Anda di halaman 1dari 10

Comparative Flow Measurement Appartus

Nabila Prastiya Putri


Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia.
19 Mei 2015
Abstrak Praktikum Comparative Flow Measurement Apparatus merupakan
praktikum yang digunakan untuk mengamati fenomena dari fluida incompressible
yang mengalir di dalam sistem perpipaan, khususnya kerugian head fluida dan losses
coefficient aliran yang melalui suatu fitting perpipaan. Dari praktikum ini selain dapat
digunakan untuk mengetahui perhitungan dari headloss dan loss coefficient, tetapi
dapat digunakan juga untuk menghitung kecepatan aliran pada sistem perpipaan, dan
koefisien discharge aliran melalui flowmeter pada sistem perpiaan dengan
hubungannya terhadap perubahan laju aliran.Comparative Flow Measurement ini juga
dapat diaplikasian sebagai sistem perpipaan PDAM yang digunakan sehari-hari.
Selain itu, pada praktikum ini diketahui bahwa terdapat bermacam-macam fitting
perpipaan.Penggunaan rumus yang digunakan dalam praktikum ini pun merupakan
rumus dasar dari persamaan energi dan kontinuitas. Dengan perhitungan yang
dilakukan mampu mengindentifikasi dan mengamati perubahan yang terjadi melalui
grafik yang dibuat dan dibahas secara teoritis grafik yang telah terbentuk.
Kata kunci komponen laporan: Comparative, Aparatus, headloss, losses coefficient

I.

sebaliknya. Sejarah perkembangan dari

PENDAHULUAN

ilmu

I.1 Latar Belakang


Dengan

berkembangnya

teknologi dan dunia

industri yang

mekanika

fluida

sendiri

menunjukkan bahwa jarang

sekali

masalah mengenai aliran nyata dapat

sangat pesat banyak mempengaruhi

dipecahkan dengan hanya

kehidupan

secara

metode analitis. Akibatnya kita harus

langsung maupun secara tidak langsung

melaksanakan berbagai eksperimen -

maka dari itu kita

eksperimen

manusia,

baik

dituntut untuk

untuk

memakai

membantu

menerima, memanfaatkan dan mampu

pemecahan masalah-masalah mekanika

mengembangkan teknologi

fluida yang sulit. Sehingga pemecahan

ke arah

yang lebih maju. Salah satu hasil

masalah lebih banyak dilakukan dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan

menggunakan metode gabungan antara

teknologi tersebut adalah mesin-mesin

analitis dengan eksperimen diperlukan

fluida yang dapat digunakan untuk

untuk melihat

memindahkan fluida dari tempat rendah

pemecahan secara analitis. Oleh karena

ke tempat yang lebih tinggi

itu kita sebagai mahasiswa dituntut

atau

mempunyai
1

kebenaran dari

ketrampilan

hasil

untuk

mengaplikasikan

ilmu

hubungannya terhadap
perubahan laju aliran.

pengetahuan

yang telah didapat dibangku perkulihan


dengan membuat Comparative Flow

I.3 Batasan Masalah

Measurement Apparatus. Alasan dibuat

Batasan masalah pada praktikum


Bernoulli Theorem Apparatus
adalah:

peralatan ini agar mahasiswa dapat


mengoperasikan,
menghitung

Comparative

Measurement
terampil

mengukur,
Apparatus

sehingga

dapat

1.
2.
3.
4.
5.

Flow
dengan
lebih

Incompressible Flow
Suhu 270
Fully Developed
Frictionless
Fouling Factor diabaikan

memahami teori-teori mekanika fluida


I.4 Dasar Teori

terhadap kondisi actual.

A. Persamaan Dasar Energi


I.2 Tujuan

Rumus yang kita ketahui dapat


diturukan dari persamaan sebagai
berikut :

Adapaun tujuan dari praktikum ini


adalah sebagai berikut:

Q+Ws+Wshear+Wother= A@
+ :AELR ;8.dA
!

1. Untuk mengamati
fenomena yang terjadi pada
fluida Incompressible yang
mengalir di dalam sistem
perpipaan, khususnya
kerugian head fluida dan
losses coefficient aliran
yang melalui suatu fitting
perpiaan
2. Untuk mengamati kelakuan
fluida Incompressible pada
aliran didalam sistem
perpiaan, khususnya laju
aliran teoritis dan koefisien
discharge aliran melalui
flowmeter pada system
perpiaan dengan

Asumsi : 1. Ws= 0
2. Wshear = 0
3. Wother = 0
4. Steady Flow
5. Incompressible flow
6. Internal energy dan
tekanan uniform pada section
1 dan 2
e=u+
Maka
menjadi :

+ gz

diatas

ECVA8.@#E @QE E

ECVA8.@#

Q = F @Q
5E
.

persamaan

Q = @QE E

..
6

-.
6

ECV 5A8.@#E @Q
6E

ECV6A8.@#

Dari persamaan kontinuitas


didapatkan :
0=

!
!

praktikum,
dilakukan
percobaan sebagai berikut:
1.

@E 8.@#

Penyambungan pipa supply dan


buang sistem perpipaan. Pastikan
semua katup vent udara (13A15A), katup manometer (1M12M) dan saluran buang (1D-9D)
telah tertutup. Pipa air supply
dihubungkan dengan masukan
aliran air (W-1) dan pipa buang
dihubungkan dengan keluaran air
(W-2)
Pengaturan laju aliran pada sistem
perpipaan. Laju aliran melalui
katup by pass discharge pompa
sirkulasi dan katup outlet aliran.
Membuang udara di dalam
manometer dan sistem perpipaan.
Katup venturi udara (13A-15A),
katup manometer (1M-12M) dan
katup stop (5V-2V) digunakan
untuk membuang udara didalam
manometer dan sistem perpipaan.
Supply
tekanan
penumatik.
Tekanan udara pada pipa manifold
atas dikontrol dengan penumatik
regulator.

Dengan asumsi steady state, maka dari


persamaan tersebut menjadi :
Q = FI@Q
.

6
.
6

5E

-.
6

8.@#EI@Q6 E

ECVAE
5
.

..

ECVAE
6

8.@#

Dari konsep energy


NRHILVLHQ===.

2.

kinetic fluks

Persamaan tersebut menjadi :


{

-.

E 5

ECV 5 } = {

E 6

..
6

3.
E

CV6} + {:Q6 F Q5 ) - }
Dimana :
: Perubahan energy
:Q6 F Q5 )
dalam akibat gesekan, dengan satuan
kJ/kg

4.

:
Perpindahan panas

persatuan massa dengan satuan kJ/kg

II.2 Pengukuran Pada Alat Praktikum


Adapun tahapan pengukuran
pada alat praktikum yaitu :

{:Q6 F Q5 ) } : losses energy dari

section 1-2 dengan satuan kJ/kg

1. Laju aliran actual yang


ditunjukan pada rotameter
(Q)
2. Tekanan udara regulator
dalam pipa manifold atas
(common top manifold)
3. Debit diatur dari debit 100
sampai dengan 1.600
4. Tunggu sampai air dalam
keadaan stabil
5. Pembacaan data percobaan

Maka persamaan energi dari section 1


2 adalah sebagai berikut :

D- E 5

-.
6

ECV 5} =D - E 5

II.

-.
6

ECV5}+ D5?6

METODOLOGI

Pada praktikum Comparative Flow


Measurement Apparatus ada beberapa
langkah yang dilakukan sebelum
pengambilan data. Langkah-langkah
tersebut adalah :

III.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Pada
praktikum Bernoulli
Theorem Apparatus didapatkan hasil
percobaan yang dituangkan kedalam
grafik
percobaan
dan
contoh

II. 1 Persiapan Percobaan


dan

persiapan

Sebelum melakukan pengamatan


pengambilan
data
dalam
3

perhitungan yang berkaitan dengan


praktikum ini, sebagai berikut:

4A- L

III.1.
Data Percobaan
(terlampir)
III.2

b. Bilangan Reynolds
aliran berdasarkan4 V

Fitting Perpipaan

4A0 L

1. Laju aliran aktual,actQ(m3 /s)


3L
5

?8

/O

perpipaan, V (m/s)
a. Kecepatan aliran pada

hv(meter)
a. Head kecepatan
berdasarkan1V

pipa dengan diameter

D - L

d1

D - L

6
:4.96/; .
6 =.<5/.

?6

b. Head kecepatan

6.;<54 7 0 / /
:4.46:; .

berdasarkan4V

b. Keceppatan aliran

D 0 L

pada pipa dengan

D 0 L

diameter 4d

0.
6
:4.58/; .
6 =.<5/.

D 0 Ls.rtTsr

?7

5. Kerugian Head (headloss)

aliran melalui fitting

6.;<54 7 0 / /
0

:4.49;.

perpipaan,Lminor
h (meter)

88 Lr.svI/O

a. Headloss aliran

3. Bilangan Reynolds aliran

melalui sudden

melalui sistem perpipaan, Re


a. Bilangan Reynolds

enlargement
D L : D7 FD 8; E

aliran berdasarkan1 V
4A- L

-.

D - L s.vrTsr

0 -

85 Lr.wtI/O

88 L

4. Head dinamik (velocity head),

2. Kecepatan aliran pada sistem

0 0

7 3 . /
<.9=54

5
7:445444

3Lt.yzTsr

88 L

4.58 4.49

4A0 Lz.tvTsr

7:445444

3L srrrT

85 L

0 0

4A0 L

85 L

4A- L s.wvTsr

Contoh Perhitungan

3T

4.96 4.46:
7 3 . /
<.9=54

. ? 0.
A
6

@/

- -

D L

:;48?;44 ;
5444

b. Coeff. of losses aliran

IE

melalui sudden

:4.96. ?4.68 . ; . /

6 =.<5/.

contraction

D Lr.rsI
b. Headloss aliran
melalui sudden

:,.4/4/; .
. 5.4-/ .

c. Coeff. of losses alliran

@1 6 2 A

melalui elbow 90

:;8:?;46 ;
5444

GL

IE

.
.

k4.66: ?4.<7<. o . /

6 =.<5/.
?:

D Ls.tTsr

1. Laju aliran aktual,actQ(m3 /s)

D LswTsr

3L

?6

Flowmeter

D L : D= FD 54;
5444

:,.4/4/; .
. 5.4-/ .

GLs.sx

melalui elbow 90
:7=9?799;

5.:54 7 2

GL

c. Headloss aliran

D L

GLr.ux

D L : D9 FD : ; E

D L

5.6 547 2

GL

contraction
. ?

.
F
.

GL

3T

6. Coefficient of Losses aliran

3L srrrT

melalui fitting perpipaan

3Lt.yzsr

yang dihubungkan dengan

5
7:445444
5
7:445444
?8

/O

2. Kecepatan aliran pada sistem

kerugian head aliran,L (k )

perpipaan, V (m/s)

a. Coeff. of losses aliran

a. Kecepatan aliran pada

melalui sudden

pipa dengan diameter

enlargement

d2

G L
G L

.
.

86 L

4.45
l

:,.4/4/; .
. 5.4-/ .

86 L
p

0 .

6.;<54 7 0 / /
0

:4.45:; .

86 Ls.uzTsr

G Lr.y

b. Kecepatan aliran pada


pipa dengan diameter
d4
84 L
84 L

0 ,

dt

d0

= Diameter

= Diameter

inlet flowmeter, dalam meter

a. Bilangan Reynolds

a. Coeff. of discharge
aliran melalui
venturimeter

aliran berdasarkan2 V

%@
L

. .

4A. L

- 6:- ? . ;

.
73
<.9=54

aliran melalui
?8

orificemeter

b. Bilangan Reynolds

%@
4L

aliran berdasarkan0 V
4A, L

- 6:3? 4;

5.7<542 4.45:
73 . /
<.9=54

?8

4. Head dinamik (velocity head),


hv(meter)
a. Head kecepatan
berdasarkan2V
. .
6
:5.7<542 /; .
6 =.<5/.

D . L{.yvsr

56?6

5. Coefficient of discharge aliran


melalui flowmeter, C
6

5? 0

, ,

4A, Lt.wsr

= 0.52

b. Coeff. of discharge

4.45:

4A. Lt.wsr

5? 0

5.7<542

velocity

meter

I/O

melalui sistem perpipaan, Re

D . L

8=

throat flowmeter, dalam

:4.45:; .
0

3. Bilangan Reynolds aliran

D . L

Dimana : sF

84 Ls.uzTsr

4A, L

of approach factor

8.88547 0 / /

4A. L

Dengan L
:

= 0.25

III.

3. Grafik KLS VS RE1


Pada Fiting Perpipaan

III. 4 Grafik KLC VS RE1 Pada


Fiting Perpipaan

KLC VS RE1

KLS VS RE1

1.5
1.0
0.5
0.0
-0.5 0
S
L
K-1.0

10000

20000

30000
C
L
K

-1.5
-2.0
-2.5
-3.0
RE

D
@

20000

30000

RE

Data praktikum dan data di teori


secara garis besar hampir sama. Namun
ada beberapa yang berbeda karena tidak
konstan. Rumus yang dipakai adalah
sebagai berikut :

Berdasarkan teori dengan rumus


fitting perpipaan bahwa nilai dari hasil
teoritis dan praktik menunjukan hasil
yang cukup sesuai.Rumus yang dipakai
adalah sebagai berikut :
.

10000

Dari grafik yang ditunjukan diatas,


dapat terlihat bahwa nilai dari data
percobaan mengalami kenaikan yang
cukup tinggi dari -0.93, kemudian naik
pada nilai 0.66 dengan signifikan, setelah
kenaikan yang siginifikan, grafik
menunjukan bahwa nilai data mengalami
kefluktuasian yang cukup besar .

Dari grafik diatas terlihat bahwa


dari data yang diambil, grafik
menunjukan bahwa terjadi peningkatan
dari -2.5 ke nilai 0.279 yang kemudian
konstan
dan
sedikit
mengalami
penurunan pada 0.8. Setelah penurunan
kembali, data menunjukan hasil yang
cukup konstan.

G L

1
1
0
0
0
0 0
0
-1
-1
-1
-1

GL
A

@
A
6

Perbedaan yang terjadi diakibatkan


oleh beberapa faktor yaitu kesalahan
dalam pembacaan dan juga alat yang
perlu dikalibrasi kembali untuk
mendapatkan nilai yang akurat.

Perbedaan yang terjadi diakibatkan


oleh beberapa faktor yaitu kesalahan
dalam pembacaan dan juga alat yang
perlu dikalibrasi kembali untuk
mendapatkan nilai yang akurat.

III. 5 Grafik KLE VS RE Pada


Fitting Perpipaan

III. 6 Grafik Perbandingan KL VS


RE

KL VS RE

KLE VS RE

2.5

2.0
E
L
K

1.5

kLs

KL 0

1.0

10000

20000

30000

-1

0.5

kLe

-2

0.0
0

10000

20000

30000

-3

RE

Dari grafik yang ditunjukan


pada gambar diatas, dapat menunjukan
bahwa data mempunyai nilai yang
tingkat kefluktuasiannya sangat besar,
terlihat dari grafik bahwa awal mula
0.0 data mengalami nilai yang naik dan
kemudian turun yang cukup besar
hingga 0.8. Setelah penurunan yang
terjadi kefluktuasian juga terjadi
namun perubahannya tidak terlalu
besar.

GL

Data praktikum dan data di


teori secara garis besar hampir sama.
Namun ada beberapa yang berbeda
karena tidak konstan
Perbedaan yang terjadi
diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu
kesalahan dalam pembacaan dan juga
alat yang perlu dikalibrasi kembali
untuk mendapatkan nilai yang akurat.

D
.

RE

Dari grafik yang terjadi dari


data yang diinputkan dapat terlihat
bahwa nilai KLE lebih besar daripada
nilai grafik KLS dan KLE. Namun
untuk grafik antara KLS dengan KLC
tidak terlalu jauh berbeda hanya terjadi
perbedaan sedikit pada nilai KLS yang
lebih besar dibandingkan nilai dari
KLC.

Grafik diatas menunjukan nilai


antara nilai KLE VS RE yang
mengalami fluktuasi yang cukup besar.
Rumus yang dipakai untuk KLE adalah
sebagai berikut :

kLc

III. 7 Grafik Koefisien Discharge


Pada Venturimeter

III. 8 Grafik Koefisien Discharge


Pada Orificemeter

Coefficient of Discharge
orificemeter

Coefficient of Discharge
Venturimeter
0.9

0.29
0.28

0.6

e
lit 0.27
T
xis 0.26
A

0.3

0.25
0.0

0.24
0

10000 20000 30000 40000 50000

Dari data grafik diatas dapat


terlihat bahwa input data awal
menimbulkan penurunan grafik dari
nilai 0.28 menjadi nilai 0.24 dan
fluktuasi nilai yang tidak konstan pada
grafik. Namun perubahan berangsur
menjadi memiliki perubahan yang
kecil hingga fluktuasinya tidak terlalu
besar hingga akhir data percobaan.

