Anda di halaman 1dari 16

TUGAS I

USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MODEL PEMBERIAN TUGAS DAN DISKUSI PADA SETIAP


AKHIR PEMBELAJARAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA
UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN
DI STMIK HIMSYA SEMARANG

Oleh :
Solikhin, S.Kom, M.Kom

LOKAKARYA APPLIED APPROACH (AA)


BAGI DOSEN PTS KOPERTIS WILAYAH VI JAWA TENGAH
2015

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
2.1. Rumusan Masalah
3.1. Tujuan Penelitian
4.1. Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kajian Teoritis
2.2. Kajian Penelitian Terkait
2.3. Hipotesis Tindakan
BAB III
3.1. Desain Penelitian
3.2. Setting Penelitian (Tempat, Waktu, Obyek)
3.3. Siklus Penelitian
3.3.1 . Perencanaan Tindakan
3.3.2 . Pelaksanaan Tindakan
3.3.3 . Observasi
3.3.4 . Refleksi
3.4. Indikator Keberhasilan
3.5. Teknik Pengumpulan Data
3.6. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


STMIK Himsya Semarang merupakan lembaga menyelenggarakan
pendidikan tinggi yang menitikbertakan pada bidang teknologi informasi
dengan tujuan menciptakan professional mandiri dibidang teknologi
informasi, sehingga lulusannya akan mudah terserap di perusahaan. Oleh
karena itu, materi yang diberikan dalam pembelajaran adalah teori dan
praktikum. Pemahaman teori di STMIK Himsya Semarang melalui tatap
muka di dalam kelas, yang kemudian dilanjutkan praktikum berdasarkan
studi kasus yang ada di sekitar. Hal tersebut untuk mengetahui tingkat
kemampuan mahasiswa dari segi pemahaman, menganalisis dan
menerapkannya.
Salah satu mata kuliah yang wajib pada program studi Sistem
Informasi adalah Sistem Basis Data yang mana mahasiswa akan
mempelajari pengenalan basis data, konsep-konsep basis data, tujuan
pengembangan dan keuntungan penggunaan basis data, batasan aturan yang
harus ditaati dalam basis data, arsitektur basis data, pemodelan data, schema
dan subschema basis data, aspek-aspek pengembangan basis data, dan
menganalisis kebutuhan serta merancang basis data secara benar sesuai
konsep basis data. Sebagian mahasiswa tidak serius dalam mengikuti
perkuliahan, sehingga masih ada beberapa mahasiswa yang mendapatkan

nilai kurang. Adanya mahasiswa yang masih mendapatkan nilai kurang


atau bahkan tidak lulus mengindikasikan bahwa pemahaman dan
penguasaan materi oleh mahasiswa masih kurang sehingga hasil
pembelajaran belum sesuai harapan.
Untuk menunjang kepahaman dan penguasaan materi diperlukan
inisiatif dosen untuk bisa memanfaatkan peluang, sarana dan prasarana
yang ada. Salah satu alternatif dalam memanfaatkan peluang diatas yaitu
dengan pemberian tugas setiap akhir pembelajaran baik berupa tugas
rumah atau studi lapangan. Dengan kegiatan melaksanakan tugas
3

mahasiswa aktif belajar dan merasa terangsang untuk meningkatkan


belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggungjawab
sendiri. Metode pemberian tugas adalah cara penyajian materi kuliah
dimana dosen memberikan tugas tertentu agar mahasiswa melakukan
kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggung jawabkan. Karena
mahasiswa melaksanakan latihan-latihan selama melaksanakan tugas,
sehingga pengalaman mahasiswa dalam mempelajari sesuatu materi
dapat lebih terintegrasi akhirnya hasil belajar mahasiswa menjadi lebih
baik.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis melaksanakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK), yang diberi judul : Model Pemberian Tugas
Pemberian Tugas dan Diskusi pada Setiap Akhir Pembelajaran Mata
Kuliah Sistem Basis Data untuk

Meningkatkan Hasil Pembelajaran di

STMIK Himsya Semarang.

1.2. Batasan Masalah


Penulis membatasi masalah yang akan diteliti yaitu: hasil belajar
mahasiswa pada mata kuliah Sistem Basis Data melalui metode
pemberian tugas dan diskusi di setiap akhir pembelajaran.

1.3. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi rumusan masalah
penelitian secara umum adalah:
Bagaimana menggunakan metode pemberian tugas pada setiap
akhir pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam
pembelajaran mata kuliah Sistem Basis Data di STMIK Himsya Semarang.

1.4. Tujuan Penelitian


Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatan hasil belajar
mahasiswa melalui penggunaan metode pemberian tugas dan diskusi
pada setiap akhir pembelajaran mata kuliah Sistem Basis Data di STMIK
Himsya Semarang.

