Anda di halaman 1dari 4

Proses

Sulfit

Mula-mula sulfur dicairkan dalam tanki pencair atau pelebur, kemudian dipanaskan
dalam pemanas yang berputar sambil dialiri udara untuk mengoksidasi. Dalam
pemanasan ini sulfur diuapkan dan selanjutnya dimasukkan dalam ruang pembakaran
dengan dialiri udara. Pengaliran udara ini sambil dikontrol supaya jangan sampai
terbentuk SO2. SO2 yang terjadi didinginkan dengan cepat dalam suatu pipa yang
melingkar-lingkar yang dikelilingi air. Proses selanjutnya adalah absorpsi gas oleh air
dengan menambahkan senyawa Calsium dan Magnesium Carbonat.

S +

O2

CO2

SO2
2SO2 +

2SO2 +
H2O

H2O

MgCO3

CaCO3

Ca(HSO3)2 +
Mg (HSO3)2 +

CO2

Menara absorpsi ini dibuat minimal 2 buah, sedangkan penguliran air dari atas kebawah
dengan spray, berlawanan dengan aliran SO2 yang masukan menara absorpsi. Liquor
yang keluar dari menara berisi sejumlah SO2 yang bebas dan lalu dimasukkan dalam
reclain tank. Akhirnya liquor dimasukkan dalam digester sebagai larutan Calsium dan
Magnesium bi sulfit, kalau di analisa kira-kira 4,5 % total SO 2 dan 3,5 % SO2 bebas.
Digester ini diisi penuh dengan potongan-potongan kayu halus dan asam pemasak dengan
kapasitas dari 1 ton sampai 35 ton serabut kayu dan 3000 sampai 51000 galon asam-asam
tadi. Digester dipanaskan secara langsung dengan steam (uap), dimana tekanan dari uap
ini 70 sampai 160 lb/in2 tergantung dari jenis kayu yang di pakai. Waktu yang diperlukan
10 sampai 11 jam dengan temperatur 105 o C sampai 155 o C. Sesudah pemanasan dalam
digester selesai dan sudah masak, lalu pulp dikeluarkan dan masuk dalam Blowpit dengan
diberi air jernih. Dari Blowpit ini pulp, dimasukkan ayakan dan seterusnya disaring
dengan rotary drum filter untuk di padatkan dengan jalan membuang airnya dengan
mesin ayakan 80. Dari Rotary drum Filter ini selanjutnya pulp dimasukkan dalam tanki
pemutih dan diputihkan dengan Chlorine dengan penambahan cairan kapur sebagai
penetralnya. Selesai pemutihan dimasukkan dalam mesin-chest dan akhirnya dikeringkan
dan dibuat rol-rol pulp.

Proses Sulfit
Pembuatan pulp proses sulfit yang pertama dilakukan dengan menambahkan cairan kalsium
hidrogen sulfit dan belerang dioksida dalam sistem bertekanan. Pada dasarnya pembuatan
pulp dengan proses sulfit dilakukan dengan modifikasi pembaruan dan perbaikan teknik yang
telah dilakukan. Proses sulfit dibuat untuk menghasilkan pulp dengan selulosa yang murni.
Proses ini menggunakan garam dan cairan asam. Garam yang digunakan misalnya adalah
sulfat (SO3 2-) atau bisulfit (HSO3 2-). Pulp sulfit digunakan untuk membuat kertas, tisu, dan
juga menambahkan kekuatan pada kertas koran. Cairan pemasak yang digunakan adalah
asam sulfit yang dibuat dengan membakar sulfur menghasilkan sulfur dioksida, sulfur ini
dapat menyerap air menghasilkan asam sulfit. Cairan pemasak disiapkan dengan
menambahkan ion hidroksida atau karbonat. Nilai pH pulp sulfit berkisar antara 1,5-5 dimana
nilainya bergantung kepada penambahan sulfit atau bisulfit. Cairan pemasak yang
dikeluarkan disebut sebagai cairan coklat atau cairan merah (bandingkan dengan cairan hitam
pada proses kraft). Pembersihan pulp dilakukan dengan aliran bolak balik untuk
menghilangkan cairan coklat yang dihasilkan dari pulp dan menghilangkan lignin dan
hemiselulosa. Ekstrak cairan coklat dikonsentrasikan dalam wadah evaporator efek ganda.
Beberapa keuntungan proses sulfit adalah : 1. Yield yang dihasilkan lebih besar daripada
proses kraft 2. Pulpnya dapat menghasilkan turunan selulosa 3. Lebih mudah dioperasikan 4.
Lebih mudah untuk diputihkan Pulp sulfit biasanya sedikit lebih rusak jika dibandingkan
dengan pulp hasil kraft, sehingga produknya sedikit yang digunakan (wikipedia4 , 2009)

