Anda di halaman 1dari 8

TRAFO TEGANGAN

Pada Gambar 6.1 diperlihatkan contoh suatu trafo tegangan. Trafo tegangan
adalah trafo satu fasa step-down yang mentransformasi tegangan sistem ke
suatu tegangan rendah yang besarannya sesuai untuk lampu indikator, alat
ukur, relai dan alat sinkronisasi. Transformasi tegangan ini dilakukan atas
pertimbangan harga peralatan tegangan tinggi yang mahal, dan bahaya yang
dapat ditimbulkan tegangan tinggi bagi operator. Tegangan perlengkapan
seperti indikator, meter dan relai dirancang sama dengan tegangan terminal
sekunder trafo tegangan yang dirancang dalam ratusan volt.

Ada dua jenis trafo tegangan, yaitu: trafo tegangan magnetik dan trafo
tegangan kapasitif. Trafo tegangan kapasitif, selain untuk keperluan pengukuran,
sekaligus dapat digunakan untuk keperluan komunikasi Qtower line carrier).
Berikut ini akan diuraikan tentang konstruksi dan karakteristik kedua jenis trafo
tegangan tersebut.

TRAFO TEGANGAN MAGNETIK


Komponen utama suatu trafo tegangan magnetik adalah: kumparan primer,
kumparan sekunder, dan inti baja silikon. Susunan dan hubungan ketiga
komponen tersebut ditunjukkan pada Gambar 6.2. Ketiga komponen tersebut
dicetak dalam isolasi padat atau dimasukkan dalam suatu bejana berisi isolasi
cair atau gas' Dalam praktiknya, badan trafo tegangan selalu terhubung ke
tanah. Prinsip kerja trafo tegangan sama dengan trafo daya. Kumparan primer
dihubungkan ke jaringan tegangan tinggi yang akan diukur, sehingga arus
mengalir pada kumparan primer. Arus pada kumparan primer menimbulkan
fluks magnetik pada inti trafo tegangan. Fluks tersebut akan menginduksikan
gaya gerak listrik yang rendah pada kumparan sekunder sehingga pada terminal
kumparan sekunder terdapat beda tegangan yang sebanding dengan tegangan
jaringan yang diukur. Karakteristik yang membedakan trafo tegangan dengan
trafo daya adalah:
a. Kapasitasnya kecil (10 - 150 VA), karena bebannya hanya peralatan yang
mengkonsumsi daya rendah, seperti voltmeter, kWh-meter, wattmeter, relai
jarak,sinkronoskop dan lampu indikator.
b. Karena digunakan kontinu dan menjadi beban bagi sistem yang
menggunakannya, maka trafo tegangan dirancang mengkonsumsi energi yang
sekecil mungkin.
c. Untuk mengurangi kesalahan pengukuran, trafo tegangan dirancang
sedemikianagar tegangan sekunder sebanding dan sefasa dengan tegangan
primer.
d. Tegangan pengenal sekunder trafo tegangan umumnya ditetapkan 100 - 230
Vatau (l@ - Bq $ V.

Ada tiga jenis trafo tegangan magnetik, yaitu: trafo tegangan kutub tunggal,
trafo tegangan kutub ganda dan trafo tegangan tiga fasa. Rangkaian listrik
masing-masing jenis trafo tegangan tersebut diperlihatkan pada Gambar 6.3

Di samping untuk pengukuran sistem tiga fasa, trafo tegangan kutub tunggal
dan trafo tegangan tiga fasa dapat sekaligus digunakan untuk mencatu
tegangan kepada relai proteksi arus-tanah. Dalam ha1 ini, trafo tegangan
dilengkapi lagi dengan kumparan tambahan yang digunakan untuk mendeteksi
adanya arus gangguan tanah. Kumparan tambahan ini disebut kumparan
proteksi. Kumparan proteksi ketiga unit trafo tegangan dihubungkan seri
seperti diperlihatkan pada Gambar 6.4

Bentuk badan trafo tegangan kutub tunggal dan kutub ganda diperlihatkan pada
Gambar 6.5. Trafo tegangan kutub ganda digunakan untuk pengukuran daya
dan energy sistem tiga fasa. Kedua terminalnya diisolir terhadap bumi seperti
diperlihatkan pada Gambar 6.5c. Dilihat dari terminal belitan primernya, trafo
tegangan kutub tunggal terdiri atas trafo tegangan tanpa bushing (Gambar

