Anda di halaman 1dari 30

AKTA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

PT AQUILA TERMINAL PALU


Nomor : 7
-

Pada hari ini,

Selasa, tanggal 10-07-2012 (sepuluh Juli

dua ribu dua belas);


-

Pukul

16.00

WIB

(enam

belas

Waktu

Indonesia

Bagian

Barat);
-

Berhadapan

Sarjana

dengan

Hukum,

saya,

Notaris

KARIN

di

Kota

CHRISTIANA

Jakarta

BASOEKI,

Pusat,

dengan

dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris kenal dan akan


disebutkan pada bagian akhir akta ini :
1. Nyonya ANDI FATMAWATI MANGGABARANI, lahir di Dili, pada
tanggal

17-05-1980

(tujuh

belas

Mei

seribu

sembilan

ratus delapan puluh), Warga Negara Indonesia, swasta,


bertempat tinggal di Jakarta, Jalan Sukabumi nomor 21,
Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 007, Kelurahan Menteng,
Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, pemegang Kartu
Tanda

Penduduk

dengan

Nomor

Induk

Kependudukan

09.5006.570580.0239, yang masa berlakunya sampai dengan


tanggal

17-05-2013

(tujuh

belas

Mei

dua

ribu

tiga

belas);
2. Tuan ABDUL GAFFAR, lahir di Barru, pada tanggal 01-121969 (satu Desember seribu sembilan ratus enam puluh
sembilan),

Warga

Negara

Indonesia,

swasta,

bertempat

tinggal di Jakarta, Jalan Pupan nomor 21, Rukun Tetangga


007, Rukun Warga 008, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan
Kebayoran
Tanda

Lama,

Penduduk

Kota

Jakarta

dengan

Selatan,

Nomor

Induk

pemegang

Kartu

Kependudukan

09.5007.011269.2010, yang masa berlakunya sampai dengan


tanggal 01-12-2012 (satu Desember dua ribu dua belas);

3. Tuan DICKY LAMUSU, lahir di Gorontalo, pada tanggal 2707-1960 (dua puluh tujuh Juli seribu sembilan ratus enam
puluh), Warga Negara Indonesia, Direktur dari Perseroan
yang akan disebut, bertempat tinggal di Palu, Jalan I
Gusti Ngurah Rai nomor 22 Palu, Kelurahan Tawanjuka,
Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pemegang Kartu Tanda
Penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan 727103 270760
0004, yang masa berlakunya sampai dengan tanggal 27-072013 (dua puluh tujuh Juli dua ribu tiga belas);
-

menurut keterangannya dalam hal ini bertindak dalam

jabatannya tersebut diatas dan karenanya sah mewakili


Direksi dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama
perseroan

terbatas

berkedudukan

di

PT

Kota

MULTI

Palu,

GRIYA

yang

SARANA

pendiriannya

ABADI,
dimuat

dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT MULTI GRIYA


SARANA ABADI tertanggal 16-02-2012 (enam belas Pebruari
dua

ribu

dua

belas)

nomor

31,

yang

dibuat

dihadapan

ROOSYE EVITINA SORITON, Sarjana Hukum, Notaris di Kota


Palu,

akta

mana

telah

mendapatkan

pengesahan

dari

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia


sebagaimana ternyata dalam Surat Keputusannya tertanggal
08-03-2012 (delapan Maret dua ribu dua belas) nomor AHU12694.AH.01.01.Tahun 2012;

untuk melakukan perbuatan hukum dalam akta ini telah

memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris Perseroan,


yaitu

Nyonya

MEGIC

TANDAYONG,

lahir

di

Ampana,

pada

tanggal 08-03-1970 (delapan Maret seribu sembilan ratus


tujuh puluh), Warga Negara Indonesia, swasta, bertempat
tinggal di Palu, Jalan I Gusti Ngurah Rai nomor 22,
Palu, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 005, Kelurahan
Tawanjuka, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pemegang
Kartu

Tanda

Penduduk

dengan

Nomor

Induk

Kependudukan

727103.480370.0008, yang masa berlakunya sampai dengan


tanggal 08-03-2013 (delapan Maret dua ribu tiga belas),
sebagaimana

ternyata

dalam

Surat

Persetujuan

Dewan

Komisaris tertanggal 09-07-2012 (sembilan Juli dua ribu


dua belas), yang dibuat dibawah tangan bermeterai cukup
dan aslinya dilekatkan pada minuta akta ini, demikian
guna memenuhi ketentuan pasal 12 ayat 1 Anggaran Dasar
Perseroan.
-

untuk sementara mereka berada di Jakarta;

Para Penghadap dikenal oleh saya, Notaris.

Para

tidak
sepakat

Penghadap

mengurangi
dan

dengan
izin

setuju

ini

dari

untuk

menerangkan,

pihak

yang

bersama-sama

bahwa

dengan

berwenang

telah

mendirikan

suatu

perseroan terbatas dengan anggaran dasar sebagaimana yang


termuat dalam akta pendirian ini (untuk selanjutnya cukup
disingkat dengan Anggaran Dasar) sebagai berikut :
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
1. Perseroan Terbatas ini bernama PT AQUILA TERMINAL PALU,
selanjutnya disebut (Perseroan), berkedudukan di Kota
Jakarta Selatan.

