Anda di halaman 1dari 12

4/1/2013

Dermatitis adalah peradangan pada epidermis dan dermis


dengan gejala subjektif pruritus.
Eksim dan dermatitis tidak sama eksim mrp bentuk
dermatitis atopik.
Penyebab : kadang tidak diketahui, sebagian besar mrp
respon kulit terhadap agen-agen spt zat kimia, protein dan
fungi
Dapat berhubungan dgn alergi. (alergi adlh perubahan
kemampuan tubuh yg didpt dan spesifik utk beraksi)

Asuhan Keperawatan Pasien


dengan Dermatitis

Oleh : Marwansyah, S.Kep, Ns, M.Kep

Tanda dan gejala Dermatitis


Subjektif : tanda radang akut, pruritus (sbg pengganti dolor), kenaikan
suhu (kalor), kemerahan (rubor), edema dan gangguan fungsi kulit
(fungsio lesa)
Objektif : adanya batas kelainan tdk tegas dan terdapat lesi polimorfi

JENIS DERMATITIS
1. Dermatitis Kontak
2. Dermatitis atopik
3. Dermatitis Stasis
4. Neuro Dermatitis Sirkumskripta
5. Dermatitis Eksfoliatifa
6. Dermatitis Seboroik

1. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak merupakan respon reaksi
hipersensitivitas lambat tipe IV
Kelainan inflamasi yang bersifat ekzematosa dan
disebabkan oleh reaksi kulit terhadap sejumlah bahan yang
iritan atau alergenik.
Ada 4 bentuk dasar: alergik, iritan, fototoksik, fotoalergika.
Hampir setiap zat dapat menimbulkan dermatitis kontak
antara lain: poison ivy(racun tumbuhan), bahan kosmetika,
sabun deterjen, dan bahan industri

4/1/2013

Tanda dan gejala :

Gatal-gatal
Rasa terbakar
Eritema
Lesi kulit (vesikel)
Edema yang diikuti pengeluaran sekret
Pembentukan krusta dan akhirnya pengeringan serta
pengelupasan kulit.

Rangkuman karakteristik dari dermatitis kontak


Tipe
Alergik

Etiologi
Reaksi hipersensitivitas
tipe IV yang terjadi
akibat kontak kulit
dengan bahan alerginik.
Tipe
ini
memiliki
periode sensitivitas 1014 hari

Iritan

Pemeriksaan Terapi/penatalak
Diagnostik
sanaan
v Vasodilatasi dan Tes Pacth
v Hindari bahan
infiltrat
penyebab
perivaskuler pada
vLarutan
dermis
Burrowl atau
v Edema intrasel
kompres air
dingin
v Biasanya terlihat
pada permukaan
v Kortikosteroid
dorsal tangan
sistemik
selama 7 hari
Gambaran Kinis

Terjadi akibat kontak v Kekeringan kulit


dengan bahan secara dalam beberapa
kimiawi atau fisik hari
hingga
merusak kulit tanpa beberapa bulan
dasar
imunologik.
v Vesikula, fisura
Terjadi
sesudah
dan pecah-pecah
kontak
pertama
v
Tangan dan
dengan iritan atau
bawah
kontak ulang dengan lengan
iritan ringan dalam merupakan
bagian
yang
waktu yang lama
sering terkena.

Hasil
patch test
negatif
yang
sesuai

v Anti histamin untuk


mengurangi
pruritus
v

Identifikasi
penghilangan
sumber iritasi

Pemberian krim
untuk
mendinginkan kulit
dan
mengurangi
iritasi

v Kortikosteroid
topikaldan obat
kompres untuk
mengatasi lesi yang
berair
v

dan

Antibiotik untuk
mengatasi infeksi
dan
antihistamin
oral untuk pruritus

4/1/2013

Fototoksik

Fotoalergik

Menyerupai
tipe Serupa
dengan Tes
iritan
tetapi dermatitis iritan
photopatch
memerlukan
kombinasi sinar
matahari
dan
bahan kimia yang
merusak kulit

