Anda di halaman 1dari 87

PROFIL UPT KESMAS TEGALLALANG I

Oleh:
Putu Eka Kristi Permatasari
Made Nian Anggara

1170121025
1170121026

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN/SMF ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS-ILMU KEDOKTERAN
PENCEGAHAN (IKK-IKP)
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS WARMADEWA
2015
PROFIL UPT KESMAS TEGALLALANG I
A.

Keadaan Umum UPT Kesmas Tegallalang I


Puskesmas Tegallalang I berdiri pada tanggal 2 Februari 1976, mempunyai
luas wilayah 2.864,48 Ha (28,64 Km2), dan berada pada ketinggian 600 m
dari permukaan laut.

Gambar 1. Denah Puskesmas Tegallalang I


Puskesmas Tegallalang I memiliki batas batas wilayah sebagai
berikut :
a.
b.
c.
d.

Utara :
Timur :
Selatan:
Barat :

Desa Sebatu (UPT Kesmas Tegallalang II)


Kec. Tampaksiring (UPT Kesmas Tampaksiring I)
Desa Petulu (UPT Kesmas Ubud I)
Desa Kelusa (UPT Kesmas Payangan)

Gambar 2. Denah Cakupan Wilayah Kesmas Tegallalang I

Wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Masyarakat


(Kesmas) Tegallalang I meliputi 4 Desa yang terdiri dari 35 Banjar yaitu :
Desa Tegallalang dengan 11 Banjar, Desa Kedisan dengan 7 Banjar, Desa
Kendran dengan 10 Banjar, dan Desa Keliki dengan 7 Banjar.
Tabel 1. Data Wilayah Puskesmas Tegallalang I
No
Desa
Luas Wil.
1
Tegallalang
10,06

Jml Banjar
11

Kedisan

7,18

Kendran

6,88

10

Keliki

4,52

28,64

35

Total

Jumlah penduduk Puskesmas Tegallalang I yakni sebanyak 25.841


jiwa yang terdiri dari 13.052 jiwa laki-laki dan 12.789 jiwa perempuan,
dengan 5.589 orang Kepala Keluarga (KK). Selain itu, wilayah Puskesmas
Tegallalang I memiliki beberapa sarana pendidikan yakni 6 TK, 2 PAUD, 15
SD, 3 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK.
Tabel 2. Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Kesmas Tegallalang I
No

Desa

1
2
3
4

Tegallalang
Kedisan
Kendran
Keliki
Total

JumlahPenduduk
Laki-laki
(Jiwa)
10.199
5.110
5.898
2.939
4.902
2.550
1.043
2.453
28.739
14.543

Perempuan
5.089
2.959
2.352
2.389
14.196

Puskesmas Tegallalang I memiliki fasilitas rawat inap mulai tahun


1995 dan baru berfungsi secara optimal sejak tahun 2009. Pada tahun 2014,
jumlah kunjungan rawat jalan sebanyak 30.661 orang yang terdiri dari
kunjungan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) sebanyak 20.421 orang
(79,02%), kunjungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 5.374
orang

(20,79%),

kunjungan umum 4.866

orang (18,83%). Sedangkan

jumlah pasien rawat inap sebanyak 271 orang (1,04%) yang terdiri dari
pasien umum 227 orang (0,87%) dan pasien melahirkan 44 orang (13,79%).
B.

Visi, Misi, Dan Motto


Visi : Pelayanan Kesehatan Dasar yang Bagus Menuju Jagadhita di Wilayah
UPT Kesmas Tegallalang I
Misi :
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di wilayah UPT Kesmas
Tegallalang I
b. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat di wilayah UPT Kesmas Tegallalang I.
c. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
d. Menciptakan manajemen dan tata kelola kesehatan yang baik.
e. Mengembangkan penggunaan teknologi informasi komunikasi dalam
manajemen UPT Kesmas.
Motto:
Dalam rangka mendorong dan memberikan semangat untuk
meningkatkan kinerja pelayanan, UPT Kesmas Tegallalang I berpedoman
pada motto yaitu melayani dengan MUTIARA (Bermutu, Indah, Aman,
Rasa Senang).

C.

Struktur Organisasi
Lampiran 1

D.

Manajemen Umum Puskesmas


Lampiran 2

E.

Sumber Daya Manusia (SDM)


Jumlah keseluruhan tenaga kerja UPT Kesmas Tegallalang I pada tahun 2015
ialah 53 orang pegawai tetap serta 2 orang pegawai kontrak yang bekerja di
Puskesmas, 3 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan 1 Poskesdes, di antaranya: di
Pustu Kedisan (1 bidan tetap dan 1 bidan kontrak), di Pustu Kendran (1 bidan
tetap dan 1 bidan kontrak), dan di Pustu Keliki terdapat (2 bidan tetap),
sementara Pos Kesehatan Desa (Poskedes) Kedisan (1 perawat tetap).

Secara umum, sumber daya ini dianggap cukup oleh Puskesmas untuk
memenuhi keseluruhan kegiatan. Namun, dua orang tenaga dokter umum
sedang menjalani pendidikan, sehingga kadangkala Puskesmas mengalami
kewalahan dalam pemeriksaan dan penjagaan pasien karena Puskesmas ini
terbuka 24 jam untuk masyarakat sehingga diperlukan lebih banyak tenaga
dokter untuk melayani pasien rawat inap ataupun rawat jaga.
Berdasarkan Kepmenkes nomor 1457/MEMKES/SK/X/2003 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan menyatakan bahwa standar
minimal jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan Puskesmas berdasarkan enam
program kesehatan wajib dan satu atau lebih program pengembangan yang
dilaksanakan Puskesmas. Berdasarkan hal tersebut, kualitas dan kuantitas
tenaga kerja di UPT Kesmas Gianyar II masih kurang, dikarenakan masingmasing pemegang program juga memiliki tugas tambahan memegang
program lain. Selain itu, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pegawai UPT
Kesmas Tegallalang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
F.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Pegawai


Lampiran 3

G.

Sarana dan Prasarana


Lampiran 4

H.

Sumber Dana
Sumber dana anggaran kesehatan tahun 2015 berasal dari Bantuan
Operasional Khusus (BOK) yang berasal dari pusat dan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota Gianyar. Hal
tersebut telah sesuai dengan Buku Pedoman Kerja Puskemas.

I.

Sepuluh Besar Penyakit Terbanyak


Adapun sepuluh besar penyakit terbanyak di Puskesmas Tegallalang 1 pada
tahun 2015, sebagai berikut.
Tabel 3. Sepuluh Besar Penyakit Terbanyak Tahun 2015
No
1

Nama Penyakit
Kecelakaan dan

Jumlah
Total
Laki-laki Perempuan
1841
3417
5258

%
36,71

2
3
4

5
6
7
8
9
10

J.

rudapaksa
ISPA
Febris
Gangguan gigi dan
jaringan penyangga
lainnya
Dermatitis kontak/alergi
Pharingitis
Gastritis
Asma
Rematik
Diare
Jumlah

967
627
479

1794
592
602

2761
1219
1081

19,27
8,51
7,55

571
365
236
342
190
173
5.791

488
483
438
269
231
220
8.534

1059
848
674
611
421
393
14.325

7,39
5,92
4,71
4,27
2,94
2,74
100

Daftar Penyebab Kematian Tertinggi


Berikut ini adalah daftar penyebab kematian tertinggi di Puskesmas
Tegallalang I tahun 2015:

Jenis
Kelamin

K.

29
8
9
4
2
5
2
1
0
60

1
2
2

Lansia

16
13
10
5
7
3
4
1
1
60

Stroke
Lain-lain
Jantung
Kanker
Kecelakaan
Asma
DM
BBLR
TBC
Total

PUS

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Sekolah

Balita

Kelompok Usia
Infant

No Penyebab

Jumlah

Tabel 4. Daftar Penyebab Kematian Tertinggi

1
4
4
4
1
1

44
16
13
5
6
7
6

15

98

2
2

45
21
19
9
9
8
6
2
1
120

Data Kunjungan Klinik VCT Mutiara Puskesmas Tegallalang I tahun


2014

Puskesmas Tegallalang I menerima kunjungan klinik VCT yang terdata


sebagai berikut:
Tabel 5. Data Kunjungan Klinik VCT Mutiara Puskesmas Tegallalang I
tahun 2014
Bulan

Jumlah
Kunjungan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Total
L.

11
9
10
7
5
13
9
19
26
35
23
5
172

Hasil Pemeriksaan
non
% reaktif
reaktif
11
100
0
9
100
0
10
100
0
7
100
0
5
100
0
13
100
0
9
100
0
18
95
1
26
100
0
35
100
0
23
100
0
3
60
2
169
98
3

Keterangan

%
100
100
100
100
100
100
100
5
100
100
100
40
2

Penderita yang
reaktif dirujuk
ke Klinik
Shinta RSU
Sanjiwani dan
Klinik
Anggrek
Puskesmas
Ubud II

Upaya Kesehatan
Puskesmas

Tegallang

I,

memiliki

program

wajib,

pengembangan, dan 3 program penunjang, sebagai berikut:


Program wajib meliputi:
a) Promosi kesehatan
b) Kesehatan lingkungan (Kesling)
c) Kesehatan Ibu-Anak dan Keluarga Berencana (KIA-KB)

d) Gizi
e) Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
f) Upaya pengobatan
Program pengembangan meliputi:
a) Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
b) Usaha Kesehatan Masyarakat (UKS)
c) Gigi dan Mulut (Gilut)
d) Upaya Kesehatan Khusus

Program penunjang meliputi:


a) Farmasi
b) Sistem Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Puskesmas (SP2TP)

program

c) Laboratorium
M.

Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) tahun 2015

Program Wajib
Adapun 6 program pokok Puskesmas Tegallalang I Kabupaten Gianyar
adalah:
1. Promosi Kesehatan

PKM dalam gedung


a) Langsung
b) Tak langsung

: loka karya, seminar, dll


: pemasangan poster dan spanduk, pemasangan
tape recorder/kaset, dll

PKM luar gedung


Langsung

: sosialisasi di sekolah, di Posyandu, maupun


di masyarakat.

Pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

2. Kesling

Pemeriksaan dan pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU)


Pemeriksaan dan pengawasan Tempat Pengolahan Makanan (TPM)
Pemeriksaan dan pengawasan Jamban Keluarga (JAGA) sebagai
pemicuan stop buang air besar sembarangan Sanitasi Total Berbasis

Masyarakat (STBM)
Pemeriksaan dan pengawasan Saluran Pembuangan Air Limbah

(SPAL)
Pemeriksaan dan pengawasan kualitas air, meliputi Monotoring
Kualitas Air (MKA), Pengambilan Sampel Air (PKA), dan survei
kualitas air.

3. KIA-KB

KIA
a) Pendataan ibu hamil melalui kunjungan rumah/sweeping
b) Pelayanan Antenatal Care (ANC)
c) Pelayanan pemeriksaan bayi
d) Melayani persalinan di Puskesmas dan kunjungan rumah ibu nifas
e) Pelayanan penyuluhan dan deteksi resiko tinggi (resti), ibu bersalin
(bulin), dan bayi/neonatus melalui kunjungan rumah/sweeping
f) Pelayan pendataan penjaringan Bumil Resti melalui kunjungan
rumah

g) Melakukan pemasangan stiker P4K


h) Melaksanakan kelas ibu hamil
i) Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bumil Kurang Energi Kronis

(KEK)
KB
a) Melayani aseptor baru dan lama
b) Penyuluhan tentang keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi
(alkon)
c) Melakukan pemeriksaan dan pelayanan sesuai dengan alkon yang
dipilih
d) Melakukan pemeriksaan dan pelayanan sesuai dengan alkon yang
dipilih
e) Melayani aseptor yang ada komplikasi

4. Gizi

Pengumpulan data bayi, balita, bumil, ibu meneteki (buteki)


Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi

melalui pengumpulan data di Desa


Operasional Makanan Pendamping-Air Susu Ibu (MP-ASI)
Pemantauan Keluarga SAdar Gizi (Kadarzi) dan garam beryodium
Pemantauan pola konsumsi
Pelaksanaan Penilaian Status Gizi (PSG)
Pengawasan PMT untuk balita gakin
Sweeping Vitamin A
PMT penyuluhan di Posyandu, PMT Pemulihan balita gizi buruk
(giruk) dan gizi kurang (girang), dan PMT pemulihan untuk ibu hamil

KEK
Pemantauan balita giruk
5. P2M
P2 TB Paru
a) Penjaringan dan penemuan suspek TB (batuk > 3 minggu)
b) Pemberian pengobatan dan penyuluhan TB
c) Pencarian kontak penderita
P2 Demam Berdarah Dengue (DBD)
a) Menerima laporan adanya kasus DBD
b) Melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) DBD
P2 Diare
a) Mengumpulkan data penderita dan pengobatan penderita diare
b) Kunjungan rumah penderita kasus diare
c) Penanggulangan wabah diare
d) Pembinaan kader Posyandu dalam penanggulangan penyakit diare
P2 Kesehatan Indera
a) Mendata pasien penyakit mata di masyarakat
b) Mempersiapkan rujukan penyakit mata

c) Mempersiapkan pasien katarak bila ada operasi katarak


d) Mendata pasien penyakit THT
e) Mempersiapkan rujukan pasien THT
P2 Rabies
a) Mencatat dan melaporkan kasus gigitan Hewan Penular Rabies
(HPR) setiap hari
b) Koordinasi dengan petugas Dinas Peternakan untuk pengawasan
HPR
c) Melakukan pelacakan kasus gigitan HPR yang berisiko bersama
petugas surveilans
d) Mengecek stok Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies

(SAR)
P2 ISPA, P2 Kusta
a) Melakukan kunjungan ke rumah penderita pneumonia
b) Pemeriksaan kontak serumah dan tetangga pada penderita kusta
c) Kunjungan rumah penderita kusta setiap bulan
P2 Malaria
a) Melakukan kunjungan rumah pada penderita malaria
b) Mengambil sampel darah malaria
c) Melakukan follow up pada kasus hari ke 7, 14, 28 dan tiga bulan
P2 PMS-AIDS, Konselor VCT
a) Mencari data kasus IMS ke praktek swasta
b) Konseling pre test pasien VCT
c) Konseling post test pasien VCT
d) Pemberian hasil test VCT kepada pasien
Lain-lain
a) Melaksanakan Puskesmas keliling sesuai jadwal
b) Melaksanakan Posyandu sesuai daerah binaan
c) Melaksanakan gotong royong dan PJB setiap Hari Jumat

6. Upaya Pengobatan

Pengobatan
a) Rawat jalan umum
b) Pasien perawatan gigi
Pemeriksaan laboratorium
a) Pemeriksaan darah (hemoglobin pada ibu hamil, golongan darah,

gula darah, dan asam urat)


b) Pemeriksaan urine (test kehamilan dan pemeriksaan dahak)
Program Pengembangan
Adapun program pengembangan yang dimiliki oleh Puskesmas Tegallalang I,
yakni:
1.
2.
3.
4.

Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)


Usaha Kesehatan Masyarakat (UKS)
Gigi dan Mulut (Gilut)
Upaya Kesehatan Khusus:

Kes. Olah Raga


Kes. Kerja
Kes. Jiwa
Kes. Mata
Kes. Lansia
Pemb. Pengobatan Tradisional (Batra)
Rujukan
Rawat Inap
Program Penunjang
Program penunjang Puskesmas Tegallalang I, antara lain:
1. Farmasi
Mengumpulkan data pemakaian obat tiap bulan
Melakukan pengamprahan obat
Penerimaan dan pemeriksaan obat
Pendistribusian obat ke Puskesmas, Pustu, Poskesdes, dan apotek
2. SP2TP
3. Laboratorium
Pengecekan reagen
Pengumpulan bahan spesimen
Melaksanakan pemeriksaan lab, seperti golongan darah (golda),
glukosa, kolestrol, BTA, sputum, PP test, dan asam urat

N.

Rencana Strategi (Restra)


Adapun restra Puskesmas Tegallalang I pada tahun 2015, dirinci sebagai
berikut:

Tabel 6. Rencana Strategi Puskesmas Tegallalang I tahun 2015


Permasalahan
KIA
Pencapaian K4 (86,52%), masih di
bawah target yaitu 95%
Penyebab: perpindahan penduduk,
abortus, prematur pada ibu hamil, dll
Imunisasi
BCG masih di bawah target (100%).
Desa Kendran (91%), Desa Kedisan

Tindak Lanjut

Pemeriksaan bumil
Pemantauan bumil
Sweeping bumil
Penyuluhan di Posyandu
Pemasangan stiker P4K

Sweeping secara
periodik

(79%).

