Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Arsitek mempunyai peran yang cukup besar dalam pembangunan serta pemeliharaan
budaya. Hal ini terkait dengan pelestarian nilai budaya setempat di dalam pembangunan
bangunan modern di wilayah tertentu. Maka dari itu sangat penting adanya peraturan serta upaya
pelestarian budaya dan unsur lokal dalam pembangunan modern. Di dalam penerapannya tentu
ada teknik atau teori penggabungan nilai lokal dan modern. Teknik penggabungan yang baik
yang menghasilkan sebuah bangunan modern namun masih kaya akan unsur lokal yang
menciptakan bangunan beraliran pasca modern atau postmodern.
Dalam hal ini mata kuliah Arsitektur Pasca Modern yang didapat oleh mahasiswa
arsitektur Udayana bertujuan untuk menjelaskan perwujudan bangunan pasca modern di Bali.
Untuk itu melihat langsung ke lokasi bangunan sangat penting agar nantinya sebagai seorang
calon arsitek dapat memahami bagaimana metode yang benar.
Bangunan yang dijadikan objek observasi adalah bangunan yang memiliki bentuk yang
dapat dikatakan berbeda dari segi tampilan dibandingkan bangunan sekitarnya. Bangunan itu
adalah sebuah sebuah Rumah yang berada di kawasan renon denpasar
Dalam merancang suatu bangunan, sudah menjadi tugas seorang arsitek untuk memiliki
konsep, tujuan yang jelas pada rancangannya serta menerapkan teori-teori yang ada sehingga
desain yang dihasilkan tidak aneh semata. Bangunan yang bentuknya unik tidak semata-mata
dirancang seenaknya tanpa mematuhi peraturan dan tanpa pemikiran yang matang. Adalah
tantangan bagi seorang arsitek untuk merancang bangunan dengan bentuk yang aneh namun
memiliki nilai lokal serta tradisi yang kuat

1.2 RUMUSAN MASALAH

ARSITEKTUR PASCA MODERN

1.2.1

Bagaimana perkembangan arsitektur Post modern di wilayah bali?


1.2.1 Apa pengaruh arsitektur Post modern terhadap perkembangan arsitektur di daerah bali?

1.3 TUJUAN PENELITIAN


1.3.1 Untuk mengetahui masuk dan berkembangnya aliran arsitektur Post modern di
Indonesia,khususnya di wilayah bali ini.
1.3.2 Untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan aliran arsitektur Post modern terhadap
pembangunan di bali.

1.4 MANFAAT PENELITIAN


1.4.1Dapat mengetahui cara masuk dan berkembangnya aliran Post modern di
Indonesia,khususnya di wilayah bali.
1.4.2Dapat mengetahui pengaruh yang ditimbulkan aliran Post modern terhadap pembangunan
di bali.

1.5 METODE PENELITIAN


Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data yang
diperoleh dari sumber- sumber kepustakaan, media elektronik, media cetak.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih
luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai
dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke
ARSITEKTUR PASCA MODERN

level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk
kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis
paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan /
Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat
dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu
unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup
pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi
itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.

2.2 Pengertian Postmodern


Merupakan filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, dan teori.
Dapat berarti sehabis modern, setelah modern atau sebagai kelanjutan modern (modern masih
berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian/adaptasi dengan perkembangan dan
pembaruan yang terjadi di masa kini). Post-Modern berusaha merombak konsep modern yang
memutus hubungan dengan masa seni dan arsitektur.
Diperkenalkan oleh Charles Jencks dalam sebuah seminar di TH Eindhoven Belanda
1970. Disusul dengan terbitnya buku yang berjudul Language of Post-modern Architecture,
disini mendefinisikan postmodernisme sebagai eklektisme atau adhosisme radikal. Berbagai
bagian, gaya atau sub-sistem (yang ada dalam konteks sebelumnya) digunakan dalam sintesis
yang baru dan kreatif. Tetapi pada kenyataan postmodernisme tiidak semata-mata
pengkombinasian dari gaya masa lalu. Postmodernisme jauh lebih kompleks dari hal tersebut.
Bukan suatu gejala yang menggantikan Arsitektur Modern, melainkan hanya merupakan
perkembangan mutahir dari Arsitektur modern.
Postmodern dalam posisinya di dalam modern berupaya menyajikan sesuatu yang tidak
dapat disajikan dalam penyajian itu sendiri (Jean Fancois Lyotard).
Arsitektur postmodern muncul sebagai reaksi terhadap arsitektur modern. Post modern
merayakan sebuah konsep Multivalence (melawan Univalence dari modernisme). Arsitektur
postmodern

menolak

tuntutan

modern

dimana

sebuah

bangunan

menunjukan

ARSITEKTUR PASCA MODERN

dan

memperlihatkan gaya, bentuk, corak, yang paling bertentangan. Arsitektur postmodern