v Sama seperti
dermatitis
alergika dan
iritan

Menyerupai
Serupa
dengan Tes
dermatitis alergika dermatitis alergika photopatch
tetapi memerlukan
pajanan cahaya di
samping kontak
alergen
untuk
menimbulkan
reaktivitas
immunologik

v Sama seperti
dermatitis
alergika dan
iritan

2. Dermatitis Atopik (DA)

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit yang melibatkan


perangsangan berlebihan limfosit T dan sel mast.
Tipe gatal kronik yang sering timbul, dalam keadaan yang
sering disebut eksema.
Kata atopic berhubungan dengan tiga group gangguan
alergi yaitu asthma, alergi renitis (influensa), dan dermatitis
atopik
Kejadian dari beberapa studi menyatakan 75 sampai 80 %
dari klien dermatitis atopik mengenai perorangan atau
keluarga yang mempunyai riwayat gangguan alergi

10

Etiologi :
Penyebab utama dermatitis atopik adalah belum diketahui.
Multifaktorial, termasuk di antaranya faktor genetik, emosi,
trauma, keringat, dan faktor imunologis.
Penggunaan sabun atau deterjen, bahan kimia
(alkohol,astrigen) dapat memicu terjadinya rasa gatal pada
kulit.
Keringat berlebihan, disebabkan lingkungan yang bersuhu
panas/dingin dan kelembaban tinggi atau rendah, sinar
matahari.
Menghirup tungau debu rumah, bulu binatang, serbuk sari,
karpet, boneka berbulu.
11

12

4/1/2013

Tanda & gejala :


Dibagi menjadi 3 fase menurut usia
1. Masa infantil (2 bln 2 tahun) : krn letaknya didaerah pipi yg
berkontak dgn payudara. Eritema yg membentuk vesikula
papula, membasah dan mjd krusta. Ruam dimulai daerah pipi
(simetrik)muka seluruh kepala, badan, ektrimitas bgn
ekstensor
2. Masa anak (4-10 tahun) : 2 bentuk
a. Bentuk papula : pd bgn ekstensor ekstrimitas
b. Bentuk likenoid : berupa papula kecil, agak picak, warna
cokelat/cokelat kemerahan dan tersebar. Eritema, penebalan
kulit dan likenifikasi (penebalan kulit akibat sering digaruk).
Lokasi : bgn flesor anggota gerak (lipatan siku dan lutut)

13

Masa Dewasa (12-23 tahun)


Ruam berupa papula dan likenifikasi yg menonjol. Kulit
kering, papula cenderung berkelompok dan membentuk
linenifikasi.
lokasi : fleksor ekstrimitas terutama lipatan siku dan
lipatan lutut, leher, alis mata, mulut dpt tjd pd setiap bgn
tubuh bahkan tjd menyeluruh

14

Kriteria dermatitis atopik

Mayor :

Pruritus
Distribusi yg khas : Likenifikasi pd bgn lipatan. Muka dan
bgn ekstensor pd bayi & anak-anak
Kronik (hilang timbul)
Adanya riwayat atopi pd dirinya maupun keluarga

Minor :

15

Xerosis/Iktiosis (kulit
kering)
Pd tes kulit timbul reaksi
segera (tipe I)
Meningginya Ig E
Pitiriasis alba
Gatal bila berkeringat
Cenderung mendpt
dermatitis tangan/kaki

Keilitis (bibir pecah)


Serangan diusia muda
Konjungtivitis
Intoleransi thd makanan
(mkn laut, telur,
kacang2an)

16

4/1/2013

Diagnosis

Pengobatan
1.Tindakan umum :

Riwayat penyakit dan gambaran


klinik
Kriteria mayor hrs dipenuhi 3 atau
lebih
Kriteria minor hrs dipenuhi 3 atau
lebih

17

Hilangkan/hindarkan alergen
penyebab atau faktor
pencetus
Hindarkan pemakaian sabun
alkalis dan bahan dr
wol/sejenis
Hindarkan bahan kimia yg
bersifat iritasi
Hati-hati pemakaian obat2an
spt penisilin atau ATS