DPT/HB1 masih di bawah target


(100%). Desa Kedisan (94%).
Campak masih di bawah target
(100%). Desa Kendran (87%), Desa
Kedisan (93%), dan Desa Keliki 96%)
Penyebab: penentuan sasaran program
tidak sesuai dengan jumlah riil bayi
Gizi
Angka cukup gizi kurang dari target

(80%). Desa Tegallalang (71,84%) dan

Desa Keliki (74,95%)


Penyebab: kesibukan orang tua, anak
menangis bila ditimbang, dll

P2TP
Rendahnya penemuan penderita TB di
masyarakat (13,12%)

Penyebab: penemuan kasus TB secara


pasif (passive care detection)

P2 ISPA
Rendahnya pencapaian target

pneumonia (29,53%)
Penyebab: pasien lebih banyak berobat
ke praktek swasta, yang dilaporkan hanya
kasus yang datang ke Puskesmas dan
jaringannya saja
O.

Peningkatan peran kader


dalam kegiatan
Posyandu

Penyuluhan di
Posyandu
Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) untuk
bayi dan balita
Pengawasan PMT
Penyuluhan tentang TB
ditingkatkan
Petugas P2TB harus
aktif mencari penderita
Suspek TB di
masyarakat agar target
tercapai
Kunjungan rumah
untuk Pengawas
Menelan Obat (PMO)
Petugas lebih efektif
melakukan penyuluhan
ISPA dengan
melibatkan Dokter
Praktek Swasta dan
Bidan Praktek Mandiri

Rencana Operasional (Renop)


Renop pelaksanaan kegiatan Puskesmas Tegallalang I tahun 2015, dirinci
sebagai berikut:
Tabel 7. Rencana Operasional Puskesmas Tegallalang I tahun 2015
No

Kegiatan

Biaya
(x Rp 1.000)

KIA
1
Pelayanan ANC
2
Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas

24.925
1.620

3
4

1.845
12.600

Pelayanan KB
Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita

Gizi
1
Pendidikan dan Perbaikan Gizi
8.650
2
Penanggulangan Girang dan Giruk
23.400
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
1
HIV/AIDS
2.160
2
Malaria dan TB
1.080
Kesling
1
Sumber Air Minum (SAM) dan sanitasi
2.450
yang layak
Kegiatan Lain yang Berdaya Ungkit Tinggi terhadap
Pencapaian MDGs
1
Imunisasi
5.760
2
P2M
3.060
3
Kesehatan Sekolah
2.700
4
Kesehatan Lanjut Usia
360
5
Perawatan Kesehatan Masyarakat
630
6
Penyegaran Kader
10.640
Manajemen Puskesmas
1
Lokakarya dan Lintas Program
11.700
Total
96.435

P.

Cakupan Komponen Kegiatan Kinerja


Adapun rekapitulasi cakupan komponen kegiatan kinerja Puskesmas
Tegallalang I tahun 2014, adalah:
Tabel 8. Cakupan Komponen Kegiatan Kinerja Puskesmas Tegallalang I
tahun 2014
No
1
2
3
4
5
6
7

Komponen Kegiatan
Upaya promosi kesehatan
Upaya kesehatan lingkungan
Upaya KIA-KB
Upaya perbaikan gizi masyarakat
Upaya pencegahan dan P2M
Upaya pengobatan
Upaya kesehatan pengembangan

Hasil Cakupan
(%)
95,03
94,06
86,17
68,03
86,86
80,28
79,84

Kesimpulan: Kegiatan kinerja Puskesmas Tegallalang I tahun 2014, berada


pada Kelompok II, Puskesmas dengan Kinerja Cukup
(85,61%).
Q.

Penilaian Mutu Pelayanan


Penilaian mutu pelayanan Puskesmas Tegallalang I tahun 2014, sebagai
berikut:
No
Jenis Kegiatan
1 Drop out pelayanan ANC (K1-K4)
2 Persalinan oleh tenaga kesehatan
3 Penanganan komplikasi obstetri / risiko
tinggi
4 Kepatuhan terhadap standar ANC
5 Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan
TB paru
6 Tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan

Nilai
10
10
10
10
10
10

Kesimpulan: Kegiatan penilaian mutu pelayanan Puskesmas Tegallalang I


tahun 2014 berada pada kelompok Puskesmas Baik, dengan
nilai rata-rata 10.

Lampiran 2
Kegiatan Manajemen Puskesmas tahun 2015
No

Jenis Kegiatan

Nilai

Manajemen Operasional Puskesmas


1

Menyusun data pencapaian cakupan kegiatan pokok tahun lalu

10

Menyusun RUK melalui analisa dan perumusan masalah berdasarkan


prioritas

10

Menyusun RPK secara rinci dan lengkap

10

Melaksanakan mini loka karya bulanan

10

Melaksanakan minilokakarya triwulan (lintas sektoral)

10

Membuat dan mengirim laporan bulanan ke Kabupaten/Kota tepat waktu

10

Menyusun data 10 penyakit terbanyak setiap bulan

10

Manajemen Alat dan Obat


1

Membuat kartu inventaris dan menempatkan di masing-masing ruangan

10

Melaksanakan up dating daftar inventaris barang

10

Mencatat penerimaan dan pengeluaran obat setiap unit pelayanan

10

Membuat kartu stok untuk setiap jenis obat/bahan di gudang obat secara
rutin

10

Menerapkan FIFO dan FEFO

10

Manajemen Keuangan
1

Membuat catatan bulanan uang masuk dan keluar dalam buku kas

10

Kepala Puskesmas melakukan pemeriksaan keuangan secara berkala

10

Manajemen Ketenagakerjaan
1

Membuat daftar kepegawaian petugas

10

Membuat uraian tugas dan tanggung jawab setiap petugas

10

Membuat rencana kerja bulanan bagi setiap petugas sesuai dengan tugas
dan tanggung jawab

10

Membuat penilaian DP3 tepat waktu

10

Kesimpulan: Manajemen Puskesmas Tegallalang I tahun 2014, berada pada


Kelompok Puskesmas Baik, dengan nilai rata-rata 10.

Lampiran 3

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Tenaga Kerja per April 2015
No
1
2
3
4

Nama
dr. AA. Gede Oka Beratha, M.Kes
drg. I Dw. Kt. Miasa
Sang Putu Artika, S.Kep. Ns
Ni Md Lastini, A.Md.Keb

Gol
IV a
IV a
IV a
III d

Tugas Pokok
Ka. Puskesmas
Dokter Gigi
Perawat
Bidan

Tugas Integrasi

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Tri Trisnowati, A.Md.Keb


I Wyn Harhaya, Am.Kg
Ni Wyn Murniasih
Ni Md Sermi
I Kt Suta, Am.Kg
Ni Wyn Latri
dr. Ni Wy Ernawati
drg. Ni Wy Vivin Sumanti, M.Kes
A.A Pt. Saridewi, A.Md.Kep
I Nym Sugiarta
Ni Nym Sekarini, A.Md.Keb
dr. AA Eka Suastika
dr. Luh Witari Indrayani
IB Kt Jisna, SH
AA. Ngr Saniawati
Lusius Lino F.Gibsron, S.Si,Apt
dr. I Md Sudirman

III d
III d
III d
III c
III d
III d
III d
III d
III d
III d
III d
III c
III c
III c
III c
III c
III c

Bidan Pustu Keliki


Perawat Gigi
Sanitasi
Bidan
Perawat Gigi
Bidan Pustu Kedisan
Dokter Umum
Dokter Gigi
Perawat
Asisten Apoteker
Bidan
Dokter Umum
Dokter
Ka. Subag TU
Bidan Pustu Kendran
Apoteker
Dokter Umum

22
23
24

Ni Wyn Purnaminingsih, A.Md.Kep


AA. Gede Anom
Ni Wyn. Jatiarini

III c
III c
III c

Perawat
Sanitasi
Perawat Poskesdes

25

R. A P. Kusuma Dewi, SKM

III c

Kedisan
Kes. Masyarakat

26
27
28
29
30
31
32

Dsk, Pt, Widiani


GA. Padmawati, A.Md.Gizi
AA. Sri Widari, A.Md.Kep
Ni Wyn. Sini, A.Md.Kep
I Wyn. Asmara Jaya, A.Md.Kes
I Wyn. Anggraeni P,A.Md.AK
I Nym. Suamba A.Md.Kep

III c
III a
III a
II d
II d
II d
II d

Sanitasi
Nutrisionis
Perawat
Perawat
Sanitasi
Analis
Perawat

33

I Wyn. Suteja, A.Md.Kep

II d

Perawat

ISPA
Imunisasi, Pengadaan

34
35

Ni Nym. Alit Rositawati


Dsk. Pt. Novi Sugihartini

II c
II b

Bidan
Perawat Gigi

Barang
PKPR, Kesehatan Anak
Program Gigi dan Mulut,

36
37
38
39

I Md. Karsa
I Md. Gede
Ni Md. Parwati
Ni Wyn. Sukerni, A.Md.Keb

II b
Harian
Harian
PTT

Logistik
Cleaning Service
Cleaning Service
Bidan Desa

40
41
42
43

Dina Oktavia, A.Md.Keb


Kadek Nilawati, A.Md.Keb
Ni Kd. Dupaningsih, A.Md.Keb
Ni Md. Susilawati, A.Md.Kep

PTT
PTT
PTT
II d

Tegallalang
Bidan
Bidan
Bidan
Perawat

UKS
PromKes, Kesehatan jiwa
Bidan Koordinator, Program
KIA
Batra, UKK, Kesorga
Kepegawaian
KB, Lansia
Bendahara Pengeluaran
Koor. Program Wajib
Perencanaan, BOK
Diare, BP
P2, DBD
Rujukan SP2TP, Askes
Pendidikan
Koor. Program Penunjang
Koor. Program
Pengembangan
Upaya Kes. Mata, BP
P2TB, Surveilans, Taeniasis

Bendahara BOK, Lap.


Tahunan
Loket
P2 Diare, JKBM, Perkesmas
Apotek, Pusling
SIK, JKBM
Bendahara
P2 Rabies, Kusta, PMS,

UKGS
Sopir

Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap

44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

Si Luh Nym. Suastini, A.Md.Keb


Dsk. Pt. Juniarti, A.Md.Keb
Ni Luh Pt. Wiasri, A.Md.Keb
Ni Md. Rainingsih, A.Md.Kep
Ni Nym. Sumiati, A.Md.Keb
Ni Nym. Buni Yanti, A.Md.Keb
Ni Kdk. Wiwik, A.Md.Keb
Pt. Ayu Selfian D,A Md.Keb
LK. Saren Adicitra D,A. Md.Keb
IA Nani Suryawati, A.Md.Keb
Ni Wyn. Murniasih, A.Md.Keb
Dw Ayu Diah Yulianti, A.Md.Keb

II d
II d
II d
II c
II b
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
II d

Bidan
Bidan
Bidan
Perawat
Bidan
Bidan
Bidan Pustu Keliki
Bidan
Bidan
Bidan
Bidan
Bidan

Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Ka. Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap
Rawat Inap

Lampiran 4
Keadaan Sarana Prasarana Umum
di Puskesmas Tegallalang I Tahun 2015

No
I

II

Jenis Sarana/Prasarana
Sarana Kesehatan
Puskesmas Pembantu
Polindes
Rumah Dinas Dokter
Rumah Dinas Perawat
Rumah Dinas Bidan
Puskesmas Keliling Roda Empat
Ambulance
Sepeda Motor
Sarana Penunjang
Komputer
Mesin Ketik
Telepon
Laptop

Jumla
h

Bai
k

Kondisi
Rusak Rusa
Ringa
k
n
Berat

3
1
1
1
1
1
0
11

3
1
1
1
1
1
0
11

0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0

13
1
1
1

12
0
1
0

0
1
0
0

1
0
0
1

Keadaan Peralatan Kesehatan di Puskesmas Tegallalang I Tahun 2015


Kondisi
No
1

Jenis Alat
KIA Set
Tensimeter
Timbangan Dewasa
Timbangan Bayi
Termometer
Alat Ukur Panjang
Badan
Kupet
Korentang
Partus Set
Poliklinik Set
Tensimeter
Stetoskop
Alat Ukur Tinggi
Badan
Timbangan Dewasa
Timbangan Bayi
Kupet

Berfungsi

Tidak
Berfungsi

1
0
1
1
0

1
0
1
1
0

0
0
0
0
0

0
0
0

0
0
0

0
0
0

1
2
1

1
2
1

0
0
0

2
0
2

2
0
2

0
0
0

Jumlah

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

UKS Kit
Tensimeter
Palu Refleks
Pengukur Tinggi
Badan
Sneller
Spekulum hidung
Spekulum telinga
Stetoskop
Sudip lidah logam
Thermometer
Timbangan dewasa
Kaca mulut
Pinset gigi
Tangkai kaca mulut
Lampu senter
Toniket
Sonde lengkung
Sonde lurus
Sterilisator
O2 Consentrator
O2 Delivery Sistem
EKG
Freezer
Kulkas
Mikroskop
USG
Usila Kit
PHN Kit
Kesling Kit
Lampu sorot
Kursi Gigi

1
1
1

1
1
1

0
0
0

1
1
3
1
1
1
1
1
1
1
1
3
1
0
10
1
1
3
3
1
1
1
0
1
1
11
2

1
1
3
1
1
0
1
1
1
1
1
3
1
0
9
1
0
3
3
1
1
1
0
1
1
11
2

0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Keadaan Sarana Prasarana Kesehatan


di Puskesmas Tegallalang I Tahun 2015
No
1

Jenis Sarana/Prasarana
Sarana Kesehatan
Puskesmas Pembantu
Poskesdes
Polindes
Rumah Dinas Dokter
Rumah Dinas Dokter Gigi
Rumah Dinas Paramedis
Puskesmas Keliling Roda 4

Jumla
h

Rusak
Ringan

Rusak
Sedang

Rusa
k
Berat

3
1
0
1
1
4
1

1
0
0
0
0
1
0

0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0

Ambulance
Sepeda Motor
Ruang Rawat Inap
Sarana Penunjang
Komputer
Mesin Tik
Telepon
LCD
TOA
Printer
Laptop

1
8
4

0
0
0

0
0
0

0
0
0

21
2
2
2
1
25
7

0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0

2
0
0
0
0
2
1

STRUKTUR ORGANISASI UPT KESMAS GIANYAR I


KEPALA UPT KESMAS
dr. A.A Gede Oka Beratha, MPH
KA SUBAG TATA
USAHA

SUBAG UMUM &


KEPEG

KOOR.UPAYA KES.WAJIB
dr. Ni Wayan Ernawati

Sub.Koor. Promkes : Sang Putu Artika, S.Kep.Ns


Sub.Koor. Kesling
: I Wayan Asmara Jaya, A.Md.
Gizi
Sub Koor.KIA& KB : Ni Made Lastini, A.Md.Keb
Ni Made Sermi
Sub.Koord.Gizi
: Gusti Ayu Padmawati, A.Md.
Gizi
Sub Koor. Pengobatan : Ni Wayan Purnaminingsih,
A.Md.Kep
Sub.Koor. P2PM
DBD
: I Nyoman Sugiarta
Diare
: A.A. Putu Saridewi
Imunisasi : I Wayan Sutedja, A.Md.Kep
ISPA
: I Nyoman Suamba, A.Md.Kep
Kusta
: I Nyoman Suamba, A.Md.Kep
Malaria
: I Nyoman Suamba, A.Md.Kep
PMS
: I Nyoman Suamba, A.Md.Kep
Rabies
: I Nyoman Suamba, A.Md.Kep
Surveilans : A.A. Gde Anom
Taeniasis : A.A. Gde Anom

KOOR. UPAYA KESEHATAN.


PENGEMBANGAN
drg. I Made Sudirman
Drg.A.A Kt. AdiPramudiawati

Sub. Koor UKS


: drg. I Dewa Ketut Miasa
Sub. KoorPerkesmas : A.A. Sri Widari, A.Md.Kep
Sub. Koor. Kesh. Gilut : Desak Putu Novi Sugihartini
Sub. Koor.SantunLansia
: Ni KadekParwati
Sub.Koor.Kes.Khusus
Kes. Olahraga
: I Wayan Harharya, A.Md.KG
Kes. Kerja
: I Wayan Harharya, A.Md.KG
Kes. Jiwa
: Sang Putu Artika, S.Kep.Ns
Kes. Mata
: Ni Wayan Purnaminingsih,
A.Md.Kep
Kes. Lansia
: Ni Made Sermi
Pemb. Batra
: I Wayan Harharya, A.Md.K.G
Rujukan
: Ni Nyoman Sekarini, A.Md.Keb
Rawat Inap
: Ni Nyoman Sumiati, A.Md.Keb

SUBAG KEUANGAN &


ASET

KOOR. UPAYA KES.


