Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH PRAKTEK DIAGNOSTIK II

TENTANG ULTRASONOGRAFI (USG)

Dosen Pembimbing :
M. Ridha Makruf, ST, M.Si
Sari Luthfiyah, M.Kes
Abdul Kholiq, SST, MT

Oleh :
Dinda Trisakti W

(P27838113021)

Fitri Nur Rohmawati (P27838113023)


Reza Herlindawati

(P27838113036)

Twoty Rahayu

(P27838113039)
3C2

Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya


Jurusan Teknik Elektromedik
2015
1

DAFTAR ISI
Judul

Daftar Isi

ii

I. Teori Dasar
A. USG
B. Manfaat
II. Prinsip Kerja
III.
Bagian-Bagian dan Fungsinya
IV.Perkembangan USG
V. Anatomi Tubuh saat Pemeriksaan USG
VI.
SOP
A. Pengoperasian
B. Pemeliharaan
VII. Troubleshooting
Daftar Pustaka

1
7
9
10
11
11
15
19
19
21

I.

Teori Dasar
A. USG

Gambar 1.1 Alat USG


Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu imaging diagnostic (pencitraan
diagnostic) untuk pemeriksaan alat-alat tubuh, dimana kita dapat mempelajari
bentuk, ukuran, anatomis, gerakan, serta hubungan dengan jaringan sekitarnya.
Pemeriksaan ini bersifat noninvasive tidak menimbulkan rasa sakit pada
penderita, dapat dilakukan dengan cepat, aman dan data yang diperoleh
mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Tidak ada kontraindikasinya, karena
pemeriksaan ini sama sekali tidak memperburuk penyakit si penderita.
Selain manfaat di atas, ultrasonografi dimanfaaatkan untuk memonitor laju
aliran darah. Pulsa ultrasonik berfrekuensi 5 10 MHz diarahkan menuju
pembuluh nadi, dan suatu receiver akan menerima signal hamburan gelombang
pantul. Frekuensi pantulan akan bergantung pada gerak aliran darah. Tujuannya
untuk mendeteksi thrombosis (penyempitan pembuluh darah) yang menyebabkan
perubahan laju aliran darah.

Gambar 1.2 Contoh Ultrasonografi (USG) 2D


Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan dengan
pemeriksaan menggunakan sina-x(sinar Rontgen) karena gelombang ultrasonic
yang digunakan tidak akan merusak material yang dilewatinya sedangkan sinar x
dapat mengionisasi sel-sel hidup. Karena ultrasonik merupakan salah satu
gelombang mekanik, maka

pemeriksaan ultrasonografi disebut pengujian tak

merusak (non destructive testing). Aplikasi gelombang bunyi dalam bidang


kedokteran yang lain adalah penggunaan ultrasonografi untuk pemeriksaan
kanker pada hati dan otak. Selain itu, ultrasonografi dapat mengukur kedalaman
suatu benda di bawah permukaan kulit melalui selang waktu dipancarkan sampai
dipantulkan kembali gelombang ultrasonik.
Gelombang suara ultrasound memiliki frekuensi lebih dari 20.000Hz, tapi
yang dimanfaatkan dalam teknik ultrasonography (kedokteran) hanya gelombang
suara dengan frekuensi 1-10 MHz. Ultrasound memiliki sifat dasar seperti berikut
ini :
- Sangat lambat bila melalui media yang bersifat gas, dan sangat cepat bila
-

melalui media padat.


Semakin padat suatu media maka semakin cepat kecepatan suaranya.
Apabila melalui suatu media maka akan terjadi atenuasi (pelemahan

intensitas suara)
USG mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai berikut ini:
Keuntungan menggunakan USG
Dapat mendeteksi kelainan anatomis pada organ dengan cepat dan akurat
Dapat mendeteksi pembengkakan atau penyusutan organ secara detail
Dapat mendeteksi antara tumor ganas dan jinak
Dapat mendeteksi batu pada kantung empedu / ginjal dengan diameter 2mm
Dapat mendeteksi adanya abses (nanah) pada organ dalam tubuh
Dapat mendeteksi adanya cairan atau pendarahan dalam rongga tubuh
Untuk melakukan deteksi / kelainan pada pembuluh darah di dalam tubuh