2. Pemberian Obat-obatan

Obat sistemik

Antihistamin dan sedatif


Kortikosteroid
Antibiotik (jika infeksi
sekunder)
Obat topikal :

Bila lesi basah kompres


Burowi/garam fisiologis
Kortikosteroid topikal
(terutama DA yg mengalami
likenfikasi)

18

3. Dermatitis Stasis
Pelembab : utk mencegah kulit kering yg mengandung
hidrofilik (utk menghilangkan kotoran) dan Emolien
(melembutkan) asam salisilat dan urea 10-20% dlm
bentuk topikal. Dpt dikombinasi dgn krem hidrokortison
3. Imunoterapi
4.Terapi sinar Ultraviolet

Adalah : suatu dermatitis akibat adanya bendungan


pengaliran vena atau adanya varises. Sinonimnya :
dermatitis varikosa
Penyebab :
Bendungan aliran venagangguan aliran darah dan
edema cenderung tjd dermatitis
Tanda/gejala klinik:

19

Ruam kulit : eritema dan skuama berwarna tua krn ada


pigmentasi yg terbentuk oleh hemosiderin, bersifat erosif, ada
krusta disertai gatal
Sering dijumpai : wanita hamil, berdiri lama, adanya tumor,
trombus atau emboli

20

4/1/2013

Patogenisis :

Kerusakan katup vena (tromboplebitis)bendungan aliran


darah venavarisesEksudat dan pecah pembuluh
darahjaringan dipenuhi cairan dan darahedema dan
lisistimbul hemosiderin (mengumpul di bawah kulit)
warna kehitaman tjd anoksia jar dan nekrosistimbul
rasa sangat gataljika digaruktjd skuama,
hiperpigmentasi dan erosi
Komplikasi :
Timbul ulkus, disebut ulkus varikosum atau ulkus venosum
Lokasi : sering pd tungkai bawah

Terapi :

21

Jika Lesi basah : kompres dgn lar asam borat 3%, bila
kering diberikan salep kortikosteroid, jika ada infeksi
sekunder tambahkan dgn antibiotika
Sec. sistemik : obat antihistamin dan antibiotik
Pasien istirahat
Posisi kaki sering ditinggikan
Varises diperbaiki dgn verban elastik dan obat
menahan perkembangan varises
Operasi bedah pd tempat sumbatan

22

4. Neuro Dermatitis Sirkumskripta

23

Sinonim : Liken simpleks kronikus


Adalah dermatitis yg berupa penebalan kulit oleh jaringan tanduk
(Likenifikasi) krn trauma garutan yg berulang-ulang
Tanda & Gejala Klinis:
Penderita umumnya orang dewasa atau orang tua.
Mungkin suatu tempat gatal kemudian digaruk berulang-ulang,
maka akan timbul papel, likenifikasi dan kulit menjadi tebal yang
menimbulkan hyperpigmentasi.
Lesi berupa papel besar, gatal disebut prurigo nodularis.
Tempat di tengkuk, di punggung kaki, punggung tangan, lengan
bawah dekat siku, tungkai bawah bagian lateral, perianal, scrotum
dan vulva atau di scalp (kulit kepala). Prurigo nodularis sering
ditemukan di lengan dan tungkai. Kelainan menipis bila tidak
digaruk
24

4/1/2013

Pengobatan :

25

26

5. Dermatitis Eksfoliativa Generalisata

Sinonim : Pitiriasis rubra,


eritroderma
Adalah :yaitu merupakan
kelainan kulit yang ditandai
dengan eritema seluruh
tubuh disertai skuama.
Penyebab :Belum diketahui
dengan pasti

Penyakit yang sering


mendasarinya adalah :

Tanda dan Gejala

Penyakit kulit yang


mengawali :
a.
b.
c.
d.
e.