1.5. Manfaat Penelitian


Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Peneliti (Dosen), sebagai pendidik mata kuliah Sistem Basis Data untuk
dapat mengembangkan diri dalam bidang Penelitian Tindakan Kelas
dan dapat menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dalam
setiap pembelajaran.
2. Mahasiswa, untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar.

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1.

Uraian Materi

2.1.1. Proses Belajar Mengajar


Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang
sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan
proses pendidikan,

kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling

pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan (Faisal, 2013).


Proses Belajar Mengajar merupakan suatu rangkaian peristiwa
yang kompleks. Dalam peristiwa tersebut terjalin komunikasi timbal balik
(interaksi) antara pengajar yang mengajar dengan siswa yang belajar
(Persada, 2012).
Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan interaksi antara
guru dan

murid dimana akan diakhiri dengan proses evaluasi hasil

belajar. Proses pembelajaran juga diartikan sebagai suatu proses


terjadinya interaksi antara pelajar, pengajar dalam upaya mencapai tujuan
pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka
satuan waktu tertentu pula (Yasin, 2012).

2.1.2. Metode Pembelajaran


Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan
untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan

uraian

di

atas

dapat

disimpulkan

bahwa

metode

pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang guru


agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan (Noer,
2013).
Macam-macam metode pembelajaran antara lain: ceramah,
diskusi, demonstrasi, ceramah plus, resitasi, eksperimental, study tour
(karya wisata), latihan keterampilan, pemberian tugas rumah, pengajaran

beregu,

peer

theaching

method

atau

mengajar

sesama

teman,

pemecahan masalah (problem solving method), project method adalah


metode perancangan, teileren method yaitu suatu metode mengajar
dengan

menggunakan

sebagian-sebagian,misalnya

ayat

per

ayat

kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan


dengan masalahnya, dan metode global yaitu suatu metode mengajar
dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa
meresum apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi
tersebut (Hariyanto, 2011).

2.1.3. Metode Pemberian Tugas


Metode pemberian tugas adalah metode yang dimaksudkan
memberikan tugas-tugas kepada peserta didik baik untuk di rumah atau
yang dikarenakan di sekolah dengan mempertanggung jawabkan kepada
guru. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa, pendidik memberikan
pekerjaan kepada peserta didik berupa soal-soal yang cukup banyak
untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh pendidik
(Pratama, 2013).
Pemberian

tugas

dapat

diartikan

pekerjaan

rumah,

tetapi

sebenarnya ada perbedaan antara pemberian tugas dan pekerjaan


rumah, untuk pekerjaan rumah pendidik menyuruh peserta didik membaca
buku kemudian memberi pertanyaan-pertanyaan di kelas, tetapi dalam
pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan
tugas. Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa pemberian
tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk
melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk guru secara langsung. Dengan
metode ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. Tugas dapat
diberikan kepada kelompok atau perorangan (Yulianto, 2013).
Kelebihan metode pemberian tugas: baik sekali untuk mengisi
waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif, memupuk rasa tanggung
jawab dalam segala tugas pekerjaan, sebab dalam metode ini anak harus
mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan,

memberi kebiasaan anak untuk belajar, dan memberi tugas anak yang
bersifat praktis (Yulianto, 2013). Selain itu, metode pemberian tugas juga
dapat memupuk rasa percaya diri sendiri, dapat membina kebiasaan
siswa

untuk

mencari,

mengolah

menginformasikan

dan

dan

mengkomunikasikan sendiri, dapat mendorong belajar, sehingga tidak


cepat bosan, dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa, dapat
mengembangkan

kreativitas siswa, dan dapat mengembangkan pola

berfikir dan ketrampilan anak (Kusumah, 2012).


Dari berbagai kelebihan-kelebihan tersebut tentunya metode
pemberian tugas juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan sebagai
berikut: seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain, sehingga
anak tidak paham tentang pekerjaan itu, berarti tujuan pengajaran tidak
tercapai, sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak
dalam kemampuan dan minat belajar, seringkali anak-anak tidak
mengerjakan tugas dengan baik, cukup hanya menyalin pekerjaan
temannya,

apabila

tugas

itu

terlalu

banyak,

akan

mengganggu

keseimbangan mental anak (Yulianto, 2013).

2.1.4. Hasil Belajar


Setiap proses belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik akan
menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, pengajar
sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar
dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan peserta didik
dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan faktor internal dari siswa itu
sendiri. Dalam setiap mengikuti proses pembelajaran di sekolah sudah
pasti setiap peserta didik mengharapkan mendapatkan hasil belajar yang
baik, sebab hasil belajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam
mencapai tujuannya. Hasil belajar yang baik hanya dicapai melalui proses
belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit
diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik. Hasil belajar merupakan
hasil yang diperoleh peserta didik setelah terjadinya proses pembelajaran
yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh pendidik setiap

selesai memberikan materi pelajaran pada satu pokok bahasan (Sanjaya,


2012).

