Anda di halaman 1dari 16

Makalah

SISTEM FASA

Metode Penentuan Tegangan Permukaan

Nur Andriyani / 1006704133


Pristi Amalia Nurcahyani / 1006704171
Rahma Widya Rinukti / 1006704190
Restianny Hanindya / 1006704215
Widya Rachmasari / 1006704341

Departemen Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2012
0

DAFTAR ISI

Daftar Isi

Kata Pengantar

BAB I Pendahuluan
Latar Belakang

Perumusan Masalah

Tujuan Penulisan

Sistematika Penulisan

BAB II Pembahasan
Pengertian Tegangan Permukaan

Faktor yang Memengaruhi Tegangan Permukaan

Metode Penentuan Tegangan Permukaan

Penerapan Konsep Tegangan Permukaan Dalam Kehidupan Sehari-hari

11

BAB III Penutup


Kesimpulan

13

Saran

14

Daftar Pustaka

15

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena dengan
rahmat dan hidayah-Nya kami telah menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul
Metode Penentuan Tegangan Permukaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada
seluruh pihak yang telah membantu hingga tugas ini terselesaikan.
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi nilai kami dalam mata
kuliah Sistem Fasa dan Elektrokimia, dan untuk mengetahui lebih banyak tentang
tegangan permukaan terutama aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu masukan dan umpan balik dari semua pihak sangat kami
nantikan untuk dapat menyempurnakan penulisan karya tulis ini.

Depok, Mei 2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari tentu frasa tegangan permukaan tentu tidak
asing bagi kita. Secara sederhana tegangan permukaan air berhubungan dengan
kemampuan air untuk membasahi benda. Salah satu hal yang terkait dengan tegangan
permukaan ada pada pembahasan surfraktan misalnya, banyak dikatakan bahwa salah
satu fungsi surfraktan dapat menurunkan tegangan permukaan sehingga dapat
membantu proses pencucian menjadi lebih bersih. Sebenarnya apakah yang dimaksud
dengan tegangan permukaan? Apa kah ada metode untuk mengukurnya dan apa
sajakah aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari kita? Pada makalah ini akan dibahas
jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

1.2 Perumusan Masalah


Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah tegangan permukaan itu?
2. Apakah Faktor yang Memengaruhi Tegangan Permukaan?
3. Apa saja Metode Penentuan Tegangan Permukaan?
4. Bagaiman Penerapan Konsep Tegangan Permukaan dalam Kehidupan Sehari-hari?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari ditulisnya makalah ini adalah:
1. Mengetahui pengertian dan faktor dari permukaan
2. Mengetahui metode yang digunakan untuk menentukan besar tegangan permukaan
3. Mengetahui Penerapan konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari

1.4 Sistematika Penulisan


Makalah kelompok kami terdiri dari 3 bab yaitu:
1. Bab pertama yaitu pendahuluan membahas mengenai latar belakang , lalu
beberapa masalah yang kami angkat dalam makalah ini serta tujuan dari dibuatnya
makalah ini.
2. Bab kedua yaitu bagian isi membahas mengenai landasan teori yang kami gunakan
dan data-d ata yang kami kumpulkan.
3. Bab ketiga yang merupakan bab terakhir yaitu bagian penutup berisi kesimpulan
kami beserta saran dan ucapan terima kasih kepada semua yang telah membantu
kami dalam pembuatan makalah ini, disertai daftar pustaka.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tegangan Permukaan


Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair
untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis
(Kanginan, 2009). Selain itu, tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu
kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas
permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau
ringkasnya didefinisikan sebagai usaha untuk membentuk luas permukaan baru
(Wavega, 2008). Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda
kecil di permukaannya. Seperti silet, berat silet menyebabkan permukaan zat cair
sedikit melengkung ke bawah tempat silet itu berada. Lengkungan itu memperluas
permukaan zar cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya berusaha
mempertahankan luas permukaannya sekecil mungkin.
Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan
sejajar permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. Hal tersebut
terjadi karena pada permukaan, gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari
pada gaya khohesi antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya
kedalam pada permukaan cairan. Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang
yang terdapat pada antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar
muka selalu lebih kecil dari pada tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua
cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi antara cairan dan udara.

