Anda di halaman 1dari 44

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan
presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam waktu 18 jam, tanpa
komplikasi baik pada ibu atau janin. Sedangkan yang dimaksud dengan Fase
laten didalam persalinan yakni diman pembukaan serviks berlangsung lambat
sampai pembukaan 3 cm dan berlangsung dalam 7-8 jam. Pada fase laten ini
bisa saja terjadi yakni Fase laten memanjang, yang dimaksud dengan fase laten
memanjang ini adalah pembukaan serviks sampai 3 cm berlangsung lebih dari
8 jam, Fase laten memanjang ini dapat menyebabkan komplikasi pada ibu
yakni terjadi pendarahan, sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada
bayi yakni Asfiksia sampai bayi meninggal.
Tujuan asuhan persalinan yaitu memberikan asuhan yang memadai
selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih
yakni yang terjaga kestrelinnya dan aman yakni menghindari terjadinya infeksi
serta komplikasi. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta
bagian tersebut dimasukkan dalam

persalinan bersih dan aman termasuk

hadirnya keluarga atau orang yang memberi dukungan bagi ibu sehingga
menghindari omplikasi yang mungkin terjadi.
1.2

Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Diharapkan mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin
yang tepat.

1.2.2 Tujuan Khusus


Diharapkan mahasiswa mampu melakukan:
1. Pengkajian
2. Identifikasi
3. Menentukan antisipasi masalah potensial
4. Identifikasi kebutuhan segera
5. Menentukan intervensi dan rasionalnya
6. Melakukan implementasi
7. Mengevaluasi asuhan yang diberikan
1.3

Metode Penulisan
Tekhnik memperoleh data (Studi pustaka, praktek langsung), bimbingan
dan konsultasi.

BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban
keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada
usia kehamilan cukup bulan ( Prof.Dr azrul Azwar, 2008 hal 37).

Persalinan

adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup
kedunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain (Rustam
Mochtar, 2008, hal 91).
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan
presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi
baik

pada

ibu

maupun

hal:100).Persalinan adalah

pada

janin(

sarwono

Prawirohardjo,2008

proses pengeluaran hasil konsepsi

yang telah

cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir dengan
bantuan atau tanpa bantuan (Ida bagus Gede,2007 hal:157).

2.2 Bentuk Persalian berdasarkan definisi


1. Partus Biasa atau Partus Spontan
Adalah proses lahirnya bayi pada lingkar belakang kepala dengan tenaga
ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang
umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
2. Partus Luar Biasa
Adalah persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat atau melalui
dinding perut dengan operasi secarea.

3. Persalinan Anjuran
Adalah persalinan yang terjadi atas anjuran dari tenaga kesehatan, karena
berhubungan dengan adanya suatu kondisi yang abnormal.

2.3 Beberapa Istilah Yang Berkaitan Dengan Umur Kehamilan Dan Berat Janin
yang Dilahirkan
1.

Abortus (keguguran)
Terhentinyadan dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup
diluar kandungan sebelum 28 minggu.

2. Persalinan Prematuritas
Persalinan sebelum umur hamil 28-36 minggu dan berat janin kurang
dari 2.499 gr.
3. Partus Aterm
Persalinan antara umur hamil 37-42 minggu, dan berat janin diatas
2500 gr.
4. Persalinan Serotinus
Persalinan yang melampaui umur hamil 42 minggu dan pada janin
terdapat tanda postmaturitas.
5. Partus Presipitatus
Persalinan yang berlangsung cepat kurang dari 3 jam.
6. Partus Percobaan
Suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang
ada atau tidaknya dispoporsi sefalopelvik.

2.4 Istilah-istilah Yang Berkaitan Dengan Kehamilan dan Persalinan


1. Gravida

: wanita yang sedang hamil

2. Primigravida

: wanita yang hsmil untuk pertama kali

3. Para

: wanita yang pernah melahirkan bayi aterm


4

4. Primipara

: wanita yang pernah melahirkan bayi aterm sebanyak


satu

5. Multipara

kali.

: wanita yang pernah melahirkan anak hidup beberapa


kali, dimana persalinan tersebut tidak lebih dari lima
kali.

6. Grande multipara : wanita yang telah melahirkan janin aterm lebih dari
lima kali.

2.5 Etiologi Persalinan


1. Teori Penurunan Hormon
1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon
estrogen dan pgoesteron. Progesteron bekerja sebagai

penenang otot

polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah


sehingga timbul his bila kadar progesteron turun.
2. Teori Placenta Menjadi Tua
Akan

menyebabkan

kadar

estrogen

dan

progesteron

yang

menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan menimbulkan


kontraksi rahim.
3. Teori Distensi Rahim
Rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otototot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi uteri placenter.
4. Teori Iritasi Mekanik
Di belakang servik terletak ganglion servicale (fleksus frankenhauser).
Bila ganglion ini digeser dan ditekan, misalnya oleh kepala janin, akan
timbul kontraksi uterus.
5. Induksi partus
Yakni dengan menggunakan gagang laminaria,amniotomi dan
oksitosin.
5

2.6 Patofisiologi

Teori penurunan hormon

Teori plesenta menjadi tua

Kadar hormon estrogen

Teori distensi rahim

rahim menjadi besar dan

Dan progesteron menurun

meregang

Kekejangan pembuluh darah

Iskemia otot-otot rahim

Sirkulasiutero
plasenter terganggu

HIS/ Kontraksi Dinding rahim

INPARTU

2.7 Tanda-tanda Permulaan Persalinan


a. Lightening atau setting atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu
atas panggul terutama pada primigravida. Pada multipara tidak begitu
ketara.
6

b. Perut kelihatan melebar/fundus uteri turun.


c. Perasaan sering kencing atau susah kencing karena kandung kemih tertekan
oleh bagian terbawah janin.
d. Perasaan sakit di perut dan dipinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi
lemah dari uterus, kadang disebut false labor pains.
e. Serviks menjadi lembek, mulai datar dan ekskresinya bertambah bisa
bercampur darah (blood show).
2.8 Tanda-tanda Persalinan
1. Kekuatan His makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi
yang semakin pendek.
2. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda yaitu ;

Pengeluaran lendir
Lendir bercampur darah

3. Dapat disertai ketuban pecah


4. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai perubahan serviks :

Perlunakan serviks
Pendataran serviks
Terjadi pembukaan serviks

2.9 Faktor-faktor Penting Dalam Persalinan


1. Power
-

His (kontraksi uterus)

Kontraksi otot-otot dinding perut

Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan

Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum

2. Pasanger
Janin, air ketuban, placenta
3. Passage
Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.

2.10 Mekanisme Persalinan


Gerakan-gerakan utama anak pada persalinan yakni :
1. Turunnya kepala, dapat dibagi dalam
- Masuknya kepala dalam PAP
- Majunya kepala
2. Fleksi
Dengan majunya kepala biasanya juga fleksi bertambah sehingga
ubun-ubun kecil jelas lebih rendah daripada ubun-ubun besar.
Keuntungannya dalam ukuran kepala yang lebih kecil melalui jalan lahir
diameter suboccipito bregmatika (9,5 cm) menggantikan diameter
suboccipito frontalis (11 cm).
3. Putar paksi dalam
Adalah

pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga

bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah sympisis.