menggunakan beberapa teknik dan gaya seni tradisional yang ditentang oleh arsitektur modern.
Penolakan oleh postmodern terhadap modern didasarkan pada sebuah prinsip, yaitu semua
arsitektur bersifat simbolik.
Ciri utama arsitektur Postmodern adalah double coding yaitu prinsip arsitektur
postmodern yang memuat tanda, kode dan gaya yang berbeda dalam suatu konstruksi bangunan.
Merupakan campuran ekletis antara tradisional / modern, populer / tinggi, barat / timur, atau
sederhana atau complicated. Karakteristik arsitektur postmodern lebih mengutamakan: elemen
gaya hibrida (ketimbang yang utuh), ambigu (ketimbang yang tunggal), inkonsisten (ketimbang
yang konsisten). Prinsip arsitektur postmodern yaitu prinsip kontekstualisme berarti adanya
pengakuan bahwa gaya arsitektur suatu bangunan selalu merupakan bagian fragmental dari
sebuah gaya arsitektur yang lebih luas. Prinsip allusionisme berarti adanya keyakinan bahwa
arsitektur selalu merupakan tanggapan terhadap sejarah dan kebudayaan, sementara prinsip
ornamental berarti pengakuan bahwa bangunan merupakan media pengungkapan makna-makna
arsitektural.
Arsitektur post modern tercipta akibat dari kejenuhan masyarakat terhadap arsitektur
modern, maka timbulah suatu ide pembenahan dari para arsitek. Hal yang paling mencolok
adalah cita-cita yang dikumandangkan arsitek modern yaitu menolak ornamen tetapi malah
ditampilkan disini, inilah awal dari berakhirnya arsitektur modern. Arsitektur postmodern
melakukan gugatan gugatan besar pada arsitektur modern yang ditujukan terhadap sifat
arsitektur modern yang fungsional.
Postmodern bukanlah gerakan revolusioner yang ingin lepas dan membuang nilai-nilai
modernisme (Stern, 1980). Perkembangan postmodern bahkan sangat dipengaruhi oleh
modernisme. Di dunia arsitektur, dunia ini sering disebut sebagai Beyond the modern
movement karena memang berkembang stelah modern movement. Tetapi ada juga yang
menyebutnya sebagai Super-mannerism karena merupakan kelanjutan dari mannerisme pada era
renaissance di Italy yang melahirkan arsitek-arsitek besar seperti Michael Angelo (1475-1564),
Andrea Palladio (1508-1580), Donato Bramante (1444-1514) dan Giulio Romano.
Arsitek pencetus postmodern adalah Charles Jenks. Ia menyebutkan 3 alasan terciptanya
arsitektur post modern, yaitu:

ARSITEKTUR PASCA MODERN

a. Kehidupan kita sudah berkembang dari dunia serba terbatas ke desa-dunia yang tanpa batas.
Perkembangan ini disebabkan oleh cepatnya komunikasi dan tingginya daya tiru manusia.
b. Canggihnya teknologi telah memungkinkannya dihasilkannya produk-produk yang bersifat
pribadi, lebih dari sekedar produksi massal yang merupakan ciri khas dari modernism.
c. Adanya kecenderungan untuk kembali kepada nilai-nilai tradisional atau daerah, sebuah
kecenderungan manusia untuk menoleh ke belakang.
Dengan demikian munculah arsitektur post modern, gabungan antara yang tradisional dengan
yang non tradisional atau gabungan antara sesuatu yang baru dengan yang lama. Menurut
Charles Jenk terdapat 6 aliran post modern, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Historicsm
Straight Revivalism
Neo Vernacular
Contextual
Metaphor & Metaphisical
Postmodern Space

Terdapat 10 ciri Arsitektur Post modern menurut Budi Sukada (1988), yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Mengandung unsur-unsur yang komunikatif yang bersifat lokal atau populer


Membangkitkan kembali kenangan historik
Berkonteks urban
Menerapkan kembali teknik ornamentasi
Bersifat representasional
Berwujud metaforik (dapat berarti bentuk lain)
Dihasilkan dari partisipasi
Mencerminkan aspirasi umum
Bersifat plural
Bersifat Ekletik

Untuk dapat dikategorikan arsitektur post modern tidaklah harus memiliki semua ciri
tersebut. Sebuah karya arsitektur yang memiliki enam atau tujuh cirri di atas sudah bisa
disebut arsitektur post modern. Melalui unsur komunikasi dalam arsitektur post modern,
masyarakat bisa merasakan sebuah bangunan modern dengan teknologi modern
Pokok Pikiran Post Modern
Pokok-pokok pikiran yang dipakai oleh para arsitek post modern yang tampak dan ciri-ciri
bangunannya yang membedakan dengan modern:

ARSITEKTUR PASCA MODERN

1. Tidak memakai semboyan Form Follow Function. Arsitektur post modern


mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa dan oleh karena itu arsitektur tidak
mewadahi melainkan mengkomunikasikan. Untuk arsitektur Post Modern yang
dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural atau identitas historis. Halhal yang ada di masa silam itu yang dikomunikasikan, sehingga orang bisa mengetahui
bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah kemanusiaan, atau dapat
pula dikatakan bahwa arsitektur post modern memiliki kepedulian yang besar kepada
masa silam (the past).
2. Fungsi
Yang dimaksud dengan fungsi di sini bukanlah aktivitas, bukan pula yang dikerjakan atau
dilakukan manusia oleh manusia terhadap arsitektur (keduanya diangkat sebagai
pengertian tentang fungsi yang lazim digunakan dalam arsitektur modern). Dalam
arsitektur post modern yang dimaksud fungsi adalah peran dan kemampuan arsitektur
untuk mempengaruhi dan melayani manusia. Yang dimaksud manusia bukan melakukan
kegiatan, tetapi sebagai makhluk yang berfikir, bekerja, memiliki perasaan dan emosi,
makhluk yang punya mimpi dan ambisi, memiliki nostalgia dan memori.
Fungsi di sini adalah apa yang dilakukan arsitektur bukan apa yang dilakukan manusia dan
dengan demikian fungsi bukan aktivitas. Dalam Posmo perancangan dimulai dengan
melakukan analisa fungsi arsitektur, yaitu:
a. Arsitektur mempunyai fungsi memberi perlindungan kepada manusia (baik
perlindungan terhadap nyawa maupun harta)
b. Arsitektur memberikan perasaan aman, nyaman, nikmat.
c. Arsitektur mempunyai fungsi untuk menyediakan dirinya dipakai manusia untuk
berbagai keperluan.
d. Arsitektur memberikan kesempatan kepada manusia untuk bermimpi dan berkhayal
e. Arsitektur memberikan gambaran dan kenyatan yang sejujur-jujurnya
Sehingga dalam post modern yang ditonjolkan di dalam fungsinya itu adalah fungsi-fungsi
metaforik (simbolik) dan historikal.

ARSITEKTUR PASCA MODERN

3. Bentuk dan Ruang


Di dalam post modern, bentuk dan ruang adalah komponen dasar yang tidak harus
berhubungan satu menyebabkan yang lain (sebab akibat). Keduanya menjadi dua
komponen yang mandiri, sendiri-sendiri, merdeka sehingga bisa dihubungan atau tidak.
Yang jelas bentuk memang berbeda secara substansial, mendasar dari ruang. Ciri pokok
dari bentuk adalah ada dan nyata/terlihat/teraba, sedangkan ruang mempunyai ciri khas ada
dan tidak terlihat/tidak nyata. Kedua ciri ini kemudian menjadi tugas arsitek untuk
mewujudkan. Dalam post modern bentuk menempati posisi yang lebih modern untuk
menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang.

2.3 Tokoh dan Karyanya


A. Michael Graves

ARSITEKTUR PASCA MODERN

Lahir di Indianapolis dan mendalami arsitektur di University of Cincinnati dan Havard


University. Konsep Graves adalah menafsirkan ualng gaya rasional yang diperkenalkan oleh Le
Corbusier pada tahun 1920-an menjadi gaya neoklasik yang kemudian dia mengembangkan
paham ekletik yang mengasbtrakkan bentuk-bentuk historikal dan menekankan penggunaan
warna. Graves tidak memperdulikan akar-akar modernisme dan menghasilkan suatu visi
klasisme yang kontras atau ironis dimana bangunan-bangunannya hanya menjadi klasik dalam
hal massa dan susunan. Dia menerapkan humor sebagai bagian dari arsitektur. Rancanganrancangannya yang terakhir dianggap oleh banyak ornag tidak berselera dan banyak imitasi
belaka.Salah satu karya Michael Graves adalah Public Service Building (1980-1982) di Portland,
Oregon. Bangunan ini memiliki bentuk yang global, sangat sederhana seperti kotak atau blok ada
yang mengatakan seperti sebuah kado natal raksasa dan ada yang mengataka seperti dadu.
Kotak seperti dadu bagian utama dari The Portland terletak di atas unit di bawahnya seolaholah ada sebuah tumpuan berwarna biru kehijauan, kontras dengan warna atasnya coklat susu
cerah. Di bagian atas atau atapnya yang datar terdapat konstruksi seperti rumah-rumahan kecil
mirip seperti kuil-kuil dari arthemis Yunani beratap piramid dan pelana.

B. Charles Moore

ARSITEKTUR PASCA MODERN

Salah satu karyanya adalah Piazza ditalia (1975-1980) sebuah taman atau ruang terbuka
dalam rangka renovasi kawasan kumuh di New Orelans Amerika Serikat, ditujukan untuk
para imigran Italia yang mendominasi daerah tersebut.

Denah bangunannya berupa lingkaran, diperkuat dengan garis-garis melingkar pada


lantai dengan warna dari bahan pada tengah taman di buat model tanah Italia yang
berbentuk seperti sepatu tinggi, dikelilingi kolam menggambarkan laut mediterania.
Unsur modern art deco dimasukkan dalam beberapa kepala kolom di sela-sela kolomkolom Italia tersebut.
C. Aldo Rossi

Berasal dari Milan Italia, lahir tahun 1913. Selain sebagai arsitek praktisi, pengajar juga
banyak karya-karya tulisnya baik mengenai arsitektur kota maupun arsitektur. Karyakaryanya adalah:
ARSITEKTUR PASCA MODERN