2. Perseroan dapat membuka cabang atau kantor perwakilan di


tempat

lain,

baik

di

dalam

maupun

di

luar

wilayah

Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi,


dengan persetujuan dari Dewan Komisaris.
JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN
Pasal 2
Perseroan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
MAKSUD DAN TUJUAN PERSEROAN
Pasal 3
1. Maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak dalam bidang:
a. Perindustrian;
b. Perdagangan;
c. Jasa;
2. Untuk

mencapai

Perseroan

maksud

dapat

dan

tujuan

melaksanakan

tersebut

kegiatan

di

usaha

atas,

sebagai

berikut :
a. Menjalankan

usaha-usaha

di

bidang

Perindustrian,

antara lain :
-

Industri

Bahan

Baku

Semen

(Menambang

untuk

keperluan bahan baku semen), meliputi menambang batu


gamping, tanah liat, pasir kuarsa, granit mencakup
usaha penggalian, pemisahan, pembersihan, pemurnian
dan penghalusan untuk keperluan bahan baku semen;
b. Menjalankan

usaha-usaha

di

bidang

perdagangan,

meliputi :
-

Perdagangan

import

dan

eksport,

antar

pulau/daerah serta lokal dan interinsulair untuk


barang-barang

hasil

produksi

produksi perusahaan lain;

sendiri

dan

hasil

Perdagangan

besar

lokal,

meliputi

perdagangan

besar dalam negeri antar pulau/daerah serta lokal


dan interinsulair kecuali perdagangan mobil dan
sepeda motor selain eksport dan Import;
-

Bertindak

sebagai

Grossier,

Supplier,

Leveransier, Waralaba dan Commision House serta


kegiatan usaha terkait;
-

Bertindak sebagai Distributor, Agent dan sebagai


perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan
lain, baik dari dalam maupun luar negeri;

Export-Import dan Perdagangan Bahan Bangunan dan


Material
material

meliputi
bangunan

perdagangan

antara

lain

bahan-bahan

meliputi

semen,

kayu potong dan papan, besi pancang, paku serta


kegiatan usaha terkait.
c. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa, meliputi:
-

Ekspedisi,

Pengepakan

dan

Pergudangan

(bukan

Veem) Semen, meliputi bidang usaha ware housing,


yaitu

penerimaan,

penampungan,

penyimpanan,

sortasi,

pengukuran,

penimbangan,

penumpukan,

pengepakan,

penandaan,

pengiriman

dimana

dikerjakan dan disiapkan untuk diserahkan serta


bidang usaha terkait;
-

Jasa

pelabuhan

(dermaga)

semen.
MODAL
Pasal 4

penunjang

industri

1. Modal Dasar Perseroan berjumlah Rp60.000.000.000,- (enam


puluh miliar Rupiah), terbagi atas 60.000 (enam puluh
ribu) lembar saham, masing-masing saham bernilai nominal
Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah).
2. Dari modal dasar tersebut, telah ditempatkan dan disetor
25% (dua puluh lima prosen) atau sejumlah 15.000 (lima
belas

ribu)

lembar

saham,

dengan

nilai

nominal

seluruhnya sebesar Rp15.000.000.000,- (lima belas miliar


Rupiah), oleh para pendiri yang telah mengambil bagian
saham

dan

rincian

serta

nilai

nominal

saham

yang

disebutkan pada bagian akhir sebelum penutup akta.


3. Saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan oleh
Perseroan

menurut

keperluan

modal

Perseroan,

dengan

persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.


Pemegang

Saham

yang

Pemegang

Saham

mempunyai

mengambil

bagian

namanya

atas

hak

saham

tercatat

dalam

terlebih

dahulu

yang

hendak

Daftar
untuk

dikeluarkan

dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal


penawaran

dilakukan

mengambil

bagian

dan

setiap

seimbang

pemegang

dengan

saham

jumlah

berhak

saham

yang

mereka miliki (proporsional) baik atas jumlah saham yang


akan

dikeluarkan

maupun

atas

jumlah

sisa

saham

yang

tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.


Apabila jangka waktu penawaran 14 (empat belas) hari
tersebut, telah lewat dan ternyata masih ada sisa saham
yang belum diambil bagian maka Direksi berhak menawarkan
sisa saham tersebut kepada pihak ketiga.
SAHAM
Pasal 5

1. Semua saham yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham


atas nama.
2. Yang boleh memiliki dan mempergunakan hak atas saham
hanyalah

Warga

Negara

Indonesia

dan/atau

badan

hukum

Indonesia.
3. Bukti pemilikan saham dapat berupa surat saham.
4. Dalam

hal

Perseroan

tidak

menerbitkan

surat

saham,

pemilikan saham dapat dibuktikan dengan surat keterangan


atau catatan yang dikeluarkan oleh Perseroan.
5. Dalam hal dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap
saham diberi sehelai surat saham.
6. Surat

kolektif

saham

dapat

dikeluarkan

sebagai

bukti

pemilikan 2 (dua) saham atau lebih yang dimiliki oleh


seorang pemegang saham.
7. Pada surat saham harus dicantumkan sekurang-kurangnya :
a. Nama dan alamat pemegang saham;
b. Nomor surat saham;
c. Nilai nominal saham;
d. Tanggal pengeluaran surat saham;
8. Pada surat kolektif saham harus dicantumkan sekurangkurangnya:
a. Nama dan alamat Pemegang Saham;
b. Nomor surat kolektif saham;
c. Nomor surat saham dan jumlah saham;
d. Nilai nominal saham;
e. Tanggal pengeluaran surat kolektif saham;
9. Surat

saham

dan

surat

kolektif

saham

harus

ditandatangani oleh Direksi dengan salah seorang anggota


Dewan Komisaris yang ditunjuk.
PENGGANTI SURAT SAHAM

Pasal 6
1. Dalam hal surat saham rusak atau tidak dapat dipakai,
atas

permintaan

mereka

yang

berkepentingan,

Direksi

mengeluarkan surat saham pengganti, setelah surat saham


yang rusak atau tidak dapat dipakai tersebut diserahkan
kembali kepada Direksi.
2. Surat saham sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus
dimusnahkan dan dibuat berita acara oleh Direksi untuk
dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya.
3. Dalam hal surat saham hilang, atas permintaan mereka
yang

