Anda di halaman 1dari 9

Tinjauan Pustaka

Pendahuluan
Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinary Tract Infection (UTI), pada anak sering ditemukan,
merupakan penyebab kedua morbiditas penyakit infeksi pada anak, sesudah infeksi saluran
nafas. Infeksi oleh bakteri gram-negatif Enterococci merupakan penyebab terbanyak, tetapi
virus dan fungus dapat juga ditemukan pada beberapa pasien.1
Makalah ini akan membahas mengenai ISK Bawah pada anak terutama mengenai Sistitis.
Pembahasan akan berkaitan dengan keterampilan seorang dokter yang menghadapi pasien
dengan gejala penyakit ini, dimulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, sampai dengan
penatatalaksanaan dan prognosisnya. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar
mahasiswa lebih memahami, mampu menjelaskan, dan dapat memberikan tata laksana yang
tepat mengenai penyakit ini.
Anamnesis
Wawancara yang baik seringkali sudah dapat mengarahkan masalah pasien ke diagnosis
penyakit tertentu. Di dalam Ilmu Kedokteran, wawancara terhadap pasien disebut anamnesis.
Anamnesis dapat langsung dilakukan terhadap pasien (auto-anamnesis) atau terhadap
keluarganya atau pengantarnya (alo-anamnesis) bila keadaan pasien tidak memungkinkan
untuk diwawancarai, misalnya keadaan gawat-darurat, dan lain sebagainya. Anamnesis yang
baik akan terdiri dari identitas, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit
dahulu, riwayat penyakit dalam keluarga, anamnesis susunan sistem dan anamnesis pribadi
(meliputi keadaan sosial ekonomi, budaya, kebiasaan, obat-obatan, lingkungan). 2 Pada kasus
ini dilakukan auto dan/ atau alo-anamnesis yang kajiannya meliputi frekuensi berkemih,
adanya disuria atau tidak, polaksuria,

nyeri suprapubik, menggigil, mual, muntah, dan

hematuria.3
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada ISK secara umum menunjunkkan febris, nyeri tekan suprapubik, nyeri
ketok sudut kostovertebra.2 Sistitis biasanya memperlihatkan disuria (nyeri sewaktu
berkemih), peningkatan frekuensi berkemih, dan rasa desakan ingin berkemih. Dapat terjadi
nyeri punggung bawah atau suprapubis. Demam yang disertai adanya darah dalam urin pada
kasus yang parah. Gejala infeksi pada bayi atau anak kecil dapat nonspesifik dan termasuk
iritabilitas, demam, kurang nafsu makan, muntah, dan bau popok yang sangat menyengat.3
Pemeriksaan Penunjang
1

Tinjauan Pustaka

Biakan dan Uji Kepekaan mikroorganisme dalam urin. Dapat ditemukan kultur urin

(+), bakteriuria > 105/ml urin.


Urinalisis. Dapat terjadi lekositosis dan leukoturia. Sel darah putih terdapat dalam urin
bila ada infeksi dimanapun. Adanya silinder sel darah putih dalam urin menunjukkan
pielonefritis bukan sistitis, karena hal ini menunjukkan bahwa sel-sel darah putih telah
dihancurkan di tubulus.3

Pada anak yang kebih tua, kultur urin dioeroleh dari pengambilan urin secara bersih, atau
pada bayi dan anak kecil dilakukan aspirasi suprapubik atau katererisasi. Adanya darah secara
makroskopik di urin anak yang simtomatis dengan hasil kultur urin yang negatif sering
merupakan petunjuk adanya inveksi virus pada kandung kemih.4
Diagnosis Banding

Glomerulonefritis akut (GNA), adalah suatu keadaan akut yang menggambarkan


adanya inflamasi pada glomerulus, ditandai olehproliferasi sel-sel glomerulus akibat
proses imunoloik. Istilah akut secara klinik berarti bersifat temporer atau suatu onset
yang bersifat tiba-tiba, sedangkan secara histopatologik didapatkan lekosit
polimorfnuklear dalam glomerulus. Etiologi GNA dapat disebabkan oleh bermacammacam penyakit heterogen, seperti misalnya Nefropati IgA, Nefritis HenochSchonlein, Vaskulitis ANCA, Glomerunefritis karena virus, Nefritis pirau, dan lain
sebagainya. Gejala klinik biasanya berupa sindrom nefritik akut, yang terdiri atas
sekumpulan gejalka hematuria gros, sembab periorbita, dan hipertensi dengan torak

sel darah merah, proteiuria, dan oliguria.