2.2 Faktor yang Memengaruhi Tegangan Permukaan


Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zar cair cenderung untuk
menegang, sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi
oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa
besar gaya kohesinya lebih kecil daripada gaya adesinya dan pada zat yang nonadesiv berlaku sebaliknya. Salah satu model peralatan tang sering digunakan untuk
5

mengukur tegangan permukaan zar cair adalah pipa kapiler. Salah satu besaran yang
berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh
permukaan zat cair yang dekat dengan dinding. Sudut kontak ini timbul akibat gaya
tarik-menarik antara zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya tarik-menarik antara
molekul zar yang berbeda (adesi).
Molekul cairan biasanya saling tarik-menarik. Di bagian dalam cairan, setiap
molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya, tetapi di
permukaan cairan hanya ada molekul-molekul caoran di samping dan di bawah. Di
bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan tarik-menarik
satu dengan yang lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul
yang berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak di
permukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya.
Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. Karena
adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan
cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut sekuat mungkin. Hal
ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh
selaput elastis yang tipis.

2.3 Metode Penentuan Tegangan Permukaan


Molekul-molekul cairan yang berada dibagian fase cairan seluruhnya akan
dikelilingi oleh molekul-molekul dengan gaya tarik-menarik yang sama ke segala arah
sehingga resultan gaya sama dengan nol lain halnya dengan molekul-molekul cairan
pada permukaan. Molekul-molekul itu disebelah bawah dikelilingi oleh molekulmolekul cairan sedangkan dibagian atas oleh molekul-molekul dan fasa uap sehingga
gaya tarik kebawah lebih besar dari gaya tarik keatas. Hal ini menimbulkan sifat
kecenderungan untuk memperkecil luas permukaan. Besar gaya yang bekerja tegak
lurus pada satu satuan panjang permukaan disebut tegangan muka, yang dapat
dinyatakan dengan satuan dyne per cm. Tegangan muka terdapat pada batas cairan
dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang
tidak bercampur.
2.3.1 Metode Kapiler
Bila suatu pipa kapiler dimasukkan kedalam cairan yang membasahi dinding
6

maka cairan akan naik kedalam kapiler karena adanya tegangan muka. Kenaikan
cairan sampai pada suhu tinggi tertentu sehingga terjadi keseimbangan antara gaya
keatas dan kebawah
(Persamaan 1) :
Gaya kebawah, F r 2 hg
Dimana:

h : tinggi permukaan.
g : percepatan gravitasi.
: berat jenis.
r : jejari kapiler.

Persamaan (2) :
Gaya keatas, 2r cos
Dimana adalah tegangan muka dan adalah sudut kontak.
Pada kesetimbangan, gaya kebawah sama dengan gaya keatas (dari persamaan 1 dan
2) :
2r cos r 2 hg

Untuk air dan kebanyakan cairan organik umumnya = 0 atau dapat dianggap batas
lapisan pararel dengan kapiler, sehingga harga cos =1 maka persamaan 3 :

1 rhg
2
sehingga :

1 rh g
air air
air
2
g
1 rh x x
x
2
Pengaruh Terhadap Konsentrasi Larutan
Konsentrasi zat terlarut (solut) suatu larutan biner mempunyai pengaruh
terhadap sifat-sifat larutan termasuk tegangan muka dan adsorbsi pada permukaan
larutan. Telah diamati bahwa solut yang ditambahkan kedalam larutan akan
menurunkan tegangan muka, karena mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih
besar daripada didalam larutan.Sebaliknya solut yang penambahannya kedalam
larutan menaikkan tegangan muka mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih
kecil daripada didalam larutan.
Untuk larutan ideal, C .R.T dan d

dc

R.T dimana R dan T adalah

tetapan gas umum dan temperatur kelvin penggabungan seluruh persamaan


7

didapatkan :

1 d
RT d ln C

2.3.2 Metode Berat Tetes


Suatu cairan yang membasahi gelas akan berupa tetesan pada ujung pipa
vertikal. Mula-mula tetesan berupa setengah bola, kemudian memanjang dan
membentuk pinggang. Pada saat akan jatuh bebas, gaya ke bawah pada tetesan (mg)
akan sama dengan gaya ke atas yang menahan tetesan 2r , sehingga menurut
Hukum Tate diperoleh:

Berat tetesan yang jatuh bukan berat yang ideal, karena sekitar 40% dari cairan masih
tertinggal pada ujung pipa, oleh karena itu diperlukan suatu faktor koreksi (Fd)
sehingga:
Dimana Fd merupakan faktor
koreksi yang bergantung pada
V/r3, jika V adalah volume suatu tetesan. Nilai ini dapat dicari pada tabel Harkins dan
Brown (lihat pustaka). Nilai Fd untuk percobaan dapat dicari dengan menggunakan
grafik V/r3 terhadap Fd.
2.3.3 Tensiometer Du Nouy
Tensiometer Du Nouy, dipakai secara luas untuk mengukur tegangan permukaan
dan tegangan antarmuka. Prinsip dari alat tersebut bergantung pada kenyataan bahwa
gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina-iridium yang dicelupkan
pada permukaan atau antarmuka adalah sebanding dengan tegangan permukaan atau
tegangan antarmuka (Martin dkk., 1990).
Gaya yang diperlukan untuk melepaskan cincin dengan cara ini diberikan oleh
suatu kawat spiral dan dicatat dalam satuan dyne pada suatu penunjuk yang
berkalibrasi. Tegangan permukaan diberikan oleh rumus :
=

