Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI

SEDIAAN SEMISOLIDA-LIKUIDA
Antibiotik yang digunakan untuk infeki gram (+) dan gram (-) broad
spectrum bactericide untuk penderita yang tahan penisilin

Kelompok B-1 :
1.
2.
3.
4.
5.

Sena Chandra
NuzulaFauzun A.
Marissa Fachliany Y.
Kumala Tri Hariani
Anna Ulfa Yana

(1130103)
(1130335)
(1130346)
(1130359)
(1130395)

DosenPembimbing : Aditya T.Pradana,S.Farm.,M.Si.,Apt

LABORATORIUM FARMASETIKA
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SURABAYA
2014-2015
ABSTRAK

Pembuatan sediaan suspensi kering dengan bahan aktif ciprofloxacin dibuat dengan
suspending agent CMC Na dan dibuat rencana pH setelah direkonstitusi adalah 4,2 0,05.
Ditambahkan pembasah tween 80 agar memudahkan kontak bahan aktif dengan pelarut.
Untuk rasa diberikan rasa manis dengan sukrosa. Untuk pengawet diberi nipagin dan warna
diberi warna kuning dengan sunset yellow dan bau pisang dengan banana flavor. Untuk
memberntuk massa granul digunakan etanol 70% lalu diayak dengan ayakan ukuran mesh 30
lalu dilanjutkan dengan mesh 20. Setelah itu dikeringkan dengan oven. Lalu dilakukan
evaluasi untuk menguji kualitas produk.

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar belakang masalah
Dunia zaman sekarang ini banyak penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Mulai dari penyakit yang ringan dan berat dapat disebabkan mikroorganisme itu. Hal ini
menjadi tantangan dan peluang bagi formulator untuk merancang suatu sediaan antibiotika
untuk membunuh atau menghambat bakteri yang menginfeksi.
Untuk sediaan ini dibuat dengan bahan aktif antibiotika yang broad spectrum yang
dapat membunuh bakteri gram positif dan gram negatif. Karena sediaan yang akan dibuat
untuk penderita infeksi saluran kemih sedangkan banyak mikroorganisme yang dapat
menginfeksi saluran kemih maka dipilih antibiotik yang dapat membunuh bakteri gram
positif dan gram negative.
I.2. Rumusan masalah
1.

Apakah manfaat dari pemilihan bahan aktif ciprofloxacin pada sediaan dry
suspension?

2.

Bagaimana membuat sediaan dry suspension yang sesuai dengan persyaratan


mutu?

3.

Apakah sediaan yang dibuat telah memenuhi spesifikasi sediaan, standar mutu dan
layak untuk diproduksi dalam skala industri?

I.3. Tujuan
Melakukan tahapan formulasi sediaan dry suspension mulai dari tahapan
praformulasi, formulasi, pembuatan sediaan hingga evaluasi
a) Dapat menentukkan bahan aktif yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan
tubuh.
b) Dapat membuat sediaan dry suspension untuk antibiotika
c) Dapat melakukan evaluasi terhadapa sediaan yang dibuat sehingga dapat memenuhi
spesifikasi yang diinginkan dan sediaan tersebut layak untuk produksi dalam skala
industri.
I.4. Manfaat
Mendapat pengalaman dan skill membuat sediaan dry suspension yang memenuhi
persyaratan mutu aman, efektif, stabil dan acceptable bagi pengguna serta dapat melakukan
evaluasi untuk menentukkan apakah sediaan yang dibuat layak untuk diproduksi dalam skala
industri.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Dry syrup suspension adalah suspensi yang baan aktifnya direkonstitusikan dengan
pembawa cair sampai volume tertentu sebelum digunakan. Sirup kering ditujukan untuk
bahan aktif yang memiliki kestabilan rendah dalam air, sehingga akan tetap stabil dalam
bentuk padatan selama belum direkonstitusi. Sediaan baru direkonstitusi pada saat akan
digunakan dan setelah direkonstitusi kestabilan terbatas sehingga harus digunakan dalam
jangka waktu maksimal 14 hari (tetapi tetap tergantung pada kestabilan masing-masing bahan
aktif).
Dry syrup suspension merupakan bentuk antara yang berisi campuran serbuk kering
yang mengandung semua komponen formulasi termasuk bahan aktif, suspending agent,
wetting agent, pemanis, dapar, pengawet, flavour, dan pewarna, sedankan bahan tambahan
yang dibutuhkan dalam proses pembuatan granul adalah pengikat dan pembasah.
Ciprofloxacin merupakan antibiotik sintetik golongan quinolone yang bekerja dengan
cara menghambat DNA Girase. Mekanisme kerjanya adalah menghambat aktifitas DNA
gyrase bakteri, bersifat bakterisidadengan spektrum luas. Ciprofloxacin efektif terhadap
bakteri yang resisten terhadap antibiotika yang lain misalnya penisilin, aminoglikosida,
sefalosporin, dan tetrasiklin. Ciprofloxacin efektif terhadap bakteri gram positif maupun gram
negatif atau juga disebut broad spectrum. Ciprofloxacin diindikasikan untuk pengobatan
infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri-bakteri yang multi resisten dan
Pseudomonas Auroginosa. Kadarnya dapat ditrentukan secara KCKT.
Ciprofloxacin diabsorbsi dengan cepat dan baik melalui saluran cerna, bioavailabilitas
absolut antara 69-86%, kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke
berbagai jaringan serta cairan tubuh. Penyerapan ciprofloxacin dipengaruhi oleh antasida
yang mengandung aluminium hidroksida atau magnesium hidroksida. Jika ciprofloxacin
diberikan bersamaan dengan teofilin, maka akan terjadai peningkatan kadar teofilin dalam
plasma yang tidak diinginkan. Apabila diberikan bersamaan dengan teofilin tidak dapat
dihindari, maka konsentrasi teofilin dalam plasma harus dimonitor, bila perlu maka dosis
teofilin dikurangi. Dan hindari pemberiaan bersamaan dengan probenesid dan antikoagulan
kumarin.
Ciprofloxacin tereliminasi terutama oleh eksresi ginjal, namun obat ini juga
dimetabolisme dan sebagian dibersihkan melalui sistem empedu dari hati dan melalui usus.
Jalur-jalur alternatif eleminasi obat muncul untuk mengkompensasi penurunan ekskresi ginjal

pada pasien dengan gangguan ginjal. Meski demikian, beberapa modifikasi dosis dianjurkan,
terutama untuk pasien dengan disfungsi ginjal berat.
Bioavailabilitasnya sekitar 70-80% tanpa eliminasi lintas pertama. Pemberian secara
IV menghasilkan kandungan serum yang serupa seperti yang diinjeksikan. Pemberian secara
IV setelah 60 menit, yang diberikan setiap 8 jam menghasilkan kadar serum dengan obat
yang dimasukkan, sesuai dengan 750mg obat oral yang diberikan ssetiap 12 jam.
Biotransformasi terjadi di hepar, dan waktu paruhnya adalah 4 jam.

