Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Sistem Kontrol

SISTEM KONTROL OTOMATIS PADA AC SPLIT

Disusun oleh :
Aji Shofiudin
53014130

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO S1 FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

KATA PENGANTAR

Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat anugerah-Nya-lah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada Bapak I Made yang mendukung penulis dalam
penyusunan makalah ini.
Makalah ini berisikan tentang Sensor Suhu yang digunakan pada sebuah alat.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua, khususnya
mahasiswa/mahasiswi Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Dalam kesempatan ini penulis juga ingin mengucapakan banyak
terima kasih kepada pihak kampus yang sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
menyusun makalah ini.

Semarang, 2 Januari 2015


Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .
. 2
Daftar isi
.. 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ... 5
1.2 Perumusan Masalah ...... 5
1.3 Metode Penelitian . 5
BAB II LANDASAN TEORI.... 5
BAB III PEMBAHASAN.. 8
BAB IV PENUTUP15
4.1 Kesimpulan ...15
DAFTAR PUSTAKA ....15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem kontrol atau kendali saat ini mulai bergeser pada otomatisasi sistem
kontrolyang

menuntut

penggunaan

komputer,

sehingga

campur

tangan

manusia

dalam pengontrolan sangat kecil.


Bila dibandingkandengan pengerjaan secara manual, sistem peralatan yang dikendali
oleh komputer akan memberikan keuntungan dalam halefisiensi, keamanan, dan ketelitian.
Kemampuan komputer, baik perangkat keras(hardware) maupun perangkat lunak ( softwar ),
dapat

dimanfaatkan

untuk

berbagaiaplikasi

pengendalian,

seperti

pengendalian

suhu.Pendingin ruangan atau AC (Air Conditioner ) memiliki banyak sekali variasi, fungsi,
dan bentuk, yang dalam hal ini disesuaikan pada bentuk dan kapasitas besarnyaruangan yang
akan

menggunakan

fasilitas

pendingin

ruangan

tersebut.

Salah

satunya

adalah pendingin ruangan atau AC yang menggunakan sistem otomatis, dalam hal ini sudah
menggunakan

remote

control

dalam

mengatur

suhu

atau

temperatur

ruangan

yangdikehendaki. Akan tetapi, pada kebanyakan pendingin ruangan atau AC, saklar on/off
dinyalakan secara manual melalui tombol pada remote. Sehingga temperatur standart yang
diinginkan berubah-ubah karena adanya keinginan tiap individu dan aktivitas individu yang
keluar masuk ruangan tersebut. Dengan alat pengontrol ini dapat menghidupkan dan
mematikan AC secara otomatis, sehingga dapat menghemat daya listrik yang dipakai pada
ruangan tersebut. Dengan kata lain nantinya dapat menghemat pengeluaran biaya beban yang
disebabkan konsumsi penggunaan AC yang tidak efisien tersebut.
Atas

dasar

dan

tersebutlah, penulis membuat sebuah sistem ON- OFF AC (Air Conditioner )

alasan
berbasis

mikrokontroler AT Mega16 pada ruang dengan monitoring via web sistem ini menggunakan
mikrokontroler AT Mega16 sebagai pengendali utama. Sebagai input, digunakan sensor
suhuLM35. LCD 16x2 (M1632) digunakan sebagai display untuk menampilkan hasil
pembacaan suhu ruang. Sebagai pembanding atas pem- bacaan suhu ruang dengan sensor
suhu LM35, digunakan termometer analog.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, saya merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambar rangkaiannya?
2. Bagaimana cara kerja Alat tersebut ?
3. Apa saja aplikasi dari alat tersebut?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah
Dasar Sistem Kontrol serta untuk memberi informasi tentang sistem control pada AC Split..

1.4 Metode Penulisan


Metode penulisan yang saya gunakan untuk menulis makalah ini adalah dengan studi
pustaka. Yaitu dengan membaca artikel dan makalah khususnya makalah dan artikel tentang
teknik kendali..

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Sistem Kontrol Otomatis
Sistem

Kontrol

adalah

seperangkat

komponen

yang

saling berhubungan

/dihubungkan sedemikian sehingga mampu memerintah, mengarahkan, atau mengatur dirinya


sendiri atau sistem/proses yang lain. Kontrol automatik atau yang dikenal dengan sistem
pengendalian otomatis(automatic control system) merupakan level ke 2 dalam hirarki sistem
otomasi. Dalam sistem otomasi kegiatan pengontrolan dan monitoring yang biasa dilakukan
manusia bisa digantikan perannya dengan menerapkan prinsip otomasi. Kegiatan kontrol
yang dilakukansecara berulang-ulang, kekurang presisi-an manusia dalam membaca data,
serta resikoyang mungkin timbul dari sistem yang dikontrol semakin menguatkan kedudukan
alat/mesin untuk melakukan pengontrolan secara otomatis.Pengendalian otomatis (automatic
control ) dan piranti-piranti pengontrol otomatisdalam perkembangannya merupakan suatu
disiplin ilmu sendiri yang disebut control engineering, control system engineering
.

