Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Uji kesukaan atau uji hedonic merupakan salah satu jenis uji penerimaan. Uji kesukaan
(preference test) berbeda dengan uji pembedaan (discrimination test). Uji kesukaan lebih bersifat
subjektif sedangkan uji pembedaan lebih bersifat objektif. Dalam uji ini panelis diminta
mengungkapkan tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau tidak kesukaan, disamping juga
menentukan tingkat kesukaan atau ketidaksukaannya yang secara tidak langsung dapat
mengetahuinya. Tingkat-tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik. Misalnya dalam hal suka
dapat mempunyai skala hedonik seperti amat sangat suka, suka, agak suka. Sebaliknya jika
tanggapan itu tidak suka dapat mempunyai skala hedonik seperti amat sangat tidak suka, sangat
tidak suka, tidak suka, agak tidak suka, diantara agak tidak suka dan agak suka
kadangkadang ada tanggapan yang disebut netral, yaitu bukan suka tetapi bukan tidak suka (neither like
not dislike) (Soekarto, 1985).
Uji kesukaan atau penerimaan (preference or hedonic test) bertujuan mengidentifikasi
tingkat kesukaan dan penerimaan suatu produk. Uji afeksi (penerimaan dan kesukaan) bertujuan
mengetahui perbedaan-perbedaan pada suatu produk yang dapat dikenali oleh konsumen dan
berpengaruh terhadap kesukaan dan penerimaan. Uji ini bergantung pada batas antara analisa
sensori dengan riset konsumen serta memiliki metode kriteria rekrutmen panel yang berbeda dari
uji pembedaan dan uji deskripsi (Setyaningsih, 2010).
Bau merupakan daya tarik tersendiri dalam menentukan rasa enak dari produk suatu
makanan. Dalam hal ini bau lebih banyak dipengaruhi oleh indra pencium. Umumnya bau yang
dapat diterima oleh hidung dan otak lebih banyak merupakan campuran dari 4 macam bau yaitu
harum, asam, tengik dan hangus. Rasa merupakan faktor penentu daya terima konsumen
terhadap produk pangan. Faktor rasa memegang peranan penting dalam pemilihan produk oleh
konsumen. Rasa merupakan respon lidah terhadap rangsangan yang diberikan oleh suatu
makanan. Pengindraan rasa terbagi menjadi empat rasa, yaitu manis, asin, pahit, dan asam
(Purwaningsih, 2011). Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menilai tingkat kesukaan atribut
sensori maupun overall kesukaan sampel menggunakan skala penerimaan yang telah ditentukan.

MATERI DAN METODEA

PEMBAHASAN
Dalam penujian hedonic menggunakan skala hedonic yg berpfungsi untuk mengetahui
tingkat kesukaan panelis terhadap sampel. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Suryaningrum et
al (2010) yang menyatakan bahwa d alam Skala hedonik yang ada memiliki peran untuk

Data hasil
pengujian hedonic yang telah didapatkan perlu dilakukan transformasi menjadi skala numeric
agar dapat dilakukan analisis statistic. Hal ini sesuai dengan Pendapat dari Syafutri et al (2010)
yang menyatakanbahwa Di dalam penganalisisan, skala hedonik ditransformasi menjadi skala
numerik dengan angka menaik menurut tingkat kesukaan dengan data numerik ini dapat
dilakukan analisis statistik. Hasil data uji sensori Hedonik yang telah didapat dapat
mengetahui

seberapa

besar

kesukaan panelis terhadap beberapa sampel.

dilakukan pengujian lanjut dengan mengggunakan program statistic. Hal ini sesuai dengan
pendapat dari Nurtama (2006) yang menyatakan bahwa hasil uji sensori yang telah
diperoleh kemudian dapat dianalisis dengan menggunakan statistik dengan program
SPSS terhadap atribut sensori yang dinilai.

Test of Homogeneity of Variances


Tingkat kemanisan
Levene Statistic

df1

1.204

df2
4

Sig.
390

.309

Sumber: Data Primer Praktikum Sensori, 2015.