4. Ekstensi
Setelah putaran paksi selesai dan kepala sampai didasar panggul,
terjadilah defleksi dari kepala.
5. Putar paksi luar
Setelah kepala lahir, maka kepala anak memutar kembali ke arah
punggung untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena
putar paksi dalam.
6. Ekspulsi
Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai dibawah simpisis dan
menjadi hipomoglion untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu
depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan
jalan lahir.

2.11 Kala Dalam Persalinan


8

1. Kala I (Pembukaan)
In partu (Partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur
darah. Karena serviks mulai membuka ( dilatasi) dan mendatar
(Effecement). Pembukaan berlangsung dari pembukaan nol sampai
pembukaan lengkap. Dimulai dari His persalinan yang pertama sampai
pembukaan serviks menjadi lengkap.
Pemberian obat atau tindakan pada kala I hanya dilakukan apabila
perlu/ ada indikasi, kala pembukaan dibagi atas 2 yaitu :
a. Fase laten : dimana pembukaan servik berlangsung lambat, sampai 3
cm pembukaan, berlangsung 7-8 jam.
b. Fase aktif : berlangsung 6 jam, dibagi 3 sub fase :
- Periode akselerasi berlangsung selama 2 jam, pembukaan menjadi 4
cm.
- Periode dilatasi maksimal (steady) selama 2 jam pembukaan
berlangsung cepat menjadi 9 cm.
- Periode deselerasi berlangsung lambat dalam waktu 2 jam pembukaan
menjadi 10 cm atau lengkap.
Dalam buku-buku, proses membukanya serviks disebut dengan
berbagai istilah yakni melembek (softening), menipis ( thinned out),
oblitrasi ( oblitrated), mendatar dan tertarik keatas ( effeced and taken up)
dan membuka ( dilation).

Perbedaan fase-fase yang dijumpai pada primi dan multi

Kala I
Kurva Friedman
Servik mendatar

PRIMI
12 jam
1 cm/jam
Efficement

MULTI
8 jam
2 cm/jam
Mendatar

dan

Berlangsung

13-14 jam

membuka bersamaan
6-7 jam

2. Kala II (Kala Pengeluaran Janin)


Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat dan lebih
lama kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang
panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang
secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karena tekanan pada
rektum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka.
Pada waktu His, kepala jani mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum
meregang. Kala II pada primi 1-2 jam, pada multi 1 -1 jam.
3. Kala III (Kala Pengeluaran Uri)
Setelah kala II, kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit.
Dengan lahirnya bayi sudah mulai pelepasan plasenta pada lapisan Nitabusch,
karena sifat retraksi otot rahim. Lepasnya plasenta sudah dapat diperkirakan
dengan memperhatikan tanda-tanda dibawah ini ;

Uterus menjadi bundar


Uterus terdorong keatas,karena plasenta dilepas kesegmen bawah rahim.
Tali pusat bertambah panjang
Terjadi perdarahan

Cara pelepasan plasenta terdiri dari :


a. SCHULTZE (80%)
Lepasnya seperti kita menutup payung. Pelepasan dimulai bagian
tengah, lalu menjadi retroplacental hematoma yang menolak uri mulamula bagian tengah, kemudian seluruhnya. Perdarahan biasanya tidak ada
sebelum uri lahir dan banyak setelah uri lahir.
b. DUNCAN (20%)

10

Pelepasan dimulai dari pinggir placenta, darah akan mengalir sejak


bagian

placenta

terlepas

berlangsung

sampai

seluruh

placenta

terlepas/serempak dari tengah dan pinggir placenta.


Cara untuk mengetahui pengeluaran placenta:
* KUSTNER
Meletakkan tangan disertai tekanan pada / diatas simpisis, tali pusat
ditegangkan, maka bila tali pusat masuk (belum lepas), jika diam atau
maju (sudah lepas).
* KLIEN
Sewaktu ada his, rahim kita dorong sedikit, bila tali pusat kembali
(belum lepas), diam atau turun (lepas).
* STRASSMAN
Tali pusat diregangkan dan ketok pada fundus, jika tali pusat bergetar
berarti belum lepas, tidak bergetar/diam (lepas).
4. Kala IV (Kala Pengawasan)
Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan
postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. Observasi yang
dilakukan :
Tingkat kesadaran penderita
Pemeriksaan tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, dan pernapasan.
Kontraksi uterus
Terjadinya perdarahan
Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya tidak melebihi 400
sampai 500 cc
Lamanya persalinan pada primi dan multi secara normal:
Kala I
Kala II
Kala III
Lama persalinan

PRIMI
13 jam
1 jam
jam
14 jam

2.12 Konsep Asuhan Kebidanan

11

MULTI
7 jam
jam
jam
7 jam

Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada


individu pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara:
- Bertahap dan sistematis
- Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan
Manajemen Kebidanan menurut Varney, 1997
1. Pengertian

Proses pemecahan masalah


Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan

tindakan berdasarkan teori ilmiah.


Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan

yang logis.
Untuk pengambilan suatu keputusan
Yang berfokus pada klien.

2. Langkah-langkah
I.

Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk

memulai

keadaan klien secara keseluruhan.


II.

Menginterpretasikan data untuk

mengidentifikasi diagnosa atau

masalah.
III.

Mengidentifikasi

diagnosa

atau

masalah

potensial

dan

mengantisipasi penanganannya.
IV.

Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, konsultasi,


kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan
kondisi klien.

V.

Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan


rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah
sebelumnya.

VI.

Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman.

12

VII. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan, mengulang kembali


manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif.
a. Langkah I: Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap
dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Yang terdiri dari
data subjektif data objektif. Data subjektif adalah yang menggambarkan
pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. Yang
termasuk data subjektif antara lain biodata, riwayat menstruasi, riwayat
kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan dan nifas, biopskologi spiritual,
pengetahuan klien.
Data objektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil
pemeriksaan fisik klien, hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang
dirumuskan dalam data fokus. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik
yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital,
pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi), pemeriksaan
penunjang (laboratorium, catatan baru dan sebelumnya).
b. Langkah II: Identifikasi Diagnosa atau Masalah
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau
masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah
dikumpulkan.
c. Langkah III: Identifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan
mengantisipasi penanganannya
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau
diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah
diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan
dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap
diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi.