Dengan

berkembangnya

teknologi

komputer

dan jaringan dimana konsep sistem otomasi dapat diwujudkan, ditambah dengan suatu
kecerdasan melalui program yang ditanamkan dalam sistem tersebut , maka akan semakin
5

meringankan

tugas-tugas

manusia.

Derajat

otomasi

yang

makin

tinggi

akan

mengurangi peranan dan meringankan tugas-tugas manusia dalam pengontrolan suatu proses.
Beberapa contoh sistem pengaturan proses-proses pada industri modern seperti:
1.
2.
3.
4.

Sebagai pengontrol tekanan


Sebagai pengontrol temperature.
Sebgai pengontrol kelembaban.
Sistem aliran dalam proses industri.

Mathematical tools /alat matematis yang digunakan antara lain:


-

Penyelesaian permasalahan dengan persamaan deferensial dan integral


Transformasi Laplace dan variable-variable kompleks.
Transformasi z untuk pengaturan diskrit
Dan berbagai tools dan konsep yang lebih advanced seperti fuzzy logic,
neuralnetwork control system dll.
Sistem pengendalian digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. Sistem Pengendalian Untai Terbuka (Open loop system ), adalah sustu
sistemyang tindakan pengendaliannya bebas dari keluarannya.
2. Sistem Pengendalian Untai Tertutup(Closed Loop System), adalah suatu
sistemyang tindakan pengendalianya tergantung pada keluarannya

2.1.1. Sistem Kendali Loop Terbuka


Sistem Kendali Loop Terbuka adalah suatu sistem kendali yang keluarannya
tidakakan berpengaruh terhadap aksi kendali. Sehingga keluaran sistem tidak dapat diukur
dantidak dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan masukan. Jadi
padasetiap masukan akan didapatkan suatu kondisi operasi yang tetap. Sedangkan
ketelitiannyaakan tergantung pada kalibrasi. Dalam prakteknya sistem kendali loop terbuka
dapatdigunakan jika hubungan output dan inputnya diketahui serta tidak adanya
gangguaninternal dan eksternal.Gambar 1.1 .Sistem Kendali Loop Terbuka

2.1.2. Sistem Kendali Loop Tertutup

Gambar 1.2 Sistem Kendali Loop TertutupSistem kendali loop tertutup adalah suatu
sistem yang keluarannya berpengaruhlangsung terhadap aksi kendali. Yang berupaya untuk
mempertahankan keluaran sehinggasama bahkan hampir sama dengan masukan acuan
walaupun terdapat gangguan padasistem.
Jadi sistem ini adalah sistem kendali berumpan balik, dimana kesalahan
penggerakadalah selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik (berupa sinyal
keluaran danturunannya) yang diteruskan ke pengendali / controller sehingga melakukan aksi
terhadap proses untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran mendekati harga y
ang diingankan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.2 Gambar Rangkaian


Sistem Kontrol Otomatis Pada AC Split

AC

atau

Air Conditioning

merupakan

mesin

pendingin

yang

sistem

kerjanya berdasarkan siklus refrigerasi kompresi uap. Dimana dalam siklus ini menggunakan
refrigerant sebagai fluida kerja untuk mendinginkan sebuah ruangan. Siklus refrigerasi
kompresi uap ini menggunakan empat komponen yang berperan penting dalam proses
kerjanya, diantaranya yaitu : kompressor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator. Prinsip
kerja siklus refrigerasi kompresi uap dapat dijelaskan dengan gambar berikutini:
Gambar Siklus Refrigerant

Gambar Gambaran skematis siklus refrigerasi termasuk perubahan tekanannya Udara


dari ruangan diserap evaporator untuk di alirkan menuju ke kompresor. Dikompresor
refrigeran yang berupa gas dikompresi untuk dinaikkan tekanannya sehinggagas yang
awalnya bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi dan temperaturyang tinggi.
Refrigerant gas yang bertekanan tinggi ini kemudian dialirkan menuju kekondensor untuk
didinginkan

dan

diubah

menjadi

cairan

yang

bertekanan

rendah.Refrigerant

kemudian memasuki katub ekspansi, dimana tekanan refrigerant turun drastiske tingkat yang
lebih

rendah

dan

temperatur

yang

10

lebih

rendah.

