Anda di halaman 1dari 20

1.

) skenario
KEKURANGAN CAIRAN
Seorang mahasiswa 19 tahun dibawa ke IGD RS YARSI karena pingsan saat mengikuti
orientasi pengenalan kampus. Pada pemeriksaan fisik: tampak lemas, bibir dan lidah kering.
Sebelum dibawa ke RS, temannya telah memberikan larutan pengganti cairan tubuh. Di RS
penderita segera diberikan infus cairan elektrolit. Hasil pemeriksaan laboratorium
menunjukan : kadar natrium : 130mEq/L (Normal=135-147), kalium :2,5mEq/L (normal=
3.5-5.5) dan klorida : 95mEq/L (normal= 100-106). Setlah kondisi membaik, pasien
diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk minum sesuai dengan etika islam.
2.) Kata sulit
1. Larutan: Campuran dua atau lebih zat homogen yang bersifat solute dan solvent.
2. Infus: Pemasukkan obat dsb (cairan) tanpa tekanan istimewa melalui pembuluh darah
atau rongga badan.
3. Pingsan: Kehilangan kesadaran yang terjadi secara mendadak.
4. Elektrolit: Substansi yang mengalami disosiasi (ionisasi) di air dan menyebabkan
larutan tersebut memiliki konduktivitas terhadap listrik.
5. Kalium: Kation utama dalam cairan intraselular.
6. Natrium: Kation utama dalam cairan ekstraselular.
7. Klorida: Anion utama dalam cairan ekstrasel.
8. Cairan tubuh: Larutan yang terdiri dari solute dan solvent.
3.) Pertanyaan sementara
1. Apakah perbedaan antara cairan dan larutan?
2. Mengapa pada orang yang mengalami dehidrasi diberikan infus cairan elektrolit?
3. Apa saja jenis-jenis dehidrasi?
4. Larutan apa saja yang bisa digunakan sebagai pengganti cairan tubuh?
5. Apa saja penyebab dehidrasi?
6. Apa kegunaan natrium bagi tubuh?
7. Berapa kapasitas minimal cairan yang harus dikonsumsi dalam per hari?
8. Bagaimana etika minum yang baik dan benar sesuai ajaran Islam?
9. Bagaimana mekanisme tubuh saat terjadi dehidrasi?
10. Bagaimana pertolongan pertama dalam menangani dehidrasi?
11. Apakah pemberian infus lebih efektif dibandingkan dengan konsumsi minuman
pengganti cairan tubuh?
12. Apa saja komplikasi dehidrasi?
13. Mengapa dehidrasi dapat menyebabkan lemas, bibir pecah-pecah, dan lidah kering?
4.) Jawaban sementara
1. Cairan: Terdiri dari solute dan solvent.
2. Larutan: Terdiri dari dua zat yang membentuk fasa homogen.
3. Karena di dalam cairan elektrolit pada infus, terdapat kalium, natrium, dan klorida
yang dapat menyeimbangkan CES dan CIS.
4. Dehidrasi ringan: Kekurangan cairan 5% dari volume total cairan tubuh
Dehidrasi sedang: Kekurangan cairan > 5 10% dari volume total cairan tubuh
1

Dehidrasi berat: Kekurangan cairan > 10% dari volume total cairan tubuh
Cairan elektrolit berupa oralit yaitu larutan garam dan gula, dan air kelapa.
5. Kurang minum (intake<output), olahraga atau aktivitas berlebihan, diare, muntah,
obat diuretik, dan gangguan ginjal.
6. Menjaga osmolaritas CES dan menjaga volume CES.
7. 1,5 liter atau sekitar 8 gelas per hari.
8. Minum dengan menggunakan tangan kanan, mengawali minum dengan mengucap
basmallah, minum sambil duduk, tidak menggunakan tempat minum berbahan emas,
tidak minum sekaligus (minimal tiga kali teguk), jika minum dengan tangan kiri maka
disanggah dengan tangan kanan, tidak meniup pada minuman panas.
9. Cairan saliva meningkat dan memacu suatu hormon. Kemudian hormon tersebut
merangsang aktivitas hipotalamus sehingga menyebabkan rasa haus.
10. Pertolongan pertama dengan pemberian cairan elektrolit berupa oralit yaitu larutan
garam dan gula, dan air kelapa.
11. Ya, lebih efektif. Karena cairan infus langsung masuk ke pembuluh darah dan cepat
diserap oleh tubuh.
12. Syok, gangguan irama jantung, dan tekanan darah rendah.
13. Dehidrasi menyebabkan osmolalitas meningkat, sehingga sel berkerut dan
menurunkan tekanan darah.
5.) Hipotesa
Dehidrasi disebabkan oleh meningkatnya osmolalitas CES & CIS sehingga sel-sel berkerut
mengakibatkan perubahan bentuk sel. Hal ini dapat dilihat dari bibir dan lidah kering.
Dehidrasi juga mengakibatkan hipovolemik yang dapat menurunkan tekanan darah sehingga
tubuh menjadi lemas. Selanjutnya, tubuh akan mengadakan kompensasi untuk
mengembalikan kondisi tersebut secara hormonal melalui rangsangan hipotalamus.
Pemberian larutan elektrolit sepertikalium, natrium, dan klorida diperlukan untuk mengganti
cairan tubuh melalui infus ataupun oral.

