Anda di halaman 1dari 26

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

PENGAMATAN KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE


BODY DI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA,
KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA
TENGGARA BARAT

Disusun Oleh :

BINSAR L. SIHOMBING

DBD 111 0121

LAMHOT MANALU

DBD 111 0132

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2015

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan anugerahNya sehingga proposal kerja praktik dengan judul
Pengamatan Kegiatan Peledakan pada Ore Body di PT. Newmont Nusa
Tenggara, Kab. Sumbawa Barat, Prov. Nusa Tenggara Barat dapat
diselesaikan dengan baik dan lancar.
Pada penyusunan laporan kerja praktik nantinya, penyusun melakukan
pengamatan pada rancangan geometri peledakan dan hasil yang dicapai setelah
melakukan kegiatan peledakan.
Penyusun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para dosen selaku
pembimbing kerja praktik yang akan kami laksanakan.
Penyusun berharap proposal kerja praktik ini dapat bermanfaat baik bagi
pembaca pada umumnya dan penyusun khususnya. Dengan penjelasan yang
dipaparkan oleh penyusun, diharapkan pembaca dapat mengetahui kegiatan
peledakan pada PT. Newmont Nusa Tenggara.

Palangka Raya, Januari 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Kerja Praktek (KP) merupakan program pendidikan yang menghubungkan
antara pihak Perusahaan atau Industri dengan sebuah Perguruan Tinggi dimana
dituntut untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama dibangku
kuliah dengan keadaan lapangan yang sebenarnya. Penerapan ilmu yang diperoleh
dibangku kuliah tersebut sering mengalami kendala dikarenakan terbatasnya ilmu
yang diperoleh di Perguruan Tinggi yang bersangkutan, baik terbatas sarana dan
prasarana sebagai penunjang kuliah yang disediakan oleh pihak Perguruan Tinggi
maupun kemampuan dari Mahasiswa itu sendiri. Keterbatasan inilah yang
diantisipasi dengan diharuskannya seorang Mahasiswa pada akhir studinya
melaksanakan Kerja Praktek (KP). Adapun pelaksanaan Kerja Praktek (KP)
tersebut dilakukan pada perusahaan yang bergerak pada bidang usaha sesuai atau
relevan dengan bidang ilmu yang dipelajari, dalam hal ini bidang Pertambangan
(sesuai bidang ilmu dan jurusan yang dipraktekkan).
Perusahaan yang ditunjuk untuk kegiatan praktek tersebut adalah
perusahaan yang diharapkan mampu membina dan mengarahkan serta bersedia
memberikan pengalaman ilmu teori dan praktek secara langsung dilapangan
kepada Mahasiswa yang melaksanakan praktek. Hal ini penting diperhatikan,
karena melalui praktek lapangan diharapkan sumber daya manusia meningkat
hingga mendapatkan pengalaman kerja yang dapat berguna nantinya pada masa
mendatang serta dapat memberikan masukan kepada pihak perusahaan terhadap
segala analisa yang akan dilakukan.
1.1. LATAR BELAKANG
Dalam dunia pertambangan, Indonesia memang dikenal sebagai
negara yang kaya dengan kandungan mineral yang siap ditambang kapan saja.
Indonesia menempati posisi produsen terbesar kedua untuk komoditas timah,
posisi terbesar keempat untuk komoditas tembaga, posisi kelima untuk
komoditas nikel, posisi terbesar ketujuh untuk komoditas emas, dan posisi
kedelapan untuk komoditas batubara.

