Anda di halaman 1dari 5

H.

Proses penyembuhan pasca bedah1,2


Segera setelah penjahitan, hubungan antara flap dan gigi atau permukaan tulang tercipta
melalui pembekuan darah, yang terdiri dari retikulum fibrin dengan berbagai leukosit PMN,
eritrosit, debris sel-sel yang cedera dan kapiler pada tepi luka. Bakteri dan eksudat atau transudat
merupakan hasil dari jaringan yang cedera.

Waktu
1-3 hari pasca bedah

Proses Penyembuhan
Ruang antara flap dan gigi atau tulang akan
lebih tipis, dan sel-sel epitel bermigrasi ke
sekitar tepi flap, biasanya pada saat ini,
berkontak

dengan

gigi.

Ketika

flap

beradaptasi dengan prosesus alveolar, hanya


terdapat sedikit respon inflamasi.

1minggu pasca bedah

Perlekatan epitel ke akar telah terbentuk


secara hemidesmosom dan lamina basal.
Bekuan darah digantikan dengan jaringan
granuloma yang dibentuk dari jaringan ikat
gingiva, sumsum tulang, dan ligamen perio.

2minggu pasca bedah

Serat kolagen mulai muncul secara parallel


ke permukaan gigi. penyatuan flap ke gigi
masih sangat rentan, menunjukan serat
kolagen yang masih belum matang, walaupun
demikian, aspek klinis terlihat normal.

1 bulan pasca bedah

Seluruh

epitel

crevis

gingiva

dengan

perlekatan epitel yang berbatas jelas akan


muncul. Pengaturan fungsional dari serat
supracrestal akan mulai terbentuk.

Full-thickness flap, yang membuka tulang akan membuat tulang bagian atas nekrosis dalam
1-3 hari; kemudian puncak nya akan diikuti dengan resorpsi tulang pada hari ke4-6, dan terjadi
penurunan tingkat resorpsi setelahnya. Hasilnya adalah kehilangan tulang sekitar 1mm,
kehilangan tulang akan menjadi lebih parah jika kondisi tulang lebih tipis.
Osteoplasty (penipisan tulang bukal) dengan instrumen bur, termasuk kedalam teknik bedah,
menghasilkan daerah tulang yang nekrosis dengan reduksi tinggi tulang, yang kemudian akan
diremodel dengan pembentukan tulang. Oleh karena itu, bentuk akhir puncak lebih ditentukan
dengan remodelling tulang dibandingkan dengan bedah reshaping. Tulang akan melakukan repair
dalam waktu 3-4 minggu. Kehilangan tulang radikular dan interdental akan terjadi pada tahap
awal proses penyembuhan. Namun demikian, daerah interdental, yang memiliki tulang kanselus,
akan mengalami tahap repair segera setelahnya, menghasilkan pergantian tulang menyeluruh,
tanpa terjadi kehilangan tulang; sedangkan khusus pada tulang radikular, jika tipis dan tidak
tersokong oleh tulang kanselus, tahap repair tulang akan menghasilkan kehilangan tulang
marginal.

Kunjungan Pasien Pasa Bedah Periodontal (tambahan)


Merupakan tanggung jawab untuk mengatur masalah pasca bedah, seperti nyeri atau infeksi.
Dokter gigi juga perlu mengatur jadwal sesudah dilakukan bedah periodontal. Setelah bedah flap,
pasien melakukan kunjungan kembali ke dokter gigi 5-7 hari untuk kontrol pertama.
a. Tanyakan kepada pasien untuk menentukan pengalamannya sesudah bedah flap. Hal ini harus
dilakukan dengan teliti dan detil, untuk mengetahui kemungkinan permasalahan dan
memecahkannya pada kunjungan pertama tersebut. Biasanya pasien ditanyakan:
-

Analgesik. Sesudah bedah periodontal, analgesik (medikasi kontrol nyeri) digunakan


untuk mengontrol ketidaknyamanan pasien. Pasien ditanyakan apakah mengkonsumsi
medikasi nyeri, tingkat ketidaknyamanan, atau konsumsi obat lainnya.

