Anda di halaman 1dari 17

Formulasi 5 : Krim Gentamisin Sulfat

Krim gentamisin sulfat merupakan krim yang berkhasiat sebagai antibiotikum atau lebih
pada luka pasca operasi maupun khitan. Krim ini tipe krim minyak dalam air.

Rancangan Komposisi Bahan


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Zat aktif
Emulgator
Basis
emolien
Pengawet
Pembawa

: gentamisin sulfat
: TEA, Asam Stearat
: vaselin album
: gliserin
: nipagin
: aquadest

Rancangan Formulasi
R/

Gentamisin sulfat

0,1%

TEA

4%

Asam stearat

10%

Nipagin

0,3%

Gliserin

3%

Vaselin album

20%

Aquadest ad

50 g

Alasan Pemilihan Bahan


-

Gentamisin sulfat

antibiotik untuk mengobati luka pasca operasi atau khitan.


TEA
: digunakan sebagai emulgator minyak dalam air
Asam Stearat
: digunakan sebagai kombinasi emulgator minyak dalam

air dengan TEA atau untuk menstabilkan TEA pada sediaan krim
Vaselin Album : basis berlemak yang digunakan sebagai basis krim atau fase
minyaknya

: digunakan sebagai bahan aktif yang berfungsi sebagai

Gliserin

: gliserin digunakan sebagai pelembab pada kulit ,

sehingga ketika menggunakan krim ini pada kulit akan teras lembab
Nipagin
: nipagin digunakan sebagai pengawet dari air
Aquades
: aquades digunkana sebagai tipe krim m/a

Monografi Bahan

Gentamisin sulfat
Pemerian : serbuk, putih, sampai kekuning-kuningan
Kelarutan : larut dalam air, tidak larut dalam etanol, dalam aseton, dalam
kloroform, dalam eter dan dalam benzena.
Kegunaan : Antibiotika (0,1% untuk topikal)
Triethanolamin
Pemerian :Cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip
amoniak, higroskopik.
Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam

kloroform P.
Penyimpanan :Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Khasiat dan penggunaan : Surfaktan, emulgator konsentrasi 2%-4%
Titik Lebur: 20-22C
Acidum stearicum/asam stearat
Pemerian : Zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur, putih atau
kuning pucat, mirip lemak lilin.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95%) P,
dalam 2 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P.
Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik, titik didih 38oC
Khasiat : untuk melembutkan kulit, dengan konsentrasi 1-20%
Titik lebur: kurang dari 54C
Methylis Parabenum (Metilparaben) atau nipagin
Pemerian : Hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur, putih tidak berbau
atau berbau khas lemah, mempunyai sedikit rasa terbakar.
Kelarutan : Sukar larut dalam air dan mudah larut dalam etanol dan dalam eter.
Khasiat : Zat pengawet fase air

Konsentrasi : 0.02% - 0,3%


Gliserin

Pemerian :Cairan seperti sirop, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, manis
diikuti rasa hangat. Higroskopik. Jika disimpan beberapa lama pada
suhu rendah dapat memadat membentuk massa hablur tidak berwarna
yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 200 C.
Kelarutan :Dapat campur dengan air dan dengan etanol (95%) P, praktis tidak

larut dalam kloroform P, dalam eter P dan dalam minyak lemak.


Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Sebagai pengental
Konsentrasi : emolien kurang dari sama dengan 30%
Titik lebur :17,880C
Vaselin album atau vaselin putih
Pemerian : Putih atau kekuningan pucat masa berminyak transparan dalam
lapisan tipis setelah didinginkan dengan suhu 00.
Kelarutan : Tidak larut dalam air sukar larut pada etanol dingin atau panas
mudah larut pada benzene dan sebagaian besar dalam minyak lemak
dan minyak atsiri.
Khasiat

: Basis Cream (425%)

Perhitungan Bahan
1. Gentamisin sulfat

= 0,1/100 x 50 g
= 0,05 g = 50 mg

2. TEA

= 4/100 x 50g
= 2g + (10/100 x 2 ) = 2,02g

3. Asam stearat

= 10/100 x 50g
= 5 + (10/100 x 5 )
= 5,5g

4. Nipagin

= 0,3/100 x 50g
= 0,15 + (10/100 x 0,15 )
= 0,165g = 165mg

5. Gliserin

= 3/100 x 50g
= 1,5 + (10/100 x 1,5 )
= 1,65g

6. Vaselin album

= 20/100 x 50g
= 10 + (10/100 x 10 )
= 11 g

7. Aquadest

Alat dan Bahan


Alat :
Mortir + stemper
Timbangan + anak timbangan
Beaker glass
Gelas ukur
Cawan penguap
Kertas perkamen
Lap
Pot
Bahan :
Gentamisin sulfat
TEA
Asam stearat
Gliserin
Vaselin album
Nipagin
Aquadest
Etanol

Cara kerja

= 50g - ( 0,05g +2,02g+5,5g+0,165g+ 1,65g+11 g)


= 50g - 20,385g = 29,615g

1. Siapkan alat dan bahan


2. Disetarakan timbangan
3. Ditimbang gentamisin 50mg, masukkan mortir dan larutkan dengan sedikit
aquades
4. Ditimbang nipagin 165mg, dimasukkan ke dalam erlemeyer dan larutkan dengan
etanol 1ml lalu tutup dengan almunium foil. Buka almunium foil setelah nipagin
larut.
5. Ditimbang asam stearat 5,5 g, masukkan ke cawan penguap lebur
6. Ditimbang TEA 2,02g, masukkan ke bahan no.5 lebur
7. Ditimbang vaselin album 11g, masukkan ke bahan no.6 lebur
8. Ditimbang gliserin 1,65 g, masukkan bahan no.7 lebur
9. Bahan yang sudah dilebur dimasukkan kedalam mortir panas. Cara memanaskan
mortir : ambil air panas masukkan pada mortir, tunggu sampai mortir panas,
buang air, keringkan mortir
10. Masukkan gentamisin dan nipagin sedikit demi sedikit ke dalam mortir ad
homogen
11. Ditambahkan sisa aquadest (air panas) sedikit demi sedikit ad homogen
12. Masukkan wadah dan beri etiket

Evaluasi Sediaan
1. Uji Organoleptik
Dalam uji organoleptik ini dilihat sifat-sifat fisik sediaan krim yang meliputi
homogenitas, bentuk, warna dan bau yang berfungsi untuk melihat
perubahan fasa krim.

2. Uji Homogenitas
Homogenitas sediaan krim yang berbentuk emulsi ditunjukkan dengan
tercampurnya bahan-bahan yang digunakan dalam formula krim, baik bahan
aktif maupun bahan tambahan secara merata. Cara pengujian homogenitas
yaitu dengan meletakkan krim pada objek glass kemudian meratakannya
untuk melihat adanya partikel-partikel kecil yang tidak terdispersi
sempurna.
3. Uji pH
Dalam uji pH berhubungan dengan stabilitas zat aktif yang terkandung
dalam sediaan krim tersebut sesuai dengan pH normal dan efektifitas

pengawet pada keadaan kulit sehingga tidak menghambat fungsi fisiologis


kulit atau sesuai dengan syarat krim yang baik. Pengukuran pH bertujuan
untuk mengetahui derajat keasaman sediaan krim yang telah dibuat sesuai
dengan pH standar kulit yang telah ditetapkan, yaitu 4,5 6,5. Pengukuran
pH dilakukan dengan cara mencelupkan kertas indikator sampai batas
celupan, mendiamkannya beberapa saat hingga terjadi perubahan warna,
kemudian membandingkan perubahan warna yang terjadi dengan warna
indikator. Nilai pH didapatkan dengan melihat persamaan warna dari kertas
indicator yang telah dicelupkan dengan warna pada label.

Formulasi 6 : KrimTetrasiklin
Krim tetrasiklin merupakan krim yang berkhasiat sebagai antibiotikum. Krim ini
termsuk kedalam golongan krim air dalam minyak.

Rancangan Komposisi Bahan


Bahan aktif
Emulsifying agent
Bahan Pengawet
Bahan Pelembab
Pelarut

: Tetrasiklin
: Cetaceum, Cera alba, Vaselinum album
: Propyl paraben & Methyl paraben
: Gliserin
: Air

Rancangan Formula
R/ Tetrasiklin3%
Cetaceum
Cera alba
Gliserin
Propyl paraben
Methyl paraben
Vaselin album
Air

5%
8%
15%
0,6%
0,3%
10%
58,1%

Alasan Pemilihan Bahan


1)Tetrasiklin

: Pemilihan tetrasiklin ini digunakan untuk krim antibiotikum

2)Cetaceum

yang berguna untuk membunuh bakteri yang ada pada kulit.


: Pemilihan cetaceum ini digunakan untuk emulgator untuk tipe

3)Cera alba

krim a/m atau w/o.


: Pemilihan cetaceum ini digunakan untuk emulgator untuk tipe

4)Gliserin

krim a/m atau w/o.


: Sebagai humektan atau pelembab untuk melembabkan kulit

agar saat pemakaian tampak halus dan lembut.


5)Propyl paraben: Pemilihan propyl paraben ini untuk mencegah ketengikan
pada pasta karena dalam pasta terdapat bahan minyak.
6)Methyl paraben: Pemilihan methyl paraben untuk mencegah pertumbuhan
mikroorganisme atau bakteri karena pada krim mengandung
air.
7)Vaselin album : Vaselin album ini digunakan juga sebagai emulgator dari tipe
8)Air panas

krim a/m atau w/o.


: Sebagai basis krim untuk membuat krim menjadi kental atau
sebagai pelarutnya.

Monografi Bahan

Tetrasiklin (FI III 595)


Pemerian
: Serbuk hablur, kuning, rasa pahit, amfoter.
Kelarutan
: Larut dalam 10 bagian air dan dalam 100 bagian etanol
(95%) P, larutan dalam air jika dibiarkan menjadi keruh
karena pengendapan tetrasiklin, praktis tidak larut dalam

kloroform P, dalam eter P dan dalam aseton P, larut


dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan alkali

karbonat.
Khasiat
: Antibiotikum, prosentase 3%
Cetaceum (FI III 141)
Pemerian
: Massa hablur, bening, licin, putih mutiara, bau dan rasa
Kelarutan

lemah.
: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P
dingin, larut dalam 20 bagian etanol (95%) P mendidih,
dalam kloroform P, dalam eter P, dalam karbondisulfida P,

Khasiat

dalam minyak lemak dan dalam minyak atsiri.


: Zat tambahan, emulgator

Cera Alba (FI IV Hal 186)


Pemerian
: Padatan putih kekuningan, sedikit tembus cahaya dalam
keadaan lapisan tipis, bau khas lemah dan bebas bau
Kelarutan

tengik. Bobot jenis lebih kurang 0,95.


: Tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol
dingin. Etanol mendidih melarutkan asam serotat dan
bagian dari mirisin, yang merupakan kandungan malam
putih. Larut sempurna dalam kloroform, dalam eter, dalam
minyak lemak dan minyak atsiri. Sebagian larut dalam
benzena dingin dan dalam karbon disulfida dingin. Pada
suhu lebih kurang 300 larut sempurna dalam benzena, dan

dalam karbon disulfida.


: Zat tambahan, Emulgator

Khasiat
Gliserin (FI IV: 413)
Pemerian
: Cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna, rasa manis,
Kelarutan

higroskopik, netral terhadap lakmus.


: Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol, tidak
larut dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak

dan dalam minyak menguap.


BJ zat cair
: 1,255 1260
Khasiat
: Humektan ( pelembab )
Propyl Paraben (FI IV : 713)
Pemerian
:Serbuk hablur putih atau hablur kecil tidak berwarna
Kelarutan
:Sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol,
dan dalam eter, sukar larut dalam air mendidih

Titik Lebur
: 95 98C
Khasiat
: Zat Pengawet
Methyl Paraben (FI IV : 551)
Pemerian
: Hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur, putih,
tidak berbau atau berbau khas lemah, mempunyai
Kelarutan

sedikit rasa terbakar.


: Sukar larut dalam air, dalam benzena dan dalam karbon

tetraklorida, mudah larut dalam etanol dan dalam eter.


Titik Lebur
: 125 128 C
Khasiat
: Zat Pengawet
Vaselin Album (FI IV Hal 823)
Pemerian

: Putih atau kekuningan pucat, massa berminyak


transparan dalam lapisan tipis setelah di dinginkan pada
suhu 00C.

Kelarutan

: Tidak larut dalam air, sukar larut dalam etanol dingin


atau panas dan dalam etanol mutlak dingin, mudah larut
dalam

benzena,

dalam

karbon

disulfida,

dalam

kloroform, larut dalam heksana, dan dalam sebagian


besar minyak lemak dan minyak atsiri.
Khasiat

Aquadest
Pemerian
BJ

: Zat tambahan, Emulgator


: cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
mempunyai rasa
: 0,997

Alat dan Bahan


Alat
1. Timbangan kasar

Bahan
1. Tetrasiklin

2. Timbangan halus

2. Cetaceum

3. Anak timbangan

3. Cera alba

4. Mortir + stamper

4. Gliserin

5. Serbet + tissue

5. Nipasol

6. Cawan penguap

6. Nipagin

7. Water bath

7. Vaselin album

8. Pengaduk kaca

8. Air panas

9. Sendok tanduk
10. Kertas perkamen
11. Pot
12. Etiket biru

Perhitungan Bahan
1) Tetrasiklin

2) Cetaceum

3) Cera alba

4) Gliserin

5) Nipasol

6) Nipagin

7) Vaselin

8) Air

3
x 20 g=0,6 g
100
5
x 20 g=1 g
100
8
x 20 g=1,6 g
100
15
x 20 g=3 g
100
0,6
x 20 g=0,12 g
100
0,3
x 20 g=0,06 g
100
10
x 20 g=2 g
100
58,1
x 20 g=11,62 g = 12mL
100

Cara Pembuatan
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Disiapkan alat dan bahan


Disetarakan timbangan
Dipanakan mortir dengan menuangkan air panas, didiamkan
Ditimbang gliserin
Ditimbang tetrasiklin dilarutkan dengan 6ml aquades ad homogen
Ditimbang cetaceum, masukkan cawan penguap
Ditimbang cera alba, masukkan cawan penguap
Ditimbang nipasol + nipagin, dilarutkan dengan etanol 1ml masukkan

kedalam elermenyer
9) Ditimbang vaselin album, masukkan cawan penguap
10) Dipanaskan cawan penguap diatas water bath, sampai melarut
11) Dimasukkan ke dalam mortir yang telah dipanaskan

12) Diukur air panas, masukkan ke dalam mortir sedikit demi sedikit, gerus
homogen
13) Dimasukkan gliserin ke dalam mortir tersebut dalam keadaan hangat,
gerus homogen
14) Dimasukkan ke dalam pot, beri etiket

Evaluasi Sediaan
1. Uji Organoleptik
Dalam uji organoleptik ini dilihat sifat-sifat fisik sediaan krim yang meliputi
homogenitas, bentuk, warna dan bau yang berfungsi untuk melihat
perubahan fasa krim.
2. Uji Homogenitas
Homogenitas sediaan krim yang berbentuk emulsi ditunjukkan dengan
tercampurnya bahan-bahan yang digunakan dalam formula krim, baik bahan
aktif maupun bahan tambahan secara merata. Cara pengujian homogenitas
yaitu dengan meletakkan krim pada objek glass kemudian meratakannya
untuk melihat adanya partikel-partikel kecil yang tidak terdispersi
sempurna.
3. Uji pH
Dalam uji pH berhubungan dengan stabilitas zat aktif yang terkandung
dalam sediaan krim tersebut sesuai dengan pH normal dan efektifitas
pengawet pada keadaan kulit sehingga tidak menghambat fungsi fisiologis
kulit atau sesuai dengan syarat krim yang baik. Pengukuran pH bertujuan
untuk mengetahui derajat keasaman sediaan krim yang telah dibuat sesuai
dengan pH standar kulit yang telah ditetapkan, yaitu 4,5 6,5. Pengukuran
pH dilakukan dengan cara mencelupkan kertas indikator sampai batas
celupan, mendiamkannya beberapa saat hingga terjadi perubahan warna,
kemudian membandingkan perubahan warna yang terjadi dengan warna
indikator. Nilai pH didapatkan dengan melihat persamaan warna dari kertas
indicator yang telah dicelupkan dengan warna pada label.

Formulasi 7 : Cleansing cream


I.

Rancangan Formula
20 gram cleansing cream
R/ Asam Salisilat
1%
Cera Flava
5%
Acid Stearin
10%
Adeps Lanae
10%
TEA
2%
Paraffin Liq
10%
Nipagin
0,18%
Nipasol
0,02%
Cethyl Alkohol
3%
Ol. Rosae
qs
Aquadest
ad
100%

II.
Monografi Bahan
Asam salicyl
Rumus Molekul: C9H8O4
Berat molekul : 180,16
Nama kimia : Asam asetil salisilat
Pemerian
: Hablur putih, umumnya seperti jarum atau lempengan tersusun,
atau serbuk hablur putih, tidak barbau atau barbau lemah. Stabil diudara kering,
didalam udara lembab secara bertahap terhidrolisa menjadi asam salisilat dan
asam asetat.
Kelarutan

: Sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol, larut dalam

kloroform, dan dalam eter agak sukar larut dalam eter mutlak (DitjenPOM,1995)
asam salisilat dalam konsentrasi 1-40% relatif aman untuk penggunaan topikal.

Cera Flava/ Malam Kuning (FI IV, hal 186)


Pemerian
: Padatan berwarna kuning sampai coklat keabuan, berbau enak
seperti madu. Agak rapuh bila dingin, bila patah membentuk granul.
Kelarutan
: Tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dingin.
Larut sempurna dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak dan dalam
minyak atsiri.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, untuk melembutkan kulit
Mengeraskan masa salep dan krim, memungkinkan atau memudahkan air untuk
masuk pada tipe emulsi W/O. (HB, hal 819)

Acid Stearin (FI III hal. 57)

Pemerian

: Zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur, putih

atau kuning pucat, mirip lemak lilin.


Kelarutan
: Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol
(95%)P, dalam 2 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan: Zat tambahan, untuk melembutkan kulit dengan
konsentrasi 1-20%. Sebagai emulsyfing agent, solubiling agent.
Incompatible dengan kebanyakan logam hidroksida, oksidasistearat agents.
Sifat Kimia : Asam stearat tidak compatibel dengan kebanyakan logam
hidroksida dan tidak compatibel dengan oksidasi kuat
Sifat fisika
: Butiran putih.

Adeps Lanae (FI IV hal. 57-58)


Pemerian
: Massa seperti lemak, lengket, warna kuning, bau khas.
Kelarutan
: Tidak larut dalam air, dapat bercampur dengan air kurang lebih
2x beratnya, agak sukar larut dalam etanol dingin, lebih larut dalam etanol
panas, mudah larut dalam eter dan kloroform.
Khasiat dan penggunaan: Basis krim.
Memiliki jarak lebur antara 36 sampai 42 penetapan dilakukan menurut cara
penetapan jarak lebur, suhu lebur, suhu lebur, suhu beku dan jarak didih. Dengan
membiarkan pada suhu 150 sampai 20 selama 24 jam.

Triaethanolamin (FI IV hal.1203)


- Pemerian Cairan tidak berwarna, berbau kuat amoniak.
- Kelarutan Sukar larut dalam air, dapat bercampur dengan etanol,
-

dengan eter dan dengan air dingin.


Penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat.
Khasiat dan penggunaan Surfaktan, emulgator. Kadar 2-4%.
Sifat Kimia: Bersifat oksidasi, absorbent, asam yang kuat
Sifat Fisika: Tidak berwarna, cairan kental, sangat higroskopis sedikit

larut dalam benzena.


Titik leleh : 20C 21,1C
Titik didih : 227C - 279C

Paraffin Liquidum (FI III hal. 474)


- Pemerian Cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi, tidak
-

berwarna, hampir tidak berbau, hamper tidak mempunyai rasa.


Kelarutan Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P,

larut dalam kloroform P dan dalam eter P.


Incompatible denganoksidatorkuat.
Khasiatdanpenggunaan Laksativum.

Bobot per ml 0,876g 0,890g


Bobot jenis = 1,120 1,128
Titik didih 335,4C dan memiliki titik lebur 20,5C
Sifat Fisika: Mudah menyerap air sampai 30% atau mengandung air.
Alasan pemilihan: Bila digunakan pada permukaan kulit bisa sebagai

lapisan penutup dan melembutkan kulit.


Sifat Kimia: Reaktivitasnya rendah, karena ikatan C antar atomnya
relativ stabil dan tidak mudah dipisahkan, tidak memiliki gugus
fungsional bereaksi lemah, senyawa polar, sulit bereaksi dengan

asam dan basa.


Kelarutan: Mudah larut dalam kelarutan non polar
Alasan pemilihan: Pelicin, melembutkan
Konsentrasi: 1,0 32,0
Incompabilitas: incompabilitas terhadap bahan yang beroksidasi kuat.

Nipagin (Methylis Parabenum) (FI IV hal. 551)


- Pemerian Hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak
-

berbau atau berbau khas lemah, mempunyai sedikit rasa terbakar.


Kelarutan Sukar larut dalam air, dalam benzena dan dalam karbon

tetraklorida, mudah larut dalam etanol dan dalam eter.


Penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat.
Khasiat dan penggunaan Preservatif atau pengawet. Kadar 0,120,18%
0.02-0.3% (topikal)

Nipasol (Propil Parabenum)


- Pemerian Serbuk putih atau hablur kecil, tidak berwarna.
- Kelarutan Sukar larut dalam air; mudah larut dalam etanol, dan
-

dalam eter; sukar larut dalam air mendidih.


Khasiat dan penggunaan Zat pengawet . Kadar 0,01-0,6% (topikal)

Cethyl Alkohol
- Sinonim: 1-hexadecanol; n-hexadecyl alcohol; palmityl alcohol
- Rumus Molekul: C16H34OPemerian Setil alkohol seperti lilin, putih
serpih, butir, kubus, atau benda tuang. Ia memiliki karakteristik
-

samar bau dan rasa hambar.


Kelarutan Mudah larut dalam etanol (95%) dan eter, kelarutan
meningkat dengan meningkatnya suhu; praktis tidak larut dalam air.
Mampu dicampur ketika dilarutkan dengan lemak, larutan dan
paraffins padat, dan isopropyl miristat.

Stabilitas: Stabil di asam, alkali, cahaya, dan udara; itu tidak menjadi
tengik. Ini harus disimpan dalam wadah tertutup baik di tempat sejuk

dan kering.
Konsentrasi : 1-5%

Oleum Rosae
Nama Lain

: Minyak mawar, Rose oil

Nama Tanaman Asal

: Rosa gallica (L.), Rosa damascena (Niler),

Rosa alba (L.), Rosa centifolia (L.) dan varietas Rosa lainnya
Keluarga
Zat Berkhasiat Utama / Isi
Penggunaan

: Rosaceae
: Geraniol, paraffin, nerol, egeno
: Bahan pewangi

Pemerian

: Cairan tidak berwarna atau berwarna

kuning, bau aromatik seperti bunga mawar, rasa khas. Pada suhu 25
kental, jika didinginkan perlahan - lahan berubah menjadi massa hablur,
jika dipanaskan mudah melebur
Cara memperoleh

: Minyak atsiri diperoleh dengan

penyulingan uap bunga segar


Penyimpanan

III.

: Dalam wadah tertutup rapat

Alasan pemilihan bahan


Alasan pemilihian bahan menggunakan zat aktif asam salicylat karena
asam salicylat berfungsi sebagai anti bakteri dan iritan sehingga bisa di
gunakan sebagai zat aktif untuk merawat kulit agar terhindar dari jerawat
dan masalah kulit lainnya. Kemudian kombinasi antara Trietanol Amine
(TEA) dengan acid stearic agar saling menjaga kstabilan masing masing
bahan dan dapat melembutkan kulit. Adeps lanae digunakan sebagai basis
cream karena memilii jarak lebur 36 sampai 42 dan mudah menyerap air
serta mengandung air sehingga bisa digunakan pada kulit sebagai lapisan
penutup dan melembutkan kulit. Parrafin liquidum dia mudah larut dalam
kelarutan non polar parrafin di gunakan sebagai pelicin dan melembutkan.
Pemilihan Nipagin dan Nipasol sebagai pengawet karena kombinasi tersebut

sangat baik jika digunakan sebagai pengawet, nipagin digunakan sebagai


fase air, sedangkan nipasol digunakan sebagai fase minyak. Ditambahkan
cethyl alkhohol karena berfungsi sebagai emolient dan cera flava sebagai
basis.
IV.

Perhitungan Bahan
1. Asam Salisilat
2. Cera Flava
3. Acid Stearin
4. Adeps Lanae
5. TEA
6. Paraffin Liquidum
7. Nipagin
8. Nipasol
9. Cethyl Alkohol
10. Ol. Rosae
11. Aquadest
0,18% +

V.

1
x 20 g = 0,2 g = 200 mg
100
5
=
x 20 g = 1 g
100
10
=
x 20 g = 2 g
100
10
=
x 20 g = 2 g
100
2
=
x 20 g = 0,4 g = 400 mg
100
10
=
x 20 g = 2 g
100
0,3
=
x 20 g = 0,06 g = 60 mg
100
0,6
=
x 20 g = 0,12 g = 120 mg
100
3
=
x 20 g = 0,6 g = 600 mg
100
= qs
= 100% - (1% + 5% + 10% + 10% + 2% + 10% +
=

0,02% + 3%)
= 100% - 38,2% = 61,8%
61,8
=
x 20 g = 12,36 ml
100

Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan.
2. Disetarakan timbangan.
3. Diambil dan ditimbang asam stearat, dimasukkan ke dalam cawan
porselen.
4. Diambil dan ditimbang adeps lanae, dimasukkan ke dalam cawan
porselen.
5. Diambil dan ditimbang cera flava dan dimasukkan ke dalam cawan
porselen.
6. Asam stearate, cera flava dan adeps lanae dilebur diatas WB ad leleh.
7. Disiapkan mortir panas.
8. Dimasukkan campuran asam stearat, cera flava dan adeps lanae ke dalam
mortir panas gerus ad homogen.

9. Diambil dan ditimbang nipagin, dimasukkan ke dalam mortir.


10. Diambil dan ditimbang nipasol, dimasukkan ke dalam mortir.
11. Nipagin dan nipasol dilarutkan menggunakan aquadest ad larut.
12. Diambil dan ditimbang 400 mg TEA, dimasukkan ke dalam campuran
sediaan, diaduk ad homogen.
13. Diambil dan ditimbang parrafin liquid lalu dimasukkan ke dalam
campuran nipagin, nipasol dan TEA.
14. Kemudian ditambahkan campuran asam stearat, cera flava dan adeps
lanae ke dalam campuran yang terdiri dari nipagin, nipasol, TEA dan
parrafin liqiud.
15. Diambil dan diambil cethyl alkohol gerus ad homogen.
16. Diambil dan ditimbang acid salicyl + etanol qs, dimasukkan ke dalam
campuran sediaan, diaduk ad homogen.
17. Diukur aquadest, dimasukkan ke dalam campuran sediaan, diaduk ad
homogen.
18. Ditambahkan parfum secukupnya ke dalam sediaan.
19. Dimasukkan ke dalam wadah, diberi etiket warna biru.