No

Bahan Aktif

Efek utama

Efek samping

Indikasi

Kontra indikasi

Spesifi

lain
1

Tetrasiklitn

Tetrasiklin

Tetrasiklin dapat

sintesis protein

kepekaan: kulit merupakan

memicu gagal

sekitar 30

bakteri pada

seperti erupsi

kelompok

ginjal untuk itu

tetrasikli

ribosomnya.

morbiliformis,

antibiotik

sebaiknya tidak

diserap d

Hal ini

uritaria, dan

spektrum luas

diberikan

saluran c

dilakukan

dermatitis

yang meliputi

kepada pasien

Adanya

kuman gram

dengan

makana d

positif dan

penyakit gagal

lambung

negatif, aerobik

ginjal kecuali

mengham

Enghambat

Reaksi

dengan cara

eksoliatif

Reaksi
toksik
mengikat unit
dan iritatif :
ribosom sel
kuman 30s

iritasi lambung

dan anaerobik.

sehingga T-rna

paling sering

tidak

Absorbsi

penyerap

Sebagai obat

doksisiklin.
Hendaknya tidak

terjadi pada

pilihan untuk

di berikan pada

tetrasikli

menempel

pemberian

infeksi klamidia,

pada ribosom

peroral, diare,

trakoma,

yang

terapi dalam

uretritis non

mengakibatkan

waktu lama

spesifik, nfeksi

tidak

juga dapat

terbentuknya

menimbulkan

pneumoniae,

amino asetil

kelainan darah

kolera, dan

jenis

Rna.

tepi seperti

infeksi kokus.

tetrasikli

wanita hamil.
Bila tidak ada

mycoplasma

indikasi yang
kuat janga
diberikan pada
anak-anak.

golongan
kecuali

monosikl
dan

doksisikl

Distribus

dalam pl

leukositosis,

terikat ol

limfosit atipik.

protein p

Kerusakan

dalam ju

warna pada

yang

gigi.

bervarias

Pemilihan bahan aktif


Sefalosporin

Menghambat

Reaksi alergi,

Untuk

sintesis

reaksi

dinding sel
mikroba. Yang

Penderita

Sefalosporin

pengobatan

dengan alergi

secara luas di

mendadak

infeksi bakteri

penisiin berat,

distribusikan

yaitu

berat atau yang

tidak dianjuran

ke sebagian

di hambat

anafilaksi

tidak dapat di

penggunaan

besar jaringan

adalah reaksi

dengan

obati dengan

sefalosorn atau

dan cairan,

transpeptidase

spasme

antimikroba

kalo sangat

termasuk

tahap ketiga

bronkus dan

lain.

diperlukan

ulang, cairan

dalam

uritkaria,

harus diawasi

pleura, cairan

sungguh-

perikardial,

sungguh.
Hipersensittifit

dan cairan

rangkaian
reaksi

diare.
Efek pada ginjal

pembentukan

yaitu

dinding sel.

meningkatnya

as pada

Aktif terhadap

konsentrasi

antibiotik

kuman gram

serum

sefalosporin

positif maupun

kreatinin,

ata golongan

negatif, tetapi

disfungsi ginjal

beta laktam

spektrum

dan toksik

lainnya.

antimikroba

nefropati.

sinofial.

masing-masng
derivat
3

Siprofloksasi

bervariasi.
Baktericidal

(broad

Gastrointestinal

Pengobatan

Untuk anak

Baik dan cepat

distrubances,

infeksi yang di

dibawah 5 tahun,

di absorbsi

spectrum)

yaitu nausea,

sebebkan oleh

untuk pasien

oleh GI track,

Antibiotiks

vomiting,

kuman patogen

gagal ginjal.

bioavailabilitas

sintetik

diarrhoea,

yang peka

golongan

abdominal

terhadap

kinolon

pain, dispepsia,

ciprofliksasin

bekerja dengan

dan sering sakit terhadap infeksi

menghambat

kepala.

Reaksi
alergi
DNA gyrase.
atau
Ciprofloksasin

berikut ini:
infeksi saluran
kemihuretritis,

efektif

hipersensitifita

dan servitis

terhadap

s terhadap

gonore, infeksi

bakteri yang

siprofloksasin

saluran

resisiten

dapat berupa

pernafasan,

terhadap

ruam atau

infeksi tulang

kira-kira 70%.

antibiotika

reaksi kulit.

sendi, dan

lainnya

infeksi saluran

misalnya

pencernaan.

penicilin,
sefaosporin.

Bahan aktif terpilih adalah siprofloksasin dengan alasan:


1. Siprofloksasin Baik dan cepat di absorbsi oleh GI track, bioavailabilitas kira-kira
70%.
2. Siprofloksasin merupakan baktericidal (Broad Spectrum).
3. Siprofloksasin bereaksi dengan menghambat sub unit enzim DNA gyrase yang dapat
memproduksi DNA bakteri.
Ciprofloxazin merupakan anti infeksi sintetik golongan kuinolon yang menghambat
DNA-girase. Tidak menunjukkan resistensi paralel terhadap antibiotika lain yang tidak
termasuk dalam golongan karboksilat. Efektif terhadap bakteri yang resisten terhadap
antibiotika

lain

misalnya

aminoglikosida,

penisilin,

sefalosporin

dan

tetrasiklin.

Ciprofloxazin efektif terhadap bakteri gram-negatif dan gram-positif.


Secara in vitro Ciprofloxazin ampuh melawan sejumlah besar mikroorganisme gram
positif dan negatif.
Berikut mikroorganisme yang telah terbukti peka terhadap Ciprofloxazin secara in vitro
dan klinis.

1. Mikroorganisme gram positif aerob : Enterococcus faecalis, Staphylococcus aureus


dan Staphylococcus epidermidis(hanya galur yang rentan dengan methicilin),
Staphylococcus saprophyticus, Streptococcus pneumoniae (hanya yang sensitif
terhadap galur penisilin), dan Streptococcus pyogenes.
2. Mikroorganisme gram negatif aerob : Campylobacter jejuni, Citrobacter diversus,
Citrobacter

freundii,

Enterobacter

cloacae,

Escherichia

coli,

Haemophilus

influenzae,

Haemophilus

parainfluenzae,

Klebsiella

pneumoniae,

Moraxella

catarrhalis, Morganella morganii, Neisseria gonorrhoeae, Proteus mirabilis,Proteus


vulgaris Providencia stuartii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, Serratia
marcescens, Shigella boydii, Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, dan Shigella
sonnei.

Efek bakterisidal Ciprofloxazin berasal dari inhibisi enzim topoisomerase II (DNA


gyrase) dan topoisomerase IV, yang dibutuhkan untuk replikasi, transkripsi, perbaikan, dan
rekombinasi DNA. Mekanisme kerjanya yang berbeda dengan penisilin, sefalosporin,
aminoglikosida, makrolida, dan tetrasiklin ini, membuat ciprofloksasin bisa menjadi pilihan
bagi mikroorganisme yang telah resisten dengan kelas antibiotika tersebut.
FARMAKOLOGI
Ciprofloxazin adalah antibiotika golongan kuinolon. Pada pemberian oral, ciprofloksasin
diserap dengan cepat dan baik oleh saluran cerna. Bioavailabilitas mutlak obat ini mencapai
70% tanpa kehilangan berarti pada efek metabolisme lintas pertama di hati. Kadar maksimum
dicapai setelah 1-2 jam pemberian oral. Waktu paruh eliminasi serum pada subjek dengan
fungsi ginjal normal adalah sekitar 4 jam. Ikatan Ciprofloxazin dengan protein serum cukup
rendah, sekitar 20-40 %, sehingga tidak cukup untuk menyebabkan interaksi yang kuat
dengan obat lain.
FARMAKODINAMIK
Antibiotik fluorokuinolon memasuki sel dengan cara difusi pasif melalui kanal protein
terisi air (porins) pada membran luar bakteri secara intra selular, secara unik obat-obat ini
menghambat replikasi DNA bakteri dengan cara mengganggu kerja DNA girase
(topoisomerase II) selama pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Topoisomerase II adalah
enzim yang mengubah konfigurasi atau topologi DNA dengan cara suatu mekanisme
menakik (nicking), menembus, dan menutup kembali (re-sealing) tanpa mengubah struktur
primernya. Pengikatan kuinolon pada enzim dan DNA untuk membentuk suatu kompleks
menghambat langkah penggabungan kembali dan dapat menyebabkan kematian sel dengan
menimbulkan keretakan DNA.
FARMAKOKINETIK

