Anda di halaman 1dari 3

Laporan Pendahuluan Tindakan Inhalasi dengan Nebulizer

Rizki Annisa Rahardhiany, 1106014122


I.

Pengertian
Suatu tindakan atau terapi untuk pembersihan atau pemeliharaan sistem pernafasan.
Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol
secara terus-menerus. Cara kerja terapi penguapan adalah obat-obat tersebut dilarutkan dalam
bentuk cairan yang diisikan ke nebulizer. Nebulizer mengubah partikel menjadi uap yang di
hirup sehingga langsung menuju paru-paru. Mampu menghancurkan dahak/sputum.

II.

Tujuan pemberian Nebulizer

Mengurangi sesak pada penderita asma


Mengencerkan dan mempermudah
mobilisasi sekret

Mengurangi bronkospasme
Merelaksasi jalan nafas
Menurunkan edema mukosa

III.

Prinsip-Prinsip Tindakan
Nebulizer merupakan tindakan keperawatan dengan prinsip bersih karena bukanlah
tidakan invasif. Prinsip-prinsip pelaksanaan nebulizer, seperti menyiapkan alat-alat dan
bahan, klien diposisikan fowler/duduk. Suara nafas, denyut nadi, status respirasi, dan saturasi
oksigen diukur sebelum dan sesudah tindakan. Ajarkan klien cara menghirup yang benar dan
cara batuk efektif.

IV.

Indikasi

Pasien dengan bronkospasme akut


Pasien dengan produksi sekret yang

berlebihan
Pasien batuk disertai dengan sesak

nafas
Broncho pneumonia
Bronchitis
Emfisema

Asma bronchial
Rhinitis dan sinusitis
Pilek dengan hidung sesak dan

berlendir
Selaput lendir mongering
Iritasi kerongkongan, radang selaput
lendir saluran pernafasan bagian atas


V.

VI.

VII.

VIII.

Obat-obatan untuk Nebulizer


Pulmicort: kombinasi anti radang dengan obat yang melonggarkan saluran napas
Bisolvon cair : mengencerkan dahak
Atroven : melonggarkan saluran napas
Berotex : melonggarkan saluran napas
Inflamid : untuk anti radang
Combiven : kombinasi untuk melonggarkan saluran napas
Meptin : melonggarkan saluran napas

Alat dan Bahan


Mesin nebulizer dengan perlengkapannya
Obat yang akan diberikan
Stetoscope
NaCl
Selang oksigen
Handscoon
Bengkok
Tissue

Diagnosa Keperawatan

Prosedur Tindakan
1. Lakukan persiapan A-H sesuai dengan indikasi tindakan*
2. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Menyiapkan lingkungan yang aman untuk klien
4. Memberi posisi yang nyaman pada klien, atur posisi fowler
5. Mengontrol flowmeter dan humidifier
6. Mencuci tangan
7. Memakai handscoon bersih
8. Memasukkan obat kewadahnya (bagian dari alat nebulizer)
9. Menghubungkan nebulizer dengan listrik
10. Menyalakan mesin nebulizer (tekan power on)dan mengecek out flow apakah timbul uap
atau embun
11. Menghubungkan alat ke mulut atau menutupi hidung dan mulut (posisi) yang tepat
12. Menganjurkan agar klien untuk melakukan nafas dalam, tahan sebentar, lalu ekspirasi
13. Setelah selesai, mengecek keadaan umum klien, tanda-tanda vital, dan melakukan
auskultasi paru secara berkala selama prosedur
14. Menganjurkan klien untuk melakukan nafas dalam dan batuk efektif untuk mengeluarkan
sekret


Dokumentasi
1. Mencatat tanggal dan waktu pelaksanaan tindakan
2. Mencatat hasil pengkajian sebelum, selama dan setelah tindakan prosedur
3. Mencatat hasil observasi klien selama dan setelah tindakan.
4. Mencatat sputum / sekret dan karakteristiknya (jumlah, konsistensi, dan warnanya)

IX.

Referensi :
Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI. Terapi Inhalasi. Upload: 1

Mei 2009.

http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/7001abad927d536232531639aaf2b15
6d9e1ea62.pdf . Diakses tanggal 22 September 2015.

Layman, ME. Nebuliser Therapy, dalam buku Emergency Nursing Procedures. Edisi
ke-2 oleh Jean A Proehl. USA: W.B. Saunders Company.