Teather Dunia I (II Teantro del mondo) 1978 di Venesia


Venesia ini merupakan kota kuno abad pertengahan di Italia, termasyur dengan keunikannya
terapung di laut. Denahnya bujur sangkar 9,5 x 9,5 m2 di atas plarform semacam rakit 25 x
25 m. Bagian utamanya tingginya 11 m, di atasnya terdapat sebuah menara berdenah segi
delapan setinggi 6 m, atapnya kerucut berisi delapan.
Teater Carlo Felice (1983-1989) di Genoa Italia
Teater ini dibangun oleh Rossi bersama tiga arsitek lain yaitu I. Gardell, F. Reinhart dan A.
Sibilia, dengan menggabungkan elemen-elemen klasik Yunani Ranaissance dengan elemen
modern. Pemakaian unsur lama ciri arsitektur Post Modern antara lain gotic, terdapat dalam
sebuah kerucut yang aneh, karena diletakkan di dalam di atas lobby utama.

D. Ricardo Bofil

Merupakan arsitek kelahiran Barcelona Spanyol. Salah satu karyanya adalah:


The Palace of Abraxas (1978-1983)
ARSITEKTUR PASCA MODERN

10

Adalah sebuah apartemen modern di Marnella-la-Valle, sebuah kota baru di pinggiran


timur Kota Paris. Apartemen ini terdiri atas dua unit dengan bentuk dan tata letak yang sangat
unik, yang satu denahnya bagian dari setengah lingkaran, yang lain berupa blok di tengah
bawah kosong seperti arc de triomphe. Bagian atas dari apartemen berlantai sepuluh terdapat
balkon, balustradenya di beri alur-alur seolah-olah seperti kepal dari kolom Yunani.

2.4 Arsitektur Post Modern di Indonesia


Banyak yang menyambut kedatangan Arsitektur Post Modern Indonesia dengan gembira.
Mengikuti harapan yang diutarakan di tempat awal munculnya aliran tersebut, Arsitektur Post
Modern Indonesia juga diperkirakan mampu menembus dominasi aliran Internasional Style
yang berjaya di Indonesia sejak tahun 70-an. Untuk itu beberapa artikel ditulis di majalahmajalah populer di Jakarta mengenai aliran ini dengan optimistik.
Arsitektur Post Modern sendiri diperkirakan muncul sekitar tahun 50-an di Eropa dan
Amerika dalam wujud yang masih kasar dan kurang meyakinkan untuk diperhitungkan
sebagai bibit unggul. Karena itu, tidak ada satupun sejarawan yang mengangkat dan
membicarakannya, sebab mreka disibukkan dengan pekerjaan mengamati perkembangan
Gerakan Modern yang ketika itu sudah menampakkan potensinya sebagai kekuatan baru di
bidang arsitektur. Karya-karya itu mulai dibicarakan kembali setelah sebuah bentuk baru
ARSITEKTUR PASCA MODERN

11

karya arsitektur mulai nampak di antara sejumlah karya-karya beraliran International Style.
Itu berlangsung dalam periode 70-an dan semakin insentif pemunclan dalam sepuluh tahun
terakhir ini.
Kalau mengambil pokok-pokok pikiran post modern untuk meninjau keadaan dan
perkembangan arsitektur di Indonesia, maka arsitektur post modern sudah ada di Indonesia
sejak tahun 1970-an, melalui pandangan dan karya dari Y.B. Mangunwijaya. Di sini Y.B.
Mangunwijaya menghadirkan karya arsitektur yang tergolong ke dalam sub langgam post
modern.
Awalnya kedudukan arsitektur post modern di Indonesia bisa dilihat sebagai komoditi
oleh kelompok masyarakat tertentu saja, yang hanya berkecimpung aktif dalam
pembangunan ekonomi. Arsitektur Post Modern di Indonesia hanya dianggap sebagai hasil
fancy atau minderwertigkeits-kompleks negara berkembang karena takut disebut terbelakang.
Kecenderungan yang kuat pada arsitektur post modern di Indonesia hanya bertumpu pada
figurativism atau graphism seperti yang muncul pada Delta Plaza Surabaya, Gedung
Universitas Atmajaya Jakarta atau gedung-gedung lainnya di jalan Kuningan Jakarta. Post
Modern di Indonesia dilihat oleh arsitek sebagai gerakan Internasional, yang tidak
menawarkan konsep baru tentang ruang dan lingkungan yang menjadi tempat keberadaan
manusia, tetapi lebih pada bungkus sosok yang dapat ditelusuri dari Modernisme.
Post Modern tidak bisa disebut suatu epoche kultural karena yang dicapainya hanya sekedar
popularitas, bukan pemberian nilai tambah yang memperkaya konsep beradanya manusia
dalam lingkungan binaan Arsitektural. hal ini ditandai dengan adanya beerapa diantara karyakarya baru di Indonesia yang mencoba-coba menampilkan elemen tradisional pada tempattempat tertentu di bangunannya, yang pasti ditopang oleh dalih kontekstual, baik regional
maupun lokal. Pada dasarnya mereka lupa bahwa bukan seperti itu kontekstual yang
dibayangkan oleh para pencetus Arsitektur Post Modern, melainkan yang komunikatif yang
dikenal secara populer oleh warga masyarakat setempat.