Refrigerant

yang

sudah berupa uap bertekanan rendah dan bertemperatur rendah ini kemudian memasukievapo
rator untuk didistribusikan keruangan yang dikondisikan.
Komponen-Komponen Sistem Kontrol Otomatis Pada AC Split
2.3.1. Sensor Suhu LM35
LM35 merupakan salah satu jenis integrated circuit temperature sensor atau ICsensor yang
berfungsi untuk mengubah besaran fisis berupa suhu menjadi besaran elektris tegangan.
LM35

memiliki

keakuratan

tinggi

dan

kemudahan

perancangan jika

dibandingkan dengan sensor suhu yang lain. Selain itu, sensor ini juga mempunyai
keluaran impedansi yang rendah dan linearitas yang tinggi sehingga dapat

dengan

mudah

dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan


lanjutan. LM35 memiliki koefisien sebesar 10 m Volt/C yang berarti bahwasetiap perubahan
suhu sebesar 1 C, akan terjadi perubahan tegangan sebesar 10 m Volt.

Gambar sensor suhu


IC LM35 ini tidak memerlukan pengkalibrasian atau penyetelan dari luar
karenaketelitiannya sampai lebih kurang seperempat derajat celcius pada temperatur
ruang.Jangkauan (range) sensor mulai dari -55oC sampai dengan 150oC. IC LM35 dapat
dialiriarus 60 mA dari supply sehingga panas yang ditimbulkan sendiri sangat rendah kurang
dari0 C di dalam suhu ruangan.
2.3.2. I n f r a r e d T r a n s c e i v e r
Infrared transceiver adalah sistem yang terdiri atas infrared transmitter dan receiver
transmitter.
Sinar

infrared

atau sinar infra merah merupakan sinar yang taknampak.

Sinar

inframerah merupakan sinar elektromagnetik dengan panjang gelombangantara 700 nm


sampai dengan 1 mm. Dengan panjang gelombang ini, sinar inframerah takakan nampak oleh
mata namun radiasi panas yang dipancarkan masih dapat dirasakan.
Komunikasi infra merah dilakukan dengan menggunakan dioda infra merah
sebagai pemancar dan modul penerima sebagai penerimanya. Sinyal yang dipancarkan oleh p
engirim (transmitter ) dan diterim aoleh penerima (receiver ), kemudian dikodekan
11

sebagaisebuah paket data biner. Proses modulasi dilakukan dengan mengubah kondisi logika
0 dan1 menjadi kondisi ada dan tidak ada sinyal carrier inframerah yang berkisar antara 30
KHzsempai dengan 40 KHz.
2.3.3. Relay
Relay adalah saklar elektronik yang didasarkan atas elektrik dan mekanik.
Kontrolelektrik diterapkan untuk mendapatkan gerakan mekanik. Sebagai elektrik
adalahkomponen yang dikendalikan oleh arus.
Pada dasarnya, relay terdiri dari lilitan kawat pada suatu inti besi lunak berubahdari
magnet yang menarik atau menolak suatu pegas sehingga kontak pun menutup ataumembuka.
Ada banyak tipe relay yang kontruksinya juga berbeda tergantung jeniskontaknya.
2.3.4. Mikrokontroler AVR ATMega16
ATMega16 berbasis pada arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computing
), dimana satu instruksi dapat dieksekusi dalam satu clock, dan dapat mencapai 1 MIPS
(Million Instruction Per Second ) per MHz. Mikrokontroler ATMega16 memiliki keistimewaan dibanding jenis mikrokontroler AT89C51, AT89C52, AT80S51, dan AT89S52yaitu
pada mikrokontroler ATMega16 memiliki port input ADC 8 channel 10 bit.Mikrokontroler
ATMega16 memiliki 40 pin kaki dengan konfigurasi sebagai berikut.

Gambar konfigurasi pin mikrokontroler ATM16Mega


Fitur yang tersedia dalam mikrokontrolerATMega16, yaitu :
1. Frekuensi clock maksimum 16 MHz.
2. Jalur I/O 32 buah, yang terbagi dalam port A, port B, port C, dan port D.
12

3. Analogto Digital Converter (ADC) 10bit sebanyak 8 input.


4. Timer /counter sebanyak 3 buah.
5. CPU 8 bit yang terdiri dari 32 register
6. Watch dog timer dengan osilat orinternal.
7. SRAM internal sebesar 1 Kbyte.
8. Memori flash sebesar 8 Kbyte dengan kemampuan read while write.
9. Interrupt internal maupun eksternal.
10. Port komunikasi SPI (Serial Pheripheral Interface).
11. EEPROM (Electrically Erasable Program- mable Read Only Memory) sebesar 512
byte yang dapat deprogram saat operasi.
12. Analog komparator.
13. Komunikasi serial standar USART dengan kecepaatan maksimal 2,5 Mbp.
2.3.5. LCD (L i q u i d C r y s t a l D i s p l a y ) M1632
LCD M1632 merupakan modul LCD dengan tampilan 16x2 baris yang terdiri dari dua
bagian.

