Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

MANAJEMEN STRATEGIK
Konsep Manajemen Strategik

Disusun oleh :
Indri Tri Wahyuni (0112U028)
Khansa Aghnia Zhafir (0112U373)
Kevlin C Tamboto (0112U380)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI STRATA 1


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2015

1.1 PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGIK


Manajemen adalah proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian atau pengawasan,
yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan
melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya.
Strategi adalah rencana jangka panjang dengan diikuti tindakan-tindakan
yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu.
Manajemen strategik merupakan proses atau rangkaian kegiatan
pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan
cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh
seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Adapun Pengertian Manajemen Strategik menurut para ahli yaitu:

Barney, 2007:27
Manajemen strategis (strategic management) dapat dipahami sebagai proses
pemilihan dan penerapan strategi-strategi. Sedangkan strategi adalah pola alokasi
sumber daya yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan
kinerjanya.

Grant, 2008:10
Strategi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan rencana mengenai penggunaan
sumber daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi menguntungkan.
Dengan kata lain, manajamen strategis terlibat dengan pengembangan dan
implementasi strategi-strategi dalam kerangka pengembangan keunggulan
bersaing.

Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (2006,XV)


Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam
mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka
mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin
banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya.Dalam
perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas
diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin

kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya


ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal
ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata

David 2005:5
Seni dan pengetahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan and
mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu
mencapai obyektifnya.

Hunger dan Wheelen 2006:4


Serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja
perusahaan dalam jangka panjang.

Keputusan Strategis
Berbagai keputusan manajerial yang akan memengaruhi keberadaan perusahaan
dalam jangka panjang. Keputusan strategis dapat diambil oleh manajemen puncak
pada tingkat unit bisnis(divisi).
Adapun keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer, yakni :
a.

Keterampilan konseptual (conceptional skill)


Top manager harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan

gagasan demi kemajuan organisasi yang kemudian dijabarkan menjadi suatu rencana
kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide
menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses
perencanaan.

b.

Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)


Manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau

keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan


kemanusiaan. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan
membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka
kepada atasan.

c.

Keterampilan teknis (technical skill)


Keterampilan ini merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih

rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu


pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin,
membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua
keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
a.

Keterampilan manajemen waktu, keterampilan yang merujuk pada

kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara


bijaksana.
b.

Keterampilan membuat keputusan, kemampuan untuk mendefinisikan

masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat


keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok
manajer atas (top manager).
Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan:

Mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk

menyelesaikannya.
Mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang

dianggap paling baik.


Mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan
mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

1.2

TUJUAN MANAJEMEN STRATEGIK

Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien.
Mengevaluasi kinerja, meninjau dan mengkaji ulang situasi serta melakukan
berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam

pelaksanaan strategi.
Senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan
perkembangan lingkungan eksternal.

Senantiasa meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis

yang ada.
Senantiasa melakukan inovasi atas produk agar selalu sesuai dengan selera
konsumen.

1.3 PROSES MANAJEMEN STRATEGIK

1. Perumusan Manajemen Strategik


Perumusan manajemen strategi perusahaan bisa meliputi pengembangan misi
usaha, mengidentifikasikan sebuah peluang dan ancaman dari eksternal, mengukur
serta menetapkan kelemahan maupun kekuatan internal perusahaan, menetapkan
sasaran jangka panjang, menimbang alternatif lain, dan memilih strategi khusus yang
akan diterapkan pada kasus kasus tertentu
Cakupan perumusan strategi meliputi obyek baru yang akan dikerjakan, obyek
usaha yang akan ditingggalkan, mengalokasikan sumber daya baik itu financial
ataupun non finansial, memutuskan apakah dibutuhkan sebuah pengembangan

aktivitas ataukah diversifikasi produk, memutuskan pasar domestik atau internasional,


