Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetauan dan teknologi pada saat
ini memang sangat pesat dan terus terjadi dengan tiada hentinya. Hal itu terlihat
dari berbagai produk teknologi yang tercipta semakin banyak dan canggih.
Inovasi tersebut tidak hanya pada satu bidang tertentu saja seperti komunikasi,
informasi, transportasi tetapi juga dibidang lainnya.
Perkembangan teknologi transportasi sangat cepat terutama dalam bidang
otomotif. Pada saat ini inovasi dalam otomotif semakin memanjakan pemakai,
dengan adanya terobosan teknologi yang terbaru harus mampu memenuhi
tuntutan pemakai (konsumen). Hal ini membuat pemakai lebih mudah, aman dan
nyaman karena telah disertakan perangkat keamanan dan kenyamanan yang
lengkap, yang akan berfungsi optimal, meliputi : rem, suspense, kemudi sistem
pendingin (AC mobil) dan lain sebagainya.
Di samping itu tuntutan dimasa yang akan datang lebih tinggi dan ketat,
sehingga mahasiswa diharapkan benar-benar membekali diri dengan segala
sesuatunya, bukan hanya sekedar teori yang didapat dari bangku perkuliahan
secara konseptual saja tetapi juga harus memahami dan mengetahui bagaimana
pelaksanaannya dilapangan dan kondisi yang terjadi di lapangan sebenarnya.
Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, Mata kuliah Chassis Otomotif
di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik dan Kejuruan Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebagai salah satu bagian dari lembaga pendidikan
berupaya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan
siap pakai. Salah satu cara yang dipakai adalah dengan mengirimkan mahasiswa

1 | Page

Page | 2

yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan observasi ke bengkel tentang


sistem pendingin (AC mobil) yang mana akan menjadikan pedoman pada praktik
atau kerja di lapangan nantinya dalam persiapan atau terjun ke dunia kerja.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, supaya penulisan laporan
ini tidak terlalu luas dari permasalahan yang dihadapi di bengkel, maka
pembahasan dalam penulisan laporan ini perlu adanya batasan masalah yaitu
pada Manajemen bengkel di Rally Auto Service Surakarta dan Perbaikan
sistem pendingin (AC mobil) pada mobil Nissan X Trail Tahun 2008 dengan
keluhan Hembusan udara hanya mati dan tinggi (rendah dan sedang mati) dan
juga AC yang kurang dingin di bengkel Rally Auto Service Surakarta.
C. Tujuan Observasi
Adapun tujuan dilakukanya observasi ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Mahasiswa memperoleh pengalaman, tambahan wawasan dan ilmu
pengetahuan terkini mengenai perkembangan dalam bidang otomotif
khususnya Teknik Pendingin (AC mobil) sehingga dapat mengembangkan dan
menerapkan ilmu pengetahuan yang didapatkan pada saat perkuliahan, bila
memungkin mahasiswa diharapkan dapat menemukan ilmu pengetahuan yang
tidak diajarkan di mata perkuliahan, sehingga diharapkan dapat memantapkan
kompetensi kejuruan mahasiswa dan meningkatkan mutu lulusan dari Program
Studi Pendidikan Teknik Mesin konsentrasi otomotif pada saat terjun mengajar
di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

2. Tujuan Khusus

Page | 3

Tujuan khusus observasi antara lain sebagai berikut:


a. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menambah ilmu
pengetauan dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti
pendidikan di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta
b. Mahasiswa mendapat tambahan bekal pengalaman untuk persiapan yang
lebih matang sebelum terjun ke lapangan untuk mengajar di SMK serta
mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan
kerja praktik
c. Memenuhi tugas mata kuliah Teknik Pendingin pada semester VII.
D. Manfaat Observasi
Adapun manfaat dari observasi tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Manfaat Bagi Mahasiswa
Observasi ini memiliki manfaat bagi mahasiswa, antara lain adalah:
a. Mahasiswa dapat memahami keadaan dan kebutuhan di dunia industri
khususnya yang berhubungan dengan system pendingin (AC mobil)
b. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk membandingkan dan
mempraktikkan antara ilmu teori tentang system pendingin (AC
mobil) yang diperoleh di kampus dengan ilmu praktis yang diterapkan
di tempat Bengkel
c. Memperoleh tambahan wawasan mengenai dunia kerja lingkup
industri otomotif khususnya system pendingin.
d. Mahasiswa bisa memberi masukan kepada pihak Program Studi untuk
meningkatkan efektifitas dari proses belajar mengajar di Program
Studi PTM UNS.
2. Manfaat Bagi Industri (Bengkel)

Page | 4

Observasi ini memiliki manfaat bagi industri, antara lain adalah:


a. Menumbuhkan hubungan baik antara Bengkel dan dunia pendidikan
yang memiliki dampak positif bagi keduanya dalam pencapaian
kualitas yang lebih baik
b. Sebagai media promosi bagi Bengkel untuk mempromosikan
keunggulan teknologi dan kualitas yang dimilikinya.

Page | 5

BAB II
PELAKSANAAN OBSERVASI
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Observasi
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya observasi untuk
memenuhi salah satu nilai tugas dari mata kuliah Teknik Pendingin yaitu:
1. Hari/ Tanggal

: Jumat, 27 November 2015

2. Waktu

: Pukul 08.30 WIB - selesai

3. Tempat

: Rally Auto Service Surakarta

4. Alamat

: Rally Auto Service beralamatkan di jln. Ahmad

Yani no. 399, Kerten, Solo, Jawa Tengah, no telp. (0271) 710716,
742900. Bengkel berada di belakang Rumah Sakit Panti Waluyo
Surakarta, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta lokasi berikut
ini :

Gambar 2.1 Denah Peta Lokasi Bengkel Rally Auto Service


(Google map)

