Anda di halaman 1dari 17

TEKNIK SAMPLING

MAKALAH

disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Metodologi Penelitian (Metpen)


yang dibimbing oleh Prof. Dra. Herawati Susilo, M. Sc, Ph. D
disajikan pada Hari Selasa, 13 Oktober 2015

disusun Oleh:
Kelompok 5/ Offering A
Anggun Risma Atika

140341600442

Docilis Safira Febrianti

140341602442

Dwi Arianita Wulan Sari

140341602770

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
Teknik Sampling tepat waktu.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih setulusnya kepada:
1. Prof. Dra. Herawati Susilo, M. Sc, Ph. D, selaku dosen pembimbing mata kuliah
Metodolgi Penelitian (Metpen) Universitas Negeri Malang

yang telah

membimbing penulis,
2. kedua orang tua penulis yang banyak membantu materi dan moril,
3. seluruh anggota kelompok 5 (lima) yang telah berpartisipasi dalam menuntaskan
makalah ini.
4. seluruh teman S1 Pendidikan Biologi kelas A tahun 2014, yang banyak
membantu penulis,
5. dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih belum
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun serta perbaikan demi terwujudnya makalah yang lebih baik serta penulis
berharap agar makalah dapat bermanfaaat terutama dikalangan pendidikan.

Malang, Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

halaman
HALAMAN SAMPUL ......................................................................................

KATA PENGANTAR .......................................................................................

ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................

1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................

1.3 Manfaat ...................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi Populas dan Sampel ................................................................

2.2 Deskripsi Teknik Sampling .....................................................................

2.3 Jenis Teknik Sampling ............................................................................

BAB III PENUTUPAN


3.1 Kesimpulan .............................................................................................

13

3.2 Saran ........................................................................................................

13

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................

14

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penelitian hakikatnya merupakan kegiatan ilmiah untuk memperoleh
pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh berupa
fakta, konsep, generalisasi, dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami
fenomena dan memecahkan masalah (Sagandji dan Sopiah, 2010).
Penelitian dilaksanakan melalui suatu prosedur dan alur tertentu. Apapun jenis
penelitiannya, selalu dimulai dengan adanya permasalahan, hal tersebut merupakan
suatu kesenjangan yang dirasakan oleh peneliti. Kesenjangan tersebut dapat terjadi
karena beberapa kemungkinan sebab. Dengan kondisi yang demikian, peneliti
berusaha mencari jalan keluar dengan mengadakan penelitian berdasarkan teori yang
tepat (Malamassam, 2009).
Sebelum peneliti melakukan penelitian, perlu menyusun rencana penelitian,
yang dikenal dengan usulan/ proposal penelitian. Kegunaan dari proposal penelitian
tersebut adalah sebagai pedoman rencana awal yang akan dilakukan peneliti, baik
mengenai masalah, ruang lingkup, metode penelitian yang dipakai, populasi dan
sampel penelitian, perencanaan tempat dan waktu penelitian, instrumen penelitian,
sampai pada perencanaan anggaran (jika diperlukan).
Dalam melakukan penelitian, tidak semua penelitian dapat dilakukan secara
populasi. Banyak alasan yang mendasari hal tersebut, diantaranya sebaran populasi
yang luas, waktu yang dibutuhkan terlalu lama, keterbatasan biaya, dll. Lebih lanjut
Patton (2009) mengatakan bahwa keuntungan menggunakan sampel antara lain:
memudahkan jalannya penelitian, penelitian lebih efisien, lebih teliti dan cermat
dalam pengumpulan data, dan lebih efektif. Dari berbagai alasan tersebut, sangat
beralasan jika penelitian dilakukan hanya terhadap sampel saja.
Dalam menentukan sampel mana yang akan dijadikan sebagai objek
penelitian tidaklah mudah, karena sampel yang kita ambil harus dapat mewakili
semua karakteristik dari populasinya. Jika sampel yang diambil tidak dapat mewakili

semua karakteristik populasinya, maka hasil penelitian tersebut tidak dapat dibuatkan
generalisasinya. Oleh karena itu penulis akan mendeskripsikan Teknik Sampling
yang biasa digunakan dalam penelitan dan mendeskripsikan teknik sampling serta
beberapa jenis teknik sampling.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah.
1.2.1

Bagaimanakah deskripsi sampel dan populasi?