A. Absorpsi
Ciprofloxazin oral diserap dengan baik melalui saluran cerna. Bioavailabilitas absolut
adalah sekitar 70%, tanpa kehilangan yang bermakna dari metabolisme fase pertama.
B. Distribusi
Ikatan Ciprofloxazin terhadap protein serum adalah 20-40% sehingga tidak cukup untuk
menyebabkan

interaksi

ikatan

protein

yang

bermakna

dengan

obat

lain.

Setelah administrasi oral, siprofloksasin didistribusikan ke seluruh tubuh. Konsentrasi


jaringan seringkali melebihi konsentrasi serum, terutama di jaringan genital, termasuk
prostat. Ciprofloxazin ditemukan dalam bentuk aktif di saliva, sekret nasal dan bronkus,
mukosa sinus, sputum cairan gelembung kulit, limfe, cairan peritoneal, empedu dan
jaringan prostat. Ciprofloxazin juga dideteksi di paru-paru, kulit, jaringan lemak, otot,
kartilago dan tulang. Obat ini berdifusi ke cairan serebro spinal, namun konsentrasi di
CSS adalah kurang dari 10% konsentrasi serum puncak. Ciprofloxazin juga ditemukan
pada konsentrasi rendah di aqueous humor dan vitreus humor.1
C. Metabolisme
Empat metabolit Ciprofloxazin yang memiliki aktivitas antimikrobial yang lebih rendah
dari Ciprofloxazin bentuk asli telah diidentifikasi di urin manusia sebesar 15% dari dosis
oral.1
D. Ekskresi
Waktu paruh eliminasi serum pada subjek dengan fungsi ginjal normal adalah sekitar 4
jam. Sebesar 40-50% dari dosis yang diminum akan diekskresikan melaluiurin dalam
bentuk awal sebagai obat yang belum diubah. Ekskresi Ciprofloxazin melalui urin akan
lengkap setelah 24 jam . Dalam urin semua fluorokuinolon mencapai kadar yang
melampaui konsentrasi hambat minimal (KHM) untuk kebanyakan kuman patogen
selama minimal 12 jam. Klirens ginjal dari Ciprofloxazin, yaitu sekitar 300 mL/menit,
melebihi laju filtrasi glomerulus yang sebesar 120 mL/menit. Oleh karena itu, sekresi
tubular aktif memainkan peran penting dalam eliminasi obat ini. Pemberian
Ciprofloxazin bersama probenesid berakibat pada penurunan 50% klirens renal
Ciprofloxazin dan peningkatan 50% pada konsentrasi sistemik.
INTERAKSI OBAT

Pemberian bersama makanan akan menunda absorpsi Ciprofloxazin. Ciprofloxazin bisa


mengurangi klirens teofilin dan kafein jika diberikan berbarengan. Hal ini bisa
meningkatkan kadar plasma kedua obat tersebut.

Penyerapan Ciprofloxazin dipengaruhi oleh antasida yang mengandung aluminium


hidroksida atau magnesium hidroksida. Antasid yang mengandung aluminium hidroksida
dan magnesium hidroksida mengurangi bioavailabilitas Ciprofloxazin paling banyak
90%.

Pemberian Ciprofloxazin bersama teofilin dapat meningkatkan kadar teofilin dalam


plasma sehingga dapat menimbulkan efek samping teofilin. Apabila kombinasi ini tidak
dapat dihindarkan, kadar teofilin dalam plasma harus dimonitor dan dosis teofilin harus
dikurangi. Jika kadar teofilin tidak dapat dimonitor, pemberian Ciprofloxazin harus
dihindari., Kenaikan kadar kreatinin serum untuk sementara terlihat pada pemberian
Ciprofloxazin bersama cyclosporin. Dalam hal ini, kadar kreatinin serum harus sering
dipantau (dua kali seminggu).

Kemungkinan

terjadinya

probenesid.Pemberian

interaksi

bersama

pada

pemberian

Ciprofloxazin

dan

Ciprofloxazin

anti-koagulan

bersama

oral

dapat

memperpanjang waktu pendarahan..Pemberian bersama metoklopramid mempercepat


absorbsi Ciprofloxazin.

Karakteristik Fisika-Kimia Ciprofloxazin :

Bahan Aktif
Ciprofloxazin

Fisika
Organoleptis

Karakteristik
Kimia
-pH Injeksi = 3,5-4,6

Bentuk : serbuk/kristal putih

(USP 27, p.456)

Bau

: tajam

-Tidak stabil terhadap cahaya

Rasa

: pahit

-Diabsorbsi baik oleh GI

Warna : putih

-Bioavalibilitas oral 70%


-t plasma = 3,5-4,5 jam

Kelarutan:
Praktis tidak larut dalam air, sangat

mudah larut dalam alkohol dehidrat dan


dalam diclomethane (MD 34, p.188).
Tinjauan Tentang Bahan Aktif dan Bahan Tambahan
1. Bahan Aktif
Bahan yang digunakan adalahCiprofloxazin.

Jumlahnya dilebihkan 5% guna mencegah kemungkinan hilangnya bahan aktif


selama proses pembuatan dan untuk memperpanjang shelf-life (waktu hidup) dari
sediaan.

Ciprofloxazin merupakan bactericidal (broad spectrum), bereaksi dengan


menghambat sub-unit enzim DNA-Gyrase yang dapat mereproduksi DNA bakteri.

Efek sampingnya menyebabkan gastrointestindisturbances,yaitu nausea vomiting,


doarrhoea, abdominal pain, dyspepsia, and are the most traquent adverse effect,
headache (MD 34, p.188).

Ciprofloxazin juga diabsorbsi baik oleh GI track.

2. Bahan Tambahan
Suspending agent yang digunakan yaitu CMC-Na, karena
Merupakan tipe suspending agent untuk mendispersikan bahan aktif yang sukar
larut sehingga terdispersi merata membentuk suspensi yang baik dan homogen
(pembagian dosis juga homogen)
Untuk memenuhi acceptabilitas sediaan karena sediaan yang kental akan lebih
mudah dituang dan ditakar
Meningkatkan stabilitas fisika sediaan dengan meningkatkan viskositasnya
sehingga laju sedimentasinya lambat (bahan aktif yang terdispersi tidak cepat
mengendap kembali)
Dalam pembuatan sirup kering ini CMC-Na juga digunakan sebagai pengikat
(binder) dalam proses pembuatan granul.
Konsentrasi 0,1- 1%
Jumlah yang digunakan = 0,5% X 150 = 0,75 g

