Anda di halaman 1dari 23

Standar Kompetensi

Kompetensi dasar

Indikator

: 1.

Memahami struktur atom, sifat-sifat


periodik unsur, dan ikatan kimia
: 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan
teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa
atom relatif, dan sifat-sifat periodik
unsur dalam tabel periodik serta
menyadari
keteraturannya,
melalui
pemahaman konfigurasi elektron.

1. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan

kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen


2. Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
3. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya
4. Menentukan massa molekul relatif.
Tujuan

: Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat:


1. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan
kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen
2. Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
3. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya
4. Menentukan massa molekul relatif.

PETA KONSEP

ATOM

Struktur

Sejarah Perkembangan

Satuan
Massa Atom
Partikel Penyusun
Identifikasi identifikasi
Massa molekul
relatif

Teori
Teori
Teori
Teori
Teori

Atom Dalton
J. J. Thomson
Rutherford
Niels Bohr
Mekanika Kuantum

Elektron
Proton
Neutron

Nomor atom
Jumlah
massa atom relatif
Isotop, Isobar,
Isoton
Nomor massa
massa atom karbon- 12

STRUKTUR ATOM
Pertemuan I
I. Indikator
1. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan
masing-masing teori atom
2. Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
II. Tujuan
Setelah mempejajari materi ini siswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan
kelebihan masing-masing teori atom
2. Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
III.

Materi Ajar

Pernahkah kalian makan biscuit dengan chocolate chip yang tersebar merata di permukaannya? B

Perkembangan Teori dan Model Atom


Atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur. Istilah atom bermula dari zaman
Leukipos dan Demokritus yang mengatakan bahwa benda yang paling kecil adalah atom.
Atom berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos, a artinya tidak dan tomos artinya dibagi.
Model atom mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
berdasarkan fakta-fakta eksperimen. Berbagai hasil eksperimen mengenai konsep model atom
dapat dilihat pada penjelasan berikut
1. Model Atom Dalton
John Dalton (1776 1844) merupakan seorang guru dan ahli kimia berkebangsaan
Inggris. Teori atom Dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yaitu hukum kekekalan
massa (massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama) dan Hukum Perbandingan Tetap
(perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap). Teori atom Dalton
dikembangkan selama periode 1803-1808.
Berdasarkan penelitian dan hasil-hasil perbandingannya, Dalton menyimpulkan sebagai
berikut:
1) Materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi.
2) Semua atom dari unsur kimia tertentu memiliki massa dan sifat yang sama.
3) Unsur kimia yang berbeda akan memiliki jenis atom yang berbeda
4) Dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang, tetapi hanya terjadi perubahan
susunan atom-atom dalam unsur tersebut.
5) Bila atom membentuk molekul, atom-atom tersebut bergabung dengan angka
perbandingan yang bulat dan sederhana

Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti bola tolak
peluru, dapat dilihat pada gambar berikut:.

Gambar Model atom Dalton, seperti bola pejal


Beberapa kelebihan dan kelemahan dari teori atom Dalton, dapat dilihat dalam tabel 1.1
berikut.
Tabel kelebihan dan kelemahan dari teori atom Dalton

Kelebihan
Dapat
menerangkan
Hukum Kekekalan
Massa (Hukum
Lavoisier).
Dapat
menerangkan
Hukum
Perbandingan
Tetap (Hukum
Proust).

Kelemahan
Pada kenyataannya atom dapat dibagi lagi menjadi
partikel yang lebih kecil yang disebut partikel
subatomik
Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur
yang satu dengan unsur yang lain
Tidak dapat menerangkan sifat listrik atom.
Tidak dapat menjelaskan cara atom saling berikatan

Karena ada banyak hal yang tidak dapat diterangkan oleh teori atom Dalton, maka para
ilmuwan terdorong untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang rahasia atom.
2. Model Atom Thomson
Seorang fisikawan Inggris, Joseph John Thomson, pada 1897 menemukan elektron,
suatu partikel bermuatan negatif yang lebih ringan daripada atom. Dia memperlihatkan bahwa
elektron merupakan partikel subatomik. Dari penemuannya ini, J. J. Thomson mengemukakan
dugaan (hipotesis) sebagai berikut: "karena elektron bermuatan negatif, sedangkan atom
bermuatan listrik netral maka haruslah ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan
elektron dalam atom".
Maka ia mengusulkan suatu model atom yang dikenal dengan model atom roti kismis sebagai
berikut:
1) Atom berbentuk bola pejal bermuatan positif yang homogen (diibaratkan sebagai
roti).
2) Elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya (seperti kismis yang tersebar di
dalam roti).
3) Jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat
netral
Model atom Thomson dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar Model atom Thomson, seperti roti kismis


Beberapa kelebihan dan kelemahan dari model atom Thomson, dapat dilihat seperti dalam
tabel berikut.
Tabel kelebihan dan kelemahan dari teori atom Thomson

Kelebihan
Dapat menerangkan adanya
partikel yang lebih kecil dari atom
yang disebut partikel subatomik.
Dapat menerangkan sifat listrik
atom.

Kelemahan
Tidak dapat menerangkan fenomena
penghamburan partikel alfa oleh selaput
tipis emas yang dikemukakan oleh
Rutherford.

3. Model Atom Rutherford


Ahli fisika Inggris, Ernest Rutherford beserta temannya Geiger dan Marsden pada
1911 melakukan eksperimen yang dikenal dengan penghamburan partikel alfa oleh selaput
tipis emas (0,0004 mm). Setelah berkali-kali melakukan percobaan, akhirnya Rutherford
berhasil mengusulkan suatu model atom yang dikenal dengan model atom nuklir Rutherford,
yaitu sebagai berikut.
1) Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong.
2) Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif dan hampir seluruh massa atom
terpusat pada inti.
3) Elektron beredar mengelilingi inti.
4) Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron sehingga atom bersifat
netral.
Gambar atom Rutherford dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar Model atom Rutherford seperti tata surya


Beberapa kelebihan dan kelemahan dari model atom nuklir Rutherford, dapat dilihat seperti
dalam tabel berikut
Tabel kelebihan dan kelemahan dari teori atom Thomson

Kelebihan
Dapat menerangkan
fenomena
penghamburan
partikel alfa oleh
selaput tipis emas.
Mengemukakan
keberadaan inti atom

Kelemahan
Bertentangan dengan teori elektron dinamika
klasik, di mana suatu partikel bermuatan listrik
apabila bergerak akan memancarkan energi.
Elektron bermuatan negatif yang beredar
mengelilingi inti akan kehilangan energi terusmenerus sehingga akhirnya akan membentuk
lintasan spiral dan jatuh ke inti. Pada kenyataannya

yang bermuatan
positif dan merupakan
pusat massa atom.

hal ini tidak terjadi, elektron tetap stabil pada


lintasannya

4. Model Atom Niels Bohr


Niels Henrik David Bohr adalah seorang ahli fisika Denmark. Berdasarkan hasil
pengamatannya pada spektrum atom hidrogen, Neils Bohr memperbaiki model atom
Rutherford, dengan menerapkan Teori Kuantum dari Planck. Model atom Bohr dinyatakan
dalam bentuk empat postulat berkaitan dengan pergerakan elektron, yaitu sebagai berikut.
1) Dalam mengelilingi inti atom, elektron berada pada kulit (lintasan) tertentu. Kulit ini
merupakan gerakan stasioner (menetap) dari elektron dalam mengelilingi inti atom
dengan jarak tertentu.
2) Selama elektron berada pada lintasan stasioner tertentu, energi elektron tetap sehingga
tidak ada energi yang diserap.
3) Elektron dapat beralih dari satu kulit ke kulit lain. Pada peralihan ini, besarnya energi
yang terlibat sama dengan persamaan Planck, E = h.
4) Lintasan stasioner elektron memiliki momentum sudut. Besarnya momentum sudut
adalah kelipatan dari nh/2 dengan n adalah bilangan kuantum dan h adalah tetapan
Planck.
Gambar atom Bohr dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar Model atom Bohr menyempurnakan model atom Rutherford dalam hal
kedudukan elektron di sekeliling inti atom.
Kulit atau lintasan elektron dalam mengelilingi inti atom dilambangkan dengan n = 1, n = 2, n
= 3, dan n = 4. Lambang ini dinamakan bilangan kuantum. Huruf K, L, M, dan N digunakan
untuk menyatakan lintasan elektron dalam mengelilingi inti atom. Lintasan dengan n = 1
disebut kulit K, lintasan dengan n = 2 disebut kulit L, dan n=4 disebut kulit N.
Beberapa kelebihan dan kelemahan dari model atom Bohr, dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel kelebihan dan kelemahan dari teori atom Thomson

Kelebihan
Menjawab kelemahan dalam model
atom Rutherford dengan
mengaplikasikan teori kuantum.
Menerangkan dengan jelas garis
spektrum pancaran (emisi) atau
serapan (absorpsi) dari atom
hidrogen.

Kelemahan
Terjadi penyimpangan untuk atom
yang lebih besar dari hidrogen.
Tidak dapat menerangkan efek
Zaeman, yaitu spektrum atom yang
lebih rumit apabila atom ditempatkan
pada medan magnet.

5. Model Atom Modern


Konsep Bohr tentang tingkat-tingkat energi mendasari perkembangan teori atom
Mekanika Kuantum. Elektron terletak pada orbital-orbital. Orbital merupakan suatu ruang di
mana kebolehjadian ditemukannya elektron.

Model atom mekanika kuantum didasarkan pada:


1) elektron bersifat gelombang dan partikel, oleh Louis de Broglie (1923);
2) persamaan gelombang elektron dalam atom, oleh Erwin Schrodinger; (1926)
3) asas ketidakpastian, oleh Werner Heisenberg (1927).
Pembahasan lebih lanjut tentang teori atom Mekanika Kuantum di kelas XI.
Struktur Atom
1. Partikel Dasar Penyusun Atom
Walaupun pada awalnya atom diartikan sebagai partikel terkecil yang tidak dapat
dibagi lagi, tetapi dalam perkembangannya ternyata ditemukan bahwa atom tersusun atas tiga
jenis partikel sub-atom (partikel dasar), yaitu proton, elektron, dan neutron.
1. Elektron
Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron
diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J.
Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini. Hasil percobaan J.J. Thomson
menyimpulkan bahwa sinar katode bukanlah gelombang. Menurutnya, sinar katode
merupakan arus partikel yang memiliki massa dan bermuatan negatif. Partikel
tersebut dinamakan elektron. Thomson bahkan mampu menghitung perbandingan
muatan terhadap massa elektron

( me )

yaitu 1,759108 coulomb/gram. Kemudian

pada tahun 1908, Robert Andrew Millikan (1868-1953) dari Universitas Chicago
menemukan harga muatan elektron, yaitu -1,602 1019 coulomb. Dengan demikian
massa sebuah elektron dapat dihitung:
m

1,6 x 10

19

8
1,76 x 10 C

C
gr

2. Proton
Pada tahun 1886, Goldstein melakukan sebuah percobaan dengan tabung sinar katode.
Hasil percobaannya menunjukkan bahwa sinar terusan merupakan radiasi partikel
yang bermuatan positif. Partikel sinar terusan ini kemudian disebut sebagai proton.
Massa 1 proton

= 1,6726486 x 10-24 gram = 1 sma

3. Neutron
Pada tahun 1932, James Chadwick melakukan pencobaan penembakan atom berilium
dengan sinar alfa. Percobaan ini menghasilkan penemuan partikel tidak bermuatan
yang disebut neutron. Partikel neutron memiliki massa yang hampir sama dengan
partikel proton, yaitu 1.836 kali massa elektron. Neutron juga merupakan partikel
dasar penyusun inti atom.
Massa 1 neutron = 1,6749544 x 10-24 gram = 1 sma

2. Notasi Unsur
Apabila suatu atom dalam bentuk netral nomor atom dan nomor massa dinotasikan maka akan
menjadi:

A
Z

Dengan; A
= nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron
Z
= nomor atom = jumlah proton
X
= lambang unsur
Apabila suatu atom dalam bentuk ion, maka nomor atom dan nomor massa dinotasikan maka
akan menjadi:
Ion positif
Ion negatif
A
A
ZX
ZX

A = nomor massa= jumlah proton + jumlah neutron


Z = nomor atom = jumlah proton
X = lambang unsur
Elektron= no atom-jumlah muatan

A = nomor massa= jumlah proton + jumlah neutron


Z = nomor atom = jumlah proton
X = lambang unsur
Electron=no atom+jumlah muatan

Nomor Atom
Nomor atom suatu unsur menunjukkan jumlah proton yang terdapat dalam inti atom.
Nomor atom (NA) diberi lambang Z. Nomor atom suatu unsur merupakan ciri khas atom
unsur tersebut. Dalam atom netral jumlah proton sama dengan jumlah elektron, sehingga
nomor atom juga menunjukkan banyaknya jumlah elektron yang terdapat pada inti atom.

No atom=Jumlah proton= Jumlah Neutron

Atom netral dapat melepaskan atau menerima elektron dari atom lain. Hal ini
dilakukan agar atom dapat berada dalam kondisi stabil. Atom yang melepaskan atau
menerima elektron disebut ion. Ketika atom berubah menjadi ion, nomor atom dan jumlah
+
protonnya tetap, tetapi jumlah elektronnya berubah. Untuk ion positif X maka atom akan

melepaskan elektron dan ion negatif X akan menerima elektron.


Nomor Massa
Nomor massa menggambarkan massa partikel-partikel penyusun atom, yaitu massa
proton, massa elektron, dan massa neutron. Karena massa elektron sangat kecil dibandingkan
massa proton dan neutron sehingga massa elektron ini dapat diabaikan. Nomor massa (NM)
diberi notasi A dan didefinisikan sebagai jumlah proton dan jumlah neutron.
Nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah
neutron
= nomor atom (Z) + jumlah neutron

Dengan demikian:
Jumlah neutron = nomor massa (A) nomor atom (Z)

Contoh soal:
Tentukan nomor atom, nomor massa, jumlah proton, elektron, dan neutron dalam masingmasing atom berikut:
19
23
+
12
a.
b. 9F
c. 11 Na
6C

Jawaban:
a. No. atom
No. massa
Proton = no. atom
Elektron = no. atom
Neutron

b. No. atom
No. massa
Proton = no. atom
Elektron

Neutron

c. No. atom
No. massa
Proton = no. atom
Elektron

Neutron

=6
=12
=6
=6
= no. massa- no.atom
= 12- 6
=6
=9
=19
=9
= no. atom+1
= 9+1
=10
= no. massa- no.atom
= 19- 9
= 10
=11
=23
=11
= no. atom-1
= 11-1
=10
= no. massa- no.atom
= 23-11
= 10

Latihan
Tentukan nomor atom, nomor massa, jumlah proton, elektron, dan neutron dalam masingmasing atom berikut:
80

40
2+
27
3+
52
35 Br
20 Ca
13 Al
a.
b.
c.
d.
Cr
24

Jawaban:
a. No. atom=24
No. massa=52
Proton = no. atom=24
Elektron = no. atom=24

b. No. atom=35
No. massa=80
Proton= no. atom=35
Elektron = no. atom-1

Neutron = no. massa- no.atom


= 52-24
= 28

c. No. atom=20
No. massa=40
Proton= no. atom=20
Elektron = no. atom-1
= 20-2
=18
Neutron = no. massa- no.atom
= 40-20
= 20

= 35+1
=36
Neutron = no. massa- no.atom
= 80-35
= 45
d. No. atom=13
No. massa=27
Proton= no. atom=13
Elektron = no. atom-1
= 13-3
=10
Neutron = no. massa- no.atom
= 27-13
=14

C. Isotop, Isobar, dan Isoton


Setelah penulisan lambang atom unsur dan penemuan partikel penyusun atom,
ternyata ditemukan adanya unsur-unsur yang memiliki jumlah proton yang sama tetapi
memiliki massa atom yang berbeda. Ada pula unsur-unsur yang memiliki massa atom yang
sama tetapi nomor atom berbeda. Oleh karena itu, dikenallah istilah isotop, isoton, dan isobar.
1. Isotop
Isotop adalah atom yang mempunyai nomor atom sama tetapi memiliki nomor massa
berbeda.
14
15
Contoh: 137 N
7N
7N
2. Isoton
Isoton adalah atom-atom yang mempunyai jumlah neutron yang sama dari unsur-unsur
yang berbeda.
14
Contoh: 158O
dan
7N
Neutron dari Oksigen =15-8
=7
Neutron dari nitrogen = 14-7
=7
3. Isobar
Isobar adalah unsur-unsur yang memiliki nomor atom berbeda tetapi nomor massa
sama.
13
13
Contoh:
dan
6C
7N
Latihan
Tentukan pasangan unsur dibawah ini termasuk golongan ISOTOP, ISOBAR atau ISOTON!
14
a.
dengan 147 N
6C
b.
c.
d.

13
6
31
15
16
8

dengan

dengan

dengan

14
7
32
16
18
8

N
S

e.

3
1

dengan

3
2

He

Jawaban
14
a.
dengan 147 N
6C
Kedua unsur ini tergolong ISOBAR karena memiliki nomor massa yang sama yaitu 14
b. 136C dengan 147 N
Kedua unsur ini tergolong ISOTON karena memiliki jumlah neutron yang sama yaitu
7.
Neutron dari Carbon=13-6
=7
Neutron dari Nitrogen =17-7
=7
31
32
c.
dengan 16S
15 P
Kedua unsur ini tergolong ISOTON karena memiliki jumlah neutron yang sama yaitu
16.
Neutron dari Carbon=31-15
=16
Neutron dari Nitrogen =32-16
=16
16
18
d.
dengan 8O
8O
Kedua unsur ini tergolong ISOTOP karena memiliki nomor atom yang sama yaitu 8
3
e.
dengan 32 H e
1H
Kedua unsur ini tergolong ISOBAR karena memiliki nomor massa yang sama yaitu 3

1.

Struktur atom mengalami perkembangan berdasarkan kemampuannya dalam


menjelaskan fakta atau gejala yang ditemukan di alam. Model atom kali
pertama diajukan oleh Dalton, kemudian Thomson, Rutherford, dan Bohr.
Sejarah perkembangan teori atom meliputi:
a. Teori John Dalton, yaitu atom merupakan bagian terkecil dari materi yang
sudah tidak dapat dibagi.
b. Teori Joseph John Thomson, yaitu atom merupakan bola padat bermuatan
positif dengan elektron yang tersebar di seluruh permukaannya.
c. Teori Ernest Ruther ford, yaitu muatan positif suatu atom terpusat pada inti
atom, sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom.
d. Teori Niels Bohr, yaitu elektron mengelilingi inti atom pada suatu lintasan
dengan tingkat energi tertentu.
2. Partikel-partikel dasar penyusun atom terdiri atas:
a. Elektron (partikel bermuatan negatif)
b. Proton (partikel bermuatan positif)
c. Neutron (partikel yang tidak bermuatan atau netral)
3. Hubungan antara nomor atom, massa atom, dan jumlah neutron adalah:
Nomor atom (Z) = jumlah proton
= jumlah elektron
Massa atom (A) = jumlah proton + neutron
Jumlah neutron = A Z
4. Isotop adalah atom yang mempunyai nomor atom sama tetapi memiliki nomor
massa berbeda.Isoton adalah atom-atom yang mempunyai jumlah neutron
yang sama dari unsur-unsur yang berbeda.Isobar adalah unsur-unsur yang
memiliki nomor atom berbeda tetapi nomor massa sama.

STRUKTUR ATOM
Pertemuan II
I. Indikator
1. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya
2. Menentukan massa molekul relatif
II. Tujuan
Setelah mempejajari materi ini siswa diharapkan dapat:
1. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya
2. Menentukan massa molekul relatif
III.
Materi Ajar
Massa Atom Relatif / Massa Molekul Relatif
1. Satuan Massa Atom
Penggunaan satuan massa atom (sma) adalah untuk menyatakan massa partikel. Yang
dimaksud dengan 1 sma adalah dari massa 1 atom C-12. Dengan perkataan lain, para ahli
sepakat menetapkan massa 1 atom C-12 adalah 12 sma. Jadi, massa 1 atom C-12 = 12 sma.
Atau, 1 sma = 1/12 dari massa 1 atom C-12. Jika dinyatakan dalam gram maka 1 sma = 1,66 x
10-24 gram.
Massa Atom Relatif (Ar)
Massa atom relatif adalah perbandingan massa antara atom yang satu terhadap atom yang
lainnya. Massa pembanding yang telah disepakati adalah dari massa 1 atom C-12.
massa rata rata 1 atom unsur X
A unsur X
r
1 massa 1 atom C 12
12
Satuan untuk massa relatif unsur adalah sma (satuan massa atom). 1 sma = 1/12 massa 1 atom
C-12. Massa satu atom 126C = 1,993 1023 g. Jadi, 1 sma = 1/12 1,993 10 23 = 1,66
1024 g.
Contoh:
Massa rata-rata 1 atom magnesium adalah 4,037 x 10-23 gram, sedangkan massa 1 atom C-12
adalah 1,99268 x 10-23 gram. Berapakah massa atom relatif (Ar) magnesium (Mg)?
Jawaban:
massa 1atom unsur Mg
Ar Magnsium = 1
x massa1 atom C12
12

4,037 x 1023
=

1
x 1,99268 x 1023
12
4,037
=
0,166083
=24,307
Latihan:
Massa rata-rata 1 atom oksigen adalah 2,657 x 10-23 gram, sedangkan massa 1 atom C-12
adalah 1,99268 x 10-23 gram. Berapakah massa atom relatif (Ar) oksigen (O)?
Jawaban:
massa 1 atomunsur O
Ar Oksigen = 1
x massa1 atom C12
12
2,657 x 1023
= 1
x 1,99268 x 1023
12
2,657
=
0,166083
=15, 99802

Massa Molekul Relatif (Mr)


Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan antara massa rata-rata satu molekul
unsur atau senyawa terhadap massa satu atom C-12. Massa molekul relatif juga merupakan
jumlah massa atom relatif unsur-unsur penyusunnya.
Contoh:
a. Tentukan massa molekul relatif (Mr) H2O jika diketahui Ar H = 1 dan Ar O = 16
b. Tentukan massa molekul relatif (Mr) Mg(NO2)3 jika dietahui Ar Mg = 24, Ar N=14, Ar
O= 16
Jawab:
a. Mr H2O = 2 (Ar H) + 1 (Ar O)
= 2 (1) + 1 (16)
= 18
b. Mr Mg(NO2)3 = 1(Ar Mg) + 2(Ar N) + 6(Ar O)
=(1.24) + (2.14) + (6.16)
=24 + 28 + 96
=148
Latihan:
a. Tentukan massa molekul relatif (Mr) CH3COOH jika diketahui Ar H = 1, Ar C = 12
dan Ar O = 16
b. Tentukan massa molekul relatif (Mr) FeSO4.7H2O jika diketahui Ar H = 1, Ar Fe = 56,
Ar S= 32 dan Ar O = 16
c. Tentukan massa molekul relatif (Mr) Cu(NO2)3 jika dietahui Ar Cu = 63,5, Ar N=14,
Ar O= 16

d. Tentukan massa molekul relatif (Mr) MgSO4.2H2O jika dietahui Ar Mg = 24, Ar S=32,
Ar O= 16, Ar H = 1
Jawaban:
a. Mr CH3COOH

= 2 (Ar C) + 4 (Ar H) + 2 (Ar O)


= (2.12) + ( 4. 1) + (2.16)
=24 + 4 + 32
= 60
b. Mr FeSO4.7H2O = 1(Ar Fe) + 1 ( Ar S) + 11 ( Ar O) + 14 ( Ar H)
=(1.56) + (1.32) + (11.16) + (14.1)
=56 + 32 + 176 +14
=278
c. Mr Cu(NO2)3
= 1(Ar Cu) + 3 (Ar N) + 6 (Ar O)
= (1.63,5) + (3.14) + (6. 16)
= 63,5 + 42 + 96
= 201,5
d. Mr MgSO4.2H2O = 1 (Ar Mg) + 1( Ar S) + 6 (Ar O) + 4 (Ar H)
= (1.24) + ( 1. 32) + (6.16) + (4.1)
= 24 + 32 + 96 + 4
= 156

Menentukan Massa Atom Relatif Dari Isotop-Isotop di Alam


Di alam biasanya didapatkan 2 jenis atau bahan lebih isotop, oleh karena itu kita dapat
menentukan massa atom relatifnya dengan rumus dibawah ini:
Ar X=

%kelimpahan A . Massa A+%Kelimpahan B . Massa B


100
Contoh:
1. Jika unsur Klor di alam terdapat Cl-35 dan Cl-37,tentuan kelimpahan isotop Cl-35 jika
diketahui massa atom relative Cl adalah 35,5
2. Tembaga alam terdiri dari isotop Cu-65 20% dan isotop Cu-63 80%. Tentukan massa
atom relatif tembaga!
Latihan:
1. Misalkan kelimpahan Cl-35
Kelimpahan Cl-37
Ar Cl

= X%
= (100-X) %

%kelimpahan Cl35 . Massa Cl35+%Kelimpahan Cl37. Massa Cl37


100
35,5

X .35+(100X ) .37
100

35,5

35 X + 370037 X
100

3550

35 X +370037 X

3550-3700 = 35X-37X
-150

= -2X

= 75%

Kelimpahan Cl-35
Kelimpahan Cl-37

= X%=75%
=100-X=25%

2. Massa atom relatif tembaga

= % isotop A. Massa A+ % Isotop B. Massa B


=

20
x 65+
100

80
x 63
100

=13+50,4
= 63,4

Latihan:
1. Boron terdiri dari isotop B-10 (massa atom =10,01 sma) dan B-11( massa atom= 11,01 sma). Jika
diketahui massa atom relatif boron adalah 10,81, tentukan kelimpahan isotop B-11

2. Klor di alam terdiri dari isotop Cl-35 75% dan isotop Cl-37 25%. Tentukan massa atom
relatif Klor!

Jawaban:

1. Misalkan kelimpahan B-10


Kelimpahan B-11

= X%
= (100-X) %

%kelimpahan B10. Massa B10+%Kelimpahan B11. Massa B11


100

10,81

X .10,01+(100X ) .11,01
100

10,81

10,01 X +110111,01 X
100

1081

10,01 X +110111,01 X

Ar B

1081-1101 = 10,01X-11,01X
-20

= -X

= 20%

Kelimpahan B-10
Kelimpahan B-11

= X%=20%
=100-X=80%

2. Massa atom relatif tembaga

= % isotop A. Massa A+ % Isotop B. Massa B


=

75
x 35+
100

25
x 37
100

=26,25+2,25
= 35,5

1.

2.

3.

Massa atom relatif adalah perbandingan massa antara atom yang satu terhadap
atom yang lainnya. Massa pembanding yang telah disepakati adalah dari
massa 1 atom C-12.
massa rata rata 1 atom unsur X
A unsur X
r
1 massa 1 atom C 12
12
Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan antara massa rata-rata satu
molekul unsur atau senyawa terhadap massa satu atom C-12. Massa molekul
relatif juga merupakan jumlah massa atom relatif unsur-unsur penyusunnya.
Di alam biasanya didapatkan 2 jenis atau bahan lebih isotop, oleh karena itu kita
dapat menentukan massa atom relatifnya dengan rumus dibawah ini:

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang


ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukannya dengan cara yang
berbeda. (Dale Carnegie)

LEMBAR KERJA PERTEMUAN I


1. Benarkah pernyataan bahwa atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur? Jelaskan
pendapatmu!
Jawab:..............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
2. Jelaskan dengan singkat bagaimana Thomson sampai pada kesimpulan bahwa semua atom
mengandung elektron!
Jawab:..............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
3. Apakah kesimpulan yang dihasilkan dari percobaan Rutherford?
Jawab:..............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
4. Gambarkan model atom mulai dari konsep atom Dalton sampai Bohr!
Jawab:..............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
5. Lengkapilah tabel berikut dengan benar!
Lamban Nomor
Nomor
g Unsur
Massa
Atom
. .
40
....
20 Ca
2
....
16
32
16 S
23
+
....
....
11 Na

24
2 +
....
....
Mg
.

Jumlah Partikel
Elektron Proton
....
....
....
...

Neutron
....
....

....

....

12

10

....

....

NO
JAWABAN
.
Pernyataan bahwa atom adalah partikel terkecil dari suatu
unsur merupakan pernyataan yang benar, sesuai dengan hasil
1
eksperimen para ilmuwan dapat kita ketahui bahwa atom memiliki
partikel-partikel dasar penyusunnya yaitu proton, elektron dan
neutron.
Thomson sampai pada kesimpulan bahwa semua atom
mengandung elektron diawali dengan ditemukannya tabung
katode oleh William Crookes. Kemudian J.J. Thomson meneliti
lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan bahwa
2
sinar katode ini merupakan partikel. Dari hasil percobaan tersebut,
J.J. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel
penyusun atom yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut
elektron.
Kesimpulan yang dihasilkan dari percobaan Rutherford
adalah
- Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong.
- Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif dan hampir seluruh
3
massa atom terpusat pada inti.
- Elektron beredar mengelilingi inti.
- Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron
sehingga atom bersifat netral
4
Gambar Model Atom Mulai Dari Konsep Atom Dalton Sampai
Bohr Yaitu
- Model Atom Dalton

Gambar Model atom Dalton, seperti bola pejal


- Model Atom Thomson

Gambar model atom Thomson, seperti roti kismis


- Model Atom Rutherford

Gambar Model atom Rutherford seperti tata surya


- Model Atom Bohr

SKO
R

10

20

20

10

Model atom Bohr menyempurnakan model atom Rutherford


dalam hal kedudukan elektron di sekeliling inti atom
Lamban Nomor Nomor Jumlah Partikel
Elektron Proton
Neutron
g Unsur
Massa Atom
40
40
20
20
20
20
20 Ca
2
32
16
18
16
16
32
40
16 S
23
+
11 Na
23
11
10
11
12

24
2 +
12 Mg
24
12
10
12
12

Skor Total
100

LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN


II
1. Kelompokkan atom-atom berikut ke dalam isotop, isobar, dan isoton!
12
17
14
13
14
13
16 15
17
18
18
16 17
C;
N ;
C;
B;
N ;
C;
O; N ;
O
Ne;
O;
N;
F
6
7
6
5
7
6
8
7
8
10
8
7
9

Jawab: isotop:.......................................................................................................
isobar:......................................................................................................
isoton:.......................................................................................................
2. Di alam terdapat isotop tembaga dengan kelimpahan masing-masing 69,2% Cu yang
memiliki massa 62,930 sma dan 30,8% Cu yang memiliki massa 64,928 sma.
Tentukan massa atom relatif dari tembaga!
Jawab:........................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
3. TentukanMr dari karbon dioksida (Ar C=12 dan Ar O=16)!
Jawab:........................................................................................................................
....................................................................................................................................

No
1

Jawaban
Kelompok Unsur
C ; 177N ;

12
6

Skor
25

C ; 135B ; 147N ; 136C ; 168O ; 157N ; 178O


14
7

a. Kelompok isotop:

N ,

12
6

13
6

16
8

17
8

C ,

14
7

dan

B ,

14
6

17
7

N , dan
13
5

c. Kelompok isobar:

dan

16
8

O dan

16
7

17
7

N ,

17
8

dan

18
8

N ,

16
8

O,

17
9

dan

18
10

Ne

dan

17
7

18
8

14
6

18
8

14
6

N , dan

13
6
15
7

C ,

18
10

16
7

N ,

O , dan

13
5

14
7

15
7

C , dan

O ,

b. Kelompok isoton:

Ne ; 188O ; 167N ; 179F

14
6

13
6

O dan
18
10

17
9

Ne

Penyelesaian:
Ar Cu = (62,930 x 69,2%) + (64,928 x 30,8%)
= 65,545

25

Penyelesaian:
Rumus karbon dioksida = CO2
Molekul CO2 terdiri dari 1 atom C dan 2 atom O
Ar C = 12 dan O = 16
Mr CO2 = (1 x 12) + (2 x 16) = 44
Skor

20

70