi substantif mengacu pada data dari
kuesioner, lembar observasi dan yang terpenting adalah notulensi kegiatan. Dari
notulensi tersebut penulis dapat menyimpulkan bagaimana pelaksanaan pendidikan
dari segi substantif, sehingga dapat menjawab apakah kegiatan pendidikan tersebut
mampu mencapai misi organisasi yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat akan
nilai-nilai Pancasila dan hak-hak konstitusional warga negaranya.
Seringkali dalam penelaahan hasil notulensi tersebut, penulis menemukan
banyak kebaruan, ide-ide, opini, dan pengetahuan dari narasumber yang merupakan
ahli di bidang tata negara, konstutisi, dan Pancasila. Selain itu, notulensi juga mampu
memberikan informasi tentang isu apa yang sedang menjadi kegelisahan masyarakat,
yang tercermin dari sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Berdasarkan

36

hal tersebut, penulis mempunyai ide untuk membuat e-paper yang bersumberan pada
hasil notulensi kegiatan. Berikut adalah rincian poin yang menjadi pertimbangan
a. Selama ini laporan evaluasi kegiatan yang juga berisikan bagaimana
penyelenggaraan kegiatan secara substantif hanya dilaporkan pada atasan
dan untuk internal Mahkamah Konstitusi, padahal laporan tentang substantif
kegiatan dapat disampaikan kepada publik, terutama pada peserta
pendidikan.
b. Admin dari microsite yang dimiliki Pusat Pendidikan Pancasila dan
Konstitusi telah mengupdate setiap kegiatan pendidikan, namun sifatnya
masih pemberitaan singkat yang belum merangkum substansi kegiatan
pendidikan dan urgensi dari kegiatan tersebut.
c. Peserta pendidikan sudah mendapatkan materi dari setiap sesi kegiatan
dalam bentuk hardcopy ataupun softcopy di dalam flashdisk, namun akan
lebih baik jika mereka juga mendapatkan e-paper yang merangkum
substansi dari setiap materi dan berita terkait kegiatan tersebut. Selain
karena lebih singkat untuk dibaca, e-paper juga dapat disebarkan pada
lingkungan alumni peserta pendidikan tersebut.
d. Sebagai salah satu pengemban misi Mahkamah Konstitusi untuk
meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila dan
hak-hak konstitusional warganegara, sudah selayaknya Pusat Pendidikan
Pancasila

dan

Konstitusi

memanfaatkan

berbagai

media

untuk

menyebarkan pengetahuan tersebut seluas-luasnya. Hal tersebut tidak


hanya dilakukan lewat penyelenggaraan sosialiasi, namun juga penyebaran
tulisan sehingga mampu menjangkau lebih banyak masa.
e. Narasumber yang menjadi pembicara dalam setiap kegiatan adalah tokoh
nasional yang setiap tindakan dan pemikirannya diacu baik oleh kalangan
akademisi maupun masyarakat umum. Amat disayangkan jika yang
bekesempatan mengetahui substansi materi hanya peserta pendidikan. Epaper adalah jawaban bagi masyarakat yang tertarik dengan kegiatan
pendidikan di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi namun belum
memiliki kesempatan untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

37

3.3. Jadwal Implementasi Kegiatan


Berikut adalah timeline implementasi kegiatan aktualisasi. Timeline tersebut bermanfaat dalam memberikan panduan dan
batas waktu dalam melaksanakan aktualisasi, sehingga setiap kegiatan terlaksana sesuai dengan rancana:
No
1
2
3
4

Bentuk Kegiatan
Kegiatan sesuai SKP & Unjab
Mempersiapkan instrumen pra
evaluasi kegiatan
Menyelenggarakan evaluasi kegiatan
Mengadministrasi data evaluasi
kegiatan
Membuat laporan evaluasi
penyelenggaraan kegiatan dan
melaporkannya pada pimpinan
Kegiatan tambahan rutin
Menyiapkan dan mengirimkan surat
undangan kegiatan
di Sub Bidang Penyelenggaraan
Menyiapkan dan mengirimkan nota
dinas terkait persiapan pelaksaanaan
kegiatan
di Sub Bidang Penyelenggaraan
Menjadi panitia penyelenggara
kegiatan
Kegiatan inisiatif
Membuat dokumen standar evaluasi
bagi penyusun evaluasi dan
pelaporan diklat
Membuat breakdown standar
operasional teknis penyelenggaraan
kegiatan pelatihan

Waktu Pelaksanaan
25

Bulan Agustus
26 27 28 29 30

31

Bulan September
6
7 8
9
10

11

12

13

14

38

Membuat e-paper materi dari hasil


notulensi kegiatan
3.4. Jadwal Bimbingan
Bagian ini berisi informasi tentang jadwal bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan coach dari Pusdiklat Kementerian
Sekretariat Negara, Ibu Dra. Ihsanira Dhevina E., M.A. dan mentor dari Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, yaitu Kepala
Bidang Program dan Penyelenggaraan, Ibu Elisabeth, S.E. Jadwal bimbingan yang telah dan akan dilaksanakan adalah sebagai
berikut:
No

Bentuk Kegiatan

Waktu Pelaksanaan
1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Konsultasi gambaran umum


rancangan
Konsultasi tabel rancangan
Konsultasi tabel rancangan
Konsultasi bab 1, 2, 3
Konsultasi bab 1, 2, 3