Nefropati IgA, merupakan suatu bentuk glomerulopati primer, melibatkan antigen
yang merangsang terjadinya kompleks imun IgA. Antigen tersebut dapat berupa
bakteri atau virus seperti virus Herpes simpleks, Epstein Barr, Cytomegalovirus,
Adenovirus, dan Hemophilus influenza. Hematuria merupakan gejala yang menonjol
yang sering didahului oleh infeksi saluran nafas atau oleh diare 1-2 hari sebelumnya.
Selain hematuri, penyakit ini dapa bermanifestasi dalam bentuk Sindrom nefrotik akut,

sindrom nefrotik, atau gabungan keduanya.1

Diagnosis Kerja
Infeksi Saluran Kemih (ISK), atau Urinary Tract Infection (UTI), pada anak sering
ditemukan, merupakan penyebab kedua morbiditas penyakit infeksi pada anak, sesudah
2

Tinjauan Pustaka

infeksi saluran nafas. Infeksi oleh bakteri gram-negatif Enterococci merupakan penyebab
terbanyak, tetapi virus dan fungus dapat juga ditemukan pada beberapa pasien. Infeksi
berulang sering terjadi pada pasien yang rentan, atau terjadi karena kelainan anatomic atau
kelainan fungsi dari saluran kemih yang menyebabkan adanya stasis urin atau refluks,
sehingga perlu pengenalan dini dan pengobatan yang adekuat untuk mempertahankan fungsi
ginjal dan mencegah kerusakan lebih lanjut. ISK bagian bawah (lower UTI), bila infeksi
vesika urinaria (sistitis) dan uretra.1
Anatomi dan Fisiologi
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses
penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan
menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh
tubuh larut dalam air dan akan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Ginjal. Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang
peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada dinding
abdomen. Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnaya ada 2 buah kiri
dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan. Pada orang dewasa berat ginjal 200
gram. Dan pada umumnya ginjal laki laki lebih panjang dari pada ginjal wanita.
Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiap tiap nefron terdiri
atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh pembuluh
darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli. Dalam komponen
tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus tubulus, yaitu tubulus kontortus proksimal,
tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula.
Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral
(langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran
mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur
sehingga celah celah antara pedikel itu sangat teratur. Kapsula bowman bersama glomerolus
disebut korpuskel renal, bagian tubulus yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan
tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok belok, kemudian menjadi
saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of

Tinjauan Pustaka

Henle, karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian
berlanjut sebagai tubulus kontortus distal.5
Ureter. Terdiri dari 2 saluran pipa masing masing bersambung dari ginjal ke kandung
kemih (vesika urinaria) panjangnya 25 30 cm dengan penampang 0,5 cm. Ureter
sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari: dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa); lapisan tengah
otot polos; lapisan sebelah dalam lapisan mukosa. Lapisan dinding ureter menimbulkan
gerakan gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke
dalam kandung kemih (vesika urinaria). Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter
yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum
uretralis masuk ke dalam kandung kemih.
Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh
pedtodinium. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat ureter
meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluh sekitarnya mempunyai
saraf sensorik.5
Vesika urinaria. Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet,
terletak di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul.Bentuk kandung kemih seperti
kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan ligamentum vesika umbikalis
medius. Bagian vesika urinaria terdiri dari : Fundus, yaitu bagian yang mengahadap kearah
belakang dan bawah, bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi
oleh jaringan ikat duktus deferent, vesika seminalis dan prostate; Korpus, yaitu bagian antara
verteks dan fundus; Verteks, bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan
ligamentum vesika umbilikalis.
Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu, peritonium (lapisan sebelah luar),
tunika muskularis, tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).5
Proses Miksi (Rangsangan Berkemih)
Distensi kandung kemih, oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada
dinding kandung kemih dengan jumlah 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih
(proses miksi). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat
yang sama terjadi relaksasi spinser internus, diikuti oleh relaksasi spinter eksternus, dan
akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih.
4

