Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

pengolahan bahan galian dengan metoda screening

disusun oleh :
kelompok 3
Ramdanil (1308086)
Denny surya atma (1308084)
Khaizul fattah (1308080)
Rio oktaviandi (1308082)
Yanta trinuari kriswandi (13080)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat allah swt, dengan limpahan rahmat serta
karuniannya kita dapat menjalani aktivitas sehari-hari.
Dengan rahmat allah swt, penulis akhirnya dapat menyusun makalah mengenai salah
satu metoda pengolahan bahan galian yaitu screening. Dalam makalah ini penulis
menerangkan metoda screening dalam pengolahan bahan galian serta fungsi dari alat dalam
metoda screening tersebut dalam pengolahan bahan galian, macam-macam bentuk dari alat
dalam metoda screening tersebut serta prinsip kerja alat tersebut dan untung ruginya dalam
penggunaan alat tersebut. Tujuannya tak lain adalah untuk memberikan sedikit ilmu dalam
dunia pertambangan dan metalurgin

serta menambah pengetahuan dan wawasan bagi

pembaca makalah ini.


penulis menyadari bahwa banyak sekali kekurangan dalam penyusunan makalah ini,
baik dalam segi teori, visualisasi, dan kekurangan-kekurangan lainnya. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kelengkapan dari makalah ini. Sekian
terima kasih.

Padang, November 2015

penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI
PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

Pengertian screening
Tujuan screening
faktor-faktor yang mempengaruhi kelolosan partikel dalam peremukkan screening
Klasifikasi screening
Macam-macam pengayakkan
Tipe-tipe permukaan ayakkan
Hal-hal yang mempengaruhi dalam proses screening
Alat-alat yang digunakan dalam proses screening

PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

SCREENING

A.Pengertian Screening
Screening/sieving adalah suatu proses tembusan partikel menurut ukurannya dengan
jalan menyaring jika partikel relatif kasar dengan alat khusus dimana ayakan yang digunakan
dalam posisi yang besar, tetapi screen yang khusus (sieve analysis) dapat di gunakan untuk
pemisahan sampai ukuran sehalus 325 mesh.
B. Tujuan Screening adalah :
1. Untuk memindahkan dan menghilangkan fraksi fraksi kasar atau untuk mendapatkan
ukuran yang sama.
2. Untuk memindahkan material halus dari grinding circuit.
3. Untuk mendapatkan ukuran material yang komersial dan segera dapat dipasarkan.
4. Untuk medapatkan ukuran yang cocok untuk proses pengolahan selanjutnya.
5. Untuk memisahkan mineral mineral yang berbeda yang terdapat bersamaan tetapi
berbeda ukuran butir.
C. Faktor faktor yang mempengaruhi kelolosan partikel dari peremukan screenig
adalah :
1. Ukuran opening
2. Ukuran partikel yang dapat melewati opening
3. Prosentase opening terhadap total permukaan screen
4. Sudut jatuh partikel terhadap permukaan screen
5. Kecepatan pada waktu partikel melewati permukaan dari screen
6. Kandungan air dari material atau feed
7. Kesempatan partikel untuk menyusun lapisan lapisan berdasarkan ukuran dari partikel
yang akan diayak.
D. Klasfikasi Screen terdiri dari :
1. Fixed Screen
Mempunyai permukaan yang keras yang biasanya terbuat dari batang (kisi) yang
saling sejajar dan dalam pemakaiannya ditempatkan miring dan material yang di alirkan,
sedangkan tipe ayakan yang termasuk adalah :
a. Rail Grizzly
Ayakan ini di gunakan untuk memisahkan material yang sangat kasar antara kisi
kisi 5 inchi.
b. Cantilever Grizzly

Merupakan type screen yang menggunakan kisi sebagai berikut :