2.5 Arsitektur Neo Vernacular


Pendekatan Arsitektur Neo - Vernakular

ARSITEKTUR PASCA MODERN

12

Yang perlu diperhatikan dalam penerapan pendekatan dalam arsitektur neo- vernacular
adalah :

Interpretasi desain yaitu pendekatan melalui analisa tradisi budaya dan peninggalan arsitektur
setempat yang dimasukkan kedalam proses perancangan yang terstruktur lalu kemudian
diwujudkan dalam bentuk yang termodifikasi sesuai dengan zaman sekarang.

Ragam dan corak desain yang digunakan adalah dengan pendekatan simbolisme, aturan, dan
tipologi untuk memberikan kedekatan dan kekuatan pada desain.

Struktur tradisional yang digunakan mengadaptasi bahan bangunan yang ada didaerah dan
menambah elemen estetis yang diadaptasi sesuai dengan fungsi bangunan.
Prinsip Desain Arsitektur Neo - Vernakular
Adapun prinsip-prinsip desain arsitektur Neo-Vernakular secara terperinci, yaitu :

a.

Hubungan Langsung ; merupakan pembangunan yang kreatif dan adaptif terhadap arsitektur
setempat disesuaikan dengan nilai-nilai/fungsi dari bangunan sekarang.

b.

Hubungan Abstrak ; meliputi interprestasi ke dalam bentuk bangunan yang dapat dipakai
melalui analisa tradisi budaya dan peninggalan arsitektur.

c.

Hubungan Lansekap; mencerminkan dan menginterprestasikan lingkungan seperti kondisi fisik


termasuk topografi dan iklim

d.

Hubungan Kontemporer ; meliputi pemilihan penggunaan teknologi, bentuk ide yang relevan
dengan program konsep arsitektur

e.

Hubungan Masa Depan ; merupakan pertimbangan mengantisipasi kondisi yang akan datang.

Penerapan Arsitektur Neo - Vernakular


Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa penerapan arsitektur Neo-Vernakular terdiri
dari 2 aspek yaitu : aspek fisik dan non fisik, dimana implementasi terhadap perancangan
bangunan kedua aspek tersebut diterapkan sendiri-sendiri maupun bersama-sama membentuk
suatu komposisi rancang bangun yang komprehensif.
a.

Aspek Fisik

ARSITEKTUR PASCA MODERN

13

Yang dimaksud aspek fisik disini adalah bentuk tampilan bangunan yang dilihat keberadaanya
dengan mata dan mempunyai wujud dan bentuk tertentu. Kemudian bila kita kaitkan dengan
aspek fisik dalam penerapan arsitektur Neo-Vernakular yang meliputi lokasi dan tapak, bentuk
bangunan, bahan bangunan dan kontruksi. Berarti bahwa elemen-elemen tersebut yang
merupakan suatu respon terhadap alam pada bangunan tradisional masa lalu, ditampilkan
kembali pada bangunan modern dengan fungsi pada elemen-elemen tersebut tetap sama yaitu :
sebagai suatu usaha/respon sebuah bangunan modern terhadap kondisi lingkungan dan iklim
setempat.
Elemen-elemen yang dapat dieksplorasi ke dalam arsitektur modern meliputi :
1) Bentuk bangunan
Pada masa lalu bangunan rumah tradisional umumnya mempunyai atap yang tinggi dan tritisan
yang lebar, hal ini sebagai salah satu cara mengatasi curah hujan yang tinggi dan mengantisipasi
terhadap panas matahari. Kemudian implementasi dalam bangunan modern penggunaan atap
yang tinggi dan lebar merupakan suatu bentuk transformasi dari bentuk-bentuk vernacular.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Gambaran Umum

ARSITEKTUR PASCA MODERN

Rumah Postmodern yang berada di kawasan renon denpasar


Sumber: Dokumentasi pribadi

14

Bangunan diatas adalah bangunan sekolah SMAN 2 Denpasar.Pembangunan bangunan


ini baru rampung sekitar bulan februari 2012.Berlokasi di jalan raya sudirman.
Bangunan sekolah ini dapat dikategorikan menjadi arsitektur post modern beraliran neo
vernakular. Pengertian dari arsitektur neo vernakular sendiri ialah suatu paham dari aliran
arsitektur post modern yang tercipta akibat respon dan kritik atas modernism yang
mengutamakan nilai rasionalisme dan fungsionalisme yang dipengaruhi oleh perkembangan
industri yang dirasa semakin meninggalkan tradisi. Arsitektur neo vernakular merupakan
arsitektur yang berkonsep pada prinsipnya yang mempertimbangkan kaidah-kaidah normative,
kosmologis, peran serta budaya lokal dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara
bangunan, alam, dan lingkungan. Pada intinya arsitektur neo vernakular merupakan perpaduan
antara bangunan modern dengan bangunan pada abad 19. Arsitektur neo vernakular tidak
ditujukan pada arsitektur modern atau arsitektur tradisional, melainkan lebih pada keduanya.
Sesuai dengan pengertian neo vernakular di atas maka Rumah ini dapat dikategorikan menjadi
arsitektur post modern beraliran arsitektur neo vernakular.
3.2 Peta Lokasi