Tinjauan Pustaka

Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter interus
dihantarkan melalui serabut serabut para simpatis. Kontraksi sfinger eksternus secara
volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi. kontrol volunter ini hanya
dapat terjadi bila saraf saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan
otak masih utuh.
Bila terjadi kerusakan pada saraf saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin
(kencing keluar terus menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan).
Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria, diatur oleh torako lumbar dan kranial dari
sistem persarafan otonom. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi
spinter interna.
Peritonium melapis kandung kemih sampai kira kira perbatasan ureter masuk kandung
kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung
kemih terisi penuh. Pembuluh darah Arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis
bagian distal, vena membentuk anyaman dibawah kandung kemih. Pembuluh limfe berjalan
menuju duktus limfatilis sepanjang arteri umbilikalis.5
Uretra. Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi
menyalurkan air kemih keluar. Pada laki- laki uretra bewrjalan berkelok kelok melalui
tengah tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis
kebagia penis panjangnya 20 cm. Uretra pada laki laki terdiri dari: Uretra Prostaria; Uretra
membranosa; Uretra kavernosa. Lapisan uretra laki laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan
paling dalam), dan lapisan submukosa. Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis
pubisberjalan miring sedikit kearah atas, panjangnya 3 4 cm. Lapisan uretra pada wanita
terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena
vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).Muara uretra pada wanita terletak di
sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran
ekskresi.5
Urin.
Sifat sifat air kemih:

Jumlah eksresi dalam 24 jam 1.500 cc tergantung dari masuknya (intake) cairan

serta faktor lainnya.


Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
Warna kuning terantung dari kepekatan, diet obat obatan dan sebagainya.
Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak.
5

Tinjauan Pustaka

Berat jenis 1.015 1.020.


Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur
menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).

Komposisi air kemih:

Air kemih terdiri dari kira kira 95 % air.


Zat zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea, amoniak dan

kreatinin.
Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat.
Pigmen (bilirubin, urobilin).
Toksin.
Hormon.5

Mekanisme Pembentukan Urine:


Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 125ml filtrat
(cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinyadapat terbentuk 150 180L filtart.
Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih, dan
sebagian diserap kembali.5
Tahap Tahap Pembentukan Urine

Proses filtrasi, terjadi di glomerolus, proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih
besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah, sedangkan sebagian
yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein, cairan yang tersaring
ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat,

bikarbonat dll, diteruskan ke seluruh ginjal.


Proses reabsorpsi, terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium,
klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal
dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal
bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila
diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah, penyerapannya
terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada

pupila renalis.
Augmentasi (Pengumpulan), proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal
sampai tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion
Na+, Cl-, dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya. Dari tubulus
pengumpul, urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Dari ureter,
urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat
6

Tinjauan Pustaka

penyimpanan urine sementara. Ketika kandung kemih sudah penuh, urine dikeluarkan
dari tubuh melalui uretra.5
Mikturisi
Peristiwa penggabungan urine yang mengalir melui ureter ke dalam kandung kemih.,
keinginan untuk buang air kecil disebabkan penanbahan tekanan di dalam kandung kemih
dimana saebelumnmya telah ada 170 23 ml urine. Miktruisi merupakan gerak reflek yang
dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat pusat persyarafan yang lebih tinggi dari
manusia, gerakannya oleh kontraksi otot abdominal yang menekan kandung kemih membantu
mengosongkannya. Rata rata dalam satu hari urin manusia mencapai sekitar1 2 liter, tapi
berbeda beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Warna bening oranye pucat tanpa
endapan, berbau tajam, reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata rata 6.5
Epidemiologi
Prevalensi infeksi saluran kemih berubah-ubah sesuai dengan jenis kelamin dan umur. Infeksi
saluran kemih simtomatis terjadi pada kira-kira 1,4/1.000bayi lahir. Infeksi saluran kemih
lebih umum terjadi pada bayi laki-laki yang tidak diikhitan (uncircumcised). Sesudahnya,
infeksi lebih banyak terjadi pada wanita. Infeksi saluran kemih simtomatis dan asimtomatis
terjadi pada 1,2 1,9 % anak perempuan usia sekolah dan paling banyak terjadi pada
golongan umur 7 sampai 10 tahun. Infeksi sangat jarang terjadi pada laki-laki dengan umur
yang sama. Wanita yang aktif secara seksual mempunyai risiko sistitis yang tinggi; baik
wanita maupun laki-laki dewasa yang aktif secara seksual dapat mengalami uretritis.6
Etiologi
Infeksi saluran kemih terutama disebabkan oleh bakteri kolon. Pada wanita, 75-90 % dari
semua infeksi disebabkan oleh Escherichia coli, diikuti ileh Klebsiella dan Proteus. Beberapa
laporan menyatakan bahwa pada anak laki-laki yang berumur lebih dari satu tahun, infeksi
akibat Proteus sama banyakanya seperti E.coli, laporan lain menyatakan suatu organism
gram-prositif dalam jumlah besar pada laki-laki. Staphylococcus saprophyticus terbukti
merupakan pathogen pada kedua jenis kelamin. Infeksi virus dapat pula terjadi.6
Patofisiologi
Pada periode neonates, bakteri mencapai saluran kemih melalui aliran darah atau uretra, yang
selanjutnya bakteri naik ke saluran kemih dari bawah. pErbedaan individu dalam
7