Page | 6

Tabel 2.1 Jadwal Kegiatan Observasi


KEGIATAN
25

November - 2015
TANGGAL
26 27 28 29 30

31

Mencari Bengkel
Perijinan Bengkel
Observasi
Pembuatan Laporan Observasi
B. Alat dan Bahan Observasi
Alat
Adapun alat yang penulis gunakan dalam observasi adalah kamera yang
digunakan unuk dokumentasi / pengambilan gambar dan alat tulis yang penulis
gunakan untuk mencatat hal hal yang dirasa penting saat proses observasi
berlangsung.
Bahan
Karena kami melakukan observasi di bengkel, jadi bahan bahan yang
diperlukan untuk menunjang observasi telah disediakan oleh pihak bengkel
dimana kita melakukan observasi seperti :
1. Peralatan yang digunakan dibengkel Rally Auto Service

Gambar 2.2 Kunci dan obeng

Page | 7

Gambar 2.3 Kompresor (alat vacuum dan pemberi tekanan)

Gambar 2.4 manifold gauge


Dan masih banyak alat lain seperti : Thermometer untuk mengukur
suhu hembusan udara evaporator saat ac bekerja, Solder untuk menyambung
tahanan blower yang rusak/putus, dan masih banyak lagi yang disiapkan oleh
bengkel Rally Auto Service guna menangani permasalahan sistem AC yang ada
di Mobil Nissan X Trail tahun 2008.

2. Mobil yang diamati Nissan X Trail Tahun 2008


Ketika penulis melaksanakan observasisi bengkel Rally Auto Service
Teknisi sedang memperbaiki sebuah mobil Nissan X Trail dengan keluhan AC

Page | 8

kuarang dingin dan Hembusan blower AC hanya rendah dan Tinggi. Adapun
gambar dari proses perbaikan tersebut sebagai berikut :

Gambar 2.5 Nissan X Trail tahun 2008 di bengkel Rally Auto Srvice

Gambar 2.6 Proses Observasi saat pencarian kebocoran di Nissan X


Trail
C. Metode Penulisan
Dalam penyusunan laporan ini, penulis melakukan observasi dan
pengambilan data yang diperlukan untuk menganalisa permasalahan yang

Page | 9

dibahas dalam penulisan laporan ini. Penulis melakukan penyusunan dengan


menggunakan beberapa metode, antara lain :
1. Metode Observasi
Yaitu melakukan pengambilan data dengan cara melakukan pengamatan
pada saat melakukan Observasi di bengkel Rally Auto Service.
2. Metode Interview
Yaitu melakukan pengambilan data dengan cara menggali informasi
mengenai bengkel, pekerjaan yang sedang dikerjakan, dan lain-lain
melalui wawancara dan tanya jawab dengan pihak bengkel (mekanik, fore
man, service advisor, dan service manager).
3. Metode Kepustakaan
Yaitu melakukan pengambilan data dengan cara mencari informasi melalui
literatur-literatur yang berhubungan dengan materi yang bersangkutan,
manual book mobil, media internet, dan lain-lain.

P a g e | 10

BAB III
PEMBAHASAN
A Sejarah Singkat Perusahaan

Gambar 3.1 Bengkel Rally Auto Service


(Dokumentasi Adhi, 2015)
Pada awalnya pemilik Bengkel Rally Auto service, yaitu Bapak Slamet
Riyadi bekerja terlebih dahulu sebagai pegawai dari salah satu bengkel di Kota
Solo. Dengan berjalannya waktu, kemampuan membengkel Bapak Slamet
Riyadi semakin mahir, dan dengan modal itulah beliau berkeinginan untuk
membuka bengkel sendiri. Pada tahun 1992 akhirnya Bapak Slamet
membangun bengkel yang lumayan besar dengan nama Bengkel Rally Auto
Service yang berlokasikan di jln. Ahmad Yani no. 399, Kerten, Solo, Jawa
Tengah. Meskipun hanya menyediakan layanan service AC mobil, bengkel
dengan pegawai 10 orang ini telah memiliki banyak pelanggan setiap harinya.
Selain membangun bengkel di jln. Ahmad Yani, pada tahun 1998 Bapak Slamet
memperluas jaringan bisnis bengkelnya ke daerah Sukoharjo, dengan kapsitas
layanan sama seperti bengkel sebelumnya, bengkel di Sukoharjo tersebut hanya
melayani service AC mobil, dengan pegawai yang lebih sedikit, yaitu hanya
memiliki 2 pegawai. Setelah kurang lebih 8 tahun dari didirikannya bengkel

P a g e | 11

untuk yang pertama kali tepatnya pada tahun 2000, Bengkel Rally Auto Service
terus berkembang, dengan dipindahkannya letak bengkel di seberang lokasi
sebelumnya, bengkel ini diperluas dan menambahkan layanan pada
bengkelnya, yaitu spooring, balancing, tune up engine, ban, oli/sped, nirogen,
dan salon/cuci. Lokasi bengkel sebelumnya digantikan dengan tempat cuci
mobil dan diperluas lagi untuk ditambahkan dengan rumah makan Putri Solo.
Bengkel Rally Auto Service ini beroperasi mulai dari pukul 07.30 WIB
hingga pukul 17.00 WIB. Bengkel Rally cukup berkualitas dalam menangani
masalah-masalah kerusakan pada mesin kendaraan. Selain itu bengkel Rally
Auto Srvice juga bekerja secara profesional, tepat dan efisien dengan hasilnya
yang sangat memuaskan bagi konsumen, sehingga konsumen lebih tertarik
serta puas dengan pelayanannya yang ramah. Berbagai jenis kerusakan mampu
dikerjakan oleh bengkel ini. Bukan hanya servis ringan, overhaul mesin pun
dapat dilakukan di bengkel ini. Dalam sehari Bengkel Rally Auto Service dapat
memperbaiki 4-10 mobil bahkan sering juga mencapai belasan mobil, tetapi
jika turun mesin dapat mencapai 2 hari waktu pengerjaannya.
Bengkel Rally Auto Service selain melayani konsumen untuk
memperbaiki mobil juga menerima mahasiswa atau siswa yang ingin
melaksanakan Praktek disana. Bahkan banyak Sekolah Teknik Mesin (STM)
yang telah melakukan kerjasama untuk menempatkan siswa untuk PKL disana.
B Struktur Organisasi
Keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya dipengaruhi juga
oleh orang-orang yang berada dibelakang suksesnya suatu perusahaan. Semua
itu ada dalam struktur organisasi terdapat gambaran mengenai cara pengaturan
masing-masing kegiatan. Dimungkinkan dalam organisasi terdapat koordinasi
usaha diantara semua unit.
Struktur

organisasi

untuk

masing-masing

perusahaan

berbeda

tergantung dari besar kecilnya organisasi dan bidang usaha. Secara umum
dikatakan, tidak ada suatu struktur organisasi yang ideal dan dapat berlaku

