Anda di halaman 1dari 6

KEBUTUHAN PERALATAN LABORATORIUM

JENIS PERALATAN
Ruang Praktik Dapur Latih.

Standar peralatan dapur latih, (Sudira, 2004: pp 39-55) peralatan dapur dibagi
menjadi 2 (dua) yaitu peralatan kecil (utencil) dan peralatan besar (equipment).. Peralatan
kecil (utencil) meliputi: (a) pot dan pan; (b) peralatan untuk menyimpan/ mencampur; (c)
peralatan kecil; (d) peralatan memotong; (e) peralatan dari kayu; (e) peralatan dari karet; (f)
peralatan dari plastik atau melamin. Peralatan besar (equipment) meliputi: (1) Peralatan listrik
dan gas; (2) peralatan mekanik; (3) peralatan non listrik.
Pot dan pan berfungsi untuk memasak terdiri dari stock pot, sauce pot, sauce pan,
saute pan, brising/rousting pan, frying pan; peralatan untuk menyimpan/mencampur:
whisking bowl, mixing bowl, colander, container dan tray; peralatan kecil: ladle, skimer,
spider, frying spatula, conical strainer, strainer, baloon whisk, ice cream scoop; peralatan
memotong: peeler, small vegetable knife, vegetable knife, chopping knife, filleting knife,
boning knife, bread knife, slicing knife, cleaver, sharpener, spatula, carving fork grater;
peralatan dari kayu: chopping block, cutting board, wooden spatula, rolling pin; peralatan
dari karet: rubber spatula; peralatan dari plastik atau melamin: cutting board, plastik bowl,
plastik tray.
Peralatan besar (equipment) meliputi Peralatan listrik dan gas: egg boiler, toaster,
deep fryer, tilting frying pan, bain marie, bakery oven, grill, stove dan oven, dough mixer,
meat grinder, refrigerator, freezer; peralatan mekanik: hard meat grinder, nodle dough
machine, timbangan; peralatan non listrik: table, shink, chopping block.
Berdasar fungsi peralatan dapur latih diklasifikasikan menjadi 3 (tiga). Pertama,
peralatan persiapan (processing equipment). Peralatan ini digunakan dalam proses
pengolahan makanan yang bersentuhan langsung dengan panas. Ada 3 jenis peralatan
pelaksanaan memasak: (1) Alat pemanas. Alat ini digunakan untuk mematangkan bahan
makanan karena diakibatkan oleh panas/api yang ditimbulkan pada alat tersebut. Misalnya:
kompor, oven (pemanggang); (2) Alat bantu memasak diatas kompor (pemanas). Alat ini
digunakan sebagai tempat bahan makanan yang proses pengolahannya dilakukan diatas api
(kompor); (3) Alat bantu memasak didalam kompor (pemanas) atau oven. Alat ini digunakan
sebagai tempat bahan makanan yang proses pengolahannya dilakukan didalam alat pemanas.
Kedua, peralatan pengolahan. Penyajian (serving equipment), alat ini digunakan untuk
masakan (hidangan) yang telah melalui proses pemasakan (pengolahan) terlebih dahulu.
Ketiga, peralatan penyajian (serving equipment), alat ini digunakan untuk masakan
(hidangan) yang telah melalui proses pemasakan (pengolahan) terlebih dahulu. Peralatan
penyajian diantaranya : (1) China ware, alat ini digunakan sebagai (alat) tempat hidangan

yang siap untuk dimakan; (2) Glass ware, alat ini digunakan sebagai alat (tempat) minum
atau air; (3) Silver ware, alat ini digunakan sebagai alat makan.
Ruang Praktik Tata Hidang/ Melayani Makan dan Minum (Food and Beverage
Service).
Ruang Praktik Tata Hidang adalah ruang untuk pembelajaran secara praktik yang
dilengkapi perabot, peralatan makan dan peralatan penyajian makanan dan minuman. Ruang
tersebut merupakan miniatur dari sebuah restoran yang ada di dunia usaha/dunia industri.
Standar Ruang Praktik Tata Hidang. Dalam (Lampiran Permendiknas Nomor 40,
Tahun 2008: p 145) di nyatakan bahwa rasio area kerja di ruang praktik tata hidang adalah 16
m/peserta didik, Kapasitas untuk 8 peserta didik. Luas minimum adalah 128 m. Lebar
minimum adalah 8 m. Rasio area kerja di ruang mini bar adalah 3 m/peserta didik, Diskripsi
Kapasitas untuk 4 peserta didik. Luas minimum adalah 12 m. Lebar minimum adalah 3 m.
Standar perabot tata hidang, dalam (Lampiran Permendiknas Nomor 40, Tahun 2008:
p 147) di nyatakan bahwa jenis perabot meliputi meja kerja, kursi/ stool, lemari simpan alat
dan bahan dengan rasio 1 set/ruang dan minimum untuk 8 peserta didik pada pekerjaan
penataan hidangan dan untuk penyajian makanan.
Lampiran tentang daftar kebutuhan perabot ruang tata hidang pada buku pedoman
analisis kebutuhan sarana pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang keahlian
pariwisata, 2001 di sebutkan bahwa perabot yang diperlukan dalam kegiatan memasak
meliputi: (1) Meja, Meja bulat (round table) diameter 100 cm. dan atau meja persegi (square
table) ukuran 100x100 cm., berfungsi untuk penataan meja makan; (2) kursi (Chair),
berfungsi untuk duduk tamu di restoran; (3) Meja persediaan (Side board), berfungsi untuk
lemari persediaan alat makan di restoran; Lemari alat kaca, berfungsi untuk menyimpan lenan
dan alat jenis glass ware dan china ware.
Standar Peralatan Tata Hidang, peralatan Restoran dalam kegiatan pembelajaran
praktik melayani makan dan minum lebih tepat dengan menggunakan istilah yang biasa
dipakai di dunia usaha/dunia industri terutama di hotel yaitu dengan menggunakan
istilah/bahasa Inggris. Hal tersebut perlu juga di terapkan dalam pembelajaran praktik
disekolah untuk tujuan pencapaian kompetensi siswa.
Dalam (Brown, G., dan Hepner, K., 2000: pp 21-31) dijelaskan bahwa Food Service
Equipment meliputi (1) Cutlery, basic (silverware) item; (2) Outher cutlery item sometimes
placed on the table; (3) Cutlery item used for servin; (4) tableware; (5) large equipment.

PERTIMBANGAN DALAM PENGADAAN


Pengadaan adalah segala kegiatan untuk menyediakan semua keperluan barang bagi
keperluan pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam pengadaan barang

sebenarnya tidak terlepas dari perencanaan pengadaan yang telah dibuat sebelumnya baik
mengenai jumlah maupun jenisnya.
Fungsi dari pengadaan adalah mengatur dan menyelenggarakan terpenuhinya sarana
dan prasarana yang dibutuhkan baik menyangkut jenis, jumlah, kualitas, tempat dan waktu
yang dikehendaki. Pengadaan barang disekolah umumnya memalui prosedur yang meliputi:
(1) menganalisi kebutuhan, (2) mengklasifikasikan, (3) membuat proposal pengadaan barang
yang ditunjukan kepada pemerintah bagi sekolah swasta, (4) bila disetujui maka akan ditinjau
dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan dari pihak yang dituju, (5) setelah
dikunjungi dan disetujui maka barang akan dikirim ke sekolah yang mengajukan permohonan
pengadaan barang tersebut.
Pengadaan sarana praktik harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran itu sendiri.
Sarana praktik yang baik adalah sarana yang dapat menunjang tercapainya tujuan
penggunaannya. Pengadaan sarana praktik hendaknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan
untuk praktik, contohnya berapa banyak oven yang harus digunakan ketika pelaksanaan
praktik, serta alat- alat yang lainnya juga harus diperhitungkan dan disesuaikan dengan
kebutuhan, jangan meng-adakan alat yang tidak bisa digunakan ketika praktik.
Perencanaan pengadaan
peralatan laboratorium praktik boga didasarkan pada analisis kebutuhan yang ada.
Dalam penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah analisis kebutuhan
beridasarkan pada analisis SWOT (streigh, Weakness, Opportunities, Treats). Di dalam
analisis SWOT tersebut dimasukkan pula klasifikasi peralatan laboratorium yang dibutuhkan.
Setiap perencanaan pemenuhan peralatan laboratorium, didahului oleh analisis kebutuhan
berdasarkan skala prioritas dan urgensi. Di samping dilakukan analisis kebutuhan alat juga
dicantumkan klasifikasi alat yang dibutuhkan.
Hal ini sesuai dengan prosedur pengadaan barang dan jasa yang mengacu kepada PP
No 54 Tahun 2010, Pengadaan Barang dan Jasa, mengacu melalui prosedur (1) menganalisis
kebutuhan dan fungsi sarana dan prasarana, (2) mengklasifikasikan sarana dan prasarana
yang dibutuhkan, (3) membuat proposal pengadaan sarana dan prasarana yang ditujukan
kepada pemerintah bagi sekolah negeri dan pihak yayasan bagi sekolah swasta (4) bila
disetujui maka akan ditinjau dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan
Pemerintah, (5) setelah disetujui, maka akan dikirim perencana anggaran dana untuk sarana
dan prasarana. Proses perencanaan pengadaan perlengkapan tidak mudah, karena harus
dilakukan secara sistematis,rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang
kondisi sekolah tersebut.
Perencanaan pengadaan yang baik tentunya berdasarkan analisis kebutuhan dan skala
prioritas yang disesuaikan dengan dana dan tingkat kepentingan ( Sukirman (2002:29)
Gunawan (1982: 8) mengemukakan bahwa penyesuaian perencanaan dengan analisis
kebutuhan itu meliputi empat tahapan antara lain: a). Identifikasi tujuan umum yang mungkin
dapat dicapai b), menyusun tujuan berdasarkan kepentingan c). Identifikasi perbedaan apa
yang dinginkan dan apa yang sesungguhnya d). Menentukan Skala Prioritas Pengadan sarana

pendidikan sebaiknya sesuai kreteria pemilihan. Suhasimi Arikunto (1979: 44) memberikan
empat kreteria dalam pemilihan sarana yaitu: a) Alat itu harus berguna atau dugunakan dalam
waktu dekat (mendadak) b) Mudah digunakan c) Bentuk bagus dan menarik d). Aman atau
tidak menimbulkan bahaya jika digunakan.
Untuk melengkapi atau mengganti alat / bahan kimia / IPA yang rusak, hilang, atau
habis dipakai diperlukan pengadaan. Sebelum pengusulan pengadaan alat / bahan, maka perlu
dipikirkan : (1) percobaan apa yang akan dilakukan, (2) alat / bahan apa yang akan dibeli
(dengan spesifikasi jelas), (3) ada tidaknya dana / anggaran, (4) prosedur pembelian (lewat
agen, langganan, beli sendiri), dan (5) pelaksanaan pembelian (biasanya awal tahun pelajaran
baru) (Depdikbud, 1999 : 32).
Sebelum pembelian alat dan bahan laboratorium perlu dipikirkan hal-hal yang berikut :

Percobaan apa yang akan dilakukan


Alat/bahan apa yang akan dibeli
Pengetahuan tentang penggunaan alat yang dibeli
Adanya dana
Jenis ukuran alat/bahan yang kan dibeli
Prosedur pembelian
Pelaksanaan pembelian

KRITERIA DASAR DALAM PERENCANAAN PERALATAN


Perencanaan Sarana Pendidikan
Salah satu usaha meningkatkan kualita pendidikan dan pengajaran adalah tersedianya
sarana yang memadai. Langkah pertama dalam penyediaan saran pendidikan adalah
mengadakan perencanaan kebutuhan sarana pendidikan. Hal-hal yang perlu diperhatiankan
adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

Perencanaan sarana pendidikan harus dipandang sebagai bagian integral dari usaha
peninghkatan kualitas proses pembelajaran.
Mengikuti pedoman jenis, sifat, kualitas dan kuantitas sarana.
Mengadakan sarana pendidikan yang sesuai dengan plafon anggaran dan
memperhatikan skala prioritas.
Merencanakan sarana pendidikan sesuai dengan kurikulum yang disusun.
Merencanakan kebutuhan sarana pendidikan dengan memperhatikan perkembangan
teknologi.

Langkah-langkah dalam perencanaan sarana pendidikan adalah sebagai berikut:

a.
b.
c.
d.
e.

Menganalisis kebutuhan sarana pendidikan yang disesuaikan dengan kurikulum


yang telah disusun sebelumnya.
Apabila kebutuhan sarana pendidikan melebihi daya beli sekolah atau daya
pembuatan, maka harus diadakan seleksi menurut skala prioritas.
Mengadakan inventarisasi terhadap sarana pendidikan yang dimiliki.
Mencari data. Dalam tahap ini menentukan dana dari mana yang harus dipakai
untuk pengadaan sarana pendidikan.
Menunjuk orang yang akan bertanggung jawab dalam melaksanakan pengadaan
sarana pendidikan.

Dasar-dasar pemikiran umum.


Berapa hal dibawah ini dapat membantu kita dalam merencanaken suatu laboratorium:
a. Perkiraan apa laboratorium yang kita buat untuk masa sekarang atau perkembangan
pada masa yang akan datang.
b. Mempunyai tujuan dasar yang jelas, apakah untuk sekolah atau kursus yang
direncanakan.
c. Mengetahui jenis kelas apakah untuk permulaan atu tingkat lanjutan.
d. Jumlah, lama penyelenggaraan program dan ukuran maksimum dari laboratorium.
e. Luas laboratorium yang diperlukan umtuk setiap siswa
f. Mengetahui jumlah alat-alat yang diperlukan untuk spesialisasi.
g. Jumlah loker/lemari, kran cuci tangan dan toilat.
h. Apa ruang dibuat tetap atau pembagi ruang.
i. Hubungan antar bengkel atau dengan ruang teori.
j. Penerangan dan ventilasi.

CARA MENGHITUNG PERALATAN BAKU (UKURAN KELOMPOK BELAJAR,


ALTERNATIF PENGAJARAN YANG DIGUNAKAN, JML JAM PRAKTIKUM DLM
KLM BLJR, WAKTU YG TERSEDIA UNTUK MENGGUNAKAN PERALATAN)
Perhitungan Kebutuhan
Jumlah alat dihitung berdasarkan: (1) jenis peralatan praktik yang dibutuhkan, (2) jumlah
kelompok belajar (student place), (3) alokasi waktu untuk mencapai kompetensi, (4) alokasi
jam alat dioperasikan dan (5) faktor guna alat (efisiensi). Efisiensi penggunaan alat pada
umumnya diambil 100%, rumus perhitungannya yaitu:

Keterangan:
Alt = Kebutuhan alat (jumlah)
Alt (a) = Kebutuhan alat (a)
STP = Student Place
JAD = Jam alat dioperasikan
RGK = Regu kerja
(a-z) = Kode masing-masing alat