yang dibaca pada penunjuk dalam dyne


2 keliling cincin

faktor koreksi

Sebenarnya, alat tersebut mengukur bobot dari cairan yang dikeluarkan dari
bidang antarmuka tepat sebelum cincin tersebut menjadi lepas. Suatu faktor koreksi
perlu dalam persamaan di atas karena teori sederhana tersebut tidak memperhitungkan
variabel- variabel tertentu seperti jari-jari dari cincin, jari-jari dari kawat yang dipakai
untuk membentuk cincin, dan volume cairan yang diangkat keluar dari permukaan.
Kesalahan sebesar 25% bisa terjadi bila faktor koreksi tidak dihitung dan dipakai.
Metode perhitungan faktor koreksi telah diuraikan oleh Harkins Dan Jordan dan,
suatu ketepatan kira-kira 0.25% dapat diperoleh dengan pengerjaan yang cermat
(Martin dkk., 1990).
Fenomena antarmuka dalam farmasi adalah faktor-faktor yang berarti yang
mempengaruhi

absorpsi obat

pada bahan

pembantu

padat

dalam

bentuk

sediaan,penetrasi/penembusan molekul melalui memnran biologis ,pembentukan dan

kestabilan serta dispersi dari partikel yang tidak larut dalam media cair untuk
membentuk suspensi (Astuti dkk., 2008).

2.3.4 Wilhelmy
Metode ini menggunakan lempeng wilhelmy sebagai alat untuk mengukurnya.
Lempeng wilhelmy adalah lempeng tipis yang digunakan untuk mengukur tegangan
permukaan atau antarpermukaan antara udara dengan larutan atau antar senyawa
dalam larutan. Pada metode ini, lempeng harus diletakkan tegak lurus dengan
tegangan antar permukaan, dan tekanan yang digunakan yang diukur. Metode Ludwig
Wilhelmy ini berkembang dan digunakan untuk persiapan dan monitoring dari
Langmuir - Blodgett film (Anonim, tt).

Gambar 1. Metode Lempeng Wilhelmy


Lempeng wilhelmy biasanya menggunakan lempeng yang berukuran beberapa
cm2.. Lempeng ini sering terbuat dari kaca atau platina yang agak berat untuk dapat
terbasahi sempurna. Tekanan pada lempeng yang terendam diukur dengan
menggunakan tensiometer atau microbalance dan untuk menghitung tegangan
permukaan digunakan rumus :

F
2 cos

dimana adalah panjang dari lempeng wilhelmy yang terendam dan adalah sudut
antara larutan dengan lempeng. Namun pada prakteknya sudut ini sulit ntuk diukur
sehingga metode ini jarang digunakan.

10

2.4 Penerapan Konsep Tegangan Permukaan dalam Kehidupan Seharihari


Tegangan permukaan air berhubungan dengan kemampuan air untuk
membasahi benda. Makin kecil tegangan permukaan air, makin baik kemampuan air
untuk membasahi benda, dan ini berarti kotoran-kotoran pada benda lebih mudah larut
dalam air (Kanginan, 2006).

2.4.1 Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang
lebih bersih.
Tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi suhu air, makin
kecil tegangan permukaan air dan ini berarti makin baik kemampuan air untuk
membasahi benda. Karena itu, mencuci dengan air panas menyebabkan kotoran pada
pakaian lebih mudah larut dan cucian menjadi lebih bersih. Detergen sintetis modern
juga didesain untuk meningkatkan kemampuan air membasahi kotoran yang melekat
pada pakaian, yaitu dengan menurunkan tegangan permukaan air. Banyak kotoran
yang tidak larut dalam air segar, tetapi larut dalam air yang diberi detergen.

