Anda di halaman 1dari 7

PT PLN (Persero)

Pusat Pendidikan dan Pelatihan

MATERI
IX
PRAKTEK DISTRIBUSI

IX.4. SOP PEMELIHARAAN GARDU

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

IX.4. SOP PEMELIHARAAN GARDU


1. PENGERTIAN
Adalah suatu bentuk

ketentuan tertulis berisi prosedur / langkah-langkah kerja yang

dipergunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan.


Dalam bahasa Indonesia SOP disebut dengan Prosedur Tetap dan disingkat Protap.
SOP Pemeliharaan kubikel 20 KV berarti ketentuan tentang prosedur / langkah langkah
kerja untuk memelihara kubikel 20 kv pada Gardu Induk, Gardu Hubung dan Gardu
Distribusi.
2.

TUJUAN SOP

Pemeliharaan

Kubikel 20 KV berarti melakukan pemeriksaan atau perbaikan yang

menyebabkan perlunya pemadaman listrik atau tidak .Pada saat pelaksanaan pemeliharaan
dengan pemadaman berarti memerlukan koordinasi dengan pihak operasi agar tidak
sampai terjadi gangguan atau kecelakaan kerja pada saat pembukaan alat hubung kubikel
yang akan dipelihara maupun penormalannya kembali.
Hasil dari pemeliharaan adalah berupa kondisi / unjuk kerja peralatan harus memenuhi
ketentuannya, yaitu aman dioperasikann kembali, maka untuk itu perlu diatur cara
melakukan pemeliharaan, peralatan untuk mengukur kondisi peralatan kubikel, perkakas
kerja yang digunakan pada waktu pemeliharaan.
Penyimpangan dari ketentuan berarti hasil pemeliharaan tidak sesuai dengan ketentuan
dan dampaknya akan menyebabkan permaslahan dalam pengoperasian bahkan dapat
terjadi kecelakaan kerja.
Contoh :

Akibat terhadap komponen kubikel


Ditentukan bahwa tahanan kontak PMT / LBS adalah maksimal 200 micro ohm, tetapi
hasil pemeliharaan menunjukkan lebih dari nilai maksimal tersebut dan dipaksakan
operasi, maka akan terjadi ledakan pada kubikel tersebut akibat panas yang
ditimbulkan oleh alat kontak. Kejadian ini tentu akan mengganggu sistem operasi dan
kerugian material.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Akibat terhadap personil

Pemeliharaan kubikel dengan pemadaman berarti harus dipastikan bahwa aliran listrik
dari sisi hulu maupun sisi hilir harus dipastikan padam, tetapi penyimpangan terjadi
misalnya tiba-tiba ada alira
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa akibat dari pemeliharaan kubikel tidak
memenuhi ketentuan dapat menyebabkan terjadinya kondisi yang tidak aman dan kerugian
material.
Untuk menghindari hal tersebut maka dibuatlah SOP yang berisi prosedur langkahlangkah yang tertata guna melaksanakan kegiatan.
3.

KOMPONEN DALAM SOP

Beberapa komponen penting yang tertulis pada SOP Pemeliharaan Kubikel 20 KV antara
lain :
Pihak yang terkait
Yaitu pihak-pihak yang berkepentingan dan terkena dampak akibat pemeliharaan
kubikel 20 KV. Keterkaitan ini dilakukan dalam bentuk komunikasi yang dilakukan
dapat berupa tertulis / surat ataupun komunikasi langsung / lisan bertujuan agar
semua pihak berkoordinasi dapat mengantisipasi terjadinya kondisi kurang aman
atau mencegah kerusakan material akibat dipeliharanya kubikel.
Dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis dibuat berupa format yang standar
untuk mencegah kesalahan presepsi dari pihak-pihak yang terkait . Waktu
berkomiunikasi / berkoordinasi yang digunakan selalu pada batas standar agar dalam
mengambil keputusan tidak berlarut-larut.
Di Operasional Distribusi pengaturan tentang berkomunikasi ini dibuat menjadi SOP
Komunikasi.
Pihak yang terkait pada pemeliharaan Kubikel 20 KV antara lain :
Beberapa pihak yang terkait antara lain, Pengatur Distribusi / Piket Pengatur, pihak
operasi dan Konsumen. Berkoordinasi dengan pihak adalah untuk mengetahui dan
memastikan bahwa instalasi kubikel yang akan dipelihara dan dipadamkan sudah
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

diantisipasi akibat pemadamannya. Berkoordinasi dengan Pengatur Distribusi /


Piket Pengatur adalah agar keadaan jaringan dipastikan siap dipadamkan atau
dibebani dan

aman dari adanya kecelakaan kerja bagi personil di lokasi

pemeliharaan kubikel dimaksud maupun di luar lokasi yang berhubungan dengan


jaringan yang akan dipelihara. Sedangkan berkoordinasi dengan Konsumen
bertujuan agar konsumen

tahu akan adanya listrik pemdadaman listrik di

tempatnya.
Perlengkapan Kerja
Perlengkapan kerja untuk meleksanakan pemeliharaan kubikel dengan baik dan
aman harus dipenuhi spesifikasi dan jumlahnya. Memaksakan bekerja dengan
peralatan seadanya berarti mengabaikan adanya resiko bahaya kecelakaan dan
kerusakan yang bakal terjadi. Pemeriksaan terhadap jumlah dan kondisi
perlengkapan kerja harus dilakukan secara rutin agar selalu siap kapanpun
digunakan. .
Yang dimaksud dengan perlengkapan kerja adalah sebagai berikut :

Perkakas kerja

Alat bantu kerja

Alat Ukur

Material / bahan

Alat Pelindung Diri ( APD ) atau Alat K3

Berkas Dokumen Instalasi Kubikel 20 KV yang akan dioperasikan

Lembaran Format berupa Check-List Pelaksanaan dan Pelaporan.

