Anda di halaman 1dari 3

PENJARINGAN SUSPEK PASIEN TB

RSUD dr.Abdoer Rahem

Nomor Dokumen
/431.604/Akred. .3/2015

445/

Nomor Revisi :
00

Jumlah Halaman
Hal : 1/3

Ditetapkan oleh,
Direktur
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

Tanggal terbit
2 Januari 2015
dr. Tony Wahyudi, M. Kes.
NIP 19630210 199011 1 001
Merupakan upaya untuk menjaring pasien-pasien yang dicurigai
menderita TB ( suspek pasien TB ), di RSUD dr. Abdoer Rahem

TUJUAN

Situbondo , yang dilakukan secara promotive case finding.


Sebagai acuan tata laksana menjaring pasien dicurigai menderita TB

KEBIJAKAN

( suspek pasien TB ).
Bahwa seluruh pelaksana pelayanan di tiap unit pelayanan di RSUD dr.
Abdoer Rahem Situbondo mempunyai kewajiban untuk menjaring
pasien-pasien yang memiliki gejala menderita TB ( suspek pasien TB .)

PROSEDUR

1. Pasien dengan gejala sebagaimana di bawah ini harus dianggap


sebagai seorang suspek pasien TB :
a. batuk terus menerus > 2 minggu.
b. batuk berdahak, kadang bisa disertai darah.
c. dapat disertai : demam meriang > 1 bulan, nafsu makan menurun,
berat badan menurun, malaise, berkeringat malam.
d. pasien yang kontak erat dengan pasien TB.
e. pasien dengan gejala TB ekstra paru ( sesuai organ yang diserang,
pembesaran kelenjar limfe multiple, gibbus, skrofuloderma,dll ).
2. Pelaksana pelayanan kesehatan ( staf medis dokter / staf perawat ),
apabila menemukan pasien dengan gejala sebagaimana tersebut di
atas :
a. Di klinik - klinik rawat jalan :
catat data identitas suspek pasien TB pada form TB-06,
kolom 1 s.d kolom 6.

buatkan lembar permintaan pemeriksaan dahak S-P-S ( form

TB-05 ), untuk penegakan diagnosis.


buatkan lembar permintaan pemeriksaan penunjang lainnya,
sesuai indikasi

( foto thorax / histo-patologi / patologi-

PENJARINGAN SUSPEK PASIEN TB

RSUD dr.Abdoer Rahem

Nomor Dokumen
/431.604/Akred. .3/2015

445/

Nomor Revisi :
00

Jumlah Halaman
Hal : 2/3

anatomi, dll ).
dilakukan konseling dan edukasi mengenai : pentingnya
dilakukan 3 x pemeriksaan dahak dan cara mengeluarkan

dahak yang benar.


dan pasien dipersilahkan ke laboratorium / radiologi.
setelah diperoleh hasil pemeriksaan dahak S-P-S, maka data
hasil pemeriksaan dahak di catat pada form TB-06, kolom 8

s.d 14.
melengkapi catatan rekam medik pasien.
b. Di ruang rawat inap :
catat data identitas suspek pasien TB pada form TB-06,

kolom 1 s.d kolom 6.


buatkan lembar permintaan pemeriksaan dahak S-P-S ( form

TB-05 ), untuk penegakan diagnosis.


buatkan lembar permintaan pemeriksaan penunjang lainnya,
sesuai indikasi ( foto thorax / histo - patologi / patologi

anatomi, dll ).
suspek pasien TB diberi pot dahak, dan dibantu untuk

mengeluarkan dahak yang benar, S-P-S.


pot dahak S-P-S suspek pasien TB di serahkan ke

laboratorium.
setelah diperoleh hasil pemeriksaan dahak S-P-S, maka data
hasil pemeriksaan dahak di catat pada form TB-06, kolom 8

s.d 14.
melengkapi catatan rekam medik pasien.
pada saat pasien pulang dari rawat inap, dianjurkan untuk

kontrol rawat jalan di klinik rawat jalan SMF terkait.


3. Suspek pasien TB selanjutnya dilakukan penegakan diagnosis oleh
staf medis dokter penanggung jawab perawatan pasien tersebut.
UNIT TERKAIT

1. Instalasi Rawat Jalan


2. Instalasi Rawat Inap
3. Laboratorium

PENJARINGAN SUSPEK PASIEN TB

RSUD dr.Abdoer Rahem

445/
4. IGD

Nomor Dokumen
/431.604/Akred. .3/2015

Nomor Revisi :
00

Jumlah Halaman
Hal : 3/3