Anda di halaman 1dari 27

GERBANG

Laporan Perhitungan Struktur

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR


GERBANG UTAMA
UNIVERSITAS TEUKU UMAR
KABUPATEN ACEH BARAT
PROVINSI ACEH

OKTOBER 2014

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

PENDAHULUAN

Gerbang, merupakan bangunan portal beton yang menjadi pintu akses utama kompleks.
Sistem struktur utama gerbang ini di rencanakan sebagai sistem rangka terbuka beton
bertulang dan didesain sebagai rangka pemikul momen khusus beton.
Analisis struktur menggunakan metode kekakuan frame tiga dimensi (analisis dinamik
gempa). Sedangkan desain struktur menggunakan metode desain kekuatan batas.
2

UMUM

2.1

Satuan

Satuan yang digunakan dalam perhitungan adalah:


Panjang
Luas
Gaya
Momen
Tegangan

:
:
:
:
:

mm, m
mm2, m2
kg, ton , N, kN
kgm, tonm, kNm, Nmm
kg/cm2, N/mm2

2.2

Peraturan, Standar, Referensi dan Program Aplikasi Komputer

2.2.1

Peraturan dan Standar

Peraturan dan standar yang digunakan adalah :


1.
Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983.
2.
Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI - 1726 2002).
3.
Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SK SNI 03 2847 - 2002)
4.
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SK SNI 03 - 1729
- 2002)
2.2.2

Referensi

Referensi yang digunakan adalah :


1.
American Society for Testing and Materials (ASTM)
2.
American Concrete Institute (ACI 318-2002)
3.
AISC LRFD93
4.
Foundation Analysis and Design, Joseph E. Bowles
2.2.3

Program Aplikasi Komputer

Program aplikasi komputer yang digunakan adalah :


1.
SAP, untuk analisa struktur
3

MATERIAL

3.1
3.1.1

Beton
Mutu beton

Mutu beton struktural (kolom, balok, pelat lantai, pelat tangga) pada umur 28 hari adalah
beton dengan mutu K-225 fc=18,6 N/mm2 (silinder).

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Modulus elastisitas beton, Ec


Berat jenis beton c
3.1.2

= 4700 f' c
= 2400 kg/m3

Tulangan beton

Baja tulangan yang dipakai adalah baja tulangan berulir sesuai SII 0136-BjTD 40 dengan
tegangan leleh minimal fy=400 N/mm 2 dan baja tulangan polos sesuai SII 0136-BjTP 24
dengan tegangan leleh minimal fy=240 N/mm2.
3.1.3

Mutu Baja

Baja yang dipakai adalah baja profil BJ-37 dengan tegangan leleh fy=400 N/mm 2 dan
tegangan putus fu = 370 N/mm2 .
3.2

Mutu Baut Dan Baut Angker

Baut penyambung yang digunakan adalah baut mutu tinggi sesuai ASTM A325, untuk baut
angker sesuai dengan ASTM A307.
3.3

Mutu Las

Material las yang digunakan sesuai dengan E70XX dengan tegangan leleh ijin Fyw =
482.63 N/mm2.
4

PEMBEBANAN

4.1
4.1.1

Jenis-jenis Pembebanan
Beban Mati (D)

Beban mati adalah berat sendiri struktur termasuk segala unsur tambahan yang dianggap
merupakan satu kesatuan tetap dengannya. Penentuan besaran beban mati standar yang
dapat dijadikan acuan perancangan adalah mengacu ke Peraturan Pembebanan Indonesia
Untuk Gedung 1983, yaitu :
Beban Atap (Dak Beton):
Pelat (10cm) = 0.1m x 2400 kg/m3

= 240 kg/m2

Lantai Tipikal :
Pelat (12cm) = 0.12 x 2400 kg/m3

= 288 kg/m2

Lain-lain :
Dinding bata
4.1.2

250 kg/m2

Beban Hidup (L)


Beban hidup tergantung dari fungsi ruangan :

Ruangan umun

250 kg/m2

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Beban hidup atap dak


4.1.3

100 kg/m2

Beban Angin (W)

Mengacu pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 , beban angin
adalah:
1.
Diambil tekanan angin 40 kg/m2
2.
Untuk daerah dimana kecepatan angin dapat menaikkan tekanan angin, tekanan
angin (p) harus ditentukan dengan memakai rumus dibawah:
V2
p
16
dimana :
V
4.1.4

kecepatan angin (m/det)

Beban Gempa (E)

Gaya gempa dihitung secara dinamik mengacu ke Standar Perencanan Ketahanan Gempa
untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI - 1726 - 2002).

Wilayah Gempa Indonesia Dengan Percepatan Puncak Batuan Dasar Dengan Perioda
Ulang 500 Tahun
Sedangkan untuk penentuan jenis tanah dasar, sesuai dengan SNI03 1726 2002 Pasal
4.6.3 ditentukan dengan menggunakan rumus :
m

ti

i 1

ti / Ni
i 1

Dimana :

Nilai Hasil Test Penetrasi Standar Rata-rata

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

ti
Ni

: Tebal Lapisan Ke i
:
Nilai Hasil Test Penetrasi Standar Lapisan Ke i

Tabel 4 SNI 03 1726 2002

Perhitungan Jenis Tanah Berdasarkan SNI 03 1726 2002 Pasal 4.6.3


Berdasarkan SNI 03 1726 2002 pasal 5.8.2, arah pembebanan utama dihitung sebesar
100% dan arah tegak lurus pembebanan utama, dihitung sebesar 30%.

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Input Data Ca, Dan Cv pada program SAP


Faktor Skala dihitung dengan menggunakan formula :
g.I
R
Dimana :
g
:
I
:
:
R
:
:

Percepatan gravitasi (9.81 m/det 2)


Faktor Keutamaan (berdasarkan SNI 03 1726 2002 Tabel 1)
Diambil = 1
Faktor Reduksi Gempa Representatif ( berdasarkan Tabel 9)
Diambil = 7.2 (Daktilitas Parsial)

Sehingga didapat faktor skala sebesar 1.3625

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Input Data Faktor Skala pada program ETABS


4.2
4.2.1

Kombinasi Pembebanan
Struktur Beton

Kombinasi pembebanan untuk struktur beton (desain ultimit) berdasarkan Tata Cara
Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SK SNI 03 - 2847 - 2002) pasal
11.2, adalah :
1.
1.4D
(Statik)
2.
1.2D + 1.6L
(Statik)
3.
1.2D + 1.0L 1.6WL
(Statik)
4.
0.9D 1.6WL
(Statik)
5.
1.2D + 1.0L 1.0Ex 1.0Ey 0.3Ez
(Dinamik)
6.
0.9D 1.0Ex 1.0Ey 0.3
(Dinamik)
dimana :
D
: Beban Mati
L
: Beban Hidup
W
: Beban Angin
E
: Beban Gempa

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

KRITERIA PERANCANGAN

5.1

Beton

Dalam perancangan struktur beton bertulang berdasarkan SK SNI 03 - 2847 - 2002, hal-hal
yang akan diperhatikan adalah:
5.1.1

Selimut beton

Selimut beton diatur dalam pasal 9.7 (1) adalah sebagai berikut:
Tebal Selimut
Minimum
(mm)
Beton yang dicor langsung diatas tanah dan selalu berhubungan
dengan tanah
Beton yang berhubungan langsung dengan tanah atau cuaca :
Batang D-19 hingga D-56
Batang D-16, jaring kawat polos P-16 atau kawat ulir D16 dan
yang lebih kecil
Beton yang tidak langsung berhubungan dengan cuaca atau beton
tidak langsung berhubungan dengan tanah :
Pelat dinding, pelat berusuk
Batang D-44 dan D-56
Batang D-36 dan yang lebih kecil

75
50
40

40
20

Balok, kolom
Tulangan utama, pengikat, sengkang, lilitan spiral

40

Komponen struktur cangkang, pelat lipat


Batang D-16, jaring kawat polos P-16 atau ulir D-16 dan yang
lebih kecil

20

5.1.2

Faktor Reduksi Kekuatan

Faktor reduksi kekuatan diatur pada pasal 11.3(2), adalah sebagai berikut :
Faktor
Reduksi
Lentur, tanpa beban aksial
Aksial tarik dan aksial tarik + lentur
Aksial tekan dan aksial tekan + lentur (Spiral)
Aksial tekan dan aksial tekan + lentur (lainnya)
Geser & Torsi
5.1.3

0.8
0.8
0.7
0.65
0.75

Lendutan Ijin

Lendutan maksimum yang diijinkan diatur dalam pasal 11.5 adalah sebagai berikut :

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

5.1.4

Perhitungan Kolom

Perencanaan penulangan kolom dilakukan dengan program SAP yang menggunakan


referensi peraturan standar ACI 318-2002. Prinsip penulangan kolom yang digunakan
berupa desain kapasitas (Capacity Design) dengan sistem penulangan bi-aksial bending.
Prosedur perencanaan
1.

Buat diagram interaksi gaya aksial dan momen biaksial untuk setiap tipe
penampang.
2.
Rasio tulangan yang diijinkan terhadap penampang kolom ialah 1 % - 5%
3.
Periksa kapasitas kolom untuk gaya aksial dan momen biaksial terfaktor untuk
setiap kombinasi pembebanan
Membuat Diagram Interaksi

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Diagram Interaksi Kolom


1.
2.
3.
4.
5.

Pmax =
0.80 Po untuk kolom persegi
Pmax = 0.85 Po
untuk kolom bulat
Po
= min [ 0.85 *fc*(Ag-Ast) + Fy* Ast]
min =
0.75 .. untuk sengkang persegi
min =
0.7 .. untuk sengkang spiral

CONCRETE SECTION

(II) STRAIN DIAGRAM

(III)STRESS DIAGRAM

Diagram Hubungan Tegangan Regangan Beton

Periksa Kapasitas kolom


1.
2.

Tentukan Pu, Mux, dan Muy


Tentukan faktor pembesaran momen kolom

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

sx dan sy = 1.0 jika P-Delta analisis disertakan


Cm
b
1
Pu
1
0.75Pc
dimana :

Pc

2 EI
KL2
K = 1.00

EI

0.4E c .Ig
1 d

El
atau

0.2E c I g E s I se
1 d

d = Beban mati aksial terfaktor maksimum/beban total aksial terfaktor maksimum

Cm 0.6 0.4

M1
0.4
M2

M1 dan M2 adalah momen ujung kolom

M 2 M1

Nilai M1/M2 positif jika arah M1 dan M2 berlawanan, dan negatif bila M1 dan M2 searah
Periksa Kapasitas Kolom
1.

Periksa gaya dan momen terhadap diagram interaksi kolom :


P
= Pu
Mx = bx.Muxb + sx. Muxs
My = by.Muyb + sy. Muys

Dimana :
Pu
Muxb + Muyb
Muxs + Muys
bx, by, sx, sy
2.
3.
4.

:
:
:
:

Gaya aksial terfaktor


Momen terfaktor arah mayor dan minor akibat pembeban gravitasi
Momen terfaktor arah mayor dan minor akibat gaya lateral
Faktor perbesaran momen

Koordinat P, Mx, My diplotkan pada kurva diagram interaksi.


Jika titik terletak didalam diagram maka kapasitas kolom mencukupi
Jika titik terletak diluar diagram tersebut maka kolom mengalami tegangan lebih,
kapasitas kurang

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Grafik geometris Perbandingan Kapasitas Kolom


Penulangan geser kolom
Penulangan geser kolom direncanakan untuk setiap kondisi pembebanan dalam arah
mayor dan minor kolom, dengan prosedur:
1.

Tentukan
Vu
=
Vp
=
Vd+1 =

gaya aksial (Pu) dan gaya geser (Vu) dari kolom


Vp+ Vd + 1
Gaya geser akibat momen kapasitas pada kedua ujung balok
Gaya geser pada balok akibat beban gravitasi

2.

Nilai Vp diambil yang maksimum antara Vp1 dan Vp2

Vp1

M i M j
L

Vp2

M i M j
L

dimana :

M i , M i = Momen kapasitas kolom negatif dan positif pada

ujung

M j , M j
3.
4.

= Momen kapasitas kolom negatif dan positif pada ujung J

Tentukan gaya geser yang dipikul beton (Vc)


Jika kolom dibebani gaya aksial tekan :

Pu
.A cv 3.5 f c'
Vc 2.0 f c' 1

2000.A g

5.

Pu
.A cv
500.A g

Jika kolom dibebani gaya aksial tarik :

Pu
Vc 2.0 f c' 1
.A cv 0

500.A g

6.

Untuk desain rangka pemikul momen khusus, Vc = 0 jika memenuhi


kedua syarat ini:
Pu (tekan) <

f c' .A g /20

Gaya geser akibat beban gempa (VE)

0.5Vu

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

7.

Hitung luas tulangan geser perlu (Av)


Untuk kolom persegi

Vu

Av

Vc s
f ys d
Mu, bw, d, d, h, fc,
fy, Es

Untuk kolom bulat

Vu

2
Av

8.

Tidak

Fc maka
30
Bila syarat berikut tidak terpenuhi,
penampang harus
1 = 0.85
diperbesar :

Vu

5.1.5

Vc s
f ys D '

'

Vc 8 f c A cv

Perhitungan Balok

MPa

Ya

1 = 0.85-0.008(Fc 30)

Perencanaan balok portal memperhitungkan kuat lentur, geser dan torsi.


Program SAP ini akan menghitung dan memberikanYa luas tulangan dan jumlah tulangan
1
1 = 0.65
yang diperlukan balok akibat momen lentur
dan gaya geser beserta nomor jenis kombinasi
0.65
beban yang menyebabkan keadaan ekstrim. Kebutuhan tulangan yang disediakan program
Tidak
adalah untuk 9 titik lokasi sepanjang bentang
balok yang ditinjau yaitu pada ujung I, 1/8
bentang, bentang, 3/8 bentang, bentang, 5/8 bentang, bentang, 7/8 bentang dan
0.85 1.Fc' 0.003
ujung j.

max 0.75 b 0.75

.
Fy
003 Fy
Es demikian pula untuk gaya
Semua balok hanya didesain pada arah momen lentur0.mayornya,
geser dan torsinya.
Penulangan Lentur

As1 =max.bw . d
;
M
=
As
Fy
Mn
=
Langkah perencanaan penulangan
1
1
lentur mengikuti diagram alir sebagai berikut :

M2 = Mu - M1

Tulangan Ganda
s & s

Tidak

Ya

M2 0

Tulangan Tunggal
s & s = 0

min = 1.4/Fy

= min

Tidak

min

Ya

max

Tidak

Perbesar
Penampang

Ya

As = . bw . d
As = ' . bw . d

Ya

STOP

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Penulangan Geser
Langkah Perencanaan :
1.
2.
3.

Menentukan Vu yaitu gaya geser terfaktor


Menentukan Vc yaitu gaya geser yang dapat ditahan oleh beton
Menentukan tulangan geser pada kondisi seimbang

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Cara perhitungan penulangan geser balok adalah sebagai berikut :


1.

Menentukan Vu
Vu = Vp + Vd + 1
Dengan
Vd
=
Vd+1 =

:
gaya geser akibat momen kapasitas pada kedua ujung balok
gaya geser pada balok akibat beban gravitasi

Nilai Vp diambil yang maksimum anatra Vp1 + dan Vp2

M j M j
Vp1
L
dimana :
M1 =
Mj+ =
M1+ =
Mj =
2.

Vp2

M j M j
L

Momen kapasitas balok


ujung
tulangan
atas (tarik)
Vu, bw,
d, h,I fc,
fys
Momen kapasitas balok ujung J tulangan bawah (tarik)
Momen kapasitas balok ujung I tulangan bawah (tarik)
Momen kapasitas balok ujung J tulangan atas (tarik)

Tidak :
Menentukan Vc, mengikuti diagram
sebagai
Fc alir
25/3
MPa berikut
Fc = 25/3 MPa

Vc =

Vmax = Vc +

STOP

Ya

Vu 0.5 Vc

Tdk Perlu
Tulangan
Geser

Tidak

Vc
1

Ya
Vu Vc bw.d
2
3

Av 1 bw

s 3 Fys

Tidak

Perbesar
Penampang

Tidak

Av Vu Vc
Ya
1

Vc bw.d Vu .Vmax
s
.Fys.d
3

Tulangan Geser

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

untuk desain struktur rangka pemikul momen khusus Vc = 0 bila memenuhi 2 syarat
ini:
1.
2.

Gaya aksial tekan terfaktor (termasuk akibat beban gempa) kurang dari fcAg/20
Gaya geser akibat beban gempa lebih dari atau sama dengan setengah dari gaya
geser total yang terjadi disepanjang bentang balok.

Penulangan torsi
Langkah perencanaan :
1.
2.
3.

Menentukan besarnya momen torsi terfaktor


Menentukan besarnya luas tulangan sengkang untuk torsi
Menentukan besarnya luas tulangan longitudinal torsi

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Cara perhitungan penulangan torsi balok mengikuti diagram alir sebagai berikut :
Xo, Yo, X1, Y1, t, h, bw, d, Fys,
Fy, Fc, Vu, Tu
- Hitung Vu, dan Tu sejarak d dari
tumpuan
- Untuk puntir kompatibilitas, ambil nilai
Puntir sebesar :

Acp = Xo . Yo
Pcp = 2(Xo + Yo)
Ph = 2 (X1 + Y1)
Aoh = X1 . Y1
Ao = 0.85 . Aoh
Vc =

Tu

Fc ' Acp
3 Pcp

Tu >

Ya

Tidak

Puntir Diabaikan

STOP

Penampang Solid:
Perbesar
Penampang

Tidak

Ya

A
Yo

Y1

X1
Xo

< 0.175

Ya

= 0.175

Tidak
Atmin =

At < Atmin
Tidak

Ya

At = Atmin

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Vn Vc
Tidak

Ya

Av
0.0
s

Vs = Vn - Vc

Vs

Ya

Penampang Diperbesar

Tidak

Ya
Tidak

STOP

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

5.1.6

Perhitungan Pelat

Dalam merencanakan pelat beton bertulang, yang perlu dipertimbangkan bukan hanya
pembebanan, tetapi juga tebal pelat. Langkah-langkah dalam merencanakan tebal pelat
adalah sebagai berikut :

Menentukan bentang bersih pelat dalam arah x dan y


ly
Balok b1/h1

lxn

Balok b4/h4

Balok b3/h3

Balok b2/h2
lyn

lx

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Keterangan :
ly = Bentang pelat yang terpanjang diujur antara as balok (mm)
lx = Bentang pelat yang terpendek diukur antar as balok (mm)
lyn = Bentang bersih pelat yang terpanjang (mm)
= ly b3 b4
Ixn = Bantang bersih pelat yang terpendek (mm) = ix- b1 b2
Menentukan nilai

Iyn/Ixn

Menaksir tebal pelat (h awal) dan menentukan Ix dan ly pelat


Ix pelat
Iy pelat

=
=

(1/12).lx.h3 (mm4)
(1/12).ly.h3 (mm4)

Menentukan nilai Ix, balok 1, Ix balok 2, Iy balok 3 dan Iy balok 4


Ix B1
Ix B2
Ix B3
Ix B4

=
=
=
=

(1/12).b1.h13
(1/12).b2.h23
(1/12).b3.h33
(1/12).b4.h43

(mm4)
(mm4)
(mm4)
(mm4)

Menentukan nilai
1
2
3
4
m

=
=
=
=
=

Ix B1/Ix pelat
Ix B2/Ix pelat
Ix B3/Iy pelat
Ix B4/Iy pelat
(i)/n = (1+2+3+4)/n

Menentukan tebal pelat yang dibutuhkan h(mm)

fy

I yn 0.8
1500

1
36 5 m 0.12 1

dengan : fy = Mutu tulangan pelat (MPa)

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Menentukan tebal pelat minimum (hmin) dan tebal pelat maksimum (hmax)

h min

I yn 0.8 y
1500

36 9

h max

5.1.7

fy

I yn 0.8
1500

36
Reduksi Momen Inersia Penampang Akibat Penampang Retak

Berdasarkan SNI 03 1726 2002 pasal 5.5.1, dalam perencanaan struktur gedung
terhadap pengaruh Gempa Rencana, pengaruh peretakan beton pada unsur-unsur struktur
dari beton bertulang, beton pratekan dan baja komposit harus diperhitungkan terhadap
kekakuannya. Untuk itu, momen inersia penampang unsur struktur dapat ditentukan
sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu persentase efektifitas
penampang sebagai berikut :

Untuk kolom dan balok rangka beton bertulang terbuka


Untuk dinding geser beton bertulang kantilever

:
:

75%

60%

Untuk dinding geser beton bertulang berangkai


Komponen dinding yang mengalami tarikan aksial
Komponen dinding yang mengalami tekanan aksial

:
50%
:
80%

Komponen balok perangkai dengan tulangan diagonal


Komponen balok perangkai dengan tulangan memanjang

5.1.8

:
:

40%
20%

Pertemuan Balok Kolom

Panel pertemuan balok kolom portal harus diproporsikan sedemikian rupa sehingga
memenuhi persyaratan kuat geser horisontal perlu dan kuat geser vertikal perlu yang

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

berkaitan dengan terjadinya momen kapasitas pada sendi plastis pada kedua ujung balok
yang bertemu pada kolom tersebut.
Tegangan Geser Kolom :

karena pertemuan dengan kolom luar maka Mkap,ki = 0.


T = 0,7. Mkap,ka / zka
Vj,h = T - Vkol
Vj,v = d/hc .Vj,h
Kontrol Tegangan Geser Horisontal Minimal

dimana :
bj
:

bb
bc
hc
bc > bb

:
:
:
:
:

Lebar Efektif Pertemuan, yang ditentukan sebagai berikut:


a. Bila bc > bb, maka diambil nilai terkecil antara
bj = bc atau bj = bb + 0,5.hc
b. Bila bb > bc, maka diambil nilai terkecil antara
bj = bb atau bj = bc + 0,5.hc
Lebar Balok
Lebar Kolom Yang Sejajar Dengan Lebar Balok
Lebar Kolom Yang Tegak Lurus Balok
bj = bc
bj = bb + 0.5 hc

Penulangan Geser Horisontal

Penulangan Geser Vertikal

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

Tulangan Kolom Terpasang > Aj,v

6
6.1

DESAIN BANGUNAN UTAMA


Layout Bangunan

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

6.2
6.2.1

Pemodelan
Bangunan Utama

Denah Pembalokan Lantai 2 Bangunan

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

7
7.1

DESAIN PONDASI
Daya Dukung Tanah Dasar

Kapasitas ultimate dari sebuah pondasi telapak merupakan daya dukung tanah dikali
luasan pondasi telapak dengan formula sebagai berikut :
Daya Dukung pondasi :
dimana :
Qs
qu
As

:
:
:

Qs = qu . A

daya dukung telapak


Daya Dukung tanah
Luasan telapak

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur

GERBANG
Laporan Perhitungan Struktur