berkepentingan,

pengganti
tersebut

setelah
cukup

Direksi

menurut

mengeluarkan

pendapat

dibuktikan

dan

surat

Direksi

disertai

saham

kehilangan

jaminan

yang

dipandang perlu oleh Direksi untuk tiap peristiwa yang


khusus.
4. Setelah surat saham pengganti dikeluarkan, surat saham
yang

dinyatakan

hilang

tersebut,

tidak

berlaku

lagi

terhadap Perseroan.
5. Semua biaya yang berhubungan dengan pengeluaran surat
saham

pengganti,

ditanggung

oleh

Pemegang

Saham

yang

berkepentingan.
6. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2),
ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) mutatis mutandis berlaku
bagi pengeluaran surat kolektif saham pengganti.
PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM
Pasal 7
1. Pemindahan

hak

atas

saham

harus

berdasarkan

akta

pemindahan hak yang ditandatangani oleh yang memindahkan


dan yang menerima pemindahan atau kuasanya yang sah.

2. Pemegang Saham yang hendak memindahkan hak atas saham,


harus menawarkan terlebih dahulu kepada Pemegang Saham
lain

dengan

penjualan

menyebutkan

dan

harga

memberitahukan

serta

kepada

persyaratan

Direksi

secara

tertulis tentang penawaran tersebut.


3. Pemindahan

hak

atas

saham

harus

mendapat

persetujuan

dari instansi yang berwenang, jika peraturan perundangundangan mensyaratkan hal tersebut.
4. Mulai hari pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham sampai
dengan

hari

dilaksanakan

Rapat

Umum

Pemegang

Saham

pemindahan hak atas saham tidak diperkenankan.


5. Apabila karena warisan, perkawinan atau sebab lain saham
tidak lagi menjadi milik Warga Negara Indonesia atau
badan hukum Indonesia, maka dalam jangka waktu 1 (satu)
tahun, orang atau badan hukum yang bersangkutan, wajib
memindahkan

hak

atas

sahamnya

kepada

Warga

Negara

Indonesia atau badan hukum Indonesia, sesuai ketentuan


Anggaran Dasar.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 8
1. Rapat Umum Pemegang Saham adalah :
a. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan;
b. Rapat Umum lainnya, yang dalam Anggaran Dasar ini
disebut juga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
2. Istilah Rapat Umum Pemegang Saham dalam Anggaran Dasar
ini berarti keduanya, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa kecuali
dengan tegas ditentukan lain.
3. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan :
a. Direksi menyampaikan :

laporan

tahunan

yang

ditelaah

oleh

Dewan

Komisaris untuk mendapat persetujuan Rapat Umum


Pemegang Saham;
-

laporan keuangan untuk mendapat pengesahan Rapat


Umum Pemegang Saham.

b. Ditetapkan

penggunaan

laba,

dalam

hal

Perseroan

mempunyai saldo laba yang positif.


c. Diputuskan

mata

Pemegang

Saham

mestinya

dengan

acara
yang

lainnya
telah

dari

Rapat

diajukan

memperhatikan

Umum

sebagaimana

ketentuan

Anggaran

pengesahan

laporan

Dasar.
4. Persetujuan

laporan

tahunan

dan

keuangan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berarti


memberikan

pelunasan

dan

pembebasan

tanggung

jawab

sepenuhnya kepada anggota Direksi atas pengurusan dan


Dewan Komisaris atas pengawasan yang telah dijalankan
selama tahun buku yang lalu, sejauh tindakan tersebut
tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan.
5. Rapat

Umum

Pemegang

diselenggarakan
untuk

Saham

sewaktu-waktu

membicarakan

dan

Luar

Biasa

berdasarkan

memutuskan

mata

dapat

kebutuhan

acara

rapat

kecuali mata acara rapat yang dimaksud pada ayat (3)


huruf

dan

huruf

b,

dengan

memperhatikan

perundang-undangan dan Anggaran Dasar.

peraturan

6. Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilangsungkan apabila


dihadiri oleh Pemegang Saham lebih dari 3/4 (tiga per
empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara
yang sah yang telah dikeluarkan Perseroan dan keputusan
diambil

berdasarkan

suara

setuju

paling

sedikit

3/4

(tiga per empat) dari seluruh saham dengan hak suara


yang telah dikeluarkan Perseroan, untuk :
a. mengalihkan

kekayaan

Perseroan

atau

menjaminkan

kekayaan Perseroan sebagai hutang yang lebih dari 50%


(lima puluh prosen) jumlah kekayaan bersih Perseroan
dalam

(satu)

transaksi

atau

lebih,

baik

yang

berkaitan satu sama lain maupun tidak;


b. melakukan

penggabungan,

peleburan,

pengambilalihan

dan pemisahan;
TEMPAT, PEMANGGILAN DAN PIMPINAN
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 9
1. Rapat Umum Pemegang Saham diadakan ditempat kedudukan
Perseroan.
2. Rapat

Umum

melakukan
pemegang

Pemegang

Saham

pemanggilan
saham

diselenggarakan

terlebih

dengan

surat

dahulu

tercatat

dengan

kepada

dan/atau

para
dengan

iklan dalam surat kabar.