Berbagai macam bahan tambang tersebar di Indonesia dari sabang


sampai

merauke

banyak

kita

temukan

tambang-tambang

yang

mengeksploitasi sumberdaya alam Indonesia, salah satunya adalah tambang


bijih tembaga.
Tembaga adalah unsur kimia dengan nomor atom 29 dan nomor massa
63,54, merupakan unsur logam, dengan warna kemerahan. Unsur ini
mempunyai titik lebur 1.803 Celcius dan titik didih 2.595 C. dikenal sejak
zaman prasejarah. Tembaga sangat langka dan jarang sekali diperoleh dalam
bentuk murni. Mudah didapat dari berbagai senyawa dan mineral.
Penggunaan tembaga yaitu dalam bentuk logam merupakan paduan penting
dalam bentuk kuningan, perunggu serta campuran emas dan perak. Banyak
digunakan dalam pembuatan pelat, alat-alat listrik, pipa, kawat, pematrian,
uang logam, alat-alat dapur, dan industry. Senyawa tembaga juga digunakan
dalam kimia analitik dan penjernihan air, sebagai unsur dalam insektida, cat,
obat-obatan dan pigmen. Kegunaan biologis untuk runutan dalam organism
hidup dan merupakan unsur penting dalam darah binatang berkulit keras.
Indonesia mempunyai cadangan bijih tembaga (Cu) yang sangat besar,
sebagian besar dalam cadangan porphyry dengan kadar Cu dalam bijih
beragam antara 0,1-2%. disamping Cu, biasanya bijih berasosisasi dengan
logam lain seperti emas (Au), Perak (Ag) dan logam jarang seperti Palladium
(Pd), Selenium (Se) dan lain-lain. Beberapa jenis bijih Cu yang ada adalah
Bornite (Cu5FeS4), Calcopyrite (CuFeS2), Covellite (CuS) dengan beberapa
pengotor seperti Pyrite (FeS2), Magnetite (Fe3O4), Hematite (Fe2O3),
ataupun Quartz (SiO2).
Salah satu kegiatan penambangan bijih tembaga adalah dengan cara
pemboran dan peledakan. Dalam pekerjaannya, peledakan merupakan metode
yang dominan dalam penggalian bijih tembaga. Masalah yang sering timbul
pada penambangan adalah tidak diperolehnya geometris atau perhitungan
yang tepat dalam kegiatan peledakan tersebut. Hal ini menyebabkan kegiatan
pembongkaran dengan peledakan tidak ekonomis lagi. Dan biasanya masalah
ini terjadi karena cara pembongkaran yang tidak sesuai dengan pola

pemboran dan peledakan yang dianjurkan, yang dalam hal ini dapat juga
karena faktor pengisian bahan peledak.
Dengan perencanaan yang baik yang mencakup pemilihan alat bor
yang tepat, penentuan geometri peledakan, pola pemboran, pola peledakan
dan pemilihan bahan peledak serta pelaksanaan di lapangan yang sesuai
dengan prosedur

dan

pengawasan yang bertanggung jawab akan sangat

menentukan keberhasilan proses pembongkaran sehingga akan diperoleh


ukuran boulder yang dibutuhkan.
Pada kesempatan ini, penyusun mengajukan judul PENGAMATAN
KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE BODY DI PT. NEWMONT NUSA
TENGGARA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA
TENGGARA BARAT.
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun

maksud

pembuatan

proposal

kerja

praktik

dengan

judul

PENGAMATAN KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE BODY DI PT.


NEWMONT NUSA TENGGARA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT,
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT.antara lain :
1. Melakukan pengamatan terhadap pelaralatan dan perlengkapan pada
kegiatan peledakan yang digunakan di PT. NEWMONT NUSA
TENGGARA
2. Melakukan pengamatan terhadap pola pengeboran yang digunakan di PT.
NEWMONT NUSA TENGGARA.
3. Melakukan pengamatan terhadap geometri yang digunakan di PT.
NEWMONT NUSA TENGGARA
4. Melakukan pengamatan terhadap fragmentasi batuan hasil peledakan.
Sedangkan

tujuan

daripada

pembuatan

proposal

dengan

judul

PENGAMATAN KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE BODY DI PT.


NEWMONT NUSA TENGGARA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT,
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT adalah :

1. Untuk mengetahui peralatan dan perlengkapan pada kegiatan peledakan


peledakan yang digunakan di PT. NEWMONT NUSA TENGGARA.
2. Untuk mengetahui pola pengeboran yang digunakan di PT. NEWMONT
NUSA TENGGARA.
3. Untuk

mengetahui

geometri

peledakan

yang

digunakan

di

PT.

NEWMONT NUSA TENGGARA.


4. Untuk mengetahui ukuran fragmentasi batuan hasil peledakan.
1.3. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang akan dikaji dalam pengamatan dan
penyusunan laporan kerja praktik dengan judul

PENGAMATAN

KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE BODY DI PT. NEWMONT NUSA


TENGGARA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA
TENGGARA BARAT. nantinya sebagai berikut :
1. Peralatan dan perlengkapan apa yang digunakan pada kegiatan
peledakan yang digunakan di PT. NEWMONT NUSA TENGGARA ?
2. Pola pengeboran seperti apa yang digunakan pada kegiatan peledakan
di PT. NEWMONT NUSA TENGGARA ?
3. Rancangan geometri peledakan apa yang diterapkan di PT. NEWMONT
NUSA TENGGARA ?
4. Bagaimana ukuran fragmentasi batuan yang dihasilkan di PT.
NEWMONT NUSA TENGGARA ?
1.4. MANFAAT
Manfaat yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah :
a. Manfaat Bagi Perguruan Tinggi

