Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PEMERIKSAAN KADAR PROTEIN TOTAL

Disusun oleh:
KELOMPOK 5
Nur Hidayah W

P17335114005

Novia Andriani

P17335114024

Kelas : II A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


PROGRAM STUDI D-III FARMASI
BANDUNG
2015
I. JUDUL

Pemeriksaan kadar protein total


II. TANGGAL PRAKTIKUM
III. TUJUAN PRAKTIKUM
Menentukan kadar protein yang ada pada sampel dengan menggunakan
metode Biuret.
IV. PRINSIP PRAKTIKUM
Ikatan peptide yang terdapat dalam protein dalam suasana basa akan
bereaksi dengan pereaksi biuret membentuk kompleks berwarna ungu,
intensitas warna yang terjadi setara dengan kadar protein total dalam sampel
dan diukur dengan menggunakan fotometer pada panjang gelombang 546 nm.
V. DASAR TEORI
Protein
Protein merupakan polimer L--amino. Suatu asam amino adalah
senyawayang mengandung gugus amino dan gugus karboksil. Pada asam amino
-amino,kedua gugus ini terikat pada atom karbon yang sama, yang dinamakan
sebagaikarbon-. karbon- setiap asam amino juga berikatan dengan atom H
dan berbagai pengganti, dinamakan gugus R atau rantai samping (Murray,
2003).Terdapat 20 asam amino yang lazim didapat dan membentuk
protein.Sembilan belas asam amino hanya berbeda pada rantai samping R atau
karboksilyang terikat pada karbon-. Yang kedua puluh, yaitu prolin berbeda
pada rantai sampingnya yang merupakan struktur cincin yang mengandung
nitrogen amino. (Murray, 2003)
Ikatan peptide merupakan polimer tak bercabang. Selama polimerisasi
gugus - bereaksi dengan - karboksil dari asam amino lainnya membentuk
ikatanamida yang dikenal sebagai ikatan peptide. Karena alasan ini protein
jugadinamakan polipeptida (Murray, 2003).
Rantai polipeptida dapat dianggap memiliki 2 komponen, yaitu rangka
monoton berulang, dimana karbon- dan ikatan peptide saling bergantian; dan
berbagai rantai samping yang berupa asam amino yang terikat pada karbon.Semua gugus -amino, kecuali -amino yang terdapat pada asam amino
pertama dan semua gugus -karboksil, kecuali yang terletak pada asam amino

terakhir berperanan dalam ikatan peptide. Jadi setiap rantai protein hanya
mempunyai satu gugus -amino bebas dan satu gugus -karboksil bebas,
masing-masing pada N danC terminal (Murray, 2003).
Meskipun adanya pembatasan rotasi yang ditimbulkan oleh polaritas
ikatan peptide, rantai polipeptida mempunyai fleksibelitas yang besar. Karena
karbon- dari setiap residu asam amino yang berdekatan dihubungkan ke atom
yang berdekatan dalam rantai oleh ikatan tunggal. Rantai bebas memutar
sekitar dua pertiga ikatan yang membentuk tulang punggungnya. Karena
konformasi bebas ini rantai polipeptida mampu melipat menjadi berbagai
bentuk. Dalam lingkungan alamiahnya, setiap protein cenderung hanya
mengambil satu konformasi, dan dinamakan konformasi asli. Bentuk lipatan
protein ditentukan oleh pembatasan dan tarik menarik. Rigiditas ikatan
peptide dan rintangan antara rantai samping mencegah rantai polipeptida
mengambil bentuk konformasi tertentu. Konformasi yang diambil adalah
bentuk dimana jumlah ikatan nonkovalen maksimal yangdibentuk oleh protein
dan pelarut dimana protein ditemukan (Murray, 2003).
Terdapat 4 tingkat struktur protein, yaitu primer, sekunder, tersier,
dankuartener. Struktur primer protein adalah urutan linear asam amino dan
terminal Nsampai terminal C. struktur primer protein menentukan identitas.
Tubuh manusiamengandung beribu-ribu spesies protein, seperti hemoglobin,
pembawa oksigendalam darah, dan tripsin, suatu ezim pencernaan yang
dihasilkan oleh pancreas.Masing-masing spesies protein berbeda berbeda dari
protein lainnya dalam strukturprimernya. Sebaliknya semua molekul spesies
protein tertentu mempunyai strukturprimerb yang sama. Struktur primer juga
menentukan pelipatan polipeptida. Jadistruktur primer menentukan struktur
sekunder, tersier, dan kuartener protein (Murray, 2003)

Fungsi Protein
1. Untuk pertumbuhan dan pembentukan
2. Mekanisme pengangkutan zat-zat metabolit
3. Menjaga keseimbangn cairan tubuh

4.
5.
6.
7.