Tinjauan Pustaka

kerentanannya terhadap infeksi saluran kemih dapat diterangkan oleh adanya faktor-faktor
hospes seperti produksi antibodi uretra dan servikal (IgA), dan faktor-faktor lain yang
mempengaruhi perlekatan bakteri pada epitel introitus dan uretra. Beberapa di antara faktorfaktor ini, seperti fenotip golongan darah P, ditentukan secara genetik. Imunosupresi, diabetes,
obstruksi saluran kemih, dan penyakit granulomatosa kronis adalah faktor lain yang dapat
menggambarkan virulensi bakteri dan faktor anatomic seperti refluks vesikouretra, obstruksi,
stasis urin, dan adanya kalkuli. Dengan adanya stasis urin, kesempatan untuk berkembang
biak bakteri meningkat. Lebih lagi, pembesaran kandung kemih yang sangat akan mengurangi
aliran darah ke dinding kandung kemih dan dapat menurunkan resistesnsi alami kandung
kemih terhadap infeksi.6
Manifestasi Klinis
Simptom dari ISK bergantung dari umur pasien dan lokalisasi di dalam saluran kemih. Pada
neonates gejala ISK tidak spesifik seperti pertumbuhan lambat, muntah, mudah terangsang,
tidak mau makan, temperatus tidak stabil, perut kembung, jaundice, dan lain-lain. Sepsis
sering ditemukan pada neonatus, pada 30% pasien bisa ditemukan biakan darah dan biakan
urin yang positif.1
Pada anak besar gejala umum yang terjadi adalah demam dan gejala lokal seperti disuria,
palakis urea, nyeri ketok sudud osto-vertebra.1 Sistitis biasanya memperlihatkan disuria (nyeri
sewaktu berkemih), peningkatan frekuensi berkemih, dan rasa desakan ingin berkemih. Dapat
terjadi nyeri punggung bawah atau suprapubis. Demam yang disertai adanya darah dalam urin
pada kasus yang parah.3
Penatalaksanaan
Pencegahan
1. Pebanyak minum air putih.
2. Menjaga kebersihan anua setelah buang air besar, dilakukan dengan cara dari depan ke
belakang, untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina atau uretra pada anak
3.
4.
5.
6.

perempuan.
Sirkumsisi pada anak laki-laki.
Jangan menahan buang air kecil.
Biasakan mandi dengan gayung/shower, tidak dengan cara berendam/bath tup.
Jaga kebersihan.3

Komplikasi
8

Tinjauan Pustaka

Faktor Risiko
ISK sering terjadi pada anak perempuan dan wanita. Salah satu penyebabnya adalah uretra
wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah memperoleh akses ke
kandung kemih. Uretra yang pendek meningkatkan kemungkinan mikroorganisme yang
menempel di lubang uretra memiliki akses ke kandung kemih. Faktor lain yang berperan
meningkatkan ISK pada anak perempuan dan wanita adalah kecenderungan budaya untuk
menahan urin.3
Daftar Pustaka
1. Rusdidjas, Ramayati R, Tambunan T. Infeksi saluran kemih. Dalam: Kopendium
nefrologi anak. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2011. h.57133.
2. Punky A. Art of theraphy: ilmu penyakit anak. Jogjakarta: Pustaka Cendekia Press:
2008.H.5-10.
3. Corwin EJ. Patofisiologi: buku saku. Edisi 3. Jakarta: EGC; 2009. h.718-20.
4. Schwartz MW. Pedoman klinis pediatri. Jakarta: EGC; 2004. h.364.
5. Sumber: Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2003. h.31821.
6. Behrman RE, Kliergman RM, Arvin AM. Ilmu kesehatan anak Nelson. Volume 3.
Edisi 15. Jakarta: EGC; 2000. h.1864.