13

d. Langkah IV: Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, untuk


melakukan konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
berdasarkan kondisi klien
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan
untuk

dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim

kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.

e. Langkah V : Intervensi Kebidanan


Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkahlangkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen
terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi.

f. Langkah VI : Implementasi
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang
diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.
Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi
oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walau bidan tidak melakukan
sendiri

ia

tetap

memikul

tanggung

jawab

untuk

mengarahkan

pelaksanaannya.

g. Langkah VII: Evaluasi


Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang
sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benarbenar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah

14

diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dianggap


efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya.

BAB 3
KONSEP ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN

Tempat

: ..........................

Tanggal

: ...........................

Jam

: .......................... WIB

Tempat Praktik

: ..........................

No. Register

: .........................

Pengkaji

: .........................

I. PENGKAJIAN (ANAMNESE)

15

A. Data Subjektif
1. Identitas
Nama

: Untuk mengetahui identitas pasien agar dapat terjalin


hubungan yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan.

Umur

: .........................

Suku

: Mepermudah dalam berkomunikasi

Agama

: Meberikan pelayanan sesuai keyakinan pasien

Pendidikan

: .....................

Pekerjaan

: .....................

Alamat

: mempermudah dalam melakukan kunjungan rumah.

2. Keluhan Utama / alasan kunjungan


Keluhan yang dirasakan ibu saat datang ketempat pelayanan kesehatan
dan alasan kedatangan pasien berkunjung ketempat pelayanan kesehatan.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Hal ini penting diketahui untyk melihat kemungkinan adanya penyakitpenyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi persalinan.
4. Riwayat Kesehatan Dahulu
Hal ini penting diketahui untyk melihat kemungkinan adanya penyakitpenyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi persalinan
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ditanyakan mengenai latar belakang kesehatan keluarga.
6. Riwayat Menstruasi berisi tentang
Menarche : usia awal menstruasi

Dismenorhea : ya / tidak

Siklus

: 28-30 hari/teratur

Flour albus

Lama

: 7-15 hari

susu,tidak berbau

Banyak

: ...............

dan tidak gatal

Warna

:merah kehitaman serta

:berwarna putih

Mestruasi terakhir: Terakhir

menggumpal

menstruasi
16

Informasi mengenai menstruasi sangat penting untuk memperhitungkan usia


kehamilan dan memperkirakan persalinannya.
7. Riwayat Pernikahan
Usia awal menikah : mengetahui usia awal ibu saat menikah
Pernikahan ke

: ...............

Lama menikah

: untuk mengetahui berapa lama ibu menikah

Status perkawinan : untuk mengetahui bagaimana hubungan ibu dengan suami


8. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Kehamilan
Persalinan
Anak
Penyulit Jeni Penolon Penyul BB L/ H/
No. UK
it
P M
s
g
L

Penyulit
Umu
r

Menete
dlm
ki
Nifas

Untuk mengetahui bagaimana riwayat persalinan ibu yang lalu,riwayat nifas


dan riwayat anak.
9. Riwayat Kehamilan Sekarang
Hamil berapa bulan

: 9 bulan

Gerakan janin

: aktif dan terasa

Keluhan umum saat ini

: apa yang dirasakan ibu saat ini

ANC : TM I

: 1x

TM II

: 1x

TM III

: 2x

Imunisasi TT

Penyuluhan yang pernah didapat oleh ibu :


10. Riwayat KB
Apakah pasien pernah mengikuti KB sebelumnya, apakah ibu
mempunyai rencana KB yang akan datang atau yang akan digunakan setelah
kelahiran bayinya.

17

11. Riwayat Psikososial Spiritual


Hubungan ibu hamil dengan keluarga/masyarakat yang memiliki masalah
dapat mempengaruhi kondisi ibu.
12. Pola kebiasaan sehari-hari
Kegiatan
a. Nutrisi
Makan : Pola
Jenis
Banyak
Minum:Jumlah
Jenis
b.Eliminasi
BAB
BAK

Saat hamil

Saat In partu

3x/hari

3x/hari

Nasi,lauk,sayur

Nasi,lauk,sayur

1 piring habis

1 piring habis

8 gelas/hari

8 gelas/hari

Air putih

Air putih

c.Aktivitas
1x/hari,konsistensi

lunak,bau 1x/hari,konsistensi

khas
d.Istirahat :
Siang

6-8x/hari,warna jernih bau 6-8x/hari,warna jernih

Malam

khas

e.Personal hygine
Mandi
Keramas
Ganti CD/baju
Potong kuku
f. Kebiasaan

lunak,bau khas

bau khas

Apa yang dilakukan ibu sehari Apa yang dilakukan ibu


-hari

sehari -hari

1 jam/hari

1 jam/hari

8 jam/hari

8 jam/hari

hidup

sehat
Merokok
Minuman keras
Minum jamu

18

1-2x/hari

1-2x/hari

2-3x/mggu

2-3x/mggu

2-3x/hari

2-3x/hari

2-3x/minggu

2-3x/minggu

Tidak merokok

Tidak merokok

Tidak minum minuman keras

Tidak minum minuman


kerasa

Tidak minum jamu

Tidak munum jamu

13. Riwayat prilaku kesehatan


Hal ini penting untuk mengetahui perilaku ibu apabila terjadi kesakitan,
dan untuk mengetahui bagaimana cara ibu menjaga kondisi kesehatan ibu, cara
mencegah terjadinya kesakitan.
14. Riwayat latar belakang budaya
Ditanyakan tentang kebiasaan yang dilakukan ibu dalam budayanya,
seperti mengkonsumsi jamu,memberikan ramuan pada tali pusat Dll.
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum = baik
Kesadaran

= composmentis

TTV : TD

: 100/80 130/90 mmHg

Nd

: 69-100 x/mnit

Sh

: 36,5 - 37.5 C

RR

: 16-24 x/mnit

Tinggi Badan

: > 145 cm

BB sebelum hamil

= .......... kg
19

BB saat ini

= ............ Kg

Postur tubuh

: Lordosis

LILA

: 23-24 cm

Status gizi

: baik

HPHT

:.......

HPL

: ..............