Bagian

pertama

merupakan

panel

LCD

sebagai

media

penampil

informasi berbentuk huruf maupun angka.


LCD ini dapat menampung dua baris, dimana masing-masing baris dapat menampung
16 karakter. Bagian kedua merupakan sistem yang dibentuk dengan mikrokontroler, yang
ditempelkan di balik panel LCD.

Bagian ini berfungsi mengatur tampilan informasi serta berfungsi mengatur


komunikasi LCD M1632 dengan mikrokontroler.Konfigurasi pin LCD M1632 dapat dilihat
pada gambar 2.1.
Berikut adalah karakteristik dari LCD M1632 (16x2):
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tampilan 16 karakter 2 baris.


ROM pembangkit karakter 192 jenis.
RAM pembangkit karakter 8 jenis (di- program pemakai).
RAM data tampilan 80 x 8 bit (8 karakter).
Duty ratio 1/16.
RAM data tampilan dan RAM pembangkit karakter dapat dibaca dari unit

mikro- prosesor.
7. Beberapa fungsi perintah antara lain adalah penghapusan tampilan (
display

clear ), posisi krusor awal (crusor

home),

tampilan

karakter

kedip

(display

characterblink ), penggeseran krusor (crusor shift ) dan penggeseran tampilan (display shift ).
13

8. Rangkaian pembangkit detak (clock ).


9. Rangkaian otomatis reset saat daya dinyalakan.
10. Catu daya tunggal +5 volt.
3.3 Cara Kerja Alat:
Prinsip dan Proses Kerja Sistem Kontrol Otomatis Pada AC Split
Sebelum aktif atau mendapat input an, rangkaian berada dalam kondisi standby.
Sensor suhu tetap bekerja meski tanpa input berupa password . Hal ini karena sensor
suhu LM35 hanya perlu inputan berupa power supply untuk dapat bekerja.
Sistem otomatisasi AC dikendalikan melalui remote control. Otomatisasi AC
hanya befungsi untuk menghidupkandan mematikan AC saja (mengendalikan tombol ON/OF
F pada remote AC). Sistem ON-OF AC (Air Conditioner ) ini menggunakan range suhu
antara 20 C sampai dengan 28C. Ketika suhu ruang terdeteksi oleh sensor suhu lebih

dari

28C, maka mikrokontroler akan memberikan instruksi kepada remote control untuk mengaktifkan AC. Sebaliknya, ketika suhu ruang kurang dari 20 C, maka mikrokontrolerakan
memberikan instruksi kepada remote control untuk menonaktifkan AC.
Hasil pembacaan suhu ruang oleh sensor suhu kemudian ditampilkan di LCD
16x2(M1632) dan web. Oleh karena itu, melalui
web, suhu dapat dimonitoring secara online. Selain menampilkan suhu ruang pada saat itu,
AC juga dapat dikendalikan melalui web (ON/OFF melalui web)
3.4 aplikasi alat ini :
Pada kebanyakan pendingin ruangan atau AC, saklar on/off dinyalakan secara manual
melalui tombol pada remote
Sehingga temperatur standart yang diinginkan berubah-ubah karena adanya keinginan
tiap individu dan aktivitas individu yang keluar masuk ruangan tersebut. Dengan alat
pengontrol ini dapat menghidupkan dan mematikan AC secara otomatis, sehingga dapat
menghemat daya listrik yang dipakai pada ruangan tersebut.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
14

1.

Sensor PIR325 yang dilengkapi dengan fresnel lens dan pelindung


mempunyai jangkauanmaksimal pendeteksian perubahan panas dalam hal ini yang

berasaldari radiasi panas tubuh manusia sejauh 10 meter.


2. Penyensoran dengan cara pemindaian (scanning)

dapat

mendeteksi

keberadaanorang di dalam ruangan walaupun orang tersebut tidak bergerak,


karena sensoryang bergerak akan menangkap panas tubuh manusia melalui 2
elemen sensordari PIR325 yang melewatinya.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.academia.edu/8426612/TEKNIK_KONTROL_OTOMATIS
2. http://www.bagusprehan.com/2013/12/sensor-suhu-lm35.html
3. http://www.bagusprehan.com/2013/12/konfigurasi-pin-lcd-16x2.html
4. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=30388&val=2190

15