1.2.2

Bagaimanakah deskripsi teknik sampling?

1.2.3

Bagaimanakah jenis teknik sampling?

1.3 Manfaat
Manfaat yang akan diperoleh.
1.3.1

Mengetahui deskripsi sampel dan populasi.

1.3.2

Mengetahui deskripsi teknik sampling.

1.3.3

Mengetahui jenis teknik sampling.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Sampel dan Populasi


2.1.1

Definisi Populasi dan Sampel


Data yang digunakan dalam penelitian dapat berupa populasi ataupun sampel.

Menurut Hasan (2002) Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang
memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Objek atau nilai
yang akan diteliti dalam populasi disebut unit analisis atau elemen populasi. Unit
analisis dapat berupa orang, perusahaan, media, dsb. Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulan. Populasi dapat meliputi macam objek, jumlah, dan karakteristik
(Sugiyono, 2008). Jadi dapat disimpulkan populasi adalah keseluruhan objek yang
akan diteliti, memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap untuk dipelajari
kemudian dapat ditarik kesimpulan.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu
yang memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap serta dianggap dapat
mewakili populasi. Objek atau nilai yang diteliti dalam sampel disebut unit sampel.
Unit sampel dapat sama dengan unit analisis ataupun berbeda. Sampel adalah bagian
dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, bila populasi besar dan
peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena
keterbatasan tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang
diambil dari populasi (Sugiyono, 2008). Jadi dapat disimpulkan sampel adalah objek
yang diambil dengan teknik tertentu, memiliki karakteristik tertentu, jelas dan dapat
diambil untuk mewakili suatu populasi.

2.1.2

Alasan Pemilihan Sampel


Untuk suatu alasan maka populasi dapat dianggap sebagai data, tetpi juga

dapat dipilih sampel. Beberapa alasan dipilihnya sampel sebagai data, sebagai
berikut:
1. Objek Penelitian yang Homogen
Apabila menghadapi objek penelitian yang hamper homogen atau 100% homogen,
maka cukup mengambil data yang diperlukan dengan sampel. Contohnya: darah
dalam tubuh seseorang, tingkat salinitas dll.
2. Objek Penelitian yang Mudah Rusak
Populasi yang mudah rusak tidak mungkin diambil keseluruhan karena akan merusak
seluruh objek yang diteliti, oleh karena itu digunakan sampel.
3. Penghematan Biaya dan Waktu
Biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk mengambil populasi sebagai objek
penelitian lebih besar, jika dibandingkan dengan sampel.

4. Masalah Ketelitian
Objek yang diteliti lebih banyak pada populasi dibanding sampel, maka keakuratan
juga sangat terpengaruh. Semakin banyak objek yang diteliti semakin kurang pula
keteitian yang dihasilkan. Contoh: pada perhitungan jumlah stomata adaksial pada
tumbuhan teratai semakin luas penampang maka tingkat ketelitian peneliti dalam
menghitung semakin kurang akurat.
5. Ukuran Populasi
Berdasarkan ukurannya dapat dibedakan menjadi populasi terhingga dan populasi tak
terhingga. Untuk populasi tak hingga (objeknya sangat banyak) penelitian tidak
mungkin dilakukan. Untuk populasi terhingga namun objeknya sangat besar sehingga
penelitian sanagat sulit dilakukan. Dengan demikian maka menggunakan penelitian
sampel.
6. Faktor Ekonomis
Manfaat yang digunakan dari hasil penelitian dipertimbangkan dengan biaya, waktu,
dan tenaga yang telah dikeluarkan dalam penelitian. apabila hasil penelitian tidak

sepadan dengan biaya, waktu, dan tenaga maka sebagai alternatifnya menggunakan
sampel.

2.1.3

Syarat sampel yang Baik

1. Representatif
Karakteristik sampel yang diambil berkaitan dengan tujuan/ hampir sama/ mewakili
dengan karakteristik populasinya.
2. Memadai
Ukuran sampelnya cukup untuk meyakinkan kestabilan ciri-cirinya.

2.2 Deskripsi Teknik Sampling


2.2.1

Definisi Teknik Sampling


Teknik sampling adalah cara yang berkenaan dengan pengukuran keadaan

ataupun atribut dari entitas tertentu, seperti keluarga, areal, produksi, usaha tani, guru,
penyakit, dan sebagainya. Atribut serta objek yang menjadi tujuan penelitian disebut
sifat (characteristic) (Nazir, 2005). Bila memiliki keragaman nilai, maka sifat
tersebut dinamakan variabel penelitian. Jadi dapat disimpulkan teknik sampling
adalah cara-cara yang dilakukan untuk mengambil sampel data dari suatu populasi
sehingga didapatkan data yang dapat mewakili populasi.

2.2.2

Desain Survei
Tujuan dari teknik sampling yakni untuk mengadakan estimasi dan menguji

hipotesis tentang parameter populasi dengan menggunakan keterangan yang


diperoleh dari sampel. Keterangan yang diperoleh dikuasi dan tergantung dua hal,
antara lain: jumlah unit sampling yang dimasukkan dalam sampel dan teknik yang
digunakan dalam memilih sampel. Pemilihan hal di atas bertumpu kepada berapa
banyak keterangan yang ingin diperoleh (Nazir, 2005).
Desain sampling sangat banyak, menurut C. W. Churchman, et. al. dibagi
menjadi dua yakni desain sampling tetap dan desain sampling skuesial. Dalam desain
sampling tetap dibentuk mengikuti aturan tertentu dan tidak berubah-ubah selama

penarikan sampel berlaku, terbagi menjadi sampel tak terbatas dan sampel dengan
batasan. Sedangkan dalam desain sampling skuesial dimulai dari penarikan sampel
kecil secara random dan dianalisis untuk menentukan perlu atau tidaknya penarikan
sampel yang lebih besar, dapat dilakukan dengan cara menarik sampel secara
bertingkah dan mengamati satu per satu anggota populasi (Nazir, 2005).

2.2.3

Step sebelum Survei

Sebelum mengumpulkan data perlu melakukan langkah berikut: (Nazir, 2005)


1) menentukan tujuan teknik, tujuan harus dijelaskan seterang mungkin sehingga
sasaran tidak meleset dan lebih mendetail apa yang akan dikerjakan
2) menetapkan populasi yang akan diteknik, memberikan definisi sejelas mungkin
mengenai populasi tersebut
3) memilih data yang relevan, data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan
penelitian (tidak perlu terlalu banyak karena nantinya akan dianalisis)
4) menentukan derajat ketetapan
5) menentukan teknik mengumpulkan keterangan, teknik mengumpulkan data harus
sesuai dengan biaya serta waktu yang tersedia, sesuai dengan tenaga serta presisi
yang diinginkan (beberapa teknik mengumpulkan data, yaitu: interview dan
schedule atau questionnaire)
6) mencari frame untuk menetapkan sampel, mengambil sampel terhadap populasi
maka harus ada list, peta atau bahan lain yang digunakan sebagai frame
7) menentukan unit sampel, pembagian populasi atas unit sampling harus tegas
dimana tiap elemen populasi harus ada dalam unit sampling
8) membuat interview guide, questionnaire atau schedule, sesuai dengan teknik
pengumpulan data dimana pertanyaan harus jelas

9) mengadakan training, suksesnya survey bergantung pada cara interview dan


supervisor melakukan tugas lapangan

2.3 Jenis Teknik Sampling


Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya
sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan
memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang
representatif. Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel
acak atau random sampling / probability sampling dan sampel tidak acak atau
nonrandom samping/nonprobability sampling.

2.3.1

Sampling Probabilitas

Cara mengambil sampel berdasarkan probabilitas atau peluang. Dalam semua


sampling probabiitas, cara pengambilannya dilakukan secara acak (random), artinya
semua objek atau elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih
sebagai sampel. Cara ini bersifat objektif.
A. Random Sampling Sederhana
Sampel acak sederhana ialah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa
sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai
kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Apabila besarnya sampel yang
diinginkan itu berbeda-beda, maka besarnya kesempatan bagi tiap satuan elementer
untuk terpilihpun berbeda-beda pula. Misalnya, besar populasi adalah N, sedang
unsur dalam sampel (sample size) adalah n, maka besar kesempatan bagi tiap satuan
elementer untuk terpilih dalam sampel adalah n/N.
Jelasnya, sampel acak sederhana itu merupakan sampel kesempatan
(probability sampling), sehingga hasilnya dapat dievaluasi secara obyektif.
Terpilihnya tetap satuan elementer ke dalam sampel itu harus benar-benar
berdasarkan faktor kebetulan, bebas dari subyektifitas si peniliti atau subyektivitas
orang lain.
Ada dua metode pengambilan sampel acak sederhana, yaitu:
1) Dengan pengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam
populasi. Terlebih dahulu semua penelitian (unit elementer) disusun dalam daftar
kerangka sampling (sampling frame), kemudian dari kerangka sampling ditarik

sebagai sampel beberapa unsur atau satuan yang akan diteliti. Dalam hal ini
pengambilannya harus dengan cara undian sehingga setiap unit punya peluang
yang sama untuk dipilih. Misalnya setiap nomor unit penelitian dalam daftar
kerangka sampling ditulis dalam secarik kertas. Kertas-kertas tersebut kemudian
digulung dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak. Setelah dikocok, sejumlah
gulungan kertas diambil sesuai dengan jumlah sampel yang direncanakan. Nomor
yang terambil menjadi unit elementer yang terpilih sebagai sampel.
Penggunaan cara ini tidak praktis a pabila populasinya besar, karena:
a. Hampir tidak mungkin untuk mengocok dengan seksama seluruh gulungan
kertas undian
b. Manusia cenderung memilih angka-angka tertentu (Singarimbun & Effendi,
1991: 156).
2) Dengan mengundi tabel angka acak
Cara ini dipilih karena selain meringankan pekerjaan, juga memberikan jaminan
yang jauh lebih besar, bahwa setiap unit elementer mempunyai probabilitas yang
sama untuk terpilih.
Penggunakan tabel angka acak ini praktis sekali, sehingga banyak dipakai dalam
pengambilan sampel acak. Metode pengambilan sampel acak sederhana ini
dipergunakan orang pada dua keadaan, yaitu:
a. Apabila hanya diketahui nama atau identifikasi dari satuan elementer dalam
populasi yang akan diteliti.
b. Apabila tidak didapatkan metode pengambilan sampel lain yang lebih efisien
dari metode ini.
Syarat penggunaan metode sampling acak sederhana:
a. Harus tersedia daftar kerangka sampling
b. Sifat populasi harus homogen
c. Keadaan populasi tidak terlalu tersebar secara geografis
Kelebihan dari cara ini yaitu metodenya sederhana, sedangkan kelemahannya
adalah syarat yang harus dipenuhi cukup sulit.

B. Pengambilan Sampel Acak Distratifikasi


Dalam praktek sering dijumpai populasi yang tidak homogen. Semakin
heterogen suatu populasi, makin besar pula perbedaan sifat antara lapisan tersebut.
Presisi dan hasil yang dapat dicapai dengan penggunaan suatu metode pengambilan
sampel, antara lain dipengaruhi oleh derajat keseragaman populasi yang
bersangkutan.
Untuk dapat menggambarkan secara tepat mengenai sifat populasi yang
heterogen, maka populasi yang bersangkutan harus dibagi dalam lapisan (strata) yang
seragam dan harus dibagi-bagi dalam lapisan yang seragam dan dari setiap lapisan
lapisan dapat diambil sampel secara acak. Dalam sampel berlapis, peluang untuk
antara satu lapisan dengan yang lain mungkin sama, mungkin pula berbeda.
Ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menggunakan metode
pengambilan sampel acak distratifikasi ini, yaitu:
1) Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk
menstratifikasi populasi ini dalam bentuk strata. Kriteria untuk pembagian itu
ialah variabel yang akan diteliti atau variabel yang menurut peneliti mempunyai
hubungan yang erat dengan variabel yang hendak diteliti tersebut.
Contoh: tingkat penghasilan petani erat hubungannya dengan luas tanah yang
diusahakan. Jadi, dalam penelitian mengenai tingkat penghasilan petani, populasi
dapat distratifikasi dalam lapisan-lapisan menggunakan luas tanah yang
diusahakan sebagai kriteria
2) Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan
untuk menstratifikasi
3) Harus diketahui dengan tepat jumlah satuan-satuan elementer dari tiap lapisan
dalam populasi itu.
Keuntungan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut:
a. Semua ciri-ciri yang heterogen dapat terwakili
b. Kemungkinan bagi peneliti untuk meneliti hubungan antara satu lapisan
dengan lapisan yang lain dan membandingkannya.

C. Cluster Sampling
Dalam praktek, seringkali ditemui kenyataan dimana kerangka sampel yang
digunakan untuk dasar pemilihan sampel tidak tersedia atau tidak lengkap dan biaya
untuk membuat kerangka sampel tersebut terlalu tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut
maka unit-unit analisa dalam populasi digolongkan ke dalam gugus yang disebut
cluster dan ini akan merupakan satuan-satuan dari mana sampel akan diambil. Jumlah
gugus yang diambil sebagai sampel harus secara acak. Kemudian, untuk unsur
penelitian dalam gugus tersebut diteliti semua.
Misalnya, seorang peneliti ingin meneliti besarnya pendapatan perbulan dari
tiap-tiap keluarga di suatu desa. Oleh karena tidak terdapat data mengenai jumlah
keluarga di desa tersebut maka desa tersebut dibagi menjadi dukuh-dukuh. Dukuh
tersebut dijadikan unsur sampling. Dukuh yang ada diberi nomor dan dipilih secara
acak sebuah dukuh atau lebih sebagai sampel. Oleh karena unsur penelitian adalah
keluarga atau rumah tangga, maka semua rumah tangga yang ada dalam unsur sampel
yang terpilihlah yang diteliti.
Keuntungan dari metode ini adalah tidak diperlukannya daftar kerangka
sampling dengan unsur-unsurnya, tetapi keburukannya adalah sangat sulit untuk
menghitung standar kesalahannya.

2.3.2

Sampling Nonprobabilitas
Teknik sampling nonprobabilitas terdiri atas lima macam yaitu: Teknik

Sampling Sistematis (Systematical Sampling), Teknik Sampling Kebetulan


(Accidental Sampling), Teknik Sampling Bertujuan (Porpusive Sampling), Teknik
Sampling Kuota (Quota Sampling), dan Teknik Bola Salju (Snowball Sampling)
A. Teknik Sampling Sistematis (Systematical Sampling)
Teknik ini sebenarnya dapat termasuk kepada teknik random sampling
sederhana yang digunakan secara ordinal. Artinya anggota sampel dipilh berdasarkan
urutan tertentu. Misalnya setiap kelipatan 10 atau 100 dari daftar pegawai disuatu
kantor, pengambilan sampel hanya nomor genap atau yang ganjil saja, dll.

Keuntungan teknik ini ialah lebih cepat dan mudah. Sedangkan kelemahannya adalah
kadang-kadang kurang mewakili populasinya.

B. Teknik Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)


Teknik sampling kebetulan dilakukan apabila pemilihan anggota sampelnya
dilakukan terhadap orang atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai dan
dipandang orang yang dijumpai tersrbut cocok dijadikan sumber data. Misalnya kita
ingin meneliti pendapat masyarakat tentang kenaikan harga atau keluarga berencana,
maka pertanyaan diajukan kepada mereka yang kebetulan dijumpai dipasar atau
ditempat-tempat lainnya. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah murah, cepat dan
mudah. Sedangkan kelemahannya ialah kurang representatif.

C. Teknik Sampling Bertujuan (Porpusive Sampling)


Teknik ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus
berdasarkan tujuan penelitiannya. Sebagai contoh : untuk meneliti tentang disiplin
siswa maka yang dipilih adalah orang yang aahli dalam kesiswaan seperti kepala
sekolah, PKS urusan kesiswaan, ketua osos, yang dijadikan anggota sampel.
Keuntungan menggunakan teknik ini ialah murah, cepat dan mudah, serta relevan
dengan tujuan penelitiannya. Sedangkan kerugiannya ialah tidak representatif untuk
mengambil kesimpulan secara umum (generalisasi).

D. Teknik Sampling Kuota (Quota Sampling)


Teknik ini digunakan apabila anggota sampel pada suatu tingkat dipilih
dengan jumlah tertentu (kuota) dengan ciri-ciri tertentu. Sebagai contoh, Jemaah haji
yang berangkat ke tanah suci sudah diberi jatah (kuota) oleh Persatuan Haji Indonesia
(PHI) bekerjasama dengan Pemerintah Arab Saudi, yaitu sebanyak 250.000 orang
haji dari populasi 250.000.000 jiwa penduduk Indonesia. Artinya satu orang calon
haji mewakili 1000 orang penduduk. (Riduan dan Akdon, 2006 : 246-247).

E. Teknik Bola Salju (Snowball Sampling)


Teknik penentuan sampel bola salju ini digunakan apabila jumlah sampel
yang diketahui hanya sedikit. Dari sampel yang sedikit tersebut peneliti mencari
informasi sampel lain dari yang dijadikan sampel terdahulu, sehingga makin lama
jumlah sampelnya makin banyak. Seperti bola salju yang menggelinding makin lama
bola salju tersebut makin besar.

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian Bab II dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Populasi adalah keseluruhan objek yang

akan diteliti, memiliki karakteristik

tertentu, jelas dan lengkap untuk dipelajari kemudian dapat ditarik kesimpulan.

Sampel adalah objek yang diambil dengan teknik tertentu, memiliki karakteristik
tertentu, jelas dan dapat diambil untuk mewakili suatu populasi.

Teknik sampling adalah cara-cara yang dilakukan untuk mengambil sampel data
dari suatu populasi sehingga didapatkan data yang dapat mewakili populasi.

Teknik sampling probabilitas yang meliputi: Random Sampling Sederhana,


Pengambilan Sampel Acak Distratifikasi, dan Cluster Sampling.

Teknik sampling nonprobabilitas meliputi: Teknik Sampling Sistematis


(Systematical Sampling), Teknik Sampling Kebetulan (Accidental Sampling),
Teknik Sampling Bertujuan (Porpusive Sampling), Teknik Sampling Kuota
(Quota Sampling), dan Teknik Bola Salju (Snowball Sampling).

1.2 Saran
Adapun saran yang bisa disampaikan, antara lain:

Seorang peneliti yang akan melakukan penelitian harus memahami dengan baik
teknik pengambilan data yang sesuai digunakan dalam penelitiannya.

Seorang peneliti harus memahami benar teknik pengambilan data. Data yang
dibutuhkan peneliti berupa data populasi maupun data sampel. Data sampel sering
digunakan dalam penelitian karena alasan efektif dan efisien, teknik pengambilan
data sangat berpengaruh terhadap data yang akan diperoleh dalam penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Malamassam, Daud. 2009. Modul Pembelajaran Mata Kuliah Metodologi Penelitian.


Makassar: Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas
Hasanuddin.
Patton, Michael Quinn. 2009. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Poewandari, E. Kristi. 1998. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi.
Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan
Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.
Sangaji, Etta Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis
dalam Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Setiawan, Ebta. 2010. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Offline),
(http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/)
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Jakarta:
Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

13
27