2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
Rambut bersih,tidak rontok,distribusi merata,tidak terdapat benjolan
abnormal.
b. Muka
Tidak pucat, tidak oedem,terdapat cloasma gravidarum
c. Mata
konjungtiva berwarna merah muda,sklera putih, mata simetris palpebra
bengkak
d. Hidung
lubang hidung simetris,tidak terdapat cuping hidung,tidak ada massa maupun
polip.
e. Gigi dan mulut
Bibir tidak kering, tidak ada caries gigi,tidak ada stomatitis,guzi tidak
berdarah.
f. Telinga
Simetris,tidak terdapat serumen,pendengaran baik.
g. Leher
Tidak terdapat jaringan parut maupun lesi,tidak terjadi pembengkakan pada
vena jugularis,pergerakan kelenjar tyroid baik,tidak terjadi pembesaran pada
kelenjar limfe.
h. Dada
Bentuk dad normal,tidak ada suara tambahan Whizing maupun ronchi.
i. Payudara
20

payudara

simetris

menonjol,terjadi

kanan

kiri,

hiperpigmentasi

terjadi

pembesaran

areola

tidak

payudara,papilla

terdapat

benjolan

abnorma,colostrum sudah keluar +/+

j. Abdomen
Terdapat strie nigra/lividae,terdapat linea nigra/alba,tidak terdapat luka bekas
SC.
LI : TFU,dan apa yang berada di fundus.
LII : untuk mengetahui bagiana apa dari janin yang berada dibagian kanan
atau kiri ibu, punggung ataukah bagian terkecil janin.
LIII : untuk mengetahui apa yang berada pada bagian terbawah ibu, dan
bagian terbawah itu sudah masuk PAP atau tidak.
LIV : seberapa bagian terbawah janin yang masuk PAP
HIS :
TBJ : 2500 gr-4000 gr
DJJ : 120-160 x/mnit
k. Genetalia
VT : v/v.......,...cm , eff..... %, ket..., Preskep,denominator uuk/uub,
H....,tidak terdapat moulage maupun bagian terkecil janin yang menumbung.
l. Anus
Tidak terdapat hemoroid,benjolan maupun oedem
m. Ekstremitas atas
Bentuk normal,mampu bergerak tanpa bantuan, tidak oedem
n. Ekstremitas bawah
Bentuk normal,mampu bergerak tanpa bantuan, tidak oedem.tidak ada
varises.relek patella +/+
o. Integumen
Warna kulit dan turgor kulit.

3. Pemeriksaan Penunjang
21

Apa yang ditemukan dari hasil laboratorium.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH


1)DS : data yang menunjang diagnosa yang bersala dari keluhan ibu maupun dari
keluarga
DO : data yang menunjang diagnosa yang berasal dari hasil pemeriksaan tenaga
kesehatan.
Dx : Ny..... G..P.....UK....Mgg/T/G,H/M,letkep/letsu/letlin,intra uterine/ekstra
uterine dengan.................

2)DS : data yang menunjang masalah dari ibu atau keluarga


DO :

data yang menunjang terjadinya masalah yang berasal dari hasil


pemeriksaan atau yang didapat dari tenaga kesehatan.

Mx : masalah yang terjadi atau timbul.

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan
rangkaian masalah dan diagnosa yang ada.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Merupakan

langkah

yang

mebutuhkan

sifat

berkesinambungan

penatalaksanaan asuhan primer periodic

V. INTERVENSI
Tanggal :
Jam :
Tujuan : berisi tentang tujuan dari diadakannya rencana tindakan
Kriteria hasil : apa yang diharapkandengan adanya intervensi
22

dan

Intervensi dan rasional :


1. Perencanaan atau rencana tindakan untuk mengatasi masalah atau diagnosa
yang muncul.
2.

VI.

IMPLEMENTASI
Tanggal :
Jam
:
Implementasi
:
1. Pelaksanaan dari rencan tindakan.

VII. EVALUASI
Tanggal :
Jam :
Berisi tentang penilaian dari implementasi
S :
O :
A ;
P

BAB 4
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY S G1P00000 UK 40 MINGGU
A/T/H
DENGAN INPARTU KALA 1 FASE LATEN

Tempat

: BPS Ny Nengah Murdani

Tanggal

: 12 Juni 2011

Waktu

: 10.00 Wib

23

Pengkaji

: Apriatin Eka Marta / 09.3.0050

I. PENGKAJIAN (ANAMNESE)
A. Data Subjektif
1. Identitas
Nama

: Ny. S

Nama Suami : Tn. R

Umur

: 20 th

Umur

: 24 tahun

Suku

: Madura

Suku

: Madura

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Wiraswasta

Alamat

: Blindungan-Bondowoso

2. Keluhan Utama / alasan kunjungan


Ibu mengatakan hamil 9 bulan anak pertama, mengeluh merasakan kencengkenceng sejak jam 07.00 wib. Kemudian pada jam 08.30 wib kenceng-kenceng
yang dirasakan semakin sering dan disertai pengeluaran lendir bercampur darah
dari kemaluannya.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit apapun baik menular ( TBC,
PMS) , menurun ( DM, Hipertensi), maupun sistemik.
4. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit apapun baik menular ( TBC,
PMS) , menurun ( DM, Hipertensi), maupun sistemik.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarga ibu dan suami tidak ada yang memiliki
penyakit menular, menurun, maupun sistemik serta tidak ada yang memiliki
keturunan kembar.
6. Riwayat Menstruasi berisi tentang

24

Menarche : 13 tahun

Dismenorhea: saat akan menstruasi

Siklus

: 28 hari/teratur

Flour albus

Lama

: 7 hari

susu,tidak berbau

Banyak

: 3x ganti pembalut/hari

dan tidak gatal

Warna

:merah kehitaman serta

:berwarna putih

Mestruasi terakhir: 05- 09 - 2010

menggumpal
7. Riwayat Pernikahan
Usia awal menikah : 19 Tahun
Pernikahan ke

:1

Lama menikah

: 1 tahuh

Status perkawinan : sah


8. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Penyuli
Menete
Kehamilan

Persalinan

Anak

dlm
ki

Nifas
Penyul Jeni Penolon Penyul BB L/ H/

No
UK

it
.
1. 9 bln H

s
A

it

g
M

L
L

Umu

9. Riwayat Kehamilan Sekarang


Hamil berapa bulan

: 9 bulan

Gerakan janin

: aktif , mulai terasa sejak UK 4 bulan

Keluhan umum saat ini

: mengeluarkan lendir bercampur darah dari kemaluan


dan nyeri pada perut bagian depan.

