Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM GENETIKA

BERANGKAI DAN PINDAH SILANG

Di susun oleh :
Fariha Suci Rahmasari
Annisa Rizqi Yasmine

(13304241005)
(13304241009)

Mia Noor Shafira Pridiasari

(13304241015)

Ihsan Adi Pratama

(13304241024)

Setiarti Dwi Rahayu

(13304241031)

Henky Becheta Anggraeni

(13304241078)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVESITAS NEGERI YOGYAKARTA
April, 2015

HASIL DAN PEMBAHASAN


Praktikum yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 7 April 2015 berjudul
Berangkai dan Pindah Silang. Praktikum ini dilakukan guna mengetahui terjadinya pindah
silang secara imitasi. Pindah silang merupakan proses pertukaran segmen dari kromatidkromatid dari sepasang kromatid kromosom homolog atau bisa juga merupakan gen-gen yang
menampakkan tautan karena gen-gen terletak sangat dekat satu sama lain pada kromosom
yang sama. Rekombinasi dapat terjadi apabila bagian-bagian kromosom saling bertukar.
Sedangkan berangkai adalah proses dimana dalam satu kromosom terdapat lebih dari sebuah
gen, yang peristiwa itu disebut berangkai dan gen-gennya sendiri disebut gen terangkai
(Suryo, 2008).
Pada praktikum ini digunakan bahan lilin lembek yang berbeda warnanya sebagai
objek. Lilin tersebut dibentuk menyerupai benang-benang (strand) kromatid. Kemudian
dilakukan pindah silang dengan konfigurasi terjadinya pindah silang adalah (2-3), (2-3; 2-3),
(1-3; 2-4), (2-3; 2-4), (2-3; 1-4), dan (1-3; 2-4; 2-3). Berikut hasil praktikum yang telah
dilakukan:

Pindah silang yang dipraktekkan adalah pindah silang tunggal dan pindah silang
ganda. Pindah silang tunggal adalah pindah silang yang terjadi pada satu tempat karena
adanya pertukaran segmen 2 strand kromatid yang bukan saudara, membentuk 1 kiasma.
Pindah silang tunggal ini menghasilkan 2 genotip tipe parental dan 2 genotip tipe rekombinan
sehingga nilai pindah silang yang didapatkan adalah 50% (Yatim. 1996). Dalam praktikum
ini, konfigurasi yang termasuk pindah silang tunggal adalah (2-3). Pada konfigurasi tersebut,

karena hanya kromosom kedua dan ketiga saja yang mengalami pindah silang maka NPS
yang dihasilkan adalah 50 %..
Pindah silang ganda adalah pindah silang yang terjadi pada dua tempat. Peristiwa
pindah silang ganda terjadi dengan adanya pertukaran segmen antara 2 kromatid atau lebih
dan membentuk lebih dari 1 kiasma. Pindah silang ganda ini menghasilkan 2 genotip tipe
rekombinan, 3 genotip tipe rekombinan, atau 4 genotip tipe rekombinan sehingga nilai pindah
silang yang didapatkan bisa sebesar 50%, 75% atau 100% (Yatim. 1996). Pada praktikum ini,
konfigurasi yang termasuk pindah silang ganda adalah (2-3; 2-3), (1-3; 2-4), (2-3; 2-4), (2-3;
1-4), dan (1-3; 2-4; 2-3).
Untuk konfigurasi pindah silang ganda (2-3; 2-3), karena hanya terjadi peristiwa
pindah silang pada kromosom kedua dan ketiga maka NPS yang dihasilkan adalah sebesar 50
% dengan 2 kemungkinan. Kemungkinan-kemungkinan tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk konfigurasi pindah silang ganda (1-3; 2-4), pindah silang yang terjadi
adalah pada kromosom pertama, kedua, ketiga, dan keempat sehingga NPS yang dihasilkan
sebesar 100 % dengan 1 kemungkinan yaitu:

Pada konfigurasi pindah silang ganda (2-3; 2-4), pindah silang yang terjadi
adalah pada kromosom kedua, ketiga dan keempat sehingga NPS yang dihasilkan sebesar
75% dengan 2 kemungkinan yaitu:

Pada pindah silang ganda (2-3; 1-4) terjadi peristiwa pindah silang di keempat
kromosomnya, sehingga NPS nya =100% dengan 1 kemungkinan:

Sama halnya dengan pindah silang ganda (2-3; 1-4), pindah silang (1-3; 2-4; 2-3)
juga terjadi pada keempat kromosomnya sehingga NPS yang dihasilkan adalah 100% dengan
3 kemungkinan:

Pindah silang terjadi karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi


diantaranya adalah faktor temperatur atau suhu (kemungkinan pindah silang akan semakin

tinggi terjadi pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi dari 22 oC), umur organisme (semakin
tua, semakin sedikit kemungkinan terjadi pindah silang), zat kimia, jarak antara gen-gen yang
terangkai, dan jenis kelamin. Salah satu manfaat dari pindah silang yaitu dapat diperoleh
variasi-variasi fenotip dari spesies yang sama. Meski dari induk dengan spesies yang sama,
karena adanya peristiwa pindah silang, seorang anak tidak akan mempunyai karakter yang
sama persis dengan induknya, baik sebagian atau seluruhnya (Suryo. 2008).
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum pindah silang yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa:
Pindah silang dapat menimbulkan berbagai variasi susunan gen dan genotip.
Terdapat 2 macam pindah silang yaitu pindah silang tunggal dan pindah silang ganda.
Pada peristiwa pindah silang tunggal dihasilkan tipe rekombinasi yang terjadi akibat
pindah silang sebesar 50% karena hanya melibatkan dua kromosom yang mengalami
pindah silang. Pada peristiwa pindah silang ganda dihasilkan tipe rekombinasi yang terjadi
akibat pindah silang sebesar 50%, 75% hingga 100% karena tidak hanya dua kromosom
yang mengalami pindah silang, tetapi sampai tiga atau emapat kromosom mengalami
pindah silang. Semakin banyak kromosom yang terlibat pindah silang, semakin besar tipe
rekombinasi yang terbentuk akibat pindah silang.
DAFTAR PUSTAKA
Suryo. 2008. Genetika Manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press:
Wildan, Yatim. 1996. Genetika. Bandung : Penerbit Tarsito.
DISKUSI
Pertanyaan
1. Apa yang disebut pindah silang ?
2. Kapan peristiwa pindah silang terjadi ?
3. Apakah pindah silang selalu menghasilkan tipe rekombinan ?
4. Kapan pindah silang itu akan menghasilkan gamet yang semuanya tipe parental
dan kapan semuanya tipe rekombinasi ?
Jawaban
1. Peristiwa pindah silang adalah perubahan letak yang terjadi karena adanya
penukaran segmen dari kromatid pada sepasang kromosom homolog yang terjadi
pada gen-gen yang terangkai yang letaknya jauh dari sentromer pada suatu
kromosom

2. Peristiwa pindah silang umumnya terjadi pada setiap peristiwa gametogenesis pada
kebanyakan makhluk hidup, separti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
Pindah silang terjadi ketika meiosis I (akhir profase I atau permulaan metafase I),
yaitu pada saat kromosom telah mengganda menjadi 2 kromatid. Pada waktu
kromosom-kromosom hendak memisah (yaitu pada anafase I), kromatid-kromatid
yang bersilang itu melekat dan putus di bagian kiasma, kemudian tiap potongan itu
melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. Gen-gen yang terletak pada
bagian yang mengalami perpindahan itu akan berpindah pula tempatnya ke
kromatid sebelah.
3. Tidak selalu, karena apabila pindah silang ganda (double crossing over)
berlangsung di antara 2 buah gen yang terangkai, maka terjadinya pindah silang
ganda ini tidak akan nampak dalam fenotip, sebab gamet-gamet yang dibentuk
hanya dari tipe parental saja
4. Pindah silang akan menghasilkan gamet yang semuanya tipe parental jika pindah
silang ganda (double crossing over) berlangsung di antara 2 buah gen yang
terangkai, maka terjadinya pindah silang ganda ini tidak akan nampak dalam
fenotip, sebab gamet-gamet yang dibentuk hanya dari tipe parental saja.
Sedangkan, periwais pindah silang yang akan menghasilkan gamet yang semuanya
tipe rekombinasi akan terjadi jika terjadi proses pertukaran segmen dari kromatidkromatid bukan kakak beradik (nonsister chromatids) dari sepasang kromosom
homolog. Dengan syarat semua kromatid ikut terlibat.