P a g e | 12

umum. Struktur organisasi yang digunakan Bengkel Rally Auto Service adalah
jenis garis, karena pada perusahaan ini struktur organisasinya mempunyai ciriciri sebagai berikut:
a
b
c
d
e

Struktur organisasinya sederhana.


Jumlah karyawannya sedikit.
Semua anggotanya saling kenal.
Hubungan kerja antar pemimpin dan bawahan masih bersifat langsung.
Tujuan yang hendak dicapai perusahaan ini masih sederhana.
Bengkel Rally Auto Service dipimpin oleh Bapak Selamet Riyadi selaku

pemilik bengkel yang membawahi kepala bagian umum dan AC, mekanik, dan
bagian administrasi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut:

Pemimpin/
Pemilik
Bengkel

Kepala Bengkel

Administrasi
Manajer

Kepala
Bagian
Umum

Toolma
n

Mekani
k

Kepala
Bagian AC

Gambar 3.2 Bagan Struktur Organisasi Bengkel Rally Auto Service


(Dokumen wawancara Adhi, 2015)
1

Pemimpin/Pemilik Bengkel
Pemilik bengkel/kepala bengkel yaitu Bapak Slamet bertanggung
jawab penuh atas pelaksanaan usaha yang berada di bengkel, baik masalah
penyediaan spare part, jasa bengkel serta pelaksanaan operasional
keseharian. Merangkap sebagai kepala bengkel.

Kepala Bengkel
Kepala bengkel yang di rangkap oleh Bapak Slamet bertanggung
jawab secara penuh terhadap kegiatan yang terjadi pada bengkel baik yang
berhubungan dengan tenaga-tenaga mekanik yang bekerja di bengkel guna
melayani pelanggan ataupun kegiatan administrasi.

P a g e | 13

Administrasi Manajer
Administrasi yaitu Ibu Widi (Putri Bapak Slamet) bertanggung
jawab terhadap pelaksanaan operasi bengkel yang berhubungan dengan
administrasi yaitu pelayanan konsumen dan rasialisasi anggaran. Selain itu,
administrasi bertanggung jawab pada pengadaan spare part baik untuk
pihak intern maupun untuk pihak ekstern.

Kepala Bagian Umum dan Kepala Bagian AC


Kepala bagian umum Pak Dwi dan kepala bagian AC Pak Wiyanto
(Mas Bobot) bertanggung jawab atas kelancaran pekerjaan yang tercantum
dalam work order yang diterima dan bertugas untuk mengkoordinir work
order tersebut yang kemudian dibagikan kepada mekanik. Kepala bagian
memonitor proses perbaikan kendaraan pelanggan (customer) yang
dikerjakan mekanik dan membantu mekanik menangani pekerjaan bila
mekanik mengalami masalah. kepala bagian juga bertugas untuk memeriksa
kondisi keseluruhan dari kendaraan setelah selesai diperbaiki dan
memastikan semua pekerjaan yang telah dilakukan mekanik tidak
mengalami masalah. Perbaikan yang ditangani oleh kepala bagian umum
yaitu mencangkupi spooring, balancing, tune up engine, ban, oli/sped, dan
nirogen. Sedangkan untuk kepala bagian AC menangani khusus untuk
bagian AC mobil.

Toolman
Toolman Yaitu Pak Cecep bertanggung jawab menyiapkan alat-alat
yang akan digunakan untuk menservis pada setiap hari. Alat harus siap
dipakai pada setiap harinya dan dalam keadaan bersih. Sehingga toolman
harus membersihkan dan mengecek alat setiap hari. Toolman juga bekerja
sama dengan kepala bagian dan mekanik dalam hal mengadakan suatu alat

atau penggantian alat.


Mekanik
Seorang mekanik Wiryo dan Mokho pada AC dan Tri pada service
umum memiliki tanggung jawab untuk menjamin perbaikan, menjamin
kebersihan kenderaan dan menjamin peralatan dalam kondisi baik dan
berfungsi. Uraian tugas seorang mekanik adalah:

P a g e | 14

Ikut test drive untuk memastikan kerusakan atau komplain

pelanggan.
Mendiagnosis problem kendaraan dan Memberikan informasi

pekerjaan tambahan.
Melakukan perbaikan sesuai standar yang ada dan menjamin

kualitas.
Mengawasi mekanik yang magang.

C Proses Work Order


Customer
Datang

Pimpinan
Bengkel

Kepala
Bagian

Administrasi

Mekanik

Customer Keluar

toolman

Gambar 3.3 Proses Work Order


(Dokumen wawancara Adhi, 2015)
Uraian pemberian jalannya work order dari Pimpinan teknik sampai
Staff karyawan adalah sebagai berikut:
1

Customer datang masuk bengkel diterima oleh Kepala Bengkel.

Kepala bengkel mengecek terlebih dahulu mobil yang datang, lalu


melaporkan ke kepala bagian tentang kerusakan yang terjadi pada mobil
tersebut.

Kepala bagian mengkoordinir work order tersebut yang kemudian dibagikan


kepada mekanik.

Apabila ada komponen yang perlu diganti mekanik melaporkannya ke


administrasi dan menanyakan kepada konsumen.

Setelah kendaraan diperbaiki oleh mekanik dan dibantu oleh kepala bagian,
kendaraan dicek untuk menguji kelayakan dari servis.