ARSITEKTUR PASCA MODERN

15

3.3 Pengaplikasian Bangunan Lokal


A.KORI AGUNG

ARSITEKTUR PASCA MODERN

16

Gambar : Gambar tembok penyengker SMAN 2 Denpasar


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar : Gambar kori agung pada arsitektur tradisional bali


Sumber: balipurnama.com

Bangunan SMAN 2 denpasar ini dapatdikatakan bergaya neo vernakular karena Masih
menggunakan arsitektur setempat (arsitektur tradisional bali) tetapi finishingnya secara modern.
Pada bangunan arsitektur bali pada jaman dahulu,kori agung. biasanya terbuat dari tanah
liat yang di polpol lalu dikeringkan,sedangkan sekarang terlihat pada gambar tembok penyengker
di atas bahwa sudah mengalami beberapa perubahan,mulai dari segi material yang menggunakan
ARSITEKTUR PASCA MODERN

17

batu paras dan tidak menggunakan bata,dan untuk perekatnya sudah menggunakan semen,tidak
seperti jaman dulu yang masih menggunakan tanah liat.
Kori agung merupakan pintu yang dipergunakan sebagai pemisah jaba (bagian terluar)
dengan bagian dalam bagian bangunan.Keberadaan khusus kori agung terlihat dari patung rama
dan

laksmana

dimana

kedua

lambang

ini

melambangkan

kebijaksanaan

dan

keramahtamahan.Sedangkan pada bangunan SMAN 2 Denpasar keberadaan patung rama dan


laksmana diganti dengan patung penjaga,tetapi disini fungsi kori agung tetap sebagai
penghubung bagian luar dan dalam,seperti yang terlihat pada arsitektur tradisional bali.Kori
Agung Candi Bentar, bentuknya serupa dengan tugu, kepalanya memakai gelung mahkota segi
empat atau segi banyak bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan bangunan bujur sangkar, segi
empat atau segi banyak dengan sisi-sisi sekitar satu depa alit, depa madya, depa agung dan
berfungsi sebagai pintu masuk para tamu agung,sedangkan pada bangunan SMAN 2 denpasar
digunakan untuk pintu keluar masuk untuk menuju ke bagian dalam.

B. BAGIAN KEPALA (UTHAMA)

ARSITEKTUR PASCA MODERN

18

Gambar: Bagian atas dari bangunan SMAN 2 Denpasar


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Bangunan ini menggunakan konsep Tri angga yaitu UTAMA (kepala), MADYA
(badan), NISTA (kaki) sama seperti arsitektur tradisional bali pada umumnya.Tri angga adalah
ungkapan tata nilai pada ruang terbesar jagat raya mengecil sampai elemen-elemen terkecil pada
manusia dan arsitektur. Pada alam semesta (bhuwana agung) susunan tersebut tampak selaku
bhur, bhuwah dan swah (tiga dunia/tri loka) bhur sebagai alam bawah adalah alam hewan atau
butha memiliki nilai nista, bwah adalah alam manusia dengan nilai madya dan swah alam
para Dewa memiliki nilai utama. Demikin pula pada manusia (bhuwana alit) ungkapan tata
nilai ini terlihat pada tubuhnya yang tersusun atas: kaki sebagai nista angga, badan sebagai
madya angga dan kepala adalah utama angga. Konsep Tri Angga ini diproyeksikan dalam
setiap wujud fisik arsitektur, teritorial perumahan dan territorial desa.
Nampak dari gambar adalah bagian utama (kepala),bisa dilihat pada gambar di atas dari
jaman tradisional hingga jaman sekarang penggunaan jenis bahan penutup atap selalu
berkembang,hal ini karena kemajuan pesat pada teknologi kita untuk menciptakan bahan
material baru.Pada bangunan tradisional bali jaman dulu,bahan penutup atap yang umum
digunakan adalah alang-alang dan sirap,tapi seiring berkembangnya dunia arsitektur,terutama
perkembangan arsitektur post modern khususnya di daerah bali,bahan alang-alang sering diganti
menggunakan genteng kodok bahkan yang terlihat pada gambar bangunan SMAN 2 denpasar
menggunakan genteng karang pilang.Terlihat sekali bagian utama (kepala) bangunan ini
ARSITEKTUR PASCA MODERN

19

menggunakan gaya neo vernakular,selain dari jenis bahan gentengnya yang berwarna merah
oranye,bisa dilihat juga ukiran bali yang terdapat di bagian atas.

Gambar: ukiran bali


Sumber: balipurnama.com

Gambar : Gambar plafon bagian atas SMAN 2 Denpasar


Sumber : Dokumentasi Pribadi

ARSITEKTUR PASCA MODERN

20

Bagian plafond bangunan ini tidak berbeda jauh dengan arsitektur tradisional bali,dimana
masih mengguunakn konstruksi yang sama,usuk dan reng yang ditonjolkan.Pada bangunan
tradisional bali dulu,plafond biasanya tidak ditutup dengan kayu,hanya menggunakan alangalang pada bagian atas saja,tapi seiring masuknya arsitektur post modern serta brkembangnya
teknologo bahan,maka terdapat beberapa perubahan pada bangunan khususnya di daerah bali
yang banyak menggunakan gaya neo vernacular.Bisa dilihat pada gambar diatas,plafond ditutup
menggunakan kayu dan dipadukan dengan keindahan usuk yang difinishing dengan cara di
vernish.Sedangkan pada jaman dulu finishingnya masih sangat tradisional yang polos dan tidak
terkena pengaruh post modern.