6.) Sasaran belajar


2

L.I.1 memahami dan menjelaskan Larutan dan Cairan


L.O.1.1 Definisi Larutan dan Cairan
L.O.1.2 Jenis Larutan dan Cairan
L.O.1.3 Sifat-sifat larutan dan cairan
L.O.1.4 Perbedaan larutan dan cairan
L.O.1.5 Faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat dalam sel
L.I.2 memahami dan menjelaskan Elektrolit
L.O.2.1 Definisi
L.O.2.2 Jenis
L.O.2.3 Fungsi
L.O.2.4 Defisiensi
L.O.2.5 Mekanisme Cairan dan Elektrolit pada Manusia
L.I.3 Memahami dan Menjelaskan Dehidrasi (Gangguan Keseimbangan Cairan danElektrolit
pada Manusia)
L.O.3.1 Definisi Dehidrasi
L.O.3.2 Jenis-Jenis Dehidrasi
L.O.3.3 Gejala Dehidrasi
L.O.3.4 Mekanisme Dehidrasi
L.O.3.5 Penanganan Dehidrasi
L.O.3.6 Pencegahan Dehidrasi
L.I.4 Etika Minum sesuai ajaran Islam
L.O.4.1 Al-Quran
L.O.4.2 Hadist

L.I.1 memahami dan menjelaskan Larutan dan Cairan


3

L.O.1.1 Definisi Larutan dan Cairan


Larutan merupakan campuran zat dengan sifat homogen yang terdiri dari solute dan solvent.
Solute dan solvent dapat berupa zat padat, zat cair, dan zat gas.
Cairan merupakan cairan yang terdiri dari solute atau airdan solvent atau zat terlarut yang
sangat diperlukan bagi tubuh.
Cairan adalah bahan yang langsung mengalir secara alamiah, bukan padat/gas. (Sukmariah,
M., &Kamianti, A. 1990. Kimia kedokteran. Jakarta: Binarupa Aksara)
Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Cairan
sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Cairan di dalam tubuh
sebanyak 60% dari berat tubuh atau 2/3 dari berat tubuh. (Mima & Swearingen,1995)
Larutan adalah Campuran homogen yang terdiri atas dua komponen (zat) atau lebih.
Komponen yang jumlahnya sedikit disebut solut (zat terlarut) komponen yang jumlahnya
lebih banyak disebut solvent (pelarut).
Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom maupun ion dari dua
zat atau lebih. Larutan adalah suatu homogen satu zat atau lebih yang tersebar secara
molekular dalam jumlah medium pelarut secukupnya. (Kamus Kedokteran Dorland edisi 29).
L.O.1.2 Jenis Larutan dan Cairan
Larutan dapat diklasifikan berdasarkan:
A. berdasarkan fasanya
Solvent (pelarut) contoh

Solute (terlarut)

Contoh

Zat cair
Zat cair
Zat cair
Gas
Gas
Gas
Zat padat
Zat padat
Zat padat

Zat cair
Gas
Zat padat
Zat cair
Gas
Zat padat
Zat cair
Gas
Zat padat

Alkohol
Asetilen
Garam
Minyak wangi
He
Naftalen
Hg
H2
Ag

Air
Aseton
Air
Udara
O2
O2
Cd
Pd
Au

Contoh
campuran
Spiritus
Zat untuk las
Larutan garam
Spray
Gas utk las
Kamfer
Amalgam gigi
Gas oven

B. berdasarkan kejenuhannya

larutan tak jenuh, yaitu larutan yang mengandung solute kurang dari yang
diperlukan untuk membuat larutan jenuh atau dengan kata lain partikelpartikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan
zat). Qc < Ksp

Larutan jenuh, yaitu larutan yang dalam kondisi standar tidak dapat lagi
melarutkan solute. Pada kondisi ini terjadi kesetimbangan antara jumlah solute
yang larut dan yang tidak terlarut. Qc = Ksp

Larutan sangat jenuh (lewat jenuh), yaitu larutan yang mengandung


konsentrasi zat terlarut melebihi konsentrasi zat pelarut dengan kata lain zat
pelarut tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga membentuk endapan.
Qc > Ksp

C. daya hantar listrik


larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Kekuatannya tergantung pada nilai koefisien ionisasinya (). Nilai berkisar
dari : 0 1. Elektrolit kuat memiliki =1, sedangkan elektrolit lemah memiliki
koefisien ionisasi pada kisaran 0<<1.
Larutan non elektrolit, yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik. Larutan ini memiliki nilai koefisien ionisasi =0.