P a g e | 15

Setelah

kendaraan dicek dan sudah tidak ada lagi

kerusakan maka

selanjutnya diserahkan pada Administrasi untuk membayar biaya servis.


7

Setelah pembayaran selesai maka kendaraan tersebut dibawa keluar area


bengkel.

D Manajemen Bengkel
Secara umum manajemen kerja terdiri dari manejemen waktu kerja dan
manejemen kebersihan, dan tugas masing-masing posisi seperti uraian diatas.
Adapun aturan jam kerja dan jadwal piket yang berlaku di Bengkel Rally Auto
Service adalah sebagai berikut:
Hari
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu

Masuk
07.30 WIB
07.30 WIB
07.30 WIB
07.30 WIB
07.30 WIB
07.30 WIB
Libur

Istirahat
12.00 12.30 WIB
12.00 12.30 WIB
12.00 12.30 WIB
12.00 12.30 WIB
11.30 12.00 WIB
12.00 12.30 WIB
Libur

Tabel 3.1 Jam Kerja Bengkel Rally Auto Service


(Dokumen wawancara Adhi, 2015)

Hari
Nama Pegawai
Senin
Mokho
Selasa
Dwi
Rabu
Tri
Kamis
Wiyanto
Jumat
Wiryo
Sabtu
Cecep
Tabel 3.2 jadwal piket Bengkel Rally Auto Service
(Dokumen wawancara Adhi, 2015)

E. Trouble Shooting AC (Air Conditioner) Nissan X Trail

Keluar
17.00 WIB
17.00 WIB
17.00 WIB
17.00 WIB
17.00 WIB
17.00 WIB
Libur

P a g e | 16

Sistem AC (Air Conditioner) merupakan sistem yang penting untuk


sebuah mobil karena sistem AC (Air Conditioner) berfungsi untuk
mengkondisikan atau menyejukan udara di kabin kendaraan. Maka dari itu
pengecekan sistem AC (Air Conditioner) secara berkala sangat diperlukan oleh
kendaraan, namun di Indonesia service berkala AC mobil sangat jarang
dilakukan. Mobil akan di bawa ke bengkel apabila sudah mengalami
kerusakan. Seperti Nissan X trail yang berada pada bengkel RALLY Auto
Service yang mengalami kerusakan cukup parah.

Gambar 3.4 Trouble Shooting AC Nissan X Trail


(Dokumentasi Adhi, 2015)
Keluhan
1. Hembusan udara hanya mati

Kemungkinan Kerusakan
Westarn (tahanan blower) yang rusak

dan tinggi (rendah dan sedang

Saklar pemindah kecepatan blower

mati)

yang rusak

2. AC tidak dingin

Kabel ada yang putus


Freon habis
Katup ekpansi tersumbat
Ada kebocoran
Evaporator kotor
Kompresor mati/ rusak
Magnetic clutch yang tidak bekerja

P a g e | 17

Pressure switch yang mati


Tabel 3.3 Kerusakan pada sistem AC pada mobil Nissan X Trail
(Dokumentasi wawancara Adhi, 2015)
F. Pemeriksaan Dan Perbaikan AC Nissan X Trail
Dari hasil keluhan yang diutarakan oleh konsumen di lanjutkan dengan
melakukan pengecekan pada sistem AC mobil. Pengecekan dilakukan untuk
mengetahui kerusakan yang terjadi, dari keluhan yang dirasakan konsumen
maka pengecekan dilakukan pada beberapa tahap, antara lain :
1. Hembusan udara hanya mati dan tinggi (rendah dan sedang mati)
Pada umumnya blower (kipas listrik) yang menghembuskan udara
dapat diatur pada beberapa kecepatan yaitu : off, rendah ( low), sedang
(medium), dan tinggi (high). Pengaturan kecepatan ini diatur oleh sebuah
saklar dan sebuah tahanan blower (westarn).
Pada Nissan X Trail blower hanya dapat di matikan dan di hidupkan
pada putaran tinggi saja. Untuk putaran rendah (low), dan sedang (medium)
blower tidak bekerja. Kerusakan seperti ini dapat disebabkan oleh beberapa
penyebab seperti : saklar yang rusak, kabel putus, tahanan blower (westarn)
yang rusak.
Pemeriksaan komponen yang bermasalah
Untuk memastikan penyebabnya dapat dilakukan dengan pemeriksaan
sebagai berikut:
a. Mempersiapkan alat dan bahan, obeng, kunci T 10,8
b. Membuka tutup dashboard depan samping, lihat posisi tahanan
blower (westarn) yang terletak dekat dengan evaporator.
c. melepaskan westarn dari dudukanya, dan lepaskan soket yang
menempel pada westarn.

P a g e | 18

Gambar 4.3 letak westarn yang berada dekat dengan evaporator


(Dokumentasi Adhi, 2015)
d. Pada soket, cek dengan menggunakan test lamp.
kabel dari saklar rendah (low), dihubungkan dengan test lamp. Bila
saklar di geser ke posisi rendah maka test lamp harus nyala. Begitu
pula untuk kabel sedang dan tinggi.
e. Apabila soket dalam kondisi yang baik maka dapat disimpulkan
kerusakan terdapat pada westarn.
Dari hasil pengecekan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan
bahwa penyebab blower ac Nisaan X Trail yang hanya dapat mati dan putaran
tinggi disebabkan oleh westarn yang rusak.
Pemeriksaan dan perbaikan tahanan blower (westarn)
Terdapat bermacam-macam tipe resistor blower yang digunakan untuk
ac mobil, ada yang berbentuk berupa resistor yang tertanam pada pcb seperti
resistor blower Nissan X Trail ini.