- Menggunakan kisis yang menyudut baik menyudut maupun vertikal
- Menghilangkan kisi kisi yang melintang
c. Self Cleaning Grizzly
Alat ini di lengakpi dengan lengan lengan yang berputar yang berfungsi untuk
mencegah material menyumbat antar kisi kisi.
Keuntungan dari Fixed Screen adalah sederhana dan ruggedaes sedangkan kerugiannya
dalah kurang efisien, tempat mudah buntuh dan sering terhentinya Over size.
2. Moving Screen
Berdasarkan pengosokannya dapat dibedakan atas :
a. Moving Grizzlies (Travelling Screen)
b. Trommols (Revoluing Screen) atau ayakan putar
c. Vibrating Screen (Ayakan getar)
d. Shaking Screen (Ayakan Goyang)
Kapasitas screen tergantung dari efesiensi pemisahan yang digunakan kecapatn,
kemiringan dan amenability dari pemisahan, luas permukaan screen, luas opening, sifat
khusus dari bijih dan type mekanis dari screen yang digunakan.
Efesiensi screen dilapangan menurut Mechanical Engneering didefinisikan sebagai
perbandingan antara energi keluar dengan energi yang masuk.
Berdasarkan besar dan jumlahnya butiran yang lolos, maka efesiensi screen, adalah
merupakan perbandingan antara jumlah fine material yang keluar dari feed (lolos) dengan
jumlah fine material dalam feed. Dapat dinyatakan denganrumus sebagai berikut :
10.000 U
E=
F
Dimana :
E = Efesiensi screen
U = Tonase yang lolos untuk F ton Feed

Prosentase

under

size

yang

diperhitungkan

dengan

test

screening
E.Macam macam operasi pengayakan adalah :
1. Scalping, mengeluarkan sejumlah kecil over size material dengan umpan yang umumnya
berukuran kecil.

2. Pencucian ; untuk menghilangkan material halus yang menempel pada material kasar.
F. Permukaan ayakan terdiri atas 3 type yaitu :
1. Plat berlubang (Peucheel Screen) plat baja yang di beri lubang dengan bentuk tertentu,
terbuat dari karet keras adan plat plastik.
2. Anyaman kawat dari metal yang dianyam sedemikian rupa sehingga mengahsilkan lubang
dengan bentuk tertentu.
3. Batang sejajar (Baja Screen) yaitu permukaan ayakan yang di buat dari lubang atau rel
yang dibuat sejajar dengan jarak tertentu.
Analisis ayak dilakukan pada seri ayakan dengan ukuran lubang berbanding 2
ukuran standar adalah lubang ayakan yang dibuat dari kawat yang berdiameter 0,0021 inc,
dianyam sehingga jumlah lubang 200 buah untuk ukuran inc linear, lubang ayakan ini sebesar
74 mikro (200 mesh), lubang lubang dari atas kebawah mengecil dan digetarkan dengan alat
penggetar.
Mekanisme pengayakan tergantung pada :
1. Stratifikasi
Tujuan ayak pengayakan lebih efesiensi dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :
-

Tebalnya lapisan pada ayakan

Laju gerakan partikel

Karakteristik strok (pergerakan, oleh panjang strick, arah, gerakan frekuensi)

Kandungan air

2. Peluang untuk dipisahkan


(a d)2
P=
(a + b)2
Dimana :
a

tebal ayakan

tebal kawat ayakan

ukuran partikel

peluang untuk di pisahkan

G. Hal-hal yang Mempengaruhi

Salah satu pemisahan berdasarkan ukuran adalah proses pengayakan (screening).


Untuk mendapatkan hasil yang baik maka dalam proses pengayakan harus
diperhatikan beberapa faktor berikut :
a. Bentuk lubang ayakan
Bentuk lubang ayakan disesuaikan dengan bentuk dari material yang akan
diayak,pada

umumnya

bentuk

partikel

yang

akan

diayak

berupa

bulatan,segiempat,kubus,balok,lonjong dan sebagainya.


b. Celah dan interval ayakan
Tempat-tempat yang jelas di antara masing-masing bingkai dkenal dengan celah
jaringan.Dalam hal ini dikenal pula apa yang dmaksud mesh yang diartikan
sebagai jumlah celah bujur sangkar tiap satu inchi arah memanjang.
c.Ukuran partikel
Ukuran partikel diketahui untuk menentukan jenis ayakan yang sesuai dengan yang
dibutuhkan.
d. Kapasitas ayakan dan keefektifan
H. Alat yang Digunakan
Alat alat yang digunakan dalam proses screening adalah :
a.Grizzly Screen
Grizzly merupakan suatu kisi-kisi yang terbuat dari batangan logam yang
sejajar dan dipasang pada rangka stasioner yang miring.Kemiringan dan lintasan itu
sejajar dengan arah panjang batangan.
Umpan yang sangat kasar,seperti yang keluar dari mesin pemecah primer,jatuh
pada ujung atas kisi.Bogkah-bongkah besar akan meluncur menjadi ke
ujung,bongkah kecil jatuh ke bawah ke suatu kolektor (pengumpul) tersendiri.