27

Diberitahukan kepada penderita : kelainan kulit menipis


dan kemudian menghilang bila tidak digaruk.
Sistemik : Sedativa atau Antihistaminika untuk
mengurangi rasa gatal.
Topikal : Salep Kortikosteroid.
Bila kurang berhasil dibantu dengan cara oklusi (ditutup
dengan bahan impermeabel misalnya bungkus plastik).
Kalau belum berhasil juga disuntik dengan kortikosteroid
intra lesi, misalnya triamsinolon (hati-hati jangan diberikan
pd daerah yg ada eksoriasis atau infeksi krn bisa tjd abses)

Psoriasis
Dermatitis atopic
Dermatitis Seboroik
Dermatitis Rubra Pilaris
Pityriasis rubra pilaris

Dermatitis kontak
Erupsi obat
Limfoma, leukemia,
keganasan internal
Idiopatik

Yg khas ; adanya skuama yg menyeluruh atau skuama yg


terus menerus berkembang disertai gatal sering pula
disertai dgn terlepasnya rambut
Dimulai lesi yg merah dan membengkak (erythematous
swollen patches) yg menyebar cepat hingga semua kulit
dikenai
Kulit mjd merah tua dan membengkak (edematus) dan
mengeluarkan cairan (eksudat) berwarna kekuning2an
Beberapa hari skuama terlepas

28

4/1/2013

Eritroderma, erupsi di wajah, lengan dan tubuh

Eritroderma

Kelainan kulit dengan skuama khas

MDL/EO/Peb/2006

29

30

MDL/EO/Peb/2006

Pengobatan

31

Singkirkan atau pengobatan thd penyebab utamanya


Kompres bila basah
Obat antihistamin utk menekan gatal
Antibiotika dipakai bila disertai infeksi sekunder
Preparat kortikosteroid

32

4/1/2013

6. Dermatitis Seboroik

Adalah penyakit berupa inflamasi kulit yg sering terdpt


pada daerah seborea dan krn keaktifan kelenjar sebasea
yg berlebihan
Penyebab :
Sec. pasti belum diketahui
Produksi kel sebasea berlebihan / daerah yg banyak kel sebasea
tdk tercuci bersih saat mandi
Orang memakan makanan dgn kadar lemak tinggi

33

34

Tanda dan gejala

Faktor yg mempengaruhi tjdnya dermatitis seboroika :


Faktor iklim : daerah iklim dingin
Faktor pemasukan lemak
Faktor kejiwaan bagi yg sering mengalami stres
emosional
Faktor keturunan

35

Merupakan penyakit kronik, residif, dan gatal.


Kelainan berupa skuama kering, basah atau kasar; krusta
kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi.
Tempat kulit kepala, alis, daerah nasolabial belakang telinga,
lipatan mammae, presternal, ketiak, umbilikus, lipat
bokong, lipat paha dan skrotum.
Pada kulit kepala terdapat skuama kering dikenal sebagai
dandruff dan bila basah disebut pytiriasis steatoides ;
disertai kerontokan rambut.

36

4/1/2013

Pengobatan

Umum : diet rendah lemak.


Sistemik : antihistamin, pada kasus berat, kortikosteroid.
Lokal : preparat sulfur, tar, kortikosteroid.
Shampo dapat dipakai selenium sulfida

Pengkajian Keperawatan
A. Identitas Pasien.
B. Keluhan Utama.
Biasanya pasien mengeluh gatal, rambut rontok.
C. Riwayat Kesehatan.
1. Riwayat Penyakit Sekarang :
Tanyakan sejak kapan pasien merasakan keluhan seperti
yang ada pada keluhan utama dan tindakan apa saja yang
dilakukan pasien untuk menanggulanginya
2. Riwayat Penyakit Dahulu :
Apakah pasien dulu pernah menderita penyakit seperti ini
atau penyakit kulit lainnya.
3. Riwayat Penyakit Keluarga :
Apakah ada keluarga yang pernah menderita penyakit
seperti ini atau penyakit kulit lainnya.