P a g e | 19

Gambar 4.4 Westarn pada mobil Nissan X Trail


(Dokumentasi Adhi, 2015)
Pengecekan westarn dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah
satunya yang paling sederhana adalah dengan pengelihatan (visual). Pada
westarn Nissan X Trail dapat dilihat bahwa ada jalur pcb yang putus.
Menurut pak bobot selaku mekanik westarn yang jalurnya yang putus sedikit
tidak perlu diganti dengan yang baru, cukup diperbaiki dengan menyambung
jalur yang putus tersebut. Cara penyambunganya adalah sebagai berikut.
a. Menpersiapkan solder dan timah (tenol).
b. Membersihkan jalur yang putus. Jalur dikerik (digosok) dengan cutter,
kemudian dibersihkan sampai terbebas dari kotoran.
c. Melelehkan timah pada ujung solder.
d. Menyambung jalur yang putus dengan lelehan timah dari solder.

P a g e | 20

Gambar 4.5 Proses perbaikan westarn


(Dokumentasi Adhi, 2015)
Setelah westarn selesai diperbaiki, soket dipasang kembali dan
westarn dipasang pada dudukanya. Setelah itu pasang kembali tutup
dashboard depan sampingdan lakukan uji coba untuk mengetahui apakah
sistem blower sudah dapat bekerja. Bila blower sudah dapat menunjukan
beberapa mode kecepatan (rendah, sedang dan tinggi) dengan baik, maka
dapat disimpulkan bahwa permasalahan blower yang hanya dapat mati dan
putaran tinggi sudah dapat teratasi.
2. AC tidak dingin
Permasalahan AC mobil yang tidak dingin dapat diatasi dengan
langkah langkah sebagai berikut :
Tes Tekanan Menggunakan Manifold Gauge
Langkah pertama yang dilakukan adalah pengetesan tekanan
menggunakan manifold gauge (charging manifold), mesin harus dalam
kondisi hidup dan berputar pada putaran 2.000 rpm. Sistem pendingin
diposisikan pada kondisi maksimum dengan cara sebagai berikut :
a) Menghidupkan mesin dan buka kap mesin.
b) Menempatkan manifold gauge pada tempat yang aman dan pastikan
kedua saluran dalam keadaan tertutup.

P a g e | 21

Gambar 4.6 posisi kran manifold gauge


(Budi Waluyo, MT.2013:12)
c) Melepaskan tutup saluran low pressure (L) dan pasang selang warna
kuning manifold gauge (kecil) dengan saluran low pressure, pastikan
pemasangan dilakukan dengan benar dan rapat.
d) Melepaskan tutup saluran high pressure (H) dan pasang selang warna
biru manifold gauge (besar) dengan saluran high pressure tersebut.

Gambar 4.7 Tutup L (low pressure) dan H (high pressure)


(Dokumentasi Adhi, 2015)

Gambar 4.8 Pemasangan manifold gauge

P a g e | 22

(Dokumentasi Adhi, 2015)


e) Jaga putaran mesin pada putaran 2.000 rpm. Dan melakukan pembacan
pada manifold gauge
f) Untuk tekanan standart low pressure yaitu 21 35 psi. Namun saat
pengukuran mobil Nissan X Trail hanya 12 psi.
g) Untuk tekanan standart high pressure yaitu 240 260 psi. Namun saat
pengukuran mobil Nissan X Trail hanya 100 psi.

Gambar 4.9 Zat pendingin (refrigerant) kurang.


(Danial Mandala, 2013)
bila zat pendingin (refrigerant) tidak normal (berkurang), ukuran
tekanan untuk kedua sisi, sisi tekanan rendah dan sisi tekanan tinggi akan
menunjukkan lebih rendah dari nilai normal yang seharusnya.
- Gejala

Tekanan di kedua sisi menjadi rendah , yakni sisi tekanan rendah


maupun tinggi.

Gelembung bisa dilihat dari gelas periksa atau bahkan tidak ada
refrigerant.

Pendinginan tidak cukup/ tidak dingin.

- Penyebab

Volume zat pendingin (refrigerant) rendah

P a g e | 23

Gas bocor

- Cara memperbaiki

Periksa kebocoran gas dan perbaiki.

Isi kembali zat pendingin (refrigerant)


Dari tes yang dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat kebocoran

dari sistem AC mobil Nissan X Trail. Hal ini dapat di ketahui dari tekanan
low pressure dan high pressure yang sangat rendah.
Tes Kebocoran
Karena dari pengukuran tekanan menggunakan manifold gauge
(charging manifold) mengindikasikan adanya kebocoran maka perlu
dilakukan pengecekan kebocoran pada sistem pendingin. Pengecekan
kebocoran dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan penglihatan
(visual),dan dengan air sabun.
1) Secara visual
Dalam mencari kebocoran dengan cara visual, kita menggunakan
penglihatan sebagai alat mencari kebocoran tersebut, periksa dan perhatikan
bagian-bagian yang berpotensi untuk mengalami kebocoran, contohnya di
sambungan-sambungan pipa dan seal. Apabila terjadi kebocoran biasanya
pada permukaan pipa atau komponen pendingin terlihat adanya oli kompresor
yang keluar bersama refrigerant.

Gambar 4.10 Selang yang berlumuran oli AC


(Dokumentasi Adhi, 2015)

P a g e | 24

2) Dengan air sabun


Apabila secara visual tidak kelihatan, kita dapat menggunakan air
sabun sebagai alat untuk mendeteksi kebocoran. pengecekannya cukup
mudah, yaitu dengan cara:
a. Menpersiapkan kuas, wadah sabun dan air, karena pada mobil Nissan X
Trail tekanananya terlalu rendah maka dibutuhkan alat pompa vacuum
untuk memberikan tekanan pada sisitem AC.

Gambar 4.11 alat pompa vakum


(Dokumentasi Adhi, 2015)
b. Menghubungkan selang tengah ke pompa vacuum (bagian yang
meniup) kemudian buka kedua kran yang ada pada manifold gauge dan
nyalakan pompa vacum.
c. Masukan sabun ke wadah kemudian isi air secukupnya . Aduk sampai
air berbusa (saat digunakan busanya harus dibuang).
d. Gunakan kuas untuk mengolesi bagian-bagian yang berpotensi besar
mengalami kebocoran.