3. Pemanggilan

dilakukan

paling

lambat

14

(empat

belas)

hari sebelum tanggal Rapat Umum Pemegang Saham diadakan


dengan

tidak

memperhitungkan

tanggal

panggilan

tanggal Rapat Umum Pemegang Saham diadakan.

dan

4. Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham tidak diperlukan


dalam

hal

semua

pemegang

saham

hadir

dan

semua

menyetujui agenda rapat dan keputusan disetujui dengan


suara bulat.
5. Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh Direktur Utama.
6. Jika Direktur Utama tidak ada atau berhalangan karena
sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak
ketiga, Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh salah
seorang anggota Direksi.
7. Dalam hal semua Direktur tidak hadir atau berhalangan
karena sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada
pihak ketiga, Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh
salah seorang anggota Dewan Komisaris.
8. Dalam hal semua anggota Dewan Komisaris tidak hadir atau
berhalangan
dibuktikan
Saham

karena
kepada

dipimpin

sebab
pihak

oleh

apapun

ketiga,

seorang

yang
Rapat

yang

tidak
Umum

dipilih

perlu

Pemegang
oleh

dan

diantara mereka yang hadir di dalam Rapat.


KUORUM, HAK SUARA DAN KEPUTUSAN
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 10
1. a.

Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilangsungkan apabila


dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari
1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham
dengan

hak

Perseroan

suara
kecuali

yang

sah

apabila

yang

telah

ditentukan

dikeluarkan
lain

dalam

Anggaran Dasar ini.


b. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 a
tidak tercapai, maka dapat diadakan pemanggilan Rapat
Umum Pemegang Saham kedua;

c. Pemanggilan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 b


harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum
Rapat

Umum

termasuk

Pemegang

tanggal

Saham

panggilan

diselenggarakan
dan

tanggal

tidak

Rapat

Umum

Pemegang Saham;
d. Rapat

Umum

Pemegang

Saham

kedua

diselenggarakan

paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21


(dua

puluh

satu)

hari

terhitung

sejak

Rapat

Umum

Pemegang saham pertama;


e. Rapat Umum Pemegang Saham kedua adalah sah dan berhak
mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri
oleh

pemegang

saham

yang

mewakili

sedikitnya

1/3

(satu per tiga) dari jumlah seluruh saham dengan hak


suara yang sah;
f. Dalam

hal

kuorum

Rapat

Umum

Pemegang

Saham

kedua

tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan kuorum


ditetapkan

oleh

Ketua

Pengadilan

Negeri

yang

wilayahnya meliputi tempat kedudukan Perseroan.


2. Rapat Umum Pemegang Saham untuk :
a. mengubah anggaran dasar Perseroan;
b. mengalihkan

kekayaan

Perseroan

atau

menjaminkan

kekayaan Perseroan sebagai hutang yang lebih dari 50%


(lima puluh prosen) jumlah kekayaan bersih Perseroan
dalam

(satu)

transaksi

atau

lebih,

baik

yang

berkaitan satu sama lain maupun tidak;


c. melakukan

penggabungan,

peleburan,

pengambilalihan

dan pemisahan;
d. Peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan dalam
Perseroan;

e. mengangkat dan memberhentikan pengurus Perseroan yang


terdiri dari Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa
jabatan tertentu;
dapat dilangsungkan apabila :
a. Dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari
2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham
dengan

hak

suara

yang

sah

yang

telah

dikeluarkan

Perseroan, dan keputusan adalah sah jika disetujui


paling sedikit 2/3 (dua per tiga)bagian dari jumlah
suara yang dikeluarkan sah dalam Rapat Umum Pemegang
Saham;
b. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 a
tidak tercapai, maka dapat diadakan pemanggilan Rapat
Umum Pemegang Saham kedua;
c. Pemanggilan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 2 b
harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum
Rapat

Umum

termasuk

Pemegang

tanggal

Saham

panggilan

diselenggarakan
dan

tanggal

Rapat

tidak
Umum

Pemegang Saham;
d. Rapat

Umum

Pemegang

saham

kedua

diselenggarakan

paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21


(dua

puluh

satu)

hari

Pemegang Saham pertama;

terhitung

sejak

Rapat

Umum

e. Rapat Umum Pemegang Saham kedua adalah sah dan berhak


mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri
oleh

pemegang

saham

yang

mewakili

sedikitnya

3/5

(tiga per lima) dari jumlah seluruh saham dengan hak


suara

yang

sah,

dan

keputusan

adalah

sah

jika

disetujui paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian


dari jumlah suara yang dikeluarkan sah dalam Rapat
Umum Pemegang Saham;
f. Dalam

hal

kuorum

Rapat

Umum

Pemegang

Saham

kedua

tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan kuorum


ditetapkan

oleh

Ketua

Pengadilan

Negeri

yang

wilayahnya meliputi tempat kedudukan Perseroan.


3. Pemegang Saham dapat diwakili oleh pemegang saham lain
atau orang lain dengan surat kuasa.
4. Ketua

Rapat

Umum

Pemegang

Saham

berhak

meminta

agar

surat kuasa untuk mewakili pemegang saham diperlihatkan


kepadanya pada waktu Rapat Umum Pemegang Saham diadakan.
5. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham, tiap saham memberikan
hak kepada pemiliknya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara.
6. Anggota

Direksi,

anggota

komisaris

dan

karyawan

Perseroan boleh bertindak selaku kuasa dalam Rapat Umum


Pemegang Saham, namun suara yang mereka keluarkan selaku
kuasa dalam Rapat Umum Pemegang Saham tidak dihitung
dalam pemungutan suara.
7. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan
suara tertutup yang tidak ditandatangani dan mengenai
hal lain secara lisan, kecuali apabila ketua Rapat Umum
Pemegang Saham menentukan lain tanpa ada keberatan dari
pemegang
Saham.