37

38

II. PEMERIKSAAN FISIK.


4. Riwayat Psikososial :
Apakah pasien merasakan kecemasan yang berlebihan.
Apakah sedang mengalami stres yang berkepanjangan.
5. Riwayat Pemakaian Obat :
Apakah pasien pernah menggunakan obat-obatan yang
dipakai pada kulit, atau pernahkah pasien tidak tahan
(alergi) terhadap sesuatu obat.

39

a. Subjektif : Gatal
b. Objektif :
Skuama kering, basah atau kasar.
Krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi.
Yang sering ditemui pada kulit kepala, alis, daerah
nasolabial belakang telinga, lipatan mammae, presternal,
ketiak, umbilikus, lipat bokong, lipat paha dan skrotum ).
Kerontokan rambut.

40

10

4/1/2013

Diagnosis & Intervensi keperawatan


1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Inflamasi
dermatitis, ditandai dengan :
Adanya skuama kering, basah atau kasar.
Adanya krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi.
Tujuan : Integritas kulit membaik
Intervensi :
Kaji / catat ukuran dari krusta, bentuk dan warnanya,
Perhatikan apakah skuama kering, basah atau kasar.
Anjurkan klien untuk tidak menggaruk daerah yang terasa
gatal.
Kolaborasi dalam pemberian pengobatan : Sistemik :
Antihistamin, Kortikosteroid. Lokal : Preparat Sulfur, Tar,
Kortikosteroid, Shampo (Selenium Sulfida)

41

42

Tujuan : cemas dapat berkurang atau hilang


Intervensi :
Kaji tingkat ansietas: ringan, sedang, berat, panik.
Berikan kenyamanan dan ketentraman hati :

Tinggal bersama pasien.


Tekankan bahwa semua orang merasakan cemas dari waktu ke waktu.
Bicara dengan perlahan dan tenang, gunakan kalimat pendek dan sederhana.
Perlihatkan rasa empati.

Singkirkan stimulasi yang berlebihan (ruangan lebih tenang), batasi


kontak dengan orang lain klien atau keluarga yang juga mengalami
cemas.
Anjurkan intervensi yang menurunkan ansietas (misal : teknik
relaksasi, imajinasi terbimbing, terapi aroma).
Identifikasi mekanisme koping yang pernah digunakan untuk
mengatasi stress yang lalu.
43

2. Ansietas berhubungan dengan ancaman integritas biologis


aktual atau yang dirasa sekunder akibat penyakit, ditandai
dengan :
(Kemungkinan yang terjadi)
Insomnia
Keletihan dan kelemahan
Gelisah
Anoreksia
Ketakutan
Kurang percaya diri
Merasa dikucilkan
Menangis

3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan


dalam penampilan sekunder akibat penyakit, ditandai
dengan :
Klien mungkin merasa malu.
Tidak melihat / menyentuh bagian tubuh yg terganggu.
Menyembunyikan bagian tubuh secara berlebihan.
Perubahan dalam keterlibatan sosial.

Tujuan : Klien dpt mengungkapkan perasaan ttg


perubahan penampilan

44

11

4/1/2013

Intervensi :
Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.
Dorong klien untuk bertanya mengenai masalah,
penanganan, perkembangan dan prognosa penyakit.
Berikan informasi yang dapat dipercaya dan perkuat
informasi yang telah diberikan.
Perjelas berbagai kesalahan konsep individu / klien
terhadap penyakit, perawatan dan pengobatan.
Dorong kunjungan / kontak keluarga, teman sebaya dan
orang terdekat.

45

4. Kurang pengetahuan tentang penyakitnya berhubungan


dengan kurangnya sumber informasi, ditandai dengan : Pasien
sering bertanya / minta informasi, pernyataan salah konsep
Tujuan :
Pengetahuan pasien bertambah dgn mengungkapkan
pemahaman tentang penyakit
Intervensi :
Jelaskan konsep dasar penyakitnya secara umum.
Jelaskan / ajarkan nama obat-obatan, dosis, waktu dan metode
pemberian, tujuan, efek samping dan toksik.
Anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang rendah lemak.
Tekankan pentingnya personal hygiene.

46

47

12