Jenis cairan
Ada dua kompartemen cairan dalam tubuh manusia, kompartemen ekstraseluler yang terdiri
dari plasma dan interstisial. Ada juga kompartemen interseluler.
1) Kompartemen Cairan Intrasel (CIS)
Cairan intrasel dipisahkan dari cairan ekstrasel oleh membrane sel yang
sangat permeable terhadap air, tetapi tidak permeable terhadap sebagian besar
elektrolit dalam tubuh. Komposisi dari cairan intrasel terdiri dari kation kalium dan
anion phosphate dalam jumlah yang sangat besar. Ditambah ion magnesium dan sulfat
dalam jumlah sedang. Dalam intrasel juga mengandung sejumlah besar
protein,hampir empat kali jumlah protein plasma
2) Kompartemen Cairan Ekstrasel (CES)
Dalam CES, dibagi menjadi 3 yaitu cairan interstitial, intravascular, dan transeluler.
Cairan interstitial adalah cairan antar sel, yang berada diantara sel-sel. Cairan
intravaskuler adalah cairan yang berada dalam pembuluh darah. Cairan
transeluler adalah cairan yang terkandung dalam rongga-rongga khusus interstisial
dan plasma. Keduanya dibatasi oleh membrane kapiler yang sangat permeable kecuali
oleh protein plasma sehingga protein di plasma lebih banyak terdapat daripada di
interstisial. Karena protein plasma mempunya muatan akhir negative, jadi pada
plasma lebih banyak terdapat kation (natrium) sedangkan pada interstisial lebih
banyak terdapatanion (klorida). Komposisi cairan ekstrasel diatur oleh ginjal sehingga
akan menjaga konsentrasi elektrolit tubuh.

L.O.1.3 Sifat-sifat larutan dan cairan


1. Diameter partikel< 1 nm
2. Terdiri dari 1 fase saja
3. Jernih
4. Tidak dapat disaring
5. Sifatnya homogen
6. Cepat berdifusi
7. Gerak brown tidak terlihat
8. Stabil
L.O.1.4 Perbedaan larutan dan cairan
1. Larutan
Campuran homgen antara dua zat atau lebih dikenal sebagai larutan. Suatu
campuran dikatakan homogen karena susunannya seragam sehingga tidak teramati
adanya bagian-bagian yang berlainan, bahkan dengan mikroskop optik. Larutan terdiri
atas zat pelarut (solven) dan satu atau lebih zat terlarut (solut). Komponen yang
jumlahnya sedikit disebut solut (zat terlarut). Komponen yang jumlahnya lebih
banyak disebut solven (zat pelarut). Baik solute maupun solvent dapat berwujud
padat, cair, atau gas.
2. Cairan
Cairan juga terdiri atas zat pelarut (solven) dan zat terlarut (solut) sama seperti
larutan, tapi yang membedakannya dengan larutan yaitu, secara umum solven cairan
hanya dapat berwujud cair, tidak dapat berwujud padat atau gas. Karena solven
merupakan komponen yang jumlahnya banyak, maka hal itu yang membuat cairan
secara umum berwujud cair.

L.O.1.5 Faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat dalam sel


Suhu, pemanasan pelarut dapat mempercepat larutnya zat terlarut. Pelarut dengan
suhu yang lebih tinggi akan lebih cepat melarutkan zat terlarut dibandingkan pelarut
dengan suhu lebih rendah.
Sifat solute dan solventnya (like dissolve like), solute akan mudah larut pada solvent
yang memiliki sifat yang sama dengan solutenya. Solute polar akan mudah larut pada
solvent polar, sedangkan solute nonpolar akan mudah larut pada solvent non polar.
Tekanan, sangat berpengaruh pada gas, diatur oleh hukum henry C=Kp, contohnya
pada minuman soda. Untuk fase padat cair, tekanan tidak berubah.
Pengaruh ion sejenis, Adanya ion sejenis dalam larutan akan mengurangi kelarutan.
Pengadukan, menyebabkan partikel-partikel antara zat terlarut dengan pelarut akan
semakin seringbertabrakan. Hal ini menyebabkan proses pelarutan menjadi semakin
cepat.
Ukuran zat terlarut, zat terlarut dengan ukuran kecil (serbuk) lebih mudah larut
dibandingkan dengan zat terlarut yang berukuran besar.