GAMBAR 1
GRIZZLY SCREEN
b.Revolving Screen
Revolving screen sering disebut Trommel.Bentuknya dapat berupa silinder atau
kerucut yang miring terhadap horizontal.Kemiringan ayakan dimaksudkan untuk
memudahkan pengeluaran partikel kasar.
Berdasarkan prinsip kerjanya trommel dibagi atas tiga jenis :
1.Trommel dengan silinder tunggal
Ayakan jenis ini terdiri dari satu silinder yang memiliki lubang pada kedua
keujungnya.Silinder tersebut diputar pada porosnya secara horizontal.Silinder
dibuat dari anyaman kawat atau pelat-pelat belubang.
Pada trommel silinder tunggal,material dimasukkan ke lubang pemasukan di
sebelah kiri atas silinder.Trommel merupakan ayakan yang diameter lubangnya
makin ke kanan makin besar atau makin ke kana ukuran mesh nya makin
kecil.Material yang tidak dapat melewati lubang ayakan yang terletak di ujung
kanan dikeluarkan melalui lubang silinder yang terletak di ujung kanan yang
disebut lubang pengeluaran.

GAMBAR 2
TROMMEL DENGAN SILINDER TUNGGAL
2. Trommel Bertingkat
Trommel bertingkat ini lebih dikenal dengan Conical Trommel memiliki
bentuk potongan kerucut.Kemiringan pada ayakan jenis ini berkisar antara 0,75 in
sampai 3 in setiap panjang 1 feet,hal ini tergantung pada sifat material yang akan
diayak.Trommel jenis ini sangat cocok untuk mengayak partikel yang kasar.
Conical trommel mempunyai ayakan yang tersusun secara bertingkat.Di dekat
ujung lubang pemasukan adalah ayakan yang mempunyai mesh paling besar untuk
melewatkan partikel yang sangat halus terlebih dahulu.Kemudian ayakan dengan
mesh sedang terletak di tengah untuk melewatkan partikel yang agak
kasar.Selanjutnya ayakan yang paling kanan dekat lubang pengeluaran merupakan
ayakan dengan mesh terkecil untuk melewatkan partikel yang kasar.

GAMBAR 3
TROMMEL BERTINGKAT
3. Trommel Silinder Gabungan
Trommel silinder gabungan merupakan trommel yang terdiri dari dua
permukaan ayakan atau lebih yang konsentris pada poros yang sama.Semua
permukaan ayakan berbentuk silinder.Permukaan ayakan dengan lubang paling
kasar terletak di silinder bagian dalam dan semakin ke luar lubang ayakan makin
halus.Panjang setiap silinder juga tidak sama,makin keluar silinder makin
pendek,hal

ini

untuk

memudahkan

dalam

memisahkan

material

hasil

ayakan.Material yang akan diayak,dimasukkan melalui lubang pemasukan pada


silinder yang bagian dalam.Setelah mengalami perputaran material yang paling
kasar langsung keluar dari silinder terdalam ke penampung 1,sedang material
yang lolos dari ayakan pertama menjadi umpan untuk ayakan kedua yang
lubangnya agak halus.Di sini material yang kasar keluar dari silinder ke dua ke
penampung IV.Material yang agak kasar dan halus menjadi umpan diayakan
ketiga pada silinder terluar.Material halus dari ayakan ketiga langsung melewati
lubang ayakan ke penampung IV,sedangkan material yang agak kasar keluar dari
silinder terluar ke penampung V.

GAMBAR 4
TROMMEL SILINDER GABUNGAN
c. Shaking Screen
Ayakan ini mempunyai bingkai berbentuk segi empat,yang digerakkan maju
mundur.Keuntungan dari ayakan ini adalah hemat tempat dan kebutuhan tenaganya
rendah.Kerugian ayakan jenis ini ialah biaya perawatan yang tinggi dan kapasitas
ayakan rendah.

GAMBAR 5
SHAKING SCREEN

e. Rotex screen

GAMBAR 6
ROTEX SCREEN
prinsip kerja:
Gaya gravitasi dengen lebih dari satu ayakan

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Metoda pengolahan bahan galian dengan metoda screening merupakan suatu metoda
proses tembusan partikel menurut ukurannya dengan jalan menyaring jika partikel relatif
kasar dengan alat khusus dimana ayakan yang digunakan dalam posisi yang besar, tetapi
screen yang khusus (sieve analysis) dapat di gunakan untuk pemisahan sampai ukuran
sehalus 325 mesh.
B. SARAN
Agar makalah ini lebih dapat memberikan manfaat, saya harap para pembaca dapat
mengambil atau mencarinya lebih lagi dari sumber lain karna itu akan membantu penulis
untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yag terdapat dalam buku ini.

DAFTAR PUSTAKA