Anda di halaman 1dari 8

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan isolasi kafein dalam the yang bertujuan untuk mendapatkan
kadar kafein yang terkandung dalam the. Isolasi kafein adalah pemisahan untuk
mendapatkan kadar kafein yang terdapat didalam kandungan teh. Kefein merupakan
senyawa yang mempunyai pengaruh besar terhadap sifat-sifat alam dan keharuman daun
teh atau purin dengan nama lain 1,3,7 trimetil xantindengan rumus struktur C8H18N4O2.
Sifat dari kafeinadalh berbau, pahit, dan berwarna putih, kafein biasanya digunakan untuk
simultan (perangsang) dari system saraf pusat.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Teh merupakan minuman yang mengandung kafein, yang dipercaya mampu
meningkatkan mood dan mempengaruhi perasaan seseorang menjadi lebih baik. Kafein
juga mampu menolong, mencegah, ataupun menghilangkan kelelahan dan meningkatkan
kewaspadaan.
Jenis teh pada dasarnya hanya terdiri dari 3 kelompok utama yaitu :
-

Black tea (teh hitam) Jenis teh ini adalah jenis teh yang diolah dengan
menggunakan

proses fermentasi secara penuh.

Oolong tea (teh oolong) Jenis teh yang diolah dengan menggunakan setengah
dari proses fermentasi.

Green tea (teh hijau)

Jenis teh yang diolah tanpa menggunakan fermentasi.

1.2. Tujuan Percobaan


Untuk mendapatkan kadar kafein yang terkandung dalam teh.

BAB II
DASAR TEORI
Manfaat kafein antara lain dipercaya mampu meningkatkan mood dan
mempengaruhi perasaan seseorang menjadi lebih baik. Caffeine dapat menolong,
mencegah, atau menghilangkan kelelahan dan meningkatkan kewaspadaan. (Achmad,
1992)
Caffein merupakan

turunan dari purin disebut juga 1,3,7 tri-metil xantin. Rumus

melekul C8H18N4O2. jumlah kaffein dalam the berbeda-beda tergantung jenis the hijau atau
hitam. Iklim kondisi topografi tumbuhnya dan metode memprosesnya, rata-rata kandungan
kaffein dalam teh sekitar 2,0 - 4,6 %. Brazilian 2,2 2,9 %, dan turkish 2,1 4,6 % (John,
E. Evan ).
Banyak senyawa organik yang sebenarnya dapat dimurnikan dengan berbagi cara,
diantaranya adalah dengan destilasi, sublimasi atau ekstraksi.Destilasi adalah pemisahan
campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya. Sublimasi merupakan pemisahan
campuran zat padat berdasarkan perbedaannya tinggi tekanan uap masing-masing zat di
bawah temperatur titik didihnya. ( Fessenden, 1999 ).
.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1.

Alat dan Bahan.

Alat alat yang digunakan antara lain :


Gelas piala 1000 ml, pemanas, corong pisah, penyaring buchner, alat sublimasi.
Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :
Teh, aquadest, kloroform, natrium sulfat anhidrat,larutan Pb asetat 10%.
3.1. Cara Kerja.
Sediakan gelas piala 1000 ml yang telah diisi 500 ml aquadest dan dididihkan
(gunakan kasa), kedalam air yang mendidih tambahkan 50 sampai 60 gram daun teh,
biarkan mendidih selama 15 menit saring panas panas kedalam filtrat tambahkan 100 ml
larutan Pb asetat 10% sambil diaduk. Kemudian saring dengan penyaring buchner.
Filtrat uapkan hingga volume menjadi 100 ml. setelah dingin tambahkan 25 ml
kloroform. Filtrate terdiri dari 2 lapisan, pisahkan lapisan bawah (lapisan kloroform)
dengan corong pisah, lapisan atas (air) diekstrak dengan 15 ml kloroform, keringkan
dengan natrium sulfat anhidrat. Diamkan setengah sampai satu jam, kloroform diuapkan.
Timbang berat hasil kasar.

BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Data Hasil Pengamatan
Dari praktikum yang telah dilakukan, diperoleh data sebagai berikut :
Pengamatan
50 gr teh + 500 ml air dipanaskan

Hasil Pengamatan
Terdapat ampas dan filtrat dengan
larutan berwarna coklat susu.

Larutan

disaring dengan buchner

Larutan berwarna kuning disertai


dengan ampas.

Filtrate + koloform

Terbentuk 2 lapisan; lapisan atas


mengandung air dan lapisan bawah
kloroform.

Kloroform + Na sulfat anhidrat

diuapkan

Terbentuk kristal kafein.