L.I.2 memahami dan menjelaskan Elektrolit


L.O.2.1 Definisi
Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk cair atau larutannya dapat menghantarkan arus
listrik, karena dalam bentuk cair atau larutannya zat elektrolit terurai menjadi ion. Pada
larutan elektrolit kuat terdapat komponen zat-zat terlarut dalam kandungan ion-ion hasil
proses ionisasi. Jika dua macam larutan elektrolit direaksikan maka terjadi reaksi antara ionion yang terdapat di dalamnya sehingga disebut reaksi ion.
L.O.2.2 Jenis
Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua
macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.Larutan elektrolit adalah larutan
yang dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan ini dibedakan atas:
1. ELEKTROLIT KUAT
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena
zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha =
1).
Yang tergolong elektrolit kuat adalah:
a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH,
Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
2. ELEKTROLIT LEMAH
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga
derajat ionisasi sebesar:
O < alpha < 1.
Yang tergolong elektrolit lemah:
a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain

Ada dua tipe elektrolit yang ada dalam tubuh, yaitu kation (elektrolit yang bermuatan positif)
dan anion (elektrolit yang bermuatan negatif). Masing-masing tipe elektrolit ini saling bekerja
sama mengantarkan impuls sesuai dengan yang diinginkan atau dibutuhkan tubuh.
Beberapa contoh kation dalam tubuh adalah Natrium (Na+), Kaalium (K+), Kalsium (Ca2+),
Magnesium (Mg2+).

Natrium
- Kation utama CES
- Normal range is 135-145 mEq/L
- Kontributor terbesar dalam osmolaritas plasma
- Fungsi
- Berperan dalam pompa Na-K
- Membantu memelihara volume darah
- Membantu dalam taransmisi saraf dan kontraksi otot
- Aldosterone meningkatkan retensi natrium
- ANF meningkatkan ekskresi natrium
- Membantu absorpsi asam amino di usus dan ginjal
Kalium
- Kation terbanyak di CES
- Normal range is 3.5-5.0 mEq/L
- Elektrolit utama pemelihara keseimbangan CIVs
- FUNGSI
- Memelihara osmolaritas CIS
- pengaliran saraf dan kontraksi otot
- Memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein
- Aldosterone promotes renal excretion of K+
- Acidosis promotes exchange of K+ for H+
in the cell
8

Kalsium
- kation utama pembentuk tulang dan gigi
Normal serum range 8.5-10 mg/dL
fungsi
Penyusun dan mineral dalam tulang dan gigi
kontraksi dan relaksasi muscular
fungsi kardio
pembekuan darah
aktivasi enzim. Ex : G6PDehidrogenase untuk metabolisme bilirubin.
merubah protombin menjadi trombin
Magnesium
Kation kedua setelah kalium dalam CIS
Normal range is 1.3-2.1 mEq/L
Fungsi
Produksi intracellular dan penggunaan ATP
Sintesis DNA dan protein
neuromuscular irritability
kontak hormon dan reseptor
kofaktor enzim (G6PD,laktonase,transketolase)
transpor fosfat (reaksi kinase)

Sedangkan anion adalah Klorida (Cl-), HCO3-, HPO4-, SO4-.

Klorida
Anion utama di CES
Normal range is 95-108 mEq/L
Fungsi
Komponen utama di cairan lambung selain H+
Bersama dengan Na+, menjaga osmolaritas plasma
Bertindak sebagai buffer kimia
Fosfat
Anion utama dalam CIS
Normal range is 2.5-4.5 mg/L
Fungsi
Komponen tulang
Dibutuhkan untuk pembentukan ATP
Komponen DNA dan RNA
PTH decreases PO4 in blood by renal excretion
Calcitonin increases renal excretion of PO4
Bikarbonat
Ada didalam CIS & CES
Normal range- 22-26 mEq/L
Fungsi
Meregulasi keseimbangan asam - basa
Komponen dalam sam bicarbonate-carbonic
Sistem buffer

Dalam keadaan normal, kadar kation dan anion ini sama besar sehingga potensial listrik
cairan tubuh bersifat netral. Pada cairan ektrasel (cairan diluar sel), kation utama adalah Na+
9

sedangkan anion utamanya adalah Cl-.. Sedangkan di intrasel (di dalam sel) kation utamanya
adalah kalium (K+). Disamping sebagai pengantar aliran listrik, elektrolit juga mempunyai
banyak manfaat, tergantung dari jenisnya.
L.O.2.3 Fungsi
Secara kimiawi, elektrolit adalah zat yang menjadi ion dalam larutan dan
mendapatkan kapasitas untuk menghantarkan listrik.Elektrolit yang hadir dalam tubuh
manusia, dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh kita sangat penting untuk fungsi normal
sel dan organ tubuh kita.Elektrolit umum yang diukur oleh dokter dengan tes darah meliputi
natrium, kalium, klorida, dan bikarbonat.