1. Proses Sulfat
Pada proses sulfat, larutan pemasak yang digunakan adalah sodium hidroxide dan sodium sulfite. Sodium sulfite
dihasilkan dari reduksi sulfat selama proses pembakaran dengan reaksi:
Na2 SO4+ 2C Na2 S + 2CO2
Sodium hidroxide dihasilkan dari hidrolisis sodium sulfite di dalam air dengan
reaksi:
Na2 S + H2O NaOH + NaHS
NaHS berfungsi sebagai buffer dan mengurangi efek degradasi selulosa oleh NaOH. NaHS dapat bereaksi
dengan lignin menghasilkan thio-lignin yang mudah larut dalam alkali sehingga pemasakan dapat berlangsung
lebih singkat dan temperatur dapat diturunkan sekitar 160-170 0C. Serat yang dihasilkan sangat baik tetapi
memiliki warna yang jelek, sehingga proses ini digunakan untuk membuat kertas berkekuatan tinggi seperti
kantong semen dan kertas bungkus.
Proses sulfat memakai alkali aktif dan sulfiditas sebagai bahan pemasak, sebagai bahan baku hampir semua
jenis kayu dan non kayu baik kayu lunak maupun kayu keras. Pulp yang dihasilkan berwarna coklat dan
mempunyai kekuatan fisik yang tinggi sehingga biasanya digunakan untuk pembuatan kertas semen, kertas
bungkus dan kertas liner, dan mudah diputihkan ( bleaching ). Tabel berikut ini merupakan keuntungan dan
kerugian proses sulfat.

2. Proses Sulfit.
Proses ini menggunakan bahan kimia aktif, yaitu asam sulfit, kalsium bisulfit, sulfur dioksida yang dinyatakan
dalam larutan Ca(HSO3)2 dengan H2SO3 berlebih. Bahan baku yang digunakan biasanya kayu lunak dan
larutan
pemasak
SO2
dan
Ca(HCO3)2.
Reaksi
pembuatan
larutan
pemasak
adalah:
S
+
O2
-> SO2
2SO2 + H2 O + CaCO3 > Ca(HSO3)2 + CO2
Lignin yang terikat pada selulosa akan bereaksi dengan larutan Ca(HSO3)2 membentuk lignin sulfonat dengan
reaksi sebagai berikut:
Ca(HSO3)2
>
Lignin
+
HSO
Lignin-OH + HSO3 > Lignin-SO3 + H2O

Ca
3-

->

2+ +
SO2+

2HSO3Lignin-OH

Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit baik untuk pembuatan kertas tissue dan kertas-kertas cetak bermutu.
Beberapa keuntungan pulp sulfit adalah:
1.

Rendemen yang lebih tinggi pada bilangan kappa tertentu, yang melibatkan kebutuhan kayu yang
rendah;
2.
Derajat putih pulp yang tidak dikelantang lebih tinggi; dan
3.
Persoalan pencemaran sedikit.
Cara ini sudah sangat jarang dipakai, karena biayanya yang terlalu mahal (Anonymous, 2002).