ANC : TM I

:2x / di BPS
Keluhan : mual
Terapi

TM II

: Tablet Fe, Vit C, kalsium

: 2x / di BPS
Tidak ada keluhan
Terapi : tablet Fe,vit C, kalsium
25

TM III

: 2x / di BPS
Keluhan : megeluarkan air ketuban
Terapi

Imunisasi TT

: tablet Fe, Vit C, kalsium

: TT2 pada UK 2 bulan

Penyuluhan yang pernah didapat oleh ibu :


a. Gizi yang cukup
b. Istirahat yang cukup
10. Riwayat KB

c. Olahraga atau senam hamil.

Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.


11. Riwayat Psikososial Spiritual
Ibu mengatakan bahwa dia dan suami serta keluarga sangat senagn
dengan kehamilan ini, karena kehamilan ini sangata ditunggu-tunggu oleh dirinya
dan keluarganya. Ibu mengatakan merasa cemas dalam menghadapi persalinan ini,
tetapi ibu selalu berdoa agar anaknya bisa lahir dengan selamat dan menjadi anak
yang berbakti pada orang tua.
12. Pola kebiasaan sehari-hari
Kegiatan
a. Nutrisi
Makan : Pola
Jenis
Banyak
Minum:Jumlah
Jenis

Saat hamil

Saat In partu

3x/hari

1x

Nasi,lauk,sayur

Nasi,lauk,sayur

1 piring habis

3 sendok makan

6-7 gelas/hari

250 cc aqua,1 gelas teh

Air putih

Air putih dan Teh

b.Eliminasi
BAB
BAK

c.Aktivitas
1x/hari,konsistensi

lunak,bau Tidak BAB

khas
7-8/hari,warna jernih bau khas

26

2x/hari,warna jernih bau

d.Istirahat :
Siang
Malam

khas

e.Personal hygine
Mandi
Keramas
Ganti CD/baju
Potong kuku

Memasak,menyapu,mencuci,

Tidur ditempat tidur dan

menyetrika

kekamar mandi

f. Kebiasaan

2 jam/hari

Ibu tidak istirahat karena

8 jam/hari

ibu mengalami kesakitan

sehat
Merokok
Minuman keras

2x/hari

Ibu tidak mandi, tidak

3x/mggu

keramas,

tidak

ganti

Minum jamu

2x/hari

CD/baju

serta

tidak

2x/minggu

potong kuku karena ibu

seksual

g.Kebiasaan hidup

sedang dalam masa In


partu

2x/minggu

Tidak

pernah

berhubungan seksual

Tidak merokok

Tidak merokok

Tidak minum minuman keras

Tidak minum minuman


kerasa

Tidak minum jamu

Tidak munum jamu

13. Riwayat prilaku kesehatan


27

Ibu mengatakan jika dirinya,suamimya sakit selalu pergi berobat


kepuskesmas atau kerumah sakit
14. Riwayat latar belakang budaya
Ibu mengatakan didalam keluarganya selalu menagadakan acara 4
bulanan dan 7 bulanan serta mengadakan acara salapanan ketika bayi lahir.

B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum :baik
Kesadaran

: composmentis

TTV : TD

: 120/80 mmHg

Nd

: 83 x/mnit

Sh

: 37 C

RR

: 23 x/mnit

Tinggi Badan

: 153 cm

BB sebelum hamil

: 48 kg

BB saat ini

: 61 Kg

Postur tubuh

: Lordosis

LILA

: 24 cm

Status gizi

: baik

HPHT

:5 September 2010

HPL

: 12 juni 2011

2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
Inspeksi
Palpasi
b. Muka
Inspeksi
c. Mata
Ispeksi

: Rambut bersih,tidak rontok,distribusi merata, warna hitam


: tidak terdapat benjolan abnormal,maupun nyeri tekan
: Tidak pucat, tidak oedem,terdapat cloasma gravidarum
: konjungtiva berwarna merah muda,sklera putih, mata
simetris
28

Palpasi
d. Hidung
Ispeksi

: Palpebra bengkak
: lubang hidung simetris,bersih, tidaka ada sekret,tidak

terdapat cuping hidung,tidak ada polip.


Palpasi
: tidak ada massa pada hidung.
e. Gigi dan mulut
Inspeksi

: Bibir tidak kering, tidak ada caries gigi,tidak ada


stomatitis,guzi tidak berdarah.

f. Telinga
Inspeksi

: telinga simetris, bersih, tidak terdapat serumen,pendengaran


baik.

g. Leher
Isnpeksi
Palpasi

: Tidak terdapat jaringan parut,lesi,maupun pembengkakan


:Tidak terjadi pembengkakan pada vena jugularis,pergerakan
kelenjar tyroid baik,tidak terjadi pembesaran pada kelenjar
limfe.

h. Dada
Ispeksi
Palpasi
Auskultasi
i. Payudara
Ispeksi

: dada bersih, bentuk dad normal,tidak ada tarikan retraksi


dada
: tidak ada pembengkakan , tidak terdapat nyeri tekan.
: tidak terdapat suara tambahan Whizing maupun ronchi.
:

payudara

simetris

kanan

kiri,

terjadi

pembesaran

payudara,papilla menonjol,terjadi hiperpigmentasi areola


Palpasi

: tidak terdapat benjolan abnorma,colostrum sudah keluar

j. Abdomen
Inspeksi

: pusat mendatar, pembesaran perut sesuai usia kehamilan,

Terdapat strie lividae,terdapat linea nigra,tidak terdapat luka bekas SC.

Palpasi

LI : TFU 2 jari dibawah Px ( 32 cm),teraba agak bulat,kurang melenting,


dan lunak yang berarti bokong

29

LII : Pada bagian kiri ibu teraba keras memanjang dan datar yang berati
punggung ( PU-KI ), sedangkan pada bagian kanan ibu teraba bagian
terkecil janin.
LIII : pada bagian terbawah ibu teraba bundar,keras,berbatas tegas yang
berarti kepala dan sudah masuk PAP.
LIV : 3/5 bagian
HIS : 2x10 / 30 detik
TBJ : 3255 gr
Auskultasi

DJJ : 124 x/mnit


k. Genetalia
VT jam 10.00 wib : v/v terjadi pengeluaran Blood Show, 2 cm , eff 25 %, ket
( + ), denominator UUK, Preskep, H1, tidak terdapat moulage maupun bagian
terkecil janin yang menumbung.
l. Anus
Tidak terdapat hemoroid,benjolan maupun oedem
m. Ekstremitas atas
Inspeksi
: Bentuk simetris,mampu bergerak tanpa bantuan, jumlah jari
lengkap
Palpasi
: tidak oedem
n. Ekstremitas bawah
Inspeksi

: Bentuk simetris,mampu bergerak tanpa bantuan, jumlah jari


lengkap

Palpasi

: tidak oedem, tidak ada varises

Perkusi

: reflek patella +/+

o. Integumen
Inspeksi

: Warna kulit sawo matang

Palpasi

: turgor kulit baik

3. Pemeriksaan Penunjang

30

Tidak ditemukan hasil laboratorium.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH


DS

: Ibu mengatakan hamil 9 bulan anak pertama, mengeluh merasakan


kenceng-kenceng sejak jam 07.00 wib. Kemudian pada jam 08.30 wib
kenceng-kenceng yang dirasakan semakin sering dan disertai pengeluaran
lendir bercampur darah dari kemaluannya.