Antibiotik. Jika dibutuhkan antibiotik setelah prosedur bedah, ingatkan pasien jika seluruh
antibiotik harus dihabiskan. Pasien juga ditanyakan jika terdapat reaksi setelah pasien
minum antibiotik.

Obat kumur antimikroba. Obat kumur antimikroba harus diberikan kepada pasien untuk
kontrol plak, karena kontrol plak secara mekanis sulit dilakukan oleh pasien pasca bedah
flap. Tanyakan kepada pasien apakah obat kumur masih ada atau tidak.

Pembengkakan. Setelah bedah periodontal, merupakan hal yang umum jika pasien
mengalami pembengkakan fasial. Pembengkakan dapat terjadi karena trauma jaringan
selama prosedur dan biasanya terjadi selama 2 3 hari setelah pembedahan. Walaupun
pembengkakan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien, hal ini umum terjadi.

Perdarahan pasca bedah. Merupakan hal yang umum jika pasien mengalami sedikit
perdarahan setelah bedah periodontal, namun jika perdarahan banyak, seharusnya tidak
terjadi.

Sensitivitas pada rasa dingin. Sensitivitas terhadap dingin karena akar yang terpajan
selama bedah periodontal merupakan hal yang umum. Sensitivitas tersebut akan hilang
pada minggu pertama setelah bedah periodontal jika kontrol plak terjaga dengan baik.

b. Lihat tanda vital pasien, termasuk suhu tubuh pasien. Jika temperatur pasien naik, ada
kemungkinan terjadi perkembangan infeksi.
c. Hilangkan periodontal dressing dan periksa daerah operasi. Bersihkan daerah operasi dengan
salin steril hangat dan gunakan aplikator kapas untuk membuang debris yang menempel,
jaringan lunak, dan jahitan. Pembengkakan jaringan atau eksudat seperti pus dapat
mengindikasikan infeksi yang berkembang.
d. Gunakan gunting steril untuk memotong dan membuang jahitan.
e. Hilangkan seluruh plak dari gigi pada area pembedahan. Merupakan hal yang umum untuk
pasien jika tidak bisa menjaga kontrol plak dengan baik sesudah bedah periodontal, sehingga
deposit plak akan ditemukan.

f. Ganti dressing periodontal jika merupakan indikasi untuk diganti. Dalam kebanyakan
prosedur pembedahan, dressing periodontal harus dihentikan jika pasien dapat kembali
dengan plak kontrol secara mekanis. Dalam beberapa kasus jaringan akan tidak beradaptasi
dengan baik ke gigi dan pergantian dressing periodontal harus dipertimbangkan untuk
menjaga penyembuhan luka.
g. Instruksikan kepada pasien untuk perawatan sendiri. Kontrol plak secara mekanis harus
dilakukan sedapat mungkin setelah bedah periodontal, namun terdapat instruksi khusus
setelah minggu pertama pembedahan.
-

Alat khusus seperti sikat gigi dengan sikat yang sangat fleksibel mungkin dibutuhkan
selama fase awal penyembuhan

Selama penyembuhan pasca bedah periodontal, biasanya penting untuk memodifikasi


tehnik kontrol plak seiring dengan penyembuhan dan pematangan jaringan. Kontur
margin gingiva biasanya akan berubah karena pembedahan, dan hal ini mungkin
memerlukan perawatan tambahan.

Lakukan kunjungan kontrol kedua untuk pasien setalah pembedahan.Kunjungan kedua


ini dilakukan 2-3 minggu setelah pembedahan.

Daftar pustaka tambahan:


Wilson TG, Kornman KS. Fundamentals of Periodontics, Second Edition. Hong Kong:
Quintesence Publishing Co Inc, 2003: 302-3