Sebagai tambahan referensi khususnya mengenai rancangan


geometri peledakan yang diterapkan di perusahaan pertambangan

di Indonesia.
Membina kerja sama yang baik antara lingkungan akademis dengan

lingkungan kerja.
b. Manfaat Bagi Perusahaan
Hasil analisa dan penelitian yang dilakukan selama kerja praktek
dapat menjadi bahan masukan bagi pihak perusahaan untuk
menentukan kebijaksanaan perusahaan di masa yang akan datang
khususnya di bidang peledakan.
c. Manfaat Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dan datadata yang diperoleh selama Praktek Kerja Lapangan ke dalam

sebuah Laporan Kerja Praktek.


Mahasiswa dapat mengembangkan

dan

mengaplikasikan

pengalaman di kerja lapangan untuk dijadikan sebagai bahan

pertimbangan Tugas Akhir.


Mahasiswa dapat mengenalkan dan membiasakan diri terhadap
suasana kerja sebenarnya sehingga dapat membangun etos kerja
yang baik, serta sebagai upaya untuk memperluas cakrawala

wawasan kerja.
Mahasiswa mendapat gambaran tentang kondisi real dunia kerja
dan memiliki pengalaman terlibat langsung dalam aktivitas industri

1.5. BATASAN MASALAH


Untuk batasan masalah dalam pengamatan dan penyusunan kerja
praktik dengan judul PENGAMATAN KEGIATAN PELEDAKAN PADA
ORE BODY DI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA, KABUPATEN
SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT, antara
lain :
1. Penyusun mengamati peralatan dan perlengkapan pada kegiatan
peledakan PT. NEWMONT NUSA TENGGARA.

2. Penyusun mengamati pola pengeboran PT. NEWMONT NUSA


TENGGARA.
3. Penyusun mengamati geometri peledakan PT. NEWMONT NUSA
TENGGARA.
4. Penyusun mengamati ukuran fragmentasi batuan hasil peleddakan PT.
NEWMONT NUSA TENGGARA.

1.6. METODE PENGAMBILAN DATA


Metode pengambilan data yang akan digunakan sebagai referensi
penyusunan laporan kerja praktik dengan judul PENGAMATAN
KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE BODY DI PT. NEWMONT
NUSA TENGGARA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI
NUSA TENGGARA BARAT, anatara lain :
1. Observasi (Pengamatan)
Metode ini dilakukan dengan pengamatan langsung proses
perancangan geometri peledakan di PT. NEWMONT NUSA
TENGGARA.
2. Metode Interview (Wawancara)
Metode ini dilakukan dengan interview (wawancara) dengan pihak
terkait di PT. NEWMONT NUSA TENGGARA.
3. Metode Pustaka
Metode ini dilakukan dengan studi literatur yang menyangkut PT.
NEWMONT NUSA TENGGARA maupun yang berkenaan dengan
topik yang dibahas yaitu tentang study teknis peledakan.

1.7. JADWAL PELAKSAAN KERJA PRAKTEK


Setelah disesuaikan dengan jadwal akademik, maka jadwal kegiatan
kerja praktek yang kami usulkan adalah dua bulan. Terhitung dari tanggal
1 februari 2015 sampai dengan 31 maret 2015. Susunan langkah kerja
yang diusulkan:

Jadwal pelaksanaan
No

Kegiatan

Minggu
1

Administrasi

dan

orientasi

lapangan

Pengumpulan referensi dan data

Pengolahan data

Konsultasi dan bimbingan

Penyusunan dan
pengumpulan draft laporan
Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek

BAB II
DASAR TEORI
2.1. Lubang Tembak
1. Diameter Lubang Tembak
Diameter lubang tembak yang biasanya dipilih disesuaikan dengan sifatsifat fisik batuan yang akan diledakkan. Apabila batuan yang akan diledakkan
sukar pecah maka penggunaan diameter lubang tembak yang kecil akan dapat
menghasilkan energi peledakan yang lebih baik.
2. Kemiringan Lubang Tembak