Prosedur Komunikasi
Berisi tentang urutan berkomunikasi dengan pihak yang terkait dengan dari mulai
persiapan pemeliharaan, saat pemeliharaan sampai pelaporan pekerjaan.
Peralatan yang digunakan untuk berkomunikasi dapat berupa telepon atau handytalky ( HT ) dengan menggunakan bahasa yang sudah distandarkan. Penyimpangan
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

terhadap ketentuan berkomunikasi dapat menyebabkan terjadinya gangguan operasi


bahkan kecelakaan kerja.
Prosedur Langkah-langkah Kerja
Berisi tentang urutan dalam melaksanakan pekerjaan di lokasi pengoperasian
kubikel, mulai dari persiapan pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan, pemeriksaan
pekerjaan sampai pelaporan pekerjaan.
Setiap langkah dilaksanakan secara berurutan sesuai tertulis di SOP. Penyimpangan
terhadap langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan kegagalan pemeliharaan
bahkan dapat terjadi kecelakaan kerja.
Hasil Pemeliharaan harus dilaporkan ke Pengatur Distribusi / Piket Pengatur dan
melaporkan secara lisan guna memutuskan dioperasikannya kembali dan melaporkan
secara tertulis setelah pelaksanaan dilokasi selesai.
4.

PEMBUATAN SOP

Untuk membuat SOP perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu :


Keterlibatan pihak-pihak yang terkait dengan pengoperasian kubikel 20

KV untuk membuat ketentuan berkoordinasi.


Kondisi jaringan berupa data kemampuan Trafo GI, Kemampuan Hantar

Arus

( KHA ) hantaran penyulang, pemanfaatan energi listrik pada konsumen.


Struktur jaringan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

PT. PLN (PERSERO)


DISTRIBUSI ..............................................
APJ ..

PROSEDURE KERJA
PEMELIHARAAN
GARDU DISTRIBUSI

Mulai berlaku :

Hingga :

PETUGAS YANG TERLIBAT:


Koordinator Perencanaan Pemeliharaan
Koordinator Har Gardu & JTM
Koordinator Logistik / Perbekalan
Koordinator Yan GG / Piket
Piket Bogor 5
Asman PP
Asman Pemeliharaan
Asman Opdis
Piket Pelayanan 123
Asman Adm & Keu
Koord Akutansi
PROSEDUR KERJA:
1. Koordinator Gardu dan JTM melaksanakan pemeriksaan Rutin secara Sistematis pada gardu dengan
melakukan pengamatan secara visual ( inspeksi ), bahkan bila perlu sampai pada tahap bongkar pasang atau
diikuti dengan pengujian untuk mendapatkan temuan hal-hal atau kelainan yang dicurigai / dikhawatirkan
dapat mengakibatkan timbulnya gangguan sebelum periode pemeriksaan berikutnya.
2. Hasil pemeriksaan dievaluasi dan dilaporkan secara tertulis oleh Koordinator Har Gardu, JTM ke Asisten
Manajer Pemeliharaan selanjutnya:
a. Mengadakan survay ulang untuk keakuratan data atau rencana kerja
b. Memilah jenis pekerjaan apabila bisa dilaksanakan dengan cara swakelola langsung dikerjakan
oleh Koord HAR JTM dan Gardu, berkoordinasi dengan Koord. Perbekalan
c. Apabila pekerjaannya memakan waktu lama dan volumenya banyak maka ditindak lanjut dengan
PK/SPK prosesnya dilaksanakan oleh Koord. Renhar.
3. Koord. Renhar melaksanakan :
a. Membuat RAB., PK/SPK selanjutnya dikoordinasikan dengan Koord ANGKEU untuk persetujuan
dan monitor anggaran sampai ke Manajer UJ.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
6

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

b. Melakukan koordinasi dengan Koord. Perbekalan untuk persiapan material.


c. Menentukan dan memberikan PK/SPK ke Pihak ketiga sesudah berkoordinasi dengan Asman
Pemeliharaan.
d. Meminta Nomor PDP ke Koord. Akutansi untuk dasar pengebonan/pengembalian material serta
pemilahan jenis asset

4. Asman Opdist melakukan koordinasi dengan Asman Pel. Pelanggan dan Piket 123 untuk pemberitahuan
pemadaman ke masyarakat
5. Koordinator Har Gardu/JTM melaksanakan pekerjaan atas dasar PK/SPK yang diberikan oleh Koord. Renhar
sabagai pengendali dengan cara :
a. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak ke tiga/
Rekanan
b. Mengendalikan pemakaian material dan pengembaliannya
c. Mengadakan koordinasi langsung sesuai rencana yang sudah dibuat oleh Koord, Renhar sesuai
kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dengan Opdist atau Piket 123 atau Service Point terkait
d. Membuat BA. Penyelesaian pekerjaan berkoordinasi dengan Koord. Renhar.
6. Koord. Renhar dan Koord. Har Gardu/JTM menyelesaikan administrasi teknik dengan cara :
a. Membuat laporan bulanan
b. Memasukkan data ke data asset atas dasar perubahan sesuai pelaksanaan pekerjaan
c. Mengirimkan berkas PK/SPK ke Koord. AngKeu , Koord. Akutansi dan Koord. Ren Opsys
7. Arsip.

SETUJU, Paraf :
Manajer UJ :.

Manajer APJ :

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan