Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Dewasa ini perawatan luka telah mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama
dalam dua dekade terakhir ini. Teknologi dalam bidang kesehatan juga memberikan kontribusi
yang sangat untuk menunjang praktek perawatan luka ini. Disamping itu manajemen perawatan
luka ini berkaitan dengan perubahan profil pasien, dimana pasien dengan kondisi penyakit
degeneratif dan kelainan metabolik semakin banyak ditemukan. Kondisi tersebut biasanya sering
menyertai kekompleksan suatu luka dimana perawatan yang tepat diperlukan agar proses
penyembuhan bisa tercapai dengan optimal. (Marzoeki.1994)
Perawatan paska operatif adalah penting seperti halnya persiapan preoperatif. Perawatan
paska . operasi yang kurang sempurna akan menghasilkan ketidakpuasan dan tidak memenuhi
standard operasi.Tujuan perawatan paska operatif adalah untuk menghilangkan rasa nyeri, sedini
mungkin mengidentifikasi masalah dan mengatasinya sedini mungkin. Mengantisipasi dan
mencegah terjadinya komplikasi lebih baik daripada sudah terjadi komplikasi. (Hidayat.2009)
Prinsip-prinsip perawatan paska operatif :
1.
2.
3.
4.

Memberi dukungan pada pasien


Menghilangkan rasa sakit.
Antisipasi dan atasi segera komplikasi.
Memelihara komunikasi yang baik dengan tim. Komunikasi yang tidak baik merupakan
masalah yang sering menyebabkan kegagalan dalam perawatan paska operasi.
5. Rencana perawatan. Menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan pasien. Setiap pasien
membutuhkan modifikasi yang sesuai dengan protokol perawatan, yang mempunyai
problem unik tersendiri. (Hidayat.2009)
Jika akan dilakukan inspeksi pada luka , maka harus dilakukan dalam keadaan steril.
Sedapat mungkin luka dibiarkan di bawah dressing dan inspeksi hanya dilakukan bila kuatir ada
infeksi, discharge atau akan mengganti dressing. Jika pasien demam, dan terdapat banyak
discharge atau dressing berbau, maka dressing harus diganti dan saat itu ada kesempatan untuk
menginspeksi luka. (Hidayat.2009)
Pada praktikum kali ini akan dijelaskan bagaimana cara perawatan luka paska operasi
denganteknik bandage yang baik dan benar agar kondisi pasien dapat terkontrol dengan baik.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Bandaging :
Tindakan pembalutan pada luka pasca operasi atau luka karena traumatik. Dimana tujuan
dari bandaging adalah untuk membatasi gerak pada hewan untuk menyentuh atau menggores
bagian luka. (R.L.Walton. 1994)
Tujuan bandaging adalah :
Sebuah perban dalam bentuk yang paling sederhana adalah strip kain yang digunakan
untuk menutup dan mengikat luka. Dalam bidang kedokteran hewan telah disempurnakan dan
dielaborasi cara bandaging yang benar yang menggunakan gips, sling, dan splints untuk
menyembuhkan segala macam luka pasca operasi.
Fungsi dari bandaging adalah :

Untuk melindungi luka dari bakteri lingkungan


Untuk menyerap sekresi luka
Untuk mengeringkan luka
Untuk memberikan tekanan yang membantu mencegah pembengkakan atau
perdarahan (R.L.Walton. 1994)

2.2 Alat, bahan dan perlengkapan yang di butuhkan


Alat yang dibutuhkan :
Beberapa bahan yang diperlukan untuk menempatkan perban. Bahan-bahan ini diantaranya
adalah :

pita perekat
Kasa
Cotton Padding
Pita elastikon
Pad steril (jika ada luka terbuka) (R.L.Walton. 1994)

Anda dapat melihat dari melihat empat fungsi penyembuhan dengan menggunakan perban yang
mungkin dibutuhkan lebih dari strip sederhana untuk mencegah bakteri, menyerap sekresi,
memberikan tekanan, dan mengeringkan luka. Perban yang menutupi luka terbuka memiliki tiga
lapisan:
1. Lapisan primer (kontak)
2. Lapisan sekunder (menengah)
3. Lapisan tersier (luar) (R.L.Walton. 1994)