Daerah bongkar besar

Lantai Atas

Daerah backbreak

450

Stemming
Gel.Tekan diteruskan
Gel.Tekan dipantulkan

450

Lantai Bawah

Lubang tembak tegak


Daerah bongkar besar
Daerah backbreak

Lantai Atas

Stemming
Gel.Tekan diteruskan

450

Gel.Tekan dipantulkan

450

Lantai Bawah

Lubang tembak miring

Pemborandengan lubang tembak tegak dan lubang tembak miring

Berdasarkan besaran sudut maka kemiringan lubang tembak di bagi menjadi:


a. Lubang Tembak Vertikal
Suatu jenjang dengan arah lubang tembak vertikal

diledakkan, maka

bagian lantai jenjang akan menerima gelombang tekan terbesar. Gelombang tekan
tersebut sebagian akan dipantulkan pada bidang bebas dan sebagian lagi
diteruskan pada bagian bawah lantai jenjang (lihat gambar dibawah).
b. Lubang Tembak Miring
Pada lubang tembak miring, bidang bebas akan menerima
gelombang tekan untuk dipantulkan lebih besar dan gelombang tekan
yang diteruskan pada bagian bawah lantai jenjang lebih kecil (lihat
gambar dibawah). Dengan demikian sebagian besar gelombang tekan
yang dihasilkan oleh bahan peledak digunakan untuk membongkar
batuan.

2.2.

Pola Pemboran
Pola pemboran merupakan suatu pola pada kegiatan pemboran dengan

menempatkan lubang lubang tembak secara sistematis. Berdasarkan letak letak


lubang bor maka pola pemboran pada umumnya dibedakan menjadi dua macam,
yaitu

Pola pemboran sejajar (paralel pattern)

Pola pemboran selang-seling (staggered pattern)


Pola pemboran sejajar adalah pola dengan penempatan lubang-lubang

tembak yang saling sejajar pada setiap kolomnya. Sedangkan pola pemboran
selang-seling, adalah pola dengan penempatan lubang-lubang tembak secara
selang seling pada setiap kolomnya.
Dalam penerapannya di lapangan, pola pemboran sejajar merupakan pola
yang lebih mudah dalam melakukan pemboran dan untuk pengaturan lebih lanjut.
Tetapi perolehan fragmentasi batuannya kurang seragam, sedangkan pola
pemboran selang seling lebih sulit penanganannya di lapangan namun
fragmentasi batuannya lebih baik dan seragam.

Menurut hasil penelitian di lapangan pada jenis batuan kompak,


menunjukan bahwa hasil produktivitas dan fragmentasi peledakan dengan
menggunakan pola pemboran selang-seling lebih baik dari pada pola pemboran
sejajar, hal ini disebabkan energi yang dihasilkan pada pemboran selang-seling
lebih optimal dalam mendistribusikan energi peledakan yang bekerja dalam
batuan.
B

S
Pola
pemboran

sejajar (paralel).

S= Spasi
B =BBurden
Free Face
S
Pola
pemboran

selang-seling (staggered).

S= Spasi
B = Burden
B
Free Face
Pola pemboran

2.3.

Pola Peledakkan
Pola peledakan merupakan urutan waktu peledakan antara lubang lubang

bor dalam satu baris dengan lubang bor pada baris berikutnya ataupun antara
lubang bor yang satu dengan lubang bor yang lainnya. Pola peledakan ini
ditentukan berdasarkan urutan waktu peledakan serta arah runtuhan material yang
diharapkan.
Berdasarkan arah runtuhan batuan, pola peledakan diklasifikasikan sebagai
berikut
a. Box Cut, yaitu pola peledakan yang arah runtuhan batuannya ke depan dan
membentuk kotak
b. Corner cut (echelon cut) , yaitu pola peledakan yang arah runtuhan
batuannya ke salah satu sudut dari bidang bebasnya.

c. V cut, yaitu pola peledakan yang arah runtuhan batuannya kedepan dan
membentuk huruf V.
Berdasarkan urutan waktu peledakan, maka pola peledakan diklasifikasikan
sebagai berikut :
a. Pola peledakan serentak, yaitu suatu pola yang menerapkan peledakan
secara serentak untuk semua lubang tembak.
b. Pola peledakan beruntun, yaitu suatu pola yang menerapkan peledakan
dengan waktu tunda antara baris yang satu dengan baris lainnya.