4.2. Pembahasan.
Pada percobaan ini, kita dapat melihat hasil pengamatan seperti dibawah ini, maka
berdasarkan data :

Bubuk teh

= 60

Kaffein + cawan uap

= 32,766 gram

Cawan kosong

= 32,724 gram

Kadar kaffein dalam teh adalah

gram

Berat kaffein = ( kaffein + cawan uap )


= 32,766 gram - 32,724 gram
= 0,042 gram
% kaffein

= Berat kafein
Berat teh

X 100 %

= 0,042 gram

X 100 %

60 gram
= 0,07 %
Isolasi kafein merupakan suatu proses pemisahan kandungan daun teh untuk
mendapatkan kadar kafein yang terdapat dalam dun teh tersebut. Pada praktikum ini
menggunakan 60 gr bubuk teh yang dicampur dengan 500 ml air, kemudian didihkan
selama 15 menit. Hal ini dilakukan agar melunakkan teh sehingga zat zat yang ada
didalam daun teh keluar dalam bentuk cairan kedalam gelas kimia. Dan kemudian disaring
dengan menggunakan saringan dapur sehingga menghasilkan filtrat dan ampas. Pada
pratikum ini yang digunakan hanya filtratnya.
Filtrat yang didapat ditambahkan dengan dengan 10% Pb asetat yang berfungsi
untuk mengotori larutan, kemudian dimasukkan kedalam buchner, sehingga didapatkan
hasil filtratnya yang berwarna kuning dan ampas. Ini terjadi karena Pb asetat juga
berfungsi sebagai pengikat kotoran sebagai pengikat kotoran sehingga menghasilkan
kefein murni yang bersih dari ampas yang dinamakan filtrate.
Filtrat kemudian ddinginkan dan ditambah 25 ml kloroform ke dalam corong
pisah. Kloroform berfungsi untuk mengikat kafein yang terdapat dalam filtrate. Lalu
larutan dikocok dan sesekali di buka tutupnya agar tidak terjadi ledakan, setelah di kocok
akan terbentuk 2 lapisan; lapisan atas berupa air sedangkan lapisan bawah berupa
kloroform. Setelah itu larutan kloroform dimasukkan ke dalam cawan penguap dan
diuapkan kemudian hasilnya akan berbentuk kristal, kemudian kristal ditimbang dan akan
diperoleh kadar kafeinnya.
Adapun sifat-sifat kafein yaitu : larut dalam air panas, etanol dan benzene, larut
dalam kloroform, tidak larut dalam ester, titik didihnya 225 257 oC, dan titik lelehnya 56
o

C. kafein tersebar rata pada bagian tanaman teh namun kadarnya berbeda.

Rumus Struktur Kafein


N

O
ll

CH3

O
N

CH3

CH3

Pada percobaan menentukan kadar kaffein ini menggunakan teh. The yang telah ditimbang
sebanyak 60 gram kemudian dimasukan kedalam gelas piala yang berisi 500 ml air
mendidih Selama + 15 menit. Setelah itu daun teh tersebut disaring panas-panas kemudian
hasil saringan / filtrat tersebut di tambahkan pb asetat 10 % sambil di aduk secara
perlahan-lahan. Kemudian disaring dengan penyaring buchner. Filtrat yang telah di saring
tadi diuapkan hingga 100 ml setelah dingin ditambahkan 25 ml kloroform, filtrat yang
terdiri dari dua lapisan tersebut dipisahkan, lapisan bawah ( lapisan kloroform ) lapisan
atas dari corong pisah ( air ) di ekstraksi dengan 15 ml kloroform, kumpulan larutan
kloroform, lalu keringkan dengan natrium sulfat anhidrat, diamkan lebih kurang setengah
jam, kloroform diuapkan dan kemudian ditimbang berat hasil kasar.
Jadi dapat kita liat sifat-sifat kimia dari kaffein adalah
:
1. Larut dalam air panas, etanol dan benzena]
2. Larut dalam kloroform
3. Tidak larut dalam ester
4. Titik didih 255-257 oC
5. Titik leleh 56 oC

BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Isolasi kafein merupakan suatu proses pemisahan kandungan dari daun teh untuk
mendapatkan kadar kafein yang terdapat pada daun teh tersebut.
2. Kloroform berfungsi untuk mengikat kafein yang terdapat dalam Filtrat (larutan)
3. Sifat-sifat dari kafein adalah : Larut dalam air panas, etanol, benzene dan
kloroform, tidak larut dalam ester, titik didihnya : 225 257 oC dan titik lelehnya
56 oC.
4. Kaffein merupakan senyawa alkaloid yang bila terlalu banyak dikonsumsi akan
merusak kesehatan.
5. Kegunaan kaffein adalah sebagai stimulan atau perangsang sentral saraf.
6. Kaffein merupakan turunan dari puri disebut juga 1,3,7 tri-metil xantin.
7. Kegunaan kloroform sebagai pengikat kaffein dalam teh sehingga perhitungan
kadar kaffein dalam the lebih mudah dilakukan.