Macam macam perban yang umum digunakan dalam bandaging adalah sebagai berikut:
A.
B.
C.
D.
E.

perekat tape
kasa
kapas cor padding
Elastikon tape
pad steril. (R.L.Walton. 1994)

2.3 Teknik bandaging


Pembalut lebih sulit untuk diterapkan pada kucing daripada anjing dan, sekali diterapkan,
lebih sulit untuk tetap di tempat. Kucing yang merasa terganggu dengan pemasangan bandage
dapat diberikan obat tranquilisation atau penenang supaya bandage tidak mudah untuk terlepas.
Ketika kucing dapat mencakar daerah yang diperban maka dapat dilakukan balutan pada kaki
kucing atau kliping kuku. (Swaim.1997)
Bandaging kaki : Untuk membalut kaki, tempatkan beberapa kain kassa steril di atas luka.
Masukkan bola kapas di antara jari kaki dan tahan di tempat dengan pita perekat yang mengitari
bagian bawah kaki dan kembali di bagian atas sampai kaki yang pas dibungkus. (Swaim.1997)

Bandaging abdomen : perban ini digunakan untuk


melindungi kulit perut, panggul atau untuk mencegah cakaran atau
3

goresan kucing pada daerah tersebut. Hal ini dibuat dengan mengambil potongan persegi panjang
dan memotong sisi - sisinya untuk membuat simpul. Dengan meletakan perban pada bagian dorsal
kemudian disimpul pada bagian ventral. (Swaim.1997)

Bandaging mata : Tempatkan kasa steril persegi di atas mata yang luka kemudian perban
dibalutkan di sekitar kepala yang kemudian dibalut lagi dengan perekat. Pembalutan tidak
dianjurkan untuk tidak terlalu ketat dan bagian telinga tidak boleh ikut terbalut supaya telinga
dapat bebas bergerak. (Swaim.1997)

Elizabeth collar : adalah untuk mencegah si kucing agar tidak menjilat atau menggigit, atau juga
mencakar bagian tubuhnya yang terluka dan dalam masa penyembuhan. Perangka medis ini
4

didesian secara khusus agar kucing tetap dapat makan dan minum, dan hanya membatasi gerak
mulutnya agar tidak dapat menjilati tubuhnya atau lehernya, atau mencegah kakinya untuk
mencakar bagian leher dan kepala yang sedang terluka. Sebenarnya E-Collar ini tidak hanya
digunakan oleh kucing saja, melainkan juga digunakan oleh hewan-hewan lain, seperti anjing,
yang dalam masa penyembuhan. Meskipun desainnya sudah dibuat sedemikian rupa, tetapi ada
beberapa hewan yang tidak mau makan kalah kepalanya masih terhalang perangkat ini. Maka,
tetap mesti dilepaskan sementara waktu selama makan dan minum. (Swaim.1997)

BAB III
5

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa bandaging merupakan
tindakan yang ditunjukan untuk dilakukan pada perawatan pasca operasi atau pada kejadian luka
atau trauma. Dimana fungsi bandaging adalah untuk melindungi luka dari kontaminasi, untuk
menyerap sekresi luka, ntuk mengeringkan luka dan untuk memberikan tekanan yang membantu
mencegah pembengkakan atau perdarahan pada daerah luka.

3.1 Saran
Saran dalam penulisan makalah ini mahasiswa dapat mengetahui dan dapat
meningkatkan wawasan tentang alat-alat yang digunakan dalam tindakan penjahitan luka dan
bagaimana prosedur yang digunakan pada tindakan penjahitan.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Musrifatul. 2009. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta :
Salemba Medika.
Marzoeki, Djohansyah. 1994. Ilmu Bedah Luka dan Perawatannya. Surabaya : Airlangga
University Press.
R.L.Walton. 1994. Perawatan Luka Penderita Perlukaan Ganda. Jakarta : EGC.
Swaim SF, Henderson RA. 1997.Small Animal Wound.Management. 2nd ed. Baltimore,
Williams and Wilkins, , pp 87-144.