Bidang Bebas
2

BOX CUT
1

Bidang Bebas

Keterangan :
1, 2, = Nomor
urutan peledakan

Setiap lubang tembak yang akan diledakkan harus memiliki ruang yang cukup
kearah bidang bebas terdekat agar energi terkonsentrasi secara maksimal sehingga
lubang tembak akan terdesak, mengembang, dan pecah.
Secara teoritis, dengan adanya tiga bidang bebas (free face) maka kuat
tarik batuan akan berkurang sehingga meningkatkan energi ledakan untuk
pemecahan batuan dengan syarat lokasi dua bidang bebasnya memiliki jarak yang
sama terhadap lubang tembak.
2.4.

Perhitungan Peledakan

1. Kecepatan Pemboran
- Cycle Time
Ct = Pt + Bt + St + Ft + Dt
Dimana :
Ct = Cycle time
Pt = Waktu untuk mengambil posisi (positioning time)
Bt = Waktu untuk membor (boring time)
St = Waktu untuk menambah, mengganti batang bor
Ft = Waktu untuk mencabut rod dan membersihkan lubang
Dt = Waktu untuk mengatasi hambatan-hambatan (delay time)
H
- Kecepatan pemboran Vt= Ct
Dimana : Vt = Kecepatan pemboran
H = Kedalaman lubang tembak
Ct = Cycle time
- Kecepatan pemboran rata-rata (GDR)
Vt = Vt1 + Vt2 + . . . + Vtn
n
Dimana : n = Jumlah pengamatan

AxL
2. Volume Setara Veq= n x H
Dimana : A = luas daerah yang akan diledakkan
L = tinggi jenjang
n

= jumlah lubang tembak

H = kedalaman lubang tembak


3.Produksi Alat Bor
P = Vt x Veq x E
Dimana : P

= produksi alat bor


Vt

= kecepatan pemboran

Veq = volume setara


E

= effesiensi kerja alat bor

4. Geometri Peledakkan
- Konya Teori
B = 3,15 De ( SGe/SGr )1/3
Dimana :

= Burden

SGe = SG bahan peledak


SGr = SG batuan
De = Diameter lubang tembak
- R.L. Ash Teori
AF1

AF2

[ ]

Ep

Ep st

SGbatuanstandart
SGbatuanlempung

Dimana :
Ep

= energi potensial bahan peledak

Epst = energi potensial peledak standart


de

= densitas batuan yang diledakkan

dest

= densitas batuan standart

KB terkoreksi = KB standart x AF1 x AF2


B =

KB terkoreksi x De
12

Hubungan antar variabel R.L Ash :


- Burden RatioKb =

[ ]
12 B
De

- Hole Depth Ratio


H = Kh x B

Kh = 1,5 - 4,0

- Sub Drilling Ratio


J = Kj x B

Kj = 0,2 - 0,4

- Stemming Ratio
T = Kt x B

Kt = 0,7 - 1,0

- Spacing Ratio
S = Ks x B

Ks = 1,1 - 1,8

5. Metode Peledakkan
Sampai saat ini dikenal ada empat jenis metode peledakkan, yaitu :
-

Metode sumbu api

Metode sumbu ledak

Metode Listrik

Metode Non Electric (nonel)


Sedangkan kebutuhan mengenai peralatan dan perlengkapan tergantung dari
metode yang akan digunakan.
6. Kapasitas Produksi
7. Jumlah batuan yang diledakkan

W = A x L x dr
Dimana : W = berat batuan
A = luas daerah yang akan diledakkan
L = tinggi jenjang
dr

= densitas batuan

8. Penentuan Tingkat Fragmentasi Batuan Hasil Peledakan


Penentuan tingkat fragmentasi batuan hasil peledakan dengan cara
membandingkan antara volume nyata batuan hasil peledakan dengan volume
batuan yang tidak memerlukan pemecahan ulang.
Fragmentasi batuan yang memerlukan pemecahan ulang dinyatakan sebagai
bongkah (boulder) dari hasil peledakan, sehingga diperlukan upaya pemecahan
ulang agar batuan tersebut bisa digunakan.
Dalam menentukan tingkat fragmentasi batuan hasil peledakan ada beberapa
metode yang bisa digunakan, seperti :

Metode photography

Metode photogrametry

Metode photography berkecepatan tinggi

Analisa produtivitas alat muat

Analisa volume material pada pemecahan ulang

Analisa visual komputer

Analisa kenampakan kualitatif

Analisa produktivitas alat peremuk


9. Bahan peledak yang diperlukan
E = de x Pc x N
Dimana :

= jumlah bahan peledak yang diperlukan

de = densitas bahan peledak


Pe = tinggi kolom isian bahan peledak
N = jumlah lubang tembak

10. Powder Factor (Pf)


Pf =
Dimana : Pf

[ ]
W
E

= Powder Factor
W = berat batuan
E = jumlah bahan peledak yang diperlukan

11. Blasting Ratio (Br)


Br =

Dimana :

