Anda di halaman 1dari 2

Faktor yang mempengaruhi tekanan darah

Setiap kali jantung berdetak, tekanan darah yang terjadi bervariasi


antara sebuah tekanan maksimum (sistolik) dan minimum (diastolik).
Tekanan darah dalam sirkulasi utamanya dipengaruhi oleh aksi pemompaan
yang dilakukan oleh jantung. Laju rata-rata dari aliran darah bergantung
pada dua hal, baik pada tekanan darah dan tahanan yang diciptakan oleh
pembuluh darah.
Tekanan darah rata-rata semakin menurun sejalan dengan darah yang
berjalan menjauhi jantung melalui arteri dan kapiler akibat dari
berkurangnya energi viskositas. Gravitasi juga turut mempengaruhi tekanan
darah melalui tekanan hidrostatis. (Klabunde, Richard. 2005.
Cardiovascular Physiology Concept. Philadelphia : Lippincot Williams
& Wilkins. Hlm : 93)
Banyak faktor fisik yang mempengaruhi tekanan arteri. Masing-masing
dipengaruhi lagi oleh faktor fisiologis seperti diet, latihan, obat-obatan atau
stres, alkohol, dan obesitas. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
tekanan darah antara lain :
1. Volume cairan atau volume darah
Jumlah dari darah yang ada dalam tubuh; semakin banyak darah
yang ada dalam tubuh, semakin tinggi laju darah balik ke jantung, dan
menghasilkan curah jantung. Ada beberapa hubungan antara
pemasukan garam dan peningkatan volume darah, sangat berpotensi
meningkatkan tekanan darah, walaupun hal ini bervariasi pada tiap
individu dan sangat tergantung pada sistem saraf otonom dan sistem
renin-angiotensin. (Caplea, A., Seachrist, D., Dunphy, G., Ely, D.
(2006). Sodium-induced rise in blood pressure is suppressed
by androgen receptor blockade. AJP Heart (4): 1793)
2. Resistensi
Pada sistem sirkulasi, hal ini adalah tahanan pada pembuluh
darah. Semakin tinggi tahanannya, semakin tinggi pula tekanan darah
yang akan terjadi. Tahanan berhubungan dengan radius pembuluh
darah (semakin besar radiusnya, maka semakin rendah tahanannya),
panjang pembuluh darah (semakin panjang pembuluh darah, semakin
tinggi tahanannya), viskositas darah, dan juga kelenturan dari dinding
pembuluh darah. Kelenturannya dapat berkurang oleh karena
tumpukan deposit lemak pada dinding arteri.
Substansi yang dikenal dengan vasokonstriktor juga dapat
mengurangi ukuran dari pembuluh darah, yang akhirnya meningkatkan
tekanan darah. Vasodilator (seperti nitroglicerin) meningkatkan ukuran
pembuluh darah, yang akan menurunkan tekanan arteri.
3. Viskositas

Jika darah menjadi lebih kental atau tebal akan menghasilkan


peningkatan tekanan arteri. Beberapa kondisi medis dapat mengubah
viskositas darah seperti anemia (konsentrasi sel darah merah di bawah
normal), mengurangi viskositas, sebaliknya, peningkatan konsentrasi
darah akan meningkatkan viskositas darah.
Selebihnya lagi, tekanan darah adalah hasil dari curah jantung
dikalikan dengan tahanan perifer. Sebagai hasilnya, perubahan abnormal
pada tekanan darah biasanya adalah sebuah indikasi dari sebuah masalah
yang mempengaruhi curah jantung, tahanan pembuluh darah atau
keduanya.
(Chiolero, A. (2014). The quest for blood pressure
reference values in children. Journal of hypertension (3):477)