PENUNJANG
Lusius Lino F. Gibson, S.Si. Apt

Sub.Kood.SP2TP
: Ni Nym Sekarini,
A.Md.Keb
Sub.Koor.Farmasi
: I Nyoman Sugiharta
Sub.Koor.Laboratoriu : Ni Wayan A.

SUBAG PERENCANAAN &


MONITORING
drg. Ni Wayan Vivin Sumanti, M.Kes

KOOR.JEJARING
PELAYANAN
dr. A.A. Eka Suastika

Subkor Pustu Kenderan: A.A. Ngurah Saniawati,


A.Md. Keb

Subkor Pustu Keliki

: Tri Trisnowati, A .Md,


Keb
Subkor Poskesdes Bayad: Ni Wayan Sukerni,
A.Md. Keb
Subkor Pustu Kedisan : Ni Wayan Latri
Subkor Puskel
: Ni Wayan Sini,
A.Md.Kep

JADWAL KEPANITERAAN
No.

Kegiatan

Mg 1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Orientasi ke Puskesmas
Analisis Upaya Promkes
Analisis Upaya KIA
Identifikasi masalah Promkes, DK, Lit
Analisis Upaya P2P
Analisis Upaya Kesling
Membuat Usulan Promkes & Outline Lit
Analisis Upaya Gizi
Analisis Upaya Pengobatan
Pelaksanaan Promkes
Presentasi Promkes
Presentasi Outline Penelitian
Analisis Upaya Pengembangan
(Perkesmas/Kedokel)
Melakukan Penelitian
Analisis Hasil Penelitian

xx

14
15

Target

Mg
2

Mg 3

Mg 4

Mg 5

Mg 6

Mg 7

Mg 8

xx
xx
xx
x

xx
xxx
xxx
xx

x
xxx
xxx

x
x
x
xxxxx
xxxxx

xxxxx
xxxxx

Profil
&
Jadwal

Promkes
&
Outline

DK

Penelitian
& ujian

LAPORAN PROGRAM KIA-KB


UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I
Nama

: Putu Eka Kristi Permatasari


Made Nian Anggara

(1170121025)
(1170121026)

Dosen Pembimbing

: dr. I Wayan Darwata, MPH

Pemegang Program

: Ni Made Lastini, A.Md.Keb KIA


Ni Made Sermi KB

1) Input Program
a. Staf
Staf program KIA-KB di UPT Kesmas Gianyar I terdiri dari:
Tabel 1. Staf pemegang program KIA-KB
Staf
Bidan koordinator
Bidan
Perawat
Kader Posyandu

Jumlah
2
18
1
190

Seluruhnya merupakan lulusan sarjana akademi kebidanan dan akademi


keperawatan. Melihat jumlah orang dan kualifikasi dapat dikatakan staf
program KIA-KB telah mencukupi.
b. Prasarana dan sarana
Program KIA dan KB masing-masing terdiri atas 1 ruangan KIA dan 1
ruangan KB, dengan kelengkapan alat diantaranya meja operasional (3), kursi
(6), lemari kaca (3), komputer unit (2), meja ginekologi (1), tempat tidur
pasien (2), timbangan dewasa (1), timbangan bayi (1), tensimeter (1),
fetoskop dopler (1), UGG (1), lampu sorot (1), sterilisator (1)
Setiap Pustu di desa juga telah memiliki peralatan kebidanan yang
mencukupi. Dengan sarana dan prasarana tersebut UPT Kesmas Tegallalang I
seharusnya dapat memberikan pelayanan KIA-KB yang cukup baik.
c. Pembiayaan
RPK 2014
- BOK

: Rp 11.520.000,00

Realisasi Dana
- BOK
: Rp 11.520.000,00
Dari pemaparan di atas dapat dikatakan bahwa kegiatan yang diusulkan
semuanya didanai dengan baik.

d. Sasaran program KIA-KB


Sasaran program KIA-KB yaitu: ibu hamil (bumil), ibu bersalin (bulin), ibu
nifas (bufas),

bumil resiko tinggi (resti), bayi berat badan lahir rendah

(BBLR), neonates, dan PUS. Jumlah penduduk sasaran ditentukan dengan


cara menghitung jumlah sasaran neonatus terlebih dahulu, dengan rumus:
Jumlah bayi yang mendapat vaksin BCG dalam 3 tahun terakhir
3
Dari jumlah sasaran neonatus dihitung jumlah sasaran ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas, ibu hamil risiko tinggi, neonatus risiko tinggi. Sasaran ibu
hamil dihitung dengan rumus 1,10 x jumlah sasaran neonatus. Sasaran ibu
bersalin dan ibu nifas dengan rumus 1,05 x jumlah neonatus. Sasaran ibu
resiko tinggi dengan rumus

20% x ibu hamil. Sedangkan sasaran KB

ditentukan dengan jumlah PUS tahun terakhir. Jumlah sasaran digunakan


pada setiap desa yang dipegang oleh UPT Kesmas Tegallalang I.
-

Sasaran neonatus tahun 2014


Sasaran bumil
Sasaran bulin dan bufas
Sasaran bumil risti
Sasaran Bayi dan balita

= 290 orang
= 319 orang
= 305 orang
= 64 orang
= 2044 orang

2) Perencanaan Program (P1)


Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) program KIA-KB tahun 2014 dibuat
berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013, dimana pada program
ini terdapat beberapa masalah yaitu:
- Pencapaian program K1 ibu hamil masih di bawah target (93.9%)
- Pencapaian program K4 (86.52%) masih di bawah target
Pemecahan masalah yang diambil berupa:
- Pemeriksaan ibu hamil
- Pemantauan ibu hamil
- Sweeping ibu hamil
- Penyuluhan posyandu
- Pemasangan stiker P4K
- Bimbingan teknis kader
- PKM
- Aktivasi posyandu
3) P2, P3
Adapun dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa kegiatan untuk
menangani masalah dan menunjang program KIA-KB yang tersaji dalam tabel di
bawah ini.

No
Kegiatan
1

3
4

Pelayanan
kesehatan
neonates
Pelayanan
kesehatan bayi

P1
Target
(%)
100

100

Pelayanan
100
Kesehatan Balita
Pelayanan
K4=
Kesehatan
100
Ibu
Hamil
(ANC)

Neonatus

P3
(Pencapaian)
(%)
96.55

P2
(Kekurangan/Kunci
Keberhasilan)
Proyeksi/sasaran tinggi serta
tidak mengikuti target nasional.

Bayi

97.24

Balita

91.86

Bumil

86.52

Proyeksi/sasaran tinggi serta


tidak mengikuti target nasional.
Tidak rutinnya bayi mendatangi
posyandu setiap bulan.
Proyeksi/sasaran tinggi serta
tidak mengikuti target nasional.
Target tidak sesuai dengan
jumlah ibu riil serta tidak
mengikuti target nasional. Ibu
hamil riil yang ada di lapangan
271 (15 pindah tempat tinggal,
7, abortus, dan 15 belum masuk
K4)
Proyeksi/sasaran tinggi serta
tidak mengikuti target nasional.
Proyeksi/sasaran tidak terlalu
tinggi.

Sasaran

Pendampingan
95
Bumil
93.10
P4K
6
Pelayanan
90
Bufas
93.11
kesehatan
ibu
nifas
7
Pelayanan
70
PUS
66.67
Keluarga
Berencana
Tabel 2. Rincian setiap kegiatan KIA-KBbeserta P1, P2, P3

WUS dalam kondisi hamil atau


PUS
mengalami
gangguan
kesuburan.

Proses pelaksanaan kegiatan berupa plan of action terlampir POA terlampir


Hampir semua indikator program KIA-KB UPT Kesmas Tegalalang I pada
tahun 2014 tidak tercapai, hanya ada satu program yang tercapai yaitu pelayanan
kesehatan ibu nifas. Keberhasilan program ini disebabkan karena proyeksi yang tidak
terlalu tinggi untuk program ini, pengetahuan bidan desa yang sudah cukup baik, dan
tekunnya bidan desa untuk melakukan kunjungan ke rumah-rumah ibu nifas.
Untuk program yang belum tercapai ditinjau dari input (staf, sarana, dan
pembiayaan) tidak ada masalah. Dalam prosesnya perbedaan antara sasaran/proyeksi
yang terlalu tinggi dibandingkan dengan data riil yang ada di masyarakat. K4 riil
yang ada di lapangan adalah 271 (sasaran 319), 15 diantaranya pindah tempat
tinggal, 7 mengalami abortus, dan 26 lainnya belum masuk kategori K4. Jika ditinjau
dari jumlah data riil sebenarnya semua target telah tercapai. Perbedaan data ini
memberikan pengaruh terhadap tidak tercapainya program pendampingan P4K yang
berhubungan dengan angka K1 yang hanya 93.10%. Untuk pelayanan keluarga
berencana, ketidak tercapainya program

ini disebabkan karena ada beberapa

pasangan yang hamil dan beberapa pasangan yang mengalami gangguan kesuburan.
Ditinjau dari buku petunjuk teknis standar pelayanan minimal bidang
kesehatan berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI no. 828/MENKES/SK/I/2008
terlihat bahwa puskesmas Tegallalang I belum mengikuti standar nasional penentuan
target untuk pelayanan KIA-KB yang seharusnya target untuk kesehatan neonates
(80%), bayi (90%), balita (90%), dan pelayanan kesehatan ibu hamil (90%). Jika
puskesmas mengikuti aturan nasional ini seharusnya pelayanan kesehatan neonates,
bayi, dan balita telah memenuhi target secara nasional.
Ada dua (2) masalah utama yang menyebabkan sebagian besar program di
UPT Kesmas Tegallalang I ini tidak tercapai; satu (1) karena proyeksi/sasaran terlalu
tinggi yang tidak sesuai dengan data riil, Data ini juga membuktikan bahwa rumus
proyeksi tidak dapat dipergunakan di UPT Kesmas Tegallalang I mengingat sudah
100% pelayanan ibu hamil telah dilaksanakan ditinjau dari data riil, namun belum
dalam data target sasaran. dan dua (2) petugas kurang disosialisasikan mengenai
target nasional setiap kegiatan. Dapat dikatakan secara keseluruhan program KIAKB UPT Kesmas Tegallalang I Tahun 2014 belum berhasil jika ditinjau dari target

yang dimiliki UPT Kesmas sendiri, namun telah berhasil jika berpedoman pada
target nasional.
4) Kesimpulan
a. Hasil positif: pelayanan kesehatan KIA-KB telah dilaksanakan dengan baik
dan telah memenuhi target secara nasional kecuali program pelayanan
kesehatan ibu hamil.
b. Permasalahan yang masih tersisa adalah
- Data riil di lapangan berbeda dengan data sasara/proyeksi
- Staf dan pemegang program belum mengetahui tentang adanya target
yang harus berlaku secara nasional

5) Saran
a. Saran yang dapat diberikan adalah perubahan teknik pencarian target sasaran
sebaiknya menggunakan data riil yang ada di lapangan sehingga target dapat
tercapai.
b. Staf dan pemegang program harus diberikan sosialisasi berkaitan dengan
target nasional setiap kegiatan dalam program KIA-KB
c. Perlu dilakukan juga sweeping ke lapangan untuk pelayanan keluarga
berencana sehingga dapat terdata dengan baik PUS yang sedang hamil dan
yang mengalami gangguan kesuburan.
d. Perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu untuk
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kunjungan neonatus dan lebih
memanfaatkan pemberdayaan masyarakat seperti kader untuk melakukan
kunjungan rumah dalam rangka menjangkau ibu yang tidak melakukan
kunjungan neonates.

LAMPIRAN PLAN OF ACTION PROGRAM KIA-KB TAHUN 2014


No Kegiatan
1

Pelayanan
Kesehatan
Neonatus
-Kunjungan
neonates/
neonates resti
Pemeriksaan
Kesehatan Bayi
-Deteksi dini dan
pemantauan bayi
risiko tinggi
Pelayanan
Kesehatan Balita
-Deteksi dini dan
pemantauan balita
risiko tinggi
-Penemuan dan
tata laksana kasus
penyebab utama
kematian balita
Diare
Pneumoni
a
Pelayanan

Vol
Keg
40 OH

40 OH

40 OH

20 OH
20 OH

Sasaran Lokasi

Pelaksana Sumber
Dana

Biaya
(x1000)

290 bayi Rumah


sasaran

Bides,
kader

1.200

BOK

840 bayi Puskesmas Bides dan BOK


Bidan
,
posytandu, puskesmas
Pustu

600

1204
orang

1.200

Puskesmas Bides dan BOK


, posyandu Bidan
puskesmas

BOK
BOK

600
600

Kesehatan
Ibu
Hamil (ANC)
-sweeping
ibu
hamil
-kelas ibu hamil
-deteksi dini dan
pemantauan
bumil risti
Pendampingan
P4K
-Kunjungan
rumah
Pelayanan Nifas
-Kunjungan dan
pemantauan ibu
nifas/ibu
nifas
resti
Pelayanan
Keluarga
Berencana
-Penyuluhan dan
konseling KB dan
kesehatan
reproduksi
Total

40 OH

319
bumil
4klp
64 bumil

Rumah
sasaran,
Posyandu,
Pustu, dan
Puskesmas

Kader,
BOK
Bides,
BOK
Bidan
puskesmas
BOK

1.200

40 OH

319
bumil

Rumah
sasaran

Bides

BOK

1.200

40 OH

305
bufas

Rumah
sasaran

Bides

BOK

1200

Bides,
bidan
puskesmas
Banjar,
BOK
,
Pustu,
Petugas
Puskesmas promkes

1620

30 OH
40 OH

54 OH

5011
PUS

900
1.200

11.520

LAMPIRAN FOTO

Foto 1. Kunjungan rumah ibu nifas dan pemberian tablet vitamin A

LAPORAN PROGRAM GIZI


UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I
Nama

: Putu Eka Kristi Permatasari (1170121025)


Made Nian Anggara

(1170121026)

Dosen Pembimbing

: dr I Wayan Darwata, MPH

Pemegang Program

: Gusti Ayu Padmawati, A.Md. Gizi

1.

Input Program
1.1

Staf
Terdapat 1 orang dengan pendidikan DIII ahli gizi yang merupakan
pemegang Program Gizi di UPT Kesmas Tegallalang I. Adapun upaya
gizi masyarakat ini mengadakan kerjasama lintas program, di
antaranya ialah KIA-KB, imunisasi, promkes, dan kesehatan lansia
sehingga terjun ke lapangan dalam bentuk tim (minimal 3 orang).
Selain itu, upaya gizi masyarakat juga dibantu oleh bidan desa dalam
mempermudah jangkauan ke masyarakat sasaran.

1.2

Sarana dan prasarana


Dengan sarana dan prasarana memadai, UPT Kesmas Tegallalang I
seharusnya dapat memberikan pelayanan Gizi dengan cukup baik.
Program Gizi terdiri dari 1 ruangan, dengan kelengkapan alat sebagai
berikut:
Tabel 1. Sarana dan prasarana program Gizi
Jenis Alat
Meja Operasional
Lemari
Papan
Komputer
Timbangan
Meteran
Pengukur tinggi badan
Kapsul vitamin A, susu, biskuit
Yodium tes

1.3

Jumlah
1
1
1
1
1
1
1
Sesuai persediaan
1

Pembiayaan
Sumber pendanaan Program Gizi UPT Kesmas Tegallalang I berasal
dari Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) dan Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA), dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 2. Rencana Pembiayaan Pogram Gizi
Jenis Dana
BOK

Total Dana BOK


DPA

Total Dana DPA


1.4

Kegiatan
Pelayanan di Posyandu
Pemantauan status gizi
Survey garam beryodium
PMT pemulihan balita gizi kurang
Pemberian makanan pada ibu hamil KEK
Rp 18.750.000
Penyuluhan gizi sehat
Pemberian makanan pada anak gizi buruk
Pemberian makanan pada ibu hamil KEK
Pemberian makanan tambahan untuk balita
gakin
Rp 74.070.000

Sasaran Program Gizi


Sasaran program Gizi yaitu: ibu hamil (bumil), balita, ibu nifas, KK,
masyarakat, balita garkin, Kabupaten/Kota

2.