Gambar 4.12 Pengecekan kebocoran dengan air sabun


(Dokumentasi Adhi, 2015)
e. Memperhatikan

gelembung

yang

ditimbulkan

oleh

keluarnya

refrigerant dari sistem pendingin.


f. Kalau setelah diolesi ternyata berbusa, berarti terjadi kebocoran. Setelah

P a g e | 25

kebocora diketahui matikan pompa vacuum.


Setelah dilakukan proses pengecekan kebocoran diketahui ada sebuah
kebocoran pada sambungan selang yang menuju evaporator. Kebocoran ini
dapat diatasi dengan mengganti satu set selang dan sambunganya selain itu
juga dapat menambal pada bagian yang bocor. Menurut Pak Wiyanto (kepala
mekanik bagian AC) Untuk kebocoran yang ada pada Nissan X Trail yang
tergolong ringan dan berada pada low pressure, sehingga dapat diatasi dengan
menambalnya.
Proses Penambalan Bagian Yang Bocor
AC (Air Conditioner) merupakan sistem tertutup, jadi

apabila

didalam sistem terdapat kebocoran harus segera diatasi. Kebocoran dapat


diatasi dengan berbagai cara, untuk kebocoran yang ada pada Nissan X Trail
diatasi dengan penambalan bagian yang bocor. Penambalan dipilih karena
beberapa alasan diantaranya adalah waktu yang cepat, dan biaya yang murah.
Selain itu kebocoran yang terletak pada low pressure (selang dingin) sehingga
masih memungkinkan untuk ditambal, cara penambalanya adalah sebagai
berikut :
a. Membersihkan bagian yang akan di tambal, dicuci hingga terbebas
dari dari minyak/ oli dan kotoran lainya.
b. Menyiapkan bahan untuk menambal, mencampurkan bahan dengan
tutup putih dan hitam kemudian diaduk hingga merata

P a g e | 26

Gambar 4.13 Bahan untuk menambal


(Dokumentasi Adhi, 2015)
c. Mengoleskan hasil campuran pada tempat yang ingin ditambal.

Gambar 4.14 Proses menambal


(Dokumentasi Adhi, 2015)
d. Diamkan hingga kering

Gambar 4.15 hasil penambalan


(Dokumentasi Adhi, 2015)

P a g e | 27

e. Setelah

penambalan

selesai,

langkah

berikutnya

adalah

memberikan tekanan sekitar 250 psi. dan didiamkan selama 5 s.d


10 menit. Bila tekanan tidak menurun maka dapat disimpulkan
bahwa sudah tidak ada kebocoran lagi.
Pengisian Refrigerant
Setelah kebocoran sistem AC telah teratasi maka langkah selanjutnya
adalah pengisian refrigerant. pengisian refrigerant dilakukan ketika sistem
sirkulasi mengalami kebocoran. Selain itu pengisian refrigerant dilakukan
ketika terjadi kerusakan pada bagian komponen AC, seperti kerusakan
kompresor dan receiver/dryer. Sebelum pengisian refrigerant dilakukan,
sebaiknya lakukan proses vacuum terlebih dahulu dan pengisian oli. Adapun
langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Memvakum Sistem AC (evacuating)


Langkah ini dilakukan untuk mengosongkan sistem AC. Langkah

ini sangat diperlukan untuk pengisian refrigerant yang baru.


a. Memasang manifold gauge, Charging manifold biru ke nipel
tekanan rendah, merah ke tekanan tinggi, selang tengah ke
kompresor vacuum.
b. Memposisikan semua katup terbuka, lalu hidupkan pompa vakum.

Gambar 4.16 Posisi kran saat memvakum


(Budi Waluyo, MT.2013:14)

P a g e | 28

c. Setelah 10 menit periksa gauge tekanan rendah apa sudah


mencapai : -30 inch-Hg (-760 mm Hg), atau benar-benar vakum.
d. Tutup kedua katup, matikan pompa vakum dan tunggu 5-10 menit,
kalau tekanan berubah maka sistem bocor dan periksalah
kebocorannya. Kalau tetap berarti sistem sudah vakum dan siap
diisi refrigeran.

Penambahan oli pada sistem


Langkah ini dilakukan pada tahap akhir dari proses memvakum.

Tujuannya untuk menggantikan oli yang ikut terbawa oleh refrigeran


pada saat kebocoran atau oleh komponen apabila dilakukan pergantian
komponen yang telah rusak. Langkah dari penambahan oli sebagai
berikut :

Gambar 4.17 Skema penambahan oli


(Budi Waluyo, MT.2013:16)
a. Menjelang akhir proses vakum, tutuplah katup Lo dan Hi serta

P a g e | 29

matikan pompa vakum.


b. Menyiapkan jumlah oli yang akan ditambahkan ke dalam sistem
pada wadah atau takaran oli.
c. Melepas selang sisi low pressure dari manifold gauge, dan
pindahkan ke wadah oli yang telah disiapkan.
d. Menghidupkan pompa vakum, kemudian buka katup Hi sedikit
saja untuk menghindari oli ikut tersedot keluar (katup Lo
tertutup).
e. Setelah oli habis tutup katup Hi.
f. Memasang kembali selang sisi tekanan rendah pada manifold
gauge.
g. Membuka kedua katup Lo dan Hi. Lanjutkan memvakum.
Selama 2 s.d 3 menit.

Pengisian refrigeran pada AC mobil


Langkah ini dilakukan setelah sistem divakum dan diyakini tidak

bocor. Langkah langkah pengisian dapat dilakukan seperti berikut ini :

Gambar 4.18 Proses pengisian refrigerant


(Dokumentasi Adhi, 2015)
a. Menyambungkan selang tengah manifold gauge ke tabung
refrigeran.
b. membuka katup tabung refrigeran
c. Kalau manifold gauge ada nipelnya, tekan nipelnya sehingga
udara yang terjebak pada selang bisa keluar. Apabila tidak ada
nipelnya, kendorkan selang tengah pada sisi manifold gauge

P a g e | 30

sampai terdengar suara udara keluar. Selanjutnya kencangkan


kembali selang tersebut.