Dapar Sitrat-Phosphate
Fungsi = mempertahankan pH sediaan pada pH yang telah direncanakan.
Sediaan di dapar pada pH 4,2
Asam sitrat : 58,6 g X 150 ml = 87,9 ml
100
21g X 87,9 ml = 1,8459 g ~ 1,85 g
1000 ml
1,85 X 100% = 1,23%
150
Na fosfat : 41,4 g X 150 ml = 62,1 ml
100
35,6g X 62,1 ml = 2,21076 g ~ 2,21 g
1000 ml
2,21 X 100% = 1,47%
150
Pengawet yang digunakan adalah Nipagin
Digunakan untuk mempertahankan stabilitas mikrobiologi, khusunya untuk
sediaan yang pemakaiannya berulang atau dalam sediaan terdapat bahan yang
dapat menjadi media pertumbuhan mikroba.
pH = 4-8
Konsentrasi = 0,02%-0,2%
Jumlah yang digunakan = 0.02% X 150 ml= 0,03 gram
Pemanis yang digunakan adalah Sukrosa
Digunakan untuk memberikan rasa manis pada sediaan.
Kelarutan =1:0,5 dalam air
Konsentrasi sebagai pemanis 60% (Pharmaceutical Dossage Form vol.2, p.257)
Konsentrasi sebagai binder (pengikat) = 2-20% (HPE, p.539)
Jumlah yang digunakan = 60% X 150 ml= 90 gram
Wetting agent yang dipakai adalah Tween 80 (HPE, p.411)
Konsentrasi sebagai wetting agent 0,1%-3%

Fungsinyasebagai

wetting

agent

dengan

menggantikan

udara

yang

menyelubungi permukaan partikel sehingga luas permukaan yang kontak dengan


pelarut lebih besar, dengan demikian partikel yang sukar larut dapat lebih mudah
terbasahi oleh pelarut dan mudah terdispersi kembali ketika dikocok.
Jumlah yang dipakai = 0,12% X 150 ml= 0,18 gram
Etanol 96%
Digunakan untuk melarutkan Tween 80.
Etanol 70%
Fungsinya adalah sebagai pembasah pada proses granulasi, dimana alkohol mudah
menguap sehingga tidak membutuhkan panas tinggi dalam proses penguapan
granul.
Dipilih etanol 70% karena kadarnya lebih tinggi daripada etanol 96% dimana air
dibutuhkan untuk memberikan daya kohesi antar serbuk, untuk membentuk
granul. Jika air terlalu rendah, maka daya kohesinya kecil sehingga tidak
berbentuk granul. Tetapi kadar air juga tidak boleh terlalu tinggi karena proses
penguapannya menjadi lebih lama.
Pewarna yang dipakai adalah Sunset Yellow
Kadar = 0,0005-0,001%
Fungsi = untuk memenuhi acceptabilitas dalam hal warna sediaan dan menarik
perhatian konsumen untuk meminumnya.
Jumlah yang dipakai = 0,001% X 150 ml= 1,5X10-3 gram
Flavour kering (Captarome)
Kadar = 0,001%
Fungsi = untuk memenuhi acceptabilitas dalam hal rasa dan untuk menutupi bau
yang tidak enak dari bahan obat yang digunakan, sehingga dapat menarik
perhatian konsumen untuk meminumnya.
Jumlah yang dipakai = 0,001% X 150 ml= 1,5X10-3 gram
Tinjauan Tentang Bentuk Sediaan
Berdasarkan karakteristik fisika-kimia diatas, maka bentuk sediaan yang dipilih adalah
Sirup Kering Suspensi dengan alasan :
1. Bahan aktif tidak stabil dalam bentuk larutan, sehingga dibuat dalam bentuk
padatan yang nantinya direkonstitusi saat akan digunakan.

2. Selain direkonstitusi , sediaan menjadi bentuk suspensi karena bahan aktif yang
digunakan mempunyai kelarutan yang kecil dalam air. Oleh karena itu untuk
meningkatkan stabilitas suspensi perlu ditambahkan suspending agent dan wetting
agent untuk mendispersikan bahan akrif dengan pembawanya, memudahkan
pendisperian kembali ketika dikocok dan memperlambat laju sedimentasi yang
terlalu cepat.
3. Sediaan suspensi secara teoritis lebih kental daripada true solutions karena
mengandung suspending agent yang berfungsi sebagai viscosity enhancer (CMCNa) sehingga sediaan lebih mudah dituang dan ditakar.
Persyaratan Mutu
Sediaan yang dibuat harus memenuhi persyaratan mutu yang setara dengan dengan
ketentuan dari USP XXII/XXI dan memperhatikan kriteria pendaftaran obat jadi
DepKes RI.

a. Aman

Kadar masing-masing zat berkhasiat masih berada dalam batas yang tidak
membahayakan/tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan bila
digunakan dalam dosis yang tepat dan lama pemakaian yang ditentukan untuk
penyakit tertentu

Dikatakan aman bila kadarnya tidak melebihi kadar 95%-105%.

Tidak terjadi kenaikan toksisitas

b. Efektif
Dengan pemberian dosis sekecil mungkin sudah dapat menimbulkan efek terapi yang
optimal dalam waktu yang singkat dengan toksisitas dan efek samping yang
minimum, mampu mencapai site of action serta dapat berinteraksi dengan reseptor
yang sesuai selama waktu yang diperhitungkan (USP XXII, p.324)
c. Stabilitas fisika
Konsistensi fisik termasuk penampilan, keragaman, viskositas, organoleptis harus
tetap (tidak berubah) selama pembuatan, penyimpanan, dan penggunaan oleh pasien,
meliputi :

Berat jenis sediaan > berat jenis air

Viskositas sediaan < viskositas air

Aliran (sifat alir)

Homogenitas partikel bahan aktif tersebar merata (USP, XXII p.1703)

: Pseudoplastik

d. Stabilitas kimia

Secara kimia antar komponen tidak saling berinteraksi yang menimbulkan


perubahan potensi , warna, pH, bentuk sediaan (USP XXII, p.1703).

e. Stabilitas Mikrobiologi

Sediaan tidak ditumbuhi mikroba sesuai dengan persyaratan tertentu dan jika
sediaan tersebut mengandung zat antimikroba maka harus tetap efektif selama
waktu yang ditentukan (USP XXII, p.1990)

Dalam sediaan oral likuida, tidak boleh terdapat mikroorganisme : Salmonella sp,
E.colli, Enterobacter sp, Pseudomonas sp, Clostridium sp, dan Candida albicans
(Lachman, 1994 hal.468).

f. Stabilitas Toksikologi
Tidak boleh menjadi bahan yang mungkin dapat meracuni jaringan lokal dan tidak
boleh menunjukkan adanya gejala peningkatan toksisitas (USP XXII, p.1703).
g. Stabilitas Farmakologi
Sediaan tidak mengalami perubahan efek farmakologi yang menyimpang dari yang
direncanakan/dari tujuan pengobatan sampai batas waktu tertentu (USP XXII, p.1703).

BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL
Infeksi Saluran Kemih
Anthrax

Disebabkan oleh :

Gejala yang ditimbulkan :


Rasa panas atau nyeri ketika buang air kecil, urin bau
busuk, mengandung darah dan nanah
Kulit yang bengkak dan benjol serta gatal menyerupai
gigitan serangga yang cepat berkembang menjadi sakit
dengan pusat bengkak berwarna kehitaman (antrax pada
kulit)
Diare parah disertai darah pada tahap akhir penyakit
(antrax yang terjadi pada GI)

S.aureus
Shigella
E.coli
Pseudomonas
Enterobacter
Untuk Anthrax
disebabkan oleh infeksi Bacillus Anthracis
Salmonella

Pemilihan bahan aktif untuk diformulasi :

Ciprofloxacin

Keuntungan :

Sefalosporin

Absosbsi terjadi dengan baikdalam GI track

Kerugian:
Efek samping yang tergolong berat

Keuntungan :

Tetrasiklin

Keuntungan :

Spektrum antibiotiknya lebih luas tetapi

Spektrum antibiotiknya luas dan meliputi

tidak mencakup enterococi dan bakteri-

banyak cocci gram(+) & (-) serta

bakteri anaerob

kebanyakan basil

Kerugian:
Harga mahal, dan pada penggunaan oral
dapat menimbulkan gangguan lambung

Kerugian:
Tidak efektif terhadap Pseudomonas

Ciprofloxacin
Serbuk kristal hampir putih/ kuning pucat
Berbau Tajam

Praktis tidak larut dalam air,


sangat mudah larut dalam
alkohol, dehidrat dan
declomethane

Rasa Pahit
Sedikit Higroskopis

Dosis pada infeksi sal. kemih (BNF for children p.302)


Child 1-18 th : 10mg/kg.BB
(max 750mg, 2x sehari)
Dosis pada Anthrax (BNF for children p.302)
Child 1-18 th : 15mg/kg.BB
(max 500mg, 2x sehari)

pH 3,5 4,6
buffer sitrat phosphate
Dosis pakai 5-15 mg/kg. BB
(MD.ed 34 p.188)
Sed. Dry Syrup Susp.
Sweeteners
Flavors
Colorant
Multiple sol.
Buffer
Thick agent
Preservative

R/ Ciprofloxacin

150mg

Sukrosa
60%
Asam Sitrat
1,23%
Na Phosphate
1,47%
CMC Na
0,5%
Tween 80
0,12%
Nipagin
0,02%
Sunset Yellow
0,001%
Flavour Kering
Etanol 70%
m.f. dry syrup suspension 150ml

Vehicle
Aqua purificata

ad 150ml

BAB IV
METODE PENELITIAN
Alat dan Bahan:
Alat:
Beaker glass
Gelas ukur
Pipet
Pengaduk kaca
Timbangan miligram, gram
Anak timbangan
Kaca arloji
Sudip
Blender
Mortir dan stamper
Oven
Nampan dan kertas perkamen
Alat untuk evaluasi sediaan:
pH meter
Piknometer
Viskometer stormer
Mikroskop
Lensa okuler
Lensa obyektif
Pipet volume
Statif
Klem
Stopwatch
Moisture Content Balance

Corong

Bahan:
Ciprofloxazin
Sukrosa
CMC-Na
Tween 80
Asam Sitrat
Na Fosfat
Nipagin
Alkohol 96%
Alkohol 70%
Sunset Yellow
Flavour kering(Lemon)
Aquadem
Penyusunan Formula Sediaan
R/ Ciprofloxazin

450 mg

Asam sitrat

1,23 %

Na fosfat

2,21 %

Sukrose

60

CMC Na

0,5 %

Tween 80

0,12 %

Nipagin

0,02 %

Suset yellow

0,001%

Flavor kering

qs

Etanol 70% dan 96%

qs

mf dry syrup suspension 150 mL


Takaran Dosis Bahan Aktif
Ciprofloxazin:

Martindale 34th ed, p.188

5-15 mg/kgBB dua kali sehari

250-750 mg dua kali sehari

Farmakologi dan terapi ed 4 hal 685

Oral

Parenteral : dua kali 100-200 mg/hari IV

: dua kali 250-750 mg/hari

BNF 56 p. 321

Oral

: 500 mg

Perhitungan dosis persatuan takaran terkecil 5-15 mg/kgBB (MD34 p.188)


Umur

Bobot laki-

Bobot

Rentang

Dosis rata-

(thn)

laki

wanita (kg)

dosis

rata (mg)

(mg)
71-216
81-237
87,5-283,5
100-313,5
109,5-330
123,5-358,5
142-403,5
163-436,5
185-495
204-600
212,5-649,5

143,5
159
185,5
206,75
219,75
241
272,75
299,75
340
402
431

5
1 takaran
(150mg)
7

(kg)
14,2
16,2
17,5
20,0
21,9
24,7
28,4
32,6
37
40,8
42,5

8
9
10
11
12
13
14
15
2 takaran
(300mg)
Aturan pakai :
2,5
takaran
(375mg)

14,4
15,8
18,9
20,9
22
23,9
26,9
29,1
33
40
43,3

X
5-15mg

1,5
takaran
225mg)

Umur (tahun)
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
takaran (300mg)
14-15 tahun

Bobot rata-rata

Dosis

pria dan wanita (kg)


14,3
16
18,2
20,45
21,95
24,3
27,65
30,85
35
40,4
42,9

(mg)
143
160
182
204,5
219,5
243
276,5
308,5
350
404
429

X 10 mg

5-6 tahun
sehari

=
2

7-10 tahun

1takaran
(150mg)
sehari 2 x 1,5
takaran (225mg)
11-13 tahun

sehari 2 x 2

= sehari 2 x 2,5 takaran (375mg)

Perhitungan ADI Nipagin 10mg/kgBB (HPE 6 p.444)

1 takaran
(150mg)

1,5 takaran
(225mg)

2 takaran
(300mg)
2,5
takaran

Aturan pakai :
5-6 tahun
= sehari 2 x 1takaran =2 x 5ml = 10ml x 0,02% =0,002 gram
7-10 tahun

= sehari 2 x 1,5 takaran =2 x 7,5ml = 15ml x 0,02% =0,003 gram

11-13 tahun

= sehari 2 x 2 takaran =2 x 10ml = 20ml x 0,02% =0,004 gram

14-15 tahun

= sehari 2 x 2,5 takaran =2 x 12,5ml = 25ml x 0,02% =0,005 gram

Tabel Penimbangan
Nama Bahan
Ciprofloxacin
450mg
Asam sitrat
1,23%
Na fosfat
1,47%
Sukrosa 60%
CMC Na
0,5%
Nipagin
0,02%
Tween 80
0,12%
Sunset yellow
0,001%

volume dalam

Volume takaran

Volume kemasan

volume skala lab

terkecil (5mL)

(60mL)

(150mL)

157,5 mg

1,89 g

4,725 g

1,89 g

0,0615 g

0,738 g

1,845 g

738 g

0,0735 g

0,882 g

2,205 g

882 g

3g

36 g

90 g

36000 g

0,025 g

0,3 g

0,75 g

300 g

1.10-3g

0,012 g

0,03 g

12 g

6.10-3g

0,072 g

0.18 g

72 g

5.10-5g

6.10-4 g

1,5.10-3 g

0,6 g

skala besar(1000
kemasan)

Banana
flavour
Etanol 70%

qs

qs

qs

qs

qs

qs

17,5 ml

qs

Rencana kemasan dan aturan pakai :


Perencanaan volume 1 kemasan
Dosis 1 takaran

= 150mg

Pemakaian

= 2 x Sehari

1 takaran

= 5ml

Lama pemakaian

=6 hari

Jadi, volume 1 kemasan = 5ml x 2 x 6hari = 60 ml


Alasan volume 1 kemasan 60 ml yaitu :
Dengan volume 60ml dalam satu kemasan, diperkirakan kebutuhan penderita hingga
penyakitnya sembuh sudah mencukupi.
Sesuai tujuan pengobatan, yaitu untuk mengobati infeksi dan diharapkan atau
diperkirakan dalam waktu 6 hari pasien telah sembuh.
Spesifikasi Sediaan

Sebelum rekonstitusi

No
1.