Mekanisme pertahanan tubuh dalam merangkang kekebalan


Faktor genetik
Mengatur metabolism tubuh
Faktor yang diperlukan dalam koagulasi darah normal

VI. PROSEDUR PRAKTIKUM


a. Pembuatan blanko
1. Dipipet sebanyak 40 l aquadest menggunakan clinipette lalu
2.

dimasukkan kedalam tabung reaksi


Dipipet sebanyak 2000 l reagen 1 menggunakan clinipette lalu diamkan

selama 1-5 menit


3. Setelah 5 menit, ditambahkan 500 l reagen 2 menggunakan clinipette
b. Pembuatan standar
1. Dipipet sebanyak 40 l standar dengan konsentrasi 5g/dL menggunakan
clinipette lalu dimasukkan kedalam tabung reaksi
2. Dipipet sebanyak 2000 l reagen 1 menggunakan clinipette lalu diamkan
selama 1-5 menit
3. Setelah 5 menit, ditambahkan 500 l reagen 2 menggunakan clinipette
c. Pembuatan Sampel
1. Dipipet sebanyak 40 l sampel dengan konsentrasi 5g/dL menggunakan
clinipette lalu dimasukkan kedalam tabung reaksi
2. Dipipet sebanyak 2000 l reagen 1 menggunakan clinipette lalu diamkan
selama 1-5 menit
3. Setelah 5 menit, ditambahkan 500 l reagen 2 menggunakan clinipette.
Diamkan selama satu jam lalu diukur menggunakan spektrofotometer
pada gelombang maksimum 546 nm
VII. DATA PENGAMATAN & PERHITUNGAN
Nama Pasien : Ciceu
Absorban sampel : 0.108
Absorban standar : 0.116
Perhitungan :
0.108
x 5 g/dl=4.65 g/dl
0.116
VIII. PEMBAHASAN
Dua kelompok besar daripada serum protein yang umumnya diminta
untuk diperiksa di bidang laboratorium Kimia Klinik adalah Albumin dan
Globulin. Fraksi albumin merupakan fraksi yang homogeny, sedangkanfraksi

globulin adalah fraksi yang heterogen yang terdiri dari berbagai jenis fraksi yan
berbeda . karena kedua perbedaan tersebut, maka pemeriksaan yang rutin
dilakukan adalah protein total dan albumin, dimana selisihnya merupakan
globulin.
Untuk protein total yang rutin digunakan adalah metoda biuret,
sedangkan untuk albumin yang digunakan adalah metoda warna (BCG/BCP).
Pada praktikum ini menggunakan metode biuret karena akan menghitung kadar
protein total. Kadar protein total yang normal adalah hsuis
Protein merupakan polimer L--amino. Suatu asam amino adalah
senyawayang mengandung gugus amino dan gugus karboksil. Pada asam amino
-amino,kedua gugus ini terikat pada atom karbon yang sama, yang dinamakan
sebagaikarbon-. karbon- setiap asam amino juga berikatan dengan atom H
dan berbagai pengganti, dinamakan gugus R atau rantai samping (Murray,
2003).Terdapat 20 asam amino yang lazim didapat dan membentuk
protein.Sembilan belas asam amino hanya berbeda pada rantai samping R atau
karboksilyang terikat pada karbon-. Yang kedua puluh, yaitu prolin berbeda
pada rantai sampingnya yang merupakan struktur cincin yang mengandung
nitrogen amino. (Murray, 2003)
Uji biuret ini dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
ikatan peptide dalam suatu senyawa sehingga uji biuret dapat dipakai untuk
menunjukan adanya senyawa protein. Langkah pengujian yang dapat dilakukan
adalah larutan sampel yang diduga mengandung protein ditetesi dengan larutan
NaOH kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO4 encer. Apabila larutan
berubah menjadi arna unggu maka larutan tersebut mengandung protein.
Reaksi biuret merupakan reaksi warna yang umum untuk gugus peptide
dan protein. Reaksi positif ditandai dengan terbentuknya warna ungu karena
terbentuk senyawa kompleks antara Cu2+ dan N dari molekul ikatan peptide.
Banyaknya asam amino yang terikat pada ikatan peptide mempengaruhi warna
reaksi ini. Senyawa dengan dipeptida memberikan warna merah. Beberapa
protein yang mempunyai gugus CS-NH-, CH-NH- dalam molekulnya juga
member tes warna positif dari reaksi biuret ini membentuk suatu senyawa
kompleks.

Pada praktikum ini pengukuran dilakukan dengan spektrofotometri uv


pada panjang gelombang maksimum 546 nm. Pertama tama kita lakukan blank
zero terlebih dahulu, selanjutnya hitung absorban standar lalu dilanjutkan
dengan sampel yang akan diukur. Standar dengan konsentrasi 5g/dl didapatkan
absorban sebesar 0.116 sedangkan sampel abosrbannya sebesar 0.108. setelah
dilakukan perhitungan kadar sampel sebesar 4.65 g/dl.
IX. KESIMPULAN
Kadar protein total pada sampel pasien bernama Ciceu sebesar 4.65 g/dl
yang merupakan kadar protein total pada anak-anak. Sedangkan kadar protein
normal sebesar

X. DAFTAR PUSTAKA
Murray, Robert K.,dkk 2003. Harpers Ilustrated Biochemistry. London:Lange
Medical Books/ McGraw-Hill