DO

Ku

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV

: TD : 120/80 mmHg
Nd : 83 x/mnit

Sh : 37C
RR: 23 x/mnit

Palpasi abdomen :
LI : TFU 2 jari dibawah Px ( 32 cm),teraba agak bulat,kurang melenting,
dan lunak yang berarti bokong
LII : Pada bagian kiri ibu teraba keras memanjang dan datar yang berati
punggung ( PU-KI ), sedangkan pada bagian kanan ibu teraba bagian
terkecil janin.
LIII : pada bagian terbawah ibu teraba bundar,keras,berbatas tegas yang
berarti kepala dan sudah masuk PAP.
LIV : 3/5 bagian
HIS : 2x10 / 30 detik
TBJ : 3255 gr
Auskultasi

DJJ : 124 x/mnit


VT jam 10.00 wib : v/v terjadi pengeluaran Blood Show, 2 cm , eff
25%, ket ( + ), denominator UUK, Preskep, H1, tidak terdapat
moulage maupun bagian terkecil janin yang menumbung.

31

Dx : Ny S UK 40 mgg/T/H/ Intra Uterine/ letkep, kesan jalan lahir normal,


keadaan umum ibu dan janin baik dengan inpartu kala 1 fase laten

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
VIII. INTERVENSI
Tanggal : 12 Juni 2011
Jam

: 10.05 WIB

Tujuan : setelah dilakukan Asuhan kebidanan,diharapkan persalinan dapat


berjalan lancar dan keadaan umum ibu dan janin baik.
Kriteria hasil :
1. TTV dalam batas normal
TD : 100/80 130/90 mmHg
Nd : 69-100x/mnit
RR : 16-24x/mnit
Sh ; 36,5 37,5 C
2. HIS adekuat ( 4-5x/10 lama > 40)
3. DJJ normal ( 120-160 x/mnit)
Intervensi dan rasional :
1. Bina Hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien.
R/ diharapakan terjalin hubungan yang baik antara petugas dan klie
sehinnga petugas kesehatan lebih mudah dalam melakukan tindakan.
2. Observasi TTV
R/ sebagai parameter keadaan ibu dan janin sehinnga dapat mengatasi
masalah dengan segera.
3. Observasi CHPB serta tanda-tanda inpartu sesuai partograf
R/ merupakan salah satu parameter untuk mengetahui keadaan atau
komplikasi atau kelainan ibu dan janin serta mengetahui kemajuan
persalinan
4. Jelaskan hasil pemeriksaan
R/ klien mengetahui kondisinya dan janinnya serta dapat mengurangi
kecemasan
5. Berikan intake nutrisi yang cukup untuk tenaga ibu waktu mengejan
32

R/ intake nutrisi yang cukup dapat menambah kebutuhan energi ibu


dalam metabolisme tinggi sehingga menambah kekuatan untuk meneran.
6. Beritahu ibu tentang perkiraan persalinannya
R/ memberi dorongan semangat pada ibu dan juga mengidentifikasi
partus lama sedini mungkin.
7. Beritahu ibu untuk tidur dengan posisi miring kiri
R/ mengurangi tekanan uterus pada Vena cafa Inferior sehingga asupan
O2 kejanin dapat terpenuhi.
8. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih sesering mungkin
R/ kandung kemih yang penuh dapat menghambat proses penurunan
kepala.
9. Ajarkan ibu tekhnik relaksasi bila ada HIS
R/ agar ibu merasa nyaman
10. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri
R/ memberikan rasa nyaman pada ibu dan menghindari terjadinya infeksi

IX.

IMPLEMENTASI
Tanggal : 12 Juni 2011
Jam
: 10.15 Wib
Implementasi :
1. Membina hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien dengan
menanyakan nama dan keluhan pasien.
2. Mengobservasi TTV berupa TD setiap 4 jam,nadi setiap jam dan suhu
setiap 4 jam.
3. Mengobsevasi CHPB dan tanda-tanda Inpartu sesuai dengan partograf.
4. Menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada pasien
bahwa kondisi ibu dan janin baik-baik saja.
5. Memberikan intake nutrisi yang cukup berupa makanan 4 sehat 5
sempurna untuk tenaga ibu untuk meneran.
6. Memberitahukan kepada ibu tentang perkiraan persalinanya yang
mungkin akan terjadi sekitar jam 18.00-19.00 wib.
7. Memberitahu kepada ibu untuk tidur dengan posisi miring kiri.
8. Mengajukan kepada ibu untuk mengosongkan kandung kemih sesering
mungkin.
9. Mengajarkan kepada ibu tekhnik relaksasi saat dirasa ada HIS yakni
dengan cara menarik nafas panjang dari hidung dan menghembuskan
secara perlahan lewat mulut.
10. Menganjurkan kepada ibu untuk senantiasa menjaga kebersihan diri.

33

11. Melakukan VT

pada jam 11.00 wib dengan indikasi ibu mengalami

kesakitan dan hasil VT yakni 8 cm, eff 75%, ket ( - ), denominator


UUK, HIII, tidak terdapat moulage maupun bagian terkecil janin yang
menumbung.
X. EVALUASI
Tanggal : 12 Juni 2011
Jam
: 12.00 wib
S
O

: ibu mengatakan seperti ingin BAB dan merasakan dorongan yang


kuat untuk segera meneran.
: - melihat tanda gejala kala II
Dorongan kuat untuk meneran
Tekana pada anus
Perineum menonjol
Vulva membuka
- VT : v/v terjadi pengeluaran Blood show dan cairan ketuban, 10
cm,eff 100 %, ket ( - ),preskep, denominator uuk, HIV,tidak
terdapat molage maupun bagian terkecil janin yang menumbung.

A
P

: G1 P00000 UK 40 mgg / T / H/ Intara Uterine / letkep, dengan


inpartu kala II
: - ajarkan ibu cara meneran yang baik dan benar
- pimpin ibu meneran saat ada HIS dan beristirahat diantar HIS
- beri ibu minum diantara HIS
- observasi DJJ setiap 5 menit
- lakukan pertolongan persalinan 58 langkah.