saham

yang

hadir

dalam

Rapat

Umum

Pemegang

8. Suara blanko atau suara yang tidak sah dianggap tidak


ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara
yang dikeluarkan dalam Rapat Umum Pemegang saham.
9. Rapat

Umum

Pemegang

berdasarkan

Saham

musyawarah

dapat

untuk

mengambil

mufakat

atau

keputusan

berdasarkan

suara setuju dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam


Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana ditentukan dalam
undang-undang.
10. Pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang sah
tanpa

mengadakan

ketentuan

semua

memberikan
secara

Rapat

Umum

Pemegang

persetujuan

tertulis

Pemegang

Saham

telah

mengenai

serta

Saham,

dengan

diberitahu

usul

yang

menandatangani

dan

diajukan

persetujuan

tersebut;
11. Pemegang
Umum

Saham

Pemegang

dapat
Saham

telepon/Teleconference
serupa

dengan

berpartisipasi

cara
dalam

juga

berpartisipasi

dengan
atau

menggunakan

alat

semua
Rapat

dalam

Umum

konferensi

komunikasi

Pemegang
Pemegang

Rapat

lain

yang

saham

yang

Saham

dapat

mendengar satu sama lainnya, dimana partisipasi tersebut


merupakan kehadiran dari setiap anggota Pemegang Saham
dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut;
-

Berita acara rapat dalam Rapat Umum Pemegang Saham

yang menggunakan konferensi telepon atau alat komunikasi


lain

yang

serupa

harus

dituangkan

secara

tertulis

diantara Pemegang Saham untuk diperiksa, disetujui dan


ditandatangani.
DIREKSI
Pasal 11

1. Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi yang terdiri


dari seorang anggota Direksi atau lebih.
2. Jika diangkat lebih dari seorang anggota Direksi, maka
seorang

diantaranya

dapat

diangkat

sebagai

Direktur

Utama.
3. Anggota Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham,
untuk

jangka

mengurangi

waktu

hak

Rapat

(tiga)
Umum

tahun

dengan

tidak

Pemegang

Saham

untuk

memberhentikannya sewaktu-waktu.
4. Jika oleh sebab apapun jabatan seorang atau lebih atau
semua anggota Direksi lowong, maka dalam jangka waktu 30
(tiga

puluh)

hari

sejak

terjadi

lowongan

harus

diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengisi


lowongan

itu

dengan

memperhatikan

ketentuan

peraturan

perundang-undangan dan Anggaran Dasar.


5. Jika oleh sebab apapun semua jabatan anggota Direksi
lowong

untuk

sementara

Dewan

Komisaris

yang

Perseroan
ditunjuk

diurus
oleh

oleh
rapat

anggota
Dewan

Komisaris.
6. Anggota Direksi berhak mengundurkan diri dari jabatannya
dengan memberitahukan secara tertulis kepada Perseroan
paling

kurang

30

(tiga

puluh)

hari

sebelum

tanggal

pengunduran dirinya.
7. Jabatan anggota Direksi berakhir jika :
a. kehilangan kewarganegaraan Indonesia;
b. mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan ayat 6;
c. tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundangundangan;
d. meninggal dunia;

e. diberhentikan

berdasarkan

keputusan

Rapat

Umum

Pemegang Saham.
TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI
Pasal 12
1. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar
Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian,
mengikat
dengan
baik

Perseroan

dengan

Perseroan,

mengenai

serta

pihak

lain

menjalankan

kepengurusan

maupun

dan

pihak

segala

lain

tindakan,

kepemilikan,

dengan

pembatasan bahwa untuk :


a. meminjam atau meminjamkan uang atas nama Perseroan
(tidak termasuk mengambil uang Perseroan di Bank);
b. mendirikan

suatu

usaha

atau

turut

serta

pada

perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri;


c. menjaminkan
Perseroan
sampai

atau

lebih

dengan

harta

dari

50%

kekayaan

menggadaikan
25%

(lima

bersih

(dua
puluh

harta
puluh

lima

prosen)

Perseroan

kekayaan

baik

prosen)

dari

total

dalam

satu

transaksi maupun dalam rangkaian beberapa transaksi;


d. menjual, melepaskan atau dengan cara lain mengalihkan
suatu harta kekayaan Perseroan lebih dari 25% (dua
puluh

lima

prosen)

prosen)

dari

total

sampai

dengan

kekayaan

50%

bersih

(lima

Perseroan

puluh
baik

dalam satu transaksi maupun dalam rangkaian beberapa


transaksi;
e. melangsungkan suatu kontrak atau kewajiban lainnya,
atau

terlibat

dalam

suatu

transaksi

yang

bersifat

material;
harus dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan;

2. Direksi

memerlukan

persetujuan

terlebih

dahulu

dari

Rapat Umum Pemegang Saham, untuk :


a. menjaminkan

atau

menggadaikan

harta

kekayaan

Perseroan lebih dari 50% (lima puluh prosen) dari


total harta kekayaan bersih Perseroan baik dalam satu
transaksi maupun dalam rangkaian beberapa transaksi;
b. mengikatkan diri sebagai Penjamin (Guarantor), dan;
c. menjual, melepaskan atau dengan cara lain mengalihkan
suatu harta kekayaan Perseroan lebih dari 50% (lima
puluh

prosen)

Perseroan

dari

baik

total

dalam

satu

harta

kekayaan

transaksi

bersih

maupun

dalam

rangkaian beberapa transaksi;


3. a.

