Anda di halaman 1dari 8

Kasus 2

Topik: Demam Tifoid


Tanggal (kasus): 21 november 2013
Tanggal (presentasi):

Persenter: dr. Suci Lestari


Pendamping: dr.Nazirah MPA
Pembimbing: dr. Syamsidar, SpS
Tempat Presentasi : RSU dr Fauziah Bireuen
Obyektif Presentasi:

Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa

Neonatus

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi : Marzuki, 28 tahun, dengan keluhan sesak nafas kurang lebih sejak 10 tahun yang lalu.
Tujuan:
-

Mampu mendiagnosis Krisis Hipertensi dengan cepat


Mendiagnosis dan mengobati kondisi pasien secara komprehensif

Bahan bahasan:
Cara membahas:

Tinjauan Pustaka

Presentasi dan diskusi

Diskusi

Data pasien:
Nama klinik: RSU dr Fauziah

Riset

Nama : Nn. Ff

Kasus
Email
Nomor Registrasi : 0223456

Audit
Pos

Telp : (-)
Terdaftar sejak :
Bireuen
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/Gambaran Klinis :
Pasien perempuan 20 tahun datang dengan keluhan utama demam. Pasien juga mengeluhkan mual (+), muntah (+), dan sakit kepala.

Hal ini dialami pasien kurang lebih 1 minggu yang lalu.


Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 72 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, temperature
37,3oc. Suara jantung S1-2 regular normal, tidak ditmukan suara jantung tambahan. Suara paru vesicular, suara tambahan (-/-).
Peristaltik abdomen meningkat.
2. Riwayat Pengobatan:
3. Riwayat kesehatan/penyakit:
Riwayat penyakit-penyakit ringan sebelumnya, seperti nyeri perut dan lemas diakui oleh pasien dan melakukan pengobatan sendiri.
Pasien mengaku sering beli makan makanan warung yang berada di pinggiran jalan.
4. Riwayat keluarga:
5. Riwayat pekerjaan:
Mahasiswi
Daftar Pustaka:
1. Widodo D. Demam Tifoid. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, K MS, Setiati S, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 4.
Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen IPD FKUI; 2006. H. 1774-6
2. Brusch JL. Typhoid Fever. Diunduh dari http://www.emedicine.com/MED/ topic2331.htm
Hasil pembelajaran
1. Diagnosis Demam Tifoid
2. Tatalaksana pada Demam Tifoid
3. Edukasi mengenai penyakit pada pasien

Rangkuman

1. Subjektif
Pasien mengeluhkan demam (+), mual (+), muntah (+), dan sakit kepala. Hal ini dialami pasien kurang lebih 1 minggu yang lalu.

2. Objektif
Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan:
Anamnesa (demam, mual, muntah, sakit kepala, mengkonsumsi makan makanan warung yang berada di pinggiran
jalan).

Pemeriksaan Fisik (Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 72 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, tempe

lidah kotor (+), suara jantung S1-2 regular normal, tidak ditmukan suara jantung tambahan. Suara paru vesicular (+/+), suara tambahan (-/-). Perist
meningkat).
3. Assessment
Keluhan dari keadaan pasien dikarenakan masuknya kuman salmonella typhi (S. typhi) dan salmonella paratyphi
(S. Paratyphi) kedalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Sebagian kuman dimusnahkan
dalam lambung, sebagian yang lain lolos masuk ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak.
Diagnosa ini kuman meninggalkan sel-sel fogosit dan kemudian berkembang biak di luar sell fagosit dan
selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebabkan bakterimia yang kedua kalinya dengan disertai tandatanda dan gejala penyakit infeksi di dalam usus, sebagian kuman dikeluarkan melalui fases dan sebagian masuk kedalam
sirkulasi setelah menembus usus. Proses yang sama terulang kembali berhubungan makrofag telah teraktivasi dan
hiperaktif maka saat-saat fagosifosis kuman salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi dan selanjutnya
akan menimbulkan inflamasi seperti deman, malaise, mialgia, sakit kepala, sakit perut, motabilias vaskuler, gangguan
muntah dan mual.

4. Plan
Diagnosis : Febris ec Demam Tifoid
Terapi :
1. Perawatan
Penderita typhoid perlu dirawat dirumah sakit untuk isolasi (agar penyakit ini tidak menular ke orang lain). Penderita
harus istirahat total minimal 7 hari bebas panas. Istirahat total ini untuk mencegah terjadinya komplikasi di usus
2. Diet
Diet yang sesuai, cukup kalori, dan tinggi protein
Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring
Setelah bekas demam di beri bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim
dilanjutkan nasi, biasanya setelah penderita bebas dari demam selam 7 hari
Hindari sayuran yang berserat kasar seperti daun singkong.

3. Obat- obatan
Chloramphenicol dengan dosis 3-4 x 500 mg/hari; pada anak dosisnya adalah 50-100 mg/kg berat badan/hari.
Tiamfenikol, dosis dewasa 3 x 500 mg/hari, dosis anak: 30-50 mg/kg berat badan/hari.
Ampisilin, dosis dewasa 4 x 500 mg, dosis anak 4 x 500-100 mg/kg berat badan/hari.
Kotrimoksasol (sulfametoksasol 400 mg + trimetoprim 80 mg) diberikan dengan dosis 2 x 2 tablet/hari.

Pendidikan:
Dilakukan edukasi kepada pasien dan keluarga agar dapat membantu penyembuhan, seperti :
1. Menjaga kesehatan dengan cara makan makanan yang bergizi, istirahat cukup, minum banyak, dan olahraga
yang sesuai.
2. Menghindari faktor pencetus, seperti tidak mengkonsumsi makan makanan yang mudah terkontaminasi.

LAPORAN KASUS
(PORTOFOLIO)
NAMA PESERTA

: dr. Suci Lestari

WAHANA

: RSU dr.Fauziah Bireuen

JENIS KASUS

: Kasus Penyakit Dalam

JUDUL

: Demam Tifoid

TANGGAL PRESENTASI : Desember 2013

Mengetahui
Pendamping 1 :

dr. Syamsidar, SH, SpS

Pendamping 2 :

dr. Nazirah MPH