Anda di halaman 1dari 30

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang


semakin pesat, kebutuhan manusia semakin kompleks dan semakin beragam,
dimana kebutuhannya tersebut tergantung pada era pembangunan yang
senantiasa berkembang demi tercapainya masyarakat adil dan makmur.
Didorong oleh kebutuhan manusia yang semakin kompleks tersebut dan
keinginan untuk memperoleh kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, maka
manusia senantiasa berfikir untuk terus mengembangkan teknologi yang telah
ada guna menemukan teknologi baru yang bermanfaat bagi kehidupan umat
manusia.
Sejalan dengan itu bangsa Indonesia telah mampu menerapkan disiplin
ilmu keteknikan dalam berbagai bidang teknologi demi menunjang
keberhasilan industrialisasi. Bidang industri sebagai salah satu sasaran
pembangunan jangka panjang meliputi beberapa sektor pembangunan yang
luas, diantaranya adalah bidang konstruksi, perencanaan dan elemen mesin,
perencanaan pesawat pengangkat, struktur rangka dari crane, konstruksi
jembatan dan sebagainya.
Salah satu persoalan yang sangat penting diperhatikan dalam
perencanaan-perencanaan tersebut adalah perhitungan getaran pada gerak
bolak balik disekitar kesetimbangan, dimana suatu benda berada pada posisi
diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut getaran juga terbagi
menjadi dua yaitu getaran bebas dan getaran paksa. Getaran dapat dipahami
dengan mempelajari model sederhana masa-pegas-peredam-kejut. Contohnya
seperti zaman sekarang yang banyak sering dipakai dikendaraan mobil dan
motor yaitu pegas.

Perhitungan getaran juga sangat penting dan identik. Dan kita juga dapat
mempelajari ilmu basic dari sistem uji getaran maka akan dengan mudah kita
mengaplikasikan perhitungan tersebut ketika ditemukan dilapangan.
1.2

Contoh-contoh sistem yang melakukan getaran


A. Sistem pegas-massa
Balok bermassa m yang dikaitkan pada ujung pegas yang digantungkan
secara vertikal. Bila balok m ditarik ke bawah, kemudian dilepaskan, maka
balok tersebut akan melakukan gerakan naik-turun-naik-turun berulang-ulang.
Balok dikatakan bergetar.
B. Sistem bandul fisis
Perhatikan sekarang bandul yang digantungkan pada sebuah penampang.
Bila bandul tersebut disimpangkan dari posisi vertikalnya, maka bandul
akan berayun, menyimpang ke kanan dan ke kiri secara berulang-ulang dan
bandul dikatakan bergetar. Susunan benda dengan getaran yang mirip dengan
itu disebut sistem bandul fisis.
Dari dua contoh tadi dapat disimpulkan bahwa getaran adalah suatu
gerakan yang khas, yaitu gerakan yang berulang-ulang dan disebut sebagai
gerakan periodik. Pada gerakan berulang itu yang dimaksud dengan satu
getaran lengkap adalah gerakan dari suatu titik awal kembali ke titik awal tadi.
Benda yang bergetar sering disebut juga melakukan gerakan harmonis
sederhana. Jadi dapat disimpulkan bahwa getaran harmonis sederhana adalah
gerak bolak balik yang melewati suatu titik kesetimbangan.
Getaran adalah suatu gerak bolak - balik di sekitar kesetimbangan.
Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan dimana suatu benda berada
pada posisi diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut.
Getaran mempunyai amplitudo (jarak simpangan terjauh dengan titik tengah)
yang sama.

Gambar 1.1 Frequency dan Distance pada getaran


Adapun yang menyebutkan bahwa, getaran adalah gerakan relatif dari
massa dan elastisitas benda yang berulang sendiri dalam interval waktu
tertentu. Sedangkan, Gerak Harmonik Sederhana adalah gerakan sebuah
partikel atau benda dimana grafik posisi partikel sebagai fungsi waktu berupa
sinusoidal (dapat dinyatakan dalam bentuk sinus atau kosinus). Dalam gerak
pada getaran pegas berlaku hukum Hooke yang menyatakan hubungan
hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dan pertambahan panjang
11 Pada daerah elastis, F sebanding dengan x.
pegas x pada daerah elastis pegas.

Hal ini dinyatakan dalam bentuk persamaan :


F = k .x
Dengan

. (i)
:

= gaya yang dikerjakan benda pegas ( N )

= pertambahan panjang pegas ( m )

konstanta pegas ( N. m-1 )

Konstanta gaya pegas adalah suatu karakter dari suatu pegas yang
menunjukkan perbandingan besarnya gaya terhadap perbedaan panjang yang
disebabkan oleh adanya pemberian gaya tersebut. Satuan konstanta gaya pegas
adalah N/m, dimensi konstanta pegas :
[M][T ]-2
Pada waktu pegas ditarik dengan gaya F, pegas mengadakan gaya yang
besarnya

sama

berlawanan
pegas Fp,

dengan

gaya

yang

menarik,

akan

tetapi

arahnya

(Faksi = -Freaksi). Jika gaya ini kita sebut dengan gaya


yang

besarnya

sebanding

dengan

pertambahan

panjang

pegas x, sehingga untuk Fp dapat dirumuskan sebagai


Fp = -k .x

. (ii)

Persamaan (i) dan (ii) secara umum dapat dinyatakan dalam kalimat yang
disebut
A. Hukum Hooke.
Pada daerah elastis benda, gaya yang bekerja pada benda sebanding
dengan pertambahan panjang benda.
Suatu pegas yangng digantung secara vertikal dan diberi beban di
simpangkan ke bawah dan dilepaskan maka beban akan bergetar dengan
periode yang daapat dituliskan :

T = 2g
Dimana

T = periode (s)
g = gravitasi (m.s-2)

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1

Pengertian Getaran
Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu.
Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan
dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas
mampu bergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur rekayasa (engineering)
mengalami getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya biasanya
memerlukan pertimbangan sifat osilasinya.

Gambar 2.1 model massa pegas sederhana


A. Salah satu tujuan belajar getaran adalah mengurangi efek negatif getaran
melalui desain mesin yang baik.
B. Hampir semua alat gerak mempunyai masalah getaran karena adanya
ketidak seimbangan mekanisme, contohnya :
1. Mechanical failures karena material fatigue
2. Getaran dapat mengakibatkan keausan yang lebih cepat
3. Dalam proses manufaktur, getaran dapat menyebatkan hasil akhir
yang buruk.
5

C. Selain efek yang merusak, getaran dapat digunakan untuk hal hal yang
berguna.
1. Getaran digunakan dalam conveyors getar, mesin cuci, sikat gigi
elektrik.
2. Getaran juga digunakan dalam pile driving, vibratory testing of
materials.
3. Getaran digunakan

untuk

menaikan

efisiensi

dari

proses

permesinan seperti casting dan forging.

Gambar 2.2 mekanisme getaran pada mobil


A. Beberapa Contoh Getaran
Beberapa contoh getaran yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari
hari antara lain
1.
2.
3.
4.

senar gitar yang dipetik


bandul jam dinding yang sedang bergoyang
ayunan anak - anak yang sedang dimainkan
mistar plastik yang dijepit pada salah satu ujungnya, lalu ujung lain
diberi simpangan dengan cara menariknya, kemudian dilepaskan

tarikannya.
5. Pegas yang diberi beban.
B. Periode dan Frekuensi Getaran
Perhatikan gambar berikut ini

Gambar 2.3 periode dan frekuensi getaran


1. titik A merupakan titik keseimbangan
2. simpangan terbesar terjauh bandul ( ditunjuk kan dengan
jarak AB = AC ) disebut amplitudo getaran
3. jarak tempuh B A C A B disebut satu getaran penuh

C. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran


Dari definisi periode dan frekuensi getaran di atas, diperoleh hubungan
:

Keterangan :
T = periode, satuannya detik atau sekon
f = frekuensi getaran, satuannya 1/detik atau s-1 atau H

D. Pengelompokkan Getaran
1. Getaran Bebas dan Paksa.

2. Getaran Teredam dan tak teredam.


3. Getaran Deterministic dan Random
2.2

Energi Getaran

Hukum Kekekalan Energi


Pada setiap getaran pasti terkait sejumlah energi yang kita kenal

sebagai Energi Kinetik, yaitu energi yang dimiliki benda atau sistem karena
keadaannya yang bergerak itu. Kita tentunya masih ingat bahwa energi kinetik
adalah :
Dengan

m: massa benda (kg) ,


V: kecepatan benda (m/s) .
Sebuah benda yang berada di atas sebuah permukaan juga mempunyai
energi yang terkait kedudukannya itu, yaitu energi potensial gravitasi. Karena
benda mempunyai energi potensial gravitasi ini, maka ia mendapatkan kerja
yang dilakukan oleh gaya gravitasi ketika jatuh. Besarnya energi potensial
gravitasi ini adalah

:
Ep = m.g.h

Dengan :
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = jarak titik pusat massa benda ke acuan nol (m).
Pada benda-benda yang terkait dengan pegas terdapat energi potensial
lain yang disebut sebagai energi potensial elastis E P' . Energi potensial elastis
ini muncul ketika pegas diregangkan atau dimampatkan. Karena energi
potensial elastis inilah, pegas yang diregangkan atau dimampatkan dapat
kembali ke kedudukan semula karena kerja yang dilakukan oleh gaya pemulih.
Contoh yang jelas adalah alat penutup pintu yang seringkali ditempelkan pada
pintu berkawat anti nyamuk yaitu peralatan yang bekerja berdasarkan kerja

pegas. Ketika pintu dibuka, pegas yang ada dalam peralatan itu termampatkan
sehingga memiliki energi potensial elastis. Ketika pintu dilepas, pegas yang
termampatkan tadi meregang kembali untuk berusaha kembali ke ukurannya
semula sambil gaya pemulihnya melakukan kerja menutup pintu.
Untuk pegas dengan konstanta pegas k N/m, maka ketika ukuran pegas
bertambah atau berkurang dengan x, didapat energi potensial elastis.
Sistem yang bergetar, dengan demikian berpeluang mempunyai ketiga jenis
energi tersebut, atau energi total sistem yang bergetar adalah dengan demikian
energi total juga dapat ditulis menjadi Hukum kekekalan energi menyatakan
bahwa, tanpa adanya gesekan dan kerja dari luar, maka energi awal dan energi
akhir total adalah sama. Ini berarti bahwa

Perhatikan sistem getaran pegas-massa dengan pegasnya dalam posisi


horizontal. Pada kasus semacam ini ( Ep )awal dan (Ep)akhir adalah sama karena
hawal = hakhir dan biasanya diambil sama dengan nol.
Kecepatan dan percepatan tidak konstan pada sistem getaran benda
berbalik arah, ketika simpangannya maksimum, karena kecepatannya nol. Jadi
benda yang bergerak (mempunyai kecepatan), tidak bergerak terus ke arah
yang sama, namun berbalik karena kecepatannya nol pada saat itu. Berarti
kecepatannya makin lama makin kecil, atau tidak konstan. Pada bagian
gerakan yang lain kecepatannya membesar, namun mengecil kembali sampai
nol, kemudian membesar kembali dan peristiwa semacam ini berulang-ulang
terus. Jadi gerak bolak-balik itu menyiratkan dua jenis perubahan kecepatan,
yaitu

:
1.
2.

1.

Besarnya, besar kecil - besar dan seterusnya.


Arahnya, kanan kiri - kanan dan seterusnya.

Getaran Bebas Dan Getaran Paksa


A. Getaran Bebas
Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya
yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang
bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih
frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang
dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang

10

memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau


getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.

Gambar 2.4 sistem pegas massa dan daigram benda bebas


B. Getaran Paksa
Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan gaya
luar, jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk 17
bergetar pada frekuensi rangsangan. Jika frekuensi rangsangan sama
dengan salah satu frekuensi natural sistem, maka akan didapat keadaan
resonansi dan osilasi besar yang berbahaya mungkin terjadi. Kerusakan
pada struktur besar seperti jembatan, gedung ataupun sayap pesawat
terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan oleh
resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural merupakan hal yang utama.

Gambar 2.5 getaran paksa dengan peredam

11

A.

2.
Damping

Getaran Teredam dan Tak Teredam


1. Dalam system dynamic bekerja dissipative forces friction,
structural resistances.
2. Umumnya, damping dalam structural systems adalah kecil dan
mempunyai efek yang kecil terhadap natural frekuensi.
3. Tetapi, damping mempunyai pengaruh yang besar dalam
mengurangi resonant pada structural system.

3.

Getaran Deterministic dan Random


A.
Getaran Deterministic
Sinyal disebut deterministic, selama harga dari sinyal dapat
diprediksi.

Gambar 2.6 Getaran deterministic

12

Gambar 2.7 Getaran deterministic dan harmonic


B. Getaran Random
1. Tidak memiliki sinyal yang periodik maupun harmonik
2. Harga dari getaran random tidak dapat di prediksi
3. Tetapi getaran random bisa di gambarkan secara statistik

Getaran adalah suatu gerakan yang berulang dengan sendirinya pada


suatu selang waktu tertentu yang dapat terjadi pada sistem di mana memiliki
massa dan sifat elastis serta padanya bekerja gangguan. Masalah getaran
terjadi bilamana ada bagian-bagian berputar atau bergerak bolak - balik dalam
suatu mesin itu sendiri, bangunan di sekitarnya juga dihadapkan pada getaran
dari mesin tersebut. contoh utamanya adalah lokomotif, perputaran poros dan
sebagainya.
A.

Secara umum penyebab getaran antara lain:


1. Khusus pada mesin, karena adanya massa berputar atau bolak-balik
2.
3.
4.
5.

yang tidak seimbang.


Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.
Gesekan kering antara dua permukaan.
Gempa bumi yang menyebabkan pada gedung bertingkat.
Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi dan
pohon.

13

B.

Sedangkan untuk menghindari getaran caranya antara lain:


1. Menghilangkan penyebabnya.
2. Memasang saringan jika hanya bunyi sebagai objek yang tidak
diinginkan.
3. Memasang mesin pada pondasi dengan isolasi yang baik.
4. Memasang peredam kejut (shock-breaker).

2.3

Jenis-Jenis Getaran
1.

Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena adanya gaya luar yang

bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut bergetar.

2.

Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar
yang memaksa terjadinya getaran, melainkan karena adanya keadaan
awal yang diberikan sehingga sistem tersebut bergetar.

2.4

Sistem Massa Pegas


Untuk mengurangi efek getaran, salah satu pendekatannya yaitu melakukan studi
lengkap terhadap persamaan gerakan sistem yang ditinjau. Mula - mula sistem di
idealisasikan dan di sederhanakan dengan terminologi massa, pegas, dan peredam (
dashpot ) yang berturut turut menyatakan benda, elastisitas dan gesekan sistem.
Kemudian persamaan gerakan ( equation of motion ) menyatakan perpindahan sebagai
fungsi waktu akan memberi jarak kedudukan massa sesaat selama gerakan dan
kedudukannya setimbangan. Kemudian dari persamaan gerakan diperoleh sifat penting
sistem getaran yaitu frekuensi pribadi ( natural frequency ).

14

Gambar 2.8 Diagram Natural Frequency


Getaran merupakan suatu sistem massa-pegas. Dimana suatu massa M dipasang pada
suatu pegas dengan kekakuan k. Di bagian depan massa M dipasang suatu piston yang
diberi celah kecil dan diberi rumah yang diisi oli. Seperangkat piston tersebut menunjukkan
suatu mekanisme redaman dan itu sama prinsipnya pada shock absorber pada mobil.
Dari sistem peredamSemua mesin memiliki tiga komponen dasar yang digabungkan
untuk menentukan bagaimana mesin akan bereaksi terhadap gaya yang menyebabkan
getaran tersebut, sepertihalnya sistem massa - pegas. Tiga komponen dasar tersebut adalah
Massa (M), Kekakuan (k), dan Redaman (c). Komponen - komponen
ini merupakan karakteristik yang tidak dapat dipisahkan pada suatu mesin atau struktur
yang akan menahan atau melawan getaran.
a. Massa

massa mewakili inersia benda untuk tetap pada kondisi

awal. Suatu gaya mencoba untuk membawa perubahan pada kondisi awal yang
ditahan oleh massa. Massa ini diukur dalam kg.
b. Kekakuan

kekakuan adalah gaya yang dibutuhkan untuk membuat

struktur menjadi terdefleksi dengan jarak tertentu. Pengukuran gaya yang

15

dibutuhkan untuk memperoleh defleksi disebut kekakuan. Satuan dari kekakuan


adalah N/m.
c. Peredam

suatu gaya yang diatur pada bagian struktur ke dalam

gerakan atau struktur yang mekanismenya tidak dapat dipisahkan untuk


memperlambat gerakan ( kecepatan ).
Karakteristik ini untuk mengurangi percepatan gerakan yang disebut dengan
peredamyang diukur dengan N/(m/s). Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, efek
yang dikombinasikan untuk mengendalikan efek gaya dalam kaitannya dengan massa,
kekakuan dan redaman, menentukanbagaimana suatu sistem akan bereaksi terhadap gaya
luar yang diberikan.
2.5

Karakteristik Getaran
Kondisi suatu mesin dan masalah masalah mekanik yang terjadi dapat diketahui
dengan mengukur karakteristik getaran pada mesin tersebut. Karakteristik - karakteristik
getaran yang penting antara lain adalah
1.
2.
3.
4.

Frekuensi Getaran
Perpindahan Getaran ( Vibration Displacement )
Kecepatan Getaran ( Vibration Velocity )
Percepatan Getaran ( Vibration Acceleration )

Fasa getaran dengan mengacu pada gerakan pegas, kita dapat mempelajari karakteristik
suatu getaran dengan memetakan gerakan dari pegas tersebut terhadap fungsi waktu.
Gerakan massa pegas dari posisi netral ke batas atas dan kembali lagi ke posisi netral dan
dilanjutkan ke batas bawah, dan kembali lagi ke posisi netral, disebut satu siklus getaran ( satu
periode ).

2.6

Jenis Peredam
1.

Peredam viskous, Efek redaman terjadi pada permukaan luncur yang


dilumasi dari dashpot dengan kecepatan rendah dan celah yang kecil.
Peredam Arus Eddy juga termasuk jenis viskous diman gaya hambat
redaman tergantung pada kecepatan dan koefisien redamannya, dengan
demikian persamaan differential gerak sistem menjadi linear.

16

2.

Peredam arus Eddy, yaitu peredam plat konduktor persegi non ferrous
yang bergerak dalam arah tegak lurus garis fluks magnetik.

3.

Peredam Coulomb (gesekan kering) ; Efek redaman terjadi jika dua


permukaan dalam keadaan kering (tanpa dilumasi) dimana gaya hambat
redaman praktis konstan, tidak tergantung pada kecepatan.

4.

Peredam struktur, efek redaman terjadi akibat gesekan dari molekul.


Dari diagram tegangan regangan benda bergetar,tidak memberikan
persamaan lurus tapi membentuk kecepatan kopsterisis dimana luas kurva
menyatukan penyerapan energi akibat gesekan molekul persiklus/radian.

5. Peredam antar mula, energi getaran diserap oleh slip mikroskopik pada
antara permukaan dengan bagian mesi yang berfluktuasi .Besarnya serapan
energy tergantung pada koefisien gesek, tekanan antara dua plat dan
amplitude getaran.

A. Elemen Pegas
Pegas linier biasanya diasumsikan tidak memiliki massa dan peredam.
Gaya pegas dirumuskan menjadi F = kx. F = gaya pegas, x = deformasi
(peripndahan suatu titik acuan), k = konstanta pegas atau kekakuan pegas.
Kerja pegas disimpan dalam bentuk regangan yang merupakan energi
potensial pegas. Pegas dapat disusun seri maupun paralel, perhitungannya
akan beda.

B. Elemen Inersia
Benda dari elemen inersia diasumsikan benda rigid, bisa mendapat atau
kehilangan energi kinetik saat kecapatan benda tsb berubah. Untuk analisis
simpel, kita dapat menganggap beberapa benda dijadikan satu persamaan saja.
Contohnya kasus beberapa benda translasi yang terhubung dengan batang
kaku, atau benda translasi dan berputar berpasangan. Cara perhitungannya
akan beda.

17

C. Elemen Elemen Peredam


Dalam banyak sistem, energi vibrasi secara bertahap diubah menjadi panas
atau suara. Karena pengurangan energi, respon, seperti perpindahan dari
sistem secara bertahap menurun. Mekanisme energi vibrasi secara bertahap
diubah menjadi panas atau suara inilah yang dikenal sebagai redaman
( dumping ). Sebuah peredam diasumsikan tidak memiliki massa atau
elastisitas, dan kekuatan redaman hanya ada jika ada kecepatan relatif antara
dua ujung damper.
D. Konstruksi Peredam Viskos
Redaman viskos adalah mekanisme peredam yang paling umum
digunakan dalam analisis getaran. Ketika sistem mekanik bergetar dalam
medium fluida seperti air udara, gas, dan minyak, perlawanan yang
diakibatkan oleh fluida bergerak ke arah bodi menyebabkan energy
berhamburan. Dalam kasus ini, jumlah energi yang hilang tergantung pada
banyak faktor, seperti ukuran dan bentuk getaran bodi, viskositas fluida,
frekuensi getaran, dan kecepatan getaran bodi. Dalam redaman viskos, gaya
redaman sebanding dengan kecepatan getaran bodi.
2.7

Penyebab terjadinya getaran


1. Khususnya pada mesin , karena adanya massa berputar atau bolak-balik
2.
3.
4.
5.

2.8

yang tidak seimbang.


Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.
Gesekan kering antara dua permukaan.
Gempa bumi yang menyebabkan getaran pada gedung bertingkat.
Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi dan pohon.

Istilah dalam getaran


1. Getaran bebas adalah getaran suatu system tanpa adanya gaya luar
yang

memaksa untuk bergetar, namun bergetar karena adanya kondisi

awal yang diberikan.


2. Getaran paksa adalah getaran suatu system karena adanya gaya luar yang
memaksa getaran dimana frekuensi system sama dengan frekuensi gaya
luar.
3. Periode adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus.
4. Frekuensi adalah banyaknya siklus dalam satu satuan waktu. F = siklus /
detik.

18

5. Amplitudo adalah perpindahan terjauh dari getaran suatu system dari posisi
rata - ratanya, terdiri dari simpangan, kecepatan dan percepatan.
6. Sistem satu derajat kebebasan adalah suatu system yang dapat bergetar
pada banyak atau satu arah jika system diperoleh, dimana system tersebut
hanya dapat bergetar pada satu model atau cara atau hanya satu koordinat
bebas dipakai untuk menyelesaikan secara khusus dari lokasi getaran.
7. Gerak harmonic sederhana adalah gerakan partikel yang bergerak pada
garis lurus, dengan percepatan selalu searah atau sejalan dengan jarak dari
partikel ketitik tertentu pada garis edarnya terhadap arah titik tertentu.
8. Osilasi adalah suatu partikel dalam gerak periodic yang bergeral bolakbalik melalui lintasan yang sama. Contohnya keseimbangan arloji.
9. Under dumping adalah system peredam dash pot ntuk getaran bebas
dimana akan terjadi oksilasi dengan nilai C ( redaman ) < Ck ( redaman
kritis ) atau factor peredam < 1.
10. Critical dumping adalah adalah system peredam dash pot untuk getaran
bebas dimana tidak terjadi oksilasi dengan nilai C ( redaman ) = Ck
( redaman kritis ) atau factor peredam = 1.
11. Upper dumping adalah system peredam dash pot untuk getaran bebas
dimana tdak terjadi oksilasi dengan nilai C ( redaman ) > Ck ( redaman
kritis ) atau factor peredam.
2.9

Macam-macam getaran
1.

Getaran Paksa
Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena adanya gaya luar yang
bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut bergetar. Bila gaya luar,
biasanya f ( t ) = fc sin nt atau fc cos nt bekerja pada sistem getaran paksa.
Sistem cenderung bergetar pada frekuensi sendiri di samping mengikuti gaya
eksitasi. Dengan adanya gesekan bagian gerakan yang ditahan oleh gaya
sinusoidal secara perlahan hilang. Dengan demikian, sistem akan bergetar
pada frekuensi pribadi sistem. Bagian getaran yang berlanjut terus disebut
getaran keadaan steady atau respon sistem keadaan steady dibutuhkan dalam
analisa getaran karena efek sinambungnya.

2.

Getaran Bebas

19

Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar
yang memaksa terjadinya getaran, melainkan karena adanya keadaan awal
yang diberikan sehingga sistem tersebut bergetar. Getaran bebas adalah
getaran yang diamati sebagai sistem yang berpindah dari kedudukan
keseimbangan statis. Getaran bebas dari sistem memenuhi sistem masa dan
sifat elastisitas dan pada kondisi awal tidak bekerja eksitasi dari luas. Gaya
yang bekerja adalah gaya bebas gesekan dan berat.
Massa akibat adanya gesekan getaran hilang sesuai dengan waktu
getaran ini transier.
a. Governor
Governor adalah alat kontrol otomatis yang selalu berperan mengatur dan
mengendalikan mesin. Selain itu, governor atau biasa juga disebut speed
limiter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan mengatur
kecepatan suatu mesin.
b. Prinsip Kerja Governor
Governor adalah alat yang digunakan untuk mengontrol kecepatan dari
penggerak

mula / utama dari kecepatan berlebihan dan menstabilkan

kecepatan putaran mesin yang diinginkan. Governor mengatur kecepatan ratarata mesin atau penggerak mula apabila terjadi variasi kecepatan frekuensi
beban. Jika beban motor konstan maka kecepatan motor konstan dari suatu
siklus ke siklus lainnya. Jika beban meningkat, kecepatan motor menurun dan
sudut governor akan bertambah dengan perubahan, sehingga menggerakkan
katup terbuka untuk memperbanyak fluida kerja yang meningkatkan beban.
c.

Karakteristik Governor
1. Penurunan kecepatan, atau berkurangnya kecepatan mesin dari tanpa
beban ke beban penuh yang dinyatakan dalam putaran/menit atau
sebagai presentase dari kecepatan normal/ rata-rata.
2. Pengaturan Isohkhorik, yaitu mempertahankan kecepatan mesin
konstan pada segala beban, pengaturan kecepatan yang mungkin dari
penurunan kecepatan nol.

20

3. Kepekaan/sensitify atau perubahan kecepatan yang diperlukan sebelum


Governor akan melakukan gerakan.
4. Kestabilan yaitu kemampuan mengatur waktu mempertahankan
kecepatan mesin yang diinginkan tanpa naik turun atau constan.
5. Ayunan, yaitu naik turun yang kontinyu dari mesin terhadap kecepatan
yang diperlukan meskipun ketika beban tidak bertambah.
6. Ketangkasan, kecepatan aksi pengatur. Biasanya dinyatakan sebagai
waktu dalam detik yang diperlukan governor untuk menggerakkan
kendali bahan bakar dari kedudukan tanpa batasan bahan sampai beban
penuh.
7. Daya dari pengatur, gaya yang ditimbulkan pada governor untuk
mengatasi tahanan dalam sistem kendali bahan bakar.
3.

Getaran Harmonik Sederhana


Gerakan / Getaran Harmonik adalah suatu gerakan dari titik yang
mengelilingi lingkaran atau getaran dengan amplitudo dan frekuensi yang
sama setiap saat. Gerakan harmonik adalah suatu sistem dengan amplitudo dan
frekuensi yang sama.

Gambar 2.9 gerakan harmonik sederhana sistem benda - pegas


Amplitudo adalah perpindahan terjauh suatu sistem dari posisi rata-rata.
Frekuensi adalah banyaknya siklus per satuan waktu.

21

f = siklus/detik (Hz)
= rad/detik
Frekuensi pribadi adalah frekuensi dari sistem getaran bebas ditentukan dari
sifat sistem itu.

2.10 Sistem derajat kebebasan


Banyak sistem yang dapat bergetar dengan banyak atau satu cara dan arah.
Jika sistem dipaksa lalu sistem tersebut dapat bergetar hanya pada satu bentuk/cara
atau jika hanya satu koordinat bebas diharapkan untuk menyelesaikan secara khusus
dari lokasi geometrik dari massa pada sistem dalam ruang, maka sistem itu dinamakan
sistem dengan satu derajat kebebasan. Di bawah ini diberikan beberapa contoh sistem
dengan satu derajat kebebasan.
Sistem gaya pegas ditunjukkan pada gambar di bawah. Jika massa m
dipaksa untuk bergetar vertikal, hanya satu koordinat ( x ( t ) ) untuk
mendefinisikan

lokasi

massa.

Pada

waktu

kapan

pun

dari

posisi

keseimbangan. Dengan demikian, sistem ini dikatakan mempunyai satu derajat


kebebasan.
Jika pendulum torsi dipaksa untuk bergerak pada sumbu longitudinal
dari poros, konfigurasi dari sistem dapat dikhususkan oleh satu koordinat (t).
ini juga disebut sistem dengan satu derajat kebebasan.
Sistem massa gaya pegas pada cakra ditunjukkan pada gambar di
samping di mana disebut sebagai sistem dengan satu derajat kebebasan karena
keduanya, baik y ( f ) atau ( t ) tidak bebas satu sama lain.
2.11

Getaran dan fenomenanya


Getaran adalah suatu gerakan yang berulang dengan sendirinya pada suatu
selang waktu tertentu yang dapat terjadi pada sistem di mana memiliki massa dan sifat
elastis serta padanya bekerja gangguan. Masalah getaran terjadi bilamana ada bagianbagian berputar atau bergerak bolak-balik dalam suatu mesin itu sendiri, bangunan di

22

sekitarnya juga dihadapkan pada getaran dari mesin tersebut. contoh utamanya adalah
lokomotif, perputaran poros dan sebagainya.
Mesin suatu sistem, sangat akrab dengan masalah getaran karena memiliki
massa dan sifat elastis serta adanya gangguan berupa massa berputar dan bolak-balik
yang tidak seimbang.
Secara umum penyebab getaran antara lain :
1. Khusus pada mesin, karena adanya massa berputar atau bolak-balik yang
2.
3.
4.
5.

tidak seimbang.
Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.
Gesekan kering antara dua permukaan.
Gempa bumi yang menyebabkan pada gedung bertingkat.
Angin yang menyebabkan getaran pada kabel - kabel transmisi dan pohon.

Efek dari getaran dan tegangan yang berlebihan, bunyi yang tidak diinginkan,
keausan dan bagian tertentu atau kelelahan dari bagian keseluruhan. Walaupun ada
efek yang merugikan, pada pihak yang lain, fenomena getaran juga dapat
dimanfaatkan pada instrumen musik, saringan getar, penggetar, dan lain - lain.
Sedangkan untuk menghindari getaran caranya antara lain:
1.

Menghilangkan penyebabnya.

2.

Memasang saringan jika hanya bunyi sebagai objek yang tidak


diinginkan.

2.12

3.

Memasang mesin pada pondasi dengan isolasi yang baik.

4.

Memasang peredam kejut (shock - breaker)

Getaran torsi
Getaran torsi adalah sudut periodic poros elastic dengan rotor yang
diikatkan kepadanya. Karena kemiripan dan antara getaran lurus dan getaran
torsi, maka teori analisa yang di bahas dalam getaran lurus berlaku pula
terhadap getaran torsi.

23

Sebuah piringan bulat dengan momen inersia(I) diikatkan keujung bawah


poros tegak elastisapabila massa poros kecil dan mempunyai kekauan torsi (k)
meski persamaan differensial gerakan untuk getaran torsi bebas piringan.
A. Fenomena getaran torsi
Getaran torsi banyak terjadi pada sistem-sistem permesinan, seperti pada
poros engkol motor bakar. Dengan mempertimbanhgkan momen inersia
sebuah roda atau piringan Jo yang dihubungkan pada sebuah batang vertikal
dengan diameter d, Panjang L dan modulus geser a. ujung bagian atas batang
dalam keadaan terikat. Sistem ini akan mengalami getaran torsi terhadap
sumbu simetrisnya. Konstanta pegas torsional batang di peroleh dari
hubungan antara momen torsi dan sudut punter, sebagai berikut :
KT
Dimana Kt adalah momen punter (torsional stiffness) di dapat dari
penurunan rumus.
Dimana Ip adalah momen inersia polar bagian melintang batang dalam
m persamaan gerak untuk gerak rotasi dengan menggunakan hukum newton
untuk gerak rotasi terhadap pusat massa menjadi :
Sumber : www.jevuska.com
B. OSILASI
Osilasi adalah variasi periodik umumnya terhadap waktu dari suatu
hasil pengukuran, contohnya pada ayunan bandul. Istilah vibrasi sering
digunakan sebagai sinonim osilasi, walaupun sebenarnya vibrasi merujuk pada
jenis spesifik osilasi, yaitu osilasi mekanis. Osilasi tidak hanya terjadi pada
suatu sistem fisik, tapi bisa juga pada sistem biologi dan bahkan
dalam masyarakat.

Osilasi

terbagi

menjadi

yaitu osilasi

harmonis

sederhana dan osilasi harmonis kompleks. Dalam osilasi harmonis sederhana


terdapat gerak harmonis sederhana.
C. Aplikasi Osilasi harmonic

24

Suatu sistem dalam keadaan setimbang statis maupun dinamis, apabila


dalam sistem demikian disimpangkan sehingga dihasilkan gerak osilasi, maka
gerak demikian dinamakan gerak harmonik, dari osilator harmonik sederhana
yang terdiri atas massa ( m ), dengan kostanta pegas K.
Sistem pegas massa berosilasi pada sumbu x pada permukaan
horizontal. Osilator harmonik sederhana ditempatkan pada gerakan osilasi
terus menerus atau dinyatakan sebagai osilasi bebas. Dalam praktiknya,
sistem osilasi ini akan kehilangan energi dan akhirnya akan berhenti.
Untuk osilasi harmonik teredam, ditinjau kembali suatu benda
bermassa m dihubungkan dengan pegas, pada osilator sederhana akan
selamanya berosilasi, tetapi pada kenyataannya pada setiap sistem mempunyai
redaman sehingga sistem akan berhenti berosilasi, Pengaruh gaya gesek pada
benda yang bergerak harmonik adalah amplitudonya akan makin berkurang,
akhirnya menjadi nol, artinya gerakan berhenti. Hal ini disebabkan karena tak
ada energi yang diambil dari luar. Gerakan ini disebut gerak harmonic
teredam. Untuk mempertahankan osilasi suatu sistem osilator, maka energi
berasal dari sumber luar harus diberikan pada sistem yang besarnya sama
dengan energi disipasi yang ditimbulkan oleh peredamnya, osilasi yang
demikian dinamakan sebagai osilasi paksaan atau disebut gerak harmonik
yang dipaksakan yaitu gerak harmonik yang dipengaruhi oleh gaya luar yang
bekerja terus menerus secara periodik.

25

BAB III
JURNAL PRAKTIKUM

3.1

Maksud dan Tujuan


1. Mengetahui uji getaran secara umum
2. Mengetahui penggunaan dan cara kerja pada uji getaran
3. Mengetahui nilai performance atau kemampuan uji getaran pada berbagai
kecepatan putaran.

3.2

Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.

3.3

Tachometer
Vibration meter
Kabel
Power suply
Kunci 8 mm
Langkah Kerja

1. Pengujian pada bidang 1 dilakukan pada motor dimana dengan tujuan untuk
mengetahui getaran yang ditimbulkan dari motor sebagai getaran.
2. Pengujian pada bidang 2 dilakukan pada frame bawah dengan tujuan jarak
terdekat dari sumber getaran.
3. Pengujian pada bidang 3 dilakukan pada frame kanan dengan tujuan diambil
jarak tengah antar sumber getaran dengan jarak terjauh karena getaran
ditimbulkan dari poros juga.

26

4. Pengujian pada bidang 4 dilakukan pada frame kiri dengan tujuan diambil dari
jarak sumber getaran dari kedua poros.
5. Pengujian pada bidang 5 dilakukan pada frame atas dengan tujuan diambil dari
jarak terjauh dari sumber getaran.

3.4 Tabel analisa data getaran massa 26


a.

Tabel analisa data menggunakan massa


RPM

550

1000

Massa Pada

Pengujian Getaran ( X )

Rotor

(x1)

(x2)

(x3)

225.4

2980.5

3397

500.9

4788

2411

239.9

340.1

4885

1012.8

13859

5423

5070

1559

9736

982.8

1095

5756

3339

3916

1407

6320

7093

5075

4500

4387

5873

1057

4107

6173

787.9

2216

6048

1395

3312

7679

2861

667.8

2144

6629

1409.8

4338

27

1650

8329

2411

1921

2263

7458

5257

6019

1129

6884

6317

1331

8380

3.5 Kesimpulan
Semakin tinggi kecepatan motor, maka getaran pada frame semakin
rendah. Namun apabila beban pada benda uji dihilangkan, maka getaran pada
frame semakin rendah dan kecepatan pada benda kerja semakin tinggi.

28

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
1. Getaran adalah gerakan yang berulang-ulang atau gerakan bolak-balik
melewati suatu titik kesetimbangan. Gelombang adalah getaran yang
merambat, baik melalui medium ataupun tidak melalui medium. Sedangkan
bunyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya arahnya
sejajar dengan arah getarnya (gelombang longitudinal).
2. Sistem getaran yang dibahas adalah sistem pegas-massa, dan bandul
sederhana. Besaran yang penting pada getaran adalah frekuensi, perioda,
simpangan, amplitudo, kecepatan, percepatan dan energi. Bila energi getaran
dirambatkan maka diperoleh gelombang.
Semakin tinggi kecepatan motor, maka getaran pada frame semakin rendah. Namun

apabila beban pada benda uji dihilangkan, maka getaran pada frame semakin rendah dan
kecepatan pada benda kerja semakin tinggi.

29

DAFTAR31
PUSTAKA

1. Modul Praktikum Rekayasa Mesin 2, Fakultas Teknik Universitas Pancasila, Jakarta


2. http://www.otomotif.web.id/modification-guidance-up-a223.html, Jam 02.00 WIB, 14
Mei 2014
3. rajufebrian.wordpress.com/, Jam 22.00 WIB, 14 Mei 2014

30

iv

1ii