Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMAKOLOGI TOKSIKOLOGI
ASETOSAL

Disusun oleh :
Kelompok 5
Deni Fahlapi

31112070

Fitriyani Nurhudayana

31112082

Amalia Solihah

31112083

Hilda Aisyahtul Faridah

31112085

Ima Krismayanti

31112067

PRODI S1 FARMASI
STIKES BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2015

I.
II.

III.

Tanggal Praktikum : Senin, 11 Mei 2015


Tujuan :
Untuk memahami kerja obat asetosal, untuk mengetahui dosis
toksisk dari asetosal dan untuk mengetahui gejala toksisitas dari asetosal
Dasar Teori :
Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat
turunan dari salisilat yang sring digunakan sebagai senyawa analgesik
(penahan rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan
anti-inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efekantikoagulan dan
dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk
mencegahserangan jantung. Kepopuleran penggunaan aspirin sebagai obat
dimulai pada tahun 1918ketika terjadi pandemik flu di berbagai wilayah
dunia.
Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet.
Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam
menyambut Piala Dunia FIFA 2006 diJerman, replika tablet aspirin raksasa
dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland, Land
der Ideen.
Farmakokinetik
Pada pemberian oral, sebagian salisilat diabsorpsi dengan cepat
dalam bentuk utuh di lambung, tetapi sebagian besar di usus halus bagian
atas. Kadar tertinggi dicapai kira-kira 2 jam setelah pemberian. Kecepatan
absorbsinya tergantung dari kecepatan disintegrasi dan disolusi tablet, pH
permukaan mukosa dan waktu pengosongan lambung. Absorpsi pada
pemberian secara rektal, lebih lambat dan tidak sempurna sehingga cara ini
tidak dianjurkan. Asam salisilat diabsorpsi cepat dari kulit sehat, terutama
bila dipakai sebagai obat gosok atau salep. Keracunan dapat terjadi dengan
olesan pada kulit yang luas. Metil-salisilat juga diabsorpsi dengan cepat
melalui kulit utuh, tetapi penyerapan di lambung lambat dan lama bertahan
di lambung.
Setelah diabsorpsi, salisilat segera menyebar ke seluruh jaringan
tubuh dan cairan transelular sehingga ditemukan dalam cairan peritoneal,
liur dan air susu. Obat ini mudah menembus sawar darah otak dan sawar
uri. Kira-kira 80% sampai 90% salisilat plasma terikat pada albumin.

Aspirin diserap dalam bentuk utuh, dihidrolisis menjadi asam salisilat


terutama dalam hati, sehingga hanya kira-kira 30 menit terdapat dalam
plasma. Biotransformasi salisilat terjadi di banyak jaringan , tetapi
terutama di mikrosom dan mitokondria hati. Salisilat diekresi dalam
bentuk metabolitnya terutama melalui ginjal, sebagian kecil melalui
keringat dan empedu.
Indikasi:
Untuk meringankan rasa sakit, terutama sakit kepala dan pusing,
sakit

gigi,

dan

nyeri

otot

serta

menurunkan

demam.

Kontra Indikasi:
Penderita tukak lambung dan peka terhadap derivat asam salisilat,
penderita asma, dan alergi. Penderita yang pernahatau sering mengalami
pendarahan

bawah

kulit,

penderita

yang

sedang

antikoagulan, penderita hemofolia dan trombositopenia

terapi

dengan