L.O.2.4 Defisiensi
Hiponatermia
Hiponatermia (kadar natrium darah yang rendah) adalah konsentrasi natrium yang lebih kecil
dari 136 mEq/L darah. Berdasarkan waktu terjadinya, dibagi menjadi:
Hiponatremia kronik. Disebut kronik bila kejadian hipontaremia berlangsung lambat yaitu
>48 jam. Pada keadaan ini tidak terjadi gejala yang berat seperti penurunan kesadaran dan
kejang. Gejala yang terjadi hanya ringan seperti lemas dan mengantuk. Kelompok ini disebut
juga sebagai hiponatremia asimptomatik.
Hiponatremia akut. Disebut akut bila kejadian hiponatremia berlangsung cepat yaitu < 48
jam. Pada keadaan ini akan terjadi gejala yang erat seperti penurunan kesadaran atau kejang.
Hal ini terjadi akibat adanya edema sel otak karena air dari ekstrasel masuk ke intrasel yang
osmolalitasnya leih tinggi. Kelompok ini disebut juga sebagai hiponatremi simptomatik atau
hiponatremia berat.
penyebab
asupan makanan
o anoreksia nervosa
o pemberian infus dekstrosa 5% yang berkepanjangan
keluarnya natrium dari saluran pencernaan
o muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna
o operasi saluran cerna
o bulimia
o kehilangan potasium
keluarnya natrium dari ginjal
o gangguan tubulus ginjal
o diuretik
pengaruh hormon
o penurunan hormon adreno-kortikal : penyakit kelenjar adrenal
(addison)
hipokalemia
hipokalemia(kadar kalium yang rendah dalam darah) adalah suatu keadaan dimana
konsentrasi kalium dalam darah kurang dari 3,4 mEq
10

penyebab
asupan makanan
o malnutrisi, kelaparan, diet yang tidak seimbang
o anoreksia nervosa
o alkoholisme
keluarnya kalium dari saluran pencernaan
o muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna
o operasi saluran cerna, fistula saluran cerna
o bulimia
keluarnya kalium dari ginjal
o fase diuresis (poliuria) gagal ginjal akut
o diuretik, terutama diuretik yang tidak hemat kalium
o hemodialisis, peritonela dialisis
pengaruh hormon
o penggunaan steroid, terutama kortison dan aldosteron dapat
meningkatkan ekskresi kalium dan retensi natrium
o sterss, menyebabkan peningkatan produksi steroid dalam tubuh
o penggunaan licorice,(mengandung asam gliserat) memiliki efek seperti
aldosteron
gangguan fungsi selular
o trauma, kerusakan jaringan, luka bakar, operasi
o menyebabkan banyak kalium yang dilepaskan kedalam cairan
intravaskular
redistribusi kalium
o alkalosis metabolik, menarik kalium masuk kedalam sel
o insulin, menarik glukosa dan kalium ke dalam sel.
Hipokloremia
Hipokloremik (kadar klorida yang rendah dalam tubuh) adalah suatu keadaan dimana
konsentrasi klorida dalam darah kurang dari 96-106 mEq/L darah
Ekskresi tergantung oleh natrium, jika tubuh kehilangan banyak natrium, tubuh pun akan
kehilangan klorida. Tetapi, klorida juga dapat lebih banyak hilang pada saat kehilangan cairan
lambung oleh muntah-muntah atau pada obstruksi pilorus atau duodenum.

11

L.O.2.5 Mekanisme Cairan dan Elektrolit pada Manusia


Kestabilan cairan tubuh terjadi karena adanya pertukaran cairan dan zat terlarut yang
terusmenerus dengan lingkungan eksternal, dan dalam berbagai kompartemen tubuh lainnya.
Asupancairan yang sangat bervariasi harus disesuaikan dengan pengeluaran yang sebanding
dari tubuh untuk mencegah penurunan atau peningkatan volume cairan tubuh. Sumber utama
pemasukan cairan tubuh ada 2, pertama berasal dari air atau cairan dalammakanan, yang
normalnya akan menambah cairan tubuh sekitar 2100 ml/hari dan kedua berasal dari sintesis
di tubuh sebagai hasil oksidasi karbohidrat yang menambah sekitar 200 ml/hari. Pengeluaran
cairan tubuh dapat terjadi dari kehilangan air insensible
melalui kulit dan paru- paru, kehilangan air lewat keringat, feses, dan ginjal. Volume keringat
yang normal kira-kira 100 ml/hari namun ketika cuaca yang sangat panas atau selama
aktivitas berat, kehilangan cairanmelalui keringat bisa mencapai 1-2 liter per hari. Jika tidak
diimbangi dengan asupan untuk ditingkatkan dengan mengaktifkan mekanisme haus maka
akan terjadi penurunan volume cairan tubuh dan berakibat gangguan keseimbangan cairan
tubuh
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu
a. Fase I
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan
oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.
12

b. Fase II
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel
c. Fase III
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke
dalam sel. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran
semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam cairan
tubuh ikut berpindah. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan
cara :difusi, filtrasi, osmosis, transport aktif

1.