Spesifikasi
Organoleptis:
Bentuk
Warna
Rasa
Bau
Moisture content
Sudut diam
Kecepatan alir granul

2.
3.
4.

Keterangan
Granul
Kuning pudar
Manis agak pahit
Pisang
3%
350
10 gram/detik

Setelah rekonstitusi

No
1.

Spesifikasi
Organoleptis:

Keterangan

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bentuk

Suspensi

Warna

Kuning

Rasa

Manis agak pahit

Bau
pH
Kadar
Berat Jenis
Viskositas
Sifat Alir
Waktu rekonstitusi

Pisang
4,2 0,05 = 4,15 4,25
95-105%
> berat jenis air
Mendekati 111 cps
Pseudoplastik
Kerangka
15 detik Operasional

Cara Pembuatan Bagian 1


Kalibrasi beaker glass 15 ml
Ayak sukrosa dengan
mesh 40. Timbang 9 gr,
gerus ad halus di lumpang
panas.

Timbang nipagin 3 mg,


gerus ad halus.

Timbang CMC Na 75 mg,


gerus ad halus.

Campur ad homogen
Campur ad homogeny sedikit demi sedikit
Timbang asam sitrat184,5
mg, gerus ad homogen
Campur ad
homogen

Timbang Na fosfat 220,5


mg, gerus ad homogen.

Timbang Ciprofloxazin
472,5 mg, gerus ad halus.
Timbang sunset yellow 0,15 mg

Campur ad homogen

Dibasahi,
Campur ad
homogen
Tara kacaarloji.Timbang
Tween 80 18 mg + etanol
96% qs ad larut

Tambahkan air ad 10 ml, cek pH:


pH < 4,2
+ Na Fosfat
pH > 4,2
+ As. Sitrat

Cara Pembuatan Bagian 2


Kalibrasi botol 60 ml
Timbang CMC Na 0,675 gr,
gerus ad halus.

Ayak sukrosa dengan mesh


40. Timbang 81 gr, gerus
ad halus di lumping panas.

Timbang nipagin 27 gr di
neraca analitik, gerus ad
homogen/halus.

Campur ad homogen
Timbang asam sitrat
1,6605 gr, gerus ad halus
+ konversi
Timbang Na fosfat1,9845
gr, gerus ad halus +
konversi

Campur ad homogen
Campur ad
homogen
Campur ad homogen

Timbang sunset yellow 0,00135


gr di neraca analitik, gerus ad
halus.
Campur ad homogen
Tambahkan etanol 70% ad terbentuk masa granul yang cukup kenyal, ayak dengan pengayak mesh
20, keringkan dengan oven 50C selama 15 menit. Ayak lagi dengan pengayak mesh 30.
Timbang
Ciprofloxazin4,2525 gr,
gerus ad halus.

Tara kaca arloji.Timbang Tween


80 0,162 gr + etanol 96% qs ad
larut

TimbangFlavour
Banana
Dibasahi,
Campur ad
homogen

Campur ad homogen

60% nya dimasukkan kebotol dalam bentuk granul pada


saat diserahkan kepasien, di tambah air sebanyak 60 ml.
Ditimbang seluruh granul = A gr = 90%

60
90

x A gr = B gr

30% nya digunakan untuk evaluasi sediaan

30
90

x A gr = C gr

Rancangan Evaluasi
1.

Uji Organoleptis

Sebelum Rekonstitusi
-Bentuk

: Granul

-Warna

: Kuning pudar

-Bau

: pisang

-Rasa

: manis agak pahit

Setelah Rekonstitusi
-Bentuk

: Suspensi

-Warna: kuning

2.

-Bau

: Lemon

-Rasa

: Manis

Uji Berat Jenis


BJ suspensi

: > BJ air

Spesifikasi

: 1,1 1.5 g/ml

Alat

: Piknometer

Cara:
1) Cuci Piknometer dengan alcohol, keringkan.
2) Timbang Piknometer kosong pada timbangan analitik.
3) Isi Piknometer dengan sediaan, timbang di timbangan analitik.
4) Lakukan no. (3) dengan diganti air.
3.

Uji pH
Alat: pH meter
Spesifikasi = 4,2
Cara:
a. Cuci elektroda gelas pada pH meter dengan aquadest, keringkan dengan tissue
secara perlahan.
b. Celupkan elektroda gelas pH meter ke dalam sedian, catat pH sediaan.
c. Elektroda pH meter dicuci dengan aquadest, kemudian keringkan kembali.

4.

Uji Viskositas dan Sifat Alir


Alat

: Viscometer Cup and Bob (Stormer)

Prinsip : Mengamati besarnya hambatan yang dialami oleh Bob yang berputar
dalam cairan didalam cup.
Spesifikasi:
-Viskositas

:<viskositas gliserin pa (111 cps)

-Sifat alir

: Pseudoplastik

Cara :
a.

Menetukan nilai tetapan Kv viscometer

Letakkan viscometer pada posisi yang benar

Isilah mantel dengan aquadest secukupnya

Masukan gliserin p.a ke dalam cup sampai batas tanda

Naikkan posisi cup beserta penyangganya sampai bob tercelup seluruh


permukaannya

Siapkan stopwatch, pasang beban, lepaskan rem dan lakukan pengamatan waktu
yang diperlukan untuk menempuh 100 putaran

Tambahkan beban dan lakukan pengamatan dangan cara yang sama

Lakukan penambahan beban berikutnya dan diamati sampai diperoleh 8 titik


pengamatan

Hitung rpm-nya dan tentukan Kv-nya dari harga viskositas gliserin p.a yang
diketahui

b.

Menentukan sifat alir sediaan


Lakukan cara (a) dengan susunan yang berbeda dan dilanjutkan dengan
mengurangi beban yang diberikan secara bertahap dan diamati pada beratbeban
yang sama mulai dari beban kedua yang paling berat yang digunakan sampaibeban
yang paling ringan yang digunakan. Dengan menggunakan harga Kv yang
diperoleh pada percobaan cara (a), hitung viskositas bahan/sediaan.

5.

Uji Ukuran Partikel


Alat

: Mikroskop Optic

Spesifikasi

:< 50 m

Cara:
a.

Kalibrasi micrometer okuler terhadap obyektif

Micrometer okuler yang akan dikalibrasi dipasang didalam lensa okuler

Micrometer obyektif dipasng dibawah lensa obyektif

Skala 0,0 pada micrometer obyektif diimpitkan hingga segaris dengan salah
satu skala pada skala okuler

Sejumlah skala pada skala obyektif yang segaris dengan jumlah skala pada
skala okuler dicatat, lakukan 3 replikasi

b.

Micrometer obyektif dilepas

Pembuatan preparat
Sample + aqua diaduk ad homogen, teteskan pada obyek glass

c.
6.

Amati ukuran partikel sebanyak 100 kali, catat.


Uji Laju Sedimentasi
Alat

: Gelas ukur

Spesifikasi

: 0,01ml/menit

Cara:
a. Tuang sediaan suspensi kedalam gelas ukur sampai volume 10 ml, kemudian
diamkan semalam.
b. Hitung laju sedimentasi dengan membandingkan volume endapan dengan waktu
pendiaman.
7.