2.2. Hipotesis Penelitian


Berdasarkan uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang
dilakukan penulis sebelumnya, maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa
diduga metode pemberian tugas setiap akhir pembelajaran pada mata
kuliah

Sistem

Basis

Data

di

STMIK

Himsya

Semarang

dapat

meningkatkan hasil belajar mahasiswa.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di STMIK Himsya Semarang. Waktu
Penelitian pada semester II tahun akademik 2014/2015 dimulai tanggal 1 31 Juli 2015.

3.2. Subyek Penelitian


Sebagai subyek penelitian adalah mahasiswa semester II Program
Studi Sistem Informasi STMIK Himsya Semarang dengan jumlah
mahasiswa 21 orang.

3.3. Jenis Penelitian


Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom
Action Research) merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk
perbaikan dan peningkatan praktik pembelajaran dengan melakukan
refleksi untuk mendiagnosis keadaan, kemudian mencobakan secara
sistematik sebagai tindakan alternative dalam memecahkan berbagai
permasalahan di kelas (Persada, 2012).

3.4. Prosedur Penelitian


Penelitian ini

dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari

tahap-tahap yaitu : 1) Kegiatan Perencanaan (planning), 2) Pelaksanaan


tindakan

(action),

3)

Pengamatan

(observation)

dan

4)

Refleksi

(reflection). Pelaksanaan tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dimana 1


kali pertemuan 2 x 50 menit.

10

Siklus I
1. Perencanaan (planning)
Jadwal penelitian siklus I ditetapkan sebagai berikut : pertemuan
pertama tanggal 10 Juni 2013 dan peretemuan kedua tanggal 17
Juni 2013.
Evaluasi (test hasil belajar) siklus I dilaksanakan pada 15 menit
terakhir pertemuan kedua. Untuk melaksanakan penelitian ini
dipersiapkan perangkat pembelajaran beserta perangkat pendukung
seperti : Lembaran Observasi Mahasiswa, SAP, Lembar Tugas
Mahasiswa, serta kisi-kisi beserta soal kuis akhir siklus I dan II.
2. Pelaksanaan Tindakan (action)
Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 dilakukan dalam dua kali
pertemuan. Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal
mata kuliah

Sistem Basis Data. Materi yang disajikan diurutkan

sebagai berikut:
a) Pendahuluan
Penyampaian tujuan dan materi pembelajaran.
b) Kegiatan inti
1. Penjelasan dari dosen dengan metode ceramah
2. Diskusi atau tanya jawab
3. Pemberian tugas
c) Penutup
Dosen memberikan kesimpulan materi yang disampaikan, dan
pada pertemuan kedua pada siklus 1 diadakan test evaluasi
tertulis selama 15 menit.
3. Pengamatan (observasi)
Pemantauan hasil observasi dilakukan oleh observer yang dalam hal
ini adalah peneliti sendiri. Observasi dilakukan dengan dua cara yaitu
dengan lembar observasi keaktifan mahasiswa dan lembar kerja
mahasiswa. Lembar observasi keaktifan mahasiswa diisi oleh dosen
sendiri selama proses penyampaian materi pada dua pertemuan

11

pertama. Lembar kerja mahasiswa digunakan untuk mengevaluasi


hasil pembelajaran berupa kuis pada tatap muka kedua.
Masalah yang muncul dalam proses pembelajaran yang tidak
tercantum dalam lembaran observasi dicatat pada lembaran catatan
lapangan.
Evaluasi merupakan tahap penskoran berdasarkan data yang
diperoleh dari hasil observasi dan test yang diberikan selama
kegiatan.
4. Refleksi (Reflection)
Pada tahap ini dosen melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan
pada siklus pertama yang digunakan sebagai bahan pertimbangan
perencanaan pembelajaran siklus berkutnya. Jika hasil yang
diharapkan

belum

tercapai

maka

dilakukan

perbaikan

yang

dilaksanakan pada siklus kedua dan seterusnya.

Siklus II
Rencana tindakan siklus II dimaksudkan sebagai hasil refleksi dan
perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Dengan
siklus kedua ini maka akan diperoleh gambaran secara keseluruhan dan
sekaligus mengetahui jawaban permasalahan atau pertanyaan yang
diajukan. Dengan kata lain disini akan diperoleh gambaran apakah hasil
penelitian ini sesuai atau tidak dengan tujuan yang dirumuskan.

3.5. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Observasi
Dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan
mahasiswa yang difokuskan pada pengamatan keaktifan mahasiswa
selama proses pembelajaran.
2.