2.

3.

4.

1.

Regulasi cairan dan elektrolit tubuh


Cairan tubuh tidak statis. Cairan dan elektrolit berpindah dari satu kompartemen ke
kompartemen lain untuk memfasilitasi proses - proses yang terjadi dalam tubuh, seperti
oksigenasi jaringan, respon terhadap penyakit, dan respon terhadap terapi obat. Cairan tubuh
dan elektrolit berpindah melalui difusi, osmosis, transport aktif, atau filtrasi. Perpindahan
tersebut bergantung pada permeabilitas membran sel atau kemampuan membran untuk
ditembus cairan dan elektrolit.
Proses pergerakan cairan tubuh antar kompertemen dapat berlangsung secara:
Difusi
Adalah proses ketika materi padat, partikel, seperti gula di dalam cairan, berpindah dari
daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah,sehingga distribusi partikel
dalam cairan menjadi merata.
Osmosis
Adalah perpindahan pelarut murni seperti air melalui membran semipermiabel yang
berpindah dari larutan yang memiliki konsentrasi solute rendah ke tinggi. Kecepatan osmosis
bergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, suhu larutan, muatan listrik solute. Dan
perbedaan antara tekanan osmosis yang dikeluarkan oleh larutan. Tekanan osmotik larutan
disebut osmolalitas, suatu larutan yang osmolitasnya sama dengan plasma darah disebut
isotonik
Filtrasi
Adalah suatu proses perpindahan air dan substansi yang dapat larut secara bersamaan sebagai
respon terhadap adanya tekanan cairan. Proses ini bersifat aktif di dalam bantalan kapiler,
tempat pembedahan hidrostatik tau gradient yang menentukan perpindahan air, elektrolit, dan
substansi pelarut lain yang berada diantara cairan kapiler dan cairan intertisial.
Transpor aktif
Transpor aktif memerlukan aktifitas metabolik dan pengeluaran energy untuk menggerakkan
materi guna menembus membran sel. Hal ini memungkinkan sel menerima molekul yang
lebih besar dari sel tersebut , selain itu sel dapat menerima atau memindahkan molekul dari
daerah berkonsentrasi rendah ke tinggi.
Proses regulasi cairan dan elektrolit dipengaruhi oleh beberapa faktor :
Tekanan
Proses difusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan. Proses osmotic juga
menggunakan tekanan osmotic, yang merupakan kemampuan partikel pelarut untuk mebarik
larutan melalui membrane.
Bila dua larutan dengan perbedaan konsentrasi dan larutan yang mempunyai
konsentrasi lebih pekat molekulnya tidak dapat bergabung maka larutan tersebut disebut
koloid. Sedangkan, larutan yang mempunyai kepekatan yang sama dan dapat bergabung
disebut sebagai kristaloid. Sebagai contoh, larutan kristaloid adalah larutan garam, tetapi
dapat menjadi koloid apabila protein bercampur dengan plasma. Secara normal, perpindahan
cairan menembus membrane sel permeable tidak terjadi. Prinsip tekanan osmotic ini sangant
13