E
V

Br = Blasting Ratio
E = Jumlah Bahan Peledak yang digunakan
V = Volume batuan yang diledakkan

BAB IV
PENUTUP
Dengan adanya proposal Kerja Praktik dengan judul PENGAMATAN
KEGIATAN PELEDAKAN PADA ORE BODY DI PT. NEWMONT NUSA
TENGGARA,

KABUPATEN

SUMBAWA

BARAT,

PROVINSI

NUSA

TENGGARA BARAT yang kami ajukan, sekiranya dari perusahaan dapat


menerimanya.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini banyak terdapat
kekurangan atau kekeliruan, untuk itu dimohon adanya saran konstruktif untuk
perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan Kerja Praktek (KP) ini.
Dan apabila judul yang kami ambil tidak sesuai dengan keadaan perusahaan
saat ini ataupun ada permasalahan lain sehingga judul kerja praktik kami tidak
diterima, maka kami berharap agar perusahaan dapat memberikan kami masukanmasukan lain untuk kegiatan Kerja Praktik.

LAMPIRAN
RENCANA PENYUSUNAN ISI LAPORAN KERJA PRATEK
KATA PENGANTAR
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Maksud dan Tujuan
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Batasan Masalah
1.5. Metode Penelitian
BAB II TINJAUAN UMUM
2.1. Sejarah Singkat Perusahaan
2.2. Keadaan Dan Kondisi Area Atau Pit Lokasi Tambang

2.3. Lokasi Dan Kesampaian Daerah


2.4. Instrument Yang Digunakan
BAB III DASAR TEORI
3.1. Teknisi Peledakan Pada Tambang Batubara Dalam Upaya
Pencapaian Target Produksi
3.2. Peledakan
3.3.Metode Peledakan Yang Digunakan
BAB IV ANALISA DATA DAN EVALUASI
4.1. Data Yang Diperlukan
4.2. Metode Pengolahan Data Yang Di Gunakan

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Keterangan :
*

: ISI/PEMBAHASAN disesuaikan dengan pihak perusahaan

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


A. DATA PRIBADI
Nama lengkap

: BINSAR LAMMARTUA SIHOMBING

Tempat tanggal lahir

: Doloksaribu, 01 Agustus 1993

Alamat

: Jl. Bukit Raya VIII No.13


Kel. Palangka Kec. Jekan Raya, Palangka Raya

Jenis kelamin

: Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia
Agama

: Kristen Protestan

Identitas

: KTP (1202100108930002)

No HP

: 085297493193

Alamat Email

: binsarls@gmail.com

B. DATA PENDIDIKAN
2008-2011

: SMA Kristen Kalam Kudus Pematang Siantar

2005-2008

: SMP Negeri 1 Pagaran, Kab. Taput

1999-2005

: SDN 173389 Doloksaribu

C. PENGALAMAN ORGANISASI
2005-2008

: Organisasi Intra sekolah

1995 2005

: Pramuka

D. PENGALAMAN BEKERJA
JUN 2013 DES 2013

: Mega Town Square Palangka Raya

Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenarnya.


Palangka Raya, Januari 2015

(Binsar Lammartua Sihombing)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


A. DATA PRIBADI
Nama lengkap

: LAMHOT MANALU

Tempat tanggal lahir

: Kerasaan, 29 September 1992

Alamat

: Jl. Bukit Raya VIII No.13


Kel. Palangka Kec. Jekan Raya, Palangka Raya

Jenis kelamin

: Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia
Agama

: Kristen Protestan

Identitas

: KTP (1208212909920004)

No HP

: 085252979396

Alamat Email

: lamhotmanalu148@gmail.com

B. DATA PENDIDIKAN
2007-2011

: SMA Negeri 1 Raya. Kab. Simalungun

2005-2008

: SMP Swasta Yayasan kerasaan

1999-2005

: SD Negeri 091635 Kerasaan

C. PENGALAMAN ORGANISASI
2005-2008

: Paskibra, Pramuka

1995 2005
: Organisasi Intra Sekolah
D. PENGALAMAN BEKERJA
JUN 2013 DES 2013

: Mandor bangunan

Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenarnya.


Palangka Raya, Januari 2015

(Lamhot Manalu)