Gambar 4.19 Pembuangan udara pada selang tengah


(Budi Waluyo, MT.2013:17)
d. Membukalah katup Lo, sedangkan katup Hi tetap tertutup.
(pengisian dalam wujud gas posisi tabung tegak (tidak boleh
terbalik), dan lewat saluran hisap). Setelah tekanan mencapai
kira-kira 4 bar (58,8 psi) tutuplah katup Lo.
e. Menghidupkan mobil dan AC dengan kondisi sebagai berikut :
i. Putaran mesin : 1.500 2.000 rpm
ii. Kecepatan blower : maximum
iii. Temperatur sekitar : 30C -35C
iv. Temperatur control : maximum cool
f. Biarkan beberapa saat hingga refrigerant bersirkulasi dengan
baik. Dan amati pengukuran tekanan pada manifold gauge.
g. Membuka kembali katup Lo, dan isikan refrigeran sampai pada
jumlah refrigeran optimal Lo 30 s.d 35 psi, Hi 250 psi.
h. Kalau pengisian sudah selesai, tutup katup Lo dan katup tabung
refrigeran.
i. Mematikan AC dan engine penggerak.
j. Setelah tekanan stabil lepaskan manifold gauge dari sistem dan
tabung refrigeran.
k. Langkah pengisian refrigeran selesai.
Penting:
Pengisian dilakukan bertahap, sambil mengamati perubahan tekanan

P a g e | 31

di dalam system. Saat melakukan pengisian refrigerant tidak boleh


ada terbalik antara pengisian posisi gas dengan posisi cair.
G. Pemeriksaan Kinerja AC Nissan X Trail Setelah Perbaikan
Setelah kerusakan diperbaiki, langkah selanjutnya adalah mengecek
kinerja sistem AC mobil Nissan X Trail. Pengecekan ini diakukan untuk
mengetahui kinerja sistem AC pada mobil Nissan X Trail apakah sudah bekerja
dengan baik ataukah masih ada permasalahan. Tahapan pengecekan sistem AC
mobil Nissan.

Pemeriksaan suhu evapurator


Tes temperature merupakan tes yang dilakukan untuk
mengetahui suhu didalam saluran evaporator dan diluar
evaporator, dalam hal ini suhu didalam dan diluar, yaitu di
ruangan mobil tersebut. Tes ini dilakukan dalam keadaan
mesin Nissan X Trail menyala dan temperature di setel dalam
posisi maximum dan blower pada putaran tertinggi. dibawah
ini adalah table perbandingan temperature di dalam saluran
evaporator dan diluar evaporator.
Temperatur udara luar

Temperatur udara dalam

(oC)

saluran evaporator

15
20
26
32
37

(oC)
4-6
4-6
4-7
5-8
7-10

Tabel 4.2 Perbandingan udara luar dengan suhu didalam saluran


Evaporator
(Pustekkom Depdiknas.2008)

P a g e | 32

Adapun untuk melakukan tes temperatur alat yang


digunakan adalah thermometer. untuk melakukan tes
suhu evaporator langkah-langkah nya adalah sebagai
berikut :
1) Siapkan thermometer yang akan digunakan untuk
mengukur suhu didalam saluran Evaporator
2) Hidupkan AC mobil dengan kondisi sebagai berikut :
Putaran mesin : 1.500 2.000 rpm
Kecepatan blower : maximum
Temperatur control : maximum cool
3) Letakkan thermometer diantara sela-sela ventilasi
saluran blower. Tunggu hingga beberapa saat.

Gambar 4.20 pengukuran suhu didalam saluran evaporator


(Dokumentasi Adhi, 2015)
4) Membaca thermometer hasil pengukuran suhu mobil
Nissan X Trail menunjukan 3,3 C
Dari

hasil

pengukuran

suhu

evaporator

yang

menunjukkan 3,3 C. dapat disimpulkan bahwa sistem AC


mobil Nissan X Trail berjalan dengan baik. Namun suhu yang
terlalu dingin dapat menyebabkan penyumbatan didalam

P a g e | 33

evaporator akibat refrigerant yang berubah menjadi es. Maka


dari

itu

perlu

dilakukan

penggembosan/pembuangan

refrigerant hingga didapat suhu 5 s.d 6 C.

Pemeriksaan hembusan blower


Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan hembusan blower.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kenerja dari blower yang telah
mengalami perbaikan, apakah sudah berfungsi dengan baik atau belum.
Langkah pemeriksaanya adalah sebagai berikut.
1) Hidupkan mesin dan atur temperatur pada suhu maximum.
2) Putar selektor kecepatan blower pada posisi low, merasakan hembusan
blower. Hembusan blower hidup dengan hembusan yang rendah.
3) Putar selektor kecepatan blower pada posisi medium, merasakan
hembusan blower. Hembusan blower hidup dengan hembusan yang
sedang
4) Putar selektor kecepatan blower pada posisi High, merasakan
hembusan blower. Hembusan blower hidup dengan hembusan yang
tinggi
Dari pemeriksaan kinerja blower yang dilakukan pada mobil Nissan X
Trail dapat disimpulkan bahwa blower bekerja baik dalam beberapa tingkat
kecepatan

Pemeriksaan kopling magnet


Pengujian akhir yang dilakukan adalah pengujian kopling magnet untuk
mengetahui apakah kopling magnet dapat bekerja dengan baik atau tidak,
terutama pada saat cut off untuk menyesuaikan

suhu kabin. Saat kita

memutar selektor suhu AC, sebenarnya kita mengatur sebuah thermostat,


thermostat ini yg akan mengatur cut off dari kopling magnet. Cara
pengujianya dilakukan oleh 2 orang, satu orang didalam mobil dan yang satu
lagi berada di luar (didekat kompresor AC) adalah sebagai berikut :
1) Pada posisi mesih hidup dan AC pada suhu maximum dan putaran
blower posisi high.
2) Tunggu 2 s.d 3 menit hingga suhu evaporator dapat tercapai.