Direktur Utama berhak dan berwenang bertindak untuk


dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.

b. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan


karena sebab apapun juga, yang tidak perlu dibuktikan
kepada

pihak

ketiga,

maka

salah

seorang

anggota

Direksi lainnya berhak dan berwenang bertindak untuk


dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
4. Dalam hal hanya ada seorang anggota Direksi maka segala
tugas dan wewenang yang diberikan kepada Direktur Utama
atau anggota Direksi yang lain dalam Anggaran Dasar ini
berlaku pula baginya.
RAPAT DIREKSI
Pasal 13
1. Penyelenggaraan

Rapat

Direksi

dapat

dilakukan

setiap

waktu :
a. apabila

dipandang

anggota Direksi;

perlu

oleh

seorang

atau

lebih

b. atas

permintaan

tertulis

dari

seorang

atau

lebih

anggota Dewan Komisaris; atau


c. atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau
lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10
(satu per sepuluh) atau lebih dari jumlah seluruh
saham dengan hak suara.
2. Pemanggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi
yang

berhak

bertindak

untuk

dan

atas

nama

Direksi

menurut ketentuan Pasal 12 Anggaran Dasar ini.


3. Pemanggilan

Rapat

Direksi

dilakukan

dengan

Surat

Tercatat yang disampaikan paling lambat 3 (tiga) hari


sebelum

rapat

diadakan,

dengan

tidak

memperhitungkan

tanggal panggilan dan tanggal rapat.


4. Panggilan rapat itu harus mencantumkan acara, tanggal,
waktu dan tempat Rapat.
5. Rapat Direksi diadakan ditempat kedudukan Perseroan atau
tempat kegiatan usaha Perseroan. Apabila semua anggota
Direksi hadir atau diwakili, panggilan terlebih dahulu
tersebut

tidak

disyaratkan

dan

Rapat

Direksi

dapat

diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan


yang sah dan mengikat.
6. Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama dalam hal
Direktur Utama tidak dapat hadir atau berhalangan yang
tidak
Direksi

perlu

dibuktikan

dipimpin

oleh

kepada
seorang

pihak

ketiga,

anggota

Direksi

rapat
yang

dipilih oleh dan dari antara anggota Direksi yang hadir.


7. Seorang

anggota

Direksi

dapat

diwakili

dalam

Rapat

Direksi hanya oleh anggota Direksi lainnya berdasarkan


surat kuasa.

8. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan


yang

mengikat

apabila

lebih

dari

1/2

(satu

per

dua)

jumlah anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat.


9. Keputusan

Rapat

Direksi

harus

diambil

berdasarkan

musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai maka


keputusan

diambil

dengan

pemungutan

suara

berdasarkan

suara setuju paling sedikit lebih dari 1/2 (satu per


dua) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam
rapat.
10.Apabila

suara

yang

setuju

dan

yang

tidak

setuju

berimbang, ketua rapat yang akan menentukan.


11.a.

Setiap anggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan


1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk
setiap anggota Direksi lain yang diwakilinya.

b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan


surat tertutup tanpa tandatangan sedangkan pemungutan
suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan
kecuali

ketua

rapat

menentukan

lain

tanpa

ada

keberatan dari yang hadir.


c. Suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak
dikeluarkan secara sah dan dianggap tidak ada serta
tidak

dihitung

dalam

menentukan

jumlah

suara

yang

dikeluarkan.
12. Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa
mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan semua anggota
Direksi

telah

anggota

Direksi

yang

diajukan

diberitahu
memberikan
secara

persetujuan tersebut.

secara

tertulis

persetujuan

tertulis

dengan

dan

mengenai

semua
usul

menandatangani

Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai


kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan
sah dalam Rapat Direksi.
DEWAN KOMISARIS
Pasal 14
1. Dewan Komisaris terdiri dari seorang atau lebih anggota
Dewan

Komisaris,

apabila

diangkat

lebih

dari

seorang

anggota Dewan Komisaris, maka seorang diantaranya dapat


diangkat sebagai Komisaris Utama.
2. Yang

boleh

diangkat

sebagai

anggota

Dewan

Komisaris

hanya Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan


yang ditentukan peraturan perundang-undangan.
3. Anggota

Dewan

Komisaris

diangkat

oleh

Rapat

Umum

Pemegang Saham untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun, dengan


tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk
memberhentikan sewaktu-waktu.
4. Jika oleh sebab apapun jabatan anggota Dewan Komisaris
lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari
sejak terjadinya lowongan, harus diselenggarakan Rapat
Umum Pemegang Saham untuk mengisi lowongan itu dengan
memperhatikan ketentuan ayat 2.
5. Anggota Dewan Komisaris berhak mengundurkan diri dari
jabatannya

dengan

memberitahukan

secara

tertulis

mengenai maksud tersebut kepada Perseroan paling kurang


30

(tiga

puluh)

hari

sebelum

tanggal

pengunduran

dirinya.
6. Anggota Dewan Komisaris dapat diberhentikan sewaktu-waktu
berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dengan menyebutkan
alasannya.