Menentukan fungsi jantung secara kualitatif maupun kuantitatif


Menentukan adanya kebocoran dan penyempitan katub, dan sebagainya
Menetapkan umur kehamilan, letak ari-ari dan jenis kelamin dari janin pada kehamilan
Mendeteksi kelainan pada kandungan seperti pada kista indung telur, tumor, dan lain-lain
USG dapat memantau gerakan janin
USG dapat memantau gerakan bernapas dan pada usia kehamilan 35 minggu,

janin sudah bisa merespon cahaya


USG memungkinkan dokter untuk merencanakan pemeriksaan lanjutan yang
lebih terarah, sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih dini
Menguntungkan pasien, karena pengobatan dapat dimulai lebih dini
dan penyembuhan dapat dipercepat
Pemeriksaan USG tidak menimbulkan rasa sakit pasien dan tidak memerlukan
persiapan khusus seperti puasa atau diet tertentu
USG banyak digunakan untuk tuntutan dalam melakukan biopsy (pengambilan
jaringan) secara terarah di dalam organ tubuh
Pada bayi, USG berguna dalam menaksir otak dan saraf tunjang bayi yang baru
lahir
Penggunaan USG cukup aman dan tidak invasive sehingga tidak memerlukan
penerapan khusus
USG cukup aman digunakan berkali-kali bahkan dalam jarak waktu yang sangat
pendek
Pemeriksaan khas USG untuk memeriksa saluran-saluran darah
Gelombang USG tidak melibatkan sinar- X dan radiasi-radiasi yang lain.
Kerugian USG
Pada

pemeriksaan

kandung

empedu

dalam

keadaan

terisi

memerlukan puasa sekurang-kurangnya 8 jam


USG tidak dapat memeriksa organ-organ yang kurang baik memantulkan
gelombang suara frekuensi tinggi, yaitu yang berisi rongga udara seperti paruparu dan usus.
Jenis Tampilan Pemeriksaan USG
1. USG 2 Dimensi

Gambar 1.3 Tampilan USG 2 Dimensi


USG 2 Dimensi ini mampu menampilkan gambar dua bidang yakni
memanjang dan juga melintang. Sebetulnya USG 2 dimensi ini mampu
menampilkan kualitas gambar yang cukup baik dan mayoritas kondisi pada
janin yang dikandung dapat ditampilkan. Dengan USG 2 Dimensi ini kita
dapat mengamati gerakan janin akan tetapi harus mengetahui terlebih dahulu
bagaimana bentuk anatomi normal baru kemudian dapat menggambarkannya
pada citra 2 dimensi.

Gambar 1.4 Alat USG 2 Dimensi


2. USG 3 Dimensi

Gambar 1.5 Tampilan USG 3 Dimensi


4

Melalui USG 3 Dimensi ini ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang
disebut koronal. Yang mana Anda dapat melihat gambar yang tampil mirip
seperti aslinya. Selain melihat wajah janin di dalam kandungan, Anda juga
dapat melihat permukaan tubuh janin tentunya dengan keadaan janin dari posisi
yang berbeda-beda. Pada USG 3 Dimensi ini janin pun tampak seperti foto
sehingga Anda sudah mampu mengenali wajah janin yang sedang dikandung.
Bahkan pada generasi terakhir, tampilan organ dalam seperti halnya jantung,
otak dan lain sebagainya sudah lebih mudah dikenali dengan potongan
tomografi yaitu suatu konsep yang mirip dengan CT Scan.

Gambar 1.6 Alat USG 3D

3. USG 4 Dimensi

Gambar 1.7 Tampilan USG 2 Dimensi


Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang
dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi
5

statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat bergerak. Jadi
pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam
rahim.

Gambar 1.8 Alat USG 4D

4. USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama
aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin.
Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:
- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
- Tonus (gerak janin).
- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
- Doppler arteri umbilikalis.
- Reaktivitas denyut jantung janin.
Transduser pada alat USG memiliki beberapa tipe seperti di bawah ini:
a) Transduser Obstetrik
- Transduser tipe linier/konveks yang dapat digunakan antara 3,5-5 MHz
dengan fokus 7-9cm
b) USG Umum
- Selain USG pelvis, meliputi abdomen bagian atas pada pasien dewasa
dan pelvis, maka transduser sektor/ konveks 3,5 Mhz, fokus 7-9 cm
c) USG Pediatrik
- Untuk anak-anak, Transduser 5Mhz fokus 5-7cm
- Untuk scanning otak neonatik, transduser 7,5 Mhz
B. Manfaat

Ultransonografi

atau

USG

memiliki

banyak

manfaat.