Berdasarkan table homogeneity yang ada dapat diketahui bahwa nilai sig yaitu
sebesar 0.309 sehingga nilai sig > 0.05 yang berarti bahwa sampel homogen
ANOVA
Tingkat kemanisan
Sum of Squares
Between Groups

df

Mean Square

31.154

7.789

Within Groups

941.519

390

2.414

Total

972.673

394

F
3.226

Sig.
.013

Sumber: Data Primer Praktikum Sensori, 2015.

Dari tabel ANOVA yang telah didapatkan dapat diketahui bahwa nilai signifikan
adalah sebesar 0,13, maka p (probability) < 0,05 sehingga dpt disimplkan bahwa
Ho ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain terdapat perbedaan nyata
kesukaan tingkat kemanisan dari sampel teh yang disajikan kepada panelis. Selain
itu juga dapat dilihat dari nilai F hitung nya, dari tabel ANOVA yang ada, terlihat f
hitung adalah sebesar 3,226 maka F hitung > F tabel maka H1 diterima dan H0
ditolak yang berarti terdapat perbedaan nyata pada tingkat kemanisan sampel teh.
(brti panelis dapat mengenalinya) Dengan demikian dilakukan uji lanjut yaitu uji Duncan

yang dapat menyatakan perbedaan diantara masing-masing perlakuan tersebut.


Tingkat kemanisan
Duncan

Sampel

Subset for alpha = 0.05

TEH KOTAK

79

3.08

FUTAMI

79

3.28

3.28

TEH PUCUK

79

3.54

3.54

3.54

JOY TEA

79

3.66

3.66

TEH SOSRO

79

3.87

Sig.

.074

.149

.212

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.


a.

Uses Harmonic Mean Sample Size = 79.000.

Sumber: Data Primer Praktikum Sensori, 2015.

Berdasarkan hasil perhitungan uji lannjut Duncan dengan taraf nyata 5% didapatkan
bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap masing-masing sampel yang diujikan berbeda. Dari
tabel duncan yang didapat dapat diketahui bahwa nilai terbesar pada tabel terdapat
pada teh sosro yang mencapai 3.87 yang menandakan tingkat kesukaan tebesar
adalah pada sampel The Sosro, sedangkan tingkat kesukaan terendah adalah pada
The Kotak yang nilainya paling kecil yaitu 3.08. Penerimaan tingkat kemanisan oleh
panelis sebagai akibat dari daya terima terhadaap cita rasa dari bahan. Hal ini
sesuai dengan pendapat dari Soekarto dan Hubeis (2000) yang menyatakan bahwa Penilaian panelis
terhadap rasa manis diartikan sebagai daya terima terhadap cita rasa atau flavour yang dihasilkan pada formulasi
bahan yang digunakan.
Test of Homogeneity of Variances
tingkatmelati
Levene Statistic
.647

df1

df2
4

Sig.
390

.629

Berdasarkan table homogeneity yang ada dapat diketahui bahwa nilai sig yaitu
sebesar 0.629 sehingga nilai sig > 0.05 yang berarti bahwa sampel homogen

ANOVA
Tingkat aroma melati
Sum of Squares
Between Groups
Within Groups

df

Mean Square

61.200

15.300

804.152

390

2.062

Sig.
7.420

.000

Total

865.352

394

Dari tabel ANOVA yang telah didapatkan dapat diketahui bahwa nilai
signifikan adalah sebesar 0,00, maka p (probability) < 0,05 sehingga dpt disimplkan
bahwa Ho ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain terdapat perbedaan nyata
kesukaan tingkat aroma melati dari sampel teh yang disajikan kepada panelis.
Selain itu juga dapat dilihat dari nilai F hitung nya, dari tabel ANOVA yang ada,
terlihat f hitung adalah sebesar 7,420 maka F hitung > F tabel maka H1 diterima
dan H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan nyata pada tingkat kemanisan
sampel teh.

