Anda di halaman 1dari 16

Sikap Profesional

Keguruan

Pengertian
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam
melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut
keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik
ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.
Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber
penghasilan kehidupan yang memerlukan
keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang
memenuhi standar mutu atau norma tertentu
serta memerlukan pendidikan profesi

Sikap Profesional Keguruan adalah


sikap seorang guru dalam
menjalankan pekerjaannya yang
mencakup keahlian, kemahiran, dan
kecakapan yang memenuhi standar
mutu atau norma tertentu serta
memerlukan pendidikan profesi
keguruan.

Sasaran sikap Profesiaonal


Guru
Sikap terhadap peratuan perundangundangan
Sikap terhadap organisasi profesi
Sikap terhadap teman sejawat
Sikap terhadap anak didik
Sikap terhadap tempat kerja
Sikap terhadap pemimpin
Sikap terhadap pekerjaan

Sikap terhadap peratuan


perundang-undangan
Pada butir sembilan Kode Etik Guru Indonsia
disebutkan bahwa : Guru melaksanakan
segala kebijaksanaan Pemerintah dalam
bidang pendidikan. (PGRI,1973).
Setiap guru di Indonesia wajib tunduk dan taat
terhadap kebijaksanaan dan peraturan yang
ditetapkan dalam bidang pendidikan, baik yang
dikeluarkan oleh Depdikbud maupun departemen
lainnya yang berwenang mengatur pendidikan.
Kode Etik Guru Indonesia memiliki peranan penting
agar hal ini dapat terlaksana.

Sikap terhadap
organisasi profesi
Guru bersama sama memelihara
dan meningkatkan mutu organisasi
PGRI sebagai sarana perjuangan dan
pengabdian. PGRI sebagai organisasi
profesi memerlukan pembinaan agar
lebih berdaya guna dan berhasil
sebagai wadah untuk membawakan
misi dan memantapkan profesi guru.

Sikap terhadap teman


sejawat
Dalam ayat 7 kode etik gutu
disebutkan bahwa guru memelihara
hubungan seprofesi, semangat
kekeluargaan, dan kesetiakawanan
social. Itu berarti guru hendaknya
kerja dan hendanya menciptakan
dan memelihara semangat
kekeluargaan didalam maupun diluar
sekolah.

Sikap terhadap anak didik


Tugas guru adalah berbakti membimbing
peserta didik untuk membentuk manusia
Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
Tujuan pendidikan nasional dengan jelas
dapat dibaca dalam UU No. 2/2989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional yakni membentuk
manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa
Pancasila.

Sikap terhadap tempat kerja


Suasana yang harmonis disekolah
tidak akan terjadi bila personal yang
terlibat didalamnya tidak menjalin
hubungan yang baik diantara
sesamanya. Penciptaan suasana
kerja menantang harus dilengkapi
denagn terjalinnya hubungan yang
baik denagn orang tua dan
masyarakat sekitarnya.

Sikap terhadap pemimpin


Dalam kerja sama yang dituntut pemimpin
tersebut diberikan berupaya tuntutan akan
kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan
petunjuk yang diberikan mereka. Kerja sama juga
dapat diberikan dalam bentuk usulan dan kritis
yang membangun demi pencapaian tujuan yang
telah digariskan bahwa sikap seorang guru
terhadap pemimpin harus positif, dalam
pengertian harus bekerja sama dalam
menyukseskan program yang sudah disepakati,
baik di sekolah maupun diluar sekolah.

Sikap terhadap pekerjaan


Kode etik 6 dituntut guru baik secara
pribadi maupun secara kelompok untuk
meningkatkan mutu pribadi maupun
kelompok untuk selalu meningkatkan mutu
dan martabat profesinya. Profesi guru
berhubungan denagn anak didik yang
mempunyai persamaandan perbedaan
yang melayaninya harus memerlukan
kesabaran dan ketelatenan yang tinggi,
terutama bila berhubungan denagn
peserta didik yang masih kecil.

Pengembangan Sikap
Profesional
1. Pengembangan sikap selama
pendidikan prajabatan
2. Pengembangan sikap selama dalam
jabatan

Pengembangan sikap selama


pendidikan prajabatan
Calon guru dididik dalam berbagai
pengetahuan, sikap dan
keterampilan yang diperlukan dalam
pekerjaannya nanti. Merupakan
pendidikan persiapan mahasiswa
ntuk meniti karir dalam bidang
pendiikan dan pengajaran.

Pengembangan sikap selama


dalam jabatan
Pengembanagn sikap professional
tidak berhenti apabila calon guru
selesai mendapatkan pedidikan
prajabatan. Banyak usaha yang dapat
dilakukan dengan cara formal melalui
kegiatan mengikuti penataran,
lokakarya, seminar, atau kegitan
ilmiah lainnya.

Faktor penyebab
rendahnya profesionalisme
guru
1. Masih banyak guru yang tidak menekuni
profesinya secara total,
2. Rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap
norma dan etika profesi keguruan,
3. Pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan
keguruan masih setengah hati dari pengambilan
kebijakan dan pihak-pihak terlibat. Hal ini terbukti
dari masih belum mantapnya kelembagaan
pencetak tenaga keguruan dan kependidikan,

1. Masih belum smooth-nya perbedaan pendapat tentang


proporsi materi ajar yang diberikan kepada calon guru,
2. Masih belum berfungsi PGRI sebagai organisasi profesi
yang berupaya secara makssimal meningkatkan
profesionalisme anggotanya. Kecenderungan PGRI bersifat
politis memang tidak bisa disalahkan, terutama untuk
menjadi pressure group agar dapat meningkatkan
kesejahteraan anggotanya. Namun demikian di masa
mendatang PGRI sepantasnya mulai mengupayakan
profesionalisme para anggotanya. Dengan melihat adanya
faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya
profesionalisme guru, pemerintah berupaya untuk mencari
alternatif untuk meningkatkan profesi guru.