C.BAGIAN TENGAH ( MADYA)

ARSITEKTUR PASCA MODERN

21

Gambar: Bagian tengah (madya)dari bangunan SMAN 2 Denpasar


Sumber : Dokumentasi pribadi

Pada bagian tengah bangunan ini terdapat beberapa pengaruh dari arsitektur post modern
terutama yang beraliran neo vernacular.Bisa dilihat dari penggunaan bukaan jendela yang
sudahberbeda pada jaman dulu,kalu jaman dahulu jendela di lengkapi dengan ukiran khas
bali,dan berukuran tidak cukup besar,tetapi seiring pengaruh gaya neo vernacular menyebabkan
terjadi beberapa perubahan,seperti beberapa gambar dibawah ini :

Gambar : Ornamen bali yang digunakan


Sumber : Dokumentasi pribadi

ARSITEKTUR PASCA MODERN

22

Gambar :bukaan pada bangunan SMAN 2 Denpasar


Sumber : Dokumentasi pribadi

ARSITEKTUR PASCA MODERN

23

Gambar : Pintu masuk utama yang berisi ukiran bali dan berisi patung khas bali
Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2.3.4.4 gambar ornament bali pada bangunan SMAN 2 Denpasar


Sumber : Dokumentasi pribadi

C.BAGIAN KAKI (NISTA)

ARSITEKTUR PASCA MODERN

24

Gambar : bagian kaki (nista) pada bangunan SMAN 2 Denpasar


Sumber: dokumentasi pribadi

Pada bagian kaki (nista) bangunan ini menggunakan kolom seperti saka pada
umumnya,kalau jaman dahulu saka yang dibut dari kayu dan tidak dirancang untuk menopang
beban yang cukup berat,tetapi seiring masuknya arsitektur post modern terjadi beberapa
perubahan,misalnya saja kolom pada bangunan ini dibuat sedemikian rupa menyamai bentuk
saka.Itu adalah bagian dari pengaruh gaya neo vernacular yang masuk ke daerah Indonesia,bali
khususnya.Bangunan ini dapat dikatakan neo vernacular karena masih menggunakan arsitektur
tradisional bali,tetapi dipadukan dengan bahan dan beberapa perubahan baru,tetapi tetap
mengacu pada arsitektur bali.

Berikut gambaran detail bagian kaki (nista) pada bangunan SMAN 2 denpasar :

ARSITEKTUR PASCA MODERN

25

Gambar: penggunaan keramik dan disusun secara mozaik


Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambargambar kolom menyerupai saka


Sumber : Dokumentasi pribadi

3.4 KONSEP BANGUNAN

ARSITEKTUR PASCA MODERN

26

Konsep Tri Angga sudah dipenuhi oleh bangunan ini. Tri Angga, merupakan susunan
angga yang memberikan konsep ruang yang mengatur keseimbangan manusia dengan alam. Tri
angga menekankan tiga unsur fisik, yaitu : Utama angga (kepala) Madya angga (badan) Nista
angga (kaki) Konsep Tri Angga berada dalam bhuana alit. Pengaplikasian Tri Angga dapat kita
lihat dari kelengkapannya yaitu dari kepala (atap), badan (bagian tengah bangunan) dan kaki
(bagian bawah bangunan).
Selain konsep Tri Angga, pola penempatan area bangunan juga diperlihatkan. Jadi batasbatas wilayah tersebut terlihat jelas. Konsep yang dimaksudkan adalah konsep Tri Mandala.
Secara umum Pengertian kata Tri Mandala berasal dari kata Tri yang berarti tiga dan Mandala
berarti wilayah. Jadi Tri Mandala adalah 3(tiga) wilayah/daerah, biasanya daerah tri mandala
terdapat di pura. Antara mandala yang satu dengan mandala yang lain dibatasi oleh tembok atau
pintu masuk yang khas. Sebagaimana Pura pada umumnya
3 wilayah tersebut antara lain:
1 Nista mandala/Jaba Sisi
.
Nista Mandala ialah areal yang paling luar. Pada objek bangunan, areal nista terdapat pada
areal pertama saat melewati gapura yang dibangun di pintu gerbang.

2 Madya mandala/Jaba Tengah


.
Masuk ke Madya Mandala dapat masuk dengan melalui Bangunan hias / Variasi tadi. Pada
Madya Mandala terdapat halaman

.
3 Utama Mandala
.
ARSITEKTUR PASCA MODERN

27

Untuk masuk ke Utama Mandala melewati gapura yang terakhir, yaitu jalan menuju merajan.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Bangunan sekolah ini merupakan sebuah bangunan beraliran postmodern tepatnya
beraliran Neo Vernakular.