P a g e | 34

3) Setelah suhu dirasa dingin, turunkan selektor suhu AC perlahan.


4) Pada saat selektor suhu AC diturunkan, (orang diluar) mendengarkan
suara klik pada kopling magnet yang menandakan AC berhenti
bekerja.
5) Setelah beberapa saat. Naikan kembali selektor suhu AC perlahan
6) Pada saat selektor suhu AC dinaikan, (orang diluar) mendengarkan
suara klik pada kopling magnet yang menandakan AC kembali
bekerja.
Dari hasil pengujian kopling magnet yang dilakukan pada mobil Nissan
X Trail. Dapat disimpulkan bahwa kopling magnet dapat bekerja dengan baik.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan setelah perbaikan. Dapat
disimpulkan bahwa sistem AC mobil Nissan X Trail dalam kondisi yang sudah
bagus dan siap digunakan.

P a g e | 35

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam pelaksanaan praktek industri yang dilaksanakan di RALLY Auto
Service selama 1 bulan, penulis mendapatkan banyak ilmu pengetahuan baik itu
hal yang baru atau yang bersifat pengembangan. Dari pelaksanaan praktek yang
telah dilaksanakan dan dengan adanya penuliasan laporan ini dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Mobil Nissan X Trail di bengkel Rally Auto Service mengalami kerusakan
yaitu blower yang hanya dapat mati dan tinggi disebakan oleh jalur westarn
putus. Selain itu AC yang tidak dingin, hal ini desebabkan karena refrigerant
yang kurang akibat kadanya kebocoran.
2. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan menyambung jalur westarn yang
putus dan melakukan penambalan pada kebocoran pada pipa sambungan Low
Pressure Dan mengisi ulang refrigerant.
3. Kerusakan yang ada pada Nissan X Trail saling berhubungan. Kerusakan
utama adalah kebocoran

menyebabkan suhu evaporator tidak dingin .

Namun blower AC yang tetap dipaksakan hidup

menyebabkan westarn

panas dan jalurnya putus.


B. Saran
Adapun beberapa saran yang penulis sampaikan dalam penyusuanan
laporan Praktik industri ini, antara lain:
1. Saran untuk perusahaan
a. Hendaknya pihak perusahaan memberi kesempatan yang lebih luas untuk
mahasiswa agar bisa menggali informasi sedalam-dalamnya dalam
pelaksanaan praktek industri.
b. Hendaknya perusahaan bisa memberikan kesempatan Praktek Industri
kepada Mahasiswa pada tahun depan
2. Saran untuk kampus

P a g e | 36

a. Hendaknya pihak kampus mendaftar perusahaan yang mau bekerja sama


dengan pihak universitas untuk mempermudah mahasiswa dalam
pencarian tempat praktik industri.
b. Hendaknya pihak kampus selalu menjaga hubungan baik dengan setiap
perusahaan yang pernah bekerja sama dengan mahasiswa praktek industri
agar tercipta hubungan baik antara kedua belah pihak.
3. Saran untuk mahasiswa
a. Hendaknya mahasiswa mengetahui dengan jelas dan memahami prosedur
pelaksanaan praktik industri baik secara tertulis maupun teknis agar baik
sebelum, saat pelaksanaan dan sesudah praktik industri.
b. Hendaknya mahasiswa dapat bekerja dengan penuh semangat dan sepenuh
hati pada saat pelaksanaan pratik di bengkel agar hasil kerja menjadi
optimal dan pihak perusahaan puas dan senang dengan hasil kerja
mahasiswa.
c. Hendaknya mahasiswa harus selalu menjaga sikap dan tingkah laku yang
baik serta kedisiplinan untuk menjaga nama baik kampus.
4. Saran untuk mayarakat umum
a. Hendaknya masyarakat yang menggunakan mobil yang terdapat fasilitas
AC, melakukan perawatan berkala untuk menjaga kinerja system AC dan
merawat agar masa pakainya panjang.
b. Hendaknya masyarakat yang menggunakan mobil yang terdapat fasilitas AC,
apabila terdapat kerusakan (kinerja AC bermasalah) langsung matikan (jangan
dihidupkan). Matikan AC mobil agar kerusakan tidak menyebar ke komponen
yang lain. Dan segera melakukan perbaikan.

P a g e | 37

DAFTAR PUSTAKA
Danial Mandala. 2013. Pengertian, Fungsi, Komponen, Cara Kerja, Diagnosa
Kerusakan Sistem Ac (Air Conditioner) Kendaraan Dikutip pada:
http://danialmandala.blogspot.com/2013/12/sistem-pendingin-airconditioner.html . Diakses pada tanggal 13 Mei 2015.
Nurdianto, Nanang. 2009. Air Conditioning. Magelang: Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan SMK Negeri 1 Magelang.
Nisan Ku. 2012. Spesifikasi Lengkap Nissan X-Trail ) Dikutip pada: http://nissan
koe.blogspot.com/2012/11/spesifikasi-lengkap-nissan-X-Trail.html . Di
-akses pada tanggal 13 Mei 2015.
Pustekkom Depdiknas.2008. Sistem Air Conditioner (AC) Dikutip pada: http://medukasi.net/online/2008/sistemac/carakerja.html. Diakses pada tanggal
13 Mei 2015.
Pustekkom Depdiknas.2008. Sistem Air Conditioner (AC) Dikutip pada: http://medukasi.net/online/2008/sistemac/komponen.html. Diakses pada tanggal
13 Mei 2015.
Pustekkom Depdiknas.2008. Sistem Air Conditioner (AC) Dikutip pada: http://medukasi.net/online/2008/sistemac/prinsip.html. Diakses pada tanggal 13
Mei 2015.
Team Training. 1996. New Step 1 Training Manual. Jakarta: Toyota Astra motor.
Triyono, Wahyu. 2009. Pemeliharaan/servis sistem air conditioners. Jakarta:
Erlangga.
Waluyo, Budi, MT. 2013. Modul praktek : Sistem AC dan Accesoris Kendaraan.
Magelang : Universitas Muhammadiyah Magelang.