7. Keputusan untuk memberhentikan anggota Dewan Komisaris


sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diambil setelah yang
bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri dalam
Rapat Umum Pemegang Saham.
8. Dalam hal keputusan untuk memberhentikan anggota Dewan
Komisaris sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilakukan
dengan keputusan diluar Rapat Umum Pemegang Saham sesuai
dengan

ketentuan

Undang-Undang

sebagaimana

Perseroan

dimaksud

dalam

Terbatas,

pasal

anggota

91

Dewan

Komisaris yang bersangkutan diberi tahu terlebih dahulu


tentang rencana pemberhentian dan diberikan kesempatan
untuk

membela

diri

sebelum

diambil

keputusan

pemberhentian.
9. Pemberian

kesempatan

untuk

membela

diri

sebagaimana

dimaksud pada ayat (7) tidak diperlukan dalam hal yang


bersangkutan

tidak

berkeberatan

atas

pemberhentian

tersebut.
10. Jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir apabila:
a. kehilangan kewarganegaraan Indonesia;
b. mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan ayat 5;
c. tidak

lagi

memenuhi

persyaratan

perundang-undangan

yang berlaku;
d. meninggal dunia;
e. diberhentikan

berdasarkan

keputusan

Pemegang Saham.
TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS
Pasal 15

Rapat

Umum

1. Dewan Komisaris dalam rangka pengawasan dan pemberian


nasihat

kepada

Direksi

setiap

waktu

dalam

jam

kerja

kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dan halaman


atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai
oleh

Perseroan

dan

berhak

memeriksa

semua

pembukuan,

surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokkan


keadaan

uang

kas

dan

lain-lain

serta

berhak

untuk

mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh


Direksi.
2. Dalam

menjalankan

tugas

Dewan

Komisaris

berhak

memperoleh penjelasan dari Direksi atau setiap anggota


Direksi tentang segala hal yang diperlukan oleh Dewan
Komisaris.
3. Dewan

Komisaris

sementara,

diwajibkan

dalam

diberhentikan

hal

untuk

mengurus
seluruh

sementara

Perseroan
anggota

atau

untuk
Direksi

Perseroan

tidak

mempunyai seorangpun anggota Direksi, dalam hal demikian


Dewan

Komisaris

berhak

untuk

memberikan

kekuasaan

sementara kepada seorang atau lebih di antara anggota


Dewan Komisaris atas tanggungan Dewan Komisaris.
4. Dalam hal hanya ada seorang anggota Dewan Komisaris,
segala

tugas

Komisaris

Utama

dan

wewenang

atau

Dewan

yang

diberikan

Komisaris

dalam

kepada
Anggaran

Dasar ini berlaku pula baginya.


RAPAT DEWAN KOMISARIS
Pasal 16
Ketentuan

sebagaimana

dimaksud

dalam

Pasal

13

mutandis berlaku bagi Rapat Dewan Komisaris.


RENCANA KERJA, TAHUN BUKU DAN LAPORAN TAHUNAN
Pasal 17

mutatis

a. Direksi

menyampaikan

rencana

kerja

yang

memuat

juga

anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk


mendapat persetujuan, sebelum tahun buku dimulai.
b. Rencana Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
disampaikan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum
dimulainya tahun buku yang akan datang.
c. Tahun

buku

Januari

Perseroan

sampai

Desember.

berjalan

dengan

Pada

tanggal

setiap

akhir

dari
31

tanggal
(tiga

bulan

puluh

Desember,

(satu)
satu)
buku

Perseroan ditutup. Untuk pertama kalinya buku Perseroan


dimulai pada tanggal akta pendirian ini dan ditutup pada
tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember 2012 (dua ribu dua
belas).
d. Direksi menyusun laporan tahunan dan menyediakannya di
kantor

Perseroan

untuk

dapat

diperiksa

oleh

para

pemegang saham terhitung sejak tanggal pemanggilan Rapat


Umum Pemegang Saham Tahunan.
PENGGUNAAN LABA, PEMBAGIAN DIVIDEN INTERIM
DAN PEMBAGIAN DIVIDEN
Pasal 18
1. Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti
tercantum dalam neraca dan perhitungan laba rugi yang
telah disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi menurut
cara

penggunaannya

yang

Pemegang Saham tersebut.

ditentukan

oleh

Rapat

Umum

2. Jika

perhitungan

menunjukkan

laba

kerugian

rugi

yang

pada

tidak

suatu

dapat

tahun

ditutup

buku
dengan

dana cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dan


dimasukkan dalam perhitungan laba rugi dan dalam tahun
buku selanjutnya perseroan dianggap tidak mendapat laba
selama

kerugian

yang

tercatat

dan

dimasukkan

dalam

perhitungan laba rugi itu belum sama sekali tertutup


seluruhnya.
3. Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun
buku Perseroan berakhir.
4. Pembagian

dividen

interim

sebagaimana

dimaksud

dalam

ayat (3) dapat dilakukan apabila jumlah kekayaan bersih


Perseroan

tidak

menjadi

lebih

kecil

daripada

jumlah

modal ditempatkan dan disetor ditambah dengan cadangan


wajib.
5. Pembagian
ayat

dividen

interim

sebagaimana

(3)

tidak

boleh

mengganggu

Perseroan

tidak

dapat

memenuhi

dimaksud

atau

dalam

menyebabkan

kewajibannya

pada

kreditor atau mengganggu kegiatan Perseroan.


6. Pembagian

dividen

interim

ditetapkan

berdasarkan

keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan


Komisaris, dengan memperhatikan ketentuan pada ayat (2)
dan ayat (3).
7. Dalam

hal

setelah

tahun

buku

berakhir,

ternyata

Perseroan menderita kerugian, dividen interim yang telah


dibagikan harus dikembalikan oleh Pemegang Saham kepada
Perseroan.
PENGGUNAAN CADANGAN
Pasal 19

1. Penyisihan laba bersih untuk cadangan sampai mencapai


20% (dua puluh persen) dari jumlah modal ditempatkan dan
disetor hanya boleh dipergunakan untuk menutup kerugian
yang tidak dipenuhi oleh cadangan lain.
2. Jika

jumlah

cadangan

telah

melebihi

20%

(dua

puluh

persen), Rapat Umum Pemegang Saham dapat memutuskan agar


jumlah kelebihannya digunakan bagi keperluan Perseroan.
3. Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang belum
dipergunakan
cadangan

untuk

menutup

sebagaimana

kerugian

dimaksud

pada

dan

kelebihan

ayat

(2)

yang

penggunaannya belum ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang


Saham

harus

pertimbangan

dikelola
Direksi,

dengan

cara

setelah

yang

tepat

memperoleh

menurut

persetujuan

Dewan Komisaris serta memperhatikan peraturan perundangundangan.