Perencanaan Program (P1)

Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) program Gizi tahun 2014 dibuat

berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013, yakni sebagai berikut:


Permasalahan yang ada:
- D/S kurang dari target yang ditetapkan yaitu 80% untuk 2 Desa, yaitu
Desa
- Tegallalang (71,84%) dan Desa Keliki (74,95%)
Penyebab masalah:
- Anak sudah diimunisasi lengkap
- Orang tuanya enggan untuk mengajak anaknya ke Posyandu lagi
- Orang tuanya sibuk bekerja sehingga tidak sempat membawa anaknya ke

Posyandu
- Beberapa anak menangis jika ditimbang
Pemecahan masalah:
- Penyuluhan di Posyandu
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk bayi dan balita
- Pengawasan PMT
Kegiatan yang diusulkan untuk menangani masalah dan menunjang program
Gizi adalah:
- Pelayanan di Posyandu
- Pemantauan status gizi
- Survey garam beryodium
- PMT Pemulihan gizi kurang
- Pemberian makanan pada anak gizi buruk
- Pemberian makanan pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
- PMT untuk balita garkin
Dalam melaksanakan kegiatannya, program Gizi memiliki indikator yang
harus dicapai untuk mengevaluasi keberhasilan program, yang dapat dilihat
pada Tabel 3.
Tabel 3. Target dan Sasaran Program Gizi di UPT Kesmas Tegallalang
I Tahun 2014
No
1

Program
Sasaran
Pemantauan pertumbuhan balita
K/S
Balita
BGM/D
Balita
D/S
Balita
N/D
Balita
Gizi Buruk
Balita
Gizi Kurang
Balita
Distribusi Vit. A
Balita
ASI eksklusif
Balita
Pemantauan BBLR
Balita
Pemberian kapsul vitamin A
Balita 6-59
bulan
Penimbangan balita
Balita
Lain-lain

Target
100%
0,05%
0.05%
80%
5%
5%
85%
80%
< 5%
85%
85%

3.

Pemantauan bumil kurang energi kronis


(KEK)
Pemantauan garam beryodium
Cakupan ASI Ekslusif
Persentase Kab/Kota yang
melaksanakan surveilans gizi
Penyediaan buffer stock MP-ASI untuk
untuk balita gakin
KK
yang
mengonsumsi
garam
beryodium
Fe 90 tablet pada ibu hamil
Pemberian Vit. A pada ibu nifas

Bumil
Masyarakat
Balita
Kab/Kota

10%
90%
70%
100%

Balita garkin

100%

KK

90%

Bumil
Ibu nifas

85%
-

P2, P3
Adapun dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa kegiatan
untuk menangani masalah dan menunjang program Gizi yang tersaji dalam
tabel di bawah ini.

Tabel 4. Rincian setiap kegiatan Gizi beserta P1, P2, P3


No Kegiatan

P1
Sasaran
(%)

1
2

K/S
BGM/D

Balita
Balita

D/S

Balita

N/D

Balita

Gizi Buruk

Balita

Gizi
Kurang

Balita

P3
P2
(Pencapaian)
(Kekurangan/Kunci
(%)
Keberhasilan)
Pemantauan Pertumbuhan Balita
100%
100%
0,05%
0,21%
balita-balita tidak mendapat
asupan makanan gizi
seimbang, selain itu tingkat
perekonomian keluarga juga
mempengaruhi asupan
makanan dalam keluarga
0.05%
77,9%
orang tua balita sibuk dan
kesadaran yang rendah untuk
datang ke Posyandu
mengukur berat dan tinggi
badan
80%
60,82%
tidak semua balita datang ke
posyandu untuk melakukan
penimbangan berat badan,
sehingga tidak diketahui
peningkatan berat badan
pada keseluruhan balita.
Selain itu ada beberapa
balita yang sakit ketika
ditimbang, sehingga balita
tersebut mengalami
penurunan berat badan.
5%
0%
1 orang gizi buruk (BB/U)
dan tidak ada gizi buruk
(BB/TB),
sehingga
disimpulkan tidak ada gizi
buruk di UPT Kesmas
Tegallalang I (rincian Dinas
Kesehatan
Provinsi,
perhitungan gizi buruk dari
BB/TB).
5%
2,1%
Gizi kurang sudah mencapai
target dengan persentase
2.1%. Hal ini terjadi karena
pola asuh yang kurang baik
dari keluarga, sehingga
kebutuhan gizi untuk anak
tidak dapat terpenuhi. Selain
itu, rendahnya perekonomian
keluarga
serta
adanya
penyakit yang diderita anak
menyebabkan
angka
Target

kejadian kurang gizi cukup


tinggi.
Distribusi
Vit. A
ASI
8 eksklusif
Pemantaua
9 n BBLR
Pemberian
10 kapsul
vitamin A
Penimbang
11 an balita
7

2
3
4

7
8

Balita

85%

100%

Balita

80%

80,2%

Balita

< 5%

1,8%
-

Balita
6-59
bulan
Balita

Pemantauan
bumil kurang
energi kronis
(KEK)
Pemantauan
garam
beryodium
Cakupan ASI
Ekslusif
Persentase
Kab/Kota yang
melaksanakan
surveilans gizi
Penyediaan
buffer
stock
MP-ASI untuk
untuk
balita
gakin
KK
yang
mengonsumsi
garam
beryodium
Fe 90 tablet
pada ibu hamil

Bumil

85%

100%

85%

100%
Lain-lain
10%
3,7%

Masyarakat 90%
Balita
Kab/Kota
Balita
garkin

70%

100%

Pencarian kasus tidak


dilakukan secara aktif namun
hanya dilakukan secara pasif
yaitu dari laporan BP, rawat
inap, dan pustu

80,12%

100%
100%
100%
100%

KK
Bumil
Ibu nifas

90%
100%
85%
-

Pemberian Vit.
A pada ibu
nifas

93,4%
100%

Dari 17 kegiatan, terdapat 3 kegiatan yang tidak mencapai target yaitu


BGM/D, D/S, dan N/D. Adapun hasil pencapaian target berdasarkan sasaran
program, adalah sebagai berikut:
a)
Pemantauan pertumbuhan balita:

K/S: pencapaian pada tahun 2014 sudah mencapai target yaitu 100%

(1434 orang)
BGM/D: pencapaian pada tahun 2014 belum mencapai target, yaitu
masih ada balita dibawah garis merah sebesar 0.21%. Hal ini
dikarenakan balita-balita tidak mendapat asupan makanan gizi
seimbang,

selain

itu

tingkat

perekonomian

keluarga

juga

mempengaruhi asupan makanan dalam keluarga.


D/S: pencapaian pada tahun 2014 belum mencapai target yaitu 77,9%.
Hal ini kemungkinan disebabkan orang tua balita sibuk dan kesadaran
yang rendah untuk datang ke Posyandu mengukur berat dan tinggi

badan
N/D: pencapaian pada tahun 2014 yaitu 60,82% dan tidak mencapai
target 80%. Hal ini terjadi karena tidak semua balita datang ke
posyandu untuk melakukan penimbangan berat badan, sehingga tidak
diketahui peningkatan berat badan pada keseluruhan balita. Selain itu
ada beberapa balita yang sakit ketika ditimbang, sehingga balita

tersebut mengalami penurunan berat badan.


Prevalensi kurang gizi: pencapaian pada tahun 2014 untuk gizi kurang
(BB/U) 1 orang dan tidak ada gizi kurang (BB/TB), sehingga
disimpulkan tidak ada gizi kurang di UPT Kesmas Tegallalang I
(rincian Dinas Kesehatan Provinsi, perhitungan gizi buruk dari
BB/TB). Sementara itu, gizi kurang sudah mencapai target dengan
persentase 2.1%. Hal ini terjadi karena pola asuh yang kurang baik
dari keluarga, sehingga kebutuhan gizi untuk anak tidak dapat
terpenuhi. Selain itu, rendahnya perekonomian keluarga serta adanya
penyakit yang diderita anak menyebabkan angka kejadian kurang gizi

cukup tinggi.
Cakupan Vit. A: pencapaian pada tahun 2014 sudah melebihi target
yaitu 100% pada balita 6-59 bulan. Kegiatan sweeping Vit.A
dilakukan apabila ada balita yang tidak hadir di Posyandu saat
pemberian vitamin A yakni pada Bulan Februari dan Agustus. Balita
yang tidak datang tersebut, dikunjungi ke rumahnya dan langsung
diberikan vitamin A oleh TPG.

Pemantauan BBLR: pencapaian pada tahun 2014 sudah mencapai

target yaitu sebesar 1,8%, yakni 5 balita dari 265 kelahiran hidup
Cakupan ASI Eksklusif: pencapaian pada tahun 2014 melampaui
target yaitu 80,12% karena digunakan angka estimasi bukan angka riil

jumlah balita
Distribusi Fe 90 tablet pada ibu hamil: pencapaian pada tahun 2012
sudah melebihi target yaitu sebesar 93,4% karena digunakan angka

estimasi bukan angka riil jumlah balita


Pemantauan bumil KEK: pencapaian pada tahun 2014 sudah sesuai

target yaitu sebesar 3,7%


Pemberian vitamin A ibu nifas: tidak ada target, dan pada tahun 2014

mencapai 100%
Pemantauan garam beryodium: pencapaian pada tahun 2014 sudah

melampaui target yakni 100%


Persentase Kab/Kota yang melaksanakan surveilans gizi mencapai
target yaitu 100%

4.

Kesimpulan
Hasil positif: sebagian besar program gizi di wilayah kerja UPT Kesmas

5.

Tegallalang I sudah berjalan dengan baik dan mencapai target.


Permasalahan:
o Pencapaian BGM/D, D/S, pada tahun 2014 belum mencapai target
o N/D dan pemberian vitamin A ibu nifas tidak memiliki target

Saran
Untuk cakupan BGM/D: perlu dilakukan kegiatan intervensi seperti
memberikan PMT yang menunjang hambatan segi finansial, edukasi
untuk meningkatkan pengetahuan yang cukup mengenai pentingnya
asupan makanan dalam keluarga, serta temu pakar ahli untuk
meningkatkan sikap dan perilaku positif keluarga guna peningkatan gizi
balitanya

Untuk cakupan D/S: perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus


melalui kelian banjar dan kader, agar ibu ingat jadwal dan dapat
menyisihkan waktu untuk membawa balitanya ke Posyandu untuk
melakukan pengukuran berat dan tinggi badan. Selain itu, perlu mencari
tahu penyebab rendahnya kunjungan ibu balita membawa anaknya ke
Posyandu sehingga petugas Puskesmas dapat melakukan kegiatan yang

akhirnya mengubah pandangan masyarakat khususnya ibu balita menjadi


sadar pentingnya untuk berkunjung ke posyandu. Kegiatan tersebut antara
lain dengan meningkatkan penyuluhan gizi di Posyandu, pemberian PMT
penyuluhan, meningkatkan peran aktif kader dalam mengimbau dan
mengajak langsung masyarakat ke Posyandu (misalnya 1 orang kader
bertanggung jawab mendatangkan 10-20 balita ke posyandu/ sesuai
sasaran balita di wilayah tersebut).

Menetapkan target yang jelas dalam perencanaan, sehingga dalam


melaksanakan kegiatan petugas puskesmas dapat memiliki rencana
kegiatan tugas yang lebih jelas dan rasa tanggung jawab melaksanakan
tugas lebih tinggi. Seperti pada panduan Pemanfaatan Data Hasil
Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu (SKDN), dimana untuk di
tingkat puskesmas indikator SKDN adalah % K/S yang menunjukkan
cakupan program 80% dikatakan baik dan <80% dikatakan kurang; %
D/S yang menunjukkan partisipasi 80% dikatakan baik dan <80%
dikatakan kurang; % N/D yang menunjukkan keadaan pertumbuhan balita
80% dikatakan baik dan <80% dikatakan kurang; yang terakhir %
BGM/D yang menunjukkan perkiraan status gizi balita 5% dianggap
masalah dan <5% bukan masalah.

LAMPIRAN GIZI
No

Kegiatan

Vol
Keg

Pelayanan di
Posyandu
Pemantauan
status gizi
Survey Garam
beryodium

401
OH
64 OH

2
3
1

16 OH

Sasaran Lokasi Pelaksana Sumber


Dana
Pelayanan Gizi
38 Posy Posy
Petugas
BOK
gizi, bides
26 orang Rumah Petugas
BOK
sasaran gizi
Rumah Petugas
BOK
sasaran gizi
Tatalaksana Gizi
2 orang Rumah Petugas
BOK
sasaran gizi

Biaya
(x1000)
12.030
1.920
480

PMT Pemulihan 2 pkt


2.340
Balita
Gizi
Kurang
Pemberian Makanan Tambahan dan Vitamin
1
Penyuluhan gizi
456 th 38 Posy Posy
Petugas
DPA
34.200
sehat
gizi,
darbin
Penanggulangan KEP, GAKY, Anemia Gizi Besi, Kurang Vit. A,
Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya
1
Pemberian
180
2 orang Rumah Petugas
DPA
2.340
makanan
pada or/hr
sasaran Gizi
anak gizi buruk
2
Pemberian
1.440
16 orang Rumah Petugas
DPA &
9.900
makanan
pada or/hr
sasaran gizi
BOK
ibu hamil KEK
No Kegiatan
Vol
Sasaran Lokasi Pelaksana Sumber Biaya
Keg
Dana
(x1000)
1
Pemberian
4.230
Rumah Petugas
DPA
29.610
makanan
or/hr
sasaran gizi
tambahan untuk
balita gakin
TOTAL
92.820
Tabel 5. Plan of Action Program Gizi UPT Kesmas Gianyar I Tahun 2014

PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR (P2M)

UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I


1.

Input Program
1.1

Staf
Pemegang program P2M di UPT Kesmas Tegallalang I terdiri dari 5
orang yang dibagi berdasarkan sub program. Namun, terlihat adanya
beberapa program yang dipegang oleh 1 orang dikarenakan kuantitas
pegawai UPT Kesmas yang terbatas. Pemegang program tersebut
antara lain:
Tabel 1. Staf pemegang program P2M
Program

Golongan

Spesifikasi

Jumlah

Demam Berdarah Dengue


(DBD)

IIId

Pegawai, Asisten
Apoteker

Diare

IIIa

Perawat

Imunisasi

IId

Perawat

Infeksi Saluran Pernapasan


Akut (ISPA)
Kusta
Malaria
Penyakit Menular Seksual
(PMS)
Rabies

IId

Perawat

Tuberkolosis (TB)
Surveilans
Taeniasis

IIIc

Perawat

Kapasitas kerja sesuai jam kerja dengan alur ke masingmasing program kemudian terjun ke pelayanan program/lapangan dan
dibantu lintas program dengan program surveilans.
1.2

Sarana dan prasarana


Program P2M ditempatkan pada dua ruangan, ruangan pertama untuk
pemegang program imunisasi dan satu ruangan untuk pemegang
program lainnya. Sarana dari tiap-tiap sub program P2M adalah buku
Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan form penilaian kunjungan rumah

pasien. Adapun perlengkapan masing-masing program sebagai


berikut:

Tabel 2. Sarana dan prasarana program P2M


Program
Imunisasi
DBD
Surveilans

1.3

Jenis Alat
vaksin carier, spuit, dan vaksin
abate
peralatan survei (tensimeter, senter,
formulir PE), surat tugas, lembar balik
untuk penyuluhan dan obat-obatan

Pembiayaan
Sumber pendanaan Program P2M UPT Kesmas Tegallalang I berasal
dari Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) dengan perincian sebagai
berikut:
Tabel 3. Rencana Pembiayaan Pogram P2M
Jenis Dana
Program
BOK
Penemuan dan tata laksana kasus serta pengambilan specimen
(HIV/AIDS)
Promosi (Pengetahuan Komprehensif HIV/AIDS)
Konseling dan pencegahan transmisi penularan penyakit dari
penderita ke orang lain termasuk kepatuhan minum obat
Penemuan dan tata laksana kasus serta pengambilan specimen TB
Promosi (etika batuk, PHBS, dll)
Penyediaan sarana tambahan lain
PE kasus gigitan HPR
PE penderita DBD
Pelaksanaan BIAS
Sweeping Imunisasi
Total
Rp 8.520.000

1.4

Sasaran program P2M


Sasaran program P2M yaitu: ibu hamil (bumil), balita, Tempat
Pembuangan Akhir (TPA), penderita diare, masyarakat yang digigit
Hewan Penyebar Rabies (HPR), dan penderita TB.

2.