penting dalam proses pemberian cairan intravena. Biasanya, larutan yang sering digunakan
dalam pemberian infuse intravena bersifat isotonic karena mempunyai konsentrasi yang sama
dengan plasma darah. Hal ini penting untuk mencegah perpindahan cairan dan elektrolit ke
dalam intrasel. Larutan intravena bersifat hipotonik, yaitu larutan yang konsentrasinya kurang
pekat disbanding konsentrasi plasma darah. Tekanan osmotic plasma akan lebih besar
dibandingkan tekanan osmotik cairan interstisial karena konsentrasi protein dalam plasma
dan molekul protein lebih besar disbanding cairan interstisial, sehingga membentuk larutan
koloid dan sulit menembus membrane semipermiabel. Tekanan hidrostatik adalah
kemampuan tiap molekul larutan yang bergerak dalam ruang tertutup. Hal ini penting guna
mengatur keseimbangan cairan ekstra dan intrasel.
2. Membran
Membrane semipermiabel merupakan penyaring agar cairan yang bermolekul besar tidak
bergabung. Membrane semipermiabel terdapat pada dinding kapiler pembuluh darah, yang
terdapat di seluruh tubuh sehingga molekul atau zat lain tidak berpindah ke jaringan.
L.I.3 Memahami dan Menjelaskan Dehidrasi (Gangguan Keseimbangan Cairan
danElektrolit pada Manusia)
L.O.3.1 Definisi Dehidrasi
Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebihbanyak
dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang
sama(dehidrasi isotonik), atau hilangnya natrium yang lebih banyak daripada air (dehidrasi
hipotonik).(IPD JILID 1 edisi IV hal 155)
Dehidrasi adalah keadaan dimana volume air berkurang tanpa disertai berkurangnya
elektrolit(Na+) atau berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya Na+ dicairan elektrolit.
Akibatnyaterjadi peningkatan Na+ di ekstrasel, sehingga cairan intra sel akan masuk kecairan
ekstrasel(volume intra sel berkurang). 40% hilang dari ekstra sel dan 60% hilang di intrasel.
L.O.3.2 Jenis-Jenis Dehidrasi
Derajat dehidrasi seseorang berdasarkan defisit berat badan, dapat digolongkan sbb:
dehidrasi ringan (<5% BB),keadaan umum sadar baik, rasa haus(+), sirkulasi darah nadi
normal, pernapasan biasa, mata agak cekung, turgor/tonus biasa, kencing biasa.
dehidrasi sedang (5-10% BB),keadaan umum gelisah , rasa haus(++), sirkulasi darah/nadi
cepat (120-140), pernapasan agak cepat, mata cekung, turgor/tonus agak berkurang, kencing
sedikit.
dehidrasi berat (>10% BB), keadaan umum apatis/koma, rasa haus(+), sirkulasi darah/nadi
cepat sekali (lebih dari 140), pernapasan Kussmaul (cepat dan dalam), mata cekung sekali,
turgor/tonus kurang sekali, kencing tidak ada.

14

L.O.3.3 Gejala Dehidrasi

L.O.3.4 Mekanisme Dehidrasi


Peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel (>280mOsm) akan merangsang osmoreseptor di
hypothalamus. Rangsangan ini akan dihantarkan ke neuron hypothalamus yang menyintesis
vasopresin. Vasopresin akan dilepaskan oleh hipofisis posterior kedalam darah dan akan
berikatan dengan reseptornya di duktus koligen. Ikatan vasopressin dengan reseptornya di
duktus koligen memicu terbentuknya aquaporin,yaitu kanal air di membran bagian apeks
duktus koligen. Pembentukan aquaporin ini memicu terjadinya reabsorpsi cairan ke vasa
recta. Hal ini menyebabkan urin yang terbentuk di duktus koligen menjadi sedikit dan
hiperosmotik atau pekat, sehingga cairan di dalam tubuh tetap dapat dipertahankan.
Selain itu, rangsangan pada osmoreseptor di hypothalamus akibat peningkatan osmolaritas
cairan ekstrasel juga akan dihantarkan ke pusat haus di hypothalamus sehingga terbentuk
perilaku untuk mengatasi haus dan cairan dalam tubuh kembali normal.
Pada Mulut
Dehidrasi sering menyebabkan mulut kering dan bibir pecah-pecah.Hal ini disebabkan oleh
dua hal. Pertama, dehidrasi yang akan menurunkan jumlah air liur yang secara alami
diproduksi di dalam mulut. Hal ini, pada gilirannya, akan menyebabkan interior mulut
menjadi kering sampai cairan diganti. Demikian juga, cairan di bibir dapat dikurangi, yang
akan menyebabkan jaringan di bibir menjadi kering dan rapuh
Dalam Darah
Sebagian besar darah terdiri dari air.Ketika air berkurang, darah menjadi lebih tebal dan lebih
lambat beredar.Akibatnya, jantung harus memompa lebih keras untuk mendorong darah
melalui pembuluh tebal.Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kerusakan
jantung. Jika dehidrasi berkepanjangan, maka kesehatan jantung dan pembuluh darah akan
terpengaruh, dan ini dapat menyebabkan kematian.

15

L.O.3.5 Penanganan Dehidrasi

Oralit
Oralit digunakan untuk mengatasi dehidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda
akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Meminum oralit bisa mengembalikan
keseimbangan kadar gula, garam, dan cairan di dalam tubuh. Ada banyak produk rehidrasi
yang bisa dibeli secara bebas.Konsultasikan kepada dokter atau apoteker untuk mengetahui
lebih lanjut tentang oralit.
Mengobati dehidrasi pada anak-anak
Untuk penanganan dehidrasi pada anak-anak, pemberian air berlebihan justru bisa membuat
kadar mineral dalam tubuh lebih menurun dan akibatnya memperburuk kondisi tubuhnya.
Maka sebaiknya mereka diberi larutan oralit.
Anda bisa gunakan sendok untuk menyuapi cairan kepada anak-anak yang sering mengalami
muntah-muntah dan mengalami diare.
Mengobati dehidrasi pada atlet
Untuk dehidrasi yang terjadi akibat olahraga, minuman berenergi yang mengandung elektrolit
dan karbohidrat atau gula adalah pilihan terbaik.Hindari segala jenis minuman bersoda.
Mengobati dehidrasi berat
16

