Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH KIMIA INDUSTRI

CHEMICALS PULPING DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS


DENGAN PROSES SULFIT (ASAM)

Disusun oleh :
KELOMPOK 8
ARIF NOVAN (Kimia A 2012/1212030234001)
NURMA ERLITA D. (Kimia B 2012/12030234204)
RUWANTI DEWI C. N. (Kimia B 2012/12030234216)
AMALIA NABILAH (Kimia A 2012/120302342224)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PRODI KIMIA
2015
Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 1

1. Proses Pulping
Seluruh proses pulping memiliki tujuan yang sama yaitu untuk
membebaskan serat selulosa dari lignin ketika mendapatkan hemiselulosa
dan selulosa secara lengkap, akan meningkatkan yield dari serat yang
berguna. Serat yang yang diperoleh umumnya bewarna dan harus dibleaching sebelum dapat digunakan menjadi kertas. Hal ini juga bertujuan
untuk mendapatkan warna yang baik tanpa degradasi dan kehilangan
yield serat. Ada banyak proses dan variasi dari proses dasar yang dapat
digunakan

untuk

membuat

pulp

dari

kayu.

Beberapa

lebih

baik

mengunakan kayu lunak daripada kayu keras, sebagian menghasilkan


yield yang tinggi namun rendah kualitas kertas, sebagian menghasilkan
yield rendah namun kertas dengan kualitas superior. Proses utama
tersebut antara lain: proses sulfat atau kraft, proses groundwood dan
thermomechanical, proses semichemical, dan proses sulfit.
Banyaknya jenis variasi kayu yang tersedia, banyaknya kegunaan
kertas, dan kerumitan dari prosesnya, tidak mengherankan jika cassey
menggolongkan ada 5 proses mekanik, 7 proses semimekanik dan
termomekanik, 5 proses semimekanik, 3 proses chemical dengan yield
tinggi, 11 proses full chemical, dan 2 proses yang sesuai untuk
melarutkan (high atau chemical) pulp. Ada beberapa proses baru (solvent,
oxygen,

catalitic,

dan

enzymatic

proses)

yang

telah

disarankan.

Kebanyakan secara teknis dapat dijalankan namun secara ekonomi tidak


feasible. Berikut ini penggambaran proses kimia sulfit (asam) dalam
menghadapi permasalahan pada proses dari kayu menjadi kertas.
2. Proses Sulfit (Asam)
Proses ini menggunakan bahan kimia aktif, yaitu asam sulfit, kalsium
bisulfit, sulfur dioksida yang dinyatakan dalam larutan Ca(HSO 3)2 dengan
H2SO3 berlebih. Bahan baku yang digunakan biasanya kayu lunak dan
larutan pemasak SO2 dan Ca(HCO3)2.

Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 2

Gambar 1. Pembuatan pulp sulfit (Fengel, 1995)


Reaksi pembuatan larutan pemasak adalah:
S + O2 -> SO2
2SO2 + H2O + CaCO3 > Ca(HSO3)2 + CO2
Lignin yang terikat pada selulosa akan bereaksi dengan larutan
Ca(HSO3)2 membentuk lignin sulfonat dengan reaksi sebagai berikut:
Ca(HSO3)2 > Ca2+ + 2HSO3Lignin + HSO3- -> SO2+ Lignin-OH
Lignin-OH + HSO3 > Lignin-SO3 + H2O
Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit baik untuk pembuatan kertas
tissue dan kertas-kertas cetak bermutu.
Pembuatan pulp proses sulfit yang pertama dilakukan dengan
menambahkan cairan kalsium hidrogen sulfit dan belerang dioksida dalam
sistem bertekanan. Pada dasarnya pembuatan pulp dengan proses sulfit
dilakukan dengan modifikasi pembaruan dan perbaikan teknik yang telah
dilakukan. Proses sulfit dibuat untuk menghasilkan pulp dengan selulosa
yang murni. Proses ini menggunakan garam dan cairan asam. Garam
yang digunakan misalnya adalah sulfat (SO32-) atau bisulfit (HSO32-). Pulp
Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 3

sulfit digunakan untuk membuat kertas, tisu, dan juga menambahkan


kekuatan pada kertas koran. Cairan pemasak yang digunakan adalah
asam sulfit yang dibuat dengan membakar sulfur menghasilkan sulfur
dioksida, sulfur ini dapat menyerap air menghasilkan asam sulfit. Cairan
pemasak disiapkan dengan menambahkan ion hidroksida atau karbonat.
Nilai pH pulp sulfit berkisar antara 1,5 5 dimana nilainya bergantung
kepada penambahan sulfit atau bisulfit. Cairan pemasak yang dikeluarkan
disebut sebagai cairan coklat atau cairan merah (bandingkan dengan
cairan hitam pada proses kraft). Pembersihan pulp dilakukan dengan
aliran bolak balik untuk menghilangkan cairan coklat yang dihasilkan dari
pulp dan menghilangkan lignin dan hemiselulosa. Ekstrak cairan coklat
dikonsentrasikan dalam wadah evaporator efek ganda.
Berikut ini merupakan reaksi-reaksi yang melibatkan pembentukan
senyawa-senyawa, yang terjadi dalam proses pulping sulfit:

Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 4

Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 5

3. Keuntungan dan Kerugian Proses Sulfit


Serat yang dihasilkan sangat baik tetapi memiliki warna yang jelek,
sehingga proses ini digunakan untuk membuat kertas berkekuatan tinggi
seperti kantong semen dan kertas bungkus.
Beberapa keuntungan proses sulfit adalah:
a. Yield yang dihasilkan lebih besar daripada proses kraft
b. Pulpnya dapat menghasilkan turunan selulosa
c. Lebih mudah dioperasikan
d. Lebih mudah untuk diputihkan. Pulp sulfit biasanya sedikit lebih rusak
jika dibandingkan dengan pulp hasil kraft, sehingga produknya sedikit
yang digunakan (wikipedia, 2009).

Sedangkan beberapa keuntungan pulp sulfit adalah:


a. Rendemen yang lebih tinggi pada bilangan kappa

tertentu,

yang melibatkan kebutuhan kayu yang rendah;


b. Derajat putih pulp yang tidak dikelantang lebih tinggi; dan
c. Persoalan pencemaran sedikit.
Cara ini sudah sangat jarang dipakai, karena biayanya yang terlalu
mahal (Anonymous, 2002).
Tabel 1. Keuntungan dan kerugian proses sulfat.

Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 6

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Reaksi kimia Industri Pulp dan Kertas dengan Proses Asam.
www.zen28.blogspot.com. Akses pada: 1 Desember 2015, pukul 16.03
Fengel, D. and G.Wegener. 1995. Kayu, Kimia, Ultrastruktur, Reaksi-reaksi. edisi 1,
Yogyakarta : Gajah Mada University Press
Wikipedia. 2010. Chemicals Pulping Industri Pulp dan Kertas dengan Proses Asam.
www.wikipedia.com. Akses pada: 1 Desember 2015, pukul 15.27

Proses Kimia Asam (Sulfit) di Industri Pulp dan Kertas

Page 7