Kuis
Kuis yang akan digunakan berupa kuis individu yang berfungsi untuk
mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa setelah mempelajari

12

materi Sistem Basis Data dengan dukungan model pembelajaran yaitu


dengan pemberian tugas dan diskusi di setiap akhir pembelajaran.
3. Dokumentasi
Dokumentasi diperoleh dari lembar observasi keaktifan mahasiswa,
kumpulan

tugas

mahasiswa

dan

foto-foto

selama

proses

pembelajaran jika diperlukan.

3.6. Instrumen Penelitian


Instrumen Penelitian terdiri dari:
1.

Peneliti
Peneliti merupakan instrumen karena peneliti sekaligus sebagai
perencana pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data
dan pelapor penelitiannya.

2.

Lembar observasi keaktifan mahasiswa


Lembar observasi keaktifan mahasiswa digunakan sebagai pedoman
peneliti dalam melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran
dengan metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan.

3.

Kuis
Kuis ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman
mahasiswa mengenai konsep Sistem Basis Data dengan dukungan
metode pembelajaran yaitu dengan pemberian tugas pada setiap
akhir pertemuan.

4.

Dokumentasi
Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus,
satuan acara perkuliahan (SAP), daftar nilai mahasiswa, lembar
observasi dan foto-foto selama proses kegiatan pembelajaran.

5.

Laporan Tugas Mahasiswa


Laporan tugas mahasiswa setiap akhir pembelajaran dinilai oleh
dosen berdasarkan kelengkapan isi laporannya.

13

3.7. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang akan digunakan adalah analisis kuantitatif
dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif berdasarkan hasil kuis pada
akhir siklus dan laporan tugas mahasiswa, sedangkan analisis
kualitatif

berdasarkan

hasil

pengamatan

terhadap

aktivitas

mahasiswa melalui lembar observasi mahasiswa atau hal-hal lain


yang berhubungan selama penelitian berlangsung.

1. Data Observasi Keaktifan Mahasiswa


Setiap mahasiswa diamati keaktifannya dalam setiap pertemuan
dengan memberi tanda pada lembar observasi jika aktivitas yang
dilakukan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan.

2. Data Hasil Belajar


Untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa setelah diberikan tugas
pada setiap akhir proses pembelajaran, diambil dari persentase
ketuntasan belajar mahasiswa setelah diadakan kuis pada akhir
siklus. Mahasiswa dikatakan tuntas jika mendapatkan nilai 60,0 atau
lebih.

3.

Laporan Tugas Mahasiswa

Untuk mengetahui hasil laporan tugas yang diberikan pada setiap


akhir proses pembelajaran, diambil dari persentase kelengkapan
laporan tugas mahasiswa. Laporan tugas mahasiswa dikatakan
lengkap jika mahasiswa melengkapi laporan tugas lebih dari 80
persen indikator.

14

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Faisal. 2013. Pengertian belajar dan Pengertian Pembelajaran.


http://ichaledutech.blogspot.com/2013/03/pengertian-belajarpengertian.html.

Hariyanto. 2011. Macam-macam Metode Pembelajaran.


http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/.

Kusumah, W. 2012. Metode Pemberian Tugas.


http://wijayalabs.wordpress.com/2012/02/28/metode-pemberiantugas/.

Noer, M. 2013. Pengertian Metode pembelajaran.


http://matahati99.blogspot.com/2013/02/pengertian-metodepembelajaran.html.

Persada, A. 2012. Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan


Bantuan Alat Peraga diserta Lembaran Kerja dalam Mata Pelajaran
Agribisnis Ternak Unggas Kelas X SMK Negeri 2 Solok Selatan.
http://ariespersada.blogspot.com/2012/09/penelitian-tindakan-kelasptk-yang.html.

Pratama, I. 2013. Pengaruh Pemberian Tugas Setiap Alkhir Pertemuan


terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V pada SD Inpres
Buttatianang 1 Makasar.
http://ichaltecnik.blogspot.com/2013/01/contoh-skripsi-pengaruhpemberian-tugas.html.

15

Sanjaya. 2012. Pengertian Hasil Belajar. http://ppgpgsd.blogspot.com/2012/04/pengertian-hasil-belajar.html.

Yasin, S. 2012. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Pengertian,


komponen, Kakekat, dan Faktor.
http://www.sarjanaku.com/2012/09/pelaksanaan-proses-belajarmengajar.html.

Yulianto, T. 2013. Metode Pemberian Tugas (Resitasi), Penerapan I


Metode Pembelajaran.
http://totoyulianto.wordpress.com/2013/03/02/metode-pemberiantugas-resitasi-penerapan-i-metode-pembelajaran/

16