Alat

yang

menggunakan gelombang suara ini digunakan dalam dunia kedokteran


kandungan sejak 1961. Tidak ada efek samping berarti dari USG asal tidak
digunakan terus menerus selama berjam-jam. Beberapa hal yang bisa diketahui
dari penggunaan USG antara lain adalah :
1. Konfirmasi kehamilan : Di usia kehamilan lima setengah minggu, embrio
dapat dilihat lewat USG. Di usia 7 minggu, detak jantung janin dapat
diketahui.
2. Usia kehamilan : ukuran tubuh fetus biasanya digunakan untuk mengukur
usia kehamilan. Ukuran ini bisa diketahui lewat pemantauan dengan USG >
Tanggal persalinan pun dapat diperkirakan dengan mudah.
3. Pertumbuhan dan perkembangan janin
4. Ancaman keguguran : jika terjadi pendarahan vagina awal, USG dapat
menilai kesehatan dari tetus. Detak jantung janin jelas berarti prospek yang
baik untuk melanjutkan kehamilan
5. Plasenta bermasalah : USG dapat menilai kondisi plasenta dan menilai
adanya masalah seperti plasenta previa (plasenta menutup jalan lahir)
6. Hamil ganda/kembar : jumlah fetus dapat dipastikan lewat USG. Karena itu,
bila ada bayi kembar, orangtua dapat mengetahuinya sejak awal.
7. Ukuran cairan ketuban : lewat USG, cairan ketuban bisa diukur. Jumlah
cairan ketuban yang berlebih maupun kurang dapat mempengaruhi kondisi
janin. Mengecek lewat USG sangat bermanfaat untuk keperluan ini.
8. Kelainan posisi janin : kelainan posisi atau letak janin seperti sungsang dan
melintang juga bisa dipantau lewat alat canggih ini
9. Jenis kelamin bayi : bagi banyak orang, hal ini merupakan abgian terpenting
dalam proses kontrol kehamilan.
Pada kehamilan trimester I:
-

Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi.

Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya kelainan atau cacat
bawaan.

Meyakinkan adanya kehamilan.

Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan


muda, misalnya kehamilan ektopik.

Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil, misalnya IUD.

Menentukan lokasi janin, di dalam kandungan atau di luar rahim.

Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan
janin.

Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar.

Mendeteksi berbagai hal yang mengganggu kehamilan, misalnya adanya


kista, mioma.

Pada kehamilan trimester II & III:


-

Untuk menilai jumlah air ketuban. Yaitu bila pertumbuhan rahim terlalu cepat
disebabkan oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan.

Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan menyebabkan


terhambatnya perkembangan janin.

Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran prematur. Jadi,
lebih ke arah pertumbuhan janinnya normal atau tidak.

Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya, gerak nafas,


banyaknya cairan amnion, dsb.

Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali pusar sebelum
persalinan.

Untuk melihat adanya tumor di panggul atau tidak.

Untuk menilai kesejahteraan janin (bagaimana aliran darah ke otaknya, dsb).

Dengan demikian, jika hasilnya menunjukkan hasil yang tidak normal, maka
kita dapat bertindak lebih cepat untuk menyelamatkan janin. Karena gangguan
aliran darah pada janin dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat dan
pada keadaan yang sudah berat dapat mengakibatkan kematian.

II.

Prinsip Kerja
Oscillato
r

Transduser

Objek

Transduser

Monitor

Receive
r

Prinsip kerja dari USG ini sendiri menggunakan gelombang suara ultra dimana
memiliki frekuensi lebih tinggi yang berkisar antara 1 10 MHz (110
juta Hz). Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan oleh medan
listrik dan kristal piezo-electric.
Generator pulsa (oscilator) berfungsi sebagai penghasil gelombang listrik,
kemudian oleh transducer diubah menjadi gelombang suara yang diteruskan

ke medium.
Apabila gelombang suara mengenai jaringan yang memiliki nilai akustik

impedansi, maka gelombang suara akan dipantulkan kembali sebagai echo.


Di dalam media (jaringan) akan terjadi atenuasi, gema (echo) yang lebih jauh
maka intensitasnya lebih lemah dibandingkan dari echo yg lebih superficial.
Pantulan gema akan ditangkap oleh transducer dan diteruskan ke amplifier
untuk diperkuat. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda
melalui receiver seterusnya ditampilkan sebagai gambar di layar monitor.
III. Bagian-bagian dan Fungsinya

Gambar 3.1 USG dan Bagian-bagiannya


Display (LCD) berfungsi untuk menampilkan gambar bagian tubuh yang
diperiksa menggunakan USG
Transducer adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh
yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar
pada pemeriksaan prostat. Di dalam transduser terdapat kristal yang
digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh
transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang
akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk
mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat
dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar.
Pulse controls untuk mengatur banyaknya pulsa
Keyboard adalah tombol-tombol yang berisi huruf dan symbol yang
digunakan untuk mengisi identitas pasien.
Disk storage sebagai tempat penyimpanan data hasil pemeriksaan USG
Printer untuk mencetak hasil pemeriksaan USG
IV.