Pertolongan persalinan dengan 58 langkah :


tgl

jam

lan

Kegiatan

34

12
11.45 I
Juni
2011 wib

II
11.50

Melihat tanda dan gejala kala II


1. Melihat tanda dan gejala persalinan kala II
Dorongan kuat untuk meneran
Tekanan pada anus
Perineum menonjol
Vulva dan sfingter ani membuka
Mempersiapkan pertolongan persalinan
2. Memastikan kelengkapan peralatan,bahan dan obatobatan esensial untuk menolong persalinan.
3. Memakai clemek plastik
4. Melepaskan semua perhiasan yang melekat
ditangan,kemudian mrncuci tangan dengan sabun dan

III
12.0

air mengalir kemudian keringkan dengan handuk


pribadi
5. Memakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan

melakukan pemeriksaan dalam.


6. Menghisap oksitosin kedalam spuit menggunakan
sarung tangan DTT
Memastikan pembukaan lengkap dan keadaan janin baik
7. Melakukan vulva hygine menggunakan kapas savlon
8. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan
pembukaan lengkap serta kedudukan bagian terendah
IV

janin didasar panggul


9. Mendekontaminasi sarung tangan kedalam larutan
clorin 0,5 % kemudian cuci tangan
10. Melakukan pemeriksaan DJJ saat tidak ada HIS.
11. Memberitahukan kepada keluarga bahwa pembukaan

12.1
5
V

sudah lengkap dan keadaan janin baik


12. Meminta kepada keluarga untuk mendampingi ibu
dalam proses meneran.
13. Melaksanakan bimbingan meneran pada saat ibu

13.2
0

mersakan dorongan yang kuat untuk meneran.


14. Menganjurkan kepada ibu untuk mengambil posisi
yag nyaman jika belum merasakan dorongan yang
kuat untuk meneran dalam 60 menit.

35

Mempersiapkan pertolongan kelahiran bayi


15. Meletakkan handuk bersih diatas perut ibu, saat
kepala membuka vulva 5-6 cm
16. Meletakkan kain bersih dibawah bokong ibu yang
sudah dilipat 1/3 bagian
17. Membuka tutup partus set serta memperhatikan
kembali kelenkapan alat dan bahan
18. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan.
Mempersiapkan pertolongan kelahiran bayi
Melahirkan kepala
19. Setelah tampak kepala bayi membuka vulva 5-6 cm
VI

maka lindungi perineum dengan satu tangan yang


sudah dilapisi kain bersih dan kering. Tangan yang
lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi
defleksi dan membantu lahirnya kepala dan meminta

13.3
ibu untuk meneran perlahan atau bernafa cepat dan
0
dangkal.
20. Memeriksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat
21. Menunggu kepala bayi melakukan putar paksi luar.
Melahirkan bahu
22. Setelah kepala bayi melakukan putar paksi luar,
memegang kepala bayi secara biparietal dan meminta
ibu meneran saat ada HIS. Kemudian dengan lembut
mengayun kepala bayi kebawah untuk melahirkan
VII
bahu depan dan mengayun keatas untuk melahirkan
bahu belakang.
Melahirkan bahu dan tungkai
23. Setelah kedua bahu lahir, kemudian menggeser
13.3

tangan kana kebawah atau kearah perineum ibu untuk

mencegah kepala,lengan, dan siku sebelah bawah,

36

kemudian

menggunakan

tangan

kiri

untuk

menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah


atas.
24. Setelah

tubuh

dan

lengan

lahir,

kemudian

melanjutkan penelusuran ke punggung, bokong,


tungkai dan dengan memasukkan telunjuk diantara
kaki dan pegang masing-masing mata kaki dengan
ibu

jari

dan

jari-jari

lainnya.

Jenis

kelamin

VIII
perempuan, A-S : 6-7
Menangani Bayi Baru Lahir
25. Melakukan penilaian selintas, yakni bayi menangis
IX

dan bayi bergerak aktif.


26. Mengeringkan tubuh bayi mulai dari kepala dan
bagian tubuh lainnya kecuali tangan, dan mengganti

13.4
handuk basah dengan kering kemudian meletakkan
5
bayi diatas perut ibu.
27. Memeriksa uterus untuk memastikan tidak ada bayi
kedua
28. Memberitahu pada ibu bahwa dia akan disunti
13.5

oksitosin
29. Kemudian menyuntikkan oksitosin 1 menit setelah

5
bayi lahir pada 1/3 paha luar distal latera;
30. Setelah 2 menit pasca persalinan, kemudian menjepit
tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi
dan mendorong isi tali pusat bayi kearah distal ibu
dan kemudian menjepit kembali tali pusat 2 cm dari
klem yang pertama.
31. Memotong dan mengikat tali pusat
32. Meletakkan kembali bayi agar terjadi kontak kulit
dengan ibu.
33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat
kemudian memasang topi dikepala bayi.

37

Penatalaksanaan Aktif Kala III


34. Memindahkan klem pada tali pusat sehingga berjarak
5-10 cm dari vulva.
35. Meletakkan satu tangan diatas kain diatas perut ibu
ditepi atas simfisis untuk mendeteksi adanya
pelepasan plasenta sedangkan tangan yang lain
menegangkan tali pusat.
36. Setelah uterus berkontraksi, kemudian menegangkan
tali pusat kearah bawah sambil tanagan kiri
mendorong secara dorso kranial secara hati-hati.
Mengeluarkan plasenta
37. Melakukan penegangan dan mendorong secara dorso
kranial hingga lasenta terlepas, kemudian meminta
ibu meneran sambil menarik tali pusat dengan arah
sejajar lantai dan kemudian kearah atas mengikuti
poros jalan lahir sambil tetap melakukan dorso
kranial.
38. Ketika plasenta muncul di introitus vagina, kemudian
melahirkan

plasenata

dengan

kedua

tangan,

memegang dan memutar plasenta sehingga selaput


plasenta terpilin, kemudian melahirkan plasenta dan
menempatkan plasenta kewadah yang tersedia.
Plasenta lahir lengkap jam 15.05 wib.
Melakukan masase uterus
39. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir,
kemudian melakukan masase sebanyak 15 kali selam
15 detik.
Menilai Perdarahan
40. Memeriksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu

38

maupun bagian bayi dan memastikan selaput ketuban


lengkap dan utuh kemudian memasukan plasenta
kedalam kantong plastik.
41. Mengevaluasi kemungkinan adanya laserasi pada
vulva dan perineum.
Melakukan Prosedur Pasca Persalinan
42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan
tidak terjadi pendarahan pervaginam.
43. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit
dengan bayi selama 1 jam.
44. Melakukan penimbangan dan pengukuran bayi,
kemudian memberi tetes mata antibiotik profilaksis,
dan vit K1 pada paha kiri anterolateral
45. Setelah 1 jam dari pemberian Vit K1, kemudian
menyuntikan hepatitis B0 dipaha kanan anterolateral.
Evaluasi
46. Melanjutkan

pemantauan

kontraksi

uterus

dan

mencegah pendarahan pervaginam.


