Anda di halaman 1dari 4

THE ORIGINAL DARK-SKINNED JESUS

Sunday, October 11, 2009

Menurut anda bagaimana rupa wajah Yesus yang


sebenarnya? Berkulit putih, berambut panjang
pirang dan berombak serta berbiji mata biru,
seperti yang mungkin dipajang pada dinding
kamar belajar anda? Aah, itu adalah wajah Yesus
dari para pelukis Zaman Barok (Renaissance) di
Eropa (abad 14-abad 16), yang mula-mula
merupakan salah satu dari sekian lukisan wajah
Ceasare Borgia, seorang putera berkepribadian
buruk dari Paus Aleksander VI (dikenal juga
sebagai Rodrigo Borgia) (1431-1503), yang dilukis
oleh Michelangelo Buonarroti dan Leonardo da
Vinci atas permintaan ayahnya pada tahun 1492
(menurut sebuah catatan Aleksandre Dumes,
Celebrated Crimes, jilid I).

Patung 3-Dimensi kepala dan wajah seorang laki-


laki di atas tentu tidak anda kenal, bukan?
Perhatikanlah: dia berkulit gelap sawo matang dan sedikit hitam, berambut tebal, lurus,
pendek, berkeriting kusut dan berwarna hitam, serta kedua biji matanya berwarna
coklat. Anda perlu tahu, patung ini adalah sebuah patung kepala Yesus dari Nazaret
yang dirancangbangun dengan suatu metode ilmiah oleh sebuah tim yang ditugaskan
oleh TV BBC London dengan memakai bukti-bukti medis forensik, arkeologis, geografis
dan artistik yang diperoleh dari abad pertama Masehi, masa kehidupan Yesus sendiri.
Potret patung ini dipublikasi pertama kali secara khusus pada suatu acara tayangan TV
BBC selama musim Paskah 2001, tayangan yang diberi judul Son of God.

Bentuk dan volume tengkorak patung ini dirancang dengan memakai sebuah model dari
sebuah tengkorak laki-laki yang ditemukan di Israel, yang berasal dari abad pertama.
Hal ini harus dilakukan sebab, seperti dijelaskan oleh tim BBC itu, “Kepala orang-orang
Yahudi pada masa kini berbeda dari kepala mereka pada 2000 tahun lalu; karena itulah
tim kami mencari sebuah tengkorak seorang laki-laki Yahudi dari masa kehidupan
Yesus.” Pengonstruksian patung kepala Yesus dari Nazaret ini sendiri ditangani oleh
seorang seniman medis forensik Richard Neave dari Universitas Manchester. Salah
seorang anggota tim BBC itu, Joe Zias, seorang arkeolog Israel, menyatakan, “Dalam
merekonstruksi kepala ini, kami tidak mengklaim bahwa inilah persisnya wajah Yesus;
tetapi kami mencoba untuk menyingkirkan semua citra buruk sekian banyak figur Yesus
yang bukan-bukan, yang dilukiskan berambut pirang, bermata biru, yang menjadi ciri
produk-produk Hollywood.” Jeremy Brown, presenter tayangan Son of God ini,
berkomentar, “Yesus bukanlah seorang yang berambut pirang dan bermata biru, seperti
yang sangat sering digambarkan dalam kartu-kartu Paskah. Citra yang kami telah
bangun jauh lebih realistik.”
Kalau ditelusuri ke belakang, ternyata gambar-gambar wajah Yesus yang bukan
gambar-gambar dari Zaman Barok cukup banyak tersedia, yang memperlihatkan Yesus
bukan seorang kulit putih, berambut pirang dan bermata biru. Perhatikanlah gambar
dan patung di bawah ini, yang lebih mirip dengan gambar patung Yesus dari Nazaret
yang dihasilkan tim BBC di atas.

Wajah Yesus berkulit gelap kehitaman dengan sepasang mata hitam di atas ini berasal
dari sebuah gereja di Roma, dari kurun tahun 530 M. Gambar ini sama sekali tidak
mirip dengan gambar wajah Yesus Zaman Barok manapun yang dilukis jauh lebih
kemudian.

Patung seorang perempuan di atas ini terkenal sebagai Black Madonna, Bunda Maria Hitam,
yang sedang memangku kanak-kanak Yesus yang tentu saja juga berkulit hitam. Patung ini
bukanlah patung-patung yang dibangun di zaman modern untuk mempropagandakan Teologi
Hitam sebagaimana dihayati banyak orang Kristen kulit hitam di Afrika maupun di Amerika
Utara oleh modern black Americans. Patung-patung Madonna Hitam semacam ini, ada yang
dibuat dari kayu dan ada juga yang dari batu, jumlahnya sampai lima atau enam ratusan lebih
dan dibuat pra-zaman Barok, pada zaman Abad Pertengahan (abad ke-11 sampai abad ke-15),
dan sekarang ini tersebar di banyak gereja, kuil, tempat suci dan museum di banyak kota di
Eropa Barat, mula-mula dibuat di Italia pada abad ke-13 atau abad ke-14. Mengapa keduanya
berkulit hitam? Salah satu penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa Black Madonna
menampilkan warna kulit yang sebenarnya dari Bunda Maria dan puteranya, Yesus.

Perhatikan raut wajah Yesus dari Ethiopia abad ke-17 atau abad ke-18 pada gambar di atas ini.
Kulit wajahnya berwarna sawo matang, dengan rambutnya hitam kelam tebal dan sepasang biji
matanya berwarna hitam. Wajah Yesus Ethiopia abad ke-17 ini sama sekali tidak mirip dengan
wajah Yesus Zaman Barok.

Di atas ini adalah sebuah lukisan wajah Yesus berkulit gelap, berambut hitam tebal kusut dan
bermata hitam, dari tahun 1960. Wajahnya hampir serupa dengan wajah Yesus yang dibangun
oleh tim BBC di atas.

Apa kesimpulan yang bisa ditarik?


Ya, tidak lain, bahwa wajah Yesus berkulit putih, berambut pirang panjang dan bermata biru,
Yesus Zaman Barok, bukanlah wajah asli Yesus dari Nazaret. Dan, tentu saja, orang Kristen
yang sudah terbiasa berpaling ke Eropa untuk mencari sumber-sumber kekayaan dogmatis dan
spiritual mereka akan sangat tidak menyukai sang Yesus yang berkulit gelap sawo matang,
berambut hitam pekat, pendek dan agak kusut, serta berbijimata coklat, seperti yang telah
berhasil direkonstruksi oleh tim BBC. Bagi orang-orang Kristen ortodoks Eropa, termasuk
orang-orang Kristen ortodoks Indonesia, Yesus dari tim BBC ini sungguh suatu penghinaan bagi
mereka, sungguh suatu ajaran yang heterodoks dan karenanya patut ditolak dan dikutuki. Yesus
heterodoks dari tim BBC ini sangat membuat mereka merasa diserang dan dilukai, persis sama
dengan perasaan orang-orang Farisi ketika mereka melihat Yesus dari Nazaret —sang rabi yang
boleh dikata sama pekerjaannya dengan mereka sebagai guru-guru masyarakat—sedang duduk
dan makan semeja dengan para pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi, orang harus tidak
boleh lupa, di dalam heterodoksi kebenaran malah sering lebih kentara ada, ketimbang di dalam
ortodoksi.

Sumber : ………….