Dari grafik diatas dapat terlihat


bahwa input data awal mengalami
peningkatan dari 0.4 hingga 0.7 pada
grafik, setelah terjadi perningkatan
tersebut, berangsur turun menjadi 0.49
dan mengalami fluktuasi yang tidak
terlalu besar hingga data percobaan
terakhir.

Data praktikum dan data di


teori secara garis besar hampir sama.
Namun ada beberapa yang berbeda
karena tidak konstan. Rumus yang
dipakai untuk menentukan nilai pada
grafik tersebut adalah:

Data praktikum dan data di


teori secara garis besar hampir sama.
Namun ada beberapa yang berbeda
karena tidak konstan. Rumus yang
dipakai adalah sebagai berikut:
%@
L

1000020000300004000050000

5? 0

%@
4L

- 6:- ? . ;

Perbedaan yang terjadi


diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu
kesalahan dalam pembacaan dan juga
alat yang perlu dikalibrasi kembali
untuk mendapatkan nilai yang akurat

3 sF

3 #5 tC:D; FD <;

Perbedaan yang terjadi


diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu
kesalahan dalam pembacaan dan juga
alat yang perlu dikalibrasi kembali
untuk mendapatkan nilai yang akurat.

III. 9 Grafik Koefisien Discharge


VS RE
0.80

Coefficient of Discharge vs
Re

0.60

n
ie
fis
0.40
e
o
K

3.

Venturi
meter
Orificemete
r

0.20
0.00

0 5000
10000
15000
20000
25000
30000
35000
40000
45000

Re

Dari grfik diatas dapat terlihat


bahwa data yang diinput kedalam
grafik untuk venture memilik nilai
yang fluktuatif. Sedangkan untuk
orifice mengalami nilai yang cukup
konstan dari awal input data hingga
data terakhir yang dimasukan.

4.

Data praktikum dan data di


teori secara garis besar hampir sama.
Namun ada beberapa yang berbeda
karena tidak konstan
Perbedaan yang terjadi
diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu
kesalahan dalam pembacaan dan juga
alat yang perlu dikalibrasi kembali
untuk mendapatkan nilai yang akurat.
IV.

KESIMPULAN

Pada percobaan ini dapat ditarik


kesimpulan sebagai berikut :
1.
Untuk grafik KLE, KLS dan
KLC memiliki tipe grafik yang
cukup sama yaitu mengalami
kenaikan terlebih dahulu lalu
mengalami penurunan yang
kemudian mengalami nilai yang
cukup konstan dengan nilai
fluktuasi yang tidak besar.
2. Antara nilai KL dengan bilangan
RE diketahui bahwa nilai KLE
untuk elbow paling tinggi
10

diantara KLS dan KLC. Dan


KLS lebih besar dari KLC. KLE
lebih besar dikarenakan
dipengaruhi oleh sudut dan
pengaruh yang melawan gaya
gravitasi. Sedangkan KLS
dikarenakan arah aliran yang
melawan tekanan.
Untuk
grafik
Coefficient
Discharge
Orifice
dan
Venurimeter
terlihat bahwa
bentuk grafik sangat berbeda.
Terlihat bahwa nilai pada Orifice
lebih
konstan
dari
awal
penginputan data hingga data
terakhir
dibandingkan
Venturimeter yang mengalami
kefluktuasian nilai yang cukup
besar.
Perbandingan
untuk
nilai
Coefficient of Discharge antara
Venturi dengan Orifice adalah
lebih konstan untuk Orfice
dibandingkan dengan Venturi
yang mengalami peningkatan dan
penurunan data baru kemudian
mengalami nilai yang konstan.
Untuk
Venturimeter
juga
memiliki nilai yang lebih tinggi
dibandingkan dengan Orifice.