Rencana Kegiatan Program

Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) program P2M tahun 2014 dibuat

berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013


Permasalahan yang ada:
- P2TB
a) Masih rendahnya penemuan penderita TB di masyarakat (13,12%).
b) Pemeriksaan suspek penderita TB masih rendah 24 (17,1%) dari
target 140 (100%)
-

P2 ISPA

a) Masih rendahnya pencapaian target pneumonia (29,53%)


b) Target P2 ISPA tidak mencapai target
-

P2 Diare
a) Masih adanya kasus diare 838 orang
b) Penemuan kasus oleh kader 0%
- P2 DBD
a) Angka Bebas Jentik (ABJ) masih di bawah target (73,68%)
Penyebab masalah:
- P2TB
a) Penemuan kasus TB secara pasif (passive care detection)
b) Survey kontak baru dilakukan secara pasif
-

P2 ISPA
a)

Pasien lebih banyak berobat ke praktek swasta, sedangkan kasus


DPS/BPM tidak dimasukkan sebagai cakupan, sehingga yang
dilaporkan hanya kasus yang datang ke Puskesmas dan jaringannya
saja

P2 Diare
a) Perilaku masyarakat yang ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

(PHBS) masih kurang


b) Ketersediaan air bersih kurang
c) Pemeliharaan Jamban Keluarga (JAGA) kurang
- P2 DBD
a) Peran kader masih kurang
b) Perilaku masyarakat masih kurang
Pemecahan masalah:
- P2TB
a) Penyuluhan tentang TB ditingkatkan
b) Petugas P2TB harus aktif mencari penderita suspect TB di
masyarakat agar target tercapai
c) Kunjungan rumah untuk Pengawas Minum Obat (PMO)
d) Promosi Kesehatan Masyarakat (PKM)
e) Libatkan praktek swasta

f) On the job training / gala karya


-

P2 ISPA
a)

Petugas agar lebih efektif melakukan penyuluhan tentang penyakit


ISPA dan melibatkan Dokter Praktek Swasta serta Bidan Praktek
Mandiri

P2 Diare
a) PKM
b) Loka Mini Lintas Sektoral
P2 DBD

a) PKM
b) Loka Mini Lintas Sektoral
Dalam melaksanakan kegiatannya, program Gizi memiliki indikator yang
harus dicapai untuk mengevaluasi keberhasilan program, yang dapat dilihat
pada Tabel 4.
Tabel 4. Target dan Sasaran Program Gizi di UPT Kesmas Tegallalang I
Tahun 2014
No
1

Kegiatan

Sasaran

DBD
Kasus dilakukan PE
Masyarakat
Tempat
Pemantauan Jentik Berkala (PJB)
Pembuangan
Akhir (TPA)
Angka Bebas Jentik (ABJ)
Masyarakat
Diare
Penemuan kasus
Penderita diare
Imunisasi
Balita
BCG
Balita
HB1
Balita
DPT/HB1
Balita
Polio IV
Balita
Bumil
Campak
Status TT5 Bumil
ISPA
Bayi berumur
Penemuan kasus pneumonia
0-5 tahun (236
orang)

Target
-

551 (100%)
312 (100%)
312 (100%)
312 (100%)
312 (100%)
312 (100%)
344 (100%)

PMS
Penemuan sipilis

Masyarakat

3.

Penemuan GO
Penemuan HIV
Penemuan
Penyakit
Lainnya (PKL)
Penemuan jumlah gigitan
Pemberian VAR

Penemuan jumlah suspek


Penemuan BTA (+)
Penderita diobati
Penderita yang sembuh

Kelamin

Masyarakat
Masyarakat
Masyarakat

Rabies
Masyarakat
yang
digigit
HPR
Masyarakat
yang
digigit
HPR
TB
Masyarakat
Masyarakat
Penderita TB
Penderita TB

570 (100%)
570 (100%)

140 (100%)
10 (100%)
3 (100%)
3 (100%)

P2, P3
Dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa kegiatan untuk
menangani masalah dan menunjang program P2M yang tersaji dalam tabel di
bawah ini.
Tabel 5. Rincian setiap kegiatan P2M beserta P1, P2, P3

P1
No

Kegiatan

Sasaran

Target
(%)

P3
(Pencapaian
) (%)

P2
(Kekurangan/Kunci
Keberhasilan)

DBD
1

Kasus
dilakukan
PE

Masyarakat

Pemantaua
n
Jentik
Berkala
(PJB)

Tempat
Pembuanga
n
Akhir
(TPA)
Masyarakat

Angka
Bebas
Jentik
(ABJ)

12
241

210

Jumlah
rumah
bebas
jentik
didapatkan
berdasarkan sampel
dari masing-masing
banjar,
sehingga
hasil dari kegiatan
bukan merupakan
nilai riil.
Tidak terdapat juru
pemantau
jentik
(Jumantik)
menyebabkan tidak
semua
rumah
terperiksa
dan
terlaporkan

DIARE
1

Penemuan
kasus

Penderita
diare

551
774 (140,5%)
(100%)

IMUNISASI

BCG

HB1

DPT/HB1

Polio IV

Campak

Status TT5
Bumil

Balita
Balita
Balita
Balita
Balita
Bumil

312
(100%)
312
(100%)
312
(100%)
312
(100%)
312
(100%)
344
(100%)

285 (91,3%)
290 (92,9%)
280 (89,7%)
266 (85,3%)
285 (91,3%)
283 (82,2%)

Orang tua balita


sibuk sehingga
tidak mengantarkan
balita ke Puskesmas
sesuai jadwal
imunisasinya.

Dalam menetapkan
target menggunakan
penilaian estimasi,
sehingga
kemungkinan
jumlah bayi yang
riil berada di bawah
jumlah estimasi.
Dalam mengatasi
hal tersebut pihak
Puskesmas akan
melakukan
sweeping imunisasi
dan apabila
memang jumlah riil
di bawah jumlah
estimasi tidak
menjadi
permasalahan
dengan syarat tidak
ada terjadi
kesakitan yang
berkaitan dengan
pemberian
imunisasi tersebut

4.

Kesimpulan
Pada tahun 2014, tidak ditemukan penyakit malaria, filariasis, AIDS, dan
syphilis di UPT Kesmas Tegallalang 1. Selalu dilakukan pendataan jika ada
kasus baru di dalam gedung dan ada perencanaan untuk pelacakan ke rumahrumah di setiap desa apabila terdapat kasus baru di luar gedung.
Pada umumnya, masalah berasal dari pelaksanaan yang tidak sesuai
perencanaan dan masalah manajemen Puskesmas. Permasalahan tersebut
antara lain:

Untuk P2 ISPA penemuan jauh dari jumlah perkiraan penderita. Hal

ini terjadi karena minimnya jumlah surveilans dan daerah jangkauan


Pemegang program ganda sehingga pemegang program tidak fokus

terhadap program yang menjadi tanggung jawabnya


Pelaksanaan penemuan dan pelacakan ke rumah-rumah masih sedikit
terlambat karena banyak kegiatan yang memerlukan kader dan staf

P2M yang kurang


Pengobatan ke rumah menjadi terhambat dikarenakan SDM dokter
yang terbatas, sehingga pasien diminta berobat langsung mendatangi

UPT Kesmas Tegallalang I


Imunisasi tidak mencapai target karena orang tua balita berhalangan
datang sehingga tidak sempat membawa balita ke Posyandu maupun
UPT Kesmas untuk imunisasi walaupun sudah ditangani dengan

adanya sweeping
Penemuan kasus Pusksmas tidak mencapai target kemungkinan
disebabkan pasien langsung mendatangi dokter praktek swasta apabila
terjangkit penyakit menular maupun imunisasi balita

5.

Saran
Saran guna peningkatan kualitas program P2M, antara lain sebagai berikut:

Pelacakan dilakukan sekaligus untuk masing-masing kasus ke setiap


warga sehingga jalannya pelacakan menjadi lebih efektif. Walaupun tidak
ditemukan kasus paling tidak keadaan kesehatan masyarakat terpantau
dan memungkinkan untuk meminimalisir KLB

Perlu adanya kerja sama dengan praktek swasta guna pendataan


penemuan kasus baru, untuk meningkatkan pencapaian target surveilans

Solusi dari tidak tercapainya target pemberian imunisasi dapat dilakukan


dengan mengembangkan formulasi penentuan estimasi target sehingga
kelak tidak beberda jauh dengan jumlah riil. Selain itu pihak Puskesmas
perlu merangkul masyarakat melalui kader desa agar selalu ingat untuk
mengajak bayi mereka ke Puskesmas ataupun layanan kesehatan lain agar
mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan. Selain itu kader desa juga
sebaiknya dibekali ilmu mengenai imunisasi sehingga dapat menjelaskan
dengan baik ke masyarakat yang memiliki bayi.

Solusi dari tidak tercapainya target penemuan kasus TB paru dan diare
adalah diperlukannya pelatihan kepada dokter prakter swasta dan bidan
praktek swasta agar lebih aktif mencari kasus di masyarakat dan
melaporkan ke puskesmas.Selain itu diperlukan pelatihan kader mengenai
TB paru dan diare agar mampu segera merujuk penderita ke puskesmas.
Agar mendapatkan nilai riil dari rumah bebas jentik diperlukan adanya
jumantik yang secara rutin memeriksa seluruh rumah di tiap-tiap banjar,
sehingga seluruh data yang dilaporkan adalah data riil di masyarakat.

Perlu diadakan jumantik untuk memaksimalkan evaluasi PJB

LAMPIRAN P2M
1.

Plan of Action Program P2M


Tabel 6. Plan of Action Program P2M UPT Kesmas Gianyar I Tahun 2014

No

Kegiatan

Vol
Sasara Lokasi Pelaksana Sumber Biaya
Keg
n
Dana
(x1000)
Mewujudkan Akses terhadap Pengobatan HIV/AIDS bagi Semua
yang Membutuhkan
1
Penemuan dan
40
Pusk
Petugas
BOK
1.200
tata laksana kasus OH
Prog.
serta
HIV/AID
pengambilan
S
specimen
(HIV/AIDS)
Mengendalikan Penyebaran dan Menurunkan Jumlah Kasus Baru HIV/AIDS
1
Promosi
48
16 klp Pusk
Petugas
BOK
1.440
(Pengetahuan
OH
Prog.
Komprehensif
HIV/AID
HIV/AIDS)
S
Mengendalikan Penyebaran dan Menurunkan Jumlah Kasus Baru TB
1
Konseling dan
20
16
Rumah Petugas
BOK
600
pencegahan
OH
penderi sasara Prog. TB
transmisi
-ta
n
penularan
penyakit dari
penderita ke
orang lain
termasuk
kepatuhan minum
obat
2
Penemuan dan
20
160
Masya Petugas
BOK
600
tata laksana kasus
OH
orang -rakat Prog. TB
serta pengambilan
specimen TB
3
Promosi (etika
24
Masya Petugas
BOK
720
batuk, PHBS, dll) OH
-rakat Prog. TB
Kegiatan Lain yang Berdaya Ungkit Tinggi terhadap Pencapaian MDGs
1
PE kasus gigitan 20
penderi Rumah Petugas
BOK
600
HPR
OH
-ta
sasara Prog.
n
Rabies
2
PE
penderita 20
13
Rumah Petugas
BOK
600
DBD
OH
penderi sasara Prog.
-ta
n
DBD
3

Pelaksanaan
BIAS

90
OH

SD

Petugas
Prog.
Imunisasi

BOK

2.700

Sweeping
Imunisasi

114
OH

290
bayi

Rumah Petugas
sasara Prog.
n
Imunisasi

BOK

TOTAL
2.

3.420
11.880

Perencanaan
a) Penemuan, pelacakan dan pendataan kasus baru
Meregistrasi kasus yang ada di UPT Kesmas Tegallalang I, baik di dalam
maupun di luar gedung. Kemudian dilakukan pelacakan untuk mengetahui
situasi epidemiologi dan besarnya masalah kesehatan serta mencegah
terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
b) Pemeriksaan, pengobatan dan sosialisasi ke rumah-rumah
Tujuan pemeriksaan dan pengobatan kasus untuk menyembuhkan penderita,
mencegah kematian, mencegah kekambuhan dan menurunkan tingkat
penularan.

Setelah

itu

dilakukan

sosialisasi

ke

masyarakat

untuk

meningkatkan pengetahuan masyarakat te


ntang faktor risiko, cara penularan, cara pencegahan, dan cara pengobatan
dini.
c) Pencatatan dan pelaporan
Bertujuan untuk mengetahui identitas pasien kemudian dicatat dan dilaporkan
ke institusi terkait.
d) Konsultasi program dengan Dinas Kesehatan Gianyar
Untuk mengetahui capaian, keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam
program.
3.

Pelaksanaan
a) Penemuan, pelacakan dan pendataan kasus baru

Jika ada pasien yang datang dan terdiagnosis dengan kasus, langsung
dilakukan pelacakan dengan menanyakan asal Desa pasien dan
kemungkinan-kemungkinan faktor risiko yang ada

Program P2M bekerja sama lintas program dengan program


surveilans dan kader melacak ke rumah-rumah warga dengan keluhan
yang sama untuk dilakukan pencatatan.

Selain pemegang program, kader juga diandalkan untuk pelacakan


kasus baru. Tetapi peran kader tidak maksimal mengingat kader
kurang terlatih dan kader juga merupakan kader di program lainnya.

b) Pemeriksaan, pengobatan dan sosialisasi ke rumah-rumah


Kegiatan ini dilakukan oleh dokter dan pemegang program di UPT
Kesmas. Kegiatan ini tidak dapat dilakukan serentak mengingat staf
dokter yang bertugas di bagian pelayanan sangat minim yaitu 2 orang,
dimana 1 dokter bertugas untuk UGD dan shift pagi, sementara 1 dokter
lainnya bertugas untuk rawat inap. Untuk lebih efisien kegiatan
pengobatan, pasien diminta berobat ke UPT Kesmas oleh kader atau
pemegang program saat dilakukannya pelacakan dan dianjurkan
membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), JKBM ataupun JKN sebagai
jaminan kesehatan.
c) Pencatatan dan pelaporan
Pencatatan dilakukan setiap bulan kemudian dilakukan pelaporan ke
kepala UPT Kesmas.
4.

Imunisasi
Penentuan sasaran imunisasi menggunakan rumus DPT I dalam 3 tahun
dibagi 3. Pengadaan vaksin bersumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Gianyar. Sasaran dari pelayanan imunisasi ialah bayi usia 0
hingga 11 bulan dengan 5 pemberian imunisasi dasar yang terdiri atas HB,
BCG, Polio, DPT Pentabio, dan Campak. Pelayanan imunisasi dilakukan di
Puskesmas setiap hari Senin dan bekerjasama dengan program KIA.
Sweeping imunisasi dilakukan untuk melacak sasaran yang belum melakukan
imunisasi, termasuk sasaran yang tidak melakukan imunisasi di Puskesmas.
BIAS dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu bulan September dan
November. Imunisasi yang diberikan pada bulan September adalah imunisasi
Campak dengan siswa-siswi kelas 1 Sekolah Dasar (SD) sebagai sasaran.
Sedangkan pada bulan November, imunisasi yang diberikan ialah DT dan TD.
Sasaran pemberian DT ialah siswa kelas 1 SD serta pemberian TD pada siswa
kelas 2 dan 3.
Pemberian imunisasi kepada ibu hamil berupa TT yang diberikan dua
kali selama kehamilan, yaitu pada saat kehamilan terdeteksi dan satu bulan
setelah pemberian pertama. Kegiatan imunisasi pada ibu hamil bekerjasama
dengan program KIA.

5.

P2 TB Paru
Kegiatan dari P2 TB Paru adalah penemuan suspek dan kasus BTA +,
pencarian kontak serumah penderita, dan pengobatan TB paru. Kegiatan
penemuan suspek didapatkan dari dokter praktek swasta, bidan praktek
swasta, Pustu, balai pengobatan (BP), dan rawat inap. Pada saat ini penemuan
kasus hanya dilakukan oleh BP, rawat inap, dan RSUD.
Pencarian kontak serumah penderita dilakukan dengan cara kunjungan
rumah segera bila ditemukan BTA + pada hasil pemeriksaan dahak penderita.
Pada

saat

kunjungan

dilakukan

PE

mengenai

faktor-faktor

yang

menyebabkan penyakit pasien dan tentang perkembangan serta pengobatan


pasien. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah menjaring orang-orang
disekitar rumah pasien yang memiliki keluhan sama dengan pasien.
Pengobatan TB selama 6 bulan dilakukan pada penderita dengan BTA
+ dan berdasarkan pertimbangan dokter spesialis paru. Petugas P2 TB paru
hanya bertugas dalam penyediaan obat dan penyaluran obat kepada pasien.
Dalam menjalankan kegiatan pengobatan dilakukan dengan adanya bantuan
Pengawas Minum Obat (PMO) yang biasanya adalah orang terdekat pasien
agar pengobatan dilakukan secara berkelanjutan selama 6 bulan dan
dikatakan sembuh.
Tabel 7. Jumlah suspek, BTA (+), jumlah seluruh kasus TB, kasus TB anak 014 tahun pada tahun 2014
No
1
2
3
4

Rincian
Jumlah suspek
BTA (+)
Jumlah seluruh kasus TB
Kasus TB anak 0-14 tahun

L
7
1
2
0

P
3
1
1
0

Total
10
2
3
0

Tabel 8. BTA (+) diobati, angka kesembuhan, jumlah kematian selama


pengobatan tahun 2014
No
1
2
3
6.

