Anda di halaman 1dari 2

PORTFOLIO MEDIKOLEGAL

dr. Andrean Utomo


I.Identitas Pasien
Nama

: Tn. YP

Jenis kelamin

: Laki-laki

Usia

: 54 tahun

Tanggal masuk rumah sakit : 19 Oktober 2014


II.Subjective
Pasien merupakan korban kecelakaan lalu mintas antara motor dengan motor.
Saat datang ke IGD sudah tidak bernafas dan dinyatakan DOA.
III.Objective
Pemeriksaan luar dilakukan pada tanggal 2014 pukul WITA.
1. Pasien datang sudah meninggal.
2. Pakaian:
a. Baju kaos berwarna putih.
b. Celana jeans panjang warna hitam.
c. Celana dalam berwarna hitam.
3. Lebam mayat pada punggung dan bokong yang hilang dengan penekanan.
4. Kaku mayat belum ada.
5. Teleng mata 4mm/4mm. Selaput bening bola mata kiri dan kanan keruh.
6. Gigi geligi berjumlah 15. Rahang bawah patah. Luka terbuka di dalam mulut.
7. Luka memar pada mata kanan berwarna kehitaman batas tidak tegas.
8. Luka terbuka pada dagu ukuran 3x0,5x1 cm batas tegas, dasar tulang.
9. Kumpulan luka lecet pada bahu kanan ukuran terbesar 4x8 cm dan ukuran terkecil
0,5x0,1 cm.
10. Kumpulan luka lecet pada lengan kanan atas ukuran terbesar 3,5x0,7 cm dan ukuran
terkecil 0,5x0,2 cm.
11. Luka terbuka pada lengan bawah kiri bagian depan ukuran 2x0,5x0,5 cm batas tegas
dasar otot.
12. Luka terbuka pada lengan bawah kiri bagian belakang ukuran 4,5x0,5x0,3 cm batas
tegas dasar otot.
13. Kumpulan luka lecet pada dada ukuran terbesar 2x0,5 cm dan ukuran terkecil
0,5x0,2 cm tidak beraturan.
14. Luka lecet pada paha kiri bagian dalam seluas 9x3 cm tidak beraturan.
15. Luka lecet pada kaki kiri ukuran 1x0,5 cm batas tegas.

IV.Pembahasan
Pemeriksaan luar pada pasien ini dilakukan untuk penerbitan visum et repertum
yang diminta oleh Kepolisian Resor Sikka. Permintaan visum et repertum didasarkan
oleh indikasi adanya kealpaan yang menyebabkan kematian sesuai Kitab Undangundang Hukum Pidana pasal 359. Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan,
pasien telah meninggal dan ada luka luka diakibatkan kekerasan tumpul.

Daftar Pustaka
1. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Peraturan
perundang-undangan bidang kedokeran. Cetakan kedua. Jakarta: FKUI; 1994.
2. Budiyanto A, Widiatmaka W, Sudiono S, Winardi T, Idris AM, et al. Ilmu
kedokteran forensik. Jakarta: FKUI; 1997.