KETENTUAN PENUTUP
Pasal 20
Segala sesuatu yang tidak atau belum cukup diatur dalam
Anggaran Dasar ini, akan diputus dalam Rapat Umum Pemegang
Saham.
Akhirnya, penghadap bertindak dalam kedudukannya sebagaimana
tersebut diatas menerangkan bahwa:
1. modal

ditempatkan

sebagaimana

dimaksud

dalam

pasal

ayat 2 telah diambil bagian dan disetor penuh dengan


uang tunai melalui kas Perseroan oleh para pendiri :
-

Nyonya ANDI FATMAWATI-------MANGGABARANI tersebut, -----sejumlah 6.750 (enam ribu---tujuh ratus lima puluh)-----lembar saham dengan nilai----

nominal seluruhnya sebesar---Rp6.750.000.000,(enam miliar tujuh ratus lima


puluh juta Rupiah);----------

Tuan ABDUL GAFFAR tersebut,-sejumlah 3.750 (tiga ribu---tujuh ratus lima puluh)-----lembar saham dengan nilai---nominal seluruhnya sebesar----Rp3.750.000.000,(tiga miliar tujuh ratus limapuluh juta Rupiah);-----------

PT MULTI GRIYA SARANA ABADI,-tersebut, sejumlah 4.500 ----(empat ribu lima ratus) lembar
Saham dengan nilai nominal---seluruhnya sebesar------------Rp4.500.000.000,(empat miliar lima ratus jutaRupiah);----------------------

sehingga

seluruhnya

berjumlah

15.000

(lima

belas

ribu) lembar saham.


-

dengan

nilai

nominal

seluruhnya

sebesar

Rp15.000.000.000,- (lima belas miliar Rupiah).


2. Menyimpang dari ketentuan dalam Pasal 11 ayat (3) dan
Pasal 14 ayat (3) Anggaran Dasar ini mengenai tata cara
pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, telah
diangkat sebagai:
-

DIREKSI

Direktur Utama

Tuan MUHAMMAD FIRDAUS HUSAIN,


lahir

di

Makassar,

pada

tanggal 20-01-1973 (dua puluh


Januari seribu sembilan ratus
tujuh

puluh

Negara

tiga),

Warga

Indonesia,

swasta,

bertempat tinggal di Makassar,


Jalan

Takabonerate

Bukit

Baruga,

008,

nomor

Rukun

Rukun

Tetangga

Warga

011,

Kelurahan

Antang,

Kecamatan

Manggala,

Kota

Makassar,

pemegang Kartu Tanda Penduduk


dengan

Nomor

Kependudukan
0003,

yang

sampai

dengan

2013

(dua

Induk

737112
masa

200173

berlakunya

tanggal

puluh

20-01-

Januari

dua

ribu tiga belas);


Direktur
-

Tuan DICKY LAMUSU, tersebut;

Tuan ABDUL GAFFAR, tersebut;

DEWAN KOMISARIS
Komisaris

Pengangkatan

anggota

Direksi

dan

Dewan

Komisaris

tersebut telah diberitahukan kepada dan diterima oleh


masing-masing yang bersangkutan.
-

Akta ini diselesaikan pada pukul 16.30 WIB (enam belas

lewat tiga puluh menit Waktu Indonesia Bagian Barat).


DEMIKIANLAH AKTA INI

Dibuat sebagai minuta dan dibacakan serta ditandatangani

di

Jakarta

pada

hari

dan

tanggal

seperti

tersebut

pada

bagian awal akta ini dengan dihadiri oleh:


1. Nyonya YEUSI TRI HARDINI, lahir di Jakarta, pada tanggal
25-09-1978
ratus

(dua

tujuh

Pegawai

puluh

puluh

Kantor

lima

September

delapan),

Notaris,

Warga

bertempat

seribu

Negara
tinggal

sembilan

Indonesia,
di

Bekasi,

Jalan Halmahera Blok A nomor 26, Rukun Tetangga 001,


Rukun

Warga

010,

Kelurahan

Jatibening,

Kecamatan

Pondokgede, Kota Bekasi, pemegang Kartu Tanda Penduduk


nomor 3275086509780013; dan
2. Nona INDAH PERMATA INTEN, lahir di Jakarta, pada tanggal
11-8-1987 (sebelas Agustus seribu sembilan ratus delapan
puluh

tujuh),

Warga

Negara

Indonesia,

Pegawai

Kantor

Notaris, bertempat tinggal di Tangerang, Jalan Barata


Jaya IV nomor 256, Rukun Tetangga 06, Rukun Warga 07,
Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota
Tangerang,

pemegang

Kartu

Tanda

Penduduk

nomor

3671125108870008;
-

keduanya

adalah

pegawai

saya,

Notaris,

yang

dikenal

sebagai saksi-saksi.
-

Segera setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris

kepada

penghadap

ditandatangani

dan

oleh

saksi-saksi,

penghadap,

maka

saksi-saksi

akta

ini

dan

saya,

perubahan,

yaitu

Notaris.
-

Dilangsungkan

dengan

11

(sebelas)

karena 2 (dua) coretan, 2 (dua) coretan dengan penggantian,


dan 7 (tujuh) tambahan.
- Minuta akta ini telah ditandatangani sebagaimana mestinya.
- DIBERIKAN SEBAGAI SALINAN YANG SAMA BUNYINYA.