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat harus segera ditangani oleh
petugas medis di rumah sakit dan kemungkinan akan diperlukan rawat inap. Pasien bisa
menerima gula, garam, dan cairan melalui infus. Infus merupakan cara yang cepat dan efektif
dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat yang normal
L.O.3.6 Pencegahan Dehidrasi
Untuk mencegah dehidrasi, minumlah banyak cairan dan makan makanan yang tinggi kadar
airnya seperti buah-buahan dan sayuran. Cairan bisa didapatkan tidak hanya dari air,
melainkan juga bisa dari makanan, susu rendah lemak, serta jus buah-buahan. Jika Anda
berolahraga, jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum. Dengan minum secara
teratur, kadar normal cairan dan mineral tubuh bisa dipertahankan. Jika Anda aktif
berolahraga, Anda harus minum air melebihi dari kadar normal.
Jika ada anak atau orang terdekat Anda sedang sakit, terutama mengalami demam, diare, atau
muntah-muntah, kemungkinan besar dia akan terkena dehidrasi. Sangat penting untuk
mengganti cairan secepatnya.
Minumlah air sebelum memulai olahraga berat. Setidaknya Anda disarankan untuk minum
300-700 ml air. Menghasilkan urin yang jernih adalah pertanda yang bagus bahwa Anda telah
cukup minum air.
Jika Anda tinggal di daerah panas dan lembap, minumlah banyak air untuk menurunkan
panas tubuh.
L.I.4 Etika Minum sesuai ajaran Islam
L.O.4.1 Al-Quran
1. Al isra 26-27

artinya : dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang
yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu ingkar
kepada Tuhannya.

17

L.O.4.2 Hadist
Memulai minum dengan membaca basmallah
Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal
ini berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca bismillah sebelum makan.
Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa
tambahan ar-Rahman dan ar-Rahim.
Dalilnya :
Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Wahai
anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan
kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu. (HR Thabrani dalam
Mujam Kabir)

Minum dengan tangan kanan


Dalilnya:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Jika salah seorang dari kalian
hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum,
hendaklah minumdengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan
kirinya dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim).

Tidak bernafas dan meniup air minum


Dalilnya:
Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian minum
maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari no. 5630 dan
Muslim no.263)

Bernafas tiga kali ketika minu


Dalilnya:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau mengatakan, Ketika
Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah
air minum sebanyak tiga kali. Dan beliau bersabda, Hal itu lebih segar, lebih enak
dan lebih nikmat.

Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret


Dalilnya:
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah melarang minum langsung dari mulut
qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya. (HR
Bukhari no. 5627)

Minum dengan posisi duduk


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum
sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya. (HR. Ahmad no
8135)
18

Hubungan Antara Adab Minum dengan Kesehatan


Adapun penjelasan dari hadist HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728.
Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal
tersebutmengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada
sesuatu darimulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.
Minum dengan posisi duduk juga akan membuat air yang kita minum
mengalami penyaringan oleh sfinger sehingga dapat menghindari terjadinya pengendapan
limbah-limbah disaluran ureter. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa
membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.Ia berfungsi untuk membantu kerja
ginjal. Tanpa adanya penyaringan oleh sfinger ini maka dapat menyebabkan munculnya
penyakit kristal ginjal. Fungsisfinger sebagai penyaring air minum ini hanya dapat bekerja
ketika kita minum dengan duduk dan sfinger tidak akan berfungsi jika kita minum dengan
berdiri.

19

Daftar Pustaka
FKUI. 2008. Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asam Basa edisi ke-2.
FKUI. 2013. Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asam Basa edisi ke-3.
Guyton AC, Hall JE. (2008). Fisiologi Kedokteran 11th Ed,ab. Setiawan dkk, Jakarta:
Kee JL, Paulanka BJ. (2000). Handbook of Fluid, Electrolyte, and Acid Base
Imbalances.Canada: Delmar, Thomson Learning
Mahmud, M H. (2007) Terapi Air. Jakarta: QultumMedia
Muscari, Mary E. (2005). Keperawatan Pediatric edisi ke-3
Sherwood L. (2001). Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem edisi 2. Jakarta: EGC
J.R.Short dkk, (2002). Sinopsis Pediatri
Sudoyo Aru W,dkk. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid I edisi keempat. (2007). halaman 134-139
Siregar, P. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Jilid I edisi kelima. (2009). halaman 175-189
http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._KESEHATAN_&_REKREASI/PRODI._K
EPERAWATAN/197011022000121HAMIDIE_RONALD_DANIEL_RAY/Bahan_Kuliah/CAIRAN_TUBUH.pdf

20