Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN

PENGELOLAAN LINEN

RUMAH SAKIT MULYA


2015

BAB I
DEFINISI

Linen adalah semua jenis hasil tenunan yang digunakan untuk pelayanan pasien di rumah sakit.
Linen dibedakan menjadi 2 ( dua ) golongan yaitu :
1. Linen Infeksius
Linen Infeksius adalah linen yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh pasien atau
linen yang telah digunakan oleh pasien dengan penyakit yang menular melalui kontak
dengan barang barang yang telah dipakai.
2. Linen Non Infeksius
Linen Non Infeksius adalah linen yang kotor biasa , dilakukan penggantian secara rutin,
dan tidak terkontaminasi dengan cairan tubuh pasien.
Jenis jenis linen yang digunakan di rumah sakit untuk pelayanan meliputi :
-

Sprey ( laken )
Steek laken
Perlak / Zeil
Sarung bantal
Sarung guling
Selimut
Boven laken
Alas kasur
Bed cover
Tirai / gorden
Vitrase
Kain penyekat / scherm

- Taplak
- Celemek /topi / lap
- baju pasien
- baju operasi
- kain penutup
- macam macam doek
- baju dan popok bayi
- gurita
- handuk
- waslap
- kelambu

Tujuan pengelolaan linen adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan linen dan menekan
kejadian penyebaran infeksi melalui linen.
Pengelolaan linen merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengumpulan linen yang telah dipakai


Pemisahan jenis linen ( linen infeksius dan non infeksius )
Pengiriman linen kotor dari unit ke laundry.
Pengelolaan ( treatment ) linen kotor
Pengiriman linen bersih dari laundry ke unit pengguna
Penyimpanan linen di unit pengguna

BAB II
RUANG LINGKUP

1. Panduan ini dibuat sebagai acuan untuk semua petugas laundry dan petugas di unit dalam
melakukan pengelolaan linen di Rumah Sakit Mulya.
2. Panduan ini diterapkan di seluruh area Rumah Sakit Mulya untuk mencegah terjadinya
penularan infeksi melalui linen.
3. Panduan ini dapat menerapkan tehnik sosialisasi, monitoring dan evaluasi.

BAB III
TATA LAKSANA

A. Pengelolaan Linen Infeksius


1. Fasilitas yang disiapkan
a. Troly linen kotor / ember tertutup rapat
b. Kantong plastic warna kuning
c. Timbangan untuk linen
2. Alat Pelindung Diri yang Digunakan
a. Sarung Tangan Rumah Tangga
b. Masker bedah
c. Apron / gaun
d. Sepatu bot bila diperlukan
3. Penatalaksanaan
Penanganan linen dimulai dari penggantian linen di kamar pasien. Linen yang terkena
darah, pus dan cairan tubuh lainnya saat masih dikamar pasien, langsung dipisahkan
dan dimasukkan kedalam kantong kuning dan tertutup.
Selanjutnya dimasukkan dalam troly / ember yang tertutup rapat dan ditempatkan
diruang spoelhoek yang agak jauh dari konter perawat, kamar pasien serta area
pengunjung.
Petugas laundry mengambil linen infeksius tersebut tanpa membuka kantong dan
tanpa menghitung linen tersebut.
Linen dalam kantong kuning diangkut dengan menggunakan troly tertutup menuju
laundry. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh pihak ketiga yang akan mengambil
linen dan melakukan proses pencucian.
B. Pengelolaan Linen Non Infeksius
1. Fasilitas yang disiapkan
a. Troly linen kotor / ember tertutup rapat
b. Kantong plastic warna hitam.
c. Timbangan untuk linen.
2. Alat Pelindung Diri yang Digunakan
a. Sarung tangan rumah tangga
b. Masker bedah
c. Apron / gaun bila perlu
3. Penatalaksanaan
Penanganan linen dimulai dari penggantian linen di kamar pasien. Linen yang tidak
infeksiuslangsung dimasukkan dalam kantong hitam, dan dimasukkan dalam troly /
ember yang tertutup. Penempatan linen infeksius dan non infeksius