Anda di halaman 1dari 3

PEMBUANGAN BENDA TAJAM DAN JARUM

Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

1/3

019/SPO.PPI/RSUFB/VI/2015

STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL

Tanggal Berlaku

Ditetapkan Oleh Direktur

JUNI 2015
DR.Antonius simangunsong.SpA.MHA.Phd

PENGERTIAN

Benda tajam adalah objek atau alat yang memiliki sudut tajam atau
runcing, yang dapat memotong atau menusuk kulit, seperti : jarum
suntik, bisturi, blood lancet , pecahan kaca dan ampul obat.

TUJUAN

KEBIJAKAN

Sebagai acuan penetapan langkah langkah pembuangan benda


tajam dan jarum.
A. Acuan
Surat keputusan Direktur RSUFB Nomor 58.5/KPTS/VI2013
tentang Kebijakan Pengelolaan Benda Tajam dan Jarum di
Rumah Sakit.
B. Penanggung Jawab
Prosedur ini dilakukan oleh seluruh petugas yang yang
berhubungan dengan jarum dan benda tajam.
C. Kebijakan
1. Benda tajam dan jarum yang digunakan di RSUFB adalah
single use (sekali pakai) dan tidak diperkenankan di re-use
(pakai ulang)
2. Benda tajam dan jarum di buang kedalam wadah tahan
tusukan yang diletakkan di dekat tempat tindakan
3. Pengelolaan benda tajam dan jarum dilakukan dengan
seksama untuk menghindari luka tusukan jarum bagi petugas
rumah sakit.
4. Pengelolaan benda tajam dan jarum dikelola agar tidak
menimbulkan resiko infeksi bagi masyarakat di sekitar Rumah

PEMBUANGAN BENDA TAJAM DAN JARUM


Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

2/3

019/SPO.PPI/RSUFB/VI/2015
Sakit.
PROSEDUR

1. Pengelolaan jarum/ benda tajam setelah pakai:


a. Jangan menekuk / mematahkan jarum suntik/ benda tajam
yang telah dipakai.
b. Jangan meletakkan jarum suntik/ benda tajam bekas pakai di
sembarang tempat.
c. Segera buang jarum/ needle ke dalam wadah yang telah
ditentukan dan dibuang sendiri oleh si pemakai
d. Container benda tajam diletakkan dekat dengan lokasi
tindakan.
e. Wadah yang digunakan harus tahan tusukan ( puncture proof)
berlabel biohazard atau berwarna kuning.
f. Setelah berisi 2/3 bagian, dibawa ke incinerator untuk
dimusnahkan.
2. Pengelolaan pecahan kaca:
a. Gunakan sarung tangan rumah tangga
b. Gunakan kertas Koran untuk mengumpulkan pecahan benda
tajam tersebut, kemudian bungkus dengan kertas
c. Masukkan ke dalam container tahan tusukan
3. Pembuangan benda tajam:
a. Benda tajam dikumpulkan dalam wadah tahan tusukan dan
anti bocor
b. Sesudah 2/3 penuh dapat dimusnahkan di incinerator.
c. Cara lain adalah enkapsulasi, yaitu sesudah 2/3 penuh, bahan
semen, atau pasir dimasukkan dalam wadah sampai penuh
d. Sesudah bahan menjadi padat dan kering, wadah ditutup,
ditimbun dan dikuburkan.

UNIT TERKAIT

1. Komite PPI
2. Instalasi Sanitasi dan Laudry
3. Instalasi Rawat Inap
4. Instalasi Gawat Darurat
5. ICU

PEMBUANGAN BENDA TAJAM DAN JARUM


Nomor Dokumen

019/SPO.PPI/RSUFB/VI/2015

6. Instalasi Rawat Jalan

Nomor Revisi

Halaman

3/3