dibutuhkan merger atau akuisis apa tidak, menghindar dari akuisisi perusahaan oleh
perusahaan pesaing.
Karena tidak ada perusahaan yang memiliki sumber daya yang tak terbatas,
maka sebuah strategi harus berani untuk memutuskan suatu strategi alternatif yang
bisa memberikan dampak yang positif yang terbaik supaya memberi keuntungan yang
maksimal bagi perusahaan.
Sebuah strategi harusnya memberi keunggulan komparatif dan pada akhirnya
bisa memberikan keunggulan yang kompetitif dalam jangka panjang, hal itu haruslah
menjadi penting bagi manajemen strategi.
2. Mengimplementasi Strategi
Sering disebut juga tahapan dari aktivitas manajemen strategi. Dalam tahap
mengimplementasikan strategi ini perusahaan menetapkan tujuan atau sasaran
perusahaan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi para karyawan dan
mengalokasikan sumber daya agar strategi yang telah disusun bisa dijalankan.
Implementasi strategi ini meliputi budaya yang mendukungg pengembangan
perusahaan, menyiapkan anggaran, memanfaatkan system informasi, memotivasi
sumber daya manusia supaya mau menjalankan dan bekerja sebaik mungkin.
Implementasi strategi membutuhkan disiplin dan kinerja yang tinggi serta imbalan
jasa yang mencukupi.
3. Mengevaluasi dan Pengawasan Strategi
Evaluasi dan Pengawasan strategi adalah tahap akhir didalam proses
manajemen strategi. seluruh strategi adalah subyek moditifikasi di masa mendatang,
sebab berbagai faktor baik eksternal maupun internal akan terus mengalami sebuah
perubahan. Evaluasi Strategi meliputi beberapa hal:
Mereview faktor faktor ekternal dan internal yang merupakan dasar bagi setiap

strategi yang sedang dijalankan


Mengukur kinerja yang sudah dijalankan
Mengambil sebuah tindakan perbaikan apabila terjadi ketidak sesuaian
Evaluasi strategi ini sangat dibutuhkan bagi perusahaan karena suatu

kesuksesan usaha yang diraih saat ini bukan menjadi keberhasilan dimasa mendatang.

Bahkan seringkali kesuksesan usaha pada masa sekarang bisa memunculkan


persoalan yang baru dan berbeda. Demikian bila mengalami kegagalan, maka
persoalan yang baru muncul dan harus dihadapi supaya bisa menghidupkan kembali
aktivitas bisnis yang telah gagal didalam perusahaan besar, proses perumusan
(formulasi) strategi, implementasi, pengevaluasian dan pengawsan strategi ada tiga
tingkatan hierarki, tingkatan corporate, tingkat divisi serta tingkatan fungsional.

1.4 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN


STRATEGIK
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani strategos yang berasal dari
katastratos yang berarti militer dan ag yang artinya memimpin strategi dalam
konteks awalnya ini diartikan sebagai generalship atau sesuatu yang dikerjakan oleh
para jendral dalam membuat rencana untuk menaklukan musuh dan memenangkan
perang.
Pada dekade 1950-an adalah dekade yang memperlihatkan masa damai dan
merupakan periode pemunculan perusahaan perusahaan baru. Pada waktu itu
golongan baru manajer professional mulai mencari gagasan gagasan tentang
bagaimana menjalankan perusahaan perusahaan besar. Karena barusaja usai perang
dunia kedua, bahwa banyak gagasan strategi yang diterapkan memang diadaptasi dari
strategi militer. Manajer manajer masih membicarakan tentang bagaimana
menyerang pasar pasar dan menaklukan pesaing pesaing.
Tema utama yang paling dominan dalam awal dekade 50-an ini masih berkisar
di sekitar anggaran dan pengawasan keuangan (Budgeting and Financial Control).
Manajemen perusahaan pada saat itu menggunakan anggaran sebagai alat
perencanaan dan pengendalian melalui sasaran keuangan yang telah ditentukan.
Sedangkan menjelang akhir tahun 50-an teori manajemen strategi kemudian
berkembang dengan menekankan kepada integrasi fungsional atau perpaduan fungsi

produksi, pemasaran, keuangan dan sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan


yang telah ditentukan perusahaan.
Gordon Howell kemudian merekomendasikan bahwa pendidikan bisnis agar
dapat antisipatif terhadap perubahan lingkungan , hendaknya dibuat dalam wujud
yang lebih luas dan dijadikan suatu matakuliah puncak dalam suatu bidang yang
disebut Business Policy.
Pada tahun 60-an tema dominan dalam strategi bergeser ke arah Corporate
Planning. Strategi perusahaan dalam hal ini digunakan untuk menggambarkan
sebuah rencana rumit yang disusun dengan seksama berdasarkan ramalan ramalan
rinci tentang keadaan ekonomi dan pasar pasar khusus. Pandangan ini disyahkan
oleh dua buku terkenal yaitu: My Years With General Motors tulisan Alfred sloan,
sebuah kenangan dari seorang yang yang menyebabkan perusahaan pembuat mobil
itu menjadi sebuah perusahaan industri terbesar di dunia.
Sedangkan buku yang kedua adalah buku karangan Albert Chandler dengan
judul Strategy and Structure. Dalam buku ini professor dari Harvard ini mengatakan
bahwa struktur sebuah organisasi dapat berubah sesuai dengan strategi yang
ditetapkan. Oleh karena itu, munculnya model struktur organisasi multi divisi pada
saat itu bukanlah sesuatu yang mengherankan]
Dekade 70-an diwarnai oleh munculnya gejolak ekonomi akibat perubahan
harga minyak dan penetrasi kekuatan ekonomi jepang di pasaran dunia. Keberhasilan
perusahaan perusahaan jepang yang kelihatanya menghindarkan perencanaan rinci
kemudian membentuk keraguan lebih lanjut pada kegunaan strategi.
Pada dekade 70an ini muncul banyak sekali perusahaan konsultan, asosiasi
professional di berbagai bidang manajemen, serta adanya proliferasi secara intensif
jurnal jurnal di bidang manajemen strategi. Semuanya berusaha membantu dunia
usaha untuk mencari ide ide baru dalam menghadapi ketidak menentuan lingkungan
eksternal. Tema dominan dalam decade 70 an ini mengacu dan memacu perusahaan
pada pencarian daya saing atau kemampuan khusus yang harus diciptakan perusahaan
dalam rangka mengatasi gejolak atau perubahan lingkungan.

Karena begitu banyaknya variabel yang harus diperhitungkan dan


diperhatikan, istilah business policy kemudian digantikan dengan istilah Strategy
Management sebagai istilah yang lebih representatif. Tujuan perusahaan,
perencanaan dan aspek aspek manajemen kemudian diformulasikan dalam bentuk
persaingan.
Perkembangan konsep manajemen strategi era 80-an ditandai dengan
diterbitkannya buku Competitive Strategy oleh Michael porter, seorang ahli ekonomi
industri dari Harvard. Ia menjelaskan bahwa kemampuan untuk memperoleh laba
sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh sifat sifat industrinya dan kedudukan
perusahaan tersebut di dalam industrinya. Dengan demikian sifat sifat industri dan
kedudukan perusahaan di dalam industry seharusnya menjadi determinan paling
penting untuk menentukan dan menetapkan strategi perusahaan.
Michael porter mengatakan bahwa tugas utama sebuah perusahaan adalah
menemukan celah celah yang dapat digunakan untuk mempertahankan diri dari
serangan pesaing, apakah dengan menjadi produsen yang menggunakan keunggulan
biaya rendah, membedakan produk produknya dengan suatu cara yang akan
memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan batas keuntungan yang lebih tinggi,
atau membangun rintangan masuknya pesaing pesaing baru.
Pada saat yang bersamaan dengan munculnya buku Michael porter tersebut,
james Quinn, seorang professor dari darmouth colleges amos tuck, menerbitkan hasil
penelitiannya tentang bagaimana perusahaan perusahaan besar sesungguhnya
merumuskan strategi. Dari hasil penelitiannya, ia mendapatkan bahwa perusahaan
perusahaan itu dalam menerapkan strateginya banyak melakukan percobaan sehingga
banyak memperoleh pengalaman pengalaman baru. Pengalaman pengalaman
inilah yang kemudian mereka gunakan sebagai landasan untuk melakukan formulasi
strategi. Ia menyebutnya sebagai suatu Logical Incrementalism, sebuah istilah yang
pernah diperkenalkan oleh lindblom pada tahun 50-an.
Manajemen strategi yang paling berpengaruh pada akhir dekade 80-an dan
awal 90-an adalah teori yang mengaksentuasikan diri pada pengembangan keahlian

internal perusahaan dengan menggunakan kompetensi inti yang dimilikinya,


pengembangan produk yang cepat, pembuatan barang bermutu tinggi, penemuan
teknologi baru dan layanan dan kemudian menemukan pasar pasar untuk
memanfaatkan sepenuhnya keahlian keahlian itu. Dalih ini dibuat oleh Gary
Hamel dan C.K. Prahalad, Professor dari London Business School dan University of
Michigan.