Pertemuan ke
9 10 11 12 13

14

15

16

17

18

19

20

39

3.5. Rencana Antisipasi


Kegiatan aktualisasi di tempat kerja sebagaimana yang telah dijabarkan diatas, pada
dasarnya adalah rencana yang dibuat berdasarkan apa yang penulis kerjakan selama ini,
sebelum mengikuti Diklat Prajabatan. Kegiatan yang dirancang masih berada dalam koridor
tugas penulis sebagai Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat di Pusat Pendidikan
Pancasila dan Konstitusi. Namun, dalam aktualisasi nantinya, penulis menyiapkan diri jika
terjadi perubahan atau situasi tertentu yang menghambat atau bahkan merubah pelaksanaan
aktualisasi. Berikut adalah rencana antisipasi yang dibuat:
1. Penulis berkoordinasi dengan staf yang lebih senior di kantor untuk mengetahui
kalender kegiatan atau jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu off
campus.
2. Kegiatan yang direncanakan terdiri dari tugas rutin yang selalu dikerjakan oleh
jabatan Penyusun Evaluasi dan Pelaporan Diklat agar tidak ada halangan dalam
mengaktualisasikan rencana kegiatan.
3. Jika ada rencana kegiatan yang belum selesai, penulis telah merancangnya
sedari input, proses sampai outcome yang jelas, sehingga tetap dapat dilanjutkan
walaupun Diklat Prajabatan telah selesai.
4. Waktu implementasi kegiatan dirancang untuk tidak saling tumpang tindih,
sehingga jika di lapangan ada prioritas tertentu yang harus dikerjakan, kegiatan
aktualisasi tetap dapat dilaksanakan
5. Merancang matriks bayangan dari kegiatan inisiatif sehingga memudahkan dalam
memberikan penjelasan dan mendapatkan persetujuan dari atasan.
6. Menyiapkan kegiatan inisiatif cadangan, untuk mengantisipasi jika kegiatan
inisiatif yang telah dipilih tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, baik dari segi
waktu ataupun dari segi persetujuan atasan.

40

BAB 4. CAPAIAN AKTUALISASI

41

4.1. Hasil Capaian Aktualisasi


No

Bentuk Kegiatan

Waktu Pelaksanaan
Bulan Agustus

Jenis Kegiatan
Kegiatan
tambahan

Kegiatan
tambahan

Kegiatan sesuai
SKP & Unjab

Kegiatan
tambahan

Kegiatan sesuai
SKP & Unjab
Kegiatan sesuai
SKP & Unjab
Kegiatan
tambahan

6
7

Kegiatan
tambahan

Kegiatan insisatif

25

Menyiapkan dokumen terkait persiapan


pelaksanaan kegiatan Sosialisasi
Pemahaman hak Konstitusional
Warganegara
Menjadi panitia kegiatan Sosialisasi
Pemahaman hak Konstitusional
Warganegara
Membuat laporan evaluasi
penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi
Pemahaman hak Konstitusional
Warganegara dan melaporkannya pada
pimpinan
Mengumpulkan data peserta untuk
persiapan pelaksanaan kegiatan
Bimbingan Teknis
Mempersiapkan instrumen pra evaluasi
kegiatan Bimbingan Teknis
Mengikuti rapat koordinasi persiapan
kegiatan Bimbingan Teknis
Menyiapkan draft surat undangan
terkait persiapan pelaksanaan kegiatan
Bimbingan Teknis
Menyiapkan draft nota dinas terkait
persiapan pelaksaanaan kegiatan
Bimbingan Teknis
Membuat dokumen standar evaluasi
bagi penyusun evaluasi dan pelaporan

26

27

28

29

Bulan September
30

31

10

11

12

13

14

42

10

Kegiatan inisiatif

11

Kegiatan inisiatif

diklat
Membuat breakdown standar
operasional teknis penyelenggaraan
kegiatan pelatihan
Membuat e-paper materi dari hasil
notulensi kegiatan

43

4.2. Kendala yang Dihadapi


4.3. Solusi Menghadapi Kendala

44

BAB 5. SIMPULAN DAN SARAN


5.1. Simpulan
Dalam merancang kegiatan aktualisasi, penulis sebisa mungkin memilih kegiatan
yang dapat memuat dan menggambarkan nilai-nilai dasar profesi PNS secara komprehensif.
Nilai-nilai seperti akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmrmen mutu, dan anti korupsi
dijadikan ruh dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga penulis benar-benar berlatih
bagimana nilai-nilai dasar profesi tersebut diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas
sebagai PNS sehari-hari.
Seluruh kegiatan yang direncanakan, memiliki tujuan/outcome dan output yang jelas.
Outputnya sendiri diarapkan dapat berkontribusi bagi penyelenggaraan, perbaikan, dan
pengembangan kegiatan di Pusat Pendidikan Pancasila da Konstitusi. Pada akhirnya,
dengan berpegang pada nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut, penulis berharap mampu
mendukung produktivitas dan kualitas kinerja birokrasi dan penyelenggaraan kegiatan di
Mahkamah Konstitusi, terutama di unit kerja Pusat Pendidikan Pancasila da Konstitusi.
5.2. Saran