Perkembangan
Ultrasound pertama kali digunakan sesudah perang dunia I, dalam bentuk
radar atau teknik sonar ( sound navigation and ranging ) oleh Langevin tahun
1918 untuk mengetahui adanya ranjau-ranjau atau adanya kapal selam.
Menjelang perang dunia ke II (1937), teknik ini digunakan pertama kali untuk
pememeriksaan jaringan tubuh, tetapi hasilnya belum memuaskan. Berkat
kemajuan teknologi yang pesat, setelah perang dunia ke II, USG berhasil
digunakan untuk pemeriksaan alat-alat tubuh. Hoery dan Bliss pada tahun 1952,

10

telah melakukan pemeriksaan USG pada beberapa organ misalnya pada hepar
dan ginjal. Sekarang USG merupakan alat yang praktis dengan pemakaian klinis
yang luas.
V.

Anatomi Tubuh saat Pemeriksaan USG


Untuk pengoperasian alat USG, transdusernya harus diletakkan sesuai posisi
yang tepat agar mendapatkan gambaran janin yang sesuai. Berikut ini teknikteknik pemeriksaan menggunakan USG.
a. Pemeriksaan USG Transabdominal
Setelah pasien tidur terlentang, perut bagian bawah ditampakkan
dengan batas bawah setinggi tepi atas rambut pubis, batas atas setinggi
sternum, dan batas lateral sampai tepi abdomen. Letakkan kertas tissue besar
pada perut bagian bawah dan bagian atas untuk melindungi pakaian wanita
tersebut dari jelly yang kita pakai. Taruh jelly secukupnya pada kulit perut,
lakukan pemeriksaan secara sistematis.
Pertama-tama gerakkan transduser secara longitudinal ke atas dan ke
bawah, selanjutnya horizontal ke kiri dan ke kanan. Penjejak digerakkan
dari bawah ke atas, dimulai dari garis sisi kanan perut, kemudian setelah
sampai daerah perut atas transduser digerakkan ke bawah, selanjutnya
transduser digerakkan kembali ke arah atas.
Selanjutnya gerakan transduser dilakukan kearah lateral perut
(horizontal), juga secara sistematis, dimulai dari sisi kanan ke arah kiri,
kemudian dari kiri ke arah kanan dan terakhir dari kanan atas ke kiri (lihat
gambar dan arah panah beserta nomor garisnya).

Gambar 5.1 Pemeriksaan USG Transabdominal

11

b. Pemeriksaan USG Transvaginal


Pemeriksaan USG transvaginal berbeda dengan transabdominal, perlu
penyesuaian mesin dan operator, terutama pengenalan organ genitalia
interna dan kehamilan trimester pertama, serta terbatasnya ruang untuk
melakukan manipulasi / gerak probe.
Sebelum melakukan pemeriksaan, tanyakan apakah ia seorang nona
atau nyonya. Bila statusnya masih nona tetapi sudah tidak gadis lagi, dan
memang perlu dilakukan pemeriksaan transvaginal, mintakan ijin tertulis
dari pasien tersebut dan sebaiknya disertai seorang saksi (dapat seorang
paramedis).
Perhatikan