Uji Volume Sedimentasi


Alat

: Gelas ukur dan penggaris

Volume sedimentasi : 1 (Ansel, 1989)


Spesifikasi
Cara

:F=1

a. Tuang sediaan suspensi kedalam gelas ukur sampai volume 100 ml, catat volume
atau tinggi suspensi sebagai volume awal (Vo), kemudian diamkan semalam
b. Ukur tinggi atau volume sediment yang terbentuk, bandingkan dengan volume
awal suspensi.

8.

Uji Waktu Rekonstitusi


Alat

: Botol yang telah dikalibrasi dan stopwatch

Waktu rekonstitusi

: 15 detik

Spesifikasi

: < 15 detik

Cara:
a.

Timbang granul sejumlah tertentu untuk di rekonstitusi sampai volume 30ml

b.

Masukan kedalam botol yang telah dikalibrasi 30ml

c.

Tambahkan air sampai tanda 30ml, kocok sampai homogen

d.

Ukur waktu mulai air dituangkan sampai terjadi suspensi homogen dengan
menggunakan stopwatch

9.

Uji Penetapan Kadar


Alat:Spektrofotometer UV
Kadar:Tidak kuarang dari 90% dan tidak lebih dari 120% dari jumlah yang tertera
pada etiket.
Prosedur
a.

Preparasi sampel
Pipet sejumlah tertentu sejumlah oral yang kemudian dilarutkan denganmethanol
sampai volume labu ukur, kocok kemudian saring.

b.
10.

Amati serapannya pada panang gelombang maksimum


Uji Kecepatan Alir Granul
Alat

: Statif dan ring holder, corong 10cm

Spesifikasi

: 10g/detik

Cara

a.

Pasang statif dan ring holder, lalu tempatkan corong pada ring holder

b.

Timbang granul sebanyak 10g, masukan corong yang bagian bawahnya ditutup

c.

Buka penutup bawah corong

d.

Ukur waktu yang diperlukan granul seluruhnya untuk mengalir melalui


corongdengan menggunakan stopwatch.

11.

Uji Sudut Istirahat Granul


Alat

:Statif dan ring holder, corong cm

Sudut istirahat : 20 - 40

Spesifikasi
Cara

: 35

a.

Pasang statif dan ring holder, lalu tempatkan corong pada ring holder

b.

Timbang granul sebanyak 10g, masukan corong yang bagian bawahnya ditutup

c.

Buka penutup bawah corong, biarkan granul mengalir seluruhnya

d.

Ukur tinggi dan jari-jari granul dengan bantuan penggaris atau kertas berskala.

12.

Uji Kandungan Lembab


Alat

:Moisture Content Balance

MC

:2-4 %

Spesifikasi

: 3%

Cara:

13.

a.

Timbang granul sejumlah 5g, masukan dalam MC balance

b.

Timbang kembali granul setelah interval 5 menit

c.

Lakukan sebanyak 3x replikasi


Uji Waktu Redispersability
Alat

:Gelas ukur dan stopwatch

Waktu redisperdible : 15 detik


Spesifikasi

: 15 detik

Cara:
a. Tuang sediaan suspensi kedalam gelas ukur sampai volume 100ml, diamkan
selama semalam
b. Ukur waktu yang dibutuhkan untuk mendispersikan kembali sediment yang
terbentuk sampai suspensi kembali homogen dengan stopwatch.

BAB V
HASIL PENELITIHAN DAN HASIL ANALISIS
Hasil Evaluasi
Organoleptis
Sebelum rekonstitusi

Setelah rekonstitusi

Bentuk

: granul

suspensi

Warna

: kuning pudar

kuning

Bau

: pisang

pisang

Rasa

: manis agak pahit

manis agak pahit

2. Uji Berat Jenis


-

Alat

: Gelas Ukur

Bahan

: Sediaan uji

Hasil
Gelas ukur + sediaan = 40,39g
Gelas ukur kosong

= 28,99g

Jadi berat jenis sediaan = 11,4g


= 1,14g/ml
Uji pH
Alat = pH meter Schott Instruments (Lab 850)
pHawal = 5,65
Adjust pH= 1g / 10ml
100mg / 1ml
100mg / 20tetes
100 mg = 20 tetes
130 mg = 26 tetes
pH akhir : 4,18

Waktu rekonstitusi
Alat
Spesifikasi
Hasil
5.

: Botol yang telah dikalibrasi dan stopwatch


: 15 detik
:7 detik
% Moisture conten
: Moisture Conten Ohaus
:5
: 5,96 %

Alat
Spesifikasi
Hasil
Uji Viskositas
Alat

: Viscotester VT-03F/VT-04F

Spesifikasi

: 100 Cps

Hasil

: 0,5 x 100 = 50 Cps

7. Uji Sifat Alir


Beban Berat (g)
50
100
150
200
150
100
50

t 100 putaran
(detik)
310,90
104,61
57,13
36,98
59,11
105,21
309,89

rpm =60/t x 100


19,29880991
57,35589332
105,0236303
162,2498648
101,5056674
57,02879954
19,36170899

Viskositas = Kv
x W/rpm (cps)
2201,068367
1481,207860
1213,384070
1047,224293
1255,437290
1489,703460
2193,917903

Kv didapat dari praktikum Farmasi Fisika II pada percobaan alat viskometer cup dan
bob dan didapat sebesar = 849,56

Berikut gambar grafik dari W vs Viskositas :

Kurva W vs Viskositas

Viskositas

2500

2000

1500

1000

500

0
40

60

80

100

120

140

160

180

200

Beban
220

Hal ini menunjukkan bahwa sediaan kami semakin diberi gaya yang besar maka
viskositasnya semakin encer. Ini merupakan sifat dari pseudoplastik.

8. Uji Partikel
Hasil kalibrasi :
Standar 1 skala obyektif = 10m
20 skala okuler = 5 skala obyektif
40 skala okuler = 10 skala obyektif
60 skala okuler = 15 skala obyektif
x = 40 skala okuler = x = 10 skala obyektif
1 skala okuler = 0,25 skala obyektif
1 skala okuler = 2,5 m

Ukuran partikel dengan skala okuler / satuan m


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
42.
47.
42.
1
15
10
5
5
10
15
10
5
47.
2
7.5
20
50
5
10
7.5
20
50
10
10
50
25
10
10
10
50
3
12.
37.
12.
37.
4
7.5
5
5
10
5
7.5
5
5
42.
12.
17.
42.
12.
5
5
5
5
5
5
5
5
5
37.
17.
37.
6
5
15
2.5
5
5
5
15
2.5
12.
17.
12.
17.
7
5
5
25
15
5
5
5
25
12.
22.
12.
22.
8
5
7.5
5
20
7.5
5
7.5
5
12.
32.
12.
32.
9
5
10
5
7.5 7.5
5
10
5
12.
42.
12.
42.
10
7.5
5
5
5
7.5
7.5
5
5
12.
42.
12.
42.
11
5
45
5
5
7.5
5
45
5
12.
37.
12.
12.
37.
12
5
5
7.5
5
7.5
5
5
7.5
10
15
7.5
50
25
10
15
7.5
13
12.
17.
42.
12.
17.
14
5
5
5
50
5
5
5
5
17.
17.
17.
17.
15
5
5
50
7.5 2.5
5
5
50
17.
17.
16
10
7.5
5
2.5 2.5
10
7.5
5
12.
17
7.5 7.5
15
5
5
7.5
7.5
15
42.
18
5
5
15
5
15
5
5
15
22.
22.
19
2.5
10
5
7.5
5
2.5
10
5
5
15
2.5 2.5
10
5
15
2.5
20
Hasil Perhitungan diameter partikel secara statistika
Rentang
diameter
(m)
2.57.25
7.35-

9
47.
5
47.
5
25

10
10
10
10

10
17.
5
17.
5

15

20

7.5

7.5

7.5

7.5

5
12.
5
50

7.5

5
5

50

7.5
25
42.
5

7.5

2.5

2.5

2.5
12.
5

5
42.
5
7.5
2.5

15
5
10

Nilai

Jumlah

tengah

partikel

(nd)

(nd)2

(nd)3

(nd)4

tiap

4634.3

22592.2

53345.