Rincian
BTA (+) yang diobati
Angka kesembuhan
Jumlah kematian selama pengobatan

L
1
1
0

P
2
1
0

Total
3
2
0

P2 Malaria
Kegiatan P2 Malaria di Puskesmas Tegallalang I mencakup deteksi kasus
baik langsung jika pasien berobat ke Puskesmas ataupun melalui rujukan

dokter dan bidan praktek swasta yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Tegallalang I.
7.

P2 Rabies
Kegiatan P2 Rabies menjalin kerjasama lintas sektor dengan Dinas
Peternakan. Apabila terjadi kasus gigitan hewan yang diduga HPR pada
manusia, maka pihak Puskesmas akan melakukan kunjungan rumah. Pada
saat kunjungan rumah, petugas Puskesmas akan melihat hewan yang
menggigit pasien apakah masih hidup atau sudah mati serta memberikan
penyuluhan tentang rabies kepada penderita gigitan hewan.
Dalam pemberian VAR pada kasus gigitan hewan, pihak Puskesmas
memiliki kebijakan yaitu apabila gigitan berisiko, seperti gigitan hewan liar
dan gigitan terjadi di daerah kepala, maka penderita gigitan hewan akan
langsung diberikan VAR. Sedangkan bila gigitan yang terjadi akibat gigitan
hewan peliharaan, maka penderita gigitan akan diperintahkan untuk
mengobservasi hewan tersebut selama dua minggu. Apabila hewan penggigit
tersebut masih hidup setelah observasi maka pasien tidak diberikan VAR,
namun jika hewan penggigit mati atau hilang selama masa observasi maka
penderita gigitan akan diberikan VAR. Saat ini pengadaan VAR sudah
dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Gianyar.

8.

P2 Kusta
Dalam menangani kasus yang dicurigai kusta, pihak Puskesmas akan merujuk
pasien tersebut ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk memastikan diagnosis.
Apabila diagnosis telah ditegakkan maka pengobatan akan dilakukan di
Puskesmas selama satu tahun dan petugas Puskesmas akan mengambil obat
di Dinkes Kabupaten Gianyar.
Petugas Puskesmas Tegallalang I akan mengadakan kunjungan rumah
rutin setiap bulan dengan tujuan mencari tahu kontak pasien dengan
lingkungan sekitarnya dan memantau kepatuhan pengobatan pasien.
Tabel 9. Penemuan kasus kusta (Pausi Basiler/kusta kering dan Multi
Basiler/kusta basah) tahun 2014
No
Rincian
1
Penemuan kasus Pausi Basiler/kusta kering
2
Penemuan kasus Multi Basiler/kusta basah

9.

P2 ISPA

L
0
1

P
0
0

Total
0
1

Kegiatan P2 ISPA memiliki sasaran balita usia 0 sampai 5 tahun yang


menderita pneumonia. Hal ini disebabkan pneumonia merupakan salah satu
penyebab kematian tersering pada anak. Petugas Puskesmas akan melakukan
kunjungan rumah ke pasien untuk mengetahui faktor-faktor penyebab
terjadinya pneumonia sekaligus memberikan penyuluhan kepada keluarga.
Penyakit lain yang juga dipantau oleh P2 ISPA ialah flu burung yang
dalam pelaksanaannya menjalin kerjasama lintas sektoral dengan Dinas
Peternakkan. Apabila Puskesmas menerima laporan adanya kematian unggas
mendadak maka petugas Puskesmas akan turun ke lapangan untuk memeriksa
manusia yang kontak dengan unggas mati tersebut untuk mencari gejalagejala flu burung.
Tabel 10. Penemuan kasus pneumonia balita menurut perkiraan penderita dan
penderita ditemukan yang ditangani tahun 2014
No
1
2
10.

Rincian
Jumlah perkiraan penderita
Penderita ditemukan dan ditangani

L
62
28

P
59
16

Total
121
44

P2 Diare
Terdapat dua kegiatan P2 Diare, yaitu penemuan kasus dan kunjungan rumah
kasus. Penemuan kasus didapatkan dari pelaporan balai pengobatan dan
pustu. Dengan kata lain penemuan kasus dilakukan secara pasif. Berdasarkan
hasil penemuan kasus tersebut dilakukan kunjungan rumah kasus anak
sebanyak 4 kali/bulan tiap ada kasus-kasus baru. Kegiatan yang dilakukan
pada saat kunjungan adalah PE dengan menggunakan form, mengetahui telah
berobat kemana saja, memantau perkembangan kesembuhan kasus, dan KIE
orang tua kasus.
Tabel 11. Penemuan kasus diare menurut perkiraan penderita dan penderita
ditemukan yang ditangani tahun 2014
No
Rincian
1
Jumlah perkiraan penderita
2
Penderita ditemukan dan ditangani

11.

L
277
365

P
274
409

Total
551
774

P2 PMS-AIDS
Kegiatan P2 PMS-AIDS menjalin kerjasama dengan dokter atau bidan
praktek swasta di wilayah kerja Puskesmas Tegallalang I dalam memberikan
informasi kepada petugas puskesmas jika ada kecurigaan kasus HIV-AIDS
dan penemuan kasus penyakit menular seksual (PMS). Pihak Puskesmas

mendapatkan pula bantuan masyarakat dalam informasi kecurigaan sesorang


mengidap HIV-AIDS. Setelah mendapat laporan tersebut maka petugas
Puskesmas akan melakukan kunjungan rumah, namun kunjungan ini diawali
dengan penjajakan ke masyarakat disekitar suspek. Melalui kunjungan rumah
ini

suspek

akan

diberikan

konseling

oleh

konselor

dari

Komisi

Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Gianyar dan diharapkan


suspek tersebut bersedia untuk melakukan VCT. Apabila suspek menolak
melakukan VCT, maka petugas Puskesmas dan konselor dari KPAD
Kabupaten Gianyar tidak akan memaksa suspek tetapi lebih memberikan
edukasi agar timbul kesadaran untuk berobat.
Saat ini Puskesmas Tegallalang I

telah

dilengkapi

dengan

laboratorium VCT. Kegiatan VCT ini memiliki sasaran semua ibu hamil,
semua penderita TB paru, dan semua penduduk yang memiliki perilaku
berisiko.Selain itu kegiatan rutin P2 PMS-AIDS ialah penyuluhan setiap satu
bulan sekali.
Tabel 12. Jumlah kasus HIV, AIDS, dan syphilis, dan jumlah kematian akibat
AIDS tahun 2014
No
1
2
3
4

Rincian
Jumlah kasus HIV
Jumlah kasus AIDS
Jumlah kasus syphilis
Jumlah kematian akibat AIDS

L
2
0
0
0

P
1
0
0
0

Total
3
0
0
0

Tabel 13. Data Kunjungan Klinik VCT Mutiara Puskesmas Tegallalang I


tahun 2014
Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jumlah
Kunjungan
11
9
10
7
5
13
9
19
26
35

Hasil Pemeriksaan
non
% reaktif
reaktif
11
100
0
9
100
0
10
100
0
7
100
0
5
100
0
13
100
0
9
100
0
18
95
1
26
100
0
35
100
0

Keterangan
%
100
100
100
100
100
100
100
5
100
100

Penderita yang reaktif


dirujuk ke Klinik
Shinta RSU Sanjiwani
dan Klinik Anggrek
Puskesmas Ubud II

11
12
Total
12.

23
5
172

23
3
169

100
60
98

0
2
3

100
40
2

P2 DBD
Terdapat 2 kegiatan P2 DBD yaitu Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) dan PE
pada penderita DBD. Kegiatan PJB dilaksanakan setiap hari jumat pada satu
banjar yang sudah disusun dalam bentuk jadwal. Setiap banjar dipilih 20
rumah warga secara acak untuk dijadikan sampel. Kegiatan yang dilakukan
saat PJB adalah memantau perkembangan nyamuk yaitu memeriksa semua
kontainer yang kemungkinan terdapat jentik nyamuk dan menggerakkan
masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Bila
ditemukan jentik pada kontainer yang dapat dimusnahkan maka kontainer
tersebut disarankan untuk dimusnahkan, sedangkan bila jentik berada pada
kontainer yang tidak bisa dimusnahkan (Bak mandi) maka bak mandi tersebut
langsung ditaburkan bubuk abate. Hal tersebut dilakukan sekaligus
mengedukasi pemilik rumah agar lebih paham mengenai PSN. Tidak terdapat
juru pemantau jentik (Jumantik) menyebabkan tidak semua rumah terperiksa
dan terlaporkan.
Kegiatan PE pada penderita dilakukan bila terdapat kasus baru di
wilayah kerja puskesmas. Kegiatan PE dilakukan berdasarkan form
pemeriksaan yang selanjutnya dilampirkan sebagai laporan kepada Dinkes
Kabupaten Gianyar bersamaan dengan laporan surveilans. Selain penderita,
dilakukan pula pemeriksaan seluruh rumah dalam bentuk bujur sangkar
dengan rumah penderita sebagai titik tengah serta jarak pemeriksaan 100m
dari rumah penderita. Hal tersebut bertujuan untuk menilai ada tidaknya
jentik pada wilayah jarak terbang nyamuk. Bila terdapat jentik lebih dari 5
rumah dalam jarak 100m dari rumah penderita, maka Dinkes akan
menindaklanjuti dengan melakukan foging pada seluas area tersebut.
Tabel 14. Jumlah kasus DBD dan kasus meninggal tahun 2014
No
1
2

13.

Rincian
Jumlah kasus
Meninggal

L
25
0

P
22
0

Total
47
0

Surveilans
Kegiatan surveilans dilakukan bersamaan dengan sub program P2M lain bila
kemungkinan akan terjadi KLB dan wabah. Bila ditemukan suatu kasus yang

berpotensi wabah, surveilans bersama tim gerak cepat lansung terjun ke


rumah dan lingkungan rumah pasien untuk melakukan PE. Hasil PE tersebut
langsung dilaporkan ke Dinkes dalam waktu 24 jam setelah kasus berpotensi
wabah atau KLB ditemukan.

LAPORAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN


UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I
Nama

: Putu Eka Kristi Permatasari


Made Nian Anggara

DosenPembimbing

: dr. I Wayan Darwata, MPH

Pemegang Program

: Sang Putu Artika, S.Kep.Ns

(1170121025)
(1170121026)

1. Input Program
1.1 Staf
Staf program Promosi Kesehatan di UPT Kesmas Tegallalang I terdiri dari 1
orang pemegang program yang sekaligus bertindak sebagai koordinator yang
merupakan lulusan S1 Keperawatan, dibantu dengan 13 orang anggota
dengan tugas yang terintegrasi. Sebagai besar kegiatan pada program promosi
kesehatan melibatkan bidan desa, kader, petugas gizi,dan kerja sama lintas
program.
1.2 Prasarana dan sarana
Di UPT Kesmas Tegallalang I terdapat satu ruang program Promkes dengan
kelengkapan peralatan sebagai berikut: laptop, wireless, LCD, materi
penyuluhan sesuai
1.3 Pembiayaan
RPK 2014
BOK

topik.

: Rp 5.100.000,-

Realisasi Dana
BOK
: Rp 5.100.000,Dari pemaparan diatas dapat dikatakan bahwa kegiatan yang diusulkan
semuanya didanai dengan baik.

1.4 Sasaran program Promosi Kesehatan


Tabel 1. Sasaran program promosi kesehatan
No
1
2
3
4

Sasaran
Kelompok dalam gedung
Kelompok posyandu
Kepala keluarga
Sekolah Dasar

Jumlah
12
38
210/desa
36

2. Perencanaan Program (P1)


Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) program Promosi Kesehatan tahun
2014 dibuat berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013, dimana
pada program ini terdapat beberapa masalah yaitu Jumlah pendataan PHBS
masih kurang dari 20% jumlah penduduk total
Pemecahan masalah yang diambil berupa:
- Menyusun RKA dengan memasukkan cetak dan pembelian media
informasi
- Menyusun jadwal kegiatan untuk penyuluhan
3. P2, P3
Adapun dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa
kegiatan untuk menangani masalah dan menunjang program promosi kesehatan
(promkes) yang tersaji dalam tabel di bawah ini.
No
Kegiatan
1

Pendataan

P1
Target
(%)
-

PHBS
2

Penyuluhan
kelompok

Sasaran
210
Kepala
keluarga
per
desa
Posyandu,
sekolah,
tempat-tempat
umum (30)

P3
P2
(Pencapaian)
(Kekurangan/Kunci
(%)
Keberhasilan)
210kk/desa Kekurangan:
Input staf kurang serta latar
belakang
pendidikan
tidak
1059 sesuai.
penyuluhan Kurangnya
telaah
masalah
sebelum merumuskan program
Metode promkes masih banyak
yang belum diterapkan
Sarana promkes masih kurang

Kelebihan:
Kerjasama
lintas
program
dengan kesling berjalan dengan
baik
Tabel 2. Rincian setiap kegiatan Perkesmas beserta P1, P2, P3
Sebanyak 210 rumah tangga per desa telah dipantau untuk pendataan
PHBS dan hasilnya menunjukkan bahwa dari 840 kepala keluarga yang
diperiksa, 679 diantaranya telah melakukan PHBS sehingga dapat dikategorikan
rumah tangga sehat. Sehingga capaian rumah tangga berPHBS di UPT Kesmas
Gianyar I adalah 75.39%, peningkatan dari tahun sebelumnya (68,76%). 10
indikator yang ditinjau pada rumah tangga untuk memperoleh data rumah tangga
sehat adalah pertolongan persalinan oleh nakes, bayi diberi ASI Ekslusif, balita
ditimbang setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air
bersih dan sabun, menggunakan jamban/WC sehat, memberantas jentik di rumah
setiap minggu, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivitas fisik atau
pekerjaan minimal 30 menit setiap hari, dan tidak merokok di dalam rumah.
Indikator yang paling banyak tidak terpenuhi atau cakupannya masih kurang
adalah tidak meroko di dalam rumah dan makan buah dan sayur hari.
Secara keseluruhan memang program promosi kesehatan telah berjalan
dengan cukup baik. Namun jika ditinjau dari input yaitu staf untuk program ini
masih sangat kurang dibandingkan dengan beban kerja yang harus dilaksanakan.
Selain itu, latar belakang pendidikan pemegang promkes juga tidak sesuai dengan
program yang dipangkunya yang secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi
kinerja untuk setiap kegiatan. Selain itu masih sangat banyak metode promosi
kesehatan yang belum dilaksanakan oleh program ini seperti diskusi kelompok
dan pelatihan. Hal itu diduga karena puskesmas tidak pernah meninjau letak
permasalahan sebelum menyusun suatu program. Selain itu banyak sarana
penyuluhan yang belum dimiliki program ini seperti flipchart, poster, video dan
lain-lain. Pada akhirnya semua hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi
partisipasi dan minat masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan
program promosi kesehatan.
4. Kesimpulan
c. Hasil positif : program promkes merupakan program berkala yang terus
dilakukan setiap tahun sehingga wawasan dan kesadaran masyarakat akan
kesehatan tetap terjaga.

d. Permasalahan yang masihtersisa


- Kapasitas (kinerja) kerja yang berlebih. Bidan, perawat, dan kader
-

memiliki tugas lain selain promkes.


Tidak adanya pre-test dan post-test saat diadakannya penyuluhan.
Tidak ada follow-up lebih lanjut setelah diadakannya penyuluhan.
Belum bisa melakukan intervensi kepada masyarakat untuk merubah pola

hidup sesuai dengan materi promkes yang diberikan.


Puskesmas tidak melakukan tinjauan lapangan terlebih dahulu sebelum

melakukan kegiatan promkes.


Masayarakat tidak sepenuhnya hadir dikarenakan waktu penyuluhan
terktidak sesuai dengan pekerjaan masyarakat.

5. Saran
a. Pembagian tugas pada staff puskesmas untuk melakukan penyuluhan agar
lebih merata lagi dan jika mungkin dilakukan pelatihan-pelatihan untuk
petugas lain agar dapat membantu pekerjaan petugas promkes yang biasanya
memberikan penyuluhan dan menjalankan kegiatan promkes lainnya.
b. Pada program promosi kesehatan sebaiknya diberikan pre-test dan post-test
untuk mengetahui keberhasilan pemberian materi dan pemahaman peserta.
c. Sesuai dengan tujuan promkes untuk merubah pengetahuan, sikap
danperilaku pihak puskesmas sebaiknya melakukan follow-up kepada
masing-masing sasaran kegiatan sesuai dengan materi yang diberikan.
d. Puskesmas sebaiknya melakukan intervensi kepada masyarakat jika materi
promkes belum dilaksanakan oleh masyarakat. Intervensi yang dilakukan
misalnya dengan langsung turun ke masing-masing KK.
e. Mengadakan pelatihan kepada staf Promkes yang ada untuk meningkatkan
kualitas dalam melaksanakan kegiatan Promkes.
f. Sebaikknya dilakukan peninjauan lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui
masalah (pengetahuan, sikap, dan prilaku) yang ada di masyarakat.
g. Waktu promosi kesehatan lebih baik disesuaikan dahulu agar tidak terjadi
halangan dan diharapkan sebagian besar masyarakat dapat mengikuti
kegiatan promosi kesehatan.