apakah

tombol

pemindah

jenis

transduser

sudah

menunjukkan bahwa penjejak yang dipakai adalah penjejak vaginal serta


apakah pasien sudah mengosongkan kandung kencingnya. Posisi pasien
dapat lithotomi atau tidur dengan kaki ditekuk dan pada bagian pantat
ditaruh bantal agar mudah untuk memasukkan dan memanipulasi posisi
transduser.
Taruh sedikit jelly pada permukaan penjejak. Pasangkan kondom baru
pada transduser, kemudian beri jelly secukupnya pada permukaan kondom
dan selanjutnya masukkan transduser ke dalam vagina secara perlahan-lahan
dan gentle sesuai dengan sumbu vagina. Jangan melakukan penekanan
tiba-tiba dan keras karena dapat membuat pasien kesakitan atau merasa
tidak nyaman.
Cari uterus sebagai petunjuk, kemudian cari kandung kemih. Uterus
akan tampak di garis tengah (median) seperti gambaran buah alpukat yang
memanjang dengan endometrium dibagian tengahnya. Bila fundus uteri
mendekati kandung kemih, maka uterus tersebut dalam posisi antefleksi,
bila menjauhi, maka posisi uterus adalah retrofleksi (lihat gambar). Sangat
penting menilai kembali apakah arah gelombang suara sudah sesuai dengan
tampilan yang ada dalam layar monitor.
Setelah pemeriksaan selesai, lepaskan kondom secara hati-hati dengan
memakai sarung tangan tidak sterill atau kertas tissue, kemudian lakukan
dekontaminasi kondom tersebut dengan larutan klorin 0,5%.

12

Gambar 5.2 Pemeriksaan USG Transvaginal


c. Pemeriksaan USG Transperineal atau Translabial
Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya
seorang nona atau seorang wanita yang tidak mungkin dilakukan
pemeriksaan transvaginal atau transrektal. Dianjurkan kandung kencing
pasien cukup terisi, hal ini untuk memudahkan pemeriksaan dan sebagai
petunjuk anatomis. Penjejak dilapisi kondom dan diberi jeli, kemudian
diletakkan di daerah perineum, penjejak digerakkan ke atas dan ke bawah
untuk mencari gambaran organ genitalia. Cara ini memang tidak dapat
memberikan gambaran organ genitalia sebaik pada pemeriksaan USG
transvaginal atau transrektal.

Gambar 5.3 Pemeriksaan USG Transperineal atau Translabial


d. Pemeriksaan USG Transrektal
Pemeriksaan USG transrektal hampir sama dengan pemeriksaan
transvaginal. Perbedaannya terletak pada bentuk dan ukuran diameter
penjejak dan posisi pemeriksaan yang kurang lazim bagi wanita Indonesia.
Setelah pasien dalam posisi lithotomi atau posisi tidur dengan kaki ditekuk
13

dan bagian pantat diganjal dengan bantal khusus, transduser yang telah
dibungkus dua lapis kondom dan dibubuhi jelly dimasukkan secara
perlahan-lahan ke dalam rektum.
Lakukan identifikasi uterus sebagai petunjuk organ genitalia interna,
setelah itu identifikasi vesika urinaria kemudian evaluasi seluruh organ
genitalia interna dan rongga pelvik. Manipulasi atau pergerakan transduser
per rektal sangat terbatas dan sering menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gambar 5.4 Pemeriksaan USG Transrektal


e. Pemeriksaan USG Invasif
Metode invasif adalah suatu tindakan dengan memasukkan jarum /
alat ke dalam rahim untuk mendapatkan sampel cairan amnion, plasenta,
atau darah tali pusat.
USG dapat dipakai untuk menegakkan diagnosa dan atau untuk
tindakan

terapeutik,

misalnya

biopsi

villi

koriales,

amniosintesis,

kordosintesis, ovum pick-up (OPU), atau transfusi intra uterin. Setelah


dilakukan penjelasan dan pasien memberikan persetujuan tertulis, dokter
akan melakukan pemeriksaan USG untuk menilai kondisi kehamilan atau
genitalia interna. Pada umumnya hanya diperlukan anestesi lokal untuk
memasukkan jarum punksi, tetapi dapat juga dengan anestesi umum pada
tindakan OPU. Teknik yang dipakai bisa secara free-hand atau dipandu
USG melalui marker pungsi yang ada pada transduser.

14

Gambar 5.5 Pemeriksaan USG Invasive


VI.

SOP
A. Pengoperasian
1) Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu
untuk boot up.
2) Untuk memulai penamaan data, tekan tombol Pasien, gunakan track
ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.

3) Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan


baik, pastikan knob tidak kendor.

4) Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih Probe


Menu
5) Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yang tinggi.
6) Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebih dalam.
15

7) Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gel pada pasien


dan gunakan probe yang telah dipilih.
8) Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D, begitu
pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D.
9) Pada awal pemeriksaan setting depth dan zoom, dengan
menggunakan tombol depth & zoom.

10) Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke


kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yang teratas (kurang
dalam) semakin ke bawah, semakin dalam.

16

11) Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yang diinginkan kita
dapat menekan tombol Freeze. Gunakan tombol Store jika ingin
menimpan gambar.
12) Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberi label pada
hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu
beri penamaan dengan keyboard.

13) Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan, gunakan
tombol Measure, gunakan Track Ball & tombol Set untuk
menentukan mark (titik/tanda) agar dapat dilakukan pengukuran,
panjang atau lebar objek.

14) Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya)


lakukan pengukuran seperti diatas, hanya saja diperlukan 3 tipe
pengukuran, yaitu, panjang, lebar, dan tinggi (kedalaman)

17

15) Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alat dengan menekan


OFF tombol Power

B. Pemeliharaan
Pemeliharaan untuk probe atau transducer
Probe atau transducer adalah salah satu bagian terpenting dari
mesin USG. Pastikan selalu merawat probe supaya mesin USG tetap
bekerja dalam kondisi optimal. Berikut ini beberapa tips untuk merawat
probe/transducer :
1) Bersihkan probe dari sisa jelly ketika jadwal pemeriksaan telah
berakhir.
2) Ketika probe tidak dipakai, selalu tempatkan probe di tempat
gantungan probe yang biasa.
3) Pastikan gantungan probe kering dan bersih dari sisa jelly
4) Hindari menyimpan probe di suhu yang panas atau terkena paparan
sinar matahari langsung.
5) Simpan probe di tempat yang terpisah dengan instrument yang lain.
6) Ketika menyimpan probe, gunakan klip kabel probe untuk
mengamankan kabel probe.
Pemeliharaan untuk alat USG
1) Bersihkan secara berkala alat USG untuk menghindari adanya debudebu yang menempel
2) Simpan alat USG pada tempat yang kering dan sejuk
3) Tutup alat USG setelah digunakan untuk menghindari adanya debudebu yang menempel.
VII. Troubleshooting
Kerusakan

Penyebab
Sensor tranduser dan

receiver rusak
Gel kurang
Kabel dalam probe putus
Pada blok storage ada

yang rusak
Kabel power putus
Power Supply rusak

Probe tidak menangkap


sinyal

Monitor Blank USG tidak


menyala

Solusi
o Ganti yang baru
o Tambah GEL
o Ganti yang Baru

Ganti yang baru


Ganti yang baru
Cek bagian pada
Power supply
18

Print Tidak Mencetak

Kertas Habis

Beli Lagi

Daftar Pustaka
Abogroun,

Tageldin.

2012.

How

To

Use

https://www.youtube.com/watch?v=ABrHkFWcvUI

The

Ultrasound

(diakses

Probe.

tanggal

November 2015)
Afif,

Andrea.

2012.

Alat

Ultrasonography

(USG).

http://ilmuelektromedik.blogspot.com/2012/12/alat-ultrasonography-usg.html
(diakses tanggal 3 November 2015)

19

Hawa, Sahabat. 2013. Perbedaan USG 2 Dimensi,3 Dimensi,dan 4 Dimensi.


http://sahabathawa.com/perbedaan-usg-23dan-4-dimensi/ (diakses tanggal 3
November 2015)
Idris.

2010.

makalah

Ultrasonografi

(USG).

http://makalahcentre.blogspot.com/2010/11/makalah-ultrasonografi-usg.html
(diakses tanggal 3 November 2015)
Juplek,

Matludin.

2012.

Ultrasonografi.

https://www.scribd.com/doc/100133990/Ultrasonografi

(diakses

tanggal

dalam

kehamilan.

November 2015)
Sutopo,

Hendrik.

2012.

USG

dasar

http://www.slideshare.net/HendrikLidapraja/usg-dasar-dalam-kehamilan
(diakses tanggal 3 November 2015)
Winarni,

Jane.

USG

(Ultrasonography).

https://janewinarni.wordpress.com/usgultrasonography/ (diakses tanggal 3


November 2015)
---.

2011.

Persiapan

untuk

pemeriksaan

USG.

http://kdpk.blogspot.com/p/persiapan-untuk-pemeriksaan-usg.html

(diakses

tanggal 3 November 2015)


---.

2012.

Makalah

Tentang

202.blogspot.com/2012/05/makalah-tentang-usg.html

USG.

http://black-

(diakses

tanggal

November 2015)
---.

2012.

Prinsip

Kerja

Mesin

USG

>>

Ultrasonograf.

http://planetcopas.blogspot.co.id/2012/07/prinsip-kerja-mesinusg-ultrasonograf.html. (diakses tanggal 3 November 2015)

---.

2014.

TIPS

PERAWATAN

http://www.jualusgbekas.com/tips-perawatan-probe/

PROBE
(diakses

USG.
tanggal

November 2015)

20