6.54) dan trafo tegangan dengan bushing (Gambar6.5b). Trafo tegangan


dengan bushing digunakan untuk tegangan di atas 11 kV. Konstruksi trafo
tegangan kutub tunggal lebih sederhana daripada trafo kutub ganda, karena
tebal isolasi pada trafo tegangan kutub tunggal dapat dibuat bertingkatsesuai
dengan tekanan elektrik yang dipikulnya; sedangkan pada trafo tegangan
kutub ganda, seluruh kumparan tegangan tinggi harus diisolasi terhadap
bagian-bagian yang dibumikan dengan tebal isolasi yang sama, agar trafo
tegangan dapat memikul tegangan apengujian penuh. Oleh karena itu trafo
tegangan kutub ganda hanya digunakan untuk tegangan pengenal sampai 30
kV sedangkan trafo tegangan kutub tunggal dipergunakan untuk tegangan
pengenal yang lebih tinggi. Beberapa macam konstruksi trafo tegangan magnetik
diperlihatkan pada gambar 6.6.
Pemilihan jenis konstruksi trafo tegangan magnetik bergantung kepada nilai
tegangan operasi dan tempat instalasi. Untuk pemakaian pasangan dalam,
trafo ukur tegangan biasanya diisolasi dengan resin epoksi, di mana semua
kumparan dan kadang-kadang termasuk inti besi dicetak dalam bahan isolasi
resin padat (Gambar 6.6a). Untuk operasi pasangan luar, trafo resin epoksi
masih dapat dipakai untuk tegangan pengenal yang tidak terlalu tinggi. untuk
tegangan yang lebih tinggi dipakai trafo kutub tunggal dengan isolasi minyakkertas. Rancangan trafo kutub tunggal isolasi minyak-kertas terdiri dari dua
jenis, yairu: jenis tangki logam dan jenis tabung isolasi. Pada jenis pertama,
badan aktif trafo tegangan dimasukkan dalam bejana baja. Pada bejana
dipasang bushing untuk
melewatkan tegangan tinggi ke terminalnya (Gambar 6.6b). Pada jenis kedua,
badan aktif trafo semua dibungkus dengan tabung porselen (Gambar 6.6c).
Jenis terakhir ini, biasanya digunakan untuk tegangan yang lebih besar daripada
66 kV. Pemilihan jenis konstruksi trafo tegangan bergantung pada susunan
bahan aktif trafo (inti dan kumparan). Dilihat dari segi pemakaian tempat,
jenis tabung isolasi adalah lebih baik karena konstruksinya lebih kecil.
Konstruksinya sangat berbeda dengan jenis tangka Iogam yang harus
menggunakan tabung porselen dengan diameter yang lebih besar.

TRAFO TEGANGAN KAPASITIF


Untuk pengukuran tegangan di atas 110 kV adalah lebih ekonomis
menggunakan trafo tegangan kapasitif daripada menggunakan trafo tegangan
magnetik, karena konstruksi isolasi trafo tegangan kapasitif lebih sederhana
daripada trafo tegangan magnetik. Trato tegangan kapasitif akan lebih
ekonomis lagi jika digunakan sekaligus untuk pengiriman sinyal melalui
konduktor transmisi (power line carrier), yaitu sinyal komunikasi data. sinyal
audio dan sinyal kendali jarak jauh (telecontrol). Trafo tegangan kapasitif
digunalian juga untuk pengukuran energi pada konsumen industri. Sangat
andal digunakan untuk mencatu tegangan ke relai elektronik yang bekerja
sangat cepat, terutama jika trato tegangan kapasitif menggunakan peredam
osilasi elektronik. Rangkaian ekuivalen tralc
tegangan kapasitif diperlihatkan pada Gambar 6.7 di halaman 102

Ketika hubungan antara terminal kumparan primer trafo tegangan yang


dibumikan dengan inti atau badan trafo tegangan dibuka, kumparan primer
dirancang mampu memikul tegangan frekuensi daya sebesar 3 kV,,,, dalam
durasi singkat. Jika rugi-rugi pada trafo penengah diabaikan dan impedansi
bebannya tidak terhingga (terminal belitan sekunder terbuka), maka hubungan
tegangan v,,, v, dan v,dinyatakan sebagai :

Jika rugi-rugi pada trafo penengah dan impedansi beban diperhitungkan, maka
faktor
pemUagi tegangan kapasitor (a,) dan faktor transformasi sistem pengukuran
(ao) akan
teruUatr. Untuk mengkompensaii perubahan tersebut, maka di antara kapasitor
C, dengan
trafo penengah disisipkan suatu induktor kompensasi (l) seperti yang pada
Gambar 6'8'
iilru zuadalah impedansi ekuivalen gabungan trafo penengah dengan beban
dilihat dari sisi t"gungun tinggi, maka hubungan tegangan jaringan dengan
tegangan primer
trafo penengah menjadi :

Bila nilai L. C,dan C, dipilih sedemikian, sehingga memenuhi hubungan di


bawah ini:

GALAT (ERROR)

Ketika mengukur suatu besaran listrik, hasil ukur yang ditunjukkan alat ukur
tidak
persis sama dengan nilai sebenarnya dari besaran listrik yang diukur. Selisih
antara nilai
besaran yang sebenarnya dengan nilai yang ditunjukkan alat ukur disebut
kesalahan.
Galat adalah kesalahan pengukuran relatif, yakni perbandingan antara
kesalahan dengan
nilai sebenarnya. Jika nilai sebenarnya dari besaran yang diukur adalah
dan nilai
yang ditunjukkan alat ukur adalah

Nb

N u , maka besar galat adalah

Untuk pengukuran daya dan energi bolak-balik, ada dua besaran yang perlu
diukur
yaitu tegangan dan sudut fasa tegangan. Oleh karena itu, jika trafo tegangan
akan
digunakan untuk pengukuran daya dan energi bolak-balik, maka galat yang
terjadi ketika
mengukur besaran-besaran tersebut perlu diketahui. Berikut ini akan
dijelaskan galat
yang berhubungan dengan kedua besaran tersebut jika pengukuran dilakukan
dengan
trafo tegangan.
Galat Trafo Tegangan Magnetik
Jika tegangan suatu sistem diukur dengan menggunakan trafo tegangan, maka
ditemukan
dua jenis galat, yaitu galat rasio dan galat sudut. Untuk menjelaskan arti dari
kedua
galat ini, pada Gambar 6.10a diperlihatkan rangkaian ekuivalen suatu trafo
tegangan
dilihat dari sisi primer atau sisi tegangan tinggi. Diagram fasor tegangan dan
arus pada
rangkaian tersebut diperlihatkan pada Gambar 6. 10b.

Dalam halini

Z0

Re

dan

Xe

masing-masing adalah impedansi beban nol,

ekuivalen
resistansi dan ekuivalen reaktansi bocor kumparan trafo dilihat dari sisi
tegangan tingsr
Nilai ketiga impedansi tersebut dapat diperoleh dari percobaan beban nol dan
percobaar
hubung singkat trafo tegangan yang bersangkutan.
Impedansi dan tegangan alat ukur dilihat dari sisi tegangan tinggi adalah

Galat rasio dan galat sudut iergantung kepada impedansi alat ukur atau beban
yang terpasang
pada tenninal sisi sekunder trafo. Beban yang terhubung pada terminal sisi
sekunder trafo ukur disebut burden. Pengaruh beban terhadap galat
diperlihatkan pada Gambar 6.11.

Galat Trafo Tegangan Kapasatif


Rangkaian ekuivalen trafo tegangan kapasitif diperlihatkan pada Gambar 6. 13
di halaman
108. Dalam hal ini C,-C, adalah pembagi tegangan kapasitif; X* adalah
reaktansi induktor
kompensasi; Zo', R"' dan X"' adalah parameter trafo penengah dilihat dari sisi
primer:
sedangkan Zu' adalah impedansi alat ukur atau beban dilihat dari sisi primer.
Seandainya induktor kompensasi, trafo penengah dan beban tidak ada, maka
menurut Persamaan 6.4, nllai tegangan pada kapasitor C, adalah :

Seandainya tidak ada rugi-rugi di antara terminal kapasitor C, dengan terminal


alat
ukur dan impedansi alat ukur adalah tak-terhingga, maka tegangan Vr.' = V,.
Artinla.
nilai Vr' yang benar sama dengan V

Jika tegangan fasa ke netral sistem (V,) dan semua impedansi pada rangkaian
di atas
diketahui, maka dengan analisis rangkaian listrik, tegangan Vr' dapat dihitung.
Dengan
demikian, galat rasio trafo tegangan kapasitif dapat dinyatakan seperti
persamaan di
bawah ini :

Suatu alat ukur dinyatakan sangat akurat jika galatnya sangat kecil. Oleh karena
itu,
kelas ketelitian suatu alat ukur bergantung kepada galat alat ukur tersebut.
Menurut
ketelitiannya, trafo tegangan dibagi atas beberapa kelas. Pada tabel 6.1
diperlihatkan
kelas ketelitian trafo tegangan dan penggunaannya.
Batas galat pada Tabel 6.1 berlaku untuk kondisi sebagai berikut :
Tegangan yang diukur : (0,8 - 1,2) tegangan nominal
Beban
: (0,25 - 1,0) burden nominal
Faktor daya
: 0.8 lagging