Neo Vernakular sendiri berarti menggunakan unsur dan budaya

lokal/setempat. Untuk dapat dikatakan beraliran Neo Vernakuliar, berikut terdapat ciri-cirinya
yang terdapat pada rumah ini, yaitu :
1. Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional yang ramah lingkungan dengan proporsi
yang lebih vertikal.
2. Warna-warna yang kuat dan kontras
3. Unsur-unsur baru dapat dicapai dengan pencampuran antara unsur setempat dengan
teknologi modern, tapi masih mempertimbangkan unsur setempat.
4. Pemakaian atap miring
5. Batu bata sebagai elemen lokal
6. Susunan masa yang indah
Namun untuk menyesuaikan dengan unsur budaya lokal yang merupakan persyaratan tata
ruang wilayah Bali, maka dibuat penggabungan dengan penambahan ornamen Bali seperti
kekarangan dan ornamen lainnya. ornament adalah bagian salah satu bagian terpenting dari
Arsitektur Tradisional Bali karena hamper disetiap bangunan Arsitektur Tradisional Bali
menggunakan ornament-ornamentersebut sebagai identitas dari arsitektur tradisional itu sendiri.
Karena ornament juga menambah kesan estetis dari sebuah bangunan.
Terdapat juga KoriAgung sebagai salah satu ciri khas bangunan Pura atau Puri di Bali.
Selain itu bangunan ini juga didesain sesuai dengan konsep bangunan suci di Bali, dimana
terdapat Jeroan, Jaba Tengah, dan Jaba Sisi.
Dengan penggabungan tersebut, bangunan ini dapat dikatakan merupakan salah satu
contoh bangunan post modern yang ada di Bali. Sebagaimana bangunan post modern yaitu suatu
ARSITEKTUR PASCA MODERN

28

karya arsitektur modern yang ditambahkan sesuatu. Sesuatu di sini dalam artian nilai budaya
lokal atau setempat, sebagaimana bangunan ini mampu menggabungkan unsur modern dengan
kaidah arsitektur tradisional Bali, yang mampu berkomunikasi melalui tanda atau simbol yang
ada pada banguanan.
4.2 Saran
Dalam merancang suatu bangunan, seorang arsitek harus mempertimbangkan banyak hal,
salah satu yang terpenting diantaranya adalah unsur budaya setempat. Dengan
mempertimbangkan hal tersebut diharapkan desain bangunan yang tercipta tidak terkesan
memaksa serta mampu berkomunikasi dan mampu menyesuaikan dengan budaya serta keadaan
sekitar,terutama tidak lepas dari arsitektur di wilayah tersebut (Arsitektur Tradisional Bali). Dan
juga Sebaiknya arsitektur nusantara Bali harus dilestarikan, seperti arsitektur yang dibahas pada
sekolah ini menggunakan budaya lokal bali. arsitektur Bali merupakan salah satu kebudayaan di
Indonesia yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan arsitektur yang ada di daerah lain.
Dengan ini diharapkan agar arsitektur Bali mendapat perhatian dari banyak pihak baik itu
pemerintah,maupun masyarakat.
Jika bukan dari kita sebagai arsitek,dari siapa lagi kita akan melestarikan budaya
arsitektur tradisional bali,jika kita ingin melihat identitas arsitektur bali yang kental,maka kita
harus menjaga dan melestarikannya,jika tidak sama saja bali seperti Jakarta dan kota besar
lainnya yang tidak memiliki ciri khas arsitektur.Mari bersama menjaga Arsitektur Traisional
Bali,demi kita bersama!!

DAFTAR PUSTAKA

ARSITEKTUR PASCA MODERN

29

Budi Hardiman, Francisco.2003.Melampaui Positivisme dan Modernitas.Yogyakarta:Pustaka


Filsafat
Gartiwa, Marcus dan Wijaya, Alfred.2006.Jurnal Ilmiah Arsitektur. Karawaci: Universitas Pelita
Harapan
Dwijendra,Ngakan Ketut Acwin.2010.Arsitektur Rumah Tradisional Bali.Denpasar : Udayana
University Press
http://arsitektur-nifira.blogspot.com/
http://hendryagung.blogspot.com/2011/02/arsitektur-neo-vernacular.html
http://josepheriberts.blogspot.com/2009/08/membaca-nilai-nilai-filosofis-dari.html
http://okanila.brinkster.net/adityajaya/ShowFull.asp?ID=92
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20arsitektur%20pasca
%20modern&source=web&cd=1&ved=0CCEQFjAA&url=http%3A%2F
%2Fstaffsite.gunadarma.ac.id%2Fagus_dh%2Findex.php%3Fstateid%3Ddownload%26id
%3D3691%26part
%3Dfiles&ei=cOaZT8TID9GmrAe8gY2XDQ&usg=AFQjCNHnOK_S7ySHeRtB_gWg5d1doG4pg&cad=rja
http://www.scribd.com/doc/52757446/16/NAMA
http://www.slideshare.net/LuxfanaticBlogspot/arsitektur-tradisional-bali-1
balipurnama.com

ARSITEKTUR PASCA MODERN

30