LAMPIRAN PLAN OF ACTION PROGRAM PROMOSI KESEHATAN


TAHUN 2014
No Kegiatan
Vol
Sasara Lokasi
Pelaksana Sumber
Keg
n
Dana
1
Pendataan
80 OH 210
Rumah
Darbin
BOK

Biaya
(x1000)

PHBS
2

Penyuluhan
kelompok

90 OH

kk/desa sasaran,
puskesmas
banjar
30 klp
Rumah
Petugas
BOK
sasaran,
promkes
sekolah,
tempatumum
,
sarana
kesehatan

TOTAL

2400

2700

5.100

LAMPIRAN FOTO

Foto 1. Proses Pencatatan di Posyandu

Foto 2. Proses Penimbangan di Posyandu


LAPORAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I
Nama

: Putu Eka Kristi Permatasari

(1170121025)

Made Nian Anggara

(1170121026)

Dosen Pembimbing

: dr. I Wayan Darwata, MPH

Pemegang Program

: I Wayan Asmara Jaya, A.Md. Kesling

1. Input Program
1.1 Staf
Staf program KIA-KB di UPT Kesmas Gianyar I terdiri dari:
orang

koordinator

yang

langsung

bertindak

sebagai

satu

(1)

pemegang

programdengan 4 orang anggota yang memiliki tugas integrasi lain.


Pemegang program merupakan lulusan akademi dengan spesialisasi
kesehatan lingkungan sedangkan anggota pada seluruhnya pernah menempuh
pendidikan keperawatan. .Melihat jumlah orang dan kualifikasi dapat
dikatakan staf program kesehatan lingkungan belum memadai.
1.2 Prasarana dan sarana
Terdapat 1 ruang dengan kelengkapan komputer, meja dan tempat duduk.
Sarana untuk turun ke lapangan terdiri dari blanko, toolkid pemicuan yang
terdiri dari pemetaan gambaran wilayah dan beberapa alat peraga PH meter,
comparator (chlor). nitratmeter (nitrat).

Dengan sarana dan prasarana

tersebut UPT Kesmas Tegallalang I sudah dapat memberikan pelayanan


kesehatan lingkungan yang cukup baik.
1.3 Pembiayaan
RPK 2014
- BOK
: Rp 4.800.000,00
Realisasi Dana
- BOK
: Rp 4.800.000,00
Dari pemaparan di atas dapat dikatakan bahwa kegiatan yang diusulkan
semuanya didanai dengan baik.
1.4 Sasaran program KIA-KB
Sasaran

program kesehatan lingkungan meliputi seluruh penduduk yang

berada di wilayah kerja UPT Tegallalang I diantaranya komunitas


masyarakat, sarana pipa, sarana pengolahan air limbah (SPAL), jamban
keluarga (JAGA), tempat-tempat umum (TTU), tempat penampungan
makanan (TPM), dan rumah penduduk.
2. Perencanaan Program (P1)

Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) program kesehatan lingkungan tahun


2014 dibuat berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013, dimana

pada program ini terdapat beberapa masalah yaitu:


- Pencapaian program kesling masih di bawah target
Pemecahan masalah yang diambil berupa:
- PKM
- Lokakarya mini lintas sektoral
3. P2, P3
Adapun dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa kegiatan untuk
menangani masalah dan menunjang program kesehatan lingkungan (Kesling)
yang tersaji dalam tabel di bawah ini.

Tabel 1. Rincian setiap kegiatan kesehatan lingkungan (kesling) beserta P1, P2, P3
No
Kegiatan
1

P1
Target
(%)
stop 95%
air

Pemicuan
buang
sembarangan
(pemberdayaan
masyarakat)
Pemantauan

95%

Sasaran
Komunitas
masyarakat

Sarana

P3
P2
(Capaian)
(Kekurangan/Kunci
(%)
Keberhasilan)
<50%
Sulitnya pengumpulan warga

100%

Data diambil secara random

kualitas
air
minum
Pemeriksaan
95%
SPAL

pipa per kk
SPAL

93.36%

Pemeriksaan
JAGA

JAGA

92.7%

Pemeriksaan dan 85%


pengawasan
TPM
Pemeriksaan
85%
TTU

TPM

88.3%

TTU

100%

85%

Pemeriksaan dan 85%


Rumah
84%
pengawasan
penduduk
rumah sehat
Plan of action P2 untuk setiap kegiatan terlampir

Satu rumah memiliki lebih dari 1


kepala keluarga dengan SPAL
hanya 1
Adanya PKM dan pembinaan
rumah sehat, selain itu ditunjang
oleh kerjasama lintas sektoral yang
baik dengan petugas promkes
Kerjasama lintasektoral yang baik
serta dukungan pemerintah tk II
dalam pengujian sampel makanan
Baiknya hubungan antara petugas
kesehatan kepada masayarakat dan
instasi pemerintahan
Banyaknya kriteria yang harus
terpenuhi untuk menjadi rumah
sehat

Dari tujuh (7) kegiatan yang dilakukan untuk program kesehatan lingkugan di UPT
Kesmas Tegalalang I pada tahun 2014, ada 4 kegiatan yang mencapai target
diantaranya pemantauan kualitas air minum, pemeriksaan SPAL, pemeriksaan
JAGA, dan pemeriksaan TTU serta tiga kegiatan lain yang belum dapat mencapai
target diantaranya pemicuan stop buang air sembarangan, pemeriksaan dan
pengawasan TPM, dan pemeriksaan dan pengawasan rumah sehat.
Keberhasilan tertinggi yang tercapai adalah pemeriksaan TTU, hal ini
menunjukkan telah baiknya hubungan antara petugas kesehatan kepada masayarakat
dan instasi pemerintahan maupun swasta yang ada di wilayah cakupan mengingat
wilayah puskesmas ini merupakan salah satu daerah pariwisata. Ketidaktercapainya
beberapa program

lain terutama pemicuan stop buang air sembarangan pada

umumnya disebabkan karena sulitnya pengumpulan warga. Pada umumnya


demostrasi dilakukan di banjar, namun sedikit masyarakat yang hadir pada acara ini
disebabkan karena kesibukan dan rendahnya minat partisipasi. Hal ini menyebabkan
petugas puskesmas harus mendatangi ke rumah-rumah sehingga program tetap dapat
terlaksana. Untuk program SPAL ketidaktercapinya program disebabkan oleh satu
rumah tidak hanya ada 1 kepala keluarga, beberapa keluarga itu kemudian hanya
mempunyai 1 SPAL dari yang seharusnya setiap kepala keluarga memiliki SPAL.

Ketidaktercapainya program pemeriksaan dan pengawasan rumah sehat disebabkan


dari banyaknya kriteria untuk rumah sehat diantaranya jamban sehat, tempat sampah
sehat, dan pengolahan air limbah sehat, jika salah satu dari kriteria tersebut belum
terpenuhi maka tidak dimasukkan kedalam rumah sehat.
Selain itu keterbatasan input khususnya staf yang masih sangat minim jika
dibandingkan dengan beban kerja yang tinggi sangat tidak ekuivalen, sehingga
pengambilan kegiatan pun harus dilakukan secara random yang kemungkinan
hasilnya belum bisa mewakili seluruh kegitatan.
4. Kesimpulan
1. Hasil positif: seluruh pelayanan kesehatan lingkungan sudah dapat terlaksana
2. Permasalahan yang masih tersisa adalah
Kurangnya staf yang bertugas pada program ini menyebabkan beberapa

kegiatan belum dapat mencapai target.


Pemicuan stop buang air sembarangan masih jauh di bawah target yang
ditentukan

5. Saran
Untuk mengatasi masalah tenaga dan program dapat ditindaklanjuti dengan
pembentukan kader kesling di setiap desa dan banjar seperti kader posyandu yang
bertanggung jawab terhadap program kesehatan lingkungan di desa mereka.

LAMPIRAN PLAN OF ACTION PROGRAM KESLING TAHUN 2014


Kegiatan dengan pembiayaan
No Kegiatan
Vol
Keg
1
Pemicuan
stop
buang
air
sembarangan
80 OH

Sasaran Lokasi

4174

Rumah
sasaran
(berkesina
mbungan
dengan
program
PHBS),

Pelaksana Sumber
Dana

Biaya
(x1000)

Petugas
kesling

2.400

BOK

banjar
2

Pemantauan
kualitas
minum
TOTAL

80 OH
air

Kegiatan tanpa pembiayaan


No Kegiatan
1
2
3
4
5

3779
pipa

Petugas
kesling

BOK
2.400
4.800

Vol
Keg
dan -

Pemeriksaan SPAL
Pemeriksaan JAGA
Pemeriksaan
pengawasan TPM
Pemeriksaan TTU
Pemeriksaan
dan pengawasan rumah sehat

Sasaran

Lokasi

Pelaksana

4605
4134
53

Seluruh desa
Seluruh desa
Seluruh desa

Petugas kesling
Petugas kesling
Petugas kesling

153
5590

Seluruh desa
Seluruh desa

Petugas kesling
Petugas kesling

LAMPIRAN FOTO

Foto 1. Comparator

Foto 2. PH meter

Foto 3. Nitratmeter

LAPORAN PROGRAM PENGOBATAN

UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I


Nama

: Putu Eka Kristi Permatasari (1170121025)


Made Nian Anggara

(1170121026)

Dosen Pembimbing

: dr I Wayan Darwata, MPH

Pemegang Program

: Ni Wayan Purnaminingsih

1.

Input Program
1.1

Staf
Staf program Pengobatan di UPT Kesmas Tegallalang I terdiri dari 17
orang, yakni:
Tabel 1. Staf pemegang program pengobatan
Staf

Jumlah dan Spesifikasi


3 orang
1 dokter umum di yang merangkap
pusling dan 2 perawat
1 dokter umum (merangkap UGD)
dan 4 perawat
1 perawat
1 apoteker dan 1 asisten apoteker
1 dokter umum (merangkap rawat
inap) dan 3 perawat

Loket
Rawat inap
Poli Umum dan UGD
Pemeriksaan Laboratorium
Apotek
Puskesmas keliling

1.2

Sarana dan prasarana


Program Pengobatan terdiri dari ruangan untuk loket, poli umum,
UGD, laboratorium, apotek, gudang obat, dan rawat inap. Dengan
sarana dan prasarana memadai, UPT Kesmas Tegallalang I seharusnya
dapat memberikan pelayanan Pengobatan dengan cukup baik.
Adapun kelengkapan sarana dan prasarana sebagai berikut:

Tabel 2. Sarana dan prasarana program Pengobatan


Jenis Alat
Loket

Poli

UGD

Jumlah
Lab

Apotek

Gudang

Rawat

1.3

Meja
operasional

Umum
4

obat
3

Inap
4

Kursi
Lemari
Sterilisator

5
2
-

6
1
-

5
3
1

3
2
1

3
4
-

3
4
-

4
3
-

Bed Pasien
Komputer

1
2

4
1

6
2

Pembiayaan
Sumber pendanaan Program Pengobatan UPT Kesmas Tegallalang I
berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),
dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 3. Rencana Pembiayaan Program Pengobatan
Jenis Dana
APBD II

Kegiatan
Pengadaan obat dan perbekalan

Total Dana APBD II

kesehatan
Rp 132.670.390

Tabel 4. Rincian pendapatan Program Pengobatan


Jenis Jaminan
Kesehatan
Umum (Perda)

Penjelasan
40%
untuk
pelayanan

pembiayaan

jasa

60% untuk biaya operasional


JKBM (Pergub)

40%
untuk
pelayanan

pembiayaan

jasa

60% untuk biaya operasional


JKN (Kepres)

60%
untuk
pelayanan

pembiayaan

jasa

40% untuk biaya operasional


1.4

Sasaran program
Sasaran program Pengobatan adalah seluruh masyarakat di wilayah
kerja UPT Kesmas Tegallalang yakni 29.210 orang.

2.

Perencanaan Program (P1)

Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Program Pengobatan tahun 2014


dibuat berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013, yakni sebagai
berikut:
Permasalahan yang ada:
-Loket

: Pasien tipe umum dan JKBM

masih menggunakan cara manual dalam


pendataan rekam medis
-Poli umum
:

Kurangnya

jumlah dokter umum, sehingga tidak maksimal


dalam penanganan pasien
-UGD dan rawat inap

Kurangnya jumlah dokter umum, Hanya


ada 1 dokter umum di UGD yang merangkap
di pusling, dan 1 dokter umum di poli umum
yang merangkap di rawat inap
-Laboratorium
:
-Apotek
:

Pemecahan masalah:
-Loket

Memperbaiki wireless agar 1

server dapat terhubung secara online dengan


seluruh bagian ruangan program yang ada di
puskesmas induk sebagai Sistem Informasi
Kesehatan (SIK). Hal ini dimaksudkan untuk
mempermudah pendataan rekam medis pasien
tipe umum dan JKBM
-Poli umum
:
Mengusulkan
penambahan

dokter

umum

pelayanan

kesehatan ke Badan Kepegawaian Daerah


(BKD)
-UGD dan rawat inap
penambahan

dokter

Mengusulkan
umum

pelayanan

kesehatan ke Badan Kepegawaian Daerah


(BKD)
-Laboratorium
-Apotek :

:
-

3.

P2, P3
Dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa kegiatan untuk
menangani masalah dan menunjang program Pengobatan yang tersaji dalam
P1
No
1

Kegiatan
Pengobata
n

Target Sasaran
(%)
100

Masyaraka
t

P3
(Pencapaian
) (%)

P2
(Kekurangan/Kun
ci Keberhasilan)

88,4

Dalam menetapkan
target
menggunakan
penilaian estimasi,
sehingga
kemungkinan
jumlah pengobatan
masyarakat yang
riil berada di bawah
jumlah estimasi

tabel di bawah ini.


Tabel 5. Rincian setiap kegiatan Pengobatan beserta P1, P2, P3
4.

Kesimpulan
a) Hasil positif: manajemen obat dan sumber pembiayaan sudah berjalan
dengan baik sesuai rencana
b) Permasalahan yang tersisa:
Target sasaran program Pengobatan tidak mencangkup 100%.
Perencanaan sasaran Balai Pengobatan di wilayah kerja Puskesmas I
Tegallalang yakni 29.210 orang (100%), namun hasil kegiatan hanya
mencapai 25.841 orang (88,4%) karena dalam menetapkan target
menggunakan penilaian estimasi, sehingga kemungkinan jumlah

pengobatan masyarakat yang riil berada di bawah jumlah estimasi


Kendala terjadi di manajemen pencatatan rekam medis yakni selama 2
tahun SIK kembali menggunakan sistem manual karena sistem

wireless tidak diperbaiki


Kendala terjadi pada pemeriksaan laboratorium yakni belum
tersedianya pemeriksaan gula darah dan Alat Pelindung Diri (APD)
yang layak untuk pemeriksaan laboratorium dan ketenagaan analis

laboratorium masih belum ada


Puskesmas keliling sudah setahun tidak berjalan karena kekurangan
tenaga dokter umum.

Sedikitnya pasien yang melakukan pemeriksaan IVA dan VCT karena


kurangnya kesadaran masyarakat tentang deteksi dini, serta rasa malu
masyarakat terhadap penyakitnya

5.

Saran

Perlu adanya kajian mendalam berupa evaluasi mengenai hasil kegiatan

yang tidak mencapai target sasaran (100%)


Sebaiknya perlu dipanggil teknisi agar SIK dapat diperbaiki dan berfungsi

kembali karena sangat penting untuk pencatatan rekam medis


Perlu alokasi dana tambahan untuk pemeriksaan gula darah dan

pengadaan APD di labolatorium.


Adanya pengusulan tenaga analis lab dan sosialisasi kepada masyarakat
untuk pemeriksaan darah, IVA, VCT, dan sputum dilakukan di

Puskesmas.
Tenaga untuk pemeriksaan lab yang tersedia hanyalah perawat terlatih,
bukan tenaga analis laboratorium. Cakupan pemeriksaan darah dan
sputum masih rendah, serta rujukan spesimen balai pengobatan dan Pustu
juga rendah.