2.4.2 Gelembung sabun atau air berbentuk bulat


Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat karena dipengaruhi oleh
adanya tegangan permukaan. Gelembung sabun memiliki dua selaput tipis pada
permukaannya dan diantara kedua selaput tipis tersebut terdapat lapisan air tipis.
Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi dan cenderung
memperkecil luas permukaannya. Ketika selaput air sabun berkontraksi dan berusaha
memperkecil luas permukaannya, timbul perbedaan tekanan udara di bagian luar
selaput (tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam selaput. Tekanan udara
yang berada di luar selaput (tekanan atmosfir) turut mendorong selaput air sabun
ketika ia melakukan kontraksi, karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih
kecil. Setelah selaput berkontraksi, maka udara di dalamnya (udara yang terperangkap
11

di antara dua selaput) ikut tertekan, sehingga menaikkan tekanan udara di dalam
selaput sampai tidak terjadi kontraksi lagi. Dengan kata lain, ketika tidak terjadi
kontransi lagi, besarnya tekanan udara di antara dua selaput sama dengan jumlah
tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput.
Pada tetes air hanya memiliki satu selaput tipis, yakni pada bagian luar tetes
air. Bagian dalamnya penuh dengan air. Akibat adanya gaya kohesi, maka timbul
tegangan permukaan. Bagian tetes air ditarik ke dalam, akibatnya air berkontraksi dan
cenderung memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir yang berada di luar
turut membantu menekan tetes air. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian
dalam air sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan
yang mengerutkan selaput air.

2.4.3 Klip tidak tenggelam dalam air


Ketika klip diletakkan secara hati-hati ke atas permukaan air, molekul-molekul
air yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip tersebut, sehingga
molekul-molekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke atas untuk
menopang klip tersebut. Biasanya klip terbuat dari logam, sehingga kerapatannya
lebih besar dari kerapatan air. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air,
maka seharusnya klip tenggelam. Tapi kenyataannya klip terapung. Fenomena ini
merupakan salah satu contoh dari adanya tegangan permukaan. Dalam kenyataannya,
bukan hanya klip (penjepit kertas), tetapi juga bisa benda lain seperti jarum. Apabila
kita meletakkan jarum secara hati-hati di atas permukaan air, maka jarum akan
terapung. Adanya tegangan permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga
bisa mengapung di atas air.

12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Makalah ini dapat disimpulkan bahwa tegangan permukaan zat cair adalah
suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang
luas permukaannya lebih kecil. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan
benda-benda kecil di permukaannya. Tegangan permukaan disebabkan oleh gaya
adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya kohesi antara molekul
cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan cairan. Gaya
kedalam pada permukaan cairan disebabkan oleh tarik-menariknya molekul cairan
satu dengan yang lainnya. Molekul cairan yang terletak di permukaan ditarik oleh
molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan
cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah sehingga memperkecil luas
permukaannya dengan menyusut kearah dalam.
Tegangan permukaan dapat ditentukan dengan beberapa metode, yaitu metode
kapiler, metode berat tetes, metode tensiometer Du Nouy, dan metode Wilhelmy. Pada
metode kapiler, penentuan tegangan permukaan didasarkan pada kenaikan cairan
sampai pada tinggi tertentu pada suatu pipa kapiler sehingga terjadi keseimbangan
antara gaya keatas dan kebawah. Pada metode berat tetes, tegangan permukaan
didasarkan pada suatu cairan yang membasahi gelas sama dengan tetesan pada ujung
pipa vertikal. Pada saat akan jatuh bebas, gaya ke bawah pada tetesan (mg) akan sama
dengan gaya ke atas yang menahan tetesan. Pada metode tensiometer Du Nouy
berprinsip pada gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina-iridium
yang dicelupkan pada permukaan atau antarmuka adalah sebanding dengan tegangan
permukaan atau tegangan antarmuka. Pada metode Wilhelmy, digunakan lempeng
wilhelmy sebagai alat untuk mengukur tegangan permukaan. Lempeng wilhelmy
adalah lempeng tipis yang digunakan untuk mengukur tegangan permukaan antara
udara dengan larutan atau antar senyawa dalam larutan.
13

Tegangan permukaan dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Salah satu


contohnya adalah mencuci pakaian dengan air panas. Semakin tinggi suhu air,
semakin kecil tegangan permukaan air dan ini berarti makin baik kemampuan air
untuk membasahi benda. Karena itu, mencuci dengan air panas menyebabkan kotoran
pada pakaian lebih mudah larut dan cucian menjadi lebih bersih.

3.2 Saran
Saran dari penulis adalah semoga metode tegangan permukaan ini dapat
menambah wawasan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Dan saran dari
penulis agar tegangan permukaan ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan
untuk penelitian sehingga dapat menciptakan suatu teknologi baru yang dapat
bermanfaat untuk masyarakat luas.

14

DAFTAR PUSTAKA
http://undecimpharmacist.wordpress.com/2012/04/24/4/
http://www.scribd.com/doc/59791199/48/Metode-penentuan-tegangan-muka
http://www.slideshare.net/IinKhoerani/tegangan-permukaan-10636997

15

Anda mungkin juga menyukai