Tingkat aroma melati


Subset for alpha = 0.05
sampel
Duncana

FUTAMI

79

JOY TEA

79

3.44

TEH KOTAK

79

3.71

3.71

TEH PUCUK

79

3.77

3.77

TEH SOSRO

79

Sig.

2.86

4.01
1.000

.176

.212

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.


a.

Uses Harmonic Mean Sample Size = 79.000.

Dari tabel duncan yang didapat dapat diketahui bahwa nilai terbesar pada tabel
terdapat pada teh sosro yang mencapai 4.01 yang menandakan tingkat kesukaan
tebesar aroma melati adalah pada sampel The Sosro, sedangkan tingkat kesukaan
terendah adalah pada The Futami yang nilainya paling kecil yaitu 2.86. Aroma yang
muncul dalam bahan pangan dapat mempengaruhi tingkat kesukaan seseorang. Hal
ini sesuai dengan pendapat dari Soekarto dan Hubeis (2000) yang menyatakan bahwa aroma pada
makanan merupakan salah satu faktor yang menentukan kelezatan makanan yang berkaitan dengan indera
penciuman.

Test of Homogeneity of Variances


OVERALL
Levene Statistic

df1

,555

df2
4

Sig.
390

,696

Berdasarkan table homogeneity yang ada dapat diketahui bahwa nilai sig yaitu
sebesar 0.696 sehingga nilai sig > 0.05 yang berarti bahwa sampel homogen

ANOVA
OVERALL
Sum of Squares
Between Groups

df

Mean Square

42,922

10,730

Within Groups

735,139

390

1,885

Total

778,061

394

F
5,693

Sig.
,000

Dari tabel ANOVA yang telah didapatkan dapat diketahui bahwa nilai
signifikan adalah sebesar 0,00, maka p (probability) < 0,05 sehingga dpt disimplkan
bahwa Ho ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain terdapat perbedaan nyata
tingkat kesukaan overall dari sampel teh yang disajikan kepada panelis. Selain itu
juga dapat dilihat dari nilai F hitung nya, dari tabel ANOVA yang ada, terlihat f
hitung adalah sebesar 5,693 maka F hitung > F tabel maka H1 diterima dan H0
ditolak yang berarti terdapat perbedaan nyata pada tingkat kesukaan Overall dari
sampel the yang disajikan.

OVERALL
Subset for alpha = 0.05
SAMPEL
Duncan

FUTAMI

79

3,19

TEH KOTAK

79

3,22

3,22

TEH PUCUK

79

3,56

3,56

JOY TEA

79

TEH SOSRO

79

Sig.

3,66
4,09
,113

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

,055

1,000

a.

Uses Harmonic Mean Sample Size = 79.000.

Dari tabel duncan yang didapat dapat diketahui bahwa nilai terbesar pada
tabel terdapat pada teh sosro yang mencapai 4.09 yang menandakan tingkat
kesukaan tebesar secara keseluruhan adalah pada sampel The Sosro, sedangkan
tingkat kesukaan terendah secara keseluruhan adalah pada Teh Futami yang
nilainya paling kecil yaitu 3.19

KARAKTERISTIK PERMEN
SURI(Cucumis melo L.) DENGAN PENAMBAHAN SORBITOL
KUNYIT (Curcuma domestika Val.)Jurnal Gizi dan Pangan. 5(2): 78 86
Syafutri,

M.I.,

Eka

dan

Hendra

I.

2010.

JELLY TIMUN
DAN EKSTRAK

Nurtama, B. 2006. Pengolahan Data Uji Uji Sensori Produk Pangan. Departemen Ilmu dan Teknologi
Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB Bogor. 94 pp

PROFIL SENSORI DAN NILAI GIZI


BEBERAPA JENIS IKAN PATIN DAN HIBRID NASUTUS. Jurnal Pascapanen dan
Suryaningrumm T.D., Ijah , dan Evi T. 2010.

Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 5 ( 2):153-164

Setyaningsih D., A. Apriyantono dan M. P. Sari. 2010. Analisis Sensori Untuk Industri Pangan
dan Agro. IPB Press. Bogor
Soekarto S.T 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhrata
Karya Aksara Jakarta