518784

rentang

Tally

(m)
4.875
9.725

rentang
eeeeeee
e
eeeeeee

40

195

58

564.

950.6
25
5485.

12.1
12.216.95
17.0521.8
21.926.65
26.7531.5
31.636.35
36.4541.2
41.346.05
46.1550.9

14.575

eeeec
eeeeeee
c

38

19.425

eeec

18

24.275

Ee

10

29.125

33.975

38.825

ea

43.675

eed

14

48.525

eed

14

05
553.
85
349.
65
242.
75

39
8072.
36
6791.
95
5892.
76

4
11765
5
13193
4
14304
7

67.9
5
232.
95
611.
45
679.
35

2308.
6
9044.
28
26705
.1
32965
.5

78434.
7
35114
4
11663
44
15996
49

1714817
2562811
3472458
0
2664820
13633165.
8
50940074.
2
77622967.
73

70
60
50
40
30
20
10
0

Kurva
Histogram Antara Ukuran Partikel vs Distribusi Frekuensi

PEMBAHASAAN
Dalam praktikum Teknologi Sediaan Semisolida-likuida ini dilakukan
percobaan pembuatan sediaan cairan bentuk antara (Sirup Kering) yaitu
dengan menggunakan bahan aktif Ciprofloxacin. Sediaan ini diindikasikan
kepada anak berusia 5-15 tahun untuk mengatasi infeksi saluran kemih
dan juga penyakit anthrax. Ciprofloxacin merupakan antibiotika yang
digunakan untuk infeksi gram (+) dan gram (-) yang broad spectrum
bactericide bagi penderita yang tahan terhadap penisilin.
Pada pembuatan sediaan ini, digunakan CMC Na 0,5% sebagai
suspending agent bentuk sediaan kami adalah dry suspensi berwarna
kuning, memiliki bau pisang dengan penambahan banana flavour.
Sediaan sirup kering dirancang dengan memiliki viskositas 200cps
tetapi setelah hasil evaluasi sediaan suspensi yang kami dapatkan yaitu
50cps dikarenakan -----------Sediaan kami dirancang pula dengan spesifikasi pH 4,20 untuk
meminimalkan laju peruraian dari bahan-bahan aktif yang ada pada
sediaan suspensi oleh karena itu ditambahkan dapar sitra-fosfat untuk
mencapai pH sediaan. Tetapi pada hasil evaluasi pH yang kami dapatkan
5,65 dan di adjust dengan asam sitrat sampai mencapai pH 4,17. Hasil
yang diperoleh sesuai dengan spesifikasi yang dirancang yaitu 4,20
0,05.
Pada pembuatan sediaan dry suspension digunakan etanol 70%
untuk

pembentukan

meneteskannya

sedikit

granul.

Etanol

demi

sedikit

ditambahkan
sambil

dengan

cara

dihomogenkan

sapai

terbentuk granul. Etanol yang ditambahkan untuk mencapai granul yang


diinginkan yaitu 17,5 ml. Dan setelah tebentuk masa granul yang
diinginkan dilanjutkan dengan pengayakan dengan ayakan mesh 30. Dan
kemudian dilanjutkan pengovenan selama kurang lebih 15 menit, dengan
tujuan mendapatkan masa granul yang kering dan baik sehingga pada
saat evaluasi free flop mendapatkan hasil yang diinginkan. Pada evaluasi
free flop waktu yang dibutuhkan granul untuk jatuh seluruhnya yaitu 8
detik.

Ayakan

yang

digunakan

setelah

penambahan

etanol

untuk

pembentukan granul yaitu ayakan mesh 30, sedangakan ayakan yang


digunaakan setelah granul dioven yaitu mesh 20. Pada praktikum ini
ayakan yang digunakan terlebih dahulu ayakan mesh 30 karena masa
granul setelah diberi etanol 70% yang akan diayak masih basah sehingga
massa granul yang didapatkan lebih besar. Sedangkan penggunaan
ayakan mesh 20 setelah pengovenan dikarenakan massa granul yang
terbentuk lebih kecil dari sebelumnya. Maksud dari ayakan mesh 30 yaitu
setiap 1 inchi persegi terdapat 30 lubang dan mesh 20 artinya setiap 1
inchi persegi terdapat 20 lubang pada ayakan tersebut.
Setelah sediaan dry suspension selesai dibuat, kami melakukan
beberapa uji salah satunya adalah uji % moisture. Pada uji ini, hasil yang
kami dapatkan melebihi spesifikasi yaitu 5,96%. Hal ini dikarenakan
granul sediaan yang telah jadi dimasukkan ke dalam beaker glass yang
masih basah sehingga mempengaruhi granul ang telah kering menjadi
sedikit basah lagi, sehingga % moisture besar.

BAB VI
KESIMPULAN & SARAN
KESIMPULAN
Bahan aktif dari sediaan yang kami buat adalah Ciprofloxacin yang merupakan
antibiotik sintetik golongan quinolone yang bekerja dengan cara menghambat DNA Girase.
Sediaan dry suspension ciprofloxacin yang telah dibuat tidak layak produksi karena formula

yang dihasilkan belum dapat memenuhi spesifikasi yang direncanakan dimana masih banyak
kekurangan-kekurangan dalam formula yang dibuat.
KRITIK DAN SARAN
1. Dalam pembuatan kami bekerja kurang efisien sehingga waktu pembuatan cukup
lama. Seharusnya kami bekerja secara terencana dan rapi serta motivasi yang
tinggi.
2. Bau dari ciprofloxacin tidak dapat hilang dengan penambahan banana flavor.
Untuk kedepannya dapat ditambahkan banana flavor dengan jumlah yang lebih
banyak. Dan diuji organoleptis lagi jika tidak berbau pisang maka pembuatan
selanjutnya ditambah lagi banana flavor-nya.
3. % Mouisture content yang didapat melebihi spesifikasi yang direncanakan. Hal ini
terjadi karena kesalahan dari kami dalam meletakkan granul yang telah jadi di
gelas beaker yang belum dikeringkan terlebih dahulu. Kedepan perlu diperhatikan
untuk alat-alat yang digunakan harus sudah bersih dan kering.

BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV.
Farmakologi dan Terapi, edisi 4, bagian farmakologi fakultas kedokteran universitas
Indonesia 1995.

Rowe.C.Raymond,Sheskey.J.Paul,Quinn.E.Marian, Handbook of Pharmaceutical


Excipients, 6th edition, USA: Pharmaceutical press.2009
The Pharmaceutical Codex,principles and practice of pharmaceutics,12th
edition.USA:Pharmaceutical press
Reynold, J.E.F., 2009, Martindale : The Complete Drug Reference 36thEdition,
Pharmaceutical Press : London.