Anda di halaman 1dari 4

Injeksi Intravena

Pengertian
Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam
pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit.
Tujuan
Memperoleh reaksi obat yang lebih cepat dibandingkan dengan injeksi
parenteral yang lain.
Menghindari kerusakan jaringan.
Memasttkkan obat dalam volume yang lebih besar.
Tempat injeksi
Pada lengan (vena basilika dan vena sefalika).
Pada tungkai (vena safena)
Pada leher (vena jugularis)
Pada kepala (vena frontalis atau vena temporalis)
Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 12.13.
Persiapan alat
Buku catatan pernberian obat atau kartu obat
Kapas alkohol
Sarung tangan sekali pakai (bersih)
Obat yang sesuai
Spuit 2-5 ml dengan ukuran 21-Z.5, panjang jarum 1-2 inci
Bak spuit
Baki obat
Plester
Perlak pengalas

Pembendung vena (torniket)


Kasa steril
Betadin
Bengkok

Prosedur pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Siapkan obat sesuai dengan prinsip "lima benar". 3. Identifikasi
klien.
4. Beri tahu klien dan jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
5. Ahtr klien pada posisi yang nyaman dan sesuai dengan ke
buhthan.
.
6. Pasang perlak pengalas.
7. Bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja.
S. Letakkan pembendung 15 cm di atas area penusukan.
9. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda lesi, kekakttarv,
peradangan, atau rasa gatal sesuai dengan Gambar 12.13.
Menshindnri gangguntt ahsorbsi obat atau,cedera dntt nyeri yans berlebil tan.

10. Pakai sarung tangan.


11. Bersihkan area perntsukan dengan menggunakan kapas alkohol, dengan
gerakan sirkular dari arah dalam ke luar dengan diameter sekitar 5 cm.
Tunggu sampai kering.
Metode itti dilnkttkatt untuk ntcmbuartg sekresi dari kulit ynng rnengandung niikroorganismc.

12. Pegang kapas alkohol dengan jari-jari tengah pada tangan


nondominan.
13. Buka hthip janim.
14. Tarik kulit ke bawah kurang lebih 2,5 cm di bawah area penusukan
dengan tangan nondominan.
Kulit nknn rncnjndi levih kencnfig dnn veiia tidak berge_er sdiin~~n
mernudn{iknn pernisuknn.
15. Pegang jarum pada posisi 30 sejajar vena yang akan dihtsuk,
lalu tusuk perlahan dan pasti.
16. Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teniskan janim ke dalarn
vena.
17. Lakukan aspirasi dengan tangan nondominan menahan barel dari
spuit dan tangan dominan menarik plunger.
18. Observasi adanya darah pada spuit.
19. Jika ada darah, lepaskan torniket dan masukkan obat perlahan
lahan.
20. Keluarkan jarum dari pembuluh vena dengan sudut yang sama
ketika jarum dimasukkan, sambil melakukan penekanan dengan
menggunakan kapas alkohol pada area penusukan.
21. Tutttp area penusukan dengan menggunakan kasa steril yang
diberi betadin.
22. Kembalikan posisi klien.
23. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan sesuai dengan
tempatnya masing-masing. 24. Buka sarung tangan.
25. Cuci tangan.
26. Dokumentasikan tindakan.

-+. rimou

oDat aaiam tempatnya ctengan spult sesuai dengan dosis yang akan diberikan. Apabila obat berbentuk

bubuk, maka larutkan dengan pelarut (aquades steril).


5. Pasang perlak atau pengalas di bawah vena yang akan dilakukan penyuntikan.
6. Tempatkan obat yang telah diambil pada bak injeksi. 7. Desinfeksi dengan kapas
alkohol.
8. Lakukan pengikatan dengan karet pembendung (torniquet) pada bagian atas
daerah yang akan dilakukan pemberian obat atau tegangkan dengan tangan/
minta bantuan atau bendung di atas vena yang akan dilakukan penyuntikan. 9. Ambil spuit yang telah ada
obatnva.
10. Lakukan pcnusukan dengan lubang menghadap ke atas dengan memasukkan ke pembuluh darah.
11. Lakukan aspirasi. Bila sudah ada darah, lepaskan karet pembendung dan langsung semprotkan obat hingga
habis.
12. Setelah selesai, ambil spuil dengan menarik dan lakukan penekanan pada daerah penusukan dengan kapas
alkohol. Letakkan spuityang telah digunakan ke dalam bengkok.
13. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktti, dan dosis obat. 14. Cuci tangan.