47. Mengajarkan ibu dan keluarga melakukan masase
uterus dan menilai kontraksi
48. Mengevaluasi dan mengestimasi jumlah pendarahan
49. Memeriksa nadi ibu dan kandung kemih setiap 15
menit selam 1 jam pertama pasca persalinan, dan
setiap 30 menit pada 1 jam kedua.
50. Memeriksa kembali bayi untuk me,astikan bahwa
bayi bernafas dengan baik serta suhu tubuh normal.
Kebersihan dan Keaman
51. Menempatkan semua peralatan bekas pakai kedalam
larutan clorin 0,5% selama 10 menit, kemudian cuci
dan bilas.
52. Membuang

bahan-bahan

yang

terkontaminasi

ketempat sampah yang sesuai.


53. Membersihkan ibu menggunakan air DTT dan
39

membantu ibu memakai pakaian yang bersih dan


kering.
54. Memastikan ibu merasa nyaman dan memantu ibu
memberikan ASI, serta meeminta kepada keluarga
untuk memberi minum kepada ibu dan juga makan.
55. Medekontaminasi tempat bersalin dengan larutan
clori 0,5 %
56. Mencelupkan sarung tangan kotor kedalam larutan
clorin 0,5% kemudian sarung tangan dibalik dan
direndam.
57. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Dokumentasi
58. Melengkapi partograf

# Identitas Bayi #
Bayi lahir pada tanggal 12 juni 2011 jam 13.30 wib
Jenis kelamin

: laki-laki

BB/PB

: 3200 gr/50 cm

Caput susecdenum: ( - )
Chepal hematum : ( - )
Anus

:(+)

Cacat

:(-)

Roting reflek

:(+)

Reflek menghisap : ( + )
Reflek menelan

:(+)

Terapi pada bayi :


1. Pemberian Tetes mata
2. Penyuntikan Vit K1
3. Menyuntikkan Hepatitis B0
Penilaian APGAR skor
40

APGAR

1 menit 1

5 menit 1

Apreach

Pulse

Gremech

Activity

respiratory

1
7

2
8

Heath education yang diberikan :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

ASI eksklusif
Imunisasi
Perawatan tali pusat
Makanan yang bergizi
Istirahat
KB

CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 12 Juni 2011

Jam : 15.20 wib

S : ibu mengatakan lega karena bayinya sudah lahir, dan ibu sudah tidak
merasakan mules lagi
O : KU

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV : TD : 120/90 mmHg

Sh : 37C

Nd : 82x/mnit

RR : 20 x/mnit

Kontraksi uterus baik.


Terjadi pengeluaran lochea rubra 350 cc
Colostrum sudah keluar
Laserasi derajat II
A : Ny S P10001 dengan 2 jam post partum normal.
P : - anjurkan ibu untuk mobilisasi dini
- anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri

41

- anjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi


- anjurkan ibu untuk menyusui bayinya setiap 2 jam atau apabila bayi
menagis.

BAB 5
PEMBAHASAN

Dari landasan teori dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan persalinan
adalah proses dimana bayi,plasenta dan selaput ketuban keluar dari uetrus ibu.
banyak sekali penyebab dari terjadinya persalinan yakni teori penurunan kepala, teori
plasenta menjadi tua, teori distensi rahim, teori iritasi mekanik, dan induksi partus.
Tanda-tanda adanya permulaan persalinan yakni adanya lightening yakni penurunan
kepala, perasaan sakit diperut dan dipinggang oleh adanya kontraksi uterus dan
terjadinya pengeluaran Blood show. Terdapat 4 kala dalam proses persalinan yang
terdiri dari kala I lamanya untuk primi yakni 12 jam dan untuk multi yakni 8 jam,
kala II ( kala pengeluaran janin ) lamanya untuk primi yakni 1 - 2 jam dan pada
multi yakni - 1 jam. Kala III ( pelepasan uri ) yang berlangsung 5-10 menit dan
kala IV ( observasi ). Jadi dapat disimpulkan bahwa lama persalinan untuk primi
yakni 14 jam dan untuk multi 7 jam.
Terdapat kesenjangan antara landasan teori dengan tinjauan kasus yang
dilakukan di BPS Ny Nengah Murdani kepada Ny S G1 P00000 UK 40 minggu/
A /T /H/ dengan inpartu kala I fase laten. Persalinan yang dialami oleh Ny S
berlangsung dengan lama kala I : 3 jam, kala II : 1 jam 30 menit, kala III : 5 menit,

42

dan lama kala IV : yakni 2 jam. Seharusnya menurut teori lama kala I yang dialami
oleh ibu primi garavida yakni 12 jam, sedangkan lama kala I pada Ny S yakni 3
jam, hal tersebut disebabkan oleh karena adanya kontraksi uterus yang konsisten dan
teratur sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kepala dan menekan PBP
sampai serviks sehingga serviks mengalami Effecement atau penipisan dengan cepat,
Effecement yang begitu cepat juga mempengaruhi semakin cepatnya pembukaan dan
mempercepat pula kala I. Bayi Ny S lahir secara pervaginam dengan BBL 3200
gr dan panjang badan lahir yakni 50 cm, APGAR skor 7-8,tidak terdapat kecacatan
maupun kelainan kongenital. Ny S mengeluarkan darah 350 cc, kontraksi uterus
baik pasca persalinan atau kala IV dan dilakukan penjahitan pada perineum

43

BAB 6
PENUTUP

2.7 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa proses persalinan
adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan,lahir
spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlansung dalam waktu 18
jam,tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin. Banyak faktor-faktoryang
berperan dalam proses persalinan yang terdiri dari faktor power, janin, jalan
lahir, faktor psikis dan faktor penolong. Semua fakor ini berperan penting dalam
proses persalinan, apabila terjadi ketidak sesuaian maka akan berisiko terhadap
proses kelahiran yang tidak normal.
2.8 Saran
Saya berharap semoga dengan adanya laporan ini dapat menambah
wawasan para pembaca untuk mengenali dan mencegah terjadinya komplikasi
pada persalinan.

44