LAMPIRAN PENGOBATAN
UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I
1.

Plan of Action Program Pengobatan


Tabel 4. Plan of Action Program Pengobatan UPT Kesmas Gianyar I Tahun
2014
Kegiatan Vol.
Sasaran
Sumber Dana Biaya
(Rupiah)
Pengadaan obat dan perbekalan
Pengadaan
1 th
1 th
DPA
130.670.390
obat dan
perbekalan
kesehatan
TOTAL
132.670.390

2.

Perencanaan
2.1

Manajemen obat
Pengamprahan obat dilakukan oleh Gudang Obat UPT Kesmas
Tegallalang I di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar
ke Puskesmas I Tegallalang setiap tahun berdasarkan prediksi jumlah
kebutuhan obat tahunan melalui Lembar Pemakaian dan Permintaan
Obat (LPO).

2.2

Manajemen Pencatatan rekam medis


Melaksanakan program SIK dalam komputer yang langsung
menyimpan semua catatan medis pasien di Puskesmas I Tegallalang
dan 1 server terhubung secara online dengan seluruh bagian ruangan
program yang ada di Puskesmas induk.

2.3

Pemeriksaan Laboratorium
Bahan-bahan lab direncanakan sesuai dengan Plan Of Action

(POA)
Bahan-bahan untuk pemeriksaan lab dikirim langsung ke
Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.

2.4

Puskesmas Keliling
Tujuan umum

Puskesmas

Keliling

(Pusling)

untuk

menjangkau masyarakat yang tidak bisa datang ke puskesmas

induk.
Tujuan khususnya adalah untuk mendeteksi lebih dini penyakit

yang terjadi di wilayah itu.


Puskesmas keliling diadakan 4x dalam sebulan
Puskesmas keliling difasilitasi oleh 1 ambulance, 1 dokter
umum, dan 3 perawat

2.5

3.

Posyandu Lansia
Posyandu lansia diadakan 1x sebulan di setiap Desa, yakni pada

pk. 09.00-11.00
Pada Posyandu lansia diadakan cek kesehatan meliputi tekanan

darah, nadi, dan berat badan


Posyandu lansia difasilitasi oleh 1 dokter umum dan 3-4 perawat

Pelaksanaan
3.1

Manajemen obat
Adapun manajemen obat di UPT Kesmas Tegallalang I dibagi 2
mekanisme, yakni:
a) Pengadaan oleh Dinas Kesehatan Kab. Gianyar
Dibuatnya Perencaan Tingkat Puskesmas mengenai perkiraan
kebutuhan obat pada awal bulan untuk penggunaan bulan

berikutnya.
Jumlah obat yang diperlukan sesuai dengan rumus persediaan obat
pada Kepmenkes yakni rata-rata pemakaian obat pada bulan
sebelumnya ditambah 10% untuk persediaan apabila terjadi

kebutuhan yang melebihi perkiraan


Pengadaan bantuan obat dari Dinas Kesehatan yang berasal dari
dana APBD II, kemudian disalurkan ke UPT Kesmas Tegallalang I
melalui Laporan Permintaan dan Pemakaian Obat (LPLPO)

b) Pengadaan langsung oleh UPT Kesmas sendiri.

Apabila Dinas Kesehatan Kab. Gianyar tidak menerima usulan


pengadaan obat secara keseluruhan, maka maka UPT Kesmas

Tegallalang I dapat melakukan pengadaan sendiri


Pengadaan tersebut diperbolehkan karena UPT Kesmas Gianyar I
telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga
memiliki kewenangan untuk mengelola keuangannya secara

mandiri.
UPT Kesmas Tegallalang I memasok sendiri obatnya dengan
sistem pengamprahan obat (membayar belakangan) melalui
kerjasama dengan distributor obat yaitu PT. Wahyu Cahya Bali

Alur pelayanan obat di apotek:

Gambar 2. Alur Pelayanan Obat di UPT Kesmas Tegallalang I

3.2 Manajemen pencatatan rekam medis


Puskesmas I Tegallalang tidak menggunakan program Sistem Informasi
Kesehatan (SIK) dalam komputer sejak 2 tahun yang lalu karena saat ini
terjadi gangguan pada wireless dari sistem dan tidak diperbaiki hingga kini.
Sehingga, untuk jenis pasien layanan umum dan JKBM, menggunakan sistem
pencatatan manual. Pencatatan rekam medis dilakukan secara manual di loket
dengan sistem Family Folder yakni setiap anggota keluarga memiliki kartu
rekam medis yang dikelompokkan berdasarkan keluarga.

Dalam pencatatan rekam medis pasien layanan JKN, digunakan aplikasi


Primary Care (P-care), sehingga memudahkan pendataan dengan sistem web.
3.3

Layanan Rawat Jalan


Adapun UPT Kesmas Tegallalang I memberikan pelayanan kesehatan
dengan jam berkunjung:
Senin Kamis : pk. 07.00 - 13.30 Wita
Jumat
: pk. 06.30 - 12.00 Wita
Sabtu
: pk. 07.00 13.00 Wita
Dalam menjalankan pelayanan kesehatannya, UPT Kesmas
Tegallalang I memiliki alur pelayanan rawat jalan sebagai berikut:

Gambar 3. Alur Pelayanan Rawat Jalan di UPT Kesmas Tegallalang I


Untuk menjalankan pelayanan kesehatannya, UPT Kesmas
Tegallalang I memiliki alur rujukan sebagai berikut:

Gambar 4. Alur rujukan di UPT Kesmas Tegallalang I.

Gambar 5. Rujukan UPT Kesmas Tegallalang I


menggunakan ambulance

3.4 Layanan Rawat Inap


1. UPT Kesmas Tegallalang I sejak tahun 1995 dan baru berfungsi
optimal sejak tahun 2004
2. Fasilitas rawat inap buka selama 24 jam
3. Layanan rawat inap difasilitasi oleh 1 dokter umum yang juga
bertugas di layanan Pusling
3.5 Pemeriksaan Lab
1. Bahan-bahan lab direncanakan sesuai dengan Plan Of Action (POA)
2. Bahan-bahan untuk pemeriksaan lab dikirim langsung ke Puskesmas oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten
3. Pemeriksaan Lab untuk pasien secara individu: Pemeriksaan darah
(hemoglobin pada ibu hamil, golongan darah, gula darah, dan asam urat)
dan pemeriksaan sputum
4. Pemeriksaan Lab untuk deteksi dini: Pemeriksaan Hb anemia pada ibu
hamil.
5. Pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Data Kunjungan
pemeriksaan IVA pada tahun 2014 di Puskesmas yakni sebanyak 38 orang
dan pemeriksaan di SMAN 1 Tegallalang sebanyak 16 mencangkup guru
perempuan serta istri guru/pegawai
6. Pemeriksaan VCT untuk deteksi dini HIV/AIDS. Data Kunjungan Klinik
VCT Mutiara Puskesmas Tegallalang I tahun 2014 yakni 3 pasien reaktif
dari 172 total kunjungan
3.6 Puskesmas Keliling
Puskesmas keliling sudah setahun tidak berjalan karena kekurangan tenaga
dokter umum. Hanya ada 2 dokter di Puskesmas (1 dokter di Poli umum dan
UGD, serta 1 dokter jaga sore dan rawat inap), sementara 2 dokter lagi
sedang menjalani pendidikan.
3.7 Posyandu Lansia
Posyandu lansia diadakan 1x sebulan, dengan rata-rata 30 kunjungan lansia
per kegiatan. Di Posyandu Lansia diadakan penimbangan berat badan,
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sejak tahun 2015 berdasarkan bantuan
dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar berupa bubur kacang ijo, cek
kesehatan dasar, dan pemberian obat kepada pasien JKN dan JKBM.
4.

Alur Pelayanan Pasien

Adapun alur pelayanan pasien dirinci sebagai berikut:


Pasien datang
Loket Pendaftaran

UGD

Pol. Umum

Rawat Inap

Pol. Gigi

Pol. KIA/KB

Laboratorium
Konseling
Apotek/Farmasi
Loket Pembayaran

Pulang

Rujuk
Gambar 1. Alur Pelayanan Pasien

5.

Persyaratan Berobat
a) Pasien JKN
Menunjukkan kartu Askes/BPJS
Menyerahkan foto copy kartu Jamkesmas
b) Pasien JKBM
Menunjukkan kartu E-JKBM (bagi yang sudah punya) + foto copy

KTP/KK yang masih berlaku sebanyak 1 lembar


Menyerahkan foto copy KTP untuk yang berusia 17 tahun ke atas
dan foto copy kartu keluarga untuk yang berusia di bawah 17

tahun, sebanyak 1 lembar


Menyerahkan foto copy surat keterangan kelahiran bagi bayi yang
belum masuk di kartu KK + foto copy KTP orang tua bayi

sebanyak 1 lembar
Bagi pasien rawat inap, semua persyaratan di atas ditambah
dengan surat keterangan tidak punya jaminan kesehatan dari

kepala desa pasien, dengan surat keterangan tidak kelainan jiwa


dari Kelian Banjar atau Kepala Desa
c) Pasien Umum
Tarif sesuai peraturan Bupati Gianyar No: 58 Tahun 2012
6.

Jumlah Pasien
Pasien di wilayah kerja Puskesmas I Tegallalang pada tahun 2014, yakni
25.841 jiwa, yang terdiri dari 13.052 jiwa laki-laki dan

12.789

jiwa

perempuan.
Tabel 5. Jumlah pasien program pengobatan UPT Kesmas Tegallalang I tahun
2014 berdasarkan kunjungan baru dan kunjungan lama
Jenis Kunjungan
Kunjungan baru
Kunjungan lama
Kunjungan baru
Kunjungan lama
Kunjungan baru
Kunjungan lama
Kunjungan baru
Kunjungan lama

Kunjungan Puskesmas
585
507
824
777
Rawat Jalan
824
777
564
480
Rawat Inap
21
27
0
0
Kunjungan Kasus
980
972
231
370

Total

2.693
2.645
48
2.786

Tabel 6. Jumlah pasien program pengobatan UPT Kesmas Tegallalang I tahun


2014 berdasarkan jenis pasien
Jenis Pasien
Kunjungan umum
Kunjungan JKN
Kunjungan JKBM

Jumlah
232
585
1.876

Tabel 7. Rincian pemberian resep UPT Kesmas Tegallalang I tahun 2014


Jenis Resep
Bayar
Tidak bayar

Jumlah
214
2.154

Tabel 8. Daftar 10 besar penyakit di UPT Kesmas Tegallalang I tahun 2014


No

Nama

Jumlah

Total

1
2
3
4

5
6
7
8
9
10

Penyakit
Kecelakaan
dan rudapaksa
ISPA
Febris
Gangguan gigi
dan jaringan
penyangga
lainnya
Dermatitis
kontak/alergi
Pharingitis
Gastritis
Asma
Rematik
Diare
Jumlah

Laki-laki
1841

Perempuan
3417

5258

36,71

967
627
479

1794
592
602

2761
1219
1081

19,27
8,51
7,55

571

488

1059

7,39

365
236
342
190
173
5.791

483
438
269
231
220
8.534

848
674
611
421
393
14.325

5,92
4,71
4,27
2,94
2,74
100

LAPORAN PROGRAM PERKESMAS


UPT KESEHATAN MASYARAKAT TEGALLALANG I
Nama

: Putu Eka Kristi Permatasari (1170121025)


Made Nian Anggara

(1170121026)

Dosen Pembimbing

: dr I Wayan Darwata, MPH

Pemegang Program

: A.A. Sri Widari, A.Md.Kep

1.

Input Program
1.1

Staf
Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dipegang
oleh seorang perawat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama
dengan bidan desa serta beberapa program terkait (lintas program),
misalnya dengan program anak, gizi, lansia, jiwa, dan batra

1.2

Sarana dan Prasarana


Program Perkesmas terdiri dari 1 ruangan dengan berbagai sarana dan
prasarana memadai sehingga UPT Kesmas Tegallalang I seharusnya
dapat memberikan pelayanan Perkesmas dengan cukup baik.
Tabel 2. Sarana dan Prasarana Program Perkesmas
Jenis Alat
Meja Operasional
Lemari
Papan
Komputer
Tensi meter
Timbangan
Mikrotois
Buku register

1.3

Jumlah
1
1
1
1
1
1
1
1

Pembiayaan
Sumber pendanaan Program Perkesmas UPT Kesmas Tegallalang I
berasal dari Bantuan Operasional Kegiatan (BOK), dengan perincian
sebagai berikut:

Tabel 3. Rencana Pembiayaan Pogram Perkesmas


Jenis Dana
BOK
Total Dana BOK
1.4

Kegiatan
Seleksi kasus
Pendekatan kepada tokoh masyarakat
Kunjungan rumah
Rp 5.400.000

Sasaran Program Perkesmas


Sasaran program Perkesmas yaitu: masyarakat (KK Binaan)

No
1

2.

Kegiatan
Seleksi
kasus

P1
Sasaran
Masyarakat

P3
(Pencapaian
) (%)
DBD
628 KK
375 KK
Binaan
Binaan
(100%)
(59,7%)

Target
(%)

P2
(Kekurangan/Kunci
Keberhasilan)
masyarakat tidak mau
memeriksakan dirinya
ke pelayanan kesehatan
terdekat, tidak tau
terhadap penyakitnya,
dan terhalang
akomodasi untuk
mencapai sarana
kesehatan

Perencanaan Program (P1)


Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) program Perkesmas tahun 2014 dibuat
berdasarkan analisa pencapaian program tahun 2013, yakni sebagai berikut:
Permasalahan yang ada:
KK Binaan yang tidak mau mencari pelayanan kesehatan
KK Binaan yang tidak tau tentang pelayanan kesehatan
KK Binaan yang tidak mampu mencapai pelayanan kesehatan
Pemecahan masalah:
Kunjungan rumah menunggu laporan dari bidan Desa, darbin, dan kader
Posyandu apabila ada penyakit kronis, penyakit menular, maupun

penyakit tidak menular yang tidak menggunakan fasilitas Perkesmas


Kegiatan yang diusulkan untuk menangani masalah dan menunjang

program Perkesmas adalah:


Kunjungan rumah berupa pemeriksaan dasar dan edukasi pasien yakni
mengunjungi pasien lama dan pasien baru, hingga KK Binaan lama
mencari bantuan pelayanan kesehatan ke sarana kesehatan terdekat
3.

P2, P3
Dari pemecahan masalah di atas dapat diusulkan beberapa kegiatan untuk
menangani masalah dan menunjang program Perkesmas yang tersaji dalam
tabel di bawah ini.

Tabel 5. Rincian setiap kegiatan Perkesmas beserta P1, P2, P3

KK Binaan hanya berjumlah 375, yakni tidak mencapai target sasaran


terdiri dari Puskesmas I Tegallalang (100 KK), Pustu Kedisan (95
KK), Pustu Kenderan (90 KK), Pustu Keliki (90 KK)

Target sasaran tidak tercapai disebabkan masyarakat yang Perkesmas


menggunakan 1-3 kali dalam sebulan menggunakan dana BOK dan
sisanya menggunakan dana intern Puskesmas.

4.

Kesimpulan
Hasil Positif: seluruh kegiatan program kegiatan perkesmas sudah

terlaksana.
Permasalahan:
- Target sasaran masih belum tercapai karena menggunakan target
-

non riil
Kurangnya pelaporan dari masyarakat, bidan Desa, Darbin, dan
Kader Posyandu tentang KK Binaan yang mengalami sakit kronis,
penyakit menular, maupun tidak menular yang tidak melakukan
perawatan kesehatan

5.

Saran
Perlu dilakukan kerja sama lebih lanjut antara pemegang program
dengan kader, bidan Desa, darbin, dan masyarakat dalam melacak

kasus, agar seluruh kasus dapat tercatat dan diberikan pelayanan.


Perlu dilakukan penyuluhan mengenai pelayanan kesehatan
masyarakat khususnya tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), agar KK Binaan tidak
terhalang dana pelayanan kesehatan

LAMPIRAN PERKESMAS
1.

Proses Pelaksanaan Program (P2)


Tabel 5. Plan of Action Program Perkesmas UPT Kesmas Gianyar I Tahun

2014
No Kegiatan

Sasaran Lokasi

Pelaksana Sumber Dana

Biaya
(x1000)

Seleksi
kasus

628 KK

4 Desa

Petugas
Perkesmas

BOK

1.800

Pendekatan
kpd tokoh
masyarakat

1x/bln

4 Desa

Petugas
Perkesmas

BOK

1.800

Kunjungan
